Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 12. Nomor 1, 2025, pp. P-ISSN: 2355-6633 E-ISSN : 2548-5490 Open Access: https://jurnal. id/index. php/Deiksis/index Students' Perceptions Of The Use Of Wordwall Media In Indonesian Language Learning In Class X-U4 At SMAN 1 Anjatan 1Ilmiyanti Rahayu Putri, 2Astriyani, 3Wanda Ayu Salsabila, 4Mahmud 1-3Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Swadaya Gunung Jati. Cirebon Corresponding author email: ilmiyanti2308@gmail. ARTIKEL INFO A B S T R A CT Article history: Received 01 November 2024 Accepted 5 December 2024 Published 28 January 2025 This study aims to analyze students' perceptions of the use of Wordwall media in Indonesian language learning in class X-U4 at SMAN 1 Anjatan. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of questionnaires with 32 The results of the study indicate that Wordwall media has a positive impact in creating an interesting, enjoyable, and interactive learning atmosphere. 5% of students strongly agreed 5% agreed that Wordwall makes learning more interesting. Additionally, this medium also helps improve students' motivation, self-confidence, enthusiasm, and awareness of the importance of Indonesian language lessons. However, only 9. 4% of students strongly agreed that Wordwall encourages independent learning outside the classroom. Thus, while Wordwall is effective in enhancing student motivation and engagement in the classroom, its use as a tool for independent learning requires additional approaches. This study concludes that Wordwall can serve as an innovative learning tool to enhance student interest and motivation, particularly in Indonesian language learning. Keywords: Learning Media. Students Perception. Wordwall DOI: 10. 33603/deiksis. PENDAHULUAN Persepsi siswa merupakan suatu proses yang dilakukan siswa untuk menafsirkan informasi yang diterima melalui pancaindra (Jaya & Suharso, 2. Persepsi siswa ini mengacu pada pemahaman belajar siswa terhadap materi yang diterima selama Adapun, persepsi siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengalaman, budaya, sosial, nilai-nilai, kepercayaan, dan ekspektasi siswa (Anandari, 2. Persepsi siswa ini memiliki peran yang sangat penting terhadap proses pembelajaran. Persepsi yang negatif dapat menghambat perkembangan akademik siswa, sedangkan persepsi yang positif ini dapat meningkatkan prestasi siswa, keaktifan, dan motivasi belajar (Rozania et al. , 2. Siswa yang memiliki persepsi yang positif ini membuat hasil belajar yang optimal. Peran dari guru juga sangat penting dalam membangun semangat belajar siswa. Maka dari itu, guru harus p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ilmiyanti Rahayu Putri1, 2Astriyani, 3Wanda Ayu Salsabila, 4Mahmud . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. menciptakan lingkungan belajar yang menarik, efektif, relevan, dan menginspirasi siswa. Salah satu persepsi siswa yang harus diubah mengenai pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia mempunyai peran penting dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan pemahaman budaya Indonesia. Namun, banyak siswa yang merasa kurang tertarik karena pembelajarannya dianggap membosankan dan monoton (Manshur & Ramdlani, 2. Siswa merasa bosan dengan pembelajaran bahasa Indonesia yang tradisional seperti mendengarkan ceramah guru dan membaca buku teks (Satriani. Siswa memerlukan sesuatu yang dapat mendorong motivasi belajar mereka (Herlina Pina. Saputra Erwin, 2. Ketika siswa merasa dan menganggap bahwa pembelajaran itu menarik, mereka akan termotivasi untuk belajar sehingga dapat mencapai hasil belajar yang Hasil belajar siswa merupakan tujuan utama dalam proses pembelajaran (Nabillah & Abadi, 2. Selain itu, hasil belajar siswa juga dapat tergambarkan melalui keterampilan siswa dalam mengimplementasikan pengetahuannya untuk kehidupan nyata. Salah satu upaya dalam mewujudkan hasil belajar yang optimal yaitu guru mengerti kebutuhan dan gaya belajar siswa (Asriyanti & Janah, 2. Guru dapat menciptakan komunikasi terbuka dengan siswa sehingga guru mengetahui respons dan kekhawatiran mereka. Dengan demikian, guru dapat mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut. Hasil belajar siswa merupakan tujuan utama dalam proses pembelajaran (Nabillah & Abadi, 2. Selain itu, hasil belajar siswa juga dapat tergambarkan melalui keterampilan siswa dalam mengimplementasikan pengetahuannya untuk kehidupan nyata. Salah satu upaya dalam mewujudkan hasil belajar yang optimal yaitu guru mengerti kebutuhan dan gaya belajar siswa (Asriyanti & Janah, 2. Guru dapat menciptakan komunikasi terbuka dengan siswa sehingga guru mengetahui respons dan kekhawatiran mereka. Dengan demikian, guru dapat mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut. Motivasi belajar adalah dorongan untuk melakukan aktivitas, baik secara sadar maupun tidak sadar, yang menghasilkan semangat dan minat untuk belajar (Nisa & Susanto. Peningkatan minat belajar pada siswa sangat penting dilakukan dengan perubahan sistem pembelajaran yang menekankan guru melakukan inovasi menggunakan media pembelajaran (Lestari, 2. Penggunaan media dalam pembelajaran sangat membantu dan menjadi solusi dalam meningkatan minat belajar siswa. Media pembelajaran juga didefinisikan sebagai suatu alat, bahan, atau teknik yang digunakan dalam belajar mengajar agar proses interaksi komunikasi p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ilmiyanti Rahayu Putri, dkk1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. pendidikan dapat berlangsung secara tepat (Tafonao, 2. Selain itu, media pembelajaran adalah bahan dan seluruh alat yang digunakan dalam pendidikan seperti televisi, komputer, radio, buku, majalah, koran, dan lain-lain (Aghni, 2. Selain hal tersebut, orang dan bahan serta peralatan yang menunjang kondisi agar siswa memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan disebut sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran ini bertujuan agar pembelajaran lebih menarik (Febrita & Ulfah. Media pembelajaran dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa agar fokus belajar (Fadilah et al. , 2. Hal ini karena media pembelajaran akan lebih bervariasi tidak hanya guru dengan metode ceramah dalam menyampaikan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran ini dapat memperjelas makna yang disampaikan sehingga siswa lebih mudah dalam memahami (Indriyani, 2. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam meningkatkan minat belajar yaitu dengan media wordwall. Wordwall merupakan media interaktif berbasis website yang dibuat secara online, berbagai macam template seperti kuis, menjodohkan, pencarian kata, dan sebagainya. Media wordwall biasa digunakan sebagai instrumen penilaian untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadapa materi yang telah dipelajari (Pamungkas et al. , 2. Kelebihan dari wordwall ini yang memiliki berbagai template berbentuk game dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif (Nadia & Desyandri, 2. Aplikasi Wordwall gratis untuk versi dasar, dengan banyak fitur pembelajaran yang tersedia, siswa hanya perlu mengakses tautan yang dibagikan oleh guru dan tidak perlu mengunduh aplikasi dan jika siswa yang terkendala jaringan dapat menggunakan media wordwall dalam bentuk PDF (Nanda et al. , 2. Hal tersebut memungkinkan siswa menjadi bersaing untuk belajar dan lebih termotivasi sehingga dapat bantu meningkatkan minat belajar siswa khususnya pelajaran Bahasa Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media wordwall. METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif deskriptif ini menghasilkan data deskriptif sebagai pemecahan masalah dengan menyajikan keadaan suatu subjek atau objek dalam bentuk kata-kata tertulis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian angket . untuk mengetahui persepsi siswa dengan memanfaatkan google form sehingga sampel terpilih dengan teknik purposive sampling. Hal p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ilmiyanti Rahayu Putri1, 2Astriyani, 3Wanda Ayu Salsabila, 4Mahmud . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. tersebut memberikan kesempatan peneliti untuk memilih responden yang memiliki karakteristik yang relevan dengan penelitian. Berikut sumber data dalam penelitian. Tabel 1. Sumber Data Jenis Kelamin Responden Laki Perempuan Jumlah Presentase (%) 34,4 % 65,6 % Sampel dalam penelitian ini adalah 32 sebagai responden. Kelas X-U4 dipilih karena pernah diimplementasikan sedang mengikuti kegiatan pengenalan lapangan persekolahan dan menggunakan media wordwall pada pembelajaran bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa responden memiliki pengalaman langsung dengan penggunaan media wordwall dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan pengalaman ini, para siswa dapat memberikan persepsi yang akurat dan relevan mengenai penggunaan media wordwall dalam meningkatkan proses minat belajar siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Fokus utama dalam penelitian ini adalah memahami persepsi siswa terhadap penggunaan media wordwall dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Peneliti memilih salah satu kelas dari semua kelas X yaitu kelas X-U4 karena sudah pernah menggunakan media wordwall tersebut dalam pembelajaran bahasa Indonesia hal tersebut dapat bertujuan untuk memberikan perspektif secara langsung yang akurat mengenai efektivitas penggunaan media wordwall dalam memenuhi kebutuhan gaya belajar siswa yang beragam. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan angket pada tabel 2. Angket ini memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data dari siswa dalam waktu yang cepat. Adapun hasil angket mencatatkan respons siswa mengenai persepsi dan efektivitas penggunaan media wordwall dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Data ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif dari siswa dalam memandang dan merasakan manfaat penggunaan media wordwall dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Terdapat lima belas pertanyaan dengan empat pilihan jawaban. Berikut adalah hasil angket siswa kelas X-U4. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ilmiyanti Rahayu Putri, dkk1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Tabel 2. Hasil Angket Siswa No. Presentase Jawaban (%) Pertanyaan Responden Media Wordwall pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik. Wordwall membuat pembelajaran Bahasa Indonesia terasa lebih Saya lebih bersemangat mengikuti Wordwall Saya merasa lebih percaya diri saat Wordwall. Penggunaan Wordwall membuat dibandingkan metode lain. Saya merasa lebih fokus belajar ketika Wordwall digunakan dalam Wordwall membuat saya merasa Bahasa Indonesia tidak membosankan. Saya lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan media Wordwall. Wordwall mendorong saya untuk belajar secara mandiri di luar kelas. Saya merasa lebih antusias untuk Bahasa Indonesia dengan adanya Wordwall. Saya merasa terdorong untuk mencapai nilai yang lebih baik Wordwall. Saya lebih sering berinisiatif untuk bertanya atau berdiskusi tentang Wordwall. Saya merasa bangga saat berhasil menyelesaikan tantangan atau kuis di Wordwall. Wordwall membuat saya merasa bahwa belajar Bahasa Indonesia itu penting untuk kehidupan saya. Saya lebih suka belajar Bahasa Indonesia karena menggunakan Wordwall. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ilmiyanti Rahayu Putri1, 2Astriyani, 3Wanda Ayu Salsabila, 4Mahmud . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Berdasarkan hasil angket didapatkan enam aspek yang terukur. Berikut pembahasan untuk tiap aspeknya: Menarik dan Menyenangkan Sebanyak 62,5% siswa sangat setuju dan 37,5% setuju bahwa wordwall membuat pembelajaran Bahasa Indonesia lebih menarik. Selain itu, 59,4% sangat setuju dan 40,6% setuju bahwa Wordwall membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan. Serupa juga respon sebanyak 53,1% sangat setuju dan 46,9% setuju wordwall membuat merasa bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak membosankan. Hal ini menunjukkan bahwa Wordwall secara efektif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. Wordwall membuat pembelajar menjadi menyenangkan dan tidak menghilangkan atau mengurangi materi, siswa juga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi (Syamsu et al. Wordwall tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran interaktif, tetapi juga dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar Bahasa Indonesia. Tingkat siswa yang setuju dan sangat setuju dengan kinerja Wordwall menunjukkan bahwa teknologi ini dapat membantu mengatasi kejenuhan dalam pembelajaran sekaligus meningkatkan pemahaman siswa tentang materi. Semangat dan Kepercayaan Diri Sebanyak 25% siswa sangat setuju dan 59,4% setuju bahwa mereka lebih bersemangat belajar dengan Wordwall. Kemudian hasil data dalam hal kepercayaan diri, 18,8% sangat setuju dan 71,9% setuju bahwa Wordwall membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka. Dengan demikian. Wordwall mendorong siswa untuk lebih terlibat dan percaya pada kemampuan mereka dalam memahami materi pelajaran. Selain itu. Data menunjukkan bahwa Wordwall tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga membantu perkembangan afektif siswa. Kepercayaan diri merupakan dasar dari motivasi diri untuk berhasil, sebagai generasi penerus bangsa, sikap kepercayaan diri sangat penting ditanamkan pada siswa agar tumbuh menjadi individu yang mampu mengembangkan potensi diri (Vandini, 2. Semangat yang meningkat dan kepercayaan diri yang meningkat adalah bukti bahwa Wordwall dapat membuat lingkungan belajar yang mendukung potensi setiap Dengan keterlibatan yang lebih aktif, siswa lebih tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang materi pelajaran. p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ilmiyanti Rahayu Putri, dkk1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. Interaktivitas dan Fokus Sebanyak 28,1% siswa sangat setuju dan 59,4% setuju bahwa Wordwall membuat pembelajaran lebih interaktif dibanding metode lain. Sementara itu, persentase yang sama 28,1% sangat setuju dan 59,4% setuju menyatakan bahwa Wordwall membantu mereka lebih fokus dalam pembelajaran. Artinya. Wordwall tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa tetapi juga membantu mereka memusatkan perhatian selama proses pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa Wordwall sangat penting untuk membuat belajar lebih dinamis dan Wordwall tidak hanya membuat pelajaran menjadi lebih menarik, tetapi juga dapat membuat siswa tetap fokus pada apa yang diajarkan. Wordwall dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang efektif, terutama untuk meningkatkan keterlibatan dan fokus siswa selama proses belajar. fokus utama dalam perencanaan media pembelajaran adalah interaktivitas, dengan menggunakan platform digital, simulasi, dan proyek berbasis tim dapat mendorong partisipasi siswa sehingga pengalaman interaktif dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa (Kahfi & Ulfah, 2. Motivasi dan Aktivitas Mandiri Sebanyak 31,3% siswa sangat setuju dan 62,5% setuju bahwa Wordwall mendorong mereka lebih aktif dalam pembelajaran. Namun, hanya 9,4% yang sangat setuju dan 56,3% setuju, dan 34,4% menjawab kurang setuju bahwa Wordwall mendorong mereka belajar secara mandiri di luar kelas. Sebanyak 21,9% sangat setuju dan 75% setuju bahwa merasa terdorong untuk mencapai nilai yang lebih baik setelah menggunakan wordwall. Ini menunjukkan bahwa meskipun Wordwall efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar di kelas, penggunaannya kurang memotivasi siswa untuk belajar mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa Wordwall sangat membantu siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pelajaran di kelas dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Namun, siswa tidak termotivasi untuk belajar secara mandiri, yang menunjukkan bahwa Wordwall lebih baik digunakan sebagai alat pembelajaran terstruktur di kelas daripada sebagai media yang mendorong eksplorasi individu di luar kelas. Akibatnya, untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa di luar kelas, metode seperti integrasi tugas berbasis Wordwall diperlukan. Jika siswa dapat menyelesaikan tugas guru secara mandiri, maka dapat menumbuhkan rasa ingin tahu yang kuat, menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan sikap mandiri, menumbuhkan pikiran, dan menumbuhkan rasa ingin tahu (Kanifah et al. , 2. Motivasi dan model pembelajaran yang diterapkan membentuk rangsangan pembelajaran. Siswa yang p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ilmiyanti Rahayu Putri1, 2Astriyani, 3Wanda Ayu Salsabila, 4Mahmud . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. memiliki motivasi tinggi akan menjadi lebih semangat saat belajar dan berlatih sesuai keahliannya (Halim et al. , 2. Antusiasme dan Kesadaran Nilai Sebanyak 31,3% sangat setuju dan 62,5% setuju bahwa Wordwall meningkatkan antusiasme mereka dalam menghadapi tantangan belajar. Selain itu, 12,5% sangat setuju dan 81,3% setuju bahwa Wordwall membuat mereka menyadari pentingnya belajar Bahasa Indonesia untuk kehidupan. Sebanyak 25% sangat setuju dan 59,% setuju lebih suka belajar Bahasa Indonesia karena menggunakan wordwall. Data ini menunjukkan dampak positif Wordwall dalam membangun semangat belajar serta kesadaran siswa akan nilai penting pelajaran Bahasa Indonesia. Nilai kesadaran adalah ketika seseorang mengetahui, memahami, dan memahami nilai-nilai yang dianggap baik oleh orang lain, nilai-nilai ini termasuk nilainilai seperti jujur, menghormati, menghargai, kerja keras, dan lainnya, yang pada gilirannya akan membentuk sikap, sifat, dan tindakan yang baik (Haris & Gunansyah, 2. Wordwall tidak hanya membuat siswa lebih tertarik untuk belajar, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai yang relevan untuk kehidupan Wordwall memiliki kemampuan meningkatkan pengalaman belajar siswa dan meningkatkan rasa terima kasih mereka terhadap pelajaran Bahasa Indonesia dengan menawarkan tantangan yang menarik dan Ini menunjukkan bahwa Wordwall dapat menjadi strategi pembelajaran yang membantu siswa mencapai prestasi akademik dan menumbuhkan sikap positif terhadap pendidikan secara keseluruhan. Menggambarkan antusiasme belajar sebagai sikap siswa yang penuh semangat dan terlibat dalam kegiatan Pendidikan (Ramadhani et al. , 2. Kepuasan dan Keterlibatan Sosial Sebanyak 50% sangat setuju dan 46,9% setuju bahwa mereka merasa bangga ketika berhasil menyelesaikan tantangan di Wordwall. Sebanyak 15,6% sangat setuju dan 59,4% setuju bahwa mereka lebih sering berinisiatif untuk bertanya atau berdiskusi setelah menggunakan Wordwall. Dengan demikian. Wordwall tidak hanya meningkatkan kepuasan individu tetapi juga mendorong keterampilan interaksi sosial dalam pembelajaran. Kepuasan belajar sangat penting karena dapat mempengaruhi emosi, kinerja belajar, dan motivasi siswa. Peserta didik akan merasa puas dalam belajar jika pengalaman belajar mereka positif dan Jika siswa memiliki pengalaman belajar yang positif, mereka pasti akan lebih termotivasi untuk mempelajari materi pelajaran (Rafi et al. , 2. Siswa meningkatkan keinginan untuk bertanya dan berbicara sehingga merasa lebih percaya diri untuk p-ISSN : 2355-6633, e-ISSN : 2548-5490 Ilmiyanti Rahayu Putri, dkk1 . Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. berpartisipasi aktif dalam kelas. Hal ini menunjukkan bahwa Wordwall dapat berfungsi sebagai media untuk membangun lingkungan belajar yang aktif. Dari pembahasan enam aspek tersebut menggambarkan bahwa media wordwall membantu meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Siswa dengan adanya motivasi akan bercita-cita untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan akan belajar dengan sungguh-sungguh dan siswa harus memiliki minat dalam dirinya jika tidak maka akan sulit untuk melakukan suatu pekerjaan (Pinta et al. , 2. Minat dalam proses belajar merupakan bagian psikologi yang mempengaruhi setiap individu dalam belajar, ketika siswa memiliki minat belajar yang tinggi maka tingkat keaktifan untuk belajar dalam dirinya juga akan tinggi (Ramanda & Gustiana, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Wordwall sebagai media pembelajaran di kelas X-U4 SMAN 1 Anjatan memberikan respon positif dari siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Media ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat, motivasi, interaktivitas, dan fokus siswa selama pembelajaran di kelas. Wordwall juga mampu mendorong siswa untuk lebih percaya diri dan antusias dalam Namun. Wordwall pembelajaran mandiri di luar kelas masih tergolong rendah. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan manfaat Wordwall, diperlukan integrasi dengan strategi pembelajaran lain yang mendukung eksplorasi individu. Wordwall memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, dinamis, dan menyenangkan. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah SMAN 1 Anjatan dan juga kepada orang tua tercinta yang telah memberikan ruh dan napas kehidupan. Terima kasih juga peneliti sampaikan pada kawan, sahabat, dan pihak lain yang terlibat dalam penyusunan penelitian ini. REFERENSI