The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Persepsi Lanjut Usia Dalam Upaya Perawatan Penyakit Hipertensi Edy Soesanto Program Studi Keperawatan. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Semarang. Indonesia Email: edysoes@unimus. Diterima: 7 Februari 2022 | Disetujui: 19 Juni 2. Dipublikasikan: 30 Juni 2022 Abstrak Latar Belakang dan Tujuan: Tingginya angka ketidakpatuhan dalam upaya perawatan penyakit hipertensi diantaranya disebabkan oleh persepsi terhadap penyakit yang sedang dialami dan persepsi sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam upaya perawatan, apabila penderita hipertensi masih salah dalam mempersepsikan penyakit maka upaya pencegahan dan perawatan tidak akan akan berjalan maksimal. Tujuan penelitian melihat gambaran persepsi lanjut usia hipertensi terhadap penyakitnya Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampelnya adalah seluruh lanjut usia hipertensi di posyandu lanjut usia Sumber Sehat desa Kangkung. Mranggen Demak sebanyak 37 . otal samplin. Hasil: Proporsi usia responden terbanyak adalah usia olderly . ,2 %), proporsi tingkat pendidikan sebagian besar rendah . ,4 %) dan perempuan adalah peserta terbanyak 67,6 %. Tingkat persepsi lanjut usia hipertensi sebagian besar baik . ,4 %). Tingkat persepsi kerentanan sebagian besar baik . ,6 %). Tingkat persepsi keseriusan penyakit hipertensi yang dirasakan ada 27 % memiliki persepsi yang kurang. Tingkat persepsi tentang manfaat mengendalikan kesehatannya terbanyak adalah baik . %). Tingkat persepsi persepsi tentang hambatan mengendalikan kesehatannya masih ada yang kurang . %). Simpulan dan Implikasi: Tingkat persepsi lanjut usia dalam upaya perawatan penyakit hipertensi sebagian besar telah dilakukan dengan baik, lanjut usia memiliki persepsi kerentanan dan keseriusan terhadap penyakit hipertensi yang tinggi sehingga dapat melakukan upaya perawatan terhadap penyakit hipertensi yang dideritanya dan telah mempertimbangkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh setelah melakukan upaya perawatan yang baik dan Kata Kunci: Hipertensi. Lanjut Usia. Persepsi Sitasi: Soesanto. Persepsi Lanjut Usia Dalam Upaya Perawatan Penyakit Hipertensi. The Indonesian Journal of Health Science. , 92-102. DOI: 10. 32528/ijhs. Copyright: A2022 Soesanto. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 DOI: 10. 32528/ijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Abstract Background and Aim: The high rate of non-compliance in efforts to treat hypertension is caused by the perception of the disease that is being experienced and the perception greatly determines the level of success in treatment efforts, if people with hypertension are still wrong in perceiving the disease, prevention and treatment efforts will not run optimally. Objective: to see the description of the perception of the elderly with hypertension on the disease. Methods: The research design used a descriptive cross-sectional approach. The sample was 37 elderly . otal samplin. with hypertension at the Posyandu Sumber Sehat. Kangkung village. Mranggen Demak. Results: The proportion of respondents' age is mostly older . 2%), the proportion of education level is mostly low . 4%) and women are the most participants 67. The level of perception of the elderly with hypertension is mostly good . 4%). The level of vulnerability perception is mostly good . 6%). The level of perception of the seriousness of hypertension, which is felt to be 27%, has a poor perception. The highest level of perception about the benefits of controlling their health is good . %). The level of perception of the barriers to controlling their health is still lacking . %). Conclusion: The level of perception of the elderly in efforts to treat hypertension has mostly been carried out well, the elderly have a high perception of vulnerability and seriousness to hypertension so that they can make efforts to treat hypertension and have considered the advantages or benefits obtained after doing the treatment. good and regular maintenance. Keywords: Hypertension. Elderly. Perception PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit bertambahnya usia, perubahan gaya hidup dan stres yang berkepanjangan. Sekitar 1,2 Milyar orang atau 28,5% penduduk di seluruh dunia menderita hipertensi dan diperkirakan meningkat menjadi 29,2 % pada tahun 2025 (Soesanto Marzeli. Pravelensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,11% atau 1 dari 3 orang dewasa mengalami hipertensi, 76. tidak menyadari sudah terkena (Kemenkes. Berdasarkan data Riskesdas 2018 sekitar 34,1 % penderita hipertensi yang diketahui hanya 8,8 % yang terdiagnosis dokter dan mendapat DOI: 10. 32528/ijhs. melakukan upaya perawatan dengan baik (Kementrian Kesehatan RI, 2. Hal ini mudah dipahami karena penyakit hipertensi seringkali tidak memberikan tanda dan gejala, sehingga masyarakat kurang perhatian dan ringan, tanpa disadari dapat menyebabkan kelainan pada kardiovaskuler dan gangguan ginjal dan banyak pasien yang datang berobat ketika penyakitnya semakin parah dan memberikan pengobatan alternatif (Mangendai. Rompas, & Hamel, 2017. , (Sartika, 2. Besarnya permasalahan dan risiko komplikasi pada penyakit hipertensi nampaknya belum disadari oleh sebagian besar Rendahnya kesadaran masyarakat, penyakit hipertensi yang tidak menimbulkan tanpa gejala serta pengetahuan masyarakat yang rendah The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 menyebabkan rendahnya kepatuhan masyarakat dalam melakukan upaya pengobatan hipertensi. Tingginya angka ketidakpatuhan dalam upaya perawatan dan pengobatan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pemilihan obat, biaya pengobatan, kurangnya dukungan keluarga dan sosial, kondisi sosioekonomi serta persepsi penderita terhadap penyakit yang sedang dialami (Darnindro & Sarwono, 2. Seorang yang menderita suatu akan melakukan upaya pencegahan berdasarkan hasil dari dua penilaian kesehatan . ealth belief. yaitu ancaman yang dirasakan dari penyakitnya . erceived threat of injury or illnes. Ancaman yang dirasakan dipengaruhi oleh kerentanan terhadap . erceived susceptibilit. , keseriusan/keparahan yang dirasakan . erceived severit. dan pertimbangan tentang untung ruginya . enefits and cos. dari perilaku dalam upaya pencegahan (Notoatmojo, 2. Hal ini juga sejalan dengan penelitian lainnya bahwa persepsi lanjut usia yang penanganan khusus, tidak perlu obat, dan usia yang tua akan menyebabkan tekanan darahnya semakin meningkat batas normalnya membuat penyakit hipertensi pada lanjut usia sering diabaikan dan merasa tidak perlu serius dalam mengobati (Kurnia, 2. Sedangkan Lanjut usia yang memiliki persepsi yang baik tentang penyakit hipertensi memiliki kualitas hidup yang lebih baik (Pratiwi. Untari, & Robiyanto, 2. Oleh sebab itu persepsi penderita hipertensi mengenai penyakitnya sangat menentukan dalam pengobatan, apabila penderita hipertensi masih salah dalam mempersepsikan penyakit maka upaya DOI: 10. 32528/ijhs. pencegahan dan pengobatan tidak akan akan berjalan maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran persepsi lanjut usia hipertensi terhadap penyakitnya di posbindu lanjut usia Sumber Sehat desa Kangkung. Mranggen Demak. METODE PENELITIAN Desain Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lanjut usia yang didiagnosis hipertensi oleh dokter Puskesmas yang menjadi anggota posbindu lanjut usia Sumber Sehat desa Kangkung. Mranggen Demak sebanyak 37 pasien. Sampel yang digunakan adalah seluruh lanjut usia yang menderita hipertensi yang mengikuti posbindu lanjut usia di posyandu lanjut usia Sumber Sehat desa Kangkung. Mranggen Demak. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara kepada para responden saat pelaksanaan posbindu lanjut usia dengan menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dengan menggunakan uji korelasi Pearson product Moment . > 0,. dan reliabilitas dengan menggunakan uji Crombach Alpha ( = 0,. Analisis data menggunakan analisis univariat . istribusi frekuens. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari komisi etik FKM UNIMUS 552/KEPKFKM/UNIMUS/2021. HASIL Gambaran dari karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 1, proporsi usia responden terbanyak adalah usia olderly . Ae 74 tahu. sebesar 89,2 %. Proporsi tingkat responden terbanyak The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 adalah berpendidikan rendah sebesar 78,4 % dan tidak ditemukan tingkat pendidikan tinggi sedangkan jumlah responden menurut jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebesar 67,6 % . Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik responden Karakteristik responden 1 Usia 60 Ae 74 tahun 75 tahun keatas 2 Pendidikan Rendah . - 9 tahu. Menengah . tahun ) 3 Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah (%) Persepsi Lanjut Usia Hipertensi Terhadap Penyakit Yang Dideritanya Tabel 2. Distribusi frekuensi persepsi lanjut usia hipertensi terhadap penyakit yang dideritanya Persepsi Jumlah Rerata Kurang 11,6 A 1,37 Baik 1 - 21 Jumlah Rerata persepsi Lanjut Usia Hipertensi Terhadap Penyakit Yang Dideritanya adalah 11,6 A 1,37 dengan nilai minimum 1 dan maksimum 21. Tingkat persepsi lanjut usia hipertensi terhadap penyakit yang dideritanya sebagian besar adalah persepsi baik sebanyak 78,4 %. Persepsi Kerentanan Rerata persepsi kerentanan yang dirasakan oleh responden terhadap penyakit hipertensi adalah 3,7 A 1,4 nilai minimum 1 dan Jumlah responden menurut tingkat persepsi kerentanan yang dirasakan terhadap penyakit hipertensi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Distribusi frekuensi persepsi kerentanan yang dirasakan lanjut usia Persepsi kerentanan Jumlah Rerata Kurang 3,7 A 1,4 Baik Jumlah Tingkat persepsi kerentanan yang dirasakan oleh responden sebagian besar adalah baik sebesar 67,6 % . Hasil analisis jawaban responden DOI: 10. 32528/ijhs. mengenai persepsi kerentanan yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai persepsi yang baik tentang faktor yang The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 hipertensinya, tetapi masih ada sekitar 40 % responden mengatakan bahwa kecapaian dalam beraktivitas tidak akan menyebabkan kekambuhan . %), menyebabkan penyakit hipertensinya kambuh lagi . ,4 %), makan berlemak tidak akan menyebabkan penyakit hipertensinya kambuh . ,1 %) dan sekitar 18,3 % mengatakan merokok tidak akan menyebabkan Persepsi Keseriusan Rerata persepsi keseriusan dirasakan oleh responden terhadap penyakit hipertensi adalah 2,98 A 0,9 minimum 1 dan Jumlah responden menurut tingkat persepsi keseriusan penyakit hipertensi yang dirasakan oleh responden dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Distribusi frekuensi persepsi keseriusan yang dirasakan lanjut usia Persepsi keparahan Jumlah Rerata Kurang 2,98 A 0,9 Baik Jumlah Tingkat persepsi keseriusan penyakit hipertensi yang dirasakan oleh responden ada 27 % memiliki persepsi yang kurang terutama dalam persepsi bahwa hipertensi tidak mengakibatkan komplikasi pada ginjal . %), gangguan pada pembuluh darah . %) serta hipertensi tidak mengakibatkan kebutaan . %). Persepsi manfaat Rerata persepsi responden tentang manfaat mengendalikan kesehatannya 3,2 A 0,9 dengan nilai minimum 1 dan maksimum 5 . Jumlah responden menurut tingkat persepsi mengendalikan kesehatannya dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Distribusi frekuensi persepsi manfaat mengendalikan kesehatannya Persepsi manfaat Jumlah Rerata Kurang 3,2 A 0,9 Baik Jumlah Tingkat persepsi tentang manfaat terbanyak adalah berpersepsi baik sebesar 69 % dan yang berpersepsi kurang sebanyak 31 %. Dari yang kurang terdapat persepsi bahwa mengendalikan kesehatan tidak dapat DOI: 10. 32528/ijhs. mencegah terjadinya komplikasi . ,2 %), sekitar 25,1 % responden menganggap bahwa walaupun sudah menggunakan pelayanan kesehatan tetap tidak tahu cara perawatan yang benar dan tidak tahu jenis makanan yang harus dihindari ( 21,8 %). The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Persepsi hambatan Rerata persepsi responden tentang kesehatannya adalah 3,4 A 1,12 1 dan Jumlah responden menurut tingkat persepsi responden tentang hambatan kesehatannya dapat dilihat pada Tabel Tabel 6. Distribusi frekuensi persepsi hambatan mengendalikan kesehatannya Persepsi hambatan Jumlah Rerata Kurang 3,4 A 1,12 Baik Jumlah Tingkat persepsi persepsi berpersepsi kurang yaitu sebanyak 11 %, yang ditunjukkan dengan sekitar 41,1 % merasa membebani keluarga dan 34 % merasa tempatnya jauh, 31,2 % butuh biaya transportasi dan 26,3 % merasa membuang waktu. PEMBAHASAN Persepsi Lanjut Usia Hipertensi Terhadap Penyakit Yang Dideritanya Persepsi merupakan suatu proses kognitif dalam memahami informasi tentang lingkungannya seluruh pancaindera, dan setiap individu memiliki tanggapan dan arti yang berbeda-beda, persepsi seseorang berpengaruh terhadap keputusan yang diambil dalam upaya pencegahan dan perilaku kesehatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar lanjut usia hipertensi memiliki persepsi yang baik sehingga ancaman dan menghalangi untuk melakukan upaya pencegahan dan perawatan. Hal ini diperjelas dengan teori Health Belief Model (HBM) yang mengatakan bahwa perilaku seseorang terhadap masalah kesehatan atau penyakit yang DOI: 10. 32528/ijhs. sedang dihadapi dipengaruhi oleh bagaimana individu penyakit dan rasa sakit yang dirasakan serta tindakan yang dilakukan untuk (Notoatmojo, 2. Seseorang merasa dirinya memiliki tanggungjawab untuk melakukan tindakan atau upaya yang dapat mengurangi resiko terkena suatu kerentanannya rendah maka akan menyangkal bahwa dirinya mudah terkena suatu penyakit, sebaliknya klau mereka memiliki resiko yang tinggi maka mereka akan melakukan upaya untuk mengurangi resiko terserangnya suatu penyakit. Setiap individu memiliki caranya sendiri dalam mengambil tindakan atau upaya untuk mengatasi masalah kesehatan yang memperhatikan dampak manfaat atau kerugian yang akan didapatkan bila tindakan tersebut dilaksanakan. Seorang lanjut usia hipertensi pencegahan dan perawatan terhadap penyakitnya akan mempertimbangkan ada atau tidaknya suatu ancaman yang membuat dirinya memiliki keyakinan apakah penyakitnya akan bertambah parah atau sembuh dan individu tersebut merasakan bahwa penyakitnya merupakan suatu masalah yang harus The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 segera diatasi . erentanan diri terhadap (Soesanto Sandra Fatmawati, 2. Persepsi kerentanan Persepsi seseorang terhadap suatu ancaman yang sedang dihadapi tentang suatu penyakit Ketakutan terhadap penyakit yang dihadapi akan memacu seseorang untuk melakukan upaya pencegahan dan upaya perawatan yang lebih baik dan konsisten, tetapi ada juga yang menganggap penyakit itu tidak begitu maka mereka tidak akan melakukan upaya pencegahan dan Persepsi tentang ancaman penyakit dan upaya penanggulangannya dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan, sikap, budaya, nilai, sosio-demografi dan pengalaman masa lalu individu (Nugraheni. Hernien. , wiyatini, tri. wiradona, 2. Seseorang melakukan upaya pencegahan dan perawatan terhadap penyakitnya karena adanya keinginan, harapan untuk sembuh, tetap sehat dan berharap tetap bisa melakukan aktifitas sehari hari tanpa bantuan orang lain. Kemampuan mendefinisikan dan mempersepsikan meningkatkan upaya pencegahan dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk melawan serangan penyakit Kemampuan merasakan adanya tanda dan gejala yang menyimpang dari biasanya, adanya gejala yang serius dan diperkirakan menimbulkan bahaya, adanya dampak gejala, frekuensi dari gejala dan tanda-tanda semakin meningkat, resiko atau kemungkinan individu untuk kambuh dari penyakit itu semakin tampak maka seseorang akan segera bereaksi terhadap masalah DOI: 10. 32528/ijhs. kesehatan yang sedang dihadapinya (Nurmala, 2. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa, sebagian besar dari lanjut usia memiliki bahwa penyakitnya dapat disebabkan oleh usia, keturunan, banyak makan lemak, garam, merokok dan stres. Keputusan seseorang untuk bertindak atau merubah perilakunya, diperlukan faktor pencetus . ues to actio. , faktor pencetus itu dapat berupa bisa informasi, ajakan orang yang dikenal atau dari media (Damayantie. Heryani, & Muazir, 2. , (Notoatmojo, 2. Jika faktor pencetus itu cukup kuat dan lanjut usia merasa siap, barulah lanjut usia itu benar-benar melaksanakan perawatan secara optimal. Persepsi keseriusan Persepsi keseriusan merupakan suatu derajat di mana individu merasakan akibat dari penyakit yang dideritanya menjadi parah dan dipersepsikan sebagai ancaman dari Perilaku cenderung beresiko atau pengalaman yang tidak dikendalikan dengan baik akan memperparah kondisi penyakit yang sedang dialami. Adanya keinginan, motivasi dan sikap yang kuat untuk sembuh akan mendorong seseorang untuk melakukan suatu pencegahan dan perawatan terhadap penyakit yang sedang dideritanya (Arindari & Suswitha. Seseorang yang menganggap penyakitnya serius maka dirinya akan merasa bahwa penyakit tersebut membawa ancaman yang besar apabila tidak segera diatasi atau di cegah. Keseriusan yang dirasakan oleh seseorang yang sedang menderita suatu penyakit tergantung dari keyakinan mereka terhadap penyakitnya dan dampak yang membuat dirinya tidak The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 bisa menyelesaikan pekerjaan atau perannya sebagai makluk sosial. Hasil keseriusan lanjut usia adalah sangat baik, sebagian besar dari responden mengatakan bahwa penyakit hipertensi apabila tidak dikendalikan dengan baik dapat mengakibatkan penyakit jantung, kerusakan ginjal, stroke, penglihatan berkurang, pecahnya pembuluh darah. Persepsi terhadap upaya pencegahan suatu seseorang karena adanya pemikiran, analisis, pengenalan bentuk dan tingkat keseriusan suatu penyakit yang telah dilakukan seseorang untuk menerapkan suatu tindakan akibat penyakit hipertensinya bila tidak diatasi dengan baik yang sesuai dengan kondisi yang Penderita hipertensi persepsi bahwa hipertensi dapat memacu terjadinya gangguan dalam sistem tubuh, bahkan dapat menimbulkan kematian, akan memunculkan kekhawatiran pada individu tersebut dan pada akhirnya upaya-upaya mengendalikan tekanan darahnya (Mangendai. Rompas, & Hamel. Seseorang akan semakin bertambah serius mengatasi masalah kesehatannya apabila dampak atau komplikasinya sangat berat seperti tingginya angka kematian, penurunan fungsi fisik dan sosial. Persepsi manfaat Kemungkinan individu akan sangat tergantung pada keyakinan atau penilaian kesehatan yaitu ancaman yang dirasakan dan pertimbangan tentang keuntungan dan kerugian melakukan suatu upaya pencegahan. Kedua penilaian ini dipengaruhi oleh DOI: 10. 32528/ijhs. budaya, sosiao demografi dari individu itu sendiri (Hastuti & Mufarokhah. Bila ancaman meningkat maka meningkat. Persepsi ancaman muncul berdasarkan adanya kerentanan dan keseriusan yang dirasakan terkait Keputusan melakukan suatu upaya pencegahan berdasarkan atas perbandingan antara keuntungan dan kerugian dari perilaku atau tindakan pencegahan yang telah dilakukan, adanya petunjuk untuk berperilaku . ues to actio. yang berasal dari informasi atau nasehat mengenai permasalahan kesehatan, besar/kecilnya melaksanakan tindakan itu serta mengatasi masalah tersebut (Yanti. Perdana, & Rina, 2. Hal ini juga tergambar dalam hasil penelitian ini bahwa sebagian besar lanjut usia yang menderita hipertensi yang telah memiliki persepsi yang baik . %). Banyak manfaat yang didapat dalam upaya mencegahan dan perawatan yang didapat, diantaranya adalah mendapatkan pengobatan, mengetahui cara pencegahan dan makanan yang dilarang serta aktivitas yang boleh Jika seseorang percaya akan tindakan yang dilakukan dapat kerentanan dan keseriusan suatu penyakit yang sedang dialaminya maka ia akan berusaha mempertahankan tindakan yang telah dilakukannya selama ini. Lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit dan tidak merasakan sakit . isease but no illnes. tidak akan The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 bertindak tetapi apabila mereka merasakan bahwa dirinya rentan untuk terkena penyakit dan menganggap gawat . , maka mereka akan melakukan suatu tindakan tertentu (Arindari & Suswitha, 2. Pada umumnya manfaat tindakan lebih menentukan dari pada rintanganrintangan yang mungkin ditemukan di dalam melakukan tindakan tersebut. Persepsi hambatan Persepsi hambatan merupakan cara pandang atau penilaian seseorang terhadap seberapa besar hambatan untuk melakukan suatu upaya atau tindakan yang telah ditentukan atau Meskipun seseorang merasa ada manfaat yang besar dari tindakan yang akan dilakukan tetapi klau ada hambatan dalam melakukannya maka bisa jadi seseorang tidak akan hambatan tersebut bisa bersifat internal maupun eksternal (Notoatmojo, 2. Keputusan untuk melakukan suatu tindakan pencegahan atau perawatan tergantung dari persepsi individu melihat keuntungan dari tindakan tersebut, besar/kecilnya hambatan dan masalah tersebut (Zengin. Oren, & Akinci. Manfaat didapatkan oleh seseorang dari upaya pencegahan atau perawatan yang akan dilakukan harus lebih besar dari hambatan yang dirasakan agar terbentuk perilaku baru yang lebih Hasil penelitian ini menunjukkan masih ada persepsi lanjut usia tentang hambatan dari tindakan kesehatan yang akan dilakukan terhadap sebanyak 11 Beberapa alasan yang menjadikan hambatan bagi lanjut usia untuk tidak melakukan upaya pencegahan dan perawatan adalah merasa membebani keluarga, tempatnya jauh, biaya DOI: 10. 32528/ijhs. membuang waktu. Selain itu seseorang tidak bertindak . o actio. kegiatan atau pekerjaan, tanpa bertindakpun gejala yang dideritanya akan berkurang dengan sendirinya (Arindari Suswitha, (Ayuningtiyas & R, 2. Tidak memprioritaskan tugas-tugas lain yang dianggap lebih penting dari pada mengobati sakitnya. Alasan lain yang sering kita dengar seseorang tidak bertindak atau tidak melakukan suatu kegiatan dalam upaya mengendalikan kesehatannya karena alasan fasilitas kesehatan yang diperlukan sangat jauh letaknya, para petugas kesehatan tidak simpatik, judes, tidak responsif, dan sebagainya (Yanti et al. , 2. SIMPULAN Tingkat persepsi lanjut usia hipertensi terhadap penyakit yang dideritanya pada penelitian ini sebagian besar memiliki persepsi yang Perilaku seseorang terhadap penyakit yang sedang dihadapi ditampilkannya, bagaimana individu mempersepsi penyakit dan rasa sakit yang dirasakan serta tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah Seseorang bertanggungjawab akan kesehatannya dan berupaya untuk merubah perilaku memiliki persepsi kerentanan dan keseriusan tentang penyakitnya yang mempertahankan tindakannya dengan mempertimbangkan manfaat atau kerugian yang diperolehnya. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 DAFTAR PUSTAKA