JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 2025, 569-577 http://jurnal. id/index. php/jp2m RUMAH ADAT MADURA: IDE KETERAMPILAN BERPIKIR VISUAL DARI TANEAN LANJHANG UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA Nur Fadilah 1*. Izzah Fijriyah 2. Indah Setyo Wardhani 3. Shintia Shepti Hariani 4. Novi Supriliyanti 5 Prodi PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Trunojoyo Madura Jawa Timur, 69162. Indonesia e-mail: 210611100021@student. *Penulis Korespondensi Diserahkan: 16-10-2024. Direvisi: 07-11-2024. Diterima: 28-11-2024 Abstrak: Rumah adat tanean lanjhang adalah jembatan antara budaya dan keterampilan berpikir visual, karena bentuk, ukuran, dan posisi dari arsitekturnya dapat diamati oleh indera kita. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi ide keterampilan berpikir visual dari rumah adat tanean lanjhang yang dapat diterapkan pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian adalah penelitian kualiatif dengan peneliti sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data berupa: observasi, dokumentasi, serta studi pustaka. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang memuat indikator keterampilan berpikir visual dan unsur-unsur matematika. Subjek penelitian adalah 2 rumah tanean lanjhang di daerah Bangkalan dan Pamekasan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam rumah adat tanean lanjhang, terdapat ide keterampilan berpikir visual berupa keterampilan membaca visual, keterampilan diskriminasi visual, keterampilan mengamati hubungan sosial, dan keterampilan penutupan visual. Implementasi penelitian dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika, seperti dalam menyusun bahan ajar matematika. LKPD dan Kata Kunci : keterampilan berfikir visual. taneyan lanjhang Abstract: The tanean lanjhang traditional house is a bridge between culture and visual thinking skills, as the shape, size and position of its architecture can be observed by our The purpose of this study is to explore the idea of visual thinking skills from the tanean lanjhang traditional house that can be applied to mathematics learning. The type of research is qualitative research with the researcher as a participant. Data collection techniques are: observation, documentation, and literature study. The research instrument is an observation sheet that contains indicators of visual thinking skills and mathematical The research subjects were 2 tanean lanjhang houses in Bangkalan and Pamekasan areas. The results concluded that in the tanean lanjhang traditional house, there are ideas of visual thinking skills in the form of visual reading skills, visual discrimination skills, social relationship observation skills, and visual closure skills. The implementation of the research can be applied in mathematics learning, such as in preparing mathematics teaching materials. LKPD and assessment. Keywords: visual thinking skills. tanean lanjhang Kutipan: Fadilah. Nur. Fijriyah. Izzah. Wardhani. Indah Setyo. Hariani. Shintia Shepti. , & Supriliyanti. Novi. Rumah Adat Madura: Ide Keterampilan Berpikir Visual Dari Tanean Lanjhang Untuk Pembelajaran Matematika. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. Vol. 11 No. 1, . https://doi. org/10. 29100/jp2m. This is an open access article under the CCAeBY license. https://doi. org/10. 29100/jp2m. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nur Fadilah. Izzah Fijriyah. Indah Setyo Wardhani. Shintia Shepti Hariani. Novi Supriliyanti Pendahuluan Keterampilan berpikir visual penting dipelajari, karena berperan membantu menyelesaikan masalah sehari-hari. Keterampilan berpikir visual membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan mental seseorang (Razooqi, dkk. , 2. Keterampilan berpikir visual berpengaruh positif terhadap pengembangan keterampilan bahasa visual (Abd Al-Reda, dkk. , 2. Keterampilan berpikir visual membantu memperluas persepsi mereka tentang pemahaman serta imajinasi, dan ini membantu mereka mempercepat proses pemahaman dan validasi informasi (Genovesi. JS. , 2. Seseorang dengan kemampuan visualisasi yang baik, akan membantu dalam mempelajari konsep geometri (Wardhani, dkk. , 2023. Wardhani, 2023. Wardhani, 2. Keterampilan berpikir visual merupakan keterampilan mendeskripsikan dan mengenali bentuk, keterampilan menganalisis dan menafsirkan bentuk, keterampilan mengkorelasikan hubungan dalam bentuk, keterampilan mengamati dan mengklarifikasi ambiguitas, dan keterampilan menyimpulkan makna (Jabr, dkk. , 2. Keterampilan berpikir visual sebagai sistem proses yang terdiri dari serangkaian keterampilan yang mendorong pembelajar untuk berpikir secara visual, merenungkan dan menerjemahkan gambar-gambar ke dalam bahasa tertulis atau lisan dan menyimpulkan informasi (Surya, dkk. , 2. Keterampilan visualisasi mencakup: . membayangkan, . menggunakan bantuan, dan . melakukan gerakan tangan (Wardhani, dkk. Membayangkan merupakan penggambaran posisi objek tanpa melihat objek yang dimaksud. Sebagai contoh, siswa menentukan sisi depan kubus yang sudah diketahui sisi belakangnya. Menggunakan bantuan dilakukan ketika menggunakan peraga atau media untuk menjelaskan objek. Sebagai contoh, siswa harus mengambil kertas, menggambar pola jaring-jaring kubus, mengguntingnya sesuai pola, menandai sisi sebagai tutup, melipat jaring-jaring sehingga membentuk kubus, menemukan sisi sebagai alas, menandai alas, membuka kembali, dan terakhir menjawab soal ujian dengan memberi tanda yang sesuai. Melalui peraga benda nyata, siswa dapat menggambar bentuk sesuai dengan apa yang telah dilihatnya (Verdine, dkk. , 2. Gerakan tangan dilakukan untuk menunjukkan bagian tertentu dari objek. Gerakan ini telah berkembang menjadi salah satu metode untuk belajar matematika (Weber, dkk. , 2018. Budaya merupakan generalisasi makna simbolik yang dikembangkan oleh sekelompok orang dan diekspresikan melalui interaksi sosial (Tim Ingold, 1. Menurut model atomik Huxley . ebagaimana dinyatakan dalam (Albanese, 2. , ekspresi budaya meliputi: . Mentifak adalah elemen abstrak dan mental yang merupakan aspek budaya yang paling tahan lama, seperti bahasa, mitos, tradisi artistik, dan cerita rakyat. Sosiofak adalah aspek budaya yang berhubungan dengan hubungan antara individu . truktur keluarg. dan kelompok . istem politik dan pendidika. Artefak adalah manifestasi fisik budaya. Pengembangan kebudayaan membutuhkan kebebasan kreatif sementara pendidikan memerlukan suatu stabilitas budaya yang mapan, (Abdul Munir Mulkhan. Budaya suatu bangsa memiliki peranan penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, serta memberikan dampak yang baik dalam perkembangan pendidikan maupun kemajuan belajar Rumah adat tanean lanjhang adalah jembatan antara budaya dan keterampilan visual, karena bentuk, ukuran, dan posisi dari arsitekturnya dapat dilihat oleh amatan kita. Tanean lanjhang terdiri dari dua kata yakni tanean yang bermakna halaman dan lanjhang yang bermakna panjang. Tanean lanjhang (Gambar . berarti halaman rumah yang memanjang. Yaitu suatu kumpulan rumah yang berjejer dengan urutan dari timur ke barat dan ditandai dengan dua jengger ayam di atap rumah. Polapola bangunan tersusun rapi, mengandung unsur geometris dan berpola. Karenanya, arsitektur dari tanean lanjhang sarat dengan aktivitas keterampilan visual. Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nur Fadilah. Izzah Fijriyah. Indah Setyo Wardhani. Shintia Shepti Hariani. Novi Supriliyanti Gambar 1. Halaman . anean lanjhan. Tanean lanjhang sendiri merupakan rumah dari satu keluarga besar, yaitu orang tua, anak, cucu, dan kerabat. Filosofi dari model rumah ini untuk lebih menguatkan rasa kekeluargaan dan keterikatan emosional mereka. Rumah berada di sisi utara menghadap ke arah selatan, di ujung barat halaman terdapat langghar, kandang ternak di sisi selatan, dapur menempel pada salah satu sisi rumah masing-masing, dan halaman tengah adalah tanean. Terbentuknya permukiman tradisional Madura . anean lanjhan. diawali dengan sebuah rumah induk yang disebut dengan tongghuh (Gambar . Tongghuh adalah rumah cikal bakal atau leluhur suatu keluarga. Apabila sebuah keluarga memiliki anak yang berumah tangga, khususnya anak perempuan, maka orang tua akan mempunyai keharusan untuk membuatkan rumah bagi anak perempuan. Para orang tua dari anak perempuan biasanya menerima atau dalam artian suami yang harus ikut kerumah sang istri. Tanean lanjhang sarat dengan keterampilan visual, karena konsep arsitekturnya memiliki penataan ruang yang khas, serta menampilkan bentuk, ukuran, dan posisi yang dapat memberikan potensi untuk mengembangkan keterampilan berpikir visual. Gambar 2. Rumah adat tanean lanjhang. Penelitian tentang budaya tanean lanjhang pada pembelajaran matematika ini telah dilakukan oleh beberapa peneliti (Hafsi& Hasanah, 2018. Sari, dkk. , 2. (Hafsi& Hasanah, 2. menghasilkan penelitian berupa ide geometris pada tanean lanjhang yaitu: persegi, persegi panjang, panjang, lebar, luas, dan keliling dari bangun datar. (Sari, dkk. , 2. , menghasilkan penelitian tentang nilai-nilai budaya dan konsep geometris rumah adat tanean lanjhang meliputi . nilai-nilai kekerabatan dan persaudaraan, . keharmonisan dalam rumah tangga, . kekuatan dalam rumah tangga, dan . konsep geometri, antara lain bangun ruang dimensi dua dan dimensi 3 serta konsep Namun, penelitian tersebut belum berfokus pada keterampilan visual. Padahal keterampilan berpikir visual ini penting, karena mendukung pembelajaran matematika. Penelitian tentang ide aktivitas spasial telah dilakukan oleh beberapa peneliti (Syauqina, dkk. Ulva, dkk. , 2. Syauqina, dkk. , . menghasilkan ide aktivitas spatial skills dalam permainan tanjan berupa visualisasi spasial, orientasi spasial dan rotasi spasial. Ide ini berperan dalam Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nur Fadilah. Izzah Fijriyah. Indah Setyo Wardhani. Shintia Shepti Hariani. Novi Supriliyanti menjelaskan konsep geometri, pengukuran, dan bilangan. Ulva, dkk. , . menghasilkan ide aktivitas spatial skills dalam tradisi tellasen topak berupa visualisasi spasial, orientasi spasial dan rotasi spasial. Ide ini berperan dalam menjelaskan konsep geometri, pengukuran, dan bilangan. Penelitian yang telah dilakukan Syauqina . dan Ulva . berfokus pada ide-ide aktivitas spatial skills, dan belum berfokus pada ide-ide kemampuan berpikir visual. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi ide keterampilan visual dari rumah adat tanean Peneliti tertarik menggali ide keterampilan visual karena dapat kebermanfaatannya dalam pembelajaran matematika. Menurut Wardhani, 2024 dan Wardhani, 2024, penggalian ide-ide tersebut dapat membantu dalam menyusun materi ajar. LKPD dan asesmen pembelajaran. Metode Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai partisipan. Penelitian kualitatif merupakan suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami . ugiyono, 2. Objek penelitian adalah 2 rumah tanean lanjhang yang berada Bangkalan dan Pamekasan. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang memuat indikator keterampilan berpikir visual dan unsur-unsur matematika. Teknik analisis data berupa observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dalam mengumpulkan informasi terkait keterampilan berpikir visual, tanean lanjhang, serta bagaimana kesepadanannya dengan pembelajaran Informasi yang telah terkumpul, selanjutnya disepadankan dengan indikator keterampilan berpikir visual. Indikatornya sebagai berikut. Tabel 1. Indikator Komponen Keterampilan Berpikir Visual (Suleiman, 2. dalam (Ahmad. No. Komponen Keterampilan Visual Keterampilan membaca Keterampilan diskriminasi Keterampilan mengamati hubungan spasial Keterampilan penutupan Indikator dapat mendeskripsikan karakteristik objek dimensi dua dan tiga dapat membedakan karakteristik . entuk, ukuran, dan posis. beberapa objek dimensi dua dan tiga dapat mendeskripsikan hubungan antar objek dimensi dua dan tiga dapat menerapkan kemampuan berpikir visual dalam pemecahan masalah Hasil dan Pembahasan Tanean lanjhang merupakan rumah adat Madura yang sarat dengan aktivitas keterampilan Aktivitas keterampilan berpikir visual tersebut antara lain: Tabel 2. Ide-Ide Keterampilan Berpikir Visual dari Arsitektur Rumah Adat Tanean Lanjhang Indikator Keterampilan Membaca Visual Dokumentasi Ide Keterampilan Berpikir Visual - Mampu mengidentifikasi nama, bentuk dan karakteristik objek dimensi dua dan tiga . rapesium, persegi. Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . Ide Geometri - Menggambar bangun datar - Mempelajari sifat, ukuran, bentuk, dan JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nur Fadilah. Izzah Fijriyah. Indah Setyo Wardhani. Shintia Shepti Hariani. Novi Supriliyanti Gambar 3. Atap rumah posisi objek dalam ruang, konsep seperti titik, garis, sudut, dan - Mampu mengenali dan Keterampilan Gambar 4. Atap dan dinding langgar Gambar 5. Sudut siku-siku pada bentuk persegi Gambar 6. Segitiga siku-siku pada membedakan antara berbagai bentuk geometri yang di lihat, seperti segitiga, persegi panjang, dan persegi - Mampu membedakan jenis-jenis sudut pada bangun, seperti sudut siku-siku, lancip, dan - Dapat bentuk berdasarkan karakteristik tertentu seperti jumlah sisi atau panjang sisi, ataupun - Mampu ukuran dan panjang sisi dari berbagai bentuk. Misalnya membedakan antara persegi panjang yang lebih besar dan yang lebih kecil, dengan melihat gambar rumah, siswa dapat membedakan ukuran pintu yang berbentuk persegi panjang lebih kecil dari pada ukuran persegi panjang pada Gambar 7. Rumah Induk . Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . Pengukuran - Menghitung luas ataupun keliling bangun Pecahan - pecahan dapat n bagian dari bangun datar. Misalnya persegi pajang dapat dibagi persegi panjang kecil, dan setiap bagian bisa pecahan dari JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nur Fadilah. Izzah Fijriyah. Indah Setyo Wardhani. Shintia Shepti Hariani. Novi Supriliyanti - Mampu Keterampilan hubungan spasial Gambar 8. Dapur Gambar 9. Atap berbentuk prisma Keterampilan penutupan visual membayangkan bentuk persegi panjang dalam berbagai posisi baik dalam konteks 2 dimensi maupun 3 dimensi . Misalnya pada gambar - Menggambar bentuk persegi panjang yang berada dalam posisi tegak dan mendatar. Pada posisi tegak, persegi panjang berdiri dengan sisi yang lebih panjang secara vertikal. Contohnya pada saat menggambar pintu. - Pada posisi mendatar bayangkan persegi panjang berada pada posisi berbaring secara Seperti contoh pada bagian dinding rumah. - Mampu menggambar bangun ruang prisma segitiga sesuai dengan bentuk atap dan bangun datar apa saja yang menyusun bangun ruang tersebut. - Mengisi bagian yang hilang dari gambar suatu bangun datar, seperti melengkapi gambar segitiga yang sebagian bentuknya Gambar 10. Separuh atap rumah Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . Menggambar bangun datar 2 dimensi dan 3 JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nur Fadilah. Izzah Fijriyah. Indah Setyo Wardhani. Shintia Shepti Hariani. Novi Supriliyanti Dari hasil diatas, di peroleh ide-ide keterampilan berpikir visual pada arsitektur rumah adat Tanean lanjhang meliputi keterampilan membaca visual yakni kemampuan untuk menentukan dimensi dan sifat bentuk atau gambar yang disajikan. Seperti mengamati gambar bentuk bangun pada rumah, siswa mampu mengidentifikasi bentuk, dapat mengenali dan menyebutkan bentuk, mampu menyebutkan ciri-ciri dari suatu misalnya memiliki sepasang sisi yang sejajar dan sepasang sisi yang tidak sejajar, mampu menjelaskan nama bangun, mampu memahami penerapan bentuk dalam arsitektur bangunan. Keterampilan diskriminasi visual dengan mengamati gambar langgar yang terdiri dari beberapa bangun datar, siswa mampu mengenali dan membedakan antara berbagai bentuk geometri yang di lihat. Seperti segitiga, persegi panjang, dan persegi. Mampu membedakan jenis-jenis sudut pada bangun, seperti sudut siku-siku, lancip, dan tumpul, mampu membandingkan ukuran dan panjang sisi dari berbagai bentuk misalnya membedakan antara persegi panjang yang lebih besar dan yang lebih kecil, dengan melihat gambar rumah, siswa dapat membedakan ukuran pintu yang berbentuk persegi panjang lebih kecil dari pada ukuran persegi panjang. Keterampilan mengamati hubungan spasial yaitu menunjuk pada persepsi tentang posisi berbagai objek dalam ruang. Seperti membayangkan bentuk persegi panjang dalam berbagai posisi baik dalam konteks 2 dimensi maupun 3 dimensi . , menggambar dan membayangkan bentuk persegi panjang yang berada dalam posisi tegak dan mendatar. Keterampilan penutupan visual yaitu kemampuan untuk mengingat dan mengidentifikasikan sesuatu objek walaupun keseluruhan objek tidak dapat dilihat dengan Seperti mengisi bagian yang hilang dari gambar suatu bangun datar, yakni melengkapi gambar segitiga yang sebagian bentuknya terhapus. Kesimpulan Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat Ide-ide keterampilan berpikir visual yang ditemukan meliputi, mengidentifikasi bentuk dan menyebutkan ciriciri dari suatu bangun, mampu mengenali dan membedakan antara berbagai bentuk geometri yang dilihat, membayangkan bentuk bangun 2 dimensi ataupun 3 dimensi dalam berbagai posisi, dan mengisi bagian yang hilang dari gambar suatu bangun datar. Selain itu, terdapat ide matematis yang ditemukan meliputi materi geometri, pengukuran, serta pecahan. Daftar Pustaka