Seminar & Call for Economic Paper (SCPE) UKMC 2025 04 Juli 2025 E-ISSN: 2963-153X Dampak Kecerdasan Intelek. Kecerdasan Emosional, & Kecerdasan Spiritual Terhadap Sikap Etisme Mahasiswa Akuntansi STIE Nganjuk Sita Hidayatin1 Universitas PGRI Mpu Sindok Nganjuk . meliadiah145@gmail. Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menguji dan menganalisis dampak antara kecerdasan intelek terhadap sikap etisme mahasiswa akuntansi. Untuk menguji dan menganalisis dampak antara kecerdasan emosional terhadap sikap etisme mahasiswa akuntansi. Untuk menguji dan menganalisis dampak kecerdasan spiritual terhadap sikap etisme mahasiswa akuntansi. Hasil penelitian membuktikan bahwa kecerdasan intelek berdampak positif signifikan terhadap sikap etisme mahasiswa akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk, kecerdasan emosional berdampak positif signifikan terhadap sikap etisme mahasiswa akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk, kecerdasan spiritual berdampak positif signifikan terhadap sikap etisme mahasiswa akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk . Kata Kunci: Intelek. Emosi. Spiritual. Sikap Etisme Abstract This study aims to test and analyze the impact of intellectual intelligence on the ethical attitude of accounting students. To test and analyze the impact of emotional intelligence on the ethical attitude of accounting students. To test and analyze the impact of spiritual intelligence on the ethical attitude of accounting students. The results of the study prove that intellectual intelligence has a significant positive impact on the ethical attitude of accounting students of the Nganjuk College of Economics, emotional intelligence has a significant positive impact on the ethical attitude of accounting students of the Nganjuk College of Economics, spiritual intelligence has a significant positive impact on the ethical attitude of accounting students of the Nganjuk College of Economics. Keywords: Intellectual. Emotional. Spiritual. Ethical Attitude PENDAHULUAN Akuntan menjadi salah satu profesi yang berkembang dan dibutuhkan dalam sebuah bisnis, selain itu juga menjadi salah satu jasa yang banyak diminati oleh masyarakat. Dengan adanya perkembangan yang terus menerus, jasa akuntan semakin dibutuhkan oleh entitas, institusi, dan masyarakat umum. Namun, beberapa kalangan pengusaha dan industriawan meragukan kompetensi akuntan termasuk juga etikanya. Keraguan terhadap akuntan didasarkan adanya beberapa kejahatan dan kasus pelanggaran etika perusahaan besar yang melibatkan akuntan, sehingga bukan tidak mungkin masyarakat meragukan keprofesionalan para akuntan (Dwirandra, 2. Penyimpangan tersebut terjadi dikarenakan etika seorang akuntan yang tidak sesuai dengan prinsip yang berlaku. Padahal sudah jelas terdapat kode etik akuntan yang menjelaskan prinsip etis yang harus dimiliki oleh seorang Mahasiswa akuntansi memiliki keterkaitan yang kuat dengan permasalahan yang akan diteliti, sehingga mahasiswa akuntansi digunakan peneliti sebagai subjek penelitiannya. Selain itu, pencegahan yang serius juga dapat dimulai dari saat perkuliahan dengan mempelajari kode etik akuntansi. Etika mahasiswa akuntansi dianggap penting karena mahasiswa akuntansi merupakan calon akuntan, auditor, ataupun manajer yang tidak dapat dipisahkan dari praktik akuntansi di dunia kerja. Kesiapan mahasiswa akuntansi menjadi salah satunya kemungkinan kecerdasan intelektualitas mempengaruhi etika mahasiswa tersebut. Selain itu, kesadaran diri juga 257 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 merupakan salah satu bagian dari faktor kecerdasan emosionalitas. Dan yang tidak kalah penting yaitu apabila kecerdasan spiritual mereka tinggi, maka pelanggaran etika yang sengaja tidak akan Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kecerdasan emosionalitas dan kecerdasan spiritual tidak berdampak secara signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi (Riswan Yudhi Fahrianta, 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kecerdasan emosionalitas, kecerdasan intelektualitas, dan kecerdasan spiritual berdampak positif secara signifikan terhadap etika mahasiswa (Agustini & Herawati, 2019. Zakiah, 2018. Berlianawati dan Putri, 2. Dari pernyataan hasil di atas, terdapat kontradiksi hasil penelitian mengenai pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Maka, peneliti ingin menguji kembali Pengaruh Kecerdasan Intelektual. Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Sikap Etis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk. Peneliti memilih Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk, karena sistem pendidikan di program ini merupakan satu lembaga yang memiliki potensi besar dalam mencetak tenaga profesional di bidang akuntansi. KAJIAN PUSTAKA Kajian Teori Pengertian Sikap Etisme Griffin dan Ebert . menyatakan bahwa sikap etisme adalah sikap dan tingkah laku yang sesuai terhadap norma-norma sosial yang diterima secara luas sehubungan dengan tindakan yang bermanfaat sesuai dengan prinsip yang berlaku di masyarakat Sikap etis menjadi fondasi dalam membentuk perilaku individu yang bertanggung jawab, terutama dalam konteks profesi akuntansi. Pengertian Kecerdasan Intelek Kecerdasan intelek atau intelegensi adalah suatu kecerdasan yang mengunggulkan kemampuan seseorang untuk berpikir serta dapat diuji dengan menggunakan suatu teks atau yang biasa disebut dengan IQ (Intelligence Quotien. (Desmita, . Kecerdasan Intelek membantu individu memahami prinsip-prinsip etika, regulasi, dan standar profesional. Seorang mahasiswa akuntansi dengan kemampuan intelektual yang tinggi mampu mengidentifikasi masalah etis dalam laporan keuangan atau praktik bisnis secara logis dan sistematis. Pengertian Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional (Emotional Intelligenc. adalah kemampuan seseorang untuk mendeteksi serta mengelola petunjuk-petunjuk dan informasi secara emosional (Robbins dan Juydgey, 2014:. Kecerdasan emosional memperkuat kemampuan mahasiswa dalam merespons dilema etis dengan mempertimbangkan perasaan dan perspektif orang lain. Hal ini menciptakan sikap empati, tanggung jawab sosial, serta kemampuan mengelola tekanan dalam pengambilan keputusan etis. Pengertian Kecerdasan Spiritual Zohar dan Ian Marshall . menjelaskan bahwa kecerdasan spiritual (SQ) merupakan kecerdasan yang digunakan untuk memecahkan persoalan tingkah laku dan hidup seseorang dalam artian yang lebih bermakna dan luas se rta kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidu p se se orang lebih be rmakna dibandingkan orang lainAy. Kecerdasan spiritual berperan dalam membentuk kesadaran moral yang mendalam terhadap makna, tujuan, dan nilai dari setiap tindakan. Mahasiswa dengan 258 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 kecerdasan spiritual yang baik akan cenderung mengedepankan kejujuran, integritas, dan tanggung jawab etis, bukan semata-mata karena aturan, melainkan karena keyakinan pribadi atas nilai moral yang dijunjung. Review Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh Riasning. Datrini, dan Putra . berjudul AuPengaruh Kecerdasan Intelektual. Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual terhadap Sikap Etis Mahasiswa Akuntansi di Kota DenpasarAy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga jenis kecerdasan tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap etis mahasiswa S1 Akuntansi, dengan kecerdasan spiritual menjadi variabel yang paling dominan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang sedang dilakukan terletak pada variabel independen yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual, serta variabel dependen yaitu sikap etis. Perbedaannya terdapat pada objek penelitian, di mana penelitian terdahulu dilakukan pada mahasiswa akuntansi di Kota Denpasar, sedangkan penelitian ini dilakukan pada mahasiswa akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nganjuk. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Jurica Lucyandra dan Gunardi Eindro . yang berjudul AuFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas BakrieAy. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hanya kecerdasan emosional yang berpengaruh terhadap perilaku etis mahasiswa, sementara kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, gender, locus of control, dan sensitivity equity tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Persamaannya dengan penelitian ini adalah penggunaan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual sebagai variabel independen serta perilaku etis sebagai variabel dependen. Adapun perbedaannya terletak pada adanya tambahan variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini, yaitu gender, locus of control, dan sensitivity equity. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, te knik pe ngambilan sample pada umumnya dilaku kan secara random. Data yang dikumpulkan menggunakan instrument penelitian, analisis data be rsifat ku antitatif atau statistik de ngan tu ju an untuk me nguji hipotesis yang te lah dite tapkan (Su giyono, 2. Dime nsi waktu pengumpulan data menggunakan data Cross-Se ction. Jadi data cross se ction adalah data yang diku mpu lkan pada suatu titik waktu te rte ntu , namu n waktu pengumpulan data mu ngkin saja tidak dalam satu titik persis pada suatu pe riode Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan metode e xplanatory. Data kuantitatif di penelitian ini adalah ju mlah responden yang menjawab kuesioner. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer. Data primer merupakan sumber data penelitian yang didapat langsung dari sumber asli . anpa melewati perantar. Metode pengumpulan data dengan kuesioner penelitian ini meliputi jawaban responden yang diperoleh melalui penyebaran Variabel Penelitian 259 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 1 Variabel Dependen Sikap Etisme Sikap Etisme adalah perilaku yang se su ai de ngan norma, atu ran dan hu ku m yang dite tapkan (Himmah, 2013:. 2 Variabel Independen Kecerdasan Intelek (X. Kecerdasan Intelektual merupakan kemampuan se se orang untuk me imanipu lasi dan menggunakan aturan aturan formal, seperti atu ran tata bahasa atau dalam hal Kecerdasan Emosional (X. Kecerdasan emosional adalah kemampuan se se orang untuk me nge nali e mosi pribadinya se hingga tahu kelebihan dan kekurangannya, kemampuan se se orang untuk me nge lola e mosi tersebut, kemampuan se se orang untuk me motivasi dan me mbe rikan dorongan untuk maju ke pada diri se ndiri, kemampuan se se orang untuk me nge nal e mosi dan ke pribadian orang lain, kemampuan se se orang untuk me mbina hu bu ngan de ngan pihak lain se cara baik (Gole man, 2015: . Kecerdasan Spiritual (X. Zohar dan Marshall . me nyatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah Aukecerdasan untuk me nghadapi pe rsoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk me ne mpatkan perilaku dan hidu p manu sia dalam konte ks makna yang lebih lu as dan kaya se rta kecerdasan untuk me nilai bahwa tindakan atau jalan hidu p se se orang lebih be rmakna dibandingkan orang lain. Data Penelitian 1 Populasi dan Sampel Penelitian Popu lasi adalah yaitu ku mpu lan dari se lu ru h elemen-elemen individu yang merupakan sumber informasi dalam suatu penelitian, se dangkan sampe lnya merupakan bagian atau wakil dari popu lasi yang me miliki karakte ristik sama de ngan popu lasinya, diambil sebagai sumber data penelitian (Su giyono, 2013: . Be rdasarkan pengertian tersebut popu lasi dalam penelitian ini adalah se lu ru h mahasiswa intelektual Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk. Sampe l se ju mlah 82 anggota yang dipilih dari popu lasi (Se karan & Bou gie , 2013:. Su mbe r data mahasiswa Prodi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk. Dalam penelitian ini, re sponde n yang dipilih adalah mahasiswa aktif Ju ru san Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk se ju mlah 82 yang te lah lu lu s mata ku liah Etika Bisnis. Mahasiswa yang telah lulus mata ku liah tersebut dianggap te lah me mahami Etika dan perilaku etis, serta te lah me mpe lajari be rbagai kasu s ke cu rangan yang telah terjadi di dalam prove si intelektual. Teknik Analisis Data 1 Uji Prasyarat Data Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk me nguji apakah dalam model regresi, variabe l pe ngganggu atau re sidu al me miliki distribu si normal. Ru mu s yang digu nakan dalam uji normalitas ini adalah ru mu s Kolmogorov-Smirnov de ngan ke te ntu an data 260 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 be rdistribu si normal jika signifikansi>0,05 dan data tidak be rdistribu si normal, jika signifikansi<0,05. Tabel 2. Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov One -Sample Kolmogorov-Smirnov Te st U nstandardize d Re sidu al Normal Parame te rsa,b Me an Std. De viation Most E xtre me Absolu te Diffe re nce s Positive Ne gative Te st Statistic Asymp. Sig. -taile . Te st distribu tion is Normal. Calcu late d from data. Lillie fors Significance Corre ction. This is a lowe r bou nd of the tru e significance . Data sumber: Ou tpu t SPSS Hipotesis: H0: Re sidu al model be rdistribu si normal H1: Re sidu al model tidak be rdistribu si normal Interpretasi: Dari hasil pe ngujian normalitas re sidu al telah menggunakan indikator formal Kolmogorov Smirnov pada pe nde katan asymptotic diperoleh data statistik hitu ng variabel sebesar 0,086. Hasil dari nilai ini me miliki p-value . > alpha . Dengan hasil ini diperoleh kesimpulan pada tingkat kepercayaan sebesar 95% . lpha 5%) ini disimpulkan terdapat bukti yang cukup untuk menerima H0 bahwa residual data telah berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas uji multikolinearitas adalah uji yang bertujuan untuk me nguji apakah pada model regresi dite mu kan adanya kore lasi antar variabel bebas . Mode l regresi yang baik se haru snya tidak terjadi kore lasi diantara variabe l bebasnya. de ngan menggunakan nilai tolerance, hasil nilainya yang terbentuk haru s diatas 10% de ngan menggunakan VIF (Variance Inflation Facto. , nilai yang terbentuk haru s ku rang dari 10, bila tidak maka akan terjadi multikolinearitas dan model regresi tidak layak untuk digu nakan (Santoso, 2. Tabel 3. Uji Multikolinieritas: Nilai dari VIF (Variance Inflation Facto. Colline arity Statistics Keterangan Mode l Tole rance VIF (Constan. Kecerdasan intelektual Tidak terjadi multikolinearitas Kecerdasan emosional Tidak terjadi multikolinearitas Kecerdasan spiritual Tidak terjadi multikolinearitas Data sumber: Ou tpu t SPSS 261 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Dapat dilihat bahwa pada pe ngujian de ngan data e mpiris didapatkan bahwa nilai indikator multikolinearitas dalam model yakni nilai tolerance me nu nju kkan >0,1 dan nilai VIF me nu nju kkan nilai <10 untuk se tiap variabe l bebas. Dari uji ini dapat disimpu lkan bahwa model tidak me ngalami ge jala multikolinearitas antar variabe l bebas, se hingga dapat digu nakan untuk analisis lanju tan. Uji Autokorelasi uji autokorelasi bertujuan untuk me nguji apakah dalam model regresi ada kore lasi antara ke salahan pe ngganggu pada pe riode t de ngan ke salahan pe ngganggu pada pe riode t-1 . e be lu mny. (Ghozali, 2018:. uji autokorelasi dilaku kan de ngan metode Du rbin Watson (DW). Me nu ru t Ghozali . dasar pe ne ntu an ada atau tidaknya kasu s autokorelasi didasari ole h kaidah berikut: 0 < d < dl = ada autokorelasi positif dl O d O duy = tidak ada autokoreylasi positif 4 Ae dl < d < 4 = ada autokoreylasi negatif 4 Ae duy O d O 4 Ae dl = tidak ada autokorelasi negatif duy < d < 4 Ae duy = tidak ada autokorelasi positif atauy negatif. Tabel 4. Uji Autokorelasi dengan Statistik Durbin Watson Mode l Su mmaryb Mod Adju ste d R Std. E rror of Squ are Squ are the E stimate Du rbin-Watson Pre dictors: (Constan. Kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional. Kecerdasan De pe nde nt Variable : Sikap E tis Data sumber: Ou tpu t SPSS Hipotesis: H0: Tidak adanya autokorelasi re sidu al dari model yang terbentuk H1 Te rdapat autokorelasi re sidu al dari model yang terbentuk Pe narikan ini dapat di simpu lkan uji autokorelasi de ngan nilai du rbin Watson didapatkan de ngan me mbandingkan antara nilai DW tabe l dan DW Hitu ng. De ngan total pengamatan penelitian se banyak N =82 sampe l dan total variabe l bebas K=3, maka didapatkan DW tabe l me miliki nilai batas DL=1,5663 dan nilai batas DU =1,7176. Nilai DW-hitu ng pada penelitian ini adalah sebesar 1,974 yang mana be rarti DU 0,05 Ie H0 diteyrima a Taraf signifikansinya 5% ( = 0,. Tabel 6. Hasil uji-T (Parsia. Coefficientsa U nstandardize d Coe fficie nts Std. Mode l E rror (Constan. Kecerdasan intelektual Kecerdasan emosional Kecerdasan spiritual Dependent Variable : Sikap E tis Data sumber: Ou tpu t SPSS Standardize d Coe fficie nts Be ta Sig. Hipotesis 1: H0: Variabel Kecerdasan intelektual se cara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa H1: Variabel Kecerdasan intelektual se cara parsial berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa . Hipotesis 2: H0: Variabel Kecerdasan emosional se cara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa H1: Variabel Kecerdasan emosional se cara parsial berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa . Hipotesis 3: H0: Variabel Kecerdasan spiritual se cara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa H1: Variabel Kecerdasan spiritual se cara parsial berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa Uji F- Simultan uji F bertujuan untuk me ncari apakah variabe l independen se cara be rsamaAesama . me mpe ngaru hi variabe l dependen. Tingkat signifikansi yang digu nakan adalah 0,05. a Jika F < 0,05 Ie H0 ditolak . da pengaru. a Jika F > 0,05 Ie H0 diteyrima . idak ada pengaru. Tabel 7. Hasil uji-F (Simulta. ANOVAa Su m of Me an Squ are s Squ are Mode l Re gre ssion Re sidu al 264 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Sig. Total De pe nde nt Variable : Sikap E tis Pre dictors: (Constan. Kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional. Kecerdasan intelektual Data sumber: Ou tpu t SPSS Hipotesis: H0: Variabell bebas dalam model se cara be rsama-sama . tidak berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa H1: Variabel bebas dalam model se cara be rsama-sama . berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa Pada kolom F dike tahu i nilai f hitu ng sebesar 37,807 de ngan be ta 0,000. Pe ne ntu an F tabe l dike tahu i bahwa dfl =4-1=3 , df2 =( n-. =82-4=78, dan a=0,05 de ngan F tabe l 2,72. Jadi F hitu ng 37. 807 > F tabe l 2,72. Jika nilai p-valu e < alpha . ,000<0,. maka ke simpu lan uji hipotesis yang diambil adalah Tolak H0. Pada re ntang ke pe rcayaan sebesar 95% didapatkan ke simpu lan bahwa te rdapat cu ku p bu kti untuk me ngatakan bahwa variabe l bebas dalam model se cara be rsama-sama . berpengaruh signifikan terhadap Sikap etis mahasiswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk me nguji pe ngaru h Kecerdasan Intelektual. KecerdasanE mosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Sikap E tis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk. Be rdasarkan hasil analisis, maka pe mbahasan dari penelitian ini sebagai berikut: Dampak Kecerdasan Intelektual terhadap Sikap Etis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk Hasil pene litian ini me ndu ku ng hipotesis pe rtama yang me nyatakan bahwa. Kecerdasan Inte le ktu al berpengaruh positif terhadap Sikap E tis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk. Pe ngujian hipotesis pe rtama me nghasilkan nilai koe fisie n regresi sebesar 0,204 hal tersebut me nu nju kkan bahwa apabila nilai Kecerdasan Inte le ktu al (X. me ngalami pe ningkatan sebesar 1 satu an, maka nilai Sikap E tis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk akan me ningkat sebesar 0,204 satu an. Variabel Kecerdasan Inte le ktu al me miliki t hitu ng yaitu sebesar 4,733. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir logis dan analitis membantu mahasiswa dalam mempertimbangkan tindakan yang etis. Namun demikian, secara kritis dapat dicermati bahwa kecerdasan intelektual bersifat kognitif dan belum tentu mencerminkan integritas moral secara menyeluruh. Tanpa diimbangi oleh kesadaran emosional dan nilai spiritual, kecerdasan ini dapat menghasilkan keputusan yang tampak benar secara logis namun belum tentu etis secara substansi. Hasil penelitian ini ju ga didu ku ng ole h hasil penelitian yang dijalankan ole h Agu stini dan He rawati . di mana hasil dari penelitian yang dilaku kan membuktikan ada pe ngaru h positif Kecerdasan Inte le ktu al terhadap sikap etis mahasiswa. De ngan kecerdasan intelektual, mahasiswa mampu me nu nju kkan pe nge tahu an me nge nai masalah yang dihadapi, me nganalisa ke adaan se hingga dapat me ngambil suatu putusan yang te pat dan me mandang masalah se cara me nye lu ru h se hingga bisa me nye le saikannya sampai kepada akar masalahnya. Dampak Kecerdasan Emosi terhadap Sikap Etis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk 265 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Hasil Penelitian ini me ndu ku ng hipotesis ke du a yang me nyatakan bahwa. Kecerdasan E mosional berpengaruh positif terhadap Sikap E tis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk . Pe ngujian hipotesis ke du a me nghasilkan nilai koe fisie n regresi sebesar 0,185. Hal tersebut me nu nju kkan bahwa apabila nilai Kecerdasan E mosional (X. me ngalami pe ningkatan sebesar 1 satu an, maka nilai Sikap E tis Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk akan me ningkat sebesar 0,185 satuan. Mahasiswa dengan kecerdasan emosional yang baik cenderung lebih peka terhadap dampak sosial dari tindakannya dan mampu menjaga sikap dalam situasi yang penuh tekanan atau konflik. Namun demikian, secara kritis, pengaruh kecerdasan emosional ini belum maksimal karena biasanya kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal. Padahal, kemampuan mengelola emosi dan empati sangat diperlukan dalam praktik akuntansi yang menuntut kepekaan sosial dan tanggung jawab moral. Hasil penelitian ini ju ga didu ku ng ole h hasil penelitian yang dijalankan ole h Ju rica Lu cyanda & Gu nardi Endro . Hasil penelitiannya yang dilaku kan membuktikan ada pe ngaru h pe ngaru h positif Kecerdasan E mosional terhadap sikap etis mahasiswa. Kecerdasan emosional baik memungkinkan seseorang memahami keadaan di se ke lilingnya sehingga bisa be rsikap dan me ne mpatkan dirinya de ngan baik. Dampak Kecerdasan Spiritual terhadap Sikap Etis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk Hasil penelitian ini mendukung hipotesis ketiga yang me nyatakan bahwa. Kecerdasan Spiritual berpengaruh positif terhadap Sikap E tis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk. Pe ngujian hipotesis ke tiga me nghasilkan nilai koe fisie n regresi sebesar 0,107. Hal tersebut me nu nju kkan bahwa apabila nilai Kecerdasan Spiritual (X. me ngalami pe ningkatan sebesar 1 satu an, maka nilai Sikap E tis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk akan me ningkat sebesar 0,107 satu an. Meskipun berpengaruh positif, kecerdasan spiritual memiliki pengaruh paling rendah dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa dimensi spiritual belum sepenuhnya menjadi kekuatan utama dalam membentuk sikap etis mahasiswa. Kemungkinan besar, nilai-nilai spiritual masih dipahami secara normatif atau ritual, belum terinternalisasi dalam cara berpikir dan bertindak seharihari. Hasil dari penelitian ini ju ga didu ku ng dari penelitian yang dilaku kan ole h Abdu l Hasan . dimana hasil penelitian yang dilaku kan membuktikan bahwa ada pe ngaru h positif Kecerdasan Spiritual terhadap sikap etis dari mahasiswa. Mahasiswa itu me miliki kecerdasan spiritual yang tinggi akan me motivasi diri untuk be rpikir lebih kritis dan te rbu ka, me miliki rasa tole ransi, se rta me mahami arti pe nting se bu ah prose s yang dilewati dan se mu anya didasarkan ole h iman dan kodrat sebagai makhlu k ciptaannya Tu han. Dampak Kecerdasan Intelek. Kecerdasan Emosi dan Kecerdasan Spirit terhadap Sikap Etisme Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk Hasil Penelitian ini me ndu ku ng hipotesis ke e mpat yang me nyatakan bahwa Kecerdasan Inte le ktu al. Kecerdasan E mosional dan Kecerdasan Spiritual be rsama-sama berpengaruh positif terhadap Sikap E tis Mahasiswa Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk. Hasil analisis pada pe ngujian hipotesis ke e mpat me nu nju kkan bahwa nilai F hitu ng me miliki nilai sebesar 37,807. Ketiga kecerdasan terbukti secara bersama-sama memengaruhi sikap etis mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa etika tidak terbentuk dari satu dimensi saja, melainkan dari kombinasi aspek kognitif, afektif, dan spiritual. 266 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Hasil ini se jalan de ngan u ngkapan ole h Agu stian . bahwa kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dipe rlu kan untuk me ncapainya su kse s yang me madai. Namu n, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional saja tidak cu ku p untuk me ncapai ke bahagiaan dan ke be naran yang hakiki. Masih terdapat nilai nilai lain yang tak dapat dipu ngkiri ke be radaannya yaitu kecerdasan spirit. Artinya ini be rmakna bahwa se se orang yang me miliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual se cara be rsama-sama akan me mpe ngaru hi nilai dan sikap etis orang tersebut. SIMPULAN Simpulan Be rdasarkan hasil analisis data di atas, maka ke simpu lan yang dapat diambil adalah sebagai Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kecerdasan intelektual berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa intelektual. Hal ini be rarti bahwa se makin tinggi kecerdasan intelektual akan me ningkatkan perilaku etis mahasiswa intelektual. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa intelektual. Hal ini be rarti bahwa se makin tinggi kecerdasan emosional akan me ningkatkan perilaku etis mahasiswa intelektual. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa intelektual. Hal ini be rarti bahwa semakin tinggi kecerdasan spiritual akan me ningkatkan perilaku etis mahasiswa intelektual. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan-ke te rbatasan penelitian ini adalah sebagai berikut : Re sponde n dalam penelitian ini te rbatas hanya pada mahasiswa intelektual di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nganjuk. Data yang diku mpu lkan dan dianalisis menggunakan metode kuesioner, se hingga me mu ngkinkan terjadinya pe ngisian kuesioner re sponde n yang tidak be rsu nggu h-su nggu h dan dapat menimbulkan hasil yang me nye satkan. Saran Saran yang dibe rikan pe nu lis untuk penelitian di masa yang akan datang adalah sebagai berikut: Penelitian se lanju tnya menggunakan re sponde n de ngan te mpat penelitian yang be rbe da. Penelitian se lanju tnya dapat menggunakan metode wawancara se hingga me ndapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan de ngn menggunakan metode kuisioner. Implikasi Penelitian Penelitian ini me mpe rku at te ori bahwa kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual berperan pe nting dalam me mbe ntu k sikap etis individu . Te mu an ini me ndu ku ng konse p kecerdasan maje mu k se rta te ori kecerdasan emosional (Gole ma. dan kecerdasan spiritual (Zohar & Marshal. , yang me nyatakan bahwa perilaku etis tidak hanya dite ntu kan ole h kemampuan kognitif, te tapi ju ga ole h pe nge lolaan e mosi dan nilai-nilai moral. DAFTAR PUSTAKA