Pengaruh Tingkat Literasi a. Achmad S. Ratna N. Ninies E Pengaruh Tingkat Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Hidup Hemat Siswa Kelas 5 SD Negeri 4 Made Lamongan Achmad Syaifuddin. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas PGRI Adi Buana Kampus Lamongan e-mail: rumahaan90@gmail. Ratna Nurdiana. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas PGRI Adi Buana Kampus Lamongan e-mail: ratnanurdiana128@unipasby. Ninies Eryadini. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas PGRI Adi Buana Kampus Lamongan e-mail: niniesery@unipasby. Abstract Financial literacy is the ability or level of understanding/knowledge a person or society has about how money works. A lack of financial literacy can significantly impact an individual's ability to manage personal finances. As a result, individuals become vulnerable to consumer behavior, unwise financial decision-making, and difficulties in achieving financial stability and security. The goal of this research is to determine the influence of the level of financial literacy on the frugal living behavior of fifth-grade students at SD Negeri 4 Made Lamongan. This study employs a quantitative research approach with a descriptive quantitative research method aimed at determining the influence of financial literacy levels on frugal living behavior among fifth-grade students at SD Negeri 4 Made Lamongan. The sample taken in this study consists of all students from class 5C at SD Negeri 4 Made Lamongan, totaling 33 students. The research instrument uses a Likert scale. In this study, the data analysis method used is simple linear regression analysis. The results of the study show that there is an influence of financial literacy levels on the frugal living behavior of fifthgrade students at SD Negeri 4 Made Lamongan. Keywords: Financial Literacy, frugal living PENDAHULUAN Literasi keuangan sangat berhubungan erat dengan pengelolaan keuangan. Seseorang yang memiliki tingkat penghasilan yang tinggi tetapi tidak mempunyai kemampuan pengelolaan keuangan yang tepat maka keamanan finansial pasti akan sulit tercapai, maka dari itu perlu pengelolaan keuangan yang tepat dan ditunjang dengan literasi keuangan yang baik sehingga diharapkan meningkatnya taraf hidup masyarakat (Ade Maya Saraswati, 2. Kurangnya literasi keuangan dapat mempersulit seseorang untuk melakukan estimasi keuangan, mengelola uang, dan membuat rencana keuangan. Orang dapat 2 menghindari kesulitan ekonomi melalui melek huruf. Selain pendapatan yang rendah, manajemen keuangan yang buruk, seperti meminjam dan tidak merencanakan ke depan, menjadi faktor penyebab masalah keuangan lainnya (Aribawa, 2. Sikap konsumenisme yang menjadi kebiasaan saat ini membuat masyarakat kurang memiliki budaya menabung misalnya dalam hal investasi. Masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya mempunyai manajemen keuangan di dalam kehidupan pribadinya karena masyarakat masih beranggapan bahwa perencanaan investasi keuangan pribadi hanya dilakukan oleh masyarakat yang memiliki pendapatan tinggi saja. Namun di sisi lain, masih terdapat juga individu yang memiliki pendapatan tinggi tetapi tidak Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Pengaruh Tingkat Literasi a. Achmad S. Ratna N. Ninies E mempunyai perencanaan investasi terhadap keuangan pribadinya dan kebanyakan pengalokasian dana ditujukan pada beberapa hal yaitu, investasi, tabungan dan konsumsi. Diantara tiga hal tersebut jenis pengalokasian yang paling memberikan manfaat pada dimasa depan adalah investasi. Perencanaan investasi pada keuangan pribadi merupakan hal yang penting, karena hal tersebut merupakan hal yang penting, karena hal tersebut merupakan proses belajar mandiri untuk mengatur keuangan dimasa sekarang dan masa yang akan datang (Pritazahara,2. Mengatasi budaya konsumerisme, keluarga dapat mengembangkan budaya kritis, berbagi pengalaman, dan bermufakat untuk musyawarah kepada para anggotanya (Wening et al. , 2. Ketika mengajak anaknya berbelanja, orang tua harus mencontohkan nilai-nilai tentang bagaimana memilih barang yang dibutuhkan secara bijak, bagaimana memilih barang yang dibeli sesuai dengan pilihannya, bagaimana membayar dengan uang tunai, memeriksa kesesuaian jumlah uang yang dibayarkan dengan uang kembaliannya dan struk belanjanya, dan lain sebagainya Contoh lainnya, menerapkan nilai hemat dengan cara orang tua harus tegas untuk tidak menuruti permintaan anaknya akan barang-barang yang kurang bermanfaat atau kurang berkualitas. Berikan pengertian dengan penjelasan yang lembut dan baik kepada anak. Meskipun masih kecil, seorang anak memiliki naluri untuk mengikuti hal-hal yang dibiasakan oleh Orang tuanya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari segala kegiatan yang berhubungan dengan uang. Dimulai dari meggunakan uang sebagai alat bayar untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti, makan, berpakaian, pendidikan, transportasi, hiburan, dan lain lain. Sampai uang juga digunakan untuk alat pemupuk kekayaan. Beragam kegiatan dan tujuan yang dilakukan dengan menggunakan uang menjadi salah satu alasan pentingnya peranan uang dalam kehidupan sehari-hari. Peranan uang sendiri terjadi disemua kalangan usia mulai dari usia muda hingga tua selalu ada aktivitas disemua kalangan yang terjadi dalam penggunaan uang. Seorang ibu yang sedari awal mengajarkan pola hidup hemat dan bijak menggunakan uang cenderung akan menjadi teladan bagi anaknya, yang akan meniru pola hidup hemat dan berhati-hati. Demikian sebaliknya pola hidup konsumtif yang dilakukan orang tua akan berpengaruh terhadap perilaku anak. Orang tua yang gemar berbelanja tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya, merupakan sebagian perilaku yang tidak patut dicontohkan kepada anak (Christian, 2. Pengelolaan keuangan perlu dikenalkan sedini mungkin bahkan diajarkan sejak awal dengan harapan anak-anak memiliki pengetahuan yang tepat, bagaimana memanfaatkan dan mengelola uang yang mereka punya. Tentu saja sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Hal ini menjadi penting karena sering kita jumpai di lapangan anakanak sering menangis dan merengek minta dibelikan mainan sedangkan kenyataannya mainan di rumah mereka sudah banyak, bahkan tidak jarang mainan yang dimintapun sebenarnya sudah dimilikinya (Sumiyati, 2. Secara umum literasi keuangan di SD Negeri 4 Made lamongan tergolong tinggi, hanya saja masih ada peserta didik yang kurang dalam memahami literasi keuangan. Masih banyak peserta didik yang suka membeli mainan yang sama padahal sudah memiliki mainan Dan masih ada peserta didik yang suka menghabiskan uang sakunya untuk membeli sesuatu yang bukan keperluannya. Jadi untuk mengetahui lebih lanjut maka peneliti akan meteliti tentang pengaruh tingkat Literasi keuangan siswa kelas 5 SD Negeri 4 Made Lamongan untuk mengetahui berapa tingkat Literasi keuangan siswa kelas 5 khususnya kelas 5C di SD Negeri 4 Made Lamongan. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengaruh literasi keuangan pada perilaku hidup hemat siswa kelas 5 adalah bidang penelitian yang kritis, karena pendidikan keuangan awal dapat membentuk kebiasaan keuangan seumur hidup. Literatur menunjukkan bahwa literasi keuangan secara signifikan berdampak pada perilaku manajemen keuangan siswa, yang dapat mengarah pada gaya hidup yang lebih hemat. Penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan meningkatkan kemampuan siswa untuk membuat keputusan keuangan yang tepat. Misalnya, sebuah penelitian menemukan Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Pengaruh Tingkat Literasi a. Achmad S. Ratna N. Ninies E bahwa tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan perilaku manajemen keuangan di antara siswa, menunjukkan bahwa siswa berpendidikan lebih cenderung terlibat dalam praktik hemat (Salsabila et al. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa literasi keuangan mendorong keputusan tabungan dan investasi yang lebih baik, yang merupakan komponen penting dari penghematan (Bunyamin & Wahab 2. Literatur menekankan perlunya memperkenalkan literasi keuangan pada usia dini. Pendidikan literasi keuangan membekali siswa dengan pengetahuan untuk membuat pilihan keuangan yang sehat, sehingga mempromosikan perilaku hemat . Paparan awal terhadap konsep keuangan dapat mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam tentang manajemen uang, yang sangat penting untuk mengembangkan kebiasaan hemat di kemudian hari (Rani & Siwach 2. Status sosial ekonomi berperan dalam tingkat literasi keuangan. Studi menunjukkan bahwa siswa dari latar belakang berpenghasilan rendah sering menunjukkan literasi keuangan yang lebih rendah, yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengadopsi perilaku hemat (Oke & Benedict 2. Mengatasi kesenjangan ini melalui program pendidikan yang ditargetkan dapat membantu menumbuhkan literasi keuangan di antara semua siswa, terlepas dari latar belakang mereka. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. berdasarkan Pendekatan penelitian yang menjawab permasalahan penelitian memerlukan pengukuran yang cermat terhadap variabelvariabel dari objek yang diteliti untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan terlepas dari konteks waktu, tempat dan situasi. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh tingkat literasi keuangan sebagai variabel bebas terhadap perilaku hidup hemat siswa kelas 5 sebagai variabel terikat. Menurut Karimuddin Abdullah menyatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan dari suatu objek penelitian yang terdiri dari makhluk hidup,benda, gejala, nilai, tes, serta peristiwa sebagai sumber data yang mewakili karakteristik dalam suatu penelitian (Fadilla et al. , 2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 berupa 84 siswa yang ada di SD Negeri 4 Made Lamongan. Menurut Ketut Swarjana sampel adalah sekumpulan kasus yang dipilih atau ditarik dari kumpulan maupun populasi kasus yang jumlahnya lebih besar, serta dengan tujuan memperkirakan karakteristik dari himpunan atau populasi yang lebih besar (Swarjana, 2. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Sampel yang diambil pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5C SD Negeri 4 Made Lamongan yang berjumlah 33 siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instumen penelitian berupa angket/kuesioner dengan skala likert. Kuesioner terlebih dahulu telah diuji validitas dan reliabilitas sebelum diberikan kepada responden. Pada penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum melakukan pengambilan data, instrumen data diuji cobakan terlebih dahulu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket menggunakan skala Likert. Kemudian dilakukan uji validitas untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Pengaruh Tingkat Literasi a. Achmad S. Ratna N. Ninies E Tabel 1 Uji Validitas Indikator Tingkat Literasi Keuangan (X) X10 X11 X12 X13 Perilaku Hidup Hemat (Y) Y10 Y11 Y12 r hitung r tabel Keterangan 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 0,3338 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah peneliti . Dari hasil pengujian validitas diatas dapat dilihat pada tabel bahwa keseluruhan item variabel peneliti mempunyai r tabel < r hitung yaitu pada n=33 diperoleh r tabel = 0,3338 sehingga keseluruhan item Variabel penelitian adalah valid dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dan pernyataan yang diajukan dapat digunakan untuk mengukur. Setelah melakukan uji validitas selanjutnya adalah melakukan uji realibilitas dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach, nilai Alpha Cronbach untuk reliabilitas kuesioner dari variabel disiplin diri (X. dan kepribadian anak (Y) didapatkan hasil sebagaimana tabel di bawah ini. Tabel 2 Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Minimal Keterangan Alpha CronbachAos Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Pengaruh Tingkat Literasi a. Achmad S. Ratna N. Ninies E X,Y Alpha 0,60 0,829 Sumber: Data dioalah peneliti . Dari tabel diatas diketahui bahwa N of Items . anyaknya item atau butir pernyataan angke. pada penelitian ini 25 item pada Variabel X yaitu 13 buah item dan pada variabel Y 12 item dengan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,829 pada kedua variabel. Karena nilai CronbachAos Alpha 0,829 > 0,60 maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji reabilitas di atas, dapat dikatakan bahwa semua Variabel atau item pernyataan angket adalah reliabel atau konsisten. Setelah melakukan uji validitas dan uji reabilitas, selanjutnya adalah melakukan uji asumsi klasik. Pada penelitian ini uji prasyarat analisis yang digunakan yaitu uji normalitas dan uji linearitas. Pertama, hasil uji normalitas menunjukkan nilai Asymp. Sig Ou 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal. Kedua, hasil uji linieritas menunjukkan nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka antar variabel bebas dan terikat memiliki hubungan linier. Selanjutnya dilakukan uji regresi linier sederhana. Hasil perhitungan regresi linier sederhana dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 3 Uji Regresi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. 9,844 5,884 ,708 ,130 ,700 Sig. 1,673 ,104 5,456 ,000 Dependent Variable: Y Sumber: diolah peneliti . Berdasarkan hasil output tabel Uji Regresi dapan menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan yaitu nilai Y adalah 9. 844 dan nilai X adalah 0,709. Uji Hipotesis t adalah 5,456 dengan signifikan 0,000. Berdasarkan output diatas diketahui bahwa nilai signifikasi (Sig. ) sebesar 0,000 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa ada pengaruh Tingkat Literasi Keuangan (X) terhadap Perilaku Hidup Hemat (Y) . Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dari tingkat literasi keuangan terhadap perilaku hidup hemat siswa. Penelitian ini dilaksanakan kepada siswa dan siswi kelas V di SD Negeri 4 Made. Kec. Lamongan. Kab. Lamongan. Jawa Timur. Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh dari jumlah populasi sebanyak 84 siswa kelas V dan diambil sampel sebanyak 33 siswa sebagai responden. Dari penelitian ini diperoleh data Variabel X (Tingkat Literasi Keuanga. dikatakan valid dan dari variabel Y (Perilaku Hidup Hema. Hasil hasil tersebut didapatkan dari pengolahan uji validitas dengan menggunakan alat ukur SPSS 26. Setelah melakukan uji validitas maka diperlukan uji normalitas yang digunakan untuk mengetahui nilai sebaran pada sebuah kelompok atau variabel. Berdasarkan dari uji normalitas menunjukkan bahwa dari seluruh 33 responden dinyatakan terdistribusi normal sehingga layak untuk diuji selanjutnya dengan uji regresi sederhana. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil pengujian normalitas data yang dilakukan dengan teknik Kolmogorov Ae Smirnov dengan taraf signifikan 5% . Data akan dinyatakan terdistribusi normal jika signifikan lebih besar dari 0,05. Dari hasil pengujian ini ditemukan nilai unstandardized residual sebesar 0,200. Dengan demikian hasil uji dinyatakan berdistribusi normal karena memiliki nilai Unstandardized Residual > 0,200. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Pengaruh Tingkat Literasi a. Achmad S. Ratna N. Ninies E Selanjutnya hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan koefisien determinasi uji T. koefisien determinasi yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independent (X) terhadap variabel dependent (Y). hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa variabel Literasi Keuangan (X) berpengaruh terhadap variabel Perilaku Hidup Hemat (Y). hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung pada variabel sebesar 5,456 > 1,691 dari T table, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Tingkat Literasi Keuangan (X) berpengaruh terhadap variabel Perilaku Hidup Hemat (Y). berdasarkan nilai signifikasi dari table Coefficients diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Tingkat Literasi Keuangan (X) berpengaruh terhadap variabel Perilaku Hidup Hemat (Y). dengan demikian hipotesis yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Tingkat Literasi Keuangan terhadap Perilaku Hidup Hemat siswa SD Negeri 4 Made. Ha diterima dan H0 ditolak dengan kata lain terdapat pengaruh antara Tingkat Literasi Keuangan terhadap Perilaku Hidup Hemat. Dari hasil distribusi angket dapat dikatakan bahwa jawaban paling dominan dari variabel tingkat literasi keuangan (X) yaitu : X2. X4. X5. X6. X7. X8. X10. X11. X12. X13 dan dari distribusi angket variabel perilaku hidup hemat (Y) yaitu : Y1. Y3. Y4. Y5. Y6. Y7. Y8. Y9. Y10. Y11. Y12. Jadi dari pernyataan di atas bahwa jawaban paling dominan dari Variabel (X) dan (Y). Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian dari (Syamiya, 2. yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif Hasil Penelitian tersebut terdiri dari dua kategori literasi. Literasi Keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku Hidup Hemat pada siswa SD Negeri 4 Made lamongan . Hal tersebut dibuktikan dari nilai t hitung sebesar 5,456 dengan tingkat signifikansi 0. 000<0. 05 dan koefisien regresi sebesar 0,709. Artinya jika literasi keuangan meningkat, maka perilaku hidup tidak hemat menurun. Terdapat berbagai alasan rendahnya tingkat literasi keuangan yang diukur berdasarkan pengetahuan siswa terhadap masalah-masalah finansial. Dimulai dari cara mengelola keuangan yang diajarkan sejak kecil, dimana kebanyakan orang tua mengaturkan keuangan anaknya, sehingga sang anak tidak perlu tahu mengenai kebutuhan keuangannya, padahal hampir semua aspek kehidupan berhubungan dengan keuangan. Disamping itu penyebab lain dari masih kurangnya literasi ekonomi siswa dapat disebabkan karena kurang efektifnya kurikulum pendidikan tentang personal finance bagi siswa sehingga terlihat dari sikap siswa yang belum disiplin, belum bertanggung jawab, dan belum konsisten menggunakan uang. Dengan adanya literasi keuangan dan keadaan sumber daya ekonomi dapat membuat siswa untuk berfikir dalam membuat keputusan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini membuktikan bahwa literasi keuangan yang dimiliki oleh seseorang mempunyai peran yang sangat penting dalam membuat keputusan ekonomi. (Pristian & Astuti, 2. menyatakan bahwa salah satu dari faktor dalam menentukan keputusan ekonomi adalah faktor psikologis. Faktor psikologis tersebut berupa proses belajar yang didapatkan siswa maupun siswi di sekolah maupun diluar sekolah. Literasi keuangan merupakan sebuah alat yang sangat berguna bagi siswa maupun siswi untuk lebih cakap dalam membuat keputusan ekonomi. Literasi Keuangan dapat memberikan pengetahuan tentang berkomsumsi yang baik sehingga berpengaruh positif terhadap perilaku hidup Hemat. Dengan adanya pengetahuan tentang Literasi Keuangan yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Itu berarti semakin tinggi kemampuan literasi keuangan siswa maka tingkat perilaku konsumtif akan semakin menurun. Sebaliknya semakin rendah literasi keuangan pada siswa maka tingkat perilaku konsumtif siswa meningkat. Untuk mengantisipasi perilaku hidup tidak hemat dapat dilakukan dengan memiliki pengetahuan Literasi Keuangan yang baik nantinya akan memberikan pengetahuan bagaimana cara mengelola pendapatan/pemasukan untuk kepentingan pribadi. Literasi Keuangan membantu individu agar terhindar dari masalah keuangan. Kesulitan keuangan bukan hanya fungsi dari pendapatan semata . endahnya pendapata. Kesulitan keuangan juga dapat muncul jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan yang tidak Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Pengaruh Tingkat Literasi a. Achmad S. Ratna N. Ninies E direncanakan secara matang. Keterbatasan finansial dapat menyebabkan stress, dan rendahnya kepercayaan diri. KESIMPULAN Literasi keuangan kelas 5 di SD Negeri 4 Made Lamongan memiliki pengaruh yang positif terhadap perilaku hidup hemat. Dari hasil angket literasi keuangan dapat dibuktikan memperoleh total skor yaitu 1490 dengan rata Ae rata 45, yang berkategori sedang berjumlah 3 responden, sedangkan kategori tinggi berjumlah 30 responden. Hal ini menunjukkan bahwa hasil angket tingkat literasi keuangan dapat dikategorikan tinggi. Sedangkan hasil angket perilaku hidup hemat menghasilkan total skor 1. 360 dengan rata Ae rata 41 yang berkategori sedang 9 responden, sedangkan kategori Tinggi berjumlah 24 responden. Hal ini menunjukkan bahwa hasil angket nilai perilaku hidup hemat masuk kategori tinggi. Dengan demikian dapat diketahui bahwa berdasarkan hasil uji t dapat dikatakan berpengaruh apabila nilai t hitung > t tabel. Dari uji regresi linier sederhana dapat dijelaskan bahwa besarnya nilai korelasi atau hubungan Y adalah 9. 844 dan nilai X adalah 0,709. Uji Hipotesis t adalah 5,456 dengan signifikan 0,000. Maka dapat ditarik Kesimpulan bahwa variabel X memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Y. hipotesis dalam penelitian ini merupakan hipotesis diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh tingkat Literasi Keuangan terhadap perilaku Hidup Hemat Siswa kelas 5 SD Negeri 4 Made Lamongan. Literasi Keuangan di SD Negeri 4 Made Lamongan tergolong tinggi. Perilaku hidup hemat siswa kelas 5 SD Negeri 4 Made Lamongan tergolong tinggi dan signifikan. Literasi Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku Hidup Hemat Siswa Kelas 5 SDNegeri 4 Made Lamongan. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat penulis berikan yaitu sebagai berikut Untuk peserta didik, disarankan lebih meningkatkan pemahaman tentang keuangan pribadi dengan cara menerapkan ilmu yang telah diberikan orang tua dan guru di sekolah seperti menabung, tidak membeli mainan yang sudah dimiliki, tidak boros dalam penggunaan uang dan lain sebagainya. Untuk orang tua, sering Ae sering memberikan arahan untuk menabung dari usia dini agar terbiasa menabung, tidak bertindak berlebihan dalam menggunakan uang dan menerapkan hidup hemat Untuk peneliti selanjutnya agar menghasilkan hasil yang lebih baik, peneliti menyarankan untuk memperluas sampel yang akan diteliti dan memasukkan variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti peengendalian uang, investasi, demografi dan lain sebagainya. DAFTAR PUSTAKA