Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Analisis Persepsi Peternak terhadap Sanitasi dan Vaksinasi pada Usaha Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Wonomulyo (Analysis of FarmersAo Perceptions towards Sanitation and Vaccination in Beef Cattle Farming Businesses at Wonomulyo Distric. Taufik Dunialam Khaliq1*. Deka Uli Fahrodi1. Farhanudin2. Wardianto1 Program Studi Peternakan. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Sulawesi Barat Program Studi Ilmu Politik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sulawesi Barat *Corresponding author: taufikdunialam@gmail. ABSTRACT The implementation of health management in livestock businesses really supports productivity. To be successful in implementing health management, need a good understanding of business actors, in this case This level of understanding can be measured through farmers perceptions regarding sanitation and The aim of this research was to determine farmers' perceptions of sanitation and vaccination in beef cattle farming businesses in Wonomulyo District. This type of research is quantitative descriptive. The variables analyzed are perception, sanitation and vaccination. The research location is Wonomulyo District. Polewali Mandar Regency. West Sulawesi Province. The sampling technique used simple random sampling by description the number of samples using the Slovin formula so that a total sample of 84 farmers was Data collection techniques are observation, interviews, documentation and tabulation. Data was measured using a likert scale and then analyzed using a percentage method which explains the farmersAo perception scale. The research results showed that the farmersAo perception regarding sanitation with a percentage of 68. The vaccination variable gets an average percentage of 70. The indicators of farmer perception with the highest scores are cage sanitation which is carried out to avoid disease germs and parasites, vaccination and giving vitamins to livestock which is continuously carried out to increase immunity and prevent disease transmission. The conclusion of this research is that breedersAo percetions of sanitation and vaccination are in the agree category. Keywords: Beef Cattle. Farmers' perception. Sanitation. Vaccination ABSTRAK Implementasi manajemen kesehatan pada usaha peternakan sangat menunjang produktivitas. Perlu pemahaman yang baik dari pelaku usaha dalam hal ini peternak untuk menyukseskan penerapan manajemen Tingkat pemahaman tersebut dapat diukur melalui persepsi peternak mengenai sanitasi maupun Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi persepsi peternak terhadap sanitasi dan vaksinasi pada usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Wonomulyo. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Variabel yang dianalisis yaitu: persepsi, sanitasi, dan vaksinasi. Lokasi penelitian yaitu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan penarikan jumlah sampel melalui rumus Slovin sehingga diperolah jumlah sampel sebanyak 84 peternak. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tabulasi. Data diukur menggunakan skala Likert kemudian dianalisis dengan metode persentase yang menjelaskan skala persepsi peternak. Hasil penelitian menunjukkan persepsi peternak mengenai sanitasi dengan persentase sebesar 68,33 %. Variabel vaksinasi mendapatkan rataan persentase sebesar 70,43 %. Indikator persepsi peternak dengan skor paling tinggi yaitu sanitasi kandang yang dilakukan untuk menghindari penyebaran bibit penyakit dan parasit. Vaksinasi dan pemberian vitamin terhadap ternak terus dilakukan untuk meningkatkan imunitas dan mencegah penularan penyakit. Kesimpulan penelitian ini bahwa persesi peternak terhadap sanitasi dan vaksinasi berada dalam kategori setuju. Kata Kunci: Persepsi peternak. Sanitasi. Sapi potong. Vaksinasi AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Taufik Dunialam Khaliq et al. | Seminar Nasional PKP I . : 75 Ae 81 Pendahuluan performa penampilan ternak yang dapat diaksimalkan . Menurut Lestari et al. manajemen kesehatan berhubungan erat dengan usaha pencegahan infeksi penyakit dari Melalui upaya penerapan biosecuruty dengan menjaga higenitas, melaksanakan sanitasi kandang, manajemen tatalaksana pemeliharaan yang tepat seperti pengolahan pakan, dan peningkatan daya tahan tubuh ternak melalui pemberian vaksinasi dan obat seperti vitamin. Persepsi peternak terhadap manajemen kesehatan penting diperhatikan sebagai upaya peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam beternak yang bertujuan untuk mencapai produktivitas sapi potong yang diharapkan. Populasi sapi potong telah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia, perkembangannya cukup pesat di Provinsi Sulawesi Barat dengan memiliki populasi 199 ekor, salah satu kabupaten penghasil ternak sapi potong terbesar di Sulawesi Barat adalah Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 466 ekor. Kecamatan Wonomulyo menjadi sentra produksi yang memiliki populasi paling tinggi dibanding beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar dengan populasi sebesar 3. 827 ekor . Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, menarik untuk meninjau bagaimana penilaian persepsi peternak terhadap manajemen kesehatan sapi potong di Kecamatan Wonomulyo, khususnya mengenai sanitasi dan vaksinasi agar mampu menjaga sustainibilitas di salah satu sentra produksi sapi potong di Sulawesi Barat ini, masyarakat, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pengetahuan maupun keterampilan peternak dalam menjalankan manajemen kesehatan sehingga dapat menghindari faktor faktor resiko dan meningkatkan peluang keberhasilan, serta rekomendasi kebijakan yang tepat seperti penembahan intensitas penyuluhan kesehatan dan literasi bagi peternak. Sektor usaha peternakan sapi potong merupakan agribisnis yang sangat potensial untuk terus dipacu perkembangannya, ditandai dengan jumlah permintaan daging sapi yang semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Teraktual jumlah kebutuhan daging sapi tahun 2021 hingga 2023 berturut turut yaitu 696,96 ribu ton. 695,39 ribu ton. dan 816,79 ribu ton . Hal ini menandai bahwa konsumen semakin sadar akan pemenuhan gizi dengan memanfaatkan daging sapi sebagai sumber protein hewani, namun produksi dari produk peternakan ini menemui kendala pada aspek pemenuhan permintaan dimana grafik penurunan supply berbanding terbalik dengan demand yang cenderung meningkat sehingga membentuk defisit 374,1 ribu ton daging sapi . Terdapat mempengaruhi masalah produksi ini seperti minimnya akses sumber pembiayaan, teknologi pakan, biaya budidaya ternak, kualitas sumber daya manusia dan juga manajemen pemeliharaan ternak yang belum diimplementasikan dengan baik. Salah satu aspek manajemen pemeliharaan yaitu manajemen kesehatan ternak, namun kurangnya penerapan dan perhatian terhadap manajemen kesehatan sehingga peningkatan produktivitas ternak menjadi rendah . Rendahnya pelaksanaan manajemen kesehatan mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan yang berakibat pada kerugian yang timbul dari produksivitas, serta terjadi kematian pada Manajemen kesehatan ternak dapat ditinjau melaui tatalaksana pemeliharaan, sanitasi kandang, vaksinasi/obat-obatan dan biosecuruty sebagai proses dalam memberikan kenyamanan bagi ternak serta untuk meminimalisir adanya agen penyakit yang kemudian dapat mengganggu produktivitas ternak . Pengetahuan peternak menjadi pondasi sukses tidaknya pelaksanaan manajemen kesehatan pada usaha peternakan sapi potong, selain itu motivasi dan lingkungan sosial diyakini menjadi indikator pembentuk Persepsi peternak dalam manajemen kesehatan akan membantu tercapainya produktivitas produksi dan mewujudkan Metode Penelitian Materi Penelitian Objek penelitian adalah peternak sapi potong di Kecamatan Wonomulyo dengan Taufik Dunialam Khaliq et al. | Seminar Nasional PKP I . : 75 Ae 81 menggali beberapa informasi dari responden menggunakan bantuan kuesioner. Teknik Sampeling Teknik Non-probability purposive sampling dengan kriteria yang ditetukan oleh peneliti bahwa peternak sapi di Kecamatan Wonomulyo yang memiliki jumlah ternak sapi potong > 3 ekor. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode observasional non eksperimental sehingga yang menjadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dimana secara garis besar mendeskripsikan dan menguraikan tentang bagaimana persepsi peternak tentang manajemen kesehatan ternak sapi potong . Variabel yang Diamati Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu: persepsi, sanitasi, vaksinasi. Prosedur Penelitian Analisis Data Prosedur pengumpulan data dengan metode survey, menggunakan bantuan kuesioner sebagai instrumen penelitian, dalam instrumen tersebut dibuat daftar pertanyaan/pernyataan secara terstruktur yang bersifat tertutup. Tahapan menggunakan metode observasi, wawancara . dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian berupa pertanyaan yang terurai, tersusun dalam bentuk kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert dalam menentukan skala interval dan persentase persepsi peternak dari manajemen kesehatan sapi potong yang ada di Kecamatan Wonomulyo . Skala Likert adalah suatu metode untuk mengukur persepsi seseorang atau responden dari positif sampai negatif, tanggapan yang terjadi dalam diri individu dari sesuatu yang sedang terjadi pada lingkungannya, serta cara pengalaman . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner atau angket, dimana setiap sub item variabel mempunyai 5 pernyataan dengan menggunakan skala Likert dengan skor alternatif 1 - 5 dengan deskripsi yaitu: Sangat setuju (SS) = 5. Setuju (S) = 4. Cukup setuju (CS) = 3. Kurang setuju (KS) = 2. Tidak setuju (TS) = Menurut Waruwu . , teknik anlisis data penelitian pada penggunaan skala Likert mempunyai langkah Ae langkah yang sederhana yaitu: . Menghitung jumlah jawaban dalam bentuk skor berdasarkan setiap indikator dari responden. Menentukan skor maksimal dan minimal Nilai maksimal = Skor maksimal y Jumlah sampel y jumlah pernyataan sehingga diperoleh 5 y 84 y 5 = 2. Nilai minimal = skor minimal y jumlah sampel y jumlah pernyataan sehingga diperoleh 1 y 84 y 5 = Menentukan Skala Interval Total Nilai. Rentang Skala Total Nilai = . umlah nilai tertinggi Ae Jumlah nilai terenda. / Jumlah Skor Maksimal, sehingga diperoleh Poulasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah peternak sapi potong di Kecamatan Wonomulyo berjumlah 520 orang. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin sesuai dengan formula 1. 1 N . 2 Keterangan: N = Jumlah Populasi n = Jumlah Sampel e = Tingkat galat . %) digunakan dengan dasar jumlah populasi tidak mencapai 1000 peternak. Berdasarkan rumus Slovin pada formula 1, maka diperoleh jumlah sampel yang sebanyak 84 sesuai dengan perhitungan 1 520 . %)2 n = 83,8 n = 84 Taufik Dunialam Khaliq et al. | Seminar Nasional PKP I . : 75 Ae 81 . 100 Ae . / 5 = 336. Dengan nilai tersebut dapat dibuat kategori: Sangat setuju (SS) = 1765 Ae 2100. Setuju (S) = 1429 Ae 1764. Cukup Setuju (CS) = 1093 Ae 1428. Kurang Setuju (KS) = 757 Ae 1092. Tidak Setuju (TS) = 420 Ae 756. Penentuan rentang skala interval total nilai dari penelitian persepsi peternak dalam manajemen kesehatan ternak sapi potong pada setiap sub variabel berdasarkan jawaban responden adalah menggunkan (KS) = 21 % Ae 40 %. Tidak setuju (TS) = 0 % Ae 20 %. Tingkat Persepsi Peternak Sapi Potong pada Manajemen Kesehatan NTS = (Fss y . (Fs y . (Fcs y . (Fks y . (Fts y . y 100 % . Ketarangan: NTS = Nilai total skala Fss = Sangat setuju Fcs = Cukup setuju Fks = Kurang setuju Fts = Tidak setuju Menentukan Rentang Persentase Kategori . %) dapat dihitung dengan mebagi antara konstanta dengan jumelah skor maksimal, sehingga diperoleh: Rentang persentase kategori = Hasil dan Pembahasan Rentang persentase kategori = 20 % Berdasarkan nilai tersebut dapat dibuat kategori yaitu: Sangat setuju (SS) = 81 % Ae 100 %. Setuju (S) = 61 % Ae 80 %. Cukup setuju (CS) = 41 % Ae 60 %. Kurang setuju Berdasarkan menunjukkan persepsi peternak dalam manajemen kesehatan ternak dari variabel sanitasi kandang dan vaksinasi yang masingmasing mempunyai indikator pengukuran yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1 menunjukan bahwa tingkat persepsi peternak sapi potong dalam manajemen kesehatan di Kecamatan Wonomulyo berdasarkan variabel yaitu sanitasi kandang dengan skor 1435 dan rataan persentase 68,33 % pada kategori setuju, vaksinasi memiliki skor 1479 dan rataan persentase 70,43 % pada kategori Tingkat persepsi peternak sapi potong di Kecamatan Wonomulyo mengenai manajemen kesehatan sudah relatif cukup baik tetapi belum maksimal dilihat dari skor range skala interval dan persentase yang didapatkan masih terdapat variabel atau indikator penelitian yang belum terlalu tinggi, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bahwa sikap peternak terhadap diperhatikan sebagai sarana peningkatan produktivitas dan dapat meningkatkan Tabel 1. Persepsi peternak sapi potong dalam manajemen kesehatan ternak di Kecamatan Wonomulyo. Sub variabel Sanitasi Kandang Vaksinasi/Obat Skor Rataan tingkat persentase (%) 68,33 % 70,43 % Kategori Setuju Setuju Sumber: Data primer yang telah diolah . Pengetahuan peternak didasari oleh pengalaman, inovasi yang terus ditingkatkan dari pengetahuan yang didapatkan dari penyuluh peternakan yang selalu ada setiap Hal ini sejalan dengan pendapat Heryadi & Fitrianti . , yang menyatakan persepsi peternak adalah tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga sadar akan segala sesuatu yang sedang terjadi pada motivasi dan kepribadian seseorang. Hal ini didukung Lenzun et al. yang menyatakan bahwa perbedaan persepsi merupakan proses internal memungkinkan kita memilih, menafsirkan dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi perilaku sikap kita ternasuk dalam beternak. Sanitasi Kandang Sanitasi kandang merupakan suatu kegiatan dalam mencegah perpindahan dan Taufik Dunialam Khaliq et al. | Seminar Nasional PKP I . : 75 Ae 81 penyebaran penyakit di suatu peternakan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungannya . Keadaan kandang beserta areanya yang bersih, berimplikasi Pengimplementasian sanitasi pada area peternakan sapi potong maupun peternak sebagai subjeknya akan meminimalisisr mikroorganisme penyebab penyakit. Hasil manajemen kesehatan sapi potong di Kecamatan Wonomulyo pada sanitasi kandang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Persepsi peternak sapi potong terhadap sanitasi kandang Uraian Pernyataan Total nilai Rataan SS=5 S=4 CS=3 KS=2 TS=1 Nilai Skala Persentase (%) 74,52 76,90 70,71 63,81 55,71 68,33* Keterangan: *Rataan persentase 68,33% termasuk dalam kategori setuju. SS = Sangat setuju. S = Setuju. Cs = Cukup setuju. KS = Kurang setuju. TS = Tidak setuju. Tabel 2, menunjukan bahwa persepsi peternak sapi potong di Kecamatan Wonomulyo terhadap sanitasi kendang yaitu nilai rentang skala interval sebesar 1435 dari rataan skor 287 mendapatkan rataan persentase sebesar 68,33 % dan termasuk dalam kategori setuju. Pernyataan indikator pengukuran, sub variabel paling tinggi terdapat pada uraian pernyataan dua dengan nilai 323 bahwa sebagian besar peternak telah memahami cara sanitasi kandang, seperti peternak membersihkan kandang secara rutin untuk menghindari bibit penyakit maupun enularan parasit lainnya yang dapat menimbulkan potensi kerugian Skala persepsi peternak menunjukkan rataan skor yang diperoleh berada dalam kategori setuju yang mendeskripsikan bahwa kontinuitas kebersihan kandang harus terus dijaga. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharyati & Hartono . , bahwa kandang yang bersih pada peternakan sapi potong merupakan faktor penting untuk kesehatan ternak yang sangat menentukan mempengaruhi reproduksi ternak. Hal ini didukung oleh Said et al. bahwa sanitasi kandang sebagai upaya untuk menjaga kesehatan ternak. Sanitasi dilakukan pada serta area sekitar Tindakan menjaga kesehatan sapi yang umumnya dilakukan adalah tetap menjaga kelembaban kandang, melakukan desinfeksi pada kandang dan peralatan. Membersihkan sisa sisa kotoran dan pakan setia hari. Produktivitas sapi banyak dipengaruhi oleh kualitas manajemen kesehatan yang diterapkan pada lingkungannya seperti kandang dan gudang pakan, sesuai dengan pendapat Santi et al. , bahwa kondisi dan kebersihan lingkungan, sirkulasi udara dan perubahan suhu lingkungan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan ternak. Semakin meningkatnya persepsi peternak terhadap sanitasi akan berdampak pada pengelolaan limbah untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang, kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Qisthon et al. , menyimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan sanitasi kandang sapi dapat memberikan manfaat dan solusi dalam penanganan limbah yang ramah lingkungan, dapat menambah nilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat. Vaksinasi Kondisi kesehatan ternak yang kurang baik berakibat sering terjadinya gangguan reproduksi dan menurunnya tingkat Vaksin mikroorganisme infeksi yang sudah diformulasikan sedemikian rupa yang digunakan untuk infeksi buatan. Fungsinya ialah menstimulus pembentukan antibodi Taufik Dunialam Khaliq et al. | Seminar Nasional PKP I . : 75 Ae 81 pada ternak sehingga dapat mencegah infeksi penyakit. Hasil penelitian persepsi peternak dalam manajemen kesehatan sapi potong di Kecamatan Wonomulyo pada sub variabel vaksinasi dapat dilihat pada Tabel Tabel 3, menunjukan bahwa persepsi peternak sapi potong di Kecamatan Wonomulyo terhadap vaksinasi dengan skor mendapatkan rataan persentase sebesar 70,43 % dan termasuk dalam kategori Indikator paling tinggi terdapat pada uraian pernyataan satu dengan skor 344. Peternak terus melakukan vaksinasi pada ternaknya, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan vaksinasi yang dilakukan pada ternak sapi saat dalam kondisi sehat, sementara yang kurang sehat dilakukan perawatan seperti pembirian vitamin Tabel 3. Persepsi peternak sapi potong terhadap vaksinasi Uraian Pernyataan Total Nilai Rataan SS=5 S=4 CS=3 KS=2 TS=1 Nilai Skala Nilai Persentase (%) 81,90 75,95 74,52 71,67 48,10 70,43* Keterangan: *Rataan persentase 68,33% termasuk dalam kategori setuju. SS = Sangat setuju. S = Setuju. Cs = Cukup setuju. KS = Kurang setuju. TS = Tidak setuju. Persepsi peternak terhadap vaksinasi dan pengobatan ternak terlihat bahwa rataan nilai skor yang didapatkan berada dalam kategori setuju yang menunjukan bahwa peternak sapi potong yang ada di Kecamatan Wonomulyo terus melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin untuk menjaga kesehatan Hal ini sesuai dengan pendapat Alam & Sugiarto . , yang menyatakan bahwa vaksinasi dan pemberian vitamin pada ternak salah satu cara untuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus dapat dilakukan dengan vaksinasi. Pengetahuan yang dimiliki mampu membentuk persepsi peternak sehingga mempengaruhi keputusan dan tindakan dalam mengimplementasikan manajemen kesehatan termasuk pemberian vaksin ada ternak sapi, pengetahuan dapat diperoleh melalui metode penyuluhan partisiatif, hal tersebut didukung oleh Rahim et al. bahwa tugas penyuluh memberi informasi serta mendorong peternak untuk melakukan vaksinasi serta menjelaskan resiko apabila peternak melakukan maupun tidak melakukan program vaksinasi. Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Persepsi peternak terhadap manajemen kesehatan ternak sapi potong di Kecamatan Wonomulyo dari aspek sanitasi kandang maupun vaksinasi berada dalam kategori setuju. Daftar Pustaka