ISSN : 2460-9684 [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. PROFIL HEMATOLOGIK BERDASARKAN JENIS PLASMODIUM PADA PASIEN MALARIA RAWAT INAP DI RSK LINDIMARA. SUMBA TIMUR Henryanto Irawan1. Maria Silvia Merry2. Nining Sri Wuryaningsih3. Tri Baskoro TS4 1Rumah Sakit Kristen Lindimara 2Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana 3Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana 4Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Korespondensi: silvia. tropmed@yahoo. ABSTRAK Pendahuluan: Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih banyak ditemukan di negara tropis dan sub tropis. Data WHO pada tahun 2013 diperkirakan 197 juta kasus malaria dengan angka kematian sekitar 000 orang. Di Indonesia kasus malaria pada tahun 2013 sebesar 343. Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah endemis malaria dengan angka kejadian malaria yang masih cukup tinggi yaitu sebesar 6. 266 kasus. Tujuan: Menganalisis gambaran hematologik malaria terutama angka eritrosit dan hemoglobin berdasarkan jenis Plasmodium, distribusi berdasarkan data demografi . enis kelamin, umur, dan pekerjaa. dan rejimen obat anti malaria yang digunakan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode potong lintang. Data berasal dari data rekam medis 262 pasien malaria yang rawat inap di Rumah Sakit Kristen Lindimara bulan Juli 2014 - Desember Data dianalisis secara univariat dan uji T. Hasil: Sebanyak 262 subjek penelitian sebanyak 210 orang . ,2%) terinfeksi Plasmodium falcifarum dan 52 orang . ,8%) terinfeksi Plasmodium vivax dengan derajat infeksi ringan . ,5%). Hasil uji T terhadap gambaran klinis, angka eritrosit . =0,. dan kadar hemoglobin . =0,. menunjukkan tidak terdapat perberdaan yang signifikan antara kedua jenis Plasmodium . >0,. Berdasarkan distribusi data demografi, frekuensi tertinggi pada perempuan . ,1%), umur Ou 15 tahun . ,6%) dan sebagian besar adalah pelajar . ,1%). Rejimen obat anti malaria yang digunakan ialah kombinasi kina dan primakuin . ,6%). Kesimpulan: Kejadian malaria di RSK Lindimara paling banyak disebabkan oleh Plasmodium falcifarum . ,2%) dibandingkan dengan Plasmodium vivax . ,2%). Berdasarkan gambaran klinis, angka eritrosit dan kadar hemoglobin tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis Plasmodium . >0,. Kombinasi kina dan primakuin merupakan obat pilihan pertama di RSK Lindimara . ,6%). Kata Kunci: Malaria. Plasmodium hemoglobin, angka eritrosit, antimalaria. Plasmodium Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana https://doi. org/10. 21460/bikdw. [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. ISSN : 2460-9684 HEMATOLOGIC PROFILE BASED ON PLASMODIUM TYPES OF MALARIA INPATIENS IN LINDIMARA CHRISTIAN HOSPITAL. EAST SUMBA Henryanto Irawan1. Maria Silvia Merry2. Nining Sri Wuryaningsih3. Tri Baskoro TS4 1Lindimara Christian Hospital 2Parasitology Department of Medical Faculty of Duta Wacana Christian University 3Clinical Pathology Department of Medical Faculty of Duta Wacana Christian University 4Parasitology Department of Medical Faculty of Gadjah Mada University Correspondence: silvia. tropmed@yahoo. ABSTRACT Background: Malaria is one of the common infectious disease found in tropical and subtropical countries. Based on WHO data in 2013, it was estimated around 179 million cases with approximately 584. 000 death rate. Malaria case in Indonesia by year 2013 was approximately 353. 527 cases. East Sumba province is a malaria endemic region with high prevalence of cases, estimated 6. 266 cases. Purpose: To investigate the clinical representation of malaria disease based on types of Plasmodium. The distribution based on demography data . ender, age and job level of the patient. and anti-malarial drug rejiment used. Methode: Descriptive analytic study using cross sectionals method. The data is taken from medical records of 262 malaria patients from Lindimara Christian Hospital in July 2014 Ae December 2014. Data was analyzed using univariate and T-test. Results: From 262 of research subjects, 210 people . ,2%) were infected by Plasmodium falciparum and 52 others . ,8%) by Plasmodium vivax with mild degree infections . ,5%). The T-test result of clinical representation, which were number of erythrocytes . =0,. and hemoglobin level . =0,. showed insignificant difference between the two types of Plasmodium . >0,. Based on distribution of demography data, the highest frequency of malaria patient was female . ,1%), age > 15 years old . ,6%) and most of them are student . ,1%). Anti-malarial drug rejiment used was a combination of quinine and primaquine . ,6%). Conclusion: The malaria case in the Lindimara Christian Hospital mostly caused by Plasmodium falciparum . ,2%) than Plasmodium vivax . ,2%). Based on clinical representation, number of erythrocytes and hemoglobin level showed insignificant difference between the two types of Plasmodium . >0,. The combination of kina and primakuin is the drug combination of choice in Lindimara Christian Hospital. Keywords: Malaria. Plasmodium falciparum, hemoglobin, erythrocyte count, antimalarial treatment. Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana https://doi. org/10. 21460/bikdw. Plasmodium ISSN : 2460-9684 [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. LATAR BELAKANG Malaria merupakan penyakit menular yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kematian bayi, balita dan ibu hamil terutama di negara-negara tropis dan sub tropis. 1 Data WHO pada tahun 2013 diperkirakan 197 juta kasus malaria dengan angka kematian 000 orang, 78% kasus diantaranya merupakan kematian anak dibawah usia 5 tahun. 2 Di Indonesia kasus malaria mengalami penurunan tiap tahunnya dari 817 kasus pada tahun 2012 527 kasus pada tahun Namun penurunan kasus malaria tidak terjadi diseluruh Provinsi. Kasus malaria masih cukup tinggi di Indonesia bagian Timur seperti Papua. Nusa Tenggara Timur. Papua Barat. Sulawesi Tengah dan Maluku. 3 Hal ini dikarenakan pengobatan terhadap malaria yang kurang adekuat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kejadian malaria pada anak <15 tahun . ,9%) relatif lebih rendah jika dibanding orang dewasa sebesar 6,6% . Kasus lebih banyak ditemukan pada laki-laki . ,2%) . ,8%). Prevalensi berdasarkan pekerjaan, orang dengan pekerjaan sebagai petani, nelayan, dan buruh beresiko tinggi terhadap penularan malaria . ,8%). Penyakit malaria dapat tertular kepada siapa saja tergantung kepada derajat kekebalan dan variasi keterpaparan dengan vector. Kejadian malaria positif di Provinsi Nusa Tengara Timur sebesar 903 kasus yang terjadi di 21 kabupaten dan 1 kota. Kasus malaria di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2012 sebesar 6. 266 kasus menduduki peringkat ke-9 tertinggi di Provinsi NTT. 5 Kabupaten Sumba Timur memiliki letak geografis, kelembapan udara, curah hujan, dan suhu yang tinggi sehingga menjadi tempat yang cocok untuk perkembangan dan penularan parasit Plasmodium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran hematologik pasien khususnya angka eritrosit dan hemoglobin berdasarkan jenis Plasmodium, data demografi . mur, jenis kelamin, dan pekerjaa. pada kejadian malaria dan rejimen obat anti malaria yang digunakan pada pasien malaria di RSK Lindimara. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectionals. Data yang akan digunakan adalah data rekam medik pasien malaria yang rawat inap di Rumah Sakit Kristen Lindimara pada bulan Juli Ae Desember 2014. Kriteria inklusi subjek adalah rekam medis pasien malaria yang rawat inap di RSK Lindimara dengan data dan hasil pemeriksaan laboratorium lengkap. Penghitungan kepadatan parasit kuantitatif atau sistem plus. Metode ini merupakan metode yang lebih parasite dalam sediaan darah tebal. Sistem ini menggunakan kode 1 sampai 4 dengan . = 1 sampai 10 parasit dalam 100 lapang pandang SD tebal. = 11 sampai 100 parasit dalam 100 lapang pandang SD tebal. = 1 sampai 10 parasit dalam 1 lapang pandang SD . = >10 parasit dalam 1 lapang pandang SD tebal. Lokasi penelitian adalah Unit Rekam Medik dan Unit Laboratorium Rumah Sakit Kristen Lindimara Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari Ae Maret 2015. Pengumpulan data menggunakan lembar tabel bantu dan kemudian hasil direkapitulasi dan dianalisis Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. univariat dan uji-T. HASIL PENELITIAN Jumlah total pasien rawat inap pada bulan Juli hingga Desember 2014 di Rumah Sakit Kristen Lindimara adalah 303 pasien, akan tetapi yang ISSN : 2460-9684 memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini adalah 262 pasien. Data Demografi Data demografi yang dianalisis pada pasien meliputi jenis kelamin, umur, dan pekerjaan. Berikut adalah hasil data demografi subjek: Jenis Kelamin Tabel 1. Penderita malaria rawat inap di RSK Lindimara berdasarkan jenis Jenis Kelamin Presentase (%) Laki-laki Perempuan Total Dari tabel 1 di atas yaitu distribusi penderita malaria berdasarkan jenis kelamin, didapatkan perempuan lebih banyak terinfeksi malaria yaitu sebesar 139 orang . ,1%) sementara laki-laki sebanyak 123 orang . 9%). Umur Tabel 2. Penderita malaria rawat inap di RSK Lindimara berdasarkan umur. Kategori umur Presentase (%) 0-11 bulan 12-23 bulan 2-9 tahun 10-14 tahun >15 tahun Total Tabel penderita malaria berdasarkan umur malaria yang paling banyak adalah dari golongan usia > 15 tahun, yaitu sebanyak 143 orang . ,6%). Infeksi Plasmodium juga ditemui pada rentang usia 2-9 tahun . %) dan 1014 tahun . 6%). Sementara itu, walaupun jarang, malaria juga ditemui pada bayi berusia 0-11 bulan . 1%). Pekerjaan Tabel 3. Penderita malaria rawat inap di RSK Lindimara berdasarkan pekerjaan. Pekerjaan Presentase (%) Petani Pelajar Wiraswasta PNS Nelayan Ibu rumah tangga Belum bekerja Total Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana ISSN : 2460-9684 [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. Tabel penderita malaria berdasarkan pekerjaan penderita terbanyak ialah pelajar sebesar 113 orang . ,1%). Petani juga terdata banyak mengalami infeksi malaria yaitu sebesar 20,2%. Wiraswasta dan PNS mempunyai proporsi hampir sama yaitu 16 orang . 1%) dan 15 orang . 7%) masingmasing. Kelompok pekerjaan yang terdata paling sedikit mengalami infeksi adalah nelayan, yaitu sebesar Jenis Plasmodium Dari Plasmodium penyebab malaria yaitu Plasmodium Plasmodium vivax pada 262 subjek penelitian seperti pada tabel 4. Tabel 4. Penderita malaria rawat inap di RSK Lindimara berdasarkan jenis Plasmodium. Jenis Plasmodium Presentase Plasmodium falcifarum Plasmodium vivax Total Tabel Plasmodium malaria terbanyak ialah P. sebesar 80,2%, sedangkan P. Jenis Plasmodium lain tidak ditemukan pada pasien. Sementara itu, kepadatan parasit ditemukan bervariasi pada pasien, dari ringan sampai berat. Rincian kepadatan parasit dapat diamati pada Tabel 5. Tabel 5. Pasien malaria rawat inap di Rumah Sakit Kristen Lindimara pada bulan Juli-Desember 2014 berdasarkan kepadatan parasit. Sistem Plus Plasmodium vivax Keterangan ( ) . ,1%) 40 . ,9%) ( ) . ,8%) 12 . ,1%) Infesi ringan ( ) ,2%) Infeksi sedang ( ) . ,9%) Infeksi berat Total Kepadatan dengan menggunakan metode semi kuantitatif, dengan positif satu ( ) dan dua ( ) yang menggambarkan infeksi ringan, positif tiga ( ) sampai positif empat ( ) yang menggambarkan infeksi berat. Dari data subjek penelitian didapatkan bahwa sebaran kepadatan parasit pada infeksi P. falcifarum didominasi oleh infeksi ringan yaitu 61. sementara sebanyak 36,2% tergolong infeksi sedang. Ada 1,9% pasien yang mengalami infeksi berat dengan kepadatan parasit tinggi. Adapun semua pasien yang terinfeksi P. semuanya berada dalam tingkat infeksi ringan dengan kepadatan parasit positif satu dan dua. Gambaran Hematologik Sesuai dengan patomekanisme infeksi Plasmodium dengan titik target eritrosit, akan terjadi penurunan pada angka eritrosit dan hemoglobin pasien. Tabel 6 dan 7 berikut adalah rata-rata angka eritrosit dan hemoglobin pada pasien yang terinfeksi P. falcifarum dan P. Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. ISSN : 2460-9684 Angka Eritrosit Tabel 6. Analisis univariat dan uji T angka eritrosit P. falcifarum dan P. IK 95% Jenis Minimum Maksimum Rerata Nilai P Malaria Bawah Atas falcifarum 210 2,32 x106 /l 5,7 x106/l 52 2,45 x106 /l 5,64 x106 /l Rata-rata angka eritrosit pada pasien yang terinfeksi P. adalah 4,404 sementara rata-rata angka eritrosit untuk pasien yang terinfeksi P. vivax adalah 4. Rerata tersebut tidak berbeda secara signifikan dengan angka p>0. Kadar Hemoglobin Tabel 7. Analisis univariat dan uji T kadar hemoglobin P. falcifarum dan P. IK 95% Jenis n Minimum Maksimum Rerata Nilai P Malaria Bawah Atas falcifarum 210 5,7 g/dl 15,8 g/dl 7,5 g/dl 14,2 g/dl Keterangan: Nilai p>0,05 = tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kadar hemoglobin pada pasien mempunyai rerata 11. 01 g/dL, sementara pasien yang terinfeksi P. vivax adalah 10. 84 g/dL. Rerata bermakna dengan angka p>0. Rejimen Obat Anti Malaria Pengobatan pasien malaria yang rawat inap di RSK Lindimara diberikan sesuai dengan ketersediaan dan rejimen yang disarankan secara nasional. Berikut adalah data penggunaan obat anti malaria pada 262 pasien tersebut. Tabel 8. Penggunaan obat anti malaria di Rumah Sakit Kristen Lindimara. Obat Anti Malaria Presentase (%) KINA PRIMAKUIN KINA Total Rejimen yang banyak digunakan adalah golongan kina tunggal dan Dari tabel distribusi penggunaan obat anti malaria di RSK Lindimara terbanyak ialah kombinasi kina dan primakuin sebesar 198 orang . ,6%), sedangkan penggunaan kina tunggal sebanyak 64 orang . 4%). PEMBAHASAN Hasil menunjukkan bahwa penyebab malaria terbanyak RSK Lindimara ialah P. Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana falcifarum sebesar 80,2%. Serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Firdaus . , didapatkan 62,5% sediaan darah positif P. 7 Plasmodium falcifarum paling banyak ditemukan di Sumba Timur. Hal ini dapat diakibatkan oleh sifat P. falcifarum yang banyak dijumpai di wilayah beriklim panas seperti Sumba Timur. 8 Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Ritawati . , malaria terbanyak disebabkan oleh P. Hal ini karena P. mempunyai distribusi yang lebih luas ISSN : 2460-9684 [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. dibandingkan dengan P. mulai dari daerah yang beriklim dingin, subtropis sampai daerah 9 Dominasi P. falcifarum pada penderita rawat inap di RSK Lindimara disebabkan oleh faktor patomekanismenya yang memiliki sehingga membutuhkan penangan yang lebih intensif, sehingga dokter dan tenaga kesehatan menyarankan pasien dengan infeksi P. untuk rawat inap. Distribusi penderita malaria berdasarkan jenis kelamin didapatkan penderita terbanyak ialah perempuan . dibandingkan laki-laki . Serupa dengan penelitian oleh Gusra . , didapatkan penderita malaria terbanyak ialah perempuan sebesar 88,89%. 13 Hasil ini berbeda dengan penelitian oleh Solikhah . , didapatkan pasien terbanyak ialah laki-laki . ,8%), yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan. 14 Penularan pada perempuan biasanya dikaitkan dengan mobilitas yang rendah yang memungkinkan terpapar vektor lebih besar atau keadaan rumah yang dekat dengan tempat perkembangBerdasarkan penelitian Hasyim . didapatkan determinan utama kejadian malaria yaitu terdapatnya tempat perindukan nyamuk vektor di sekitar rumah. Distribusi penderita malaria produktif > 15 tahun . Serupa dengan penelitian oleh Afni . , didapatkan penderita malaria terbanyak berusia 15-44 tahun . ,5%). Hal ini berkaitan dengan akitifitas pada usia produktif yang banyak di luar rumah. 17 Selain itu usia produktif merupakan usia yang aktif untuk bekerja dan berpindahpindah tempat untuk bekerja atau berpergian ke daerah endemis semakin tingginya faktor resiko. Distribusi penderita malaria berdasarkan pekerjaan didapatkan penderita terbanyak ialah pelajar . ,1%). Hal disebabkan oleh terpaparnya vektor malaria dirumah akibat kurang pencegahan seperti tidak menggunakan kelambu atau pun obat nyamuk berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Ritawati . , didapatkan kejadian malaria terbanyak pada petani, dan penelitian oleh Solikhah . , didapatkan penderita terbanyak adalah pekerja tambang . ,1%). 1,9,14 Petani dan pekerja tambang beresiko tertular malaria karena memiliki lingkungan tempat kerja yang ideal untuk tempat nyamuk Anopheles sp. Berdasarkan parasit, infeksi P. falcifarum banyak dijumpai dalam tahap infeksi sedang, sedangkan P. vivax dijumpai dalam infeksi ringan. berbeda dengan penelitian oleh Firdaus . , didapatkan infeksi P. tergolong dalam infeksi ringan . %). 7 Plasmodium falcifarum dapat melakukan reproduksi kelipatan yang sangat cepat dalam aliran darah, oleh karena itu P. sering menyebabkan infeksi malaria sedang hingga berat. 8 Hemolisis intravaskuler pada eritrosit berparasit dan tidak berparasit akan menyebabkan terjadinya anemia. Sehubungan dengan kepadatan parasit, gambaran hematologik dapat digunakan sebagai indikator Pada penelitian ini, eritrosit dan hemoglobin pada pasien tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pasien dengan infeksi P. falcifarum dan P. >0,. Hal ini disebabkan pengambilan data hanya dilakukan satu Untuk memperlihatkan adanya diperlukan data yang berkelanjutan . ohort stud. dengan pengambilan Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. data pada beberapa waktu. Namun demikian, pada angka minimum, didapatkan angka eritrosit dan kadar hemoglobin penderita dengan infeksi falcifarum lebih rendah dibandingkan dengan P. Hal ini membuktikan bahwa kerusakan eritrosit lebih banyak ditemukan pada infeksi Pengobatan malaria di RSK Lindimara terbanyak menggunakan kombinasi Kina dan Primakuin . ,6%). Kina dan Primakuin menjadi obat pilihan obat yang efektif terhadap malaria berat maupun malaria tanpa komplikasi. 4 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Darnindro . , didapatkan kemampuan kina dan kombinasinya lebih lama menurunkan demam artemisin dan kombinasinya. Hal ini dikarenakan kina hanya dapat mengurangi jumlah parasit dalam darah sebesar 1000 parasit perhari, sedangkan derivat artemisin kurang Terjadinya resistensi parasit terhadap kina dan primakuin menjadi salah satu penyebab masih tingginya kasus malaria di Sumba Timur. KESIMPULAN Kejadian malaria di RSK Lindimara lebih banyak disebabkan oleh infeksi P. ,2%) dengan P. ,2%). Berdasarkan klinis angka eritrosit dan kadar hemoglobin tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis Plasmodium . >0,. Infeksi terbanyak terjadi pada perempuan . ,1%), pada umur > 15 tahun . ,6%) dengan pekerjaan sebagai pelajar . ,1%). Kombinasi kina dan primakuin merupakan obat pilihan pertama . ,6%). Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana ISSN : 2460-9684 DAFTAR PUSAKA Soedarto. Malaria: Epidemiologi global-plasmodium-anophelespenatalaksanaan Mariyam ed. Jakarta. Sagung Seto: 2011 World Health Organization. World Malaria report. iunduh 19 November 2. Tersedia dari: http://w. int/malaria/wo rld_malaria_report_2012/en/ Direktorat Jendral Pengendalian Penyehatan Lingkungan Republik Indonesia. iunduh 19 November 2. Tersedia http://pl. id/berita?id=1384 Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: 2013 Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. iunduh 24 Oktober 2. Tersedia dari: http://ntt. id/index. d/component/content/article/2 9- data/kesehatan/346-jumlahkasus-hiv-aids-ims-dbd-diare-tbdan-malariamenurutkabupaten-kota-2012. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Profil Kesehatan Provinsi NTT Kupang. Depkes Provinsi NTT: iunduh December 2. Tersedia dari: http://w. id/bank-data/category/1profil-kesehatan. download=17:profil-kesehatannusa-tenggara-timur-ntt Firdaus. Irawati. Amir. Gambaran berdasarkan sediaan darah dari Kepulauan Siberut Mentawai. Jurnal Kesehatan Andalas. : pp. Arsin. Malaria di Indonesia tinjauan aspek epidemiologi. ISSN : 2460-9684 [VOLUME: 02 Ae NOMOR 02 Ae April 2. Makassar. Masagena Press: Ritawati. Yahya. Distribusi spasial malaria di Kecamatan Lengkiti Kabupaten Organ Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Pembangunan Manusia. : pp 1-12 Fuadzy. Santi. Distribusi kasus malaria di wilayah kerja puskesmas Simpenan Kabupaten Sukabumi. Jurnal Aspirator. : pp. Avrina. Risniati. Siswantoro. Hubungan manifestasi klinis pada malaria Plasmodium Plasmodium vivax. Media Litbang Kesehatan. : pp 119126. Rosdiana. Lubis. Lubis. Sutjipto. Gambaran hematologi pada anemia akibat infeksi kronis di daerah endemis Sari Pediatri. Januari: pp. Gusra. Irawati. Amir. Gambaran penyakit malaria di Tarusan Balai Selasa Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Kesehatan Andalas. : pp. Solikhah. Pola penyakit malaria di Kecamatan Kokap. Kabupaten Kulonprogo. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Juli: Dwithania. Irawati. Rasyid. Insiden Malaria di puskesmas Sungai Durian dan Talawi Kota Sawahlunto. Jurnal Kesehatan Andalas. : pp. Hasyim. Camelia. Fajar. Determinan kejadian malaria di wilayah endemis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. : pp. Afni. Epidemiologi penderita Puskesmas Pantoloan. Jurnal Promotif. Oktober: Friaraiyatini. Keman. Yudhastuti. Pengaruh masyarakat terhadap kejadian malaria di Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan. Januari: Darnindro. Halim. Sajuni. Studi retrospektif pada pasien komplikasi pada Rumah Sakit Umum Bethesda Serukan. Majalah Kedokteran Indonesia. Januari: pp. Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana