JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Penyuluhan Pemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue Pada Ibu Menyusui Di Desa Binaan ASI Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan Sudarmi1. Warjidin Aliyanto2. Nurlaila3. Indah Trianingsih4* 1,2,3,4 Poltekkes Kemenkes TanjungKarang. Bandar Lampung Email: indahtrianingsih@poltekkes-tjk. id 1* Abstrak Pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia dua tahun atau lebih termasuk dalam Resolusi World Health Assembly (WHA) No: 55. 25 tahun2002 tentang Global Strategy on Infant and Young Child Feeding. Oleh karena itu dengan pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue pada ibu diharapkan dapat meningkatkan kualiatas dan kuantitas ASI yang pada akhirnya mempengaruhi kecukupan gizi pada bayi dan anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pada Ibu Menyususi di Desa Binaan Tangguh ASI untuk dapat memanfaatkan penggunaan tanaman laktagogue dalam menunjang pemberian ASI Ekslusif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan ibu menyusui tentang pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue untuk menunjang pemberian ASI Ekslusif. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga pengetahuan masyarakat mengenai ASI Ekslusif khususnya ibu menyusui dapat meningkat, ibu dapat memanfaatkan tanaman laktagoue disekitarnya untuk menunjang pemberian ASI EKslusif. Keywords: ASI ekslusif. Ibu menyusui. Laktagogue PENDAHULUAN Resolusi World Health Assembly (WHA) No: 55. 25 tahun 2002 tentang Global Strategy on Infant and Young Child Feeding merekomendasikan pola makan terbaik untuk bayi dan anak sampai usia 2 . tahun, yaitu: . inisiasi menyusu dini . egera pasca lahir, sebelum usia 60 . memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan. mulai memberikan makanan pendamping ASI sejak bayi berusia 6 bulan. meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia dua tahun atau lebih, bahkan makanan bayi sampai usia 3 tahunharus diamankan (Resolusi WHA tahun 2. Sejalan dengan resolusi WHA tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2014 telah ditetapkan bahwa setiap tenaga kesehatan wajib melaksanakan inisiasi menyusu dini, rawat gabung, memberikan informasi dan edukasi ASI Eksklusif kepada ibu sejak pemeriksaan kehamilan sampai periode pemberian ASI eksklusif selesai, dan larangan untuk tidak mempromosikan susu formula bayi dan/atau produk bayi lainnya yang dapat menghambat program pemberian ASI Eksklusif. Dalam Rencana Strategi Kementerian Kesehatan 2015- 2019 telah ditetapkan target cakupan pemberian ASI secara eksklusif pada tahun 2019 pada bayi 0-6 bulan sebesar 50%. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Tahun 2022 didapatkan data Cakupan bayi usia <6 bulan yang diberikan ASI Eksklusif pada Tahun 2022 sebanyak 17. 345 bayi . ,5%) dari 438 bayi baru lahir. Cakupan ini naik dari cakupan tahun 2021 50,7% atau sebanyak 210 bayi dan tahun 2020 sebanyak 16. 146 bayi . ,32%). Puskesmas yang cakupannya masih dibawah 60% antara lain Puskesmas RI Talang Jawa . ,6%). Puskesmas RI Tanjung Sari Natar . ,8%). Puskesmas Kalianda. Puskesmas Karang Anyar . ,1%), dan Puskesmas Kaliasin . ,9%). Di samping perkembangan perlindungan dalam pemberian ASI di Indonesia yang masih harus tetap berjuang agar pemberian ASI tetap dilindungi sampai anak usia 2 tahun atau lebih mengarah sesuai rekomendasi WHO-Unicef. Upaya perlindungan juga membutuhkan adanya peningkatan kemampuan dan kompetensi dari para tenaga pemberi pelayanan, sebagian besar ini dikarenakan ilmu laktasi dan pembelajaran tentang pelayanan yang tepat dan berkualitas masih terus berkembang. Setiap saat fakta dan pelajaran tentang pelayanan yang berkait dengan menyusui akan terus berkembang dan perlu pembaruan. ASI eksklusif merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian bayi. ASI eksklusif dapat menurunkan resiko kematian akibat infeksi saluran nafas dan diare, karena ASI terbukti memiliki bakteri yang menguntungkan dan zat-zat yang dibutuhkan oleh bayi untuk membentuk mikroflora usus yang penting untuk sistem daya tahan tubuh bayi. (Wiji, 2. Tidak terlepas dari permasalahan terkait pencapaian cakupan ASI diatas. Salah satu upaya agar berlangsungnya program ASI eksklusif adalah dengan tetap menjaga produksi ASI ibu agar bayi cukup mendapatkan ASI. Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yakni perilaku menyusui, psikologis ibu, fisiologis ibu, social cultural, nutrisi ibu. Upaya untuk meningkatkan cakupan ASI dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu metode farmakologi dan metode non Metode farmakologi cenderung mahal harganya, sedangkan metode non farmakologi untuk meningkatkan produksi ASI bisa diperoleh dari tumbuh- tumbuhan atau yang biasa disebut Tanaman Laktagogue. Laktagogue adalah obat atau zat yang dipercaya dapat membantu merangsang, mempertahankan, atau meningkatkan produksi ASI. Istilah laktogogue berasal dari kata galaktagogue atau galaktagogue dari bahasa Yunani. Bila didefinisikan galact berarti susu dan ogogue berarti mengarah atau meningkatkan. Tanaman lagtogog yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ASI sangat banyak tersedia, mudah didapat di lingkungan sekitar dan di tanam di perkarangan rumah warga, serta masyarakat Indonesia sudah sangat terbiasa untuk mengkonsumsi nya, oleh sebab itu kebiasaan ini harus tetap di jaga dan di tingkatkan. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Berikut adalah tanaman lagtogog yang biasa di konsumsi/ dimanfaatkan sebagai meningkatkan produksi ASI antara lain jenis kacangkacangan daun kelor, daun torbangun dan daun katuk. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Tim Dosen Kebidanan kali ini berfokus pada pengetahuan ibu mengenai pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue sebagai tindak lanjut dalam pembentukan Desa Binaan ASI di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar lampung Selatan. Diharapkan dengan mengetahui berbagai jenis, manfaat, dan penggunaan tanaman lactagogoue, memudahkan dan memberikan semangat pada ibu menyusui untuk mengkonsumsi tanaman tersebut, sehingga kuantitas dan kualitas ASI dapat meningkat yang pada akhirnya mensukseskan program ASI Ekslusif serta terwujudnya Desa Tangguh ASI. Hal inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat AuPenyuluhan Pemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue Pada Ibu Menyusui di Desa Binaan ASI Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan Tahun 2023Ay. METODE KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 21 November 2023. Kegiatan ini berupa penyuluhan akan pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue untuk menunjang pemberian ASI Ekslusif. Narasumber dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Dr. Sudarmi. Pd. Kes. Warjidin Aliyanto. SKM. Kes. Indah Trianingsih. ST. Kes, dan Nurlaila. PD. Kes berdasarkan surat Kepala Puskesmas Karang Anyar tertanggal 5 November 2023 perihal Permintaan Pengabmas di Wilayah Puskesmas Karang Anyar dan Surat Tugas Direktur No: DP. 03/F. XLi. 1/8095/2023 tertanggal 21 November 2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diawali dengan pemberian materi Penyuluhan Pemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue untuk menunjang pemberian ASI Ekslusif. Penyuluhan dilakukan dengan tahap penyampaian materi dan diskusi interaktif. Karakteristik Responden Karakteristik responden dari hasil pengumpulan data berdasarkan kuesioner yang diajukan pada ibu menyusui diperoleh gambaran karakteristik responden ibu yang dapat dilihat pada Tabel 1 sebagai berikut: JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Tabel 1 Distribusi frekuensi gambaran Karakteristik Ibu Karakteristik Umur Ibu < 20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Jumlah Pendidikan SMP SLTA & PT Jumlah Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Jumlah Tingkat Pendapatan 50 Skor < 50 Jumlah Berdasarkan tabel diatas dapat terlihat tingkat pengetahuan ibu tentang pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue pada ibu menyusui, pada sebelum diberikan edukasi terbanyak pada tingkat pengetahuan kurang dengan jumlah jawaban benar kurang dari 50% JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 sebanyak 23 ibu . ,3%). Setelah diberikan edukasi meningkat terbanyak pada tingkat pengetahuan baik dengan jumlah jawaban bernar lebih dari 50% sebanyak 28 ibu . %). Hasil Analisis Peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai Pemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue sebelum dan sesudah penyuluhan. Tabel 3. Tabel hasil analisis peningkatan ibu menyusui mengenai pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue sebelum dan sesudah penyuluhan Pengetahuan Mean Mean Pemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue Sebelum Edukasi Setelah Edukasi Difference tHitung Pvalue Hasil analisis data efektivitas pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue ibu menyusui terhadap kejadian pengetahuan ibu menyusui diperoleh nilai signifikan (P. 000 lebih kecil dari . dan t-hitung lebih besar dari tabel yang berarti tingkat pengetahuan pemanfaatan dan penggunaan tanaman laktagogue ibu sebelum dan setelah edukasi meningkat. Gambar 1. Pembukaan Penyuluhan Pemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue Gambar 2. Penyuluhan Pemanfaatan dan Penggunaan Laktagogue Gambar 3. Penyuluhan pemanfaatan dan penggunaan laktagogue dan penyebaran leaflet laktagogue JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 1 Maret 2024 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema AuPemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue pada Ibu MenyusuiAy, yang dilaksanakan pada tanggal 21 November 2023 di Desa Binaan ASI Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan pukul 00 WIB telah berjalan sesuai rencana. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga pengetahuan yang mendukung suksesnya program ASI Ekslusif dan menyusui sampai anak usia 2 tahun atau lebih dapat disebarluaskan dengan baik kepada masyarakat khususnya para ibu yang menyusui dan yang memiliki anak balita sehingga para ibu dapat menerapkannya dengan baik dan seluruh bayi dan anak mendapatkan kecukupan gizi yang baik. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan Direktur Politeknik Kesehatan Tanjungkarang. Unit PPM Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, dan Kepala Puskesmas Karang Anyar yang telah memberikan kesempatan kepada saya dan Tim untuk dapat melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan Tema Penyuluhan Pemanfaatan dan Penggunaan Tanaman Laktagogue ini. DAFTAR PUSTAKA