Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Doi: 10. 30868/im. P-ISSN: 2614-4018 E-ISSN: 2614-8846 IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MENUNJANG EFEKTIFITAS KEGIATAN DI YAYASAN AZ-ZIKRA SENTUL BOGOR Heriyansyah1. Muhammad Hidayat Ginanja2. Fina Mujahidah3 1,2,3 STAI Al Hidayah Bogor email: heristaia@gmail. email: m. hidayatginanjar@gmail. email: finamujahidah1604@gmail. Received: 02/06/2020. Accepted: 14/07/2020. Published: 31/07/2020 ABSTRACT Good financial management will facilitate each institution's activities. Financial management has an important role in streamlining each activity so that it can achieve the expected goals. The purpose of this study was to determine the implementation of financial management at the Az-Zikra Sentul Foundation. This study uses qualitative methods by collecting data through observation, interviews, and documentation studies. The implementation of financial management at the Az-Zikra Foundation includes: . financial planning . financial supervision . and financial Keywords: management, finance, effectiveness, activities. ABSTRAK Manajemen keuangan yang baik akan memudahkan setiap kegiatan lembaga. Manajemen keuangan memiliki peranan penting dalam mengefektifkan setiap kegiatan sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen keuangan di Yayasan Az-Zikra Sentul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pelaksanaan manajemen keuangan di Yayasan Az-Zikra antara lain: . perencanaan keuangan . pengawasan keuangan . dan pelaporan keuangan. Kata kunci: manajemen, keuangan, efektifitas, kegiatan. PENDAHULUAN Sebuah organisasi mampu bergerak karena banyak faktor-faktor yang mendukungnya. Diantara faktor-faktor yang menjadi penggerak sebuah organisasi adalah pemimpin yang handal, manajemen yang baik, dan keuangan yang baik. Tentunya masih banyak faktor pendukung lainnya yang jika salah satu faktor tersebut tidak ada, maka akan menjadi penghambat tujuan organisasi tersebut. Salah satu tujuan organisasi adalah agar organisasi tersebut dikenal oleh masyarakat luas. Maka dari itu, banyak upaya yang harus dilakukan untuk mengembangkan sebuah organisasi. Adanya sebuah kegiatan menandakan keberadaan sebuah organisasi. Kesuksesan pelaksanaan sebuah kegiatan adalah harapan bagi setiap organisasi. Oleh karena itu, sebuah organisasi harus bisa menciptakan efektivitas sebuah kegiatan sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan. Tentunya banyak faktor yang harus diperhatikan agar sebuah kegiatan yang akan dilaksanakan bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Salah satu faktor yang menunjang keefektifan sebuah kegiatan adalah manajemen Keuangan adalah salah satu bagian penting, meskipun tidak berarti jika organisasi memiliki dana yang kurang dari yang direncanakan, organisasi tersebut tidak bisa beroperasi. (Laksmi. Fuad Gani dkk, 2016: . Uang memang bukan segalanya, tapi segala sesuatu membutuhkan uang. Uang memang bukan faktor utama berjalannya sebuah kegiatan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan bisa berjalan lancar karena adanya uang, dan kegiatan terhambat bahkan tidak terlaksana karena tidak adanya uang. Untuk itu, manajemen keuangan yang baik sangat diperlukan. Agar keuangan bisa berjalan dan memenuhi setiap kegiatan yang hendak dilaksanakan. Manajemen keuangan memiliki bagian tersendiri didalam sebuah organisasi, yang mana pengelolaan keuangan haruslah dipegang oleh orang-orang yang ahli dalam bidang ini. Karena, dengan manajemen keuangan yang baiklah efektifitas kegiatan akan tercapai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan lokasi penelitian di Yayasan Az-Zikra Sentul. Penelitian ini berfokus pada implementasi manajemen keuangan dalam menunjang efektivitas kegiatan di Yayasan Az-Zikra Sentul. PEMBAHASAN Yayasan Az-Zikra Sentul adalah salah satu lembaga yang bercita-cita membentuk masyarakat yang berilmu, berwawasan kedepan dan bertakwa kepada Allah, cinta agama, bangsa dan negara. Bermula dari sebuah masjid sebagai tempat berdzikir dan sekaligus sebagai pusat dakwah, kini Yayasan Az-Zikra telah berkembang luas dengan berbagai potensi yang dimilikinya. Keberhasilan manajemen keuangan yang baik tentu menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan Yayasan Az-Zikra. pengendalian sumber daya manusia dan ditujukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dan manajemen juga sebagai seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pegontrolan dari pada Au human dan natural resourcesAy untuk mencapai tujuan organisasi yang ditentukan terlebih dahulu, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengawasi usaha-usaha dari anggota organisasi dan sumber-sumber organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Heriyansyah, 2018:. dan menurut Frederick Taylor manajemen adalah seni yang ditentukan untuk mengetahui dengan sungguh-sunguh apa yang dikehendaki dan menyuruh orang mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya dengan cara yang semudah-mudahnya (Nur Zazin : . Atau menurut Dimock . menyebutkan, manajemen adalah cara untuk mengetahui kemana tujuan, kesukaran apa yang harus dihindari, kekuatan-kekuatan apa yang harus dijalankan dan bagaimana mengemudikan kapal Anda serta anggota dengan sebaik-baiknya tanpa pemborosan waktu dalam proses mengerjakannya (Hawary, 1976:. ( Nur Zazin : . Dan definisi yang sederhana tentang keuangan . adalah seni untuk mendapatkan alat pembayaran. Sementara dalam dunia usaha keuangan meliputi pemeliharaan kas yang memadai dalam bentuk uang atau kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. (Mulyono, 2010: . Merujuk pengertian diatas manajemen keuangan dapat diartikan sebagai seni atau cara yang dilakukan untuk mendapatkan alat pembayaran. Tetapi pengertian manajemen keuangan saat ini sudah semakin berkembang. Dalam pengertian lain manajemen keuangan adalah keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin. (Ni Luh Gede Erni Sulindawati dkk, 2017 : . Manajemen keuangan juga dapat diartikan sebagai tindakan pengurusan/ketatausahaan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan. Pendapat lain juga mengatakan bahwa, manajemen keuangan merupakan integrasi dari science dan art yang mengamati dan menganalisa tentang upaya manajer financial dengan menggunakan seluruh SDM perusahaan untuk mencari funding, mengelola funding, dan membagi funding dengan goal dapat memberi laba atau welfare bagi pemilik saham suistainability . bisnis bagi entitas ekonomi (Manahan, 2005: . (Jamal MaAoruf Asmani, 2012: . Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan keuangan mulai dari perencanaan keuangan, pelaksanaan, pengawasan sampai pelaporan dan pertanggungjawaban. Dan semua aktivitas tersebut harus dilaksanakan demi tercapainya efektivitas dan efisiensi keuangan. Dalam prakteknya, menjalankan peran manajemen keuangan tidaklah semudah dengan apa yang ada dalam teori. Manajemen keuangan merupakan bagian sentral dari sebuah Jika manajemen keuangannya baik, maka lembaga mampu bergerak sesuai dengan tujuannya. Namun, jika manajemen keuangannya tidak berjalan dengan baik, maka pergerakan lembaga pun akan terganggu. Banyak lembaga-lembaga yang akhirnya memilih untuk tutup buku karena sudah tidak sanggup membiayai semua kegiatannya. Agar manajemen keuangan dapat berjalan dengan baik, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Setidaknya ada empat prinsip yang perlu menjadi pegangan oleh staf keuangan yaitu: Transparansi, transparansi berarti adanya keterbukaan. Transparan di bidang manajemen berarti adanya keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan. ( Jamal MaAoruf Asmani, 2012: . Suatu lembaga yang baik harus membuka pintu yang seluas-luasnya agar semua pihak dapat berperan serta berpartisipasi secara aktif, jalannya operasional lembaga harus (Laksmi dkk, 2016 :. Akuntabilitas, akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. (Saihudin, 2018:. Dalam manajemen keuangan berarti penggunaan uang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan. (Jamal MaAoruf Asmani, 2012: . Dalam . emampuan pertanggungjawaba. merupakan dasar dari pelaporan keuangan. (Laksmi dkk, 2016: . Efektivitas, efektif seringkali diartikan sebagai pencapian tujuan yang telah ditetapkan. (Saihudin, 2018: . Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomesnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. efisiensi, efisiensi adalah perbandingan terbaik antara masukan . dan keluaran . ut pu. atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, waktu, pikiran dan biaya. (Jamal MaAoruf Asmani, 2012: . Selain prinsip-prinsip keuangan yang harus diperhatikan, manajemen keuangan juga memiliki tujuan yang harus dicapai dalam menjalankan tugasnya. Tugas manajemen keuangan sangatlah berat, sehingga harus diserahkan kepada orang-orang yang tepat. Adapun tujuan dari manajemen keuangan adalah : Memaksimumkan nilai perusahaan. Menjaga stabilitas financial dalam situasi yang selalu terkontrol. Memperkecil resiko perusahaan dimasa kini dan masa yang akan datang. (Kariyoto, 2018: . Melihat tujuan dari manajemen keuangan yang tidak mudah. Tentunya hanya orangorang profesional yang dapat menjadi bagian dari staf keuangan. Dia harus mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai staf keuangan. Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehingga dapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham: 1. , yaitu: (Ni luh Gede Erni Sundilawati:. Peramalan dan perencanaan: mengoordinasi proses perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan. Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan: membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutuskan aset spesifik yang yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset. Koordinasi dan kontrol: berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi se-efisien mungkin. Manajemen resiko: bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara keseluruhan termasuk mengidentifikasi risiko dan kemudian mengelolanya secara Staf keuangan tidaklah bekerja sendiri. Ada staf keuangan tentunya ada manajer Seorang manajer keuangan haruslah seseorang yang kreatif dan berpikir Karena pengelolaan yang dilakukan oleh manajer keuangan berhubungan dengan keuangan yang sangat penting dalam penyelenggaraan kegiatan. Adapun yang harus dimiliki oleh manajer keuangan adalah strategi keuangan. Strategi tersebut antara lain (Saihudin, 2018:19-. Strategic Planning. Berpedoman keterkaitan antara tekanan internal dan kebutuhan eksternal yang datang dari luar. Terkandung analisis kebutuhan, proyeksi, peramalan, ekonomi dan finansial. Strategic Management. Upaya mengelola proses perubahan, seperti perencanaan, strategi, struktur organisasi, kontrol, strategis dan kebutuhan primer. Strategic Thinking. Sebagai kerangka dasar untuk merumuskan tujuan dan hasil secara berkesinambungan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Yayasan Az-Zikra Sentul telah melaksanakan kegiatan-kegiatan manajemen keuangan. Kegiatan manajemen keuangan antara lain memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana (Lipham, 1985. Keith, 1. , pelaporan, pemeriksaan dan pertanggungjawaban. (Jamal MaAoruf Asmani, 2012:. Hal ini dapat dilihat dari adanya struktur manajemen keuangan dan adanya alur keuangan yang jelas. Adapun implementasi manajemen keuangan di Yayasan Az-Zikra antara lain: Perencanaan/penganggaran . Perencanaan adalah langkah awal dalam proses manajemen keuangan. Perencanaan adalah suatu proses yang rasional dan sistematis dalam menetapkan langkahlangkah kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah (Jamal MaAoruf Asmani, 2012:. Dan anggaran . merupakan suatu instrumen yang memfasilitasi perencanaan. Ensiklopedi Manajemen . menggunakan budgeting sebagai perencanaan dan koordinasi dari berbagai kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dalam proses periode tertentu dengan melakukan prakiraan kebutuhan yang diperlukan dan hasil yang ingin dicapai serta pengawasan (Mulyono, 2010:. Seperti yang telah dikemukakan bahwa salah satu kegiatan keuangan adalah memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan. Di Yayasan Az-Zikra Sentul pendanaan diperoleh dari para donatur, yayasan, infak, media . , dan usaha-usaha yang dikembangkan seperti usaha madu, air, penyewaan tempat, arena berkuda, memanah dan lain sebagainya. Kemudian pengeluaran yang dikeluarkan Yayasan Az-Zikra diantaranya untuk gaji karyawan, biaya sehari-hari/operasional, pengadaan dan pemeliharaan sarpras, dan biaya-biaya lainnya yang tidak Yayasan Az-Zikra membawahi beberapa divisi, antara lain divisi usaha, sumber daya insani, rumah tangga, media, dakwah, pondok pesantren dan RA/TK. Dalam perencanaannya diawali dengan pembagian form budgeting oleh staf keuangan yayasan kepada divisi-divisi yang ada di Yayasan Az-Zikra Sentul. Form budgeting tersebut berupa form pengajuan keuangan dari masing-masing divisi untuk jangka waktu satu tahun kedepan. Pelaksanaan Di Yayasan Az-Zikra dalam pelaksanaan keuangannya, ada beberapa alur yang harus dilalui setelah masing-masing divisi mengisi form budgeting lalu diserahkan kepada staf keuangan yayasan. Setelah staf keuangan yayasan menerima form budgeting dari masing-masing divisi, maka langkah selanjutnya adalah form budgeting tersebut akan dipelajari kemudian dirapatkan untuk menentukan hal-hal yang sekiranya perlu dikurangi atau ada penambahan. Setelah ditetapkan melalui rapat, maka selanjutnya staf keuangan meminta persetujuan berupa tanda tangan dari ketua yayasan dan pengawas operasional. Setelah itu, langkah yang terakhir adalah pencairan dana oleh bendahara. Pengawasan . Dengan aktivitas pengawasan dimaksudkan agar manajer bertugas mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan yang telah dibebankan kepada bawahan. Juga, mengontrol pelaksanaan rencana kerja secara makro yang bertujuan untuk mengetahui apakah pekerjaan dilakukan sesuai rencana atau tidak (Siswanto, 1999:. Dengan kata lain, aktivitas pengontrolan bertujuan untuk mencari penyimpangan, kemudian diadakan tindakan perbaikan menuju pada rencana yang telah ditetapkan awalnya. (Nur Zazin:. Yayasan Az-Zikra Sentul telah melakukan pengawasan terhadap manajemen keuangan dengan adanya audit. Audit dilakukan oleh tim audit internal Yayasan. Audit dilakukan untuk mencocokkan data dengan kenyataan yang ada. Adanya audit dapat mempersempit celah bagi kecurangan dan penyimpangan. Kegiatan audit juga harus dilakukan sebab lembaga sebagai yang menguasai dan mengendalikan sumber daya, dan sumber daya tersebut memengaruhi kesejahteraan ekonomi pekerja. (Laksmi, 2016:. Pelaporan dan pertanggungjawaban Keuangan Disemua lembaga, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan merupakan hal yang sangat penting dan sangat diharuskan untuk mengetahui keadaan keuangan lembaga tersebut. Laporan keuangan juga diperlukan sebagai landasan dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan bisa berupa laporan bulanan, triwulan, semester atau laporan tahunan. Dalam pelaporan, setiap transaksi keuangan harus dicatat secara kronologis dan sistematis selama satu periode tertentu di dalam sebuah atau beberapa buku yang disebut jurnal. Tiap catatan harus ditunjang dengan dokumen keuangan seperti nota, faktur, kwitansi, dan lain sebagainya. (Matin, 2014:. Pelaporan dan pertanggungjawaban juga dilakukan oleh staf keuangan Yayasan AzZikra. Laporan keuangan yayasan terdiri dari laporan pendapatan yang berisi penerimaan dan biaya-biaya yang dikeluarkan, dan laporan neraca yang menunjukkan keadaan keuangan yayasan. Buku bank, kwitansi, bukti tagihan, slip pembayaran, slip setoran, form permohonan dan dokumen keuangan lainnya juga turut menunjang pelaporan keuangan di Yayasan Az-Zikra. Dikarenakan laporan keuangan termasuk dokumen lembaga yang tidak boleh dipublikasikan, maka dalam hal ini peneliti tidak dapat menjelaskannya secara rinci. Berdasarkan wawancara singkat yang peneliti lakukan dengan staf keuangan Yayasan Az-Zikra, tidak didapati masalah yang serius dalam lingkup manajemen keuangan, yang berarti fungsi manajemen telah diterapkan dengan baik sehingga kegiatan dapat terlaksana sebagaimana yang telah direncanakan. Dan jika ada hal-hal yang mendesak dan butuh penanganan cepat, pihak manajemen pun dapat mengatasinya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Yayasan Az-Zikra Sentul dapat diambil kesimpulan bahwa Yayasan Az-Zikra Sentul telah mengimplementasikan fungsifungsi manajemen dalam menjalankan manajemen keuangannya, antara lain adanya perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan keuangan. Namun kurang adanya keterbukaan kepada peneliti, sehingga peneliti tidak dapat mempelajari lebih lanjut mengenai manajemen keuangan di Yayasan Az-Zikra Sentul. Saran dari peneliti untuk kedepannya semoga Yayasan Az-Zikra dapat lebih terbuka agar dapat memberikan pelajaran dan pengalaman bagi lembaga lain sehingga mampu berkembang dan mencapai keberhasilan seperti Yayasan Az-Zikra Sentul. DAFTAR PUSTAKA