JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Jurnal Jendela Pendidikan Volume 3 No. 04 November 2023 ISSN: 2776-267X (Prin. / ISSN: 2775-6181 (Onlin. The article is published with Open Access at: https://w. id/index. php/JJP Cara Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa Untuk Mencetak Generasi Emas Indah Karisma Dewi A. Universitas Negeri Jakarta Christian Wiradendi Wolor. Universitas Negeri Jakarta Marsofiyati. Universitas Negeri Jakarta A indahkarisma020@gmail. Abstract: The goals of this study are to determine the following:. The effect of family environment on student learning achievement, . The effect of discipline on student learning achievement, and . The effect of learning facilities on student learning achievement. This study uses quantitative methods with data collection techniques through surveys using questionnaires distributed online. The sample in this study used simple random sampling technique and obtained as many as 100 student respondents from the Faculty of Economics. State University of Jakarta. Data analysis in data research uses multiple linear regression models. All calculations in this study used the SmartPLS 4 2 application. The results of this study are . Family environment has a positive and significant effect on student achievement, . Disciplinary environment has a positive and significant effect on student learning achievement, and . Learning facilities have a positive and significant effect on student learning achievement. Keywords: Disicipline. Family Environment. Learning Achievement. Learning Fasilities Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal berikut: . Bagaimana pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa. Bagaimana pengaruh disiplin terhadap prestasi belajar mahasiswa. Bagaimana pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sebanyak 100 responden mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Analisis data dalam penelitian data menggunakan model regresi linier berganda. Seluruh perhitungan penelitian ini menggunakan aplikasi SmartPLS 4 versi 4. Hasil penelitian ini adalah . Lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa, . Lingkungan disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa, dan . Fasilitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Kata kunci: Fasilitas belajar. Kedisiplinan. Lingkungan Keluarga. Prestasi Belajar Received 5 November 2023. Accepted 19 November 2023. Published 25 November 2023 Citation: Dewi. Wolor. , & Marsofiyati. Judul artikel. Jurnal Jendela Pendidikan, 3 . , 443-452. Copyright A2023 Jurnal Jendela Pendidikan Published by CV. Jendela Edukasi Indonesia. This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-Share Alike 4. 0 International License. Dewi. Wolor. Marsofiyati PENDAHULUAN Aktvitas manusia tidak akan pernah lengkap tanpa adanya Pendidikan. Faktor utama dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu negara adalah sistem pendidikannya. Untuk Indonesia sendiri diperlukan suatu sistem untuk dapat meningkatkan standar Pendidikan. Hal ini merupakan hasil dari sistem pendidikan Indonesia yang masih berkembang dan dengan adanya peningkatan ini, sistem pendidikan di Indonesia akan dapat terus maju kearah yang lebih baik. Tujuan dari peningkatan standar pendidikan adalah untuk meningkatkan pembelajaran di tingkat Pendidikan tertentu. Ada nilai-nilai yang diharapkan muncul dari hasil pembelajaran tersebut seperti moral, sosial, intelektual, kebangsaan, dan Pembelajaran itu sendiri adalah sebah proses yang melibatkan interaksi pengajar dan peserta didik . alam hubungan timbal bali. Kegiatan belajar di kampus adalah kegiatan sangat penting di dalam proses pendidikan secara keseluruhan. Dari hal ini bisa dilihat berhasil tidaknya pencapaian tujuan belajar mahasiswa ditentukan dari pengalaman proses belajar itu sendiri. Dari perspektif psikologis, pembelajaran dapat didefinisikan sebagai proses di mana kebutuhan dasar mahasiswa terpenuhi dan perilaku mereka diubah sebagai hasil dari interaksi mereka dengan lingkungan. Penyesuaian ini akan terlihat pada perilaku setiap mahasiswa. Hasil dari kegiatan belajar itu bisa dikatakan sebagai prestasi belajar jika memiliki hasil yang baik. Prestasi belajar yang tinggi merupakan tanda bahwa seseorang telah berhasil di dalam proses pembelajaran dan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Namun sangat disayangkan, prestasi belajar di Indonesia sendiri masih sangatlah rendah padahal pemerintah terus menerus memperbaiki sistem Pendidikan. Contoh saja pada hasil studi yang dilakukan oleh PISA (Program Internationa Student Assessmen. yang diselenggarakan pada tahun 2018. Indonesia menempati peringkat 74 dari 80 negara. Selanjutnya pada tahun 2017 terdapat pemeringkatan Pendidikan yang diselenggarakan oleh UNESCO pada wilayah ASEAN dan Indonesia menempati peringkat 5 dengan skor 0,603. Melalui data ini sudah cukup membuktikan bahwa prestasi belajar di Indonesia sangatlah buruk. Padahal Indonesia mempunya cita-cita pada tahun 2045 indonesia akan menjadi bangsa yang maju, namun untuk saat ini pendidikan di Indonesia sendiri masih sangat tertinggal jauh. Prestasi belajar bisa dikatakan sebagai salah satu indikator dari pencapaian tujuan nasional pendidikan. Nitko dan Brookhart . menyatakan bahwa perkembangan mahasiswa yang meliputi kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa setelah terlibat dalam pembelajaran. Hal inilah yang mengarah pada pencapaian mahasiswa dalam Menurut Inayah . menyatakan untuk memastikan upaya mahasiswa tercermin dalam prestasi belajar mereka. Prestasi akademik yang luar biasa menunjukkan sumber daya manusia yang unggul, dan begitupun sebaliknya. Mahasiswa yang telah menyelesaikan proses belajar atau waktu belajar tertentu dikatakan telah menunjukkan presasi belajar. Prestasi belajar juga bisa tercermin dalam kemajuan akademik mahasiswa itu sendiri. Pencapaian hasil pembelajaran oleh para mahasiswa ini menunjukkan keberhasilan pembelajaran yang telah mereka lalui. Tingkat hasil pembelajaran sebanding dengan keberhasilan yang diperoleh siswa setelah mengerjakan program pendidikan yang sesuai dengan tingkatannya. Ringkasan tingkat pencapaian mahasiswa diberikan oleh nilai yang berasal dari evaluasi yang diselesaikan pada akhir semester. Mengupayakan prestasi belajar yang memuaskan adalah tujuan Bersama antara pendidik, orang tua, dan siswa. Namun untuk mencapainya cukup menantang karena banyaknya variable yang Menurut Mustaqim . penilaian hasil belajar peserta didik dalam bidang pendidikan setelah proses pembelajaran yang dilakukan melalui ujian atau alat lain yang sesuai, dan mencakup faktor-faktor seperti perkembangan kognitif, emosional, dan Prestasi belajar adalah temuan-temuan dari evaluasi terhadap upaya belajar mahasiswa yang disajikan sebagai kata-kata, lambang, maupun bentuk lain yang dapat menunjukkan hasil yang telah dicapai setiap anak selama periode waktu tertentu. Keberhasilan belajar dianggap sempurna jika memenuhi tiga kriteria yaitu perkembangan Dewi. Wolor. Marsofiyati kognitif, afektif, dan psikomotorik, sebaliknya dianggap tidak memuaskan jika ketiga kriteria tersebut belum terpenuhi. Setelah dilakukan sebuah pre-riset tentang apa saja faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa dan didapatkan hasil tiga faktor teratas yaitu lingkungan keluarga, kedisiplinan, dan fasilitas belajar. Selanjutnya setelah wawancara singkat dengan tiga narasumber, didapatkan hasil bahwa lingkungan keluarga, kedisiplinan, dan fasilitas belajar memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap prestasi belajar mahasiswa. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan belajar awal prasekolah, yang pertama kali ditemui anak selama masa pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, kegiatan belajar mahasiswa juga sering kali dipengaruhi oleh lingkungan keluarga mereka. Hal ini dikarenakan adanya demografi keluarga seperti rumahnya jauh dari kampus, lalu ada keadaan ekonomi dari orang tua yang belum menyiapkan lingkungan rumah untuk belajar. Beberapa yang sudah disebutkan adalah alasan mengapa lingkungan keluarga menjadi pengaruh paling penting di dalam prestasi belajar. Menurut Habullah . menyatakan bahwa dari semua konteks pembelajaran, lingkungan rumah adalah yang tertua dan paling informal, yang memberikan pengalaman belajar pertama dan paling signifikan bagi anakanak. Agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang, keluarga dan orang tua kandung mereka harus memberikan pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan yang tepat. lingkungan keluarga, hubungan timbal balik interaksi terjadi dan tercipta. Di lingkungan keluarga, orang tua dan saudara-saudara lainnya memainkan peran penting dalam menentukan tingkat pencapaian akademik mereka. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wahid. Setiyoko. Riono, & Saputra . menyatakan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. Faktor selanjutnya adalah disiplin belajar. Anak yang disiplin akan belajar dengan sikap tertib dan patuh tanpa tekanan dari luar. Mengembangkan sikap disiplin pada mahasiswa akan mencegah mahasiswa menjadi malas dan dapat meningkatkan motivasi Dengan adanya penerapan disiplin belajar, dimanapun mahasiswa itu berada seperti di rumah, di komunitas, atau di lingkungan Pendidikan, mereka akan belajar. dalam pendidikan sendiri masih banyak mahasiswa yang tidak disiplin seperti terlambat masuk kelas, tidak menyelesaikan dan mengumpulkan tugas, menyontek pekerjaan teman sebaya, dan bolos masuk kelas. Hal ini perlu menjadi perhatian segala pihak, karena mereka harus lebih memperkuat kedisiplinan peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajar dari mahasiswa. Studi yang telah dilakukan oleh Irwani . menyatakan bahwa ada pengaruh kedisiplinan terhadap prestasi belajar. Fasilitas belajar adalah kelengkapan atau kemudahan yang terdapat di lingkungan Pendidikan. Ketika fasilitas belajar kurang memadai, maka hal ini bisa sangat mengganggu proses belajar mahasiswa. Fasilitas belajar yang baik apabila mampu menyediakan peralatan, prasarana, ruang kelas, dan perlengkapan yang diperlukan didalam Lalu fasilitas belajar yang baik jika segala sesuatunya sudah tersedia, termasuk sarana dan prasarana yang sesuai seperti peralatan, ruang kelas yang baik, dan buku panduan untuk pengajar. Bagi para pendidik, fasilitas belajar dikatakan baik jika segala sesuatu yang bisa membantu mahasiswa untuk meningkatkan prestasi belajar. Menurut Studi yang telah dilakukan oleh Anggraini & Imaniyati . menunjukkan hasil bahwa fasilitas belajar berpengaruh kepada prestasi siswa. Berdasarkan permasalahan diatas perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor yang memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa guna meningkatkan prestasi belajar di Indonesia dan mencetak generasi emas dimasa yang akan datang. Maka dari itu, penelitian ini sangat penting dilakukan untuk menguji pengaruh dari lingkungan keluarga, kedisiplinan, dan fasilitas belajar terhadap terhadap prestasi belajar mahasiswa. METODE Dewi. Wolor. Marsofiyati Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan program SmartPLS 4 versi 4. 2 untuk semua perhitungan. Outer Model menghitung Convergent Reliability. Discriminant Validity. Composite Reliability. Cronbach's Alpha, dan Inner Model menghitung T Statistic. R-Square. F-Square, dan Path Coefficients. Penelitian ini menggunakan 100 responden mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan yang disebar secara online menggunakan Microsoft form dan menggunakan teknik simple random Kuesioner yang disebar menggunakan skala likert dari 1 hingga 5 yang menyatakan 1 = Sangat tidak setuju, 2 = Tidak setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, dan 5 = Sangat HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 100 responden mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Hasil analisis statistika deskripsi meliputi: Pertama, pengujian composite reliability. composite reliability adalah istilah untuk data yang digunakan untuk menilai ketergantungan indikator pada variabel tertentu. Seseorang dapat menyatakan bahwa suatu variabel memiliki composite reliability yang memuaskan jika nilai composite reliability lebih besar atau sama dengan 0,7. Berikut ini adalah nilai composite reliability dari masing-masing variable: TABEL 1. Composite Reliability Variabel Lingkungan Keluarga (X. Kedisiplinan (X. Fasilitas Belajar (X. Prestasi Belajar Mahasiswa (Y) Composite Reliability 0,834 0,771 0,743 0,799 Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai composite reliability dari seluruh variabel penelitian lebih dari 0,07. Hasil ini menunjukkan bahwa setiap variabel dapat dikatakan memiliki reliabilitas komposit yang cukup baik, atau dengan kata lain, setiap variabel memiliki ambang batas reliabilitas yang rendah. Selanjutnya pengujian Cronbach AlphaJika angka Cronbach alpha suatu variabel lebih dari 0,7, maka variabel tersebut dapat diterima. Berikut ini adalah nilai Cronbach alpha dari maisng-masing variable: TABEL 2. Cronbach Alpha Variabel Cronbach Alpha Lingkungan Keluarga (X. Kedisiplinan (X. Fasilitas Belajar (X. Prestasi Belajar Mahasiswa (Y) 0,735 0,705 0,761 0,731 Berdasarkan data yang sudah diolah menggunakan SmartPLS 4 diatas, dapat dilihat bahwa setiap variabel penelitian memiliki nilai Cronbach alpha lebih besar dari 0,7. Kesimpulannya adalah semua variabel penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi dan telah memenuhi kriteria angka cronbach alpha. Lalu pengujian melalui Discriminant Validity. Untuk memverifikasi bahwa setiap konstruk atau variabel label berbeda dengan konstruk atau variabel lainnya, digunakan pengolahan data discriminant validity. Berikut ini adalah hasil penngujian discriminant Dewi. Wolor. Marsofiyati TABEL 3. Nilai Discriminant Validity Lingkungan Keluarga Lingkungan Keluarga Kedisiplinan Fasilitas Belajar Prestasi Belajar Mahasiswa 0,684 0,725 0,602 Kedisiplinan 0,770 0,754 Fasilitas Belajar Prestasi Belajar Mahasiswa 0,795 Dari temuan-temuan di atas, dapat dilihat bahwa validitas diskriminan memenuhi syarat atau standar untuk validitas yang sangat baik. Selanjutnya, pengujian melalui Analysis of the Coefficient of Determination (R. Setelah pengolahan data, nilai R-Square yang dihasilkan sebagai berikut: TABEL 4. R-Square Variabel Prestasi Belajar Mahasiswa Nilai 0,775 Dari table diatas, nilai R-Square konstruk prestasi belajar mahasiswa adalah sebesar 0,775 atau 75,5%, menunjukkan besarnya pengaruh yang diberikan konstruk lingkungan keluarga, kedisiplinan, dan fasilitas belajar dalam mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Kapasitas konstruksi eksogen untuk menjelaskan variabel endogen meningkat dengan nilai R-Square yang lebih tinggi, yang mengindikasikan pembentukan struktur yang lebih kuat. Selanjutnya analisis F-Squere. Nilai F-square dalam penelitian ini adalah 0,02 untuk lemah, 0,15 untuk sedang, dan 0,35 untuk tinggi. Nilai kurang dari 0,02 dapat diabaikan atau dianggap tidak memiliki signifikansi. Setelah pengolahan data, nilai R-Square yang dihasilkan sebagai berikut: TABEL 5. Nilai F-Square Prestasi Belajar Mahasiswa Lingkungan Keluarga (X. 0,49 Kedisiplinan (X. 0,38 Fasilitas Belajar (X. 0,43 Berdasarkan table pengolahan data diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa pertama pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa memiliki nilai yang tinggi yaitu 0,49. Kedua, pengaruh kedisiplinan terhadap prestasi belajar mahasiswa memiliki nilai yang tinggi yaitu 0,38. Ketiga, pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa memiliki nilai yang tinggi yaitu 0,43. Selanjutnya da pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian Inner Model . odel struktura. yang berisi output R-Square, path coefficient, dan T-statistic, dilakukan pengujian hipotesis. Hal ini untuk mengetahui apakah suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak dengan melihat nilai signifikan antar konstruk. T-statistik, dan P-Value. Pengujian hipotesis penelitian ini dilaksanakan dengan bantuan aplikasi SmartPLS (Partial Least Squar. 4 versi 4. angka-angka ini dapat dilihat dari hasil bootstrapping Rule of thumb yang digunakan dalam penelitian ini adalah T-statistik > 1,96 dengan tingkat signifikansi Pvalue 0,05 . %) dan koefisien beta positif. Dewi. Wolor. Marsofiyati TABEL 6. Nilai Path Coefficients Lingkungan terhadap prestasi belajar Kedisiplinan Fasilitas belajar terhadap Original Sample . Sample Mean (M) T Statistic (|O/STDEV|) P Values 0,481 Standard Deviation (STDEV) 0,085 0,476 5,672 0,00 0,425 0,432 0,081 5,653 0,00 0,261 0,289 0,107 2,375 0,018 PEMBAHASAN Hipotesis pertama adalah untuk membuktikan apakah lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hasil pengujian menunjukkan path coefficient Lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa sebesar 0,476. T-statistik sebesar 5,672, dan p-value sebesar 0,000. Dari hasil tersebut, dinyatakan bahwa T-statistik signifikan karena nilai T-statistik > 1,96 dengan p-value < 0,05. Dengan demikian, hipotesis penelitian pertama diterima. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini konsisten atau sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hermawan et al . yang menyatakan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini dikarenakan bahwa lingkungan belajar merupakan tepat seorang anak tumbuh dan berkembangan dari kecil sehingga pengajaran di lingkungan keluarga pasti sangat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Semakin bagus lingkungan keluarga maka prestasi belajarnya pun akan semakin baik. Selanjutnya Slameto . menyatakan bahwa cara orang tua membesarkan anak-anak mereka, dinamika keluarga, lingkungan di rumah, dan posisi keuangan keluarga, semuanya berdampak pada anak-anak. Elemen-elemen ini mungkin dapat menghasilkan situasi dan kondisi yang dapat memotivasi anak-anak untuk belajar lebih banyak jika mereka dapat melakukan tugas dan kewajiban mereka sendiri dengan baik. Keluarga seorang anak adalah lingkungan tempat mereka dapat tumbuh menjadi dewasa. Potensi perkembangan dan kepribadian seorang anak dibentuk oleh Keluarga adalah unit orang yang erat yang terdiri dari ibu, ayah, dan anakanak yang lebih muda. Keluarga adalah lingkungan budaya utama di mana norma-norma ditetapkan serta membentuk rutinitas dan tindakan penting untuk bertahan hidup. Pengembangan berbagai rutinitas dan aktivitas yang benar-benar penting bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Hubungan interaksi timbal balik antara manusia dengan manusia lainnya berkembang di lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga anak memainkan peran penting dalam menentukan tingkat pencapaian akademis mereka. Akibatnya, setiap anggota keluarga harus berusaha untuk tetap berinteraksi secara positif dengan lingkungan mereka. Selain itu, latar belakang pendidikan seseorang memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerjanya. Ada dua bentuk pola keluarga yaitu keluarga inti dan keluarga luas. Anak yang berada di dalam pengaruh Pendidikan kurang baik, akan mengganggung kesejahteraan hidup. Ini adalah salah satu contoh dampak dari pendidikan yang tidak memadai. Salah satu area di mana anak-anak menerima pendidikan pertama dan mendasar adalah keluarga, ketika orang tua berperan sebagai ibu dan ayah. Selain itu, semua anggota keluarga lainnya kakek, nenek, saudara kandung, dan teman serumah lainnya memainkan peran yang sama pentingnya dalam mendidik anak-anak dalam kerangka keluarga. Keluarga adalah sumber paling awal dan paling penting bagi seseorang untuk mempengaruhi kehidupan, perkembangan, dan kemajuannya. Tujuan dan pentingnya pendidikan keluarga termasuk memberikan pengalaman paling awal bagi Dewi. Wolor. Marsofiyati seorang anak, mengamankan perkembangan emosional mereka, membangun dasar untuk pendidikan moral dan sosial, dan membangun kerangka kerja untuk agama. Hipotesis kedua adalah untuk membuktikan apakah kedisiplinan berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hasil pengujian dari SmartPLS 4 menunjukkan bahwa path coefficient kedisiplinan berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa sebesar 0,425. T-statistik sebesar 5,653, dan p-value sebesar 0,00. Setelah didapatkan hasil pengolahan data tersebut, bisa disimpulkan bahwa T-statistik signifikan karena nilai T statistic > 1,96 dengan p-values < 0,05. Dengan demikian, hipotesis penelitian kedua ini Hal ini menunjukkan bahwa kedisiplinan memiliki pengaruh positif terdapat prestasi belajar mahasiswa. Hal ini konsisten atau sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lomu Widodo . dan Irwani . dimana kedisiplinan dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar Seorang mahasiswa yang mempraktikkan disiplin yang kuat akan dapat mengatur perilakunya sendiri dan mengikuti aturan yang akan memfasilitasi pembelajaran dan membuatnya lebih mudah untuk mencapai tujuan. Menurut Wirantasa . Pertumbuhan anak sangat penting untuk kesuksesan masa depan mereka. Mahasiswa yang disiplin akan termotivasi untuk mencapai impian dan ambisi mereka. Selain itu, disiplin mengajarkan siswa untuk menghormati standar dan praktik yang telah mereka tetapkan untuk diri mereka sendiri untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Untuk berhasil dalam segala hal termasuk belajar, disiplin merupakan kualitas yang perlu dipupuk, ditanamkan, dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar membutuhkan banyak usaha, termasuk rajin, tekun, dan terus menerus . Kualitas-kualitas ini menuntut usaha mental dan fisik, serta energi dan keinginan untuk memaksimalkan waktu istirahat untuk belajar dan tujuan-tujuan lainnya. Ada dua jenis disiplin yang dapat dimiliki oleh seseorang. Pertama, harus ada displin waktu dan disiplin dalam pekerjaan atau aktivitas. Hasilnya, kedua bentuk disiplin yang dikemukakan Moenir tersebut saling berhubungan dan berdampak satu sama lain. Sudah mendarah daging dalam diri seseorang untuk mempraktikkan disiplin. Pengetahuan dari dalam diri dan keyakinan untuk melakukan apa yang benar dan berguna bagi diri sendiri dan lingkungan adalah sumber utama dari disiplin. Memiliki disiplin sangat penting untuk tugas-tugas pembelajaran. Hal ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan Salah satu hal yang secara signifikan mempengaruhi kapasitas seseorang untuk belajar adalah sikap mereka terhadap disiplin. Akibatnya, dua bentuk disiplin yang dikemukakan Moenir saling berhubungan dan berdampak satu sama lain. Sudah mendarah daging dalam diri seseorang untuk mempraktikkan disiplin. Pengetahuan dari dalam diri dan keyakinan untuk melakukan apa yang benar dan berguna bagi diri sendiri dan lingkungan adalah sumber utama dari disiplin. Memiliki disiplin sangat penting untuk tugas-tugas pembelajaran. Hal ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan Salah satu hal yang secara signifikan mempengaruhi kapasitas seseorang untuk belajar adalah sikap mereka terhadap disiplin. Hipotesis ketiga adalah untuk membuktikan apakah fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa path coefficient fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa sebesar 0,261. T-satistik sebesar 2,375, dan p-value sebesar 0,018. Setelah didapatkan hasil pengolahan data tersebut, bisa disimpulkan bahwa T-statistik signifikan karena T-statistik > 1,96 dengan pvalue < 0,05. Dengan demkian hipotesis penelitian ketiga ini diterima. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini konsisten atau sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Djumati . Islamiyah . Anggraini dan Imaniyati . yang memiliki bahwa fasilitas belajar memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Mahasiswa dapat belajar dengan baik dan menghasilkan keberhasilan belajar karena tersedia fasilitas belajar yang Menurut Cynthia dkk . Lingkungan belajar berperan dan berdampak pada seberapa baik siswa belajar. Fasilitas kampus adalah elemen paling penting yang membutuhkan pemeliharaan karena akan memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler dan akademik serta keberhasilan proses belajar mengajar yang efektif. Semua fasilitas bergerak Dewi. Wolor. Marsofiyati dan tidak bergerak yang diperlukan untuk proses belajar mengajar termasuk dalam fasilitas Hal ini memastikan bahwa tujuan pendidikan dapat dicapai dengan mudah, konsisten, efektif, dan efisien, sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Menurut Habsyi . Fasilitas belajar memainkan peran penting dalam efisiensi dan pengorganisasian kegiatan belajar mengajar. Ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, alat tulis, buku catatan, bahan bacaan, media untuk penyampaian materi, dan tempat lainnya adalah beberapa sumber daya yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Sarana dan prasarana yang dikenal sebagai "fasilitas pembelajaran" meliputi ruang, bahan, media, buku, dan sumber daya lainnya yang memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Menurut Isnaini dkk . dalam bidang pendidikan, semua yang bersifat substansial atau fisik yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar disebut sebagai fasilitas. Contohnya adalah memiliki buku pelajaran, alat peraga, peralatan laboratorium, perlengkapan kelas, dan segala sesuatu yang dapat membantu. SIMPULAN Berdasarkan dengan hasil pengolahan data, bisa diambil kesimpulan bahwa: Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara lingkungan keluarga (X. terhadap prestasi belajar mahasiswa (Y), sehingga bisa dikatakan bahwa semakin baik lingkungan tumbuh kembang anak di lingkungan keluarganya maka akan semakin tinggi prestasi belajarnya. Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara kedisiplinan (X. terhadap prestasi belajar mahasiswa (Y), sehingga bisa dikatakan bahwa semain disiplin seseorang maka prestasi belajarnya akan semakin tinggi. Terdapat pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar (X. terhadap prestasi belajar mahasiswa (Y), sehingga bisa dikatakan bahwa semakin lengkap fasilitas yang didapatkan selama proses belajar, maka akan semakin tinggi juga prestasinya. Implikasi pada penelitian ini adalah perlu diperhatikannya lingkungan keluarga, kedisiplinan, dan fasilitas belajar untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Hal ini sudah dikemukakan di dalam hasil penelitian yang menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, kedisiplinan, dan fasilitas belajar dapat berpengaruuh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan dari kesimpulan dan implikasi yang sudah didapat, terdapat beberapa saran yang bisa diberikan untuk meningkatkan presasi belajar mahasiswa, seperti lingkungan keluarga harus mendidik anaknya agar tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mementingkan pendidikan, kedisiplinan sebaiknya sudah diajarkan dari kecil untuk menumbuhkan sifat kedisiplinan, pelu adanya perhatian di dalam fasilias belajar agar mahasiswa bisa belajar dengan baik. DAFTAR PUSTAKA