AlAeAmal: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah e-ISSN: 2798-8694, p-ISSN: 2807-128X Volume 5. Nomor 2 (Desember 2. , w. an-nadwah. Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM Yudhi Yanuar Fiqri IAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Indonesia Email: yudhiyanuarfiqri@gmail. Abstrak Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan usaha produktif yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau badan usaha perorangan dengan skala usaha tertentu, yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja serta pemerataan pendapatan masyarakat. Permasalahan utama yang sering dihadapi oleh UMKM meliputi lemahnya pengelolaan usaha, rendahnya efisiensi penggunaan sumber daya, serta keterbatasan pemahaman manajerial. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi interaktif yang membahas konsep manajemen dasar manajemen efisien, pengelolaan waktu, biaya dan sumber daya usaha secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya manajemen efisien sebagai strategi mempertahankan dan mengambangkan usaha secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk menerapkan prinsip manajemen efisien dalam aktivitas usahanya guna meningkatkan daya saing dan keberlangsungan UMKM. Kata Kunci: Manajemen Efisien. UMKM. Keberlanjutan Usaha. PKM PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama dalam struktur perekonomian nasional. Keberadaan UMKM tidak hanya berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat lokal. UMKM memiliki karakteristik fleksibel, adaptif terhadap perubahan lingkungan usaha, serta mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi, termasuk pada masa krisis. Oleh karena itu, penguatan UMKM menjadi agenda strategis dalam upaya mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun memiliki peran yang sangat signifikan. UMKM masih menghadapi berbagai permasalahan struktural dan manajerial. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah rendahnya efisiensi dalam pengelolaan usaha. Banyak pelaku UMKM belum menerapkan prinsip-prinsip manajemen secara optimal, baik dalam pengelolaan waktu, biaya, sumber daya manusia, maupun proses produksi. Kondisi ini menyebabkan Page | 158 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM tingginya biaya operasional, rendahnya produktivitas, serta lemahnya daya saing UMKM ditengah persaingan usaha yang semakin ketat. Manajemen efisiensi menjadi aspek yang penting dalam mendukung kemampuan menekan biaya, tetapi juga mencakup kemampuan pelaku usaha dalam mengelola sumber daya secara optimal untuk mencapai tujuan usahaha dengan hasil maksimal. Efisiensi manajemen memungkinkan UMKM untuk meningkatkan produktivitas, menjaga stabilitas keuangan, serta memperpanjang keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Penerapan manajemen yang efisien memiliki pengaruh positif terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM, terutama dalam menghadapi keterbatasan modal dan sumber Namun demikian, pada kenyataannya masih banyak pelaku UMKM yang menjalankan usahanya secara tradisional dan berbasis pengalaman tanpa didukung pemahaman manajerial yang memadai. Keterbatasan pengetahuan mengenai perencanaan usaha, pengendalian biaya, pencatatan keuangan sederhana, serta pengambilan keputusan berbasis efisiensi menjadi faktor penghambat dalam pengembangan UMKM. Rendahnya literasi manajemen ini menyebabkan pelaku UMKM sulit mengidentifikasi pemborosan, menentukan skala prioritas usaha, dan merancang strategi keberlanjutan yang tepat. Keberlanjutan UMKM tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet atau keuntungan yang diperoleh, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola usahanya secara konsisten dan efisien. UMKM yang mampu menerapkan manajemen efisien cenderung lebih adaptif terhadap perubahan pasar, lebih tahan terhadap tekanan biaya, serta memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam bidang manajemen efisien menjadi kebutuhan yang mendesak dan strategis. Kegiatan sosialisasi merupakan salah satu bentuk intervensi yang efektif dalam upaya meningkatkan pemahaman kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya manajemen efisien. Melalui sosialisasi, pelaku UMKM dapat memperoleh pengetahuan dasar mengenai konsep dan praktik manajemen efisien yang aplikatif dan sesuai dengan skala usaha mereka. Sosialisasi juga menjadi sarana transfer keilmuan dari perguruan Tulus Tambunan. AuRecent evidence of the development of micro, small and medium enterprises in Indonesia,Ay Journal of Global Entrepreneurship Research 9, no. : 1Ae15, https://doi. org/10. 1186/s40497-018-0140-4. Page | 159 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM tinggi kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Beberapa kajian akademik menegaskan bahwa kegiatan pendampingan dan sosialisasi manajemen memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas UMKM, terutama dalam aspek pengelolaan usaha dan keberlanjutan bisnis. 2 Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema AuSosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKMAy dilakukan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman dan penguatan kapasitas manajerial bagi pelaku UMKM. Diharapkan melalui kegiatan ini, pelaku UMKM mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen efisien dalam menjalankan usahanya sehingga dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha secara berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menggunakan metode pendekatan sosialisasi dan edukatif dengan metode partisipatif. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus mendorong keterlibatan aktif pelaku UMKM dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan partisipatif, peserta tidak hanya menjadi objek kegiatan, tetapi juga berperan aktif dalam diskusi dan penyampaian permasalahan usaha yang dihadapi. Sosialisasi dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik pelaku UMKM yang memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman usaha yang beragam, sehingga materi disampaikan secara sederhana, aplikatif dan konsektual dengan kondisi riil usaha peserta. Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, materi sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM disampaikan oleh Yudhi Yanuar Fiqri. SE. MM. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan pada hari senin tanggal 6 oktober 2025 di lorong pandan. RT 008. Tungkal IV Kota. Kab. Tanjung Jabung Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pukul 9. 30 sampai pukul 11. 00 WIB, bertempat di salah satu rumah peserta bernama pika yang memiliki usaha kos-kosan. Yuli Rahmini Suci. AuPerkembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menenga. di Indonesia,Ay Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos 6, no. : 51Ae58. Page | 160 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM Adapun peserta dalam sosialisasi ini adalah para pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha yang ada di kota kuala tungkal seperti Pelaku pemilik usaha ayam geprek, usaha koskosan, usaha konter dan servic HP/laptop, pemilik usaha Bakso, dan pemilik usaha rumah A Tahap pelaksanaan Kegiatan Tim PKM melakukan reservasi tempat dilaksanakannya kegiatan dan menghubungi para pelaku UMKM untuk memberitahukan waktu dan tempat dilaksanakannya kegiatan sosialisasi tersebut. Pemateri melakukan persiapan materi terlebih dahulu terkait manajemen efisien pada UMKM. Adapun materi tersebut berisi tentang dasar manajemen efisien, manajemen biaya dan manajemen produksi dan operasional guna mendukung keberlanjutan UMKM. Secara ringkas, materi yang diberikan pada kegiatan tesebut yaitu sebagai berikut: Manajemen efisien manajemen efisien merupakan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki, seperti waktu, biaya, tenaga kerja, dan bahan baku secara optimal untuk mencapai tujuan usaha dengan pengorbanan seminimal mungkin. Efisiensi dalam manajemen menekankan pada pengurangan pemborosan tanpa mengurangi kualitas produk atau layanan yang dihasilkan. Bagi UMKM, penerapan manajemen efisien sangat penting mengingat keterbatasan modal dan sumber daya yang dimiliki. Dalam konteks keberlanjutan UMKM, manajemen efisien berperan sebagai strategi utama untuk menjaga stabilitas usaha dalam jangka panjang. Manajemen biaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan UMKM karena berkaitan langsung dengan kemampuan usaha dalam mengendalikan pengeluaran dan menjaga stabilitas keuangan. Pengelolaan biaya yang efisien membantu UMKM menekan pemborosan, meningkatkan keuntungan, serta menjaga arus kas tetap sehat. Dengan biaya yang terkendali. UMKM lebih mampu bertahan menghadapi penurunan pendapatan, persaingan usaha, dan perubahan kondisi pasar, sehingga keberlanjutan usaha dapat terjaga dalam jangka panjang. Manajemen produksi dan operasional berperan penting dalam keberlanjutan UMKM karena memastikan proses usaha berjalan secara efisien, konsisten, dan Pengelolaan produksi yang baik membantu UMKM menjaga kualitas Page | 161 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM produk, mengurangi pemborosan bahan baku, serta meningkatkan produktivitas. Sementara itu operasional yang efisien mendukung ketepatan waktu pelayanan dan kepuasan pelanggan, sehingga UMKM mampu mempertahankan kepercayaan Dengan mempertimbangkan dan menerapkan prinsip-prinsi ini, usaha kecil menengah dapat meningkatkan efisiensi, mengelola keuangan menjadi lebih baik dan tentunya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan pada UMKM. Pada hari dan waktu yang ditentukan, pemateri memberikan materi yang sebelumnya sudah disiapkan kepada peserta yang mengikuti sosialisasi yang dalam hal ini adalah para pelaku UMKM yang ada di kota kuala tungkal yang hadir pada hari senin tersebut. Gambar 1. Narasumber Memberikan Materi Setelah selesai sesi penyampaian materi, pemberi materi melakukan sesi tanya jawab terkait manajemen efisien guna menjaga keberlanjutan UMKM. Ada beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh peserta pada sesi tanya jawab. Adpun pertanyaannya antara lain adalah sebagai berikut: Ibu Dewi . emilik usaha ayam gepre. : Bagaimana cara mengatur keuangan . anajemen keuanga. suatu usaha dengan baik? Karena keuangan ini sangat sensitif sekali dalam suatu usaha terutama usaha yang berskala kecil perputarannya sangat Page | 162 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM Jawab: Dalam mengatur keuangan suatu usaha yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: Lakukan pencatatan keuangan, setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat meskipun kecil. Catatan ini berbentuk buku kas harian. Dengan pencatatan ini maka akan terlihat apakah usaha untuk atau merugi dan kemana arah uang usaha digunakan menjadi terlihat jelas. Pisahkan keuangan usaha dan pribadi. Keuangan usaha tidak boleh dicampur dengan keuangan pribadi. Untuk itulah pencatatan keuangan suatu usaha Karena jika keuangan usaha tidak dipisahkan maka modal usaha bisa tergerus untuk kepentingan pribadi dan keuntungan pun susah di ukur, kembali ke poin 1 di atas lakukan pencatatan keuangan agar arus uang terlihat dengan jelas. Kelola arus kas dengan disiplin . ash flo. Pastikan uang masuk dan keluar terkontrol dengan baik dengan melakukan langkah sederhana yaitu dahulukan pengeluaran penting . ahan baku, operasiona. dan simpan sebagian uang sebagai cadangan usah. Tentukan harga jual yang tepat. Harga jual harus mempertimbangkan besaran biaya produksi, biaya operasional dan keuntungan yang wajar. Harga yang tepat mencegah kerugian dan menjaga keberlangsungan usaha. Lakukan survei terlebih dahulu untuk usaha yang ingin dikembangkan. Lihat pangsa pasar dan pesaing didalamnya terkait harga jual dan kualitas produknya. Sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha. Keuntungan tidak boleh langsung dihabiskan. Sebaiknya sebagian ditabung dan sebagian diputar kembali sebagai modal usaha Evaluasi keuangan secara berkala. Lakukan evaluasi mingguan atau bulanan, cek arus kas, cek laba rugi dan cek pengeluaran terbesar. Karena evaluasi membantu pelaku UMKM mengambil keputusan yang tepat. Intinya keuangan yang baik membuat UMKM menjadi lebih terkontrol dan lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Page | 163 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM Ibu rizkia: Bagaimana cara agar suatu usaha dapat bertahan di tengah persaingan yang ketat dan ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini dapat dikatakan Jawab: Di tengah kondisi ekonomi yang saat ini dapat dikatakan melemah, efisiensi menjadi kunci utama bagi para pelaku usaha. Caranya: Terapkan manajemen efisiensi. Menekan biaya yang tidak perlu dan mengoptimalkan bahan baku dan tenaga kerja. Jaga arus kas agar tetap sehat. Keuangan merupakan hal yang sangat penting pada suatu usaha. Fokus utama bukan pada keuntungan yang besar saja, tapi kelangsungan dan kelancaran arus kas. Hindari utang yang tidak produktif, dan pastikan uang yang masuk lebih besar dari pada uang yang keluar Pertahankan kualitas produk dan layanan. Di tengah ketatnya persaingan, kepercayaan pelanggan adalah aset utama. UMKM harus terus menjaga kualitas produk yang dihasilkan, hindari penurunan kualitas demi harga murah dan tentunya berikan pelayanan yang baik dan konsisten. Sesuaikan produk dengan daya beli masyarakat. Pelaku usaha perlu beradaptasi dengan kondisi pasar. Misalnya dengan menawarkan paket hemat, menyediakan ukuran produk yang lebih keci dan lakukan inovasi. Gunakan dan manfaatkan pemasaran digital. Di era digitalisasi saat ini. UMKM di tuntut untuk melek digitalisasi demi keberlanjutan usaha. Lakukan promosi di media sosial. Terus berevaluasi dan berani beradaptasi. Usaha yang bertahan adalah usaha yang mengikuti kondisi pasar. Lakukan evaluasi penjualan dan biaya, mengubah strategi jika dirasa kurang efektif dan yang terpenting terbuka terhadap inovasi sederhana. Pak Ogek: Apa saja bentuk pemborosan dalam proses produksi UMKM dan bagaimana cara menghindarinya! Jawab: Bentuk pemborosan dalam proses produksi UMKM dan cara menghindarinya: Pemborosan bahan baku. Jika bahan baku usaha yang digunakan adalah bahan baku yang gampang membusuk dan gampang rusak, belilah sesuai kebutuhan artinya jangan stok bahan baku dalam jumlah yang banyak. Ukur kebutuhan produksi dengan tepat dan simpan bahan baku dengan baik. Page | 164 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM Pemborosan waktu produksi. Bentuknya waktu kerja terbuang karena proses tidak teratur atau menunggu. Cara menghindarinya buat alur kerja yang jelas, atur jadwal produksi dan siapkan alat serta bahan sebelum produksi dimulai. Pemborosan tenaga kerja. Bentuknya tenaga kerja tidak bekerja secara optimal atau tugas tumpang tindih. Cara menghindari bagi tugas dengan jelas dan sesuaikam jumlah tenaga kerja dengn kapasitas produksi. Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan, agar pemborosan dalam proses produksi dapat terhindari. Pak Roni: Bagaimana manajemen efisiensi dapat membantu menekan biaya operasional usaha? Jawab: Adapun peran manajemen efisiensi dalam menekan biaya operasional usaha Mengurangi pemborosan sumber daya. Menejemen efisiensi membantu pelaku usaha mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan, seperti bahan baku terbuang, penggunaan listrik dan air berlebih, serta waktu kerja yang tidak produktif. Dengan mengurangi pemborosan, biaya operasional dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas produk atau layanan. Pengendalian biaya secara terencana. Melalui manajemen efisiensi, pelaku UMKM dapat merencanakan pengeluaran dengan lebih baik. Biaya operasional yang dikeluarkan disesuaikan dengan kebutuhan usaha, sehingga pengeluaran yang tidak penting dapat dihindari. Perencanaan ini membuat penggunaan dana menjadi lebih tepat sasaran. Pengaturan proses kerja yang lebih efektif. Efisiensi mendorong pelaku usaha untuk menyusun alur kerja yang sederhana dan teratur. Proses produksi dan pelayanan yang tertata mengurangi waktu tunggu, kesalahan kerja, dan pengulangan proses yang pada akhirnya menekan biaya tenaga kerja dan operasional harian. Pengelolaan stok dan bahan baku. Manajemen efisiensi membantu pelaku UMKM membeli bahan baku sesuai dengan kebutuhan dan mengelola stok dengan baik. Stok yang berlebihan sering menyebabkan kerusakan atau penumpukan modal. Dengan pengelolaan stok yang efisien, biaya penyimpanan dan risiko kerugian dapat dikurangi. Page | 165 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM Penggunaan tenaga kerja secara optimal. Efisiensi membantu pelaku usaha menyesuaikan jumlah dan tugas tenaga kerja dengan kapasitas produksi. Pembagian tugas yang jelas dan sesuai kemampuan mengurangi biaya tenaga kerja yang tidak produktif dan meningkatkan hasil kerja. Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Manajemen efisiensi mendorong evaluasi rutin terhadap pengeluaran dan proses usaha. Dari evaluasi ini, pelaku UMKM dapat mengetahui bagian usaha yang paling boros dan segera melakukan perbaikan. Perbaikan berkelanjutan membantu usaha tetap hemat dan kompetitif. KESIMPULAN Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pemahaman para pelaku UMKM terkhusus pada pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut mengenai pentingnya manajemen efisiensi sebagai upaya pendukung keberlanjutan usaha. Dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen efisien, manajemen biaya, serta manajemen produksi dan operasional secara konsisten. UMKM diharapkan mampu mengelola usahanya dengan lebih baik, menekan biaya operasional, menjaga stabilitas keuangan, serta meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Hasil sesi tanya jawab menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang sangat tinggi dan kebutuhan nyata terhadap pemahaman manajemen usaha yang sederhana namun aplikatif. Pertanyaan- pertanyaan yang di ajukan mencerminkan permasalahan umum UMKM, seperti pengelolaan keuangan, strategi bertahan ditengah persaingan dan kondisi ekonomi yang melemah, serta upaya menghindari pemborosan dalam proses produksi. Jawaban dan dan diskusi yang dilakukan memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Page | 166 Sosialisasi Manajemen Efisien Dalam Mendukung Keberlanjutan UMKM REFERENSI