625 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Mengabdi Untuk Kemandirian Pangan: Peran Mahasiswa KKN Desa Kemingking Kecamatan Sungai Selan Dalam Membangun Kebun Mandiri Iga Safa Marwani1 . Agung Suhendra2 . Badriah3 . Sari Wulandari4 . Delia Fionica5 . Erwita Sari6 . Karin Detasari7 . Maharani Balqis8 . Marina9 . Mona Hisya10. Widya Asri Septiani11. Yaya Padila12 Prodi Pariwisata. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Prodi Pendidikan Jasmani. Kesehatan, dan Rekreasi. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung E-mail: iga. safamarwani@unmuhbabel. Article History: Received: 20 Maret 2025 Revised: 08 April 2025 Accepted: 11 April 2025 Keywords: ketahanan pangan. Kebun Mandiri. KKN, pemberdayaan masyarakat, pertanian Abstract: Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek vital dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan, sebagaimana diatur dalam UndangUndang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Namun, implementasi kebijakan ketahanan pangan di daerah pedesaan masih menghadapi tantangan. Desa Kemingking, yang terletak di Kecamatan Sungai Selan. Kabupaten Bangka Tengah. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki potensi pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, menciptakan peluang untuk mengembangkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kemingking menginisiasi program "Kebun Mandiri". Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat dengan pendekatan berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa program "Kebun Mandiri" dapat meningkatkan kemandirian pangan di Desa Kemingking dengan cara efisien menggunakan lahan terbatas, serta memberikan dampak positif pada ekonomi dan kualitas gizi masyarakat. Program ini juga berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan, mendukung tercapainya ketahanan pangan lokal yang lebih baik. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 PENDAHULUAN Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan, negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang (Zahra & Ramadani, 2. Namun, realitas menunjukan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam implementasi kebijakan ketahanan pangan, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki potensi sumber daya alam yang belum teroptimalkan. Pertanian juga merupakan sektor krusial yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan, terutama di Indonesia yang beriklim tropis dengan tanah subur sehingga berpotensi besar untuk dimanfaatkan (Iemaaniah. Qomariyatuzzamzami, & Zamani, 2. Desa Kemingking yang terletak di Kecamatan Sungai Selan. Kabupaten Bangka Tengah. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merupakan salah satu wilayah dengan potensi pertanian yang belum termanfaatkan secara optimal. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2023 desa Kemingking belum sepenuhnya memanfaatkan lahan secara Sebagian lahan yang digunakan untuk pemanfaatan Perkebunan sawit oleh masyarakat Desa Kemingking. Dapat dilihat permasalahan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Keminging ini. Masyarakat desa yang jika berbelanja pangan seperti sayur-sayuran harus ke kota terlebih dahulu dengan jarak lokasi memakan waktu 1,5 jam. Selain itu jika ada salah satu masyarakat yang menjual bahan pangan tersebut akan meletakkan harga yang diberikan memiliki harga dua kali lipatnya dari harga di kota. Ini juga disebabkan dari jarak beli bahan pangan dari desa ke kota yang jauh. Kondisi ini mencerminkan adanya peluang strategis untuk pengembangan kemandirian pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan produktif (Mahmudin, 2. Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Program KKN tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pemecahan masalah di masyarakat melalui pendekatan interdisipliner (Batubara et al. , 2. Dalam konteks ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Desa Kemingking menginisiasi program AuKebun MandiriAy sebagai solusi inovatif bagi masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat lokal dan dapat membantu penghematan dengan menanam bahan pangan secara mandiri (Asfiyak. Fakhrudin, & MaAorufa, 2. Program AuKebun MandiriAy merupakan manifestasi konsep pertanian berkelanjutan . ustainanble agricultur. yang mengedepankan prinsip kemandirian, keberlajutan ekologis, dan efisiensi ekonomi. Kebun mandiri dapat dimiliki melalui hak milik, hak guna usaha, atau hak pakai, serta dapat dikelola oleh perusahaan industri pengolahan hasil perkebunan melalui sewa atau kesepakatan dengan pemilik lahan sesuai dengan peraturan yang berlaku . itjenbun, 2. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Dengan pendekatan partisipatif, program ini mendorong keterlibatan aktif dari seluruh golongan masyarakat dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi kegiatan. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat memanfaatkan lahan kecil sebagai kebun Sehingga dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar desa. Keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dalam mendampingi masyarakat a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 memberikan pengenalan teknik bercocok tanam dan pemilihan bibit unggul beberapa jenis kelompok sayur-sayuran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran mahasiswa KKN dalam membangun Kebun Mandiri di Desa Kemingking. Kecamatan Sungai Selan, serta mengidentifikasi dampak dan keberlanjutan program tersebut terhadap kemandirian pangan masyarakat. Melalui analisis komprehensif, diharapkan artikel ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian di wilayah pedesaan. METODE Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa KKN Desa Kemingking Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Kegiatan tersebut berlangsung terhitung dari tanggal 23 Januari 2025 hingga 25 Februari 2025. Program kerja yang menjadi fokus utama kelompok ini yaitu AuKebun MandiriAy untuk membentuk kemandirian pangan masyarakat di Desa Kemingking. Adapun pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis untuk mengkaji peran mahasiswa KKN dalam pengembangan kebun mandiri di Desa Kemingking. Kecamatan Sungai Selan. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menggambarkan fenomena sosial secara mendalam melalui interpretasi makna dari pengalaman subjek penelitian (Waruwu, 2. Metode deskriptif analisis digunakan untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek penelitian secara faktual dan akurat. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi partisipatif dilakukan dengan melibatkan mahasiswa KKN Desa Kemingking secara langsung dalam kegiatan pembangunan kebun mandiri bersama masyarakat desa, sehingga dapat mengamati proses interkasi sosial dan transfer pengetahuan yang terjadi (SafaAoatul Barkah et al. , 2. Setelahnya dilakukan wawancara mendalam kepada 4 perangkat desa dan 5 warga desa yang terlibat dalam program kebun mandiri. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi mengenai persepsi, motivasi, tantangan, dan dampak program. Dokumentasi dilakukan melalui pengumpulan foto dokumentasi dan catatan harian mahasiswa KKN. Selanjutnya dilakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi seluruh kegiatan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN KKN ialah bentuk pengabdian mahasiswa yang menempuh jenjang pendidikan tinggi terhadap masyarakat dalam konteks kehidupan nyata. Kegiatan ini berperan penting dalam memberdayakan masyarakat lokal salah satunya sebagai sarana pembangunan masyarakat pedesaan yang mandiri dan sejahtera (Fauzi, 2. Dengan adanya kegiatan KKN, diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat pedesaan agar mampu maju dan sejahtera. Kemandirian tersebut dapat dilihat dalam beberapa aspek, salah satunya desa dan masyarakat dalam pembangunan kebun mandiri sebagai bentuk pemberdayaan kemandirian pangan. Program Pengabdian Masyarakat dengan Kebun Mandiri Kebun mandiri ialah pembentukan manifestasi pertanian berupa kebun yang mampu ditanami beberapa jenis kelompok sayur-sayuran. Kebun mandiri ini memiliki keunggulan dimana prosesnya yang tidak sulit namun tetap membutuhkan kecermatan dalam merawatnya. Selain itu pengolahannya dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat juga. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Kegiatan ini dimulai mewawancarai masyarakat dan perangkat desa bahan pangan seperti apa yang dibutuhkan untuk ditanam. Hasil yang didapati adalah jenis tanaman sayur sayuran seperti cabai, daun seledri, terong, dan tomat. Selanjutnya, dilakukan pencarian lahan yang dimana tidak terlalu memerlukan lahan yang luas . fisiensi lokas. Lahan yang berada di Kantor Desa dipilih karena memiliki perkarangan yang cukup luas untuk menanam beberapa tanaman di dalam pot maupun langsung di lahannya. Setelah mendapatkan bibit, proses selanjutnya dimulai dengan penyemaian bibit. Penyemaian bibit merupakan tahap awal dalam proses budidaya tanaman untuk melihat kesesuaian benih ditanam dalam media tanam yang sesuai untuk memungkinkan pertumbuhan awal sebelum dipindahkan ke lahan utama atau pot yang lebih besar. Tujuan dari penyemaian bibit ini untuk memastikan benih tumbuh dengan baik sebelum ditanam di lokasi permanennya. Penyemaian bibit dilakukan pada media tanam bersekat sehingga tidak memakan tempat penyemaian dan lebih mudah untuk dipantau pertumbuhannya. Langkah selanjutnya adalah pemeliharaan bibit yang merupakan tahap perawatan setelah penyemaian agar bibit tumbuh dengan sehat dan siap dipindahkan ke lahan utama. Pada tahap ini, bibit yang telah tumbuh masih rentan terhadap gangguan seperti hama, penyakit, dan kondisi lingkungan yang tidak stabil. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa langkah pemeliharaan seperti penyiraman yang tepat . utin dan air secukupny. , pemberian pupuk, pemberian pembasmi hama, serta pemberian cahaya matahari yang cukup. Setelahnya dilakukan pemindahan tanaman muda, yaitu proses pemindahan bibit yang sudah cukup kuat dari tempat penyemaian ke lahan utama yang lebih besar. Pemindahan ini dilakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih luas bagi tanaman dan untuk menyesuaikan tanaman dengan lingkungan yang Sehingga memastikan tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup agar bisa berkembang dengan optimal. Langkah terakhir adalah pelestarian hingga tanaman bisa dipanen untuk konsumsi yang membutuhkan waktu lebih lama tergantung dari jenis tanamannya. Adapun beberapa jenis sayuran yang menjadi fokus kelompok mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Desa Kemingking berdasarkan hasil wawancara sebelumnya kepada masyarakat, yaitu seperti cabai, daun seledri, terong, dan tomat seperti gambar 1 dan 2 berikut. Gambar 1. Kebun Mandiri di lahan Kantor Desa Kemingking (Tampak Depa. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 2. Kebun Mandiri di lahan Kantor Desa Kemingking (Tampak Sampin. Beberapa alasan pemilihan program kerja AuKebun MandiriAy yaitu diketahui bahwa di Desa Kemingking masih memanfaatkan tamanan atau sayuran yang dibawa dari kota dengan harga yang terbilang cukup tinggi untuk sayuran pada umumnya. Oleh karena hal tersebut, kelompok KKN Desa Kemingking berinisiatif untuk menggalakkan program kerja ini. Program kerja ini dimaksudkan agar masyarakat mampu mandiri untuk kebutuhan pangan yang begizi tanpa perlu pengeluarkan nominal yang tinggi dengan membeli. Selain itu, program ini merupakan program berkelanjutan yang artinya dapat dilaksanakan terus menerus. Program ini juga mendukung agar kebutuhan gizi yang baik dapat diterima oleh masyarakat Desa Kemingking. KESIMPULAN Program AuKebun MandiriAy yang diinisiasi oleh Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Desa Kemingking merupakan program pengabdian mahasiswa yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat pedesaan, dengan tujuan meningkatkan kemandirian dan taraf hidup masyarakat. Salah satu strategi implementasinya adalah melalui inisiatif kebun mandiri, yang memungkinkan penduduk setempat untuk mengembangkan kemampuan pertanian dan mencapai kemandirian pangan. Dalam konteks Desa Kemingking, kelompok KKN merancang program kebun mandiri sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi tantangan ekonomi dan gizi masyarakat. Dengan menanam komoditas seperti cabai, terong, seledri, dan tomat, program ini tidak hanya bertujuan menurunkan biaya konsumsi sayuran, tetapi juga meningkatkan kualitas asupan makanan Konsep utama dari program ini adalah memberdayakan masyarakat untuk menghasilkan sendiri bahan pangan, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak sekedar menjadi konsumen, melainkan produsen yang mandiri, yang pada gilirannya berkontribusi pada ketahanan pangan dan kesejateraan ekonomi desa secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil dari program kebun mandiri yang diadakan mahasiswa KKN mendapatkan antusias dari masyarakat Desa Kemingking dan juga Perangkat Desa. Dalam pengembangan selanjutnya masih harus dipantau karena program pengabdian ini baru sampai pada tahap pemindahan tanaman muda. Pemantauan harus dilakukan sampai pada tahap tanaman bisa dipanen dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kemingking. Namun dari mahasiswa KKN a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 terhadap masyarakat Desa Kemingking telah memberikan edukasi bagaimana tahap selanjutnya yang harus dilakukan agar tanaman tersebut berhasil dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. DAFTAR REFERENSI Asfiyak. Fakhrudin. , & MaAorufa. Program penanaman seribubibit cabai sebagai upaya menstabilkan perekomian masyarakat. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 451-458. doi: 10. 33474/jp2m. Batubara. Daulay. Agustina. Nst. Padilah. Fitri. Nasution. , & Khairani. Peran Mahasiswa KKN DalamPengembangan Pendidikan Anak-Anak di Desa Pintu Padang. JIPM: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat, 2. , 104Ae114. Juni . Emas Hijau Indonesia itu adalah Kelapa Sawit. Retrieved from Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan: https://ditjenbun. id/2017/06. Fauzi. KKN DAN COLLABORATIVE GOVERNANCE Community Service Learning ( KKN ) and Collaborative Governance Promoting Sustainable Development at the Village Level. 1Ae13. Iemaaniah. Qomariyatuzzamzami. , & Zamani. Pemberdayaan pemuda dalam budidaya tanaman hortikultura di desa dibal, kecamatan ngemplak, kabupaten boyolali. PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 51-57. Mahmudin. Kecamatan Sungai Selan Dalam Angka Sungai Selan Subdistrict in Figures 2023. SafaAoatul Barkah. Hakim. , & Fauzan. Pemetaan Sosiologis Desa Cintaratu Kabupaten Pangandaran. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 416. https://doi. org/10. 24198/kumawula. Waruwu. Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep. Prosedur. Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5. , 198Ae211. https://doi. org/10. 59698/afeksi. Zahra. , & Ramadani. Analisis yuridis terhadap undang-undang no. 18 tahun 2012 tentang ketahanan pangan pada keluarga miskin dalam perspektif maqasid syariah. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9. , 683. https://doi. org/10. 29210/1202323075 ISSN : 2828-5700 .