Sudrajat, dkk / Tropical Animal Science 7. :95-104 Tropical Animal Science. Mei 2025, 7. :95-104 pISSN 2541-7215 eISSN 2541-7223 DOI: 10. 36596/tas. Tersedia online pada https://ejournal. id/index. php/tas ANALISIS KINERJA PRODUKSI KAMBING PERAH PADA BANGSA YANG BERBEDA ANALYSIS OF DAIRY GOAT PRODUCTION PERFORMANCE IN DIFFERENT BREED Ajat Sudrajat1*. Tryzky Fadillah1. Lukman Amin1. Raden Febrianto Christi2 Program studi Peternakan. Fakultas Agroindustri. Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Indonesia 2Fakultas Peternakan. Universitas Padjadjaran. Jl Ir Soekarno Km 21 Jatinangor Sumedang 45363. Indonesia *E-mail korespondensi: ajat@mercubuana-yogya. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa terhadap produktivitas kambing perah di Merapi Farm. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 3-11 juli 2024 di Merapi Farm. Kecamatan Cangkringan. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Materi yang digunakan adalah masing-masing 9 ekor kambing dengan bangsa Sapera. Saneen dan Peranakan Etawa. Metode yang digunakan yaitu metode sensus, ternak yang dijadikan objek pengamatan yaitu kambing yang memiliki recording lengkap. Variabel yang diukur yaitu produksi susu, lama laktasi, masa kering, umur pertama kali estrus, umur pertama kali beranak. Litter size, days open. Calving Interval dan service per conception. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangsa kambing perah yang memiliki produktivitas tertinggi yaitu kambing Saanen dengan produksi susu sebesar 2,5 liter/hari, kemudian Sapera 2,23 liter/hari dan Peranakan Alpen 1,3 liter/hari. Hasil analisis regresi menyatakan bahwa bangsa mempengaruhi produktivitas dari kambing perah. Disimpulkan bahwa bangsa berpengaruh terhadap produktivitas kambing Kata Kunci: Bangsa, kambing perah. Produktivitas. Cangkringan ABSTRACT This study aims to see the effect of goat breed on dairy goat productivity at Merapi Farm. Daerah Istimewa Yogyakarta. The research was carried out on 3 july 2024 Ae 11 july 2024 at Merapi Farm. Cangkringan District. Sleman Regency. Yogyakarta Spesial Region. The material used was 9 goats the breed Sapera. Saneen and Peranakan Alpen. The method of research was used the survey method. The variables measured milk production, long lactation, dry period, post partum estrus. Litter Size. Days open. Calving Interval, and S/C. The data analysis used in this reseach is regression analysis. The result of the study show that dairy goat breed that has the highest productivity is Saneen with as much milk productin 2,5 liter/day then Sapera 2,23 liter/day and last Peranakan Alpen 1,3 liter/day. Results from regression analysis show that goat breeds effect dairy goat productivity. It was concluded that the breed have the real impact to dairy goat productivity. Sudrajat, dkk / Tropical Animal Science 7. :95-104 Keywords: Breed. Productivity. Dairy Goat. Cangkringan PENDAHULUAN Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi kebutuhan gizi dan Susu memiliki nilai gizi tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh. Susu yang paling banyak dibutuhkan di Indonesia bersumber dari susu sapi. Jumlah konsumsi susu sapi di Indonesia mencapai 4,4 juta ton pertahun sementara produksi susu sapi dalam negeri hanya mencapai 968. 980 Ton pada tahun 2022, sehingga sisa dari kebutuhan susu tersebut dipenuhi oleh susu impor (BPS, 2. Salah satu solusi agar kebutuhan susu dapat terpenuhi yaitu dengan memanfaatkan susu Susu kambing memiliki banyak kelebihan salah satunya adalah komposisinya yang menyerupai ASI dan lebih mudah dicerna oleh tubuh (Fawaid, 2. Pentingnya untuk mengembangkan usaha dari kambing perah agar mampu membantu memehuhi kebutuhan susu Indonesia. Kambing perah merupakan ternak lokal Indonesia yang banyak dibudidayakan karena adaptasinya yang baik pada berbagai kondisi Jenis kambing perah yang banyak dibudidayakan di Indonesia seperti kambing saneen, sapera, dan peranakan alpen. Setiap bangsa kambing memiliki produktivitas yang berbeda-beda sehingga perlu untuk diketahui bangsa kambing apa yang paling efesien untuk dibudidayakan agar memberikan hasil yang Guna mengetahui hal tersebut, diperlukan data produtivitas dari tiap-tiap bangsa kambing perah beserta lokasi dengan populasi yang besar sehingga dapat pengembangan kambing perah. Merapi Farm merupakan salah satu usaha peternakan kambing perah di Yogyakarta dengan populasi kambing perah yang cukup besar yaitu 400 ekor. Merapi Farm terletak di jalan Balong. Plaserejo. Umbulharjo. Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Merapi Farm berdiri sejak 2016 dengan fokus awalnya memelihara domba. Selain menekuni usaha penggemukan domba. Merapi Farm juga menekuni bidang breeding dan kini merambah ke sektor kambing perah. Merapi Farm membudidayakan 3 jenis kambing perah yaitu Saanen. Sapera dan Peranakan Alpen. Produksi susu kambing saanen berkisar antara 2-4 liter/ekor/hari (Supriyati et al. , 2. Kambing sapera 1,02-1,15 liter/ekor/hari (Hermawati dan Nuraeni, 2. Evaluasi pada standarisasi sangat perlu dilaksanakan, termasuk apakah ternak tersebut sudah sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesi. guna untuk menentukan apakah kambing memiliki kualitas genetik yang baik guna menunjang produktivitas. Produksi susu dan reproduksi menjadi indikator baik tidaknya dari seekor kambing Selain faktor lingkungan, produksi susu yang dihasilkan sangat bergantung pada aspek genetik salah satunya bangsa. Begitupula dengan performa reproduksi individu ternak kambing yang memiliki hubungan dengan produksi susu. Menurut Sudrajat et al. , . bahwa terdapat hubungan antara litter size dengan produksi susu dimana semakin tinggi nilai litter size maka semakin tinggi produksi susu yang Yudi et al. , . menjelaskan produksi susu dipengaruhi oleh tipe kelahiran. Bangsa (Bree. merupakan kelompok dari suatu ternak yang memiliki kesamaan dalam bentuk morfologi, sifat-sifat fisiologis dan anatomis yang karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifatnya akan diturunkan kepada keturunannya. Produktivitas susu merupakan salah satu hal yang diturunkan. Setiap bangsa kambing perah memiliki Sudrajat, dkk / Tropical Animal Science 7. :95-104 produktivitas susu yang berbeda-beda. Penampilan indikator ekonomi yang penting pada usaha peternakan kambing perah sehingga perlu diperhatikan (Sudewo et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian produktivitas kambing perah. masing bangsa kambing, litter size serta kinerja Data yang terkumpul selanjutnya menggunakan analisis deskriptif dan korelasi dan analisis regresi linier berganda dengan dua peubah (Steel et al. , 1. Bentuk dugaan seperti berikut: Y = 0 1x 1 MATERI DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 - 11 Juli 2024 bertempat di peternakan kambing perah Merapi Farm yang beralamat di jalan Balong. Plaserejo. Umbulharjo. Kecamatan Cangkringan. Kabupaten Sleman Yogyakarta. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner, alat tulis dan handphone. Sedangkan objek yang akan digunakan adalah kambing perah bangsa saneen, sapera dan peranakan alpen di Merapi Farm. Cara pengambilan data dilakukan dengan metode sensus . urposive samplin. dimana populasi ternak yang dijadikan objek adalah kambing perah bangsa sapera, saanen dan peranakan alpen masing-masing sebanyak 9 ekor berdasarkan periode laktasi kedua kemudian mempunyai catatan lengkap, identitas induk, identitas pejantan, waktu lahir, nomor ternak, serta data produksi susu. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah produksi susu. Penelitian ini diperlukan catatan produksi susu yang diperoleh dari catatan produksi susu total, catatan produksi susu yang distandarisasikan berdasarkan umur induk . ertama kali melahirka. , jenis bangsa, jumlah pemerahan, lama laktasi, dan produksi susu. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode non eksperimen yang didesain untuk penelitian deskriptif. Selain mengambil catatan produksi susu juga akan dilakukan pengamatan mengenai tatalaksana pemeliharaan kambing perah yang ada di Merapi Farm. Peubah yang diamati adalah produksi susu harian dari masing- Keterangan: = Peubah tak bebas (Litter ziz. = Intersip = Koefesien regresi = Peubah bebas . roduksi sus. HASIL DAN PEMBAHASAN Merapi farm merupakan peternakan kambing dan domba yang terletak di Dusun Balongan Wetan RT/02/RW/13. Plosorejo. Desa Umbulharjo. Kecamatan Cangkringan. Kabupaten Sleman. Yogyakarta. Merapi Farm awalnya bergerak dibidang penggemukan domba dan kambing kemudian mulai merambah ke bidang kambing perah. Merapi Farm berdiri pada tahun 2016 yang di awali dengan pemeliharaan 20 ekor domba. Setelah melihat potensi pasar yang besar kemudian Merapi Farm bisnisnya di banyak sektor peternakan mulai dari hulu sampai ke hilir. Selain bergerak dibidang penggemukan dan kambing perah Merapi Farm juga berkembang dibidang Usaha pakan ternak ini fokus memproduksi konsentrat. Merapi Farm juga bergerak di bidang breeding. Selain itu Merapi Farm melebarkan sayapnya ke penyediaan layanan jasa akikah siap saji. Merapi Farm memiliki total populasi ternak 200 ekor yang terdiri atas ternak domba dan kambing. Kapasitas tampung dari Merapi Farm bisa menampung sebanyak 700 ekor ternak. Pada penelitian ini produksi susu kambing perah di Merapi Farm dapat dilihat pada Tabel 1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh bangsa terhadap produksi Sudrajat, dkk / Tropical Animal Science 7. :95-104 susu menunjukkan berbeda nyata (P<0,. Artinya bahwa produksi dipengaruhi oleh bangsa atau bangsa memiliki pengaruh yang nyata terhadap produksi kambing perah. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan pendapat Innounu et al . yang menyatakan itroduksi bangsa terutama 2 bangsa mampu meningkatkan performan produktivitas dari Jika dilihat dari Tabel 1. Terlihat adanya berbedaan pada rataan hasil produksi Performa produksi kambing perah di Merapi Farm yang ditampilkan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa produksi susu tertinggi terdapat pada kambing perah bangsa Saneen, kemudian Sapera dan peranakan Alpen. Data tersebut menunjukkan bahwa bangsa kambing perah tertinggi terdapat pada kambing Saneen. Hal ini dikarenakan genetik dari kambing Saneen yang mana mampu menghasilkan susu tertinggi yaitu sebesar 4 liter/ekor/hari (Atabany dan Purwanto, 2. Tabel 1. Produksi susu Bangsa Kambing Rataan produksi susu (L/har. Sapera 2,23a Saneen 2,5a Peranakan Alpen 1,3b Keterangan: Rerata dengan superscrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan perbeda nyata (P<0,. Hasil rataan produksi susu kambing saneen di Merapi Farm adalah 2,5 litter/hari. Menurut Ardiansyah et al . kambing Saneen mampu menghasilkan susu sebanyak 3,8 liter/ hari. Perbedaan ini dapat terjadi dikarenakan perbedaan kualitas genenetik kambing, kecukupan pakan dan menejemen pemeliharaan (Nounu et al, 2. Menurut Rusdiana et al . kualitas pakan dan manajemen pemeliharaan sangat penting dalam menunjang produksi susu kambing. Kambing yang mendapatkan kualitas pakan yang baik mampu memproduksi susu sebanyak 2-3 liter/hari. Produksi dan kualitas dari susu dapat dipengaruhi oleh pakan karena pakan yang bermutu mampu menunjang produksi susu pada kambing perah. Secara umum produksi susu pada kambing perah akan terus meningkat seiring dengan usianya kemudian pada usia tertentu akan mulai Pada laktasi awal sampai ketiga produksi susu akan terus meningkat dan selanjutnya akan menurun setara dengan usia 2,5-3,5 tahun. Kambing perah akan tetap layak dipertahankan untuk memproduksi susu sampai usia 5-6 tahun (Nur et al. , 2. Pada pengamatan ini reproduksi kambing perah di Merapi Farm dapat dilihat pada Tabel Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa P <0,05. Artinya bahwa Litter Size dipengaruhi oleh bangsa atau bangsa memiliki pengaruh yang nyata terhadap Litter Size kambing perah. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat dari Kaunang et al . yang menyatakan bahwa Litter Size dipengaruhi oleh genetik Rata-rata bangsa kambing memiliki sifat prolifik yaitu mampu melahirkan lebih dari 1 anak. Jika dilihat dari Tabel 2. bangsa kambing yang memiliki angka Litter size tertinggi yaitu kambing Sapera dan Saneen dan yang terendah adalah kambing Peranakan Alpen. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa kambing Sapera dan Saneen memiliki angka rerata Litter Size yang sama. Hal ini disebabkan karena kambing Sapera memiliki kesamaan genetik dengan kambing Saneen. Kambing Sapera merupakan hasil persilangan antara kambing Saneen dengan kambing PE (Saputri, 2. Tabel 2. Liter size kambing perah Bangsa RerataASTD Kambing Sapera 1,67A0,57a Saneen 1,67A0,57a Peranakan Alpen 1A0,00b Keterangan: Rerata dengan super script yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata (P<0,. Menurut Sudewo et al . kambing Sapera memiliki rataan Litter Size sebesar 1,5 - Sudrajat, dkk / Tropical Animal Science 7. :95-104 1,96. Kambing Saneen memiliki rataan nilai Litter Size 1,13 - 1,47 (Ince, 2. Kambing Alpen memiliki Litter Size 1,6 (Lima et al, 2. Tinggi rendahnya angka litter size dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu genetik, umur induk Ketika pertama kali dikawinkan, bobot induk Ketika kawin dan nutrisi yang didapatkan oleh induk (Lubis, 2. Litter size semangkin meningkat diikuti oleh peningkatan mammae diakhir kebuntingan (Yudi et al, 2. Pada pengamatan ini didapatkan hasil bahwasanya kambing Saneen dan Sapera memiliki litter size tertinggi yaitu sebesar 1,6 diikuti dengan kambing Peranakan Alpen. Untuk hasil litter zise kambing Saneen dan Sapera sudah termasuk baik tetapi pada kambing peranakan Alpen masih rendah. Korelasi antara Litter Size terhadap produksi susu kambing perah pada pengamatan ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Pada pengamatan ini analisis regresi linier berganda memiliki nilai koefesien korelasi (R) 0,659, determinasi (R. sebesar 0,435 dan nilai signifikasi 0,453. Berdasarkan menunjukkan bahwa Litter Size mempunyai hubungan yang rendah (P>0,. yang artinya menunjukkan bahwa Litter Size memiliki pengaruh terhadap produksi susu kambing Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiono . bahwa interval koefesien korelasi kurang dari 0,5 memiliki Tingkat hubungan yang rendah. Koefesien determinasi yang diperoleh sebesar 0,659 yang artinya bahwasanya Litter Size memberi pengaruh terhadap produksi susu sebesar 65,9% dan 34,1% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variable pengamatan ini. Hasil analisis persamaan regresi Litter Size terhadap produksi susu kambing perah dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil analisis menunjukkan bahwa persamaan regresi produktivitas terhadap reproduksi kambing perah di Merapi Farm yaitu Y= 2,187 2,321 Berdasarkan hasil persamaan regresi tersebut artinya Litter Size mempengaruhi nilai X . roduksi sus. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Sudrajat et al . yang memiliki nilai korelasi sebesar 0,598 yang menujukkan bahwa litter size semangkin tinggi maka produksi susu juga meningkat. Kambing yang memiliki tipe kelahiran lebih dari satu memiliki produksi susu yang lebih tinggi juga. Tabel 3. Persamaan regresi Litter Size terhadap produksi susu Variabel Koefisien Signifikasi Bebas Regresi Konstanta 2,187 0,053 Produksi (X. 2,321 0,065 Sumber: Data terolah 2024 Penurunan maupun peningkatan akan sesuai dengan nilai koefesien regresi apabila variable atau faktor lain yang mempengaruhi produksi tidak berubah atau konstan. Berikut merupakan Grafik persamaan regresi produksi dengan reproduksi yang dapat dilihat pada Gambar 1. Berdasarkan grafik persamaan pada Gambar 1 dapat dilihat semakin meningkatnya produksi susu maka reproduksi kambing perah juga ikut meningkat. Hal ini sesuai dengan pendapat Haldar et al . yang menyatakan produksi susu kambing yang memiliki angka kelahiran kembar atau lebih akan memiliki jumlah produksi susu yang lebih tinggi. Pada pengamatan masa laktasi kambing perah di Merapi Farm dapat dilihat pada Tabel Lama laktasi merupakan lamanya induk kambing dapat memproduksi susu. Produksi susu terjadi setelah induk kambing melahirkan (Makin, 2. Berdasarkan hasil pengamatan lama laktasi yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4. Setiap bangsa kambing memiliki masa laktasi yang sama yaitu 6 bulan. Menurut BPT . kambing perah sebaiknya diperah selama 4-6 bulan. Angka ini sudah termasuk Masa laktasi pada kambing 90-120 hari (Sudrajat et al. , 2. Sudrajat, dkk / Tropical Animal Science 7. :95-104 Gambar 1. Grafik persamaan regresi produktivitas dengan produksi Tabel 4. Kinerja reproduksi kambing perah di Merapi Farm Kinerja Reproduksi 1 Lama Laktasi . 2 Masa Kering . 3 Umur Pertama Kali Estrus. 4 Umur Pertama Kali Beranak . 5 Days Open . 6 Calving Interval . 7 Servis Per Conception Sumber: Data terolah 2024 Berdasarkan hasil pengamatan masa kering pada kambing perah di Merapi Farm setiap bangsa memiliki masa kering selama 1 Masa kering merupakan masa dimana seekor induk kambing perah diistirahatkan dari proses pemerahan. Hal ini dilakukan guna mengistirahatkan sel-sel ambing sehingga memungkinkan stimulasi produksi susu secara optimal (Tribudi et al, 2. Masa kering pada Sapera Rata-rata Saneen Peranakan Alpen kambing perah di Merapi Farm sudah baik sesuai dengan pendapat Saputra et al . Menyatakan bahwa kambing memasuki masa kering ketika 1-2 bulan sebelum partus guna mempersiapkan laktasi selanjutnya. Lamanya masa kering juga dipengaruhi kesadaran dari peternak untuk kapan mulai mengistirahatkan ternaknya dari pemerahan. Berdasarkan hasil pengamatan umur pertama kali estrus pada kambing perah di Sudrajat, dkk / Tropical Animal Science 7. :95-104 Merapi farm menunjukkan hasil rata-rata tiaptiap bangsa kambing perah pertama kali estrus pada usia 10 bulan atau satu tahun. Hasil ini sesuai dengan pendapat Zakiya et al . kambing betina perah estrus pertama kali pada usia 8-12bulan. Ternak yang sudah mengalami estrus diusia kurang dari satu tahun tidak bisa langsung dikawinkan karena pada usia tersebut organ reproduksi kambing belum berkembang sempurna. Menurut Sulastri dan Andhianto . usia kambing yang paling optimal untuk dikawinkan Ketika kambing betina sudah berusia 16 bulan dikarenakan pada usia tersebut kambing perah sudah pada tahap organ reproduksinya siap dan bobot tubuhnya sudah sesuai. Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan rataan nilai umur pertama kali beranak pada kambing perah di Merapi Farm adalah 18 bulan. Kambing perah betina mulai dewasa kelamin pada usia 6-8 bulan tetapi tidak bisa langsung dikawinkan karena alat reproduksinya belum tumbuh sempurna sehingga lebih baik dihindari (Lubis et al, 2. Kambing perah di Merapi Farm pertama kali dikawinkan pada usia 12 bulan atau satu tahun karena disini kambing sudah siap untuk Dari hasil pengamatan jarak beranak kambing perah di Merapi Farm didapatkan nilai rataan tiap-tiap bangsa kambing perah di Merapi Farm yaitu 2 bulan. Angka ini sudah termasuk baik sesuai dengan pendapat Sri dan Purnomo . yang menyatakan days open yang baik pada ternak perah yaitu 60-90 hari. Nilai days open dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu waktu perkawinan induk, kesuburan induk dan servis per conception atau kegagalan dalam vertilitas (Lubis, 2. Selain itu juga nilai DO panjang bisa disebabkan oleh kurangnya perhatian peternak terhadap ternaknya dan kurangnya pengetahuan tentang tanda-tanda birahi sehingga ternak telat untuk dikawinkan (Ananda et al, 2. Dari hasil pengamatan calving interval kambing perah di Merapi Farm didapatkan hasil rataan yaitu 8 bulan. Tiap-tiap bangsa memiliki rataan hasil yang relatif sama. Nilai calving interval kambing di Merapi Farm sudah baik ini sesuai dengan pendapat Andhianto et al . yang menyatakan bahsawanya calving interval pada kambing perah berkisar antara 78 bulan. Faktor penentu panjangnya interval beranak yaitu gejala birahi setelah beranak (PPM), serta servis per conception (S/C). Faktor lainnya yang mempengaruhi calving interval adalah ketahanan ternak terhadap cekaman stress (Elieser et al, 2. Cara yang dapat dilakukan peternak untuk mempersingkat mendeteksi birahi dan IB pasca beranak, manajemen cempe, pencegahan kawin berulang dan penanganan penyakit (Ananda et al, 2. Dari hasil pengamatan service per conception kambing perah di Merapi Farm didapatkan hasil rataan yaitu 2 kali. Semangkin rendah nilai S/C maka semangkin tinggi Tingkat fertilitas atau kesuburan pada ternak dan sebaliknya semangkin tinggi angka S/C maka semangkin rendah Tingkat kesuburan ternak (Faradis, 2. Nilai S/C yang tinggi akan merugikan karena akan berikutnya serta menghabiskan banyak biaya yang lebih banyak. Tingginya angka S/C inseminator Ketika melakukan IB (Sri dan Purnomo, 2. KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa bangsa kambing perah memengaruhi produktivitas kambing perah di Merapi Farm. Bangsa kambing yang memiliki nilai produktivitas tertinggi yaitu kambing Saanen lalu Sapera dan yang terendah adalah Peranakan Alpen. Produksi susu tertinggi dimiliki oleh kambing saneen yaitu 2,5 liter/hari. Litter Size tertinggi dimiliki oleh bangsa kambing saneen dan Sudrajat, dkk / Tropical Animal Science 7. :95-104 UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami ucapkan kepada pimpinan Merapi Farm yang telah memberikan ijin serta fasilitas penelitian sehingga kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik. Tidak lupa mengucapkan rasa terimakasih kepada mensukseskan kegiatan tentang kambing perah ini tepat pada waktunya. DAFTAR PUSTAKA