AKTUALISASI NILAI-NILAI BELA NEGARA PEMUDA MELALUI UNIT KEGIATAN MAHASISWA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE Muchammad Ukulul Mufarriq ABSTRACT Submitted Revised Inisiated Publish : 28-02-2021 : 12-04-2021 : 21-04-2021 AFFILIATION: Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada The Until now, the optimization regarding the cultivation of state defense values, especially for youth and students, has not been satisfactory. The weakness is that the method and form of the program are not well accepted. Even when it has been put in the special course of state defense, students are still unable to show good state defense actions. Knowing that PSHT has received an MoU related to the context of state defense from the Ministry of Defense, researchers consider that there is special potential in PSHT. To see the potential of PSHT in defending the country, especially among youths, research on how the reality of the actualization of the values of state defense of the youth through the PSHT UGM Student Activity Unit. This type of descriptive qualitative research. Collecting data through observation, interviews, documentation, and document review. Informants include students, residents, alumni, and elders. The analysis was carried out through the process of searching for, collecting, and compiling data from interviews, field notes, and supporting documents. The actuation is carried out using a variety of philosophical subject matter, pencak silat education, and various participatory activities in competitions, expo events, and social activities. Actualization Inovation efforts include directing, fostering a sense of love for the nation, building social culture, providing pencak silat martial arts as capital, and providing new facilities for state defense. The values of youth state defense that are achieved include awareness, love, unity, the ability to defend the country, and the opportunity to act. Keywords: State Defense; Youth; Student Activity Unit; Pencak Silat; Persaudaraan Setia Hati Terate ABSTRAK Co-Responding E-mail: nfarriq@gmail.com Diterbitkan oleh: Pusat Kajian Administrasi Publik Program Studi Administrasi Publik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur berkolaborasi dengan Indonesia Association of Public Administration Jawa Timur Sampai saat ini, optimalisasi mengenai penanaman nilai-nilai bela negara khususnya bagi pemuda dan mahasiswa belum memuaskan. Kekurangan terletak pada metode dan bentuk program belum dapat diterima dengan baik. Bahkan ketika sudah diletakkan pada mata kuliah khusus bela negara, mahasiswa masih belum dapat menunjukkan aksi bela negara secara baik. Mengetahui bahwa PSHT telah mendapatkan MoU terkait konteks bela negara dari Kemhan, peneliti menganggap ada potensi spesial dalam PSHT. Untuk melihat potensi PSHT dalam bela negara terutama di kalangan pemuda, penelitian tentang bagaimana realitas aktualisasi nilai-nilai bela negara para pemuda melalui Unit Kegiatan Mahasiswa PSHT UGM. Jenis penelitian kualitatif deskripsif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengkajian dokumen. Informan meliputi siswa, warga, alumni, dan sesepuh. Analisis dilakukan melalui proses mencari, mengumpulkan, dan menyusun data hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumen penunjang. Aktulisasi yang dilakukan menggunakan berbagai materi pokok ajaran filosofi, pendidikan pencak silat, dan berbagai kegiatan keikutsertaan di kejuaraan, event expo, dan kegiatan sosial. Inovasi aktualisasi meliputi pengarahan, menumbuhkan rasa cinta bangsa, membangun kultur sosial, pembekalan olahraga beladiri pencak silat sebagai modal, serta menyediakan fasilitas newujudkan bela negara. Nilai-nilai bela negara pemuda yang tercapai meliputi kesadaran, rasa cinta, persatuan, kemampuan bela negara, dan kesempatan untuk beraksi. Kata Kunci: Bela Negara; Pemuda; Pencak Silat; Persaudaraan Setia Hati Terate, Unit Kegiatan Mahasiswa; 33 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) PENDAHULUAN Globalisasi ternyata membawa perubahan yang signifikan terhadap perilaku pemuda dalam negeri. Kemudahan untuk akses informasi dan perkembangan kemajuan teknologi yang dinikmati generasi muda ternyata mampu menumbuhkan dampak negatif secara nyata. Hal itu karena rusaknya karakter/moralnya timbul dari berbagai konten negatif yang diperoleh dari pusat informasi yang kurang baik. Indonesia telah mengalami peningkatan tindak kriminalitas yang melibatkan anak-anak setiap tahunnya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyimpulkan sejak tahun 2011 hingga akhir tahun 2018, tercatat 11.116 anak di Indonesia tersangkut kasus kriminal, seperti kejahatan jalanan, pencurian, begal, geng motor, bahkan didominasi oleh kasus pembunuhan. Pada suatu kesempatan, Putu Elvina selaku Komisioner KPAI mengungkapkan jumlah anak yang menjadi pelaku kejahatan berjumlah 695 orang pada 2011. Sementara pada tahun 2018 meningkat drastis menjadi 1.434 orang (Yusu et al, 2020). Tingginya jumlah kriminalitas oleh para pemuda bangsa harus segera diatasi. Bangsa Indonesia harus selalu mempersiapkan diri tetap menjaga pertahanan idiologi dan generasi masa depan agar tetap mampu bertahan dari pergolakan kemajuan zaman. Sebagaimana Castells mengingatkan bahwa pertarungan atas suatu kekuasaan pada sesungguhnya adalah pertarungan untuk membangun konstruksi makna dalam alam pikir masyarakat yang menjadi sasarannya. Oleh karena itu, hakekatnya program bela negara pada generasi muda, dengan membentuk konstruksi berpikir pemuda bangsa sebagai benteng pertahanan terdepan dan terpenting dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia di masa kini dan masa depan (Soepandji, & Farid, 2018). Perkembangan teknologi, dan kemudahan akses informasi jika dilihat dari perspektif positif memang banyak manfaat baik yang bisa didapatkan. Apalagi generasi muda sebagai generasi yang aktif memanfaatkan produk kemajuan zaman dapat membantu proses pembelajaran lebih cepat. Namun, pengaruh negatif globalisasi memang secara tidak langsung berdampak terhadap rasa nasionalisme pemuda. Secara keseluruhan kemudahan yang didapatkan pemuda, dapat menimbulkan rasa cinta terhadap bangsa sendiri menjadi berkurang atau bahkan hilang. Sebab, globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global, meluas tanpa batas melalui perkembangan teknologi. Apapun yang diperlihatkan di luar negeri mampu dianggap baik serta dapat memberi inspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita secara praktis. Padahal kebudayaan dari luar 34 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 negeri masih harus disaring terlebih dahulu dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia (Widiono, 2019). Kesadaran bela negara dapat diaktualisasikan melalui peningkatan kewaspadaan generasi muda dalam memahami kesadaran nilai-nilai bela negara, kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara. Kewaspadaan generasi muda sebagai generasi penerus harus memiliki kemampuan peduli, kesiapsiagaan, dan tanggungjawab dalam peningkatan pencegahan dini, daya tangkal maupun daya cegah. Partisipasi masyarakat dalam kesadaran bela negara bisa di implentasikan melalui kegiatan bernafaskan rasa cinta tanah air, mengandung nilai Pancasila, dan kegiatan positif yang sesuai profesi baik di lingkup pemerintahan, perusahaan, kemasyarakatan dan berbagai instansi atau organisasi masingmasing. Langkah-langkah meningkatkan kewaspadaan generasi muda dan mewujudkan partisipasi masyarakat dalam kesadaran bela negara sebagian dari efisiensi pemberian pembinaan, motivasi serta sosialisasi kesadaran bela negara kepada para generasi muda disemua kalangan masyarakat (Suriata, 2019). Kajian terdahulu terkait upaya menanamkan bela negara seperti penelitian Tamba (2017), bahwa salah satu fungsi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai pendidikan pendahuluan bela negara di perguruan tinggi masih belum menemukan formula yang sesuai untuk warga negara sipil. Mahasiswa belum memiliki keahlian untuk diimplimentasikan kepada bela negara (Tamba, 2017). Penanaman nilai bela negara di pergurua tinggi melalui Pendidikan Kewarganegaraan memiliki pengaruh dengan kisaran yang berbeda, kecintaan dan motivasi untuk membela negara masih dalam tataran pemikiran pengetahuan belum pada tataran tindakan. Masih dibutuhkan praktek inovasi dalam membina kesadaran bela negara dengan menggunakan pendekatan partisipatif agar lebih efektif dari pada metode pengajaran konvensional (Dahliyana et al, 2019). Selain mengandung nilai luhur budaya, pencak silat juga memiliki nilai-nilai positif, seperti: meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan, cinta tanah air dan bangsa, kesehatan dan kebugaran membangkitkan kepercayaan diri, melatih ketahanan mental, mengembangkan kewaspadaan diri, membina sportivitas, jiwa ksatria, disiplin, dan keuletan tinggi (Kholis, 2016). Penelitian mustaqim (2017) yang dilakukan di Universitas Lampung menunjukan hubungan antara PSHT dalam menumbuhkan salah satu apek penting dalam bela negara. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi peran angota PSHT komisariat 35 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) Universitas Lampung aktif dalam organisasi PSHT, semakin baik pula sikap disiplin dan patriotisme yang ada pada diri para anggotanya (Mustakim, 2017). Dari berbagai penelitian terdahulu yang telah disebutkan, peneliti melihat terdapat relevansi terkait kebutuhan inovasi penunjang terkait penanaman bela negara di masyarakat, khususnya di perguruan tinggi. Selain itu terdapat penelitian yang menunjuknan bahwa melalui keaktifan dalam organisasi PSHT di kampus ternyata mampu mendukung terciptanya patriotisme pada mahasiswa. Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu yan disebutkan terkait: kebutuhan inovasi bela negara di kampus, hingga potensi pencak silat sebagai sarana menumbuhkan patritisme bagi kalangan pemuda. Sedangkan perbedaan terdapat pada obyek penelitian yang peneliti lakukan di UKM PSHT UGM, dan kajian tentang bela negara melalui pencak silat PSHT. Tujuan dari penelitian ini terkait upaya dalam menemukan inovasi menanamkan nilainilai, dan kesadaran bela negara bagi para pemuda. Selain itu, bertujuan mendapatkan metode yang bisa mengaktualisasi nilai-nilai bela negara yang tidak hanya dari materi (teori) saja, namun secara lagsung dapat diusahakan untuk di praktekan. Oleh karena itu penelitian tentang aktualisasi nilai-nilai bela negara pemuda melalui UKM Persaudaraan Setia Hati Terate sangat penting untuk dilakukan sebagai tambahan khazanah keilmuan dalam bela negara dan pertimbangan pengampu kebijakan untuk mengiplientasikannya pada program kedepan terkait bela negara, khususnya bagi para pemuda. Tantangan Globalisasi dan Tangungjawab Instansi Pendidikan Besarnya potensi generasi muda terhadap bela negara dengan mengukir prestasi yang luarbiasa di kancah dunia telah banyak menemukan bukti contohnya. Para tokoh muda Indonesia melalui berbagai sektor secara aktif, kreatif dan mampu membuat tantangan globalisasi menjadi peluang untuk memperoleh keberhasilan prestasi. Beberapa tokoh tersebut diantaranya Owi dan Butet melalui cabang olahraga bulutangkis berhasil mengembalikan tradisi medali emas di Olympiade Brasil. Joe Taslim aktor muda melalui Fast and Furious yang menguncang perfilman Hollywood. Peranan Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhian dalam film John Wick 3 dengan kemahiran pencak silat serta memakai dialog Bahasa Indonesia. Terlebih pada sektor startup, Indonesia memiliki para pemuda hebat di pebisnis online di dunia, seperti Nadiem Makarim (Go-Jek), Achmad Zaky (Bukalapak), Ferry Unardi (Traveloka), dan William Tanuwijaya (Tokopedia). Sejumlah pemuda yang 36 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 sesungguhnya membuktikan pidato Soekarno bahwa pejuang (orang tua) mempunyai kemampuan memajukan bangsa tetapi pemuda yang pikirannya masih muda dapat mengubah bukan hanya bangsa tapi juga dunia (Hartono, 2020). Tantangan globalisasi membutuhkan para pendidik dalam mengantisipasi pergolakan yang dapat memperngaruhi generasi potensial bangsa diberbagai instansi pendidikan, termasuk pada perguruan tinggi. Posisi pendidikan sebagai tempat generasi muda untuk mendapat pemahaman bela negara merupakan salah satu pilhan utama. Kebutuhan akan kesiapan menghadapi persaingan globalisasi bagi para pemuda menambah beban tanggungjawab pada institusi pendidikan. Pentingnya mengedepankan profesinalisme terkait dampak globalisasi diantaranya: (1) Pendidikan bisa menguasai produk iptek yang berkaitan dengan dunia pendidikan, seperti multimedia dan internet. (2) Krisis moral, dimana nilai tradisional moralitas bangsa telah bergeser. (3) Krisis sosial, seperti pengangguran, kekerasan, hingga kriminalitas. (4) Krisis identitas bangsa sebagai identitas di tengah pergaulan dan persaingan dengan bangsa lain (Oviyanti, 2013). Peranan instansi pendidikan melalui UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan, serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berkhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Selama ini, pendidikan selalu mengutamakan hanya pada aspek kognitif semata. Perhatian pada aspek afektif emosional dan kecerdasan spriritual seolah tidak menjadi garapan utama dunia pendidikan. Padahal, tujuan pendidikan yang tertuang dalam UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara impelmentasi dari pendidikan hanya difokuskan untuk mencerdaskan otak, bukan mencerdaskan kehidupan. Intelektual yang mampu tercipta yakni individu memiliki otak cerdas dan cemerlang (Widiyono, 2019). Setiap warga negara masing-masing memiliki tanggungjawab dalam peranan mengisi kemerdekaan dengan segenap perbuatan positif. Sebagai usaha dalam sosialisasi bela negara terhadap pemuda, sangat penting generasi muda untuk memperoleh pendidikan pendahuluan bela negara (Lukman & Audu, 2014). Melalui pemaparan berbagai pendapat, ternyata masih 37 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) diperlukan solusi untuk lebih mendukung aktualisasi nilai-nilai bela negara secara maksimal, terutama bagi generasi muda Indonesia. Bela Negara Sebagai Sebuah Kewajiban Kesadaran akan kewajiban bela negara bagi seluruh rakyat Indonesia telah lama menjadi wacana. Sebagai salah satu komponen penting menjaga kedaulatan NKRI, bela negara memiliki dasar hukum dan yuridis untuk melandasinya, diantaranya: UUD 1945 pasal 27 ayat (3) menyatakan kewajiban setiap warga negara dalam upaya bela negara. Pada pasal 30 ayat (1) dan (2) juga berisi rakyat sebagai komponen pendukung pertahanan serta keamanan rakyat semesta dari komponen utama TNI dan Kepolisian. Melalui UU NO 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia pasal 6 B “setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku”. Sehingga akan disadari oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa diantara kewajiban sebagai warga negara adalah untuk melaksanakan bela negara untuk tetap memiliki kedaulatan. Secara lebih detail tentang bela negara bagi warga negara dijelaskan dalam UU No 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara. Pada pasal 9 ayat (1) menegaskan bahwa “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara”. Selanjutnya pada pasal 9 ayat (2) ditegaskan lagi pada “keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara dimaksud ayat (1) diselenggarakan melalaui: pendiddikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib dan pengabdian sesuai dengan profesi”. Sehingga mampu di fahami konsep bela negara tidak hanya sebatas usaha pembelaan negara secara militer saja, namun dapat diimplementasikan sesuai dengan profesi dan ruang lingkup masing-masing. Presiden Joko Widodo pada 18 September 2018 juga telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Tahun 2018-2019. Isi Instruksi Impres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara. Tiga hal penting dalam Impres No. 7 Tahun 2018 intruksi kepada para lembaga terkait, isinya yaitu: (1) melalui RAN BN (Rencana Aksi Nasional Bela Negara) tahun 2018-2019 memuat tahapan sosialisasi, harmonisasi, sinkronisasi, koordinasi, dan evaluasi. Kemudian dilanjutkan tahap internalisasi nilai-nilai dasar bela negara dan tahap aksi gerakan. (2) modul pedoman dalam melaksanakan RAN BN Tahun 2018-2019 yang disusun dan ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan 38 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 Nasional telah dibuat. (3) untuk mengikutsertakan peran masyarakat dan pelaku usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan RAN BN Tahun 20182019. Secara keseluruhan sangat penting para pemuda untuk dapat memahami dan mengimplemntasikan aksi bela negara dikehidupan bermasyarakat. Apalagi secara administratif pemerintah secara serius sudah merancang berbagai kebijakan untuk lebih detail, sistematis, terstruktur, terstandardisasi, dan masif proaktif terhadap masalah bela negara. Tanggapan pemerintah pada keseriusannya dalam bela negara, selai ancaman globalisasi, terlebih kesadaran akan besarnya potensi pemuda jika tersalurkan dengan baik dapat menghasilkan prestasi yang luar biasa bagi pribadi pemuda, bangsa dan negara Indonesia. Kebutuhan bela negara sangat terkait terhadap dukungan kondisi ketahanan nasional Indonesia. Setiap bangsa di dunia ini, guna menjaga eksistensinya dapat menjalankan dan mewujudkan cita-cita bahkan tujuan nasional dari bangsa itu sendiri, diperlukan dan harus memiliki suatu ketahanan nasional. Oleh karena itu, pengkajian ketahanan nasional sangat penting bagi suatu bangsa dan negara karena berhubungan erat dengan kelestarian hidup negara dan menjamin kelangsungan perjuangan bangsa untuk mewujudkan cita- cita proklamasi dan tujuan nasional (Armawi, 2011:63). Demi mendukung efisiensi penguatan nilai-nlai bela negara, pemerintah membentuk program pemerintah kolaboratif dalam kasus penguatan nilai-nilai bela negara. Secara garis besar: (1) Penguatan nilai-nilai bela negara tentang rencana Aksi Nasional Bela Negara diprakarsai oleh Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, (2) aktor non pemerintah terlibat dalam model pentahelix untuk melaksanakan pendekatan pemerintahan kolaboratif, (3) melalui dialog dua arah para peserta akan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan, (4) secara formal forum diorganisir dan secara kolektif bertemu dalam merencanakan/melakukan program, (5) tujuan konsensus terkait penguatan nilai-nilai bela negara mengambil dari keputusan forum, (6) fokus kolaborasi adalah pada kebijakan publik terkait bela negara sebagai implementasi upaya bela negara dalam Undang-Undang tentang Pertahanan Negara (Nisa‟ & Zega, 2020). Sehingga konsep kolaboratif dalam penguatan nilai-nilai bela negara dapat di adaptasi dan dioptimalisasi oleh aktor non pemerintah dengan dukungan sesuai dari institusi pemerintah, seperti kementerian terkait dan departemen pemerintahan resmi lainnya. 39 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Bela Negara Sejarah lahirnya pencak silat di bumi Indonesia berperan sebagai senjata dalam menghadapi berbagai serangan pihak luar yang berusaha merebut wilayah Indonesia. Terdapat transformasi fungsi pencak silat setelah Indonesia merdeka menjadi fungsi olahraga, kesenian dan hiburan. Terlihat dalam bidang kesenian berbagai upacara tradisional yang dalam salah satu tahapannya menghadirkan pencak silat. Sosialisasi pencak silat dapat dilakukan di lingkungan daerah masyarakat umum, antaranya Karang Taruna di setiap desa atau kelurahan. Aspek yang diutamakan adalah aspek olahraga dan pembinaan mental spiritual, serta kental terhadap unsur kesenian (Ediyono, & Widodo, 2019). Aktualisasi pencak silat bagi manusia ternyata mampu membentuk mekanisme tubuh pada sikap sedemikian rupa, hingga membentuk dasar reflek nyata (realistis). Para peneliti dalam seni dan ilmu- ilmu sosial menyoroti sentralitas pencak silat antara kesenian Asia Tenggara dalam membandingkan seni pertunjukan tradisional dan modern. Studi tentang gerakan berdasarkan atau terkait dengan silat dan musik merupakan suatu kesatuan aliran yang sulit diterangkan dengan logika karena tubuh sudah sedemikian menerima aliran gerakan dalam silat (Paetzold, 2016). Berdasarkan penelitian di Malaysia, dalam rangka mengejawantahkan warga negara yang baik. Pendidikan Tinggi diberikan kepercayaan untuk memfasilitasi pengembangan warga negara melalui lembaga dengan menghasilkan warga negara yang menjadi tenaga kerja yang berpengetahuan luas untuk pembangunan sosial-ekonomi jangka panjang negara tersebut bahkan menghasilkan peserta didik yang memiliki identitas sipil dan kewarganegaraan global yang dapat menghadapi kompleksitas pembangunan bangsa terutama dalam hubungan etnis (Yusof et al., 2014, hal. 610). Pendidikan pencak silat dapat memberikan sumbangan dalam pembangunan manusia di Indonesi secara utuh, serta merupakan “character and nation building”, membentuk manusia seutuhnya yang berkualifiksi seperti: ketaqwaan kepada Tuhan, percaya diri, nasionalisme, mempunyai rasa tanggungjawab serta disiplin, dan bisa mengendalikan diri sendiri (Kartika & Supriyono, 2019). Adapun salah satu poin penting dalam tema penelitian, Persaudaraan Setia Hati Terate (disingkat PSHT) telah secara resmi telah melakukan penandatangan kesepakatan bersama (MoU) dengan Kementerian Pertahanan pada haru Jumat 10 Maret 2017. MoU tersebut sehubungan dengan pembinaan kesadaran bela negara yang dicanangkan bagian dari upaya 40 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 Kemhan RI mewujudkan target 100 juta orang kader Bela Negara dalam lima tahun. Sampai saat ini Kemhan telah melatih kader Bela Negara sejumlah 17 juta orang. Bela Negara adalah perwujudan kecintaan warga negara kepada Bangsa Indonesia.Kecintaan dan kebanggaan atas bangsa dan negara melalui program dan kurikulum bela negara telah mulai ditanamkan kembali kepada generasi penerus diseluruh isntansi yang berpotensi, mulai dari tingkat pendidikan SD sampai dengan Perguruan Tinggi (Kemhan, 2017). Kerja sama yang dibangun oleh Kemhan dan PSHT selaras dengan Intruksi Presiden RI Nomor 7 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Bela Negara Tahun 2018-2019. Impres tersebut menuntut sinergitas peran dari seluruh komponen negara dalam melakukan upaya bela negara. Implementasi penguatan nilai-nilai bela negara ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi pemerintahan. Potensi secara sejarah kelahiran organisasi PSHT dengan semangat perjuangan merebut kemerdekaan, dan keunggulan kuantitas (anggota dan jaringan) telah keunggulan yang dipertimbangkan oleh Kemhan. Formulasi kolaboratif antara Kemhan dengan PSHT dapat dikatakan sebagai bentuk kebijakan inovatif untuk optimalisasi sosial bela negara bagi para pemuda khususnya. Proses Aktualisasi dan Bentuk Nilai-Nilai Bela untuk Pemuda di Perguruan Tinggi Sebuah penelitian telah mencoba mengkaji bagaimana efektivitas sebuah kampus yang telah menerapkan mata kuliah bela negara. Hasil temuan menyebutkan ternyata masih menemukan celah pada efektivitas dalam menghasilkan mahasiswa untuk menjalankan bela negara secara optimal. kebijakan pembangunan karakter melalui mata kuliah pendidikan bela negara belum terimplementasi sepenuhnya (Pitaloka & Wibawani, 2019). Berdasarkan penelitian tersebut, membuktikan masih ada hambatan untuk menciptakan mahasiswa dan pemuda yang mampu menjalankan bela negara secara optimal. Sebagai salah tinjauan peran institusi pendidikan dalam rangka meningkatkan kesadaran bela negara dalam pendidikan, Indrajit (2019; Hartono, 2020) merekomendasikan upaya-upaya yang bisa diambil, diantaranya: 1. Bersyukur lahir di Indonesia. Berkeliling kepenjuru tanah air untuk berbagi aktivitas positif, seperti studi wisata, dan mendapatkan informasi lebih banyak mengenal keunggulan bangsa Indoensia dari orang lain. 2. Bangga menjadi orang Indonesia. Melihat dan mempelajari berbagai sejarah prestasi di berbagai bidang kehidupan di masa lalu maupun yang akan datang. 41 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) 3. Optimis berkarya bagi Indonesia. Kesempatan memperlihatkan berbagai hasil karya inovasi dan kreatifitas beserta membawa atribut kebangsaan Indoensia. 4. Siar dan perkenalkan Indonesia. Memamerkan keindahan dan kehebatan Indonesia di mata dunia melalui berbagi event, program, kegiatan, dan inisiatif. Berbagai konsep jika mampu diimplementasikan kepada tempat yang tepat maka hasilnya juga akan memuaskan. Kualitas sumberdaya manusia dengan kebutuhan zaman terbaru yang kompetitif harus terus disiapkan dan ditingkatan, terutama gerasi pemuda sebagai pilar masa depan negara. Kompetensi yang harus dimiliki sumberdaya manusia bangsa Indonesia tentu harus lebih kompleks dan memadai, demi mendukung ketahanan nasional melalui aksi bela negara yang tepat. Unsur yang harus dimiliki para pemuda/mahasiswa sebagai agen bela negara meliputi intelektualitas, mentalitas, moralitas maupun fisik/jasmani yang sehat kuat akan menjadi penentu utama keunggulan bangsa dan negara dalam peraturan politik bangsa-bangsa di dunia (Abidin et al, 2014, hal. 100). Aktualisasi nilai-nilai bela negara bagi para pemuda dapat dilakukan dimana saja, disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan program. Unit Kegiatan Mahasiswa di perguruan tinggi adalah sarana untuk mewadahi minat bakat para mahasiswa. Eksistensi mutu dari kegiatan setiap UKM di perguruan tingi juga akan dievaluasi dan di kontrol oleh jajaran pimpinan kampus. Sehingga jika terjadi penyelewangan atau pelanggaran hukum, serta wewenang yang tidak sesuai dengan peratutan pemerintah, panca silat atau UUD 45 akan segera ditindak. Sangat potensial jika inovasi aktualisasi nilai-nilai bela negara dapat dilakukan melalui unit kegiatan mahasiswa. Sebagai cara menciptakan semangat bela negara di perguruan tinggi melalui kegiatan kurikuler, ekstra, dan ko-kurikuler, Arismunandar (2019; Hartono, 2020) menjelaskan strategi yang dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Pengetahuan wawasan tentang kebangsaan dan bela negara (general education) 2. Pemahaman wawasan kebangsaan berdasarkan 4 konsesnsus dasar: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia) 3. Pendampingan dosen dalam berbagai kegiatan (keagamaan, sosial budaya, olahraga, penelitian dan lain-lain) 4. Pengembangan kecerdasan (civic intelligence), tanggungjawab (civic responbility), dan partisipasi (civic participation) warga negara sebagai landasan pengembangan nilai dan perilaku demokrasi. 42 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 Strategi dalam membentuk aktualisasi nilai-nilai bela negara bagi pemuda di perguruan tingi harus memliki dasar hukum dan berlandaskan idiologi Negara Indonesia. Mampu memberikan pengetahuan tentang bela negara atau unsur pendukung berdasrkan pengembangan nilai dan perilaku. Pihak yang berperan memberi fasilitas, dapat meliputi bidang keagamaan, sosial budaya, dan olahraga. Mendukung tersedianya kesempatan terbentuknya pemuda cerdas, bertanggungjawab, dan berkompetensi kemampuan melaksanakan bela negara secara positif. Serta diberikan fasilitas untuk berpartisipasi dalam ekspresi prestasi bela negara yang sesuai. Sehingga berdasarkan pemaparan berbagai pendapat mengenai nilai-nilai bela negara dan kebutuhan akan SDM yang berkualitas, disimpulkan nilai-nilai bela negara yang sepatutnya dimiliki pemuda diantaranya: Kesadaran Cinta Bangsa Kesempatan Bela Negara Kemampuan Persatuan Gambar 1. Nilai-nilai Bela Negara Pemuda Sumber: Olahan Peneliti Penjelasan mengenai nilai-nilai bela negara bagi pemuda berdasarkan Gambar 1 pemuda dapat pemahaman (pikiran), dan merasakan bangga dan cinta (emosi) bangsa. Terjalinnya persatuan di masyarakat. Serta kemampuan yang dimiliki dan mendapat wadah ekpresi. Penjelasan lebih detail tentang nilai-nilai bela negara bagi pemuda yaitu: 1. Kesadaran tetang pengetahuan dan kewajiban bela negara. 2. Cinta Bangsa dan rasa bangga terhadap kekayaan mutiara bangsa Indonesia 3. Persatuan yang terjalin berlandaskan moralitas sosial yang baik. 4. Kemampuan untuk melaksankan bela negara yang sesuai kapasitas dan minatnya. 43 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) 5. Kesempatan untuk mengekspresikan dan menyalurkan bela negara yang diinginkan. Melalui rincihan nilai-nilai bela negara yang disebutkan, tidak hanya akan mengahsilkan pemuda yang faham tentang bela negara, namun juga membentuk lingkungan yang mendukung ketahanana nasional dengan persatuan bangsa Indonesia. Pemuda juga akan memiliki kompetensi untuk menunjukkan prestasi yang dapat mengharumkan bangsa di kancah global. Poin terpenting, pemuda mendapatkan fasilitas dan kesempatan untuk beraksi ekspresi bela negara sesuai keinginan. Ketika sudah menemukan nilai-nilai bela negara pemuda sedimikian rupa tentu dibutuhkan cara aktualisasi yang tepat. Cara atau bentuk inovasi aktualisasi yang tepat, akan menujang efektivitas tingkat keberhasilan dan kesesuaikan dengan tujuan yang di citacitakan. Berbagai cara bisa menjadi inovasi bentuk aktualisasi bela negara bagi pemuda khususna Unit Kegiatan mahasiswa di kampus diantaranya: Pengarahan Entertaint Fasilitas Nilai Bela Negara Membekali Bersosial Gambar 2. Bentuk Aktualisasi Nilai-nilai Bela Negara Sumber: Olahan Peneliti Berdasarkan Gambar 2, disebutkan cara-cara/inovasi yang bisa dilakukan untuk mengaktualisasikan bela negara bagi pemuda. Tidak hanya mengandung bela negara yang baik bagi negara, namun tepat diterapkan untuk para pemuda. Adapun penjelasan isi Gambar 2, yaitu: 1. Memberikan pengarahan tentang pemahaman dan tanggungjawab bela negara/unsur yang mendukung nikai-nilai bela negara untuk menumbuhkan kesadaran pemuda. 44 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 2. Mengenalkan unsur-unsur dan kegiatan kreatif yang dapat menumbukan rasa cinta terhadap bangsa Indoensia dengan segala kearifan lokal, serta dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. 3. Membiasakan hubungan bersosial dengan unsur budi pekerti, moral, karakter, dan kepribadian bangsa menguataman persatuan berbangsa Indoesia. 4. Secara bertahap membekali dengan kesiapan diri atau kemampuan yang dapat digunakan untuk berprestasi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di kancah dunia. 5. Memberikan Fasilitas untuk kesempatan menyalurkan kesadaran bela negara, rasa cinta kepada bangsa, kemauan, dan kekemampuan melaksanakan bela negara sesuai minat bakat. Melalui nilai-nilai bela negara yang sesuai dengan kondisi zaman modern bagi kalangan pemuda, tidak hanya akan mendukung program pemerintah dalam mensosialisasikan bela negara, namun dapat membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. METODE PENELITIAN Jenis penelitian,merupakan penelitian kualitatif, penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif bersifat alamiah, kontekstual, mengutamakan data langsung dan purposive, dengan analisis induktif selama proses penelitian. Berpedoman terhadap penilaian subjektif yang menggunakan kategorisasi nilai atau kualitas. Sifat penelitiannya subjektif dan transferability.Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diambil memuat realitas yang terjadi di latihan pencak silat UKM PSHT UGM, materi yang diajarkan, peraturan secara tekstual maupun lisan. Data yang dikumpulkan segala hal berupa informasi, fakta dan realita yang terkait atau relevan dengan apa yang dikaji/diteliti. Subjek penelitian merupakan para siswa dan warga pelatih. Waktu penelitian dilaksanakan pada tahun 2019. Sumber data utama diperoleh dari wawancara para warga sesepuh, warga alumni, warga pelatih, dan siswa latihan UKM PSHT UGM. Pada sumber data tambahan berupa segala dokumen, baik dalam bentuk tertulis seperti: buku materi, majalah ilmiah, jurnal, dan karya ilmiah seperti disertasi, tesis atau skripsi (Ibrahim, 2015). Analisis dilakukan melalui proses mencari, mengumpulkan, dan menyusun data hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumen penunjang (Bogdan dalam Sugiyono, 2013:244). 45 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) HASIL DAN PEMBAHASAN Unit Kegiatan Mahasiswa Persaudaraaan Setia Hati Terate Universitas Gadjah Mada Ir. M. Taufiq selaku Ketua Pusat Persaudaraan Setia Hati priode 2016-2021 (sekaligus Wakil Ketua Ikatan pencak Silat Indonesia), menjelaskan dalam rapat di Kantor Kementerian Pertahanan, bahwa PSHT didirikan oleh Ki Hajar Harjo Utomo pada tahun 1922 sebagai upaya mencapai kemerdekaan nasional di Indonesia. Tugas mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan tugas pokok ajaran dan ajaran PSHT bagi para anggotanya. Selaras dengan keinginan PSHT, maka kriteria utama anggota PSHT berkewajiban mengajak seluruh warga negara untuk membersihkan hati serta memberikan kemanfaatan yang sebesarbesarnya bagi masyarakat, negara dan negara. Pada salah satu wasiat PSHT tentang anjuran membuktikan kepada para anggotanya bahwa keharusan untuk membuktikan sebagaibangsa dan negara yang mereka, serta dihubungkan dengan persaudaraan yang abadi dan memperkuat persaudaraan antar sesama bangsa.PSHT tersebar di 236 Cabang kota/kabupaten, 59 komisariat di perguruan tinggi, dan 9 Cabang khusus di luar negeri yaitu Malaysia, Belanda, Rusia, Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia dan Perancis (Kemhan, 2017). UKM PSHT Komisariat UGM sebagai salah satu ekstrakulikuler yang berada dalam naungan instansi universitas, mengkolaborasikan kebijakan dan visi misi UGM dengan tujuan PSHT, membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, mengerti benar dan salah, serta bertaqwa kepada Tuhan YME. Membentuk kegiatan yang bermanfaat tidak hanya sebagai wadah para mahasiswa untuk mengolah kesehatan jasmani agar terdukung semangat belajarnya, namun dapat digunakan sebagai inovasi wadah aktualisasi nilai-nilai bela negara bagi para pemuda melalui pendidikan pencak silat di unit kegiatan mahasiswa. Bentuk aktifitas kegiatan UKM PSHT UGM harus memenuhi tangungjawab peran melestarikan ajaran pencak silat PSHT di lingkungan kampus, dan peran sebagai salah satu bagian dari wadah kegiatan mahasiswa kampus UGM. Jadi bentuk kegiatan yan diliki terdiri dari: Kegiatan pokok pendidikan pencak silat PSHT, dan kegiatan pokok pendukung eksistensi prestasi secara umum wadah kegaiatan mahasiswa atau pemuda di UKM PSHT UGM. Adapun kegiatan Pokok UKM PSHT UGM dalam pelestarian pencak silat yang memiliki manfaat sebagai sarana internalisasi nilai-nilai bela negara bagi para pemuda diantaranya: (1) Kegiatan melalui ceramah yang berisi ajaran folosofis pencak silat, panca dasar, wasiat anggota, kerokhanian & keSHan, etiket, dan kepemimpinan dalam PSHT. (2) 46 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 Kegiatan pendidkan pencak silat PSHT terdiri atas Pencak Silat Tradisi, Pencak Silat Prestasi dan Pencak Silat beladiri Praktis. Ajaran Filosofis Salah satu tujuan PSHT dalam mendewasakan secara jasmani dan rohani. Ajaran filosofis menjadi dasar moral, etiket, sikap, dan pegangan ang harus dipegang oleh siswa dan warga PSHT. Materi filosofis yang diajarkan melalui metode pemyampaian/wejangan secara (ceramah) dan tertulis pada waktu jam istirat latihan rutin, penutup latihan, atau waktu yang memungkinkan (konsisional). Materi ajaran filosofis tidak hanya sebatas penyampaian, namun menanamkan, memahamkan, dipraktekkan, dibiasakan dalam setiap kesempatan. Detail materi ajaran filosofis yang diajarkan, diantaranya: panca dasar, wasiat anggota, materi kerohanian, dan falsafah-falsafah. Panca Dasar Persaudaraan, berlandasakan untuk saling mempercayai, saling membutuhkan, saling menghargai. Tingkatan sosial di antara anggota tetap memiliki sisi junior dan senior yang lebih tua, namun tanpa pamrih, dengan pandangan sederajat. Selalu diajarkan mengutamakan persaudaraan dan kerukunan. Olahraga, memuat gerakan-gerakan secara fisik, secara teknis terdiri dari unsur-unsur olaraga pada umumnya dan khususnya olahraga beladiri pencak silat. Kesenian, pencak silat secara resmitelah diakui PBB sebagi budaya (kekayaan tidak fisik) asli Indonesia. Landasan beladiripencak silat juga mengandung unsur seni dapat digunakan sebagai pertunjukan adat daerah, dan juga dipertandingkan. Beladiri, pencak silat di PSHT memuat gerakan jurus, senam, kuncian, bantingan, serta keahlian dalam penggunaan senjata. Komposisi yang terdapat dalam pencak silat PSHT sangat kopleks yang terdiri diri gerakan mematikan murni pencak silat, bisa juga pencak silat untuk dipertandingkan (standar IPSI), pengembangan penggunaan dan penetralisir senjata, serta beladiri praktis kuncian seperti dalam MMA. Kerokhanian, sebagai landasan akhlak, karakter serta kepribadian para siswa maupun warga PSHT untuk mencapai kehidupan kemulyaan yang di ridhoi Tuhan YME. KeSetia Hati-an berisi tentang butir-butir peraturan, filosofi, etiket, sifat kepemimpinan, dan segala pengetahuan tentang PSHT. Wasiat Anggota Salah satu tuntunan atau anjuran yang ditujukan kepada para calon/anggota PSHT dirangkum dalam wasiat anggota PSHT. Isi dari wasiat anggota terdiri atas keharusan, pantangan, dan larangan yang harus diketahui dan ditaati. Rincihan dari isi wasiat 47 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) PSHT,yaitu: (1) Calon/Anggota harus:Bersifat kesatria, teguh tetap pendirian, adil, berdiri berdasarkan keadilan/kebenaran, bertanggung jawab, kekal dalam Persaudaraan, mengeratkan sifat tolong menolong, ngutamakan kepentingan umum, membuktikan bangsa yang merdeka, menjaga kebaikan nama S.H. Terate, menjaga ketentraman, menjunjung tinggi Bangsa dan Negara Indonesia dengan penuh kecintaan dan kesetiaan hatinya. (2) Calon/Anggota tidak boleh: Sombong, membuat sakit hati sesamanya, memamerkan kepandaian beladiri, mengajarkan Pencak Silat tanpa izin, berkelahi (terutama sesama calon/anggota SHTerate). (3) Calon/Anggota dilarang: Merusak pagar ayu, merampas poros ijo (zina), menerima/merampas sesuatu yang bukan haknya. Semua calon/anggota harus memegang teguh Wasiat PSHTuntuk menjaga keselarasan keberlangsungan organisasi kedepannya. Selain itu untuk menjaga keseimbangan di lingkungan sekitar (norma adat, agama, dan moral sosial). Kaidah-kaidah yang terdapat dalam wasiat anggota tidak hanya ditujukan di lingkungan PSHT semata, namun sesuai intruksi pimpinan PSHT untuk ikutserta mengisi kemerdekaan NKRI. Sehingga diharapkan para anggota juga menerapkannya di lingkungan keluarga, pergaulan, bersosial dan bernegara. Materi Kerokhanian dan KeSHan Sebagai landasan dalam mempergunakan keahlian beladiri pencak silat PSHT serta tercapainya tujuan pendewasan lahir bathin pemuda yang sesuai dengan ajaran PSHT dan idiologi bangsa, pemberian materi kerokhanian kepada para siswa, berikut materi kerokhanian dan keSHan disesuaikan pada tingkatannya,yaitu: Tabel 1 Materi Kerohanian Siswa PSHT Polos Jambon Hijau Putih Pengenalan Pemahaman Pendalaman makna Faham kegunaan organisasi lambang SH makna lambang SH Terate. dengan perangkatnya, makna Terate. lambang SH lambang, lagu, simbol, panjiTerate. panji. Pencak silat Pemantapan Penanaman sifat patriotik Mengetahui jumlah Cabang sebagai cara tatakrama militan, & loyal. dii Indonesia, & di luar olahraga, dalam negeri. beladiri, seni, & pergaulan. kebudayaan. Kedisiplinan Penanaman Kedudukan sebagai Bermasyarakat berbangsa dan dalam disiplin pada mahluk Tuhan, dan bernegara sebagai pemimpin/ berorganisasi. waktu latihan. anggota masyarakat. bawahan. Orientasi pada Pemahaman Tampilan, & sikap di Pemahanan atas makna & tatakrama Sejarah SH tempat umum, kesehatan, tujuan bukaan & ilmu 48 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 pergaulan. Terate. & pengenalan bukaan. „khusus‟ SH Terate. Intruksi Kaitan SH Kaitan keSHan dengan Penguasaan materi/pelajaran berbahasa Terate dengan pemahaman penghayatan, /informasi tentang SH Terate, daerah (sopan, & perjuangan pengamalan Pancasila, & Pancasila dasar bahasa Indonesia bangsa. UUD 45, NKRI, dan kepemimpin organisasi. secara baik Bhinneka Tunggal Ika. Sumber: Olahan Peniliti dari Standarsasi Materi (PSHT, 2006) Penjelasan mengenai tabel 1 Materi kerohanian siswa PSHT pada setiap tingkatan setiap tahapan disesuaikan mengikuti materi pokok pencak silat (beladiri) yang diajarkan.Uraian dalam tabel 1 sebagai berikut: PertamaPolos, materi paling awal diisi dengan peletakan dasar-dasar organisasi, dan pengenalanan mendasar tata krama. Kedua Jambon, kedisiplinan mulai diberlakukan hukuman, dan materi penting SH Terate dengan bangsa Indonesia. Ketiga Hijau, sudah bisa dianggap „dewasa‟, lebih detail, kompleks, mantap dan disertai penghayatan. Keempat Putih (kecil), materi lebih intens, global, dan mendalam. Memberi contoh tauladan sikap, sifat, dan kebiasaan yang baik pada siswa dibawahnya. Kepemimpinan dalam PSHT Sebagai wadah membentuk manusia berbudi pekerti luhur, diharapkan baik warga atau yang masih siswa memiliki sikap dan jiwa pemimpin. Minimal mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Materi kepemimpinan PSHT meliputi: bertaqwa, setia hati, jujur, dan realistis. Berani secara moral dan fisik dengan pengetahuan/kecerdasan dalam mengambil keputusan secara efektif (menganalisa, mempertimbangan, serta menerima resiko). Amanah, bijaksana, dan ikhlas dalam tindakan serta sikap, serta antusias dalam bertugas. Berinisiatif, idependen, professional menjadi teladan dalam lahir dan bathin. Tahan uji, tidak egois, dan memiliki respect. Memiliki loyalitas terhadap organisasi dan bangsa (PSHT, 2006). Etiket dalam PSHT Secara garis besar Etiket dalam PSHT merupakan kumpulan nilai-nilai etika moral yang diterapkan dalam latihan PSHT umumnya. Tidakhanya ditujukan saat dilingkungan latihan saja, namun pembiasaan di lingkungan latihan untuk diterapkan dalam kehidupan sosial, mencakup: pengertian/ruang lingkuppergaulan dan dampaknya. Rekomendasi tampilan serta tingkah laku dalam kebersamaan hidup masyarakat,kebangsaan berbangsa dan bernegara. Pentingnya memperhatikan etiket dimanapun berada menunjukan bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya. Selain etiket yang ditulis tersebut terdapat petuah- 49 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) petuah setiap jam istirahat saat latihan rutin. Ada juga saat sowan ke para warga sepuh yang diagendakan oleh pengurus (PSHT, 2006). Falsafah-falsafah Materi tentang falsafah-falsafah di PSHT, sebagai pengingat akan ajaran budi pekerti bagi orang PSHT. Beberapa falsafah Jawa yang selaras dengan keilmuan dan tujuan PSHT juga dipergunakan untuk landasan sikap para siswa dan warga. Fungsi falsafah dapat dipergunakanpetuah/wejangan bagikaum muda (umur dan pengetahuan) mengenali sesuatu yang penting agar mudah teringat. Falsafah utama dalam PSHT adalah "Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan, tetapi manusia tidak dapat dikalahkan,jika dia tetap setia pada hati nuraninya". Manusia dalam kesempatan bisa dilukai, dan mati sesuai kodratnya. Namun jika manusia tetap berpegang teguh pada hati sanubari yang murni dengan ketaatan kepada sang pencipta, dia tidak akan bisa dikalahkan. Keyakinan tersebut sebagai implementasi perbuatan yang baik dari orang yang bertaqwa akan mendapat pertolonganNya. Diantara falsafah-falsafah bagi siswa dan warga PSHT:(1) “Memayu hayuning bawana”, kehidupan manusia harus mengusahakan pada keselamatan, kebahagiaan, kemanfaatan, dan kesejahteraan bersama dengan yang lain. (2) “Ojo rumongso biso, ning sing biso'o rumungso,” orang PSHT jangan merasa sombong jika memiliki keahlian, tapi harus bisa memahami perasaan orang lain (peka). (3) “Tego lorone, ora tego patine, orang PSHT berani menyakiti hanya jika untuk memperbaiki, bukan dengan tujuan merusak. (4) Sepiro gedenening sangsoro, yen tinompo amung dadi coba, seberapapun besarnya kesulitan yang diterima orang PSHT dalam perjuangan, jika diterima dengan ikhlas sesungguhnya hanyalah cobaan untuk menjadi lebih baik. Pendidikan Pencak Silat Secara harfiah PSHT merupakan perguruan beladiri penak silat tentunya mengajarkan materi beladiri secara nyata. Jenis beladiri fisik yang diajarkan di PSHT Komisarit UGM (sesuai dengan Standarisasi Materi PSHT) terdiri dari 3 kelompok besar, yaitu: pencak silat tradisi, pencak silat prestasi, dan pencak silat beladiri praktis. Ketiga jenis pendidikan pencak silat dijelaskan sebagai berikut: Pencak Silat Tradisi Terdapat beberapa bagian pencak silat tradisi adalah pendidikan beladiri pencak silat baku yang dimiliki oleh PSHT, yaitu: porsi latihan fisik membentuk kondisi tubuh dengan pemeriksaan kondisi tubuh, pemanasan, ausdower atau ketahanan, stamina, kecepatan dan 50 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 ketepatan, dasar keterampilan, serta pernafasan.Porsi latihan Teknik terdiri atas senam, jurus, senjata, dan kripen. Sesi latihan taktik diisi dengan sambung atau latihan pertandingan, dan latihan pebeladiri praktis. Materi pokok yang diajarkan melalui pencak silat tradisi memuat senam dasar dan jurus baku pencak silat PSHT. Materi senam dasar PSHT sebagai landasan dalam gerakan jurus baku. Sedangkan materi jurus baku memuat rangkaian dari senam dasar yang dibentuk sedemikian rupa, memilki dasar, aturan, dan fungsi yang tidak hanya efisien, namun juga dapat mematikan. Sistematika metode latihan pencak silat tradisi terdiri dari Persiapan memakai Sakral/seragam latihan dan menyiapkan alat pendukung latihan. Pendahuluan Briefing dan Do‟a pembuka. Pemanasan dengan lari dan senam Indonesia seri D. Proses latihan inti dengan durasi dan materi disesuaikan tingkatan sabuk. Tingkatan sabuk dalam PSHT terdiri dari pra-polos, polos, jambon, hijau, putih, dan putih besar (mori). Latihan Penutupan di isi dengan latihan pernafasan, gerakan kesenian, pembinaan mental, spritual, penjelasan tentang orgasasi PSHT/keSHan dan kerokhanian, Briefing singkat dan do‟a penutup. Pencak Silat Prestasi Sebagai usaha menjaga eksitensi PSHT dalam ranah partisipasinya di dunia olahraga secara profesional, maka dalam subtansi pendidikan pencak silat juga memuat latihan beladiri untuk dipertandingkan. Lebih utamanya sebagai UKM dari kampus UGM, sangat diperlukan prestasi di bidang pencak silat sebagai sarana mutu dan profesional. Pembinaan latihan prestasi meliputi sistematika pelatihan sebagai berikut: Pertama, Latihan Fisik agar memiliki kelenturan, keseimbangan, kekuatan, kecepatan, dan ketepatan. Fungsi latihan fisik sehingga atlet dapat melaksanakan gerakankeselarasan yang baik, dapat melakukan teknik dengan mapan dan mantap. Kesiapan fisik membuat atet mempunyai daya tahan, stamina/ausdower yang mumpuni, sehingga fisik siap digunakan melakukan pertandingan tanpa gangguan fisik secara anatomi maupun fisiologis. Kedua, Latihan Teknik dengan dasar pengusaan teknik yang berpola pada jurus-jurus baku SH Terate. Pembinaan meliputi teknik pembelaan, pengembangan teknik menjatuhkan dan teknik mengunci yang tetap berpola pada permainan teknik pencak silat SH Terate. Ketiga, Latihan Taktik dalam pembinaan bagaimana seorang pesilat dapatmencapai prestasi yang baik dalam pertandingan. Hasil yang diinginkan dari latihan taktik dapat mengembangakan pola bertanding yang praktis dan efisien. Catatan Prestasi Kejuaraan PSHT Komisariat UGM dalam rentang waktu tahun 2017- 51 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) 2019 cukup banyak. Prestasi yang diperoleh dari kejuaraan di tingkat regional kabupaten, provinsi, nasional dan Internasional. Termasuk kejuaraan antar perguruan dan internal PSHT (SH Competition). Berikut perincihannya: Tahun 2017 perolehan medali sebanyak 1 Emas, 3 Perak,& 1 Perunggu dalam kejuaraan tingkat Regional, dan Nasional. Tahun 2018 perolehan medali sebanyak 3 Emas, 8 Perak, & 2 Perunggu dalam kejuaraan tingkat Regional, Privinsi, Nasional, hingga Internasional (internal PSHT). Tahun 2019 perolehan medali sebanyak 1 Emas, & 2 Perunggu dalam kejuaraan tingkat Regional, dan Nasional. Hingga dapat disimpulkan bahwa dalam pencapaian di pencak silat prestasi memperoleh keberhasilan yang memuaskan (Dokumen Pengurus UKM PSHT UGM 2019). Selain mengikuti berbagai ajang pertandingan di luar kampus, dimulai tahun 2016 UKM PSHT secara resmi mengadakan "The 1st Terate UGM Championship 2016”. Kejuaraan yang diselenggarakan diperuntukan untuk komunitas internal PSHT saja, atau biasa disebut SH-Competetion. Ruang lingkup peserta terdiri atas Komisariat UKM dan Cabang PSHT se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Melihat antusias yang begitu besar para peserta di penyelenggaraan tahun 2016, pada “The 2st Terate UGM Championship 2018” ruang lingkup peserta dibuka lebih luas untuk skala Nasional. Terate UGM Championship diselenggarkan untuk memberikan wadah prestasi para atlet PSHT, ajang silarurahmi sesama perkumpulan PSHT, memenuhi perannya untuk mengisi kemerdekaan Indonesia dengan berbagai kegiatan positif menunjang eksistensi bangsa Indonesia. Pencak Silat Beladiri Praktis Secara harfiah belajar pencak silat pastinya juga merupakan keahlian di bidang beladiri. Ketika dihadapkan pada situasi di luar (lingkungan umum) yang mengharuskan memakai kemampuan beladiri tentu keahlian tersebut boleh digunakan. Berdasarkan kebutuhan pengunakan beladiri pencsak silat secara umum, di PSHT terdapat sesi untuk latihan beladiri praktis. Materi selain semua materi baku yang diajarkan dalam latihan tradisi dan prestasi, terdapat tambahan lain seperti teknik pelumpuhan, teknik dekapan, dan mengatasi senjata tajam. Praktek aplikasi pada pencak silat beladiri praktis dilakukan dengan pertandingan persaudaraan dalam kalangan latihan yang disebut “Sambung” seperti pada namanya, pertandingan duel memang dilakukan dengan saling beradu keahlian teknik masing-masing.Selain sebagai ajang untuk menguji kematangan dalam penguasaan teknik beladiri, sambung juga sebagai sarana mengenal diri dengan yang lain. Fungsi utama terletak 52 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 pada kebutuhan keamanan dari kejahatan di lingkungan nyata. Begitu banyak dan kompleks materi beladiri yang diajarkan, secara singkat masingmasing siswa atau warga sangat jarang dapat mengusai sampai ketingkat mahir. Namun secara keseluruhan materi diantara berbagai bentuk beladiri pencak silat tersebut akan diajarkan sesuai tingkatan sabuk/kemampuan dalam pengusaannya. Beberapa rahasia seni bela diri yang ditunjukkan dari jurus bukaan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate termanifestasikan pada cara-cara di dalam mengembangkan tenaga dalam (mystical energy). Fungsi dari jurus-jurus bukaan PSHT tersebut selain diperuntukan untuk membela diri dari serangan musuh, serta setiap gerakan menunjukkan kemantapan keimanan kepada Allah, anjuran keharmonisan berkeluarga, berbagai sikap mulia seperti ketulusan, berbakti kepada pertiwi, kepercayaan diri, optimistik, dan sadar diri (Ediyono, 2019). Kegiatan, Peran, Dan Eksistensi UKM PSHT UGM selain kegiatan pokok pendidikan pencak silat, juga berpartisipasi dengan tampil dalam berbagai pargelaran di atas panggung event di lingkungan UGM diantaranya: Gelanggang Expo setiap tahunnya, Pelatihan Pembelajan Sukses Mahasiswa Baru UGM, PenyambutanTamu Internasional dari ASEAN University Network tahun 2016, Perayaan Ulang Tahun Fakultas Teknik UGM tahun 2017. Partisipasi serta bekerjasama dengan berbagai pihak yang dilakukan UKM PSHT UGM dalam berbagai event di luar kampus. Event yang dimaksud, seperti: Pentas Pencak Silat di Pasar Ngasem oleh Santripreneur dan BRI tahun 2017, Pentas Kirab Budaya Nusantara tahun 2018 di Malioboro oleh Kominfo dan Penggerak Budaya, mengikuti Pencak Malioboro Festival pada setiap pargelarannya. Sedangkan dalam rangka sosial kemanusiaan, UKM PSHT UGM bersama Komisariat PSHT DIY pernah mengadakan aksi penggalangan dana korban bencana banjir, tanah longsor, angin kencangdi Kab. Gunungkidul pada 3 Desember 2017. Pada 20 Maret 2019 UKM PSHT UGM juga mengadakan aksi penggalangan dana banjir di Kabupaten Bantul (PSHT UGM: Istagram). Sebagai upaya membangun hubungan sosial yang hangat dan membangun kekompakan dalam tubuh organisasi, UKM PSHT UGM juga mengadakan Family Gathering makrab PSHT Internal UGM yang diisi dengan proses perkenalan terhadapap anggota baru UKM PSHT UGM dari warga mahasiswa baru dan warga yang baru di sahkan. Selaian diisi dengan kegiatan keakraban, biasanya proses regerasi kepengurusan juga sekalian diselenggarakan. Acara berlangsung dengan berkemah di pantai. Tidak lupa berbagai 53 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) kesempatan mengadakan kunjungan wisata dan kunjungan keluar kota untuk menikmati liburan bersama menikmati kekayaan alam Indonesia. Proses Aktualisasi Nilai-nilai Bela Negara UKM PSHT UGM meskipun dalam kegiatannya tidak diformulasikan secara praktis untuk bela negara seperti Intitusi resmi pemeritahan (Kemhan dan Badan-badan Keamanan Militer Nasional) telah mendapatkan legalitas diakui melalui MoU kerjasama terlibat serta berperan dalam aksi bela negara oleh Kemhan RI pada tahun 2017. Melihat lebih detail elemen-elemen dalam ruang lingkup PSHT (khususnya PSHT di Kampus/UKM) secara sengaja/tidak disengaja melalui berbagai aktifitas kegiatan dalam pendidikan pencak silat telah melaksanakan upaya aktualisasi nilai-nilai bela negara bagi para pemuda. Selain itu, menghasilkan inovasi kreatif bagaimana aktualisasi nilai-nilai bela negara bagi pemuda dengan corak kebudayaan pencak silat dilingkungan institusi kampus, serta dapat dikolaborasikan bersama pihak-pihak pendukung terkait. Aktualisasi nilai-nilai bela negara yang dilakukan oleh UKM PSHT UGM, diantaranya: Pertama, memberikan pengarahan dan wejangan ketika waktu istirahat/penutup latihan rutin. Isi wejangan terdiri dari ajaran filosofis pencak silat PSHT seperti: Tujuan dan Tugas PSHT, pemahaman Panca Dasar, intruksi Wasiat Anggota, perspektif Kepemimpinan dalam PSHT, pengetahuan/anjuran Etiket dalam PSHT, materi Kerokhanian dan pendalaman keSHan, serta wawasan Falsafah-falsafah Kehidupan. Untuk menunjang wejangan yang diberikan, tidak hanya dilakukan saat latihan rutin, pertemuan diluar jam latihan, dan sowan ke sesepuh juga ditempuh untuk memantapkan ajaran filosofis pencak silat PSHT. Hasil dari wejangan yang dilakukan untuk menjadikan siswa dan warga PSHT menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur bangsa Indonesia (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI). Kedua, mengenalkan nilai-nilai dan kegiatan bertajuk entertaint (hiburan) dan kekinian yang mengandung unsur kekayaan bangsa Indonesia. Melakukan kegiatan diluar lingkungan latihan seperti studi wisata untuk melihat kekayaan alam Indonesia. Kegiatan dalam mengikuti berbagai event pertunjukan yang mampu memadukan unsur kebudayaan pencak silat dengan konsep modernt seperti karnaval pencak silat mallioboro, pentas kebudayaan di pasar ngasem, serta pentas kesenian pencak silat untuk meyambut tamu Internasional. Membuat dokumentasi vidio dengan konsep modern, atraktif, dan menarik. Aktifitas kegiatan pengenalan, keikutsertaan, partisipasi dan siar/memamerkan potensi 54 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 atraktif perpaduan pencak silat dengan konsep modern. Rasa cinta dan kebanggan terhadap bagaimana potensi kekayaan (keindahan SDA dan Kebudayaan) Indonesia di hati dirinya masing-masing, serta mengenalkan di mata masyarakat dunia bagaimana potensi kebudayaan Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain, dan tetap dapat eksis mengikuti perkembangan zaman milineal. Ketiga, membiasakan hubungan bersosial dengan menguatamakan persaudaraan (panca dasar). Menekankan untuk berbicara secara sopan santun terhadap yang lebih tua, beradab berbudi pekerti luhur, bersikap ramah terhadap siapa saja. Mendisiplinkan jika berbuat salah atau melanggar. Kegiatan bakti sosial dan penggalangan dana dalam menyingkapi kepedulian terhadap bencana alam, juga giat dilakukan pada setiap kesempatan jika memungkinkan. Melaui berbagai upaya tersebut, sehingga terjalin rasa persatuan dilingkungan latihan, dan persatuan dalam berbangsa dan bernegara di lingkungan bermasyarakat. Keempat, secara bertahap membekali dengan kemampuan olahraga untuk kesehatan dan beprestasi. Serta kemampuan beladiri untuk menjaga keamaan, menjaga kehormatan dan prinsip pribadi, keluarga, agama, dan bangsa Indoneisa dari ancaman bangsa lain. Sebagain dari upaya nyata membekali diri dengan kemampuan pertempuran secara nyata jika memungkinkan terjadinya agresi militer dari bangsa lain. Kelima, Unit Kegiatan Mahasiswa menyediakan fasilitas untuk berlatih pencak silat yang dapat dipergunakan sebagai sarana olahraga menjaga jasmani tetap sehat dan siap dipergunakan dalam berbagai aktifitas. Unsur olaharaga dalam pencak silat, juga diperuntukan untuk prestasi, dan UKM menyelenggarakan event bagi pemuda sebagai sarana menyalurkan hobi dan kemampuan pencak silat dalam berprestasi. Fasilitas yan diberikan juga meliputi tempat latihan yang kondusif, pelatih yang mumpuni dibidangnya, materi yang sesuai, serta berbagai sarana penunjang (alat-alat peraga olahraga beladiri pencak silat: barbel, bodyprotector, peaching, matras, dll). wadah membangun relasi persaudaraan. Kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan UKM Kampus, mengkuti pertandingan atas nama UKM, serta pendidikan organisasi. Membekali kemampuan beladiri pencak silat tradisi dan pencak silat bela diri praktis untuk dipergunakan mendewasakan diri, menjaga keamanan dan kehormatan diri, keluarga, agama, dan bangsa Indonesia. Melalui berbagai kegiatan (pendidikan pencak silat & UKM) hasil temuan penelitian, menunjukkan bagaimana aktualisasi nilai-nilai bela negara bagi pemuda melalui UKM PSHT 55 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) UGM dilakukan dengan: Pengarahan tentang sifat yang harus dimiliki pemuda bela negara (secara lagsung/tidak langsung) melalui wejangan sesi materi filosofis PSHT dan budi pekerti sesuai kaidah yang ada di masyarakat Indenesia. Melibatkan kegiatan UKM dengan bidang entertaint kekinian untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kekayaan bangsa Indonesia. Menekankan pada kebiasan bersosial sesuai dalam ajaran filosofis, berlandaskan persaudaraan dan menjujung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Membekali para pemuda dengan kemampuan olahrga dan beladiri pencak silat sebagai alat/daya untuk memelihara tubuh, menjaga dari ancaman, dan berjuang untuk bela negara berprestasi. Bentuk Nilai-nilai Bela Negara Berbagai upaya perjuangan memenuhi tanggungjawab sebagai cabang PSHT di Intansi Perguruan tinggi, pendidikan pencak silat secara giat telah dilaksanakna oleh UKM PSHT UM. Menjadikan dasar pendidikan pencak silat PSHT dengan eksistensi prestasi membawa nama baik organisasi PSHT dan UGM diberbagai kejuaraan hingga Internasional, serta berbagai event kekinian. Segala proses secra langsung/tidak langsung dalam mememnuhi tanggungjawab eksistensinya telah menghasilkan prosess aktualisasi bela negara yang cocok untuk diterapkan pada kalangan pemuda. dari Inovasi aktulaisasi nilai-nilai bela negara oleh UKM PSHT UGM, nilai-nilai yang diwujudkan diantaranya: Pertama, kesadaran tetang kewajiban bela negara bagi warga negara yang baik, khususnya pemuda. Melalui wejangan memberi pengarahan dan pemahaman tentang karakter-karakter baik sesuai moral masyarakat bangsa Indonesia, membentuk pribadi yang sesuai jati diri bangsa. Kesadaran yang ditanamkan melalui pendisplinan, serta hukuman agar dapat difahami dan dibiasakan prakteknya. Kedua, cinta bangsa dan rasa bangga terhadap kekayaan bangsa dengan segala potensi dan mutiara yang tersedia di tanah air, serta membentuk loyalitas terhadap kesenian kebudayaan asli bangsa Indonesia. Mengenal fleksibelitas dari pengembangan kegunaan pencak silat yang dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman hingga lebih cinta potensi bangsa Indonesia karena tidak kalah dengan bangsa lain. Ketiga, persatuan yang terjalin dengan pembisaan bersosial yang hagat, mengutamakan persaudaraan, dan saling tolong-menolong. Berdedikasi dan loyalitas yang dilatih selama mengikuti latihan pencak silat, dan segala kegiatan penunjang. Keempat, kemampuan yang didapatkan dari latihan pencak silat berupa kemampuan olahraga (pencak silat prestasi) yang mampu menyehatkan jasmani untuk mendung aktifitas 56 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 sehari-hari, kebutuhan belajar, keamanan dari penyakit, dan dapat dipergunakan sebagai sarana berprestasi membanggakan keluarga dan bangsa Indoensia dikancah Internasional. Memiliki kemampuan beladiri (pencak silat tradisional dan beladiri praktis) untuk menjaga keamanan, prinsip, dan kehormatan pribadi, keluarga dan bangsa Indonesia. Berpeluang menjadi kemampuan untuk bela negara secara fisik. Kelima, kesempatan untuk mengekspresikan dan menyalurkan kesadaran kewajiban bela negara, rasa cinta bangsa, kemauan, dan kemampuan melaksanakan bela negara yang sesuai minat bakat. Fasiltas fisik untuk berolahraga sebagai motovasi untuk semangat dan efisiensi mencapai tujuan dari belajar olaharaga beladiri pencak silat. Ketersediaan fasilitas mengekpresikan kemampuan beladiri pencak silat dengan mengikutkan para atlet di berbagai ajang pertandingan juga agar tersalurkan dengan baik dan tidak dilampiaskan untuk kegiatan yang merugikan diri sendiri dan masyarakat. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian menemukan bahawa melalui berbagai proses inovasi aktualisasi di UKM PSHT UGM telah mengasilkan nilai nilai bela negara seperti: pemahaman kewajiban bela negara, tumbuhnya rasa cinta tanah air, terlatih bersosial sesuai norma masyarakat Indoensia, kemampuan olahraga beladiri pencak silat, serta kesempatan untuk menyalurkan bela negara sesuai minatnya di bidang pencak silat. Fungsi dari ajaran filosofis, pendidikan pencak silat, kegiatan UKM secara umum, serta kerjasama dengan pihak-pihak potensional, telah melancarkan terciptanya nilai-nilai bela negara bagi para pemuda di UKM PSHT UGM. KESIMPULAN Aktualisasi nilai-nilai bela negara melalui UKM PSHT UGM, didasari atas unsur-unsur rohani Ajaran Filosofis Pencak Silat PSHT yang berisi panca dasar, wasiat anggota, materi kepemimpinan, materi Etiket, Materi Kerohanian dan keSHan, serta falsafah-falsafah. Unsurunsur jasmani Pendidikan Pencak Silat Tradisi, Pencak Silat Prestasi, dan Pencak Silat Beladiri Praktis. Sedangkan unsur pendung utama terletak pada kegiatan-kegiatan pokok sebagai UKM Pencak Silat PSHT seperti: berbagai keikutsertaan dalam kompetisi kejuaraan (Nasional dan Internasional), pertunjukan kesenian pencak silat di dalam lingkungan kampus UGM maupun di luar kampus, penyambutan tamu Internasioal, penggalangan dana korban bencana alam, dan pendidikan organisasi. Bentuk inovasi aktualisasi yang dilakukan meliputi: Pengarahan mengenai bela negara. Mengadakan kegiatan entertaint bercorak kekayaan potensi bangsa. Bersosial dibiasakan 57 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) sesuai norma masyarakat Indonesia. Membekali pemuda dengan kemampuan olahraga untuk berprestasi serta beladiri untuk menjaga harkat martabat diri dan bangsa Indonesia. Menjadi fasilitas dan wadah para pemuda untuk menunjang dirinya dalam bela negara yang sesuai minat/profesinya. Wujud nilai-nilai yang tumbuh dari inovasi aktualisasi nilai-nilai bela negara bagi para pemuda, diantaranya: Kesadaran tentang bela negara. Rasa cinta kepada tanah air semakin bertambah. persatuan yang dilandasi rasa persaudaraan, kemampuan yang diperoleh dapat digunakan sebagai sarana berprestasi mengharumkan Indonesia di Dunia. Kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan beraksi bela negara dengan bentuk yang positif. Pokok dasar dari ajaran PSHT berupa panca dasar disimpulkan menjadi usur paling dasar melandasi terciptanya bentuk dan nilai-nilai bela negara hasil aktulisasinya, yaitu mengenai Persaudaraan (sosialnya) Kerohanian (spiritual) Olahraga (jasmaninya) Beladiri (fungsinya) Kesenian (ciri khas bangsa) untuk pemuda ber-bela negara. Harmonisasi dari panca dasar tidak hanya ditujukan untuk membentuk manusia berbudi pekerti luhur mengetahui benar dan salah, serta bertaqwa Kepada Tuhan YME yang sesuai tujuan awal PSHT. Hasil dari harmoni setiap unsur panca dasar dapat menjadi ladasan untuk mendukung sarana terciptanya bela negara pemuda ala PSHT. Berdasarkan pengakuan skala Internasional sebagai warisan kebudayaan kesenian khas Indonesia, mengandung unsur-unsur moral persaudaraan sosial masyarakat Indonesia, berfungsi sebagai „daya‟ meliputi pengusaan olahraga untuk kesehatan/keselamatan diri (jasmani dan rohani) dan kemampuan berprestasi mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia di dunia, berpeluang untuk mempergunakan kemampuan unsur beladiri sebagai alat pertempuran belajar dari sejarah fungsi pencak silat dalam perjungan melawan penjajah, sologan yang tepat jika dimungkinan tentang pencak silat, bela negara dan bangsa Indonesia adalah “Pencak Silat Beladiri Bela Negara Indonesia”. Jika ditambahkan element pemuda menjadi “Pencak Silat Sarana Bela Negara Pemuda Indonesia”. DAFTAR PUSTAKA Armawi, A. (2011). Nasionalisme dalam Dinamika Ketahanan Nasional. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Arismunandar. (2019). Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Di Era Digital Untuk Memperkokoh NKRI. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Disampaikan pada Focus Group Discussion Kajian Wantimpres pada tanggal 09 Mei 2019. 58 DINAMIKA GOVERNANCE: JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA Volume 11 (1), April 2021 Dahliyana, A., Nurdin, E.S., Budimansyah, D., & Suryadi, A. (2019). Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan,17(2), 130-141. https://doi.org/10.21831/jc.v17i2.27919 Ediyono, S., & Widodo, S.T. (2019). Memahami Makna Seni dalam Pencak Silat. Jurnal Panggung, 29(3), 299-313.http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v29i3.1014.g638. Hartono, D. (2020). Fenomena Kesadaran Bela Negara Di Era Digital Dalam Perspektif Ketahanan Nasional. Jurnal Kajian Lemhannas RI, 4(1), 15-34. Ibrahim. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif; Panduan Penelitian Beserta Contoh Proposal Kualitatif. Pontianak: Alfabert. Indrajit, Richardus Eko. (2019). Bela Negara Di Era Digital. Disampaikan pada Focus Group Discussion Kajian Wantimpres pada tanggal 22 Mei 2019. Kartika, C. & Supriyono. (2019). Meningkatkan Disiplin Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate di Sekolah Dasar. JPGSD, 07(04), 3101 – 3110. Kemhan. (2017). Kecintaan dan Kebanggaan Kepada Bangsa Tidak Muncul Begitu Saja Namun Perlu Ditumbuhkan dan Dibina. Retrieved from https://www.kemhan.go.id/2017/03/10/kecintaan-dan-kebanggaan-kepada-bangsatidak-muncul-begitu-saja-namun-perlu-ditumbuhkan-dan-dibina.html. ______. (2018). SH Terate Ikut Wujudkan Bela Negara Di Dunia Internasional. Retrieved from https://www.kemhan.go.id/2017/02/27/sh-terate-ikut-wujudkan-bela-negara-didunia-internasional.html ______. (2018). Kegiatan Pelatihan Bela Negara PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate 13 Oktober 2018. Retrieved fromhttps://www.kemhan.go.id/pothan/2018/10/15/kegiatanpelatihan-bela-negara-psht-persaudaraan-setia-hati-terate-13-oktober-2018.html Kholis, N. (2016). Aplikasi Nilai- Nilai Luhur Pencak Silat Sarana Membentuk Moralitas Bangsa. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 2(2), 76-84. https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v2i2.508 Lukman, A.A., & Audu, H. (2014). Promoting sustainable development in Nigeria: Via Civic Education. Journal of Education and Practice, 5(34), 119-126. Mahfud MD. M. (2018). Membangun Jati Diri Bangsa: Globalisasi Sebagai Tantangan Dan Pancasila Sebagai Imperatif Solusi, Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 13(2). 145-153. https://doi.org/10.14710/sabda.13.2. Mustakim. (2017). Peranan Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (Pencak Silat) Dalam Menumbuhkan Sikap Disiplin dan Patriotisme di Komisariat Universitas Lampung Tahun 2016. Skripsi. Universitas Lampung Bandar Lampung. Nisa‟, K. , & Zega, Y.M. 2020. Implementasi Pemerintahan Kolaboratif Dalam Penguatan Nilai-Nilai Bela Negara, Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim, 10(1). 30-40. https://doi.org/10.33005/jdg.v10i1.1630. Oviyanti, F. (2013). Tantangan Pengembangan Pendidikan Keguruan di Era Global. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 267-282. Retrieved fromhttps://core.ac.uk/download/pdf/204282311.pdf Paetzold, U.U. & Mason, P.H. (2016). The Fighting Art of Pencak Silat and Its Music: From Southeast Asian Village to Global Movement. Beaverton: Ringgold Inc. Retrieved from https://search.proquest.com/docview/1771512187?accountid=38628 Pitaloka, A.R., & Wibawani S. (2019). Implementasi Kebijakan Pembangunan Karakter Bela Negara Melalui Mata Kuliah Pendidikan Bela Negara di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Jurnal Dinamika Governance FISIP UPN “Veteran” Jatim, 9(1). 69-77. https://doi.org/10.33005/jdg.v9i1.1422 59 Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara Pemuda … Mufarriq M. U (2021) PSHT. (2006). Pendidikan Kerokhanian dan Ke-SH-an PSHT. Madiun: Persaudaraan Setia Hati Terate. _____. (2006). Standarisasi Materi Hasil Mubes. Madiun: Persaudaraan Setia Hati Terate. _____. (2016). Lampiran Surat Keputusan Pengurus Pusat Tentang: Rencana Strategis Pelaksanaan Program Kerja Pengurus Pusat PSHT 2016-2021. Madiun: Persaudaraan Setia Hati Terate. PSHT UGM. Istagram: PSHT UGM. https://www.instagram.com/psht.ugm/ Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta. Soepandji, K.W., & Farid, M. (2018). Konsep Bela Negara dalam Perspektif Ketahanan Nasional. Jurnal Hukum & Pembangunan, 48(3), 436-456. http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol48.no3.1741 Suriata, I N.( 2019). Aktualisasi Kesadaran Bela Negara Bagi Generasi Muda dalam Meningkatkan Ketahanan Nasional, Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik, 4(1). Retrieved fromhttps://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/publicinspiration/article/view/1273 Tamba, M.A. (2017). Peran Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Sikap Bela Negara. Prosiding Seminar Nasional Tahunan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, 1(1), 333-338. Yusof, D. M., Zakariya, H., & Shahdan, A. (2014). Higher education and civic development in Malaysia. Proceedings of SOCIOINT14- International Conference on Social Sciences and Humanities, September, 604-611. Yusuf,Y., Mufarida, B., Purnama, R. R., &Rochim, A.(2019). Koran Sindo: Tindak Kriminalitas Anak Sangat Memprihatinkan. Retrieved fromhttps://nasional.sindonews.com/berita/1386542/13/tindak-kriminalitas-anaksangat-memprihatinkan?showpage=all Widiyono, S. (2019). Pengembangan Nasionalisme Generasi Muda di Era Globalisasi. Jurnal Populika, 7(1), 12-21. Retrieved fromhttp://ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/populika/article/viewFile/24/21 Undang-Undang DasarTahun 1945 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara Undang-Undang Nomor Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Intruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Bela Negara Tahun 20182019. 60