Ni Putu Dewi Evrilyani E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NO 1 PERERENAN TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Ni Putu Dewi Evrilyani Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali Bangli. Indonesia dewievrilyani2723@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD No. Pererenan tahun pelajaran 2023/2024 dengan menggunakan jenis penelitian PTK dan menerapakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dalam Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam dua siklus dimana masing-masing siklus terdapat dua kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD No. 1 Pererenan sebanyak 38 siswa dimana terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan dengan seluruh kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes di sesuaikan dengan data yang diperoleh siswa. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD No. 1 Pererenan tahun pelajaran 2023/2024, dapat meningkat secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari skor rerata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 50,36% dan pada siklus II sebesar 83,55%, jadi rerata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 33,19%. Disarankan bagi guru atau kalangan yang terlibat dalam dunia pendidkan diharapkan dalam memberikan pembelajaran agar metode pembelajaran STAD diefektifkan karena metode tersebut telah memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pelajaran matematika. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif STAD. Hasil Belajar Matematika Abstract The purpose of this study is to improve the mathematics learning outcomes of grade IV students of SD No. 1 Pererenan for the 2023/2024 academic year by using the PTK type of research and applying the STAD type cooperative learning model. In Classroom Action Research is carried out in two cycles where each cycle has two meetings. The subjects in this study were grade IV students of SD No. Pererenan as many as 38 students consisting of 20 male students and 18 female students with all teacher and student activities in the mathematics learning process. The data collection instrument used in this study is a test method adjusted to the data obtained by students. The results showed that the application of the student team achievement divisions (STAD) type cooperative learning model to improve mathematics learning outcomes in grade IV students of SD No. 1 Pererenan for the 2023/2024 academic year can increase significantly. This can be seen from the average score of student learning outcomes in cycle I of 50. 36% and in cycle II of 83. 55%, so the average learning outcomes of students from cycle I to cycle II increased by 33. It is recommended for teachers or those involved in the world of education to be expected in providing learning so that the STAD learning method is effective because the method has provided significant results in improving student learning outcomes, especially in mathematics lessons. Keywords: STAD Cooperative Learning Model. Mathematics Learning Outcomes Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Putu Dewi Evrilyani E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 PENDAHULUAN Pendidikan ialah suatu usaha guna mengembangkan potensi yang terdapat pada diri setiap orang yang juga sering disebut dengan SDM melalui kegiatan pembelajaran, dengan bertujuan dari adanya pendidikan dapat menjadikan manusia yang seutuhnya (Lengkana & Sofa, 2. Pendidikan di negara Indonesia merupakan suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian yang serius dan bersungguh-sungguh. Pendidikan secara umum mempunyai masalah yang sangat kompleks dan merupakan suatu proses yang sistematis di dalam pembelajaran. Bidang pendidikan merupakan faktor dominan yang berperan dalam peningkatan sumber daya Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam UUD Tahun 1945 yang menyatakan, salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan Kurikulum pendidikan saat ini menuntut siswa agar selalu ikut aktif di dalam kegiatan pembelajaran (Pratiwi & Rochmawati, 2. Model pembelajaran adalah landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas. Model pembelajaran dapat diartikan pula sebagai pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi, dan memberi petuntuk kepada guru di kelas. Model pembelajaran perlu dipahami oleh guru agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Dalam penerapannya, model pembelajaran harus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan siswa karena masing-masing model pembelajaran memiliki tujuan, prinsip, tekanan utama yang berbeda-beda. Berdasarkan pada buku yang di tulis oleh (Erna Yayuk, 2. mata pelajaran matematika adalah salah satu jenis dari lima mata pelajaran yang harus dikuasai oleh guru sekolah dasar selain mata pelajaran IPA. IPS. PPKn dan Bahasa Indonesia. Mata pelajaran matematika disajikan mulai dari tingkat sekolah dasar samapi tingkat perguruan tinggi. Hal ini diupayakan sebagai bentuk pemahaman konsep dan pembinaan ketrampilan. Kemampuan ini dibekalkan untuk mempersiapkan siswa dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika adalah salah satu pembelajaran umum yang dipelajari oleh semua Dalam suatu jenjang pemdidikan, matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib untuk dipelajari. Berdasarkan sudut pandang siswa matematika adalah salah satu pembelajaran yang sulit untuk dituntaskan, sehingga seorang guru harus dan dituntut untuk melakukan pembelajaran yang menarik khususnya di mata pelajaran matematika. Maka dari itu kemampuan hasil belajar siswa dapat lebih meningkat dengan kreatifitas yang dimiliki oleh guru dalam penyampaian pembelajaran. Peneliti telah melakukan observasi dan wawancara dengan guru kelas IV di salah satu sekolah dasar Kabupaten Badung yaitu SD No. 1 Pererenan. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di sekolah tersebut untuk kelas IV masih rendah dikarenakan masih adanya siswa yang kurang fokus, minat belajar yang kurang, sibuk bercerita dengan teman disebelahnya dan kurang aktif saat proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melakukan perbaikan pada saat proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Cooperative Learning adalah pembelajaran gotong royong yang memberi kesempatan depada peserta didik untuk bekerjasama dengan siswa lain dalam tugas-tugasyang terstruktur, (Isjoni, 2. Siswa di sekolah dasar dalam proses pembelajaran pada dasarnya memang lebih tertarik jika seorang guru menggunakan model pembelajaran yang menarik seperti bermain game, kerja kelompok dan sebagainya. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan peneliti tertarik untuk meneliti tingkat hasil belajar matematika siswa kelas IV dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, sehingga penulis memtusukan untuk mengambil judul AuPenerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) Untuk Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Putu Dewi Evrilyani E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD No. 1 Pererenan Tahun Pelajaran 2023/2024. METODE Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan mengkolaborasi antara peneliti dengan guru di SD No. 1 Pererenan sebagai mitra kerja peneliti. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD NO. 1 Pererenan yang berjumlah 38 orang terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada hasil observasi bahwa siswa kelas IV SD No. 1 Pererenan memiliki hasil belajar matematika yang rendah. Objek pada penelitian ini adalah seluruh kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas IV SD No. 1 Pererenan. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu sekolah dasar di daerah Kabupaten Badung yaitu SD No. 1 Pererenan yang beralamat di Jalan Pantai Pererenan. Br. Batu. Mengwi. Semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024 penelitian ini dilakukan sesuai dengan kalender pendidikan dan jadwal pelajaran kelas IV SD No. 1 Pererenan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes di sesuaikan dengan data yang diperoleh siswa. Untuk mengetahui tingkat keberhasila hasil belajar matematika dengan subjek penelitian dalam proses pembelajaran yang menggunakan tes dinyatakan dalam bentuk skor. Data yang dikumpulakan dalam penelitian tindakan kelas adalah hasil belajar matematika dengan menerapakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Instrument yang digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika siswa kelas IV SD NO. 1 Pererenan adalah berupa soal tes essay. Menurut Nurkancana dan Sunartana . , mendefinisikan suatu cara untuk mengadakan penilain yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan oleh sekelompok anak hingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut, yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anakanak lain atau nilai standar yng ditetapkan. Tes yang digunakan untuk mengumpulakan data tentang hasil belajar matematika siswa adalah tes hasil belajar pada ranah kognitif. Tes hasil belajar diberikan pada tiap akhir siklus. Tes yang digunakan adalah tes essay. Tes hasil belajar dibuat sendiri oleh peneliti sehingga tes tersebut mencakup pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Kategori Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Jumlah Rentang Skor Persentase Kategori Siswa 85%-100% Sangat baik 70%-84% 15,78 % Baik 55%-69% 18,42 % Cukup 40%-54% 31,57% Kurang 0%-39% 34,21 % Sangat kurang Jumlah Keterangan Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Berdasarkan tabel 1. diatas dapat disampaikan bahwa siswa yang berada pada kategori baik sebanyak 6 orang . ,78 %) dan kategori cukup sebanyak 7 orang . ,42%). Sedangkan siswa yang memperoleh kategori kurang sebanyak 12 orang . ,57%), kategori sangat kurang sebanyak 13 orang . ,21%). Siswa yang kategori cukup, kurang dan sangat kurang digolongkan tidak tuntas dalam proses pembelajaran, sehingga terdapat 32 siswa yang tidak Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Putu Dewi Evrilyani E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2024 Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar siswa yang diobservasi selama siklus I, dengan kriteria klasifikasi hasil belajar siswa yang telah ditetapkan selama pembelajaran pada siklus I tergolong tidak tuntas, dengan 32 orang tidak tuntas dengan hasil rerata 50,36%. Tabel 2. Kategori Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Jumlah Rentang Skor Persentase Kategori Siswa 85%-100% 65,78 % Sangat baik 70%-84% 26,31% Baik 55%-69% 7,89% Cukup 40%-54% Kurang 0%-39% Sangat kurang Jumlah Keterangan Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Berdasarkan tabel 4. 3 diatas dapat disampaikan bahwa siswa yang berada pada kategori sangat baik sebanyak 25 orang . ,78%) dan kategori baik sebanyak 10 orang . ,31%). Kedua kategori tersebut digolongkan tuntas dalam pembelajaran dasar senam lantai, dan 3 orang dengan katagori cukup . ,89%) yang dinyatakan tidak tuntas dengan demikian terdapat 35 orang siswa yang tuntas. Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar siswa yang diobservasi selama siklus II, dengan kriteria klasifikasi hasil belajar siswa selama pembelajaran pada siklus II tergolong tuntas, hal ini dapat dibuktikan dengan skor keberhasilan 35 orang dinyatakan tuntas dengan hasil rerata 83. SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan terhadap temuan penelitian ini pada setiap siklusnya seperti yang telah disajikan di atas, maka mengacu pada permasalahan yang telah di kemukakan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD No. 1 Pererenan tahun pelajaran 2023/2024. Hal ini dapat dilihat dari skor rerata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 50,36% dan pada siklus II sebesar 83,55% jadi rerata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 33,19%. DAFTAR RUJUKAN Isjoni. Cooperatif Learning (Efektivitas Pembelajaran Kelompo. Bandung : Alfabeta. Lengkana. , & Sofa. Kebijakan Pendidikan Jasmani Dalam Pendidikan. Jurnal Olahraga, 3. , 1-12. Pratiwi. , & Rochmawati. Pengembangan Bahan Ajar E-Book Interaktif Pendekatan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Praktikum Akuntansi Lembaga/Instantsi Pemerintah Kelas XI SKL SMK Negeri 1 Lamongan. Jurnal Pendidikan Akuntansi,07. Yayuk. Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. UMM Press. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka