Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Artikel Penelitian Hubungan Konsumsi Makanan Fast Food. Status Gizi, dan Aktivitas Fisik dengan Gangguan Menstruasi pada Siswi SMAN 90 Jakarta Rika Ramazana1. Fitria1* 1Program Studi Gizi. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. Indonesia *Corresponding author: fitria@uhamka. ABSTRACT Background: Menstrual disorders are a sign of reproductive system dysfunction, which can increase the risk of uterine cancer, breast cancer, and infertility. If left untreated, these disorders can worsen fertility and cause blood loss, which can lead to anemia, dyspnea, fatigue, and paleness. Adolescents who consume fast food regularly will be at risk of nutritional and health problems including menstrual disorders due to unbalanced nutrition. Purposes: This study aims to analyze the relationship of fast food consumption, nutritional status, and physical activity to menstrual disorders in female students of SMAN 90 Jakarta. Methods: This study used quantitative research with a cross-sectional design. The population of this study were female students aged 16-18 years at SMAN 90 Jakarta with a sample of 110 respondents using a purposive sampling technique. Data were analyzed using chi-square test with = 0. Result: More than half of the respondents in this study were 16 years old. Bivariate analysis revealed a significant association between fast food consumption (P <0. , nutritional status (P=0. , and physical activity (P=0. with menstrual disorders. Conclusions: There is a significant association between fast food consumption, nutritional status, and physical activity with menstrual disorders. Keywords: fast food consumption, menstrual disorders, nutritional status, physical activity ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan menstruasi merupakan penanda adanya gangguan pada fungsi sistem reproduksi, yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim, kanker payudara, dan Jika tidak ditangani, gangguan ini dapat memperburuk kesuburan dan menyebabkan kehilangan darah, yang dapat menyebabkan anemia, sesak napas, kelelahan, dan Remaja yang mengonsumsi fast food secara rutin akan berisiko mengalami gangguan gizi dan kesehatan termasuk gangguan menstruasi karena gizi yang tidak seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi fast food, status gizi, dan aktivitas fisik terhadap gangguan menstruasi pada siswi SMAN 90 Jakarta. Metode: Studi ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan = 0,05. Hasil: Lebih dari separuh responden pada penelitian ini berusia 16 tahun. Hasil analisis bivariat diketahui adanya hubungan yang signifikan pada variabel konsumsi makanan fast food (P <0,. , status gizi (P=0,. , dan aktivitas fisik (P=0,. terhadap gangguan menstruasi. Disubmit: 20/02/2024 Diterima: 10/10/2025 Dipublikasi: 05/11/2025 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan fast food, status gizi, dan aktivitas fisik dengan gangguan menstruasi. Kata kunci: aktivitas fisik, gangguan menstruasi, konsumsi makanan fast food, status gizi PENDAHULUAN Ketidaknyamanan menstruasi, pendarahan tidak normal . urang lebi. , telat datang bulan, terlambatnya menstruasi pertama, atau pendarahan tidak rutin adalah gejala-gejala gangguan menstruasi, yang mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan mental atau fisik. Gangguan fungsi sistem reproduksi meningkatkan risiko beberapa penyakit, antara lain infertilitas, kanker rahim, kanker payudara, dan kelainan menstruasi sebagai salah satu tandanya . Masalah kesuburan, anemia . kibat kehilangan banyak dara. , sesak napas, kelelahan, dan pucat mungkin muncul akibat gangguan menstruasi yang tidak diobati . Studi yang dilaksanakan oleh MiraturrofiAoah . menyebutkan bahwa prevalensi remaja putri usia 10-19 tahun yang mengalami gangguan menstruasi sebanyak 93,2% . Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2010 dalam Novita . , wanita di seluruh dunia yang mengalami masalah menstruasi sebanyak 75% . Prevalensi gangguan menstruasi seperti disminore yang terjadi di beberapa negara di Asia Tenggara yaitu di Malaysia mencapai 69,4% dan di Thailand mencapai 84,2% (Aulya et al. , 2. Pada tahun 2010, sebanyak 13,7% wanita usia 10-59 tahun mengalami kelainan menstruasi, dan mengalami kenaikan sebanyak 14,5% di tahun 2018 . Di Jakarta tahun 2023, prevalensi remaja dengan siklus menstruasi tidak rutin meningkat sebanyak 17,2% . Ketidakteraturan menstruasi disebabkan karena terlalu sering mengonsumsi fast food yang mengandung tinggi lemak dan minyak yang digunakan berulang kali dalam proses penggorengan sehingga akan berdampak negatif pada remaja putri . Penumpukan lemak dalam tubuh akan menyebabkan pengaturan sistem reproduksi estrogen menjadi terganggu alhasil jumlah menjadi tidak normal. Frekuensi makanan fast food dikategorikan sering bila dikonsumsi > 3x/minggu dan dikategorikan jarang < 3x/minggu. Penelitian Handayani . menemukan bahwa meskipun 60% siswi tidak menyadari konsep bahwa makanan fast food itu berbahaya, namun 54,40% siswi menyukainya . Asupan makanan fast food terbukti memiliki hubungan besar dengan siklus menstruasi . Remaja putri yang mengonsumsi makanan fast food lima kali lebih berisiko untuk mengalami gangguan menstruasi dibandingkan remaja putri yang tidak mengonsumsi makanan fast food . Pola siklus menstruasi wanita yang kekurangan dan kelebihan gizi dapat dipengaruhi oleh kondisi gizi mereka. Hormon-hormon tubuh wanita, terutama hormon seksual progesteron, estrogen. LH, dan FSH, memiliki dampak langsung terhadap teratur atau tidaknya Status gizi berpengaruh pada metabolisme hormon seksual dalam sistem reproduksi wanita, yang terkait dengan masalah dan kerja hormon. Keadan gizi berlebih sering dikaitkan dengan kelebihan sel lemak, yang meningkatkan produksi estrogen dan mencegah kadar FSH mencapai puncaknya. Hal ini dapat menghentikan perkembangan folikel dan menghasilkan folikel yang belum matang, sehingga memperpanjang siklus menstruasi atau Disubmit: 20/02/2024 Diterima: 10/10/2025 Dipublikasi: 05/11/2025 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 mencegah menstruasi bulanan. Sebaliknya, keadaan gizi kurang sering kali menyebabkan rendahnya lemak tubuh, yang mengurangi produksi estrogen dan dapat memperpendek siklus menstruasi dan menyebabkan masalah reproduksi. Menurut Ilham, et al . , 88,9% remaja putri dengan kondisi gizi buruk mengalami menstruasi yang tidak teratur . Hasil penelitian Rohaeni . mengindikasikan hubungan yang kuat antara kesehatan pola makan dan prevalensi penyakit menstruasi . Berdasarkan penelitian Kesehatan Reproduksi Menorhagia tahun 2022 gangguan menstruasi 2,531 kali lebih tinggi terjadi pada siswi yang berstatus gizi rendah dibandingkan yang berstatus sangat baik. Sejalan dengan temuan penelitian Amanati . bahwasannya terdapat hubungan kuat antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi. Olahraga teratur mungkin berdampak pada penyakit menstruasi . Risiko masalah menstruasi meningkat dengan aktivitas fisik sederhana, seperti duduk, karena aktivitas tersebut kurang membantu proses metabolisme Sebaliknya, olahraga berat mungkin berdampak karena menurunkan kadar estrogen . Olahraga berat mengganggu sekresi GnRH akibat disfungsi hipotalamus, sedangkan olahraga ringan meningkatkan akumulasi energi di jaringan lemak, yang bisa mengakibatkan kekurangan cadangan teroksidasi dan memengaruhi siklus menstruasi . Olahraga dengan intensitas tinggi setiap hari berbahaya bagi kesehatan wanita karena menyebabkan kelelahan mental dan fisik, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan masalah menstruasi. Persentase kejadian gangguan menstruasi lebih tinggi pada aktivitas fisik berat sebanyak 75,8% dibandingkan pada aktivitas fisik sedang sebanyak 66,7% . Hasil studi pendahuluan pada 20 siswi di SMAN 90 Jakarta dengan metode wawancara menggunakan kuesioner ditemukan sebanyak 75% siswi mengalami gangguan menstruasi seperti menstruasi tidak rutin, sakit perut parah yang membuat partisipan tidak bisa bergerak, menstruasi yang berlangsung melebihi dua minggu, dan terlambat menstruasi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka peneliti tertarik melakukan studi yang berjudul AuHubungan Konsumsi Makanan Fast Food. Status Gizi serta Aktivitas Fisik dengan Gangguan Menstruasi pada Siswi SMAN 90 JakartaAy. METODE Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional pada siswi SMAN 90 Jakarta pada bulan Agustus-November 2023. Rumus uji hipotesis dua proporsi dengan menggunakan rumus Lameshow . digunakan untuk menghitung jumlah responden dengan power 90% dan tingkat kepercayaan 0,05. Hasil perhitungan tersebut diperoleh jumlah sampel minimal sebanyak 110 siswi dengan menggunakan rumus sebagai Oy ycs1Oe Oo2ycE . Oeyc. ycs1 Oeyu OoycE1 . OeycE1 ) ycE2 . OeycE2 ))A . cE1 OeycE2 ) Populasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 Jakarta dengan jumlah responden sebanyak 110 orang. Sampel penelitian adalah perempuan yang bersekolah di SMAN 90 Jakarta. Ada dua kriteria yang dipakai untuk memilih responden dalam studi ini yaitu kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi: . siswi aktif di SMAN 90 Jakarta Disubmit: 20/02/2024 Diterima: 10/10/2025 Dipublikasi: 05/11/2025 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 tahun ajaran 2023. siswi yang sudah mengalami menstruasi. siswi dengan rentang usia 16-18 tahun. bersedia menjadi responden dalam penelitian dengan mengisi informed Kriteria eksklusinya adalah: . siswi tidak berada di lokasi saat penelitian. siswi sedang menjalankan program diet. Purposive sampling menjadi teknik pengambilan sampel yang digunakan dengan mengambil siswi kelas X dan XI. Variabel yang diteliti yaitu konsumsi makanan fast food, status gizi, serta aktivitas fisik dengan gangguan menstruasi dengan menggunakan FFQ Semi-Kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah data primer berupa karakteristik responden . eperti nama dan usi. , data gangguan menstruasi menggunakan kuesioner, data konsumsi makanan fast food menggunakan formulir FFQ semi-kuantitatif, dan data gangguan mentruasi menggunakan kuesioner. Pengukuran antropometri berdasarkan IMT/U digunakan untuk mendapatkan data status gizi, dan kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnair. digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas fisik. Hasil uji validitas kuesioner gangguan menstruasi menunjukkan bahwa hanya 6 dari 10 pertanyaan yang valid . hitung > r tabel 0,3. dan kuesioner tersebut reliable dengan nilai Cronbach's Alpha = 0,715 > 0,6. Data dianalisis menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan dari Komisi Etik Penelitian Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (KEPK-UHAMKA) di Jakarta, 04 Juni 2021 No: 03/23. 07/02772. HASIL Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa lebih dari separuh siswi di SMAN 90 Jakarta yang menjadi responden pada penelitian ini berusia 16 tahun. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi . Persentase (%) 16 tahun 17 tahun 18 tahun Total Berdasarkan hasil analisis dengan uji chi-square pada tabel 2 diketahui bahwa terdapat hubungan antara konsumsi makanan fast food, status gizi, dan aktivitas fisik dengan gangguan menstruasi pada siswi SMAN 90 Jakar. Disubmit: 20/02/2024 Diterima: 10/10/2025 Dipublikasi: 05/11/2025 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Tabel 2. Hubungan antara Konsumsi Makanan Fast Food. Status Gizi, dan Aktivitas Fisik dengan Gangguan Menstruasi Variabel Gangguan Menstruasi Tidak Normal Normal Konsumsi Makanan Fast Food Sering Jarang Total Status Gizi Tidak Normal Normal Total Aktivitas Fisik Berat Sedang Total Total %CI) Value <0,001 6,655 . ,904 15,. 1,744 . ,282 Ae 2,. 1,589 . ,104 Ae 2,289 0,001 0,009 PEMBAHASAN Hubungan antara Konsumsi Makanan Fast Food dengan Gangguan Menstruasi Hasil analisis pada penelitian ini diketahui terdapat hubungan antara konsumsi makanan fast food dan gangguan menstruasi pada siswi SMAN 90 Jakarta. Responden yang terbiasa mengonsumsi makanan fast food mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebesar 81,2% serta responden yang jarang mengonsumsi fast food mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebesar 12,2%. Selaras pada studi yang dilakukan oleh Rahmah . , menemukan bahwa mengonsumsi makanan fast food secara signifikan meningkatkan risiko . Kelainan gangguan menstruasi pada siswi sebesar lima kali lipat (OR 95% CI = 5. berbeda dengan gangguan menstruasi pada umumnya. Penelitian yang dilakukan pada siswi SMAN 1 Sewon menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi makanan fast food dengan gangguan menstruasi dengan nilai p-value 0,021 . Kesehatan remaja putri akan terganggu bila mereka terlalu banyak mengonsumsi makanan fast food. Ketika lemak menumpuk, mekanisme pengaturan hormon estrogen terganggu yang akan menyebabkan kadarnya menjadi tinggi . Mengonsumsi makanan seperti fast food yang terlalu sering akan berdampak negatif pada tubuh remaja putri dan akan menimbulkan penyakit, karena kandungan gizi yang minim, bahkan mengandung lemak tinggi dikarenakan sering menggunakan minyak yang dipakai berulangkali selama proses Berdasarkan penelitian Nahdah . , responden yang memiliki asupan lemak tidak normal berisiko 11,826 kali mengalami siklus menstruasi tidak normal . Hasil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 50,9% responden terbiasa mengonsumsi makanan fast food dan mengalami gangguan menstruasi. Terdapat 11,8% responden terbiasa mengonsumsi makanan fast food tetapi tidak mengalami gangguan menstruasi. Terdapat 4,5% responden jarang mengonsumsi makanan fast food tetapi mengalami gangguan menstruasi. Disubmit: 20/02/2024 Diterima: 10/10/2025 Dipublikasi: 05/11/2025 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Selain itu, terdapat 32,7% responden yang jarang mengonsumsi makanan fast food serta tidak mengalami gangguan menstruasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswi yang terbiasa mengonsumsi makanan fast food lebih banyak yang mengalami gangguan menstruasi. Hubungan antara Status Gizi dengan Gangguan Menstruasi Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara status gizi dengan gangguan menstruasi pada siswi SMAN 90 Jakarta tahun 2023. Selaras dengan penelitian Maedy . menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi dengan gangguan menstruasi . Hormon seperti estrogen diproduksi di berbagai bagian tubuh, termasuk ovarium, adrenal, plasenta, testis, jaringan adiposa, dan sistem saraf pusat. Menurut penelitian Aspar . , ditemukan hubungan antara status gizi dengan gangguan menstruasi . Asupan makanan yang cukup pada remaja dapat membantu tubuh memproduksi hormonhormon yang utama, terutama hormon reproduksi, alhasil bisa membantu kelancaran siklus Penyakit menstruasi dipengaruhi oleh kesehatan gizi seseorang, yang pada gilirannya memengaruhi perkembangan dan berfungsinya organ reproduksi mereka. Memastikan pemberian nutrisi yang sesuai untuk perkembangan yang baik. Perihal ini termasuk mendapatkan cukup kalori, protein, dan lemak, serta memiliki akses terhadap nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk berkembang . Hasil dalam penelitian ini terdapat 28 orang . ,5%) dengan status gizi tidak normal serta mengalami gangguan menstruasi. Terdapat 8 orang . ,3%) yang memiliki status gizi tidak normal tetapi tidak mengalami gangguan menstruasi. Terdapat 33 orang . %) yang emmiliki status gizi normal tetapi mengalami gangguan menstruasi. Kemudian, terdapat 41 orang . ,3%) dengan status gizi normal serta tidak mengalami gangguan menstruasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswi menstruasi tidak normal sehingga mengalami gangguan menstruasi, sedangkan siswi dengan status gizi normal lebih banyak yang memiliki gangguan menstruasi normal sehingga tidak mengalami gangguan menstruasi. Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Gangguan Menstruasi Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan gangguan menstruasi pada siswi SMAN 90 Jakarta tahun 2023. Selaras pada studi Djashar . , yang menemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan gangguan menstruasi dengan nilai p-value 0,045 . Penelitian Moulinda . ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan gangguan menstruasi dengan nilai p-value 0,012 . Kesehatan perempuan muda mungkin terkena dampak negatif bila mereka melakukan aktivitas fisik berlebihan setiap hari. Pasalnya, olahraga tersebut bisa mengakibatkan kelelahan mental dan fisik yang pada akhirnya dapat memengaruhi frekuensi masalah menstruasi . Wanita dapat meningkatkan tingkat kebugarannya melalui olahraga teratur. Terdapat hubungan kuat antara latihan fisik dan masalah kesehatan reproduksi wanita, termasuk PMS, kehamilan, dan menopause. Gejala yang muncul sebelum haid seorang wanita selesai mungkin dapat diatasi dengan melakukan kegiatan fisik dengan gerakan tubuh teratur, misalnya olahraga. Disubmit: 20/02/2024 Diterima: 10/10/2025 Dipublikasi: 05/11/2025 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Prevalensi masalah menstruasi dapat dikurangi bila remaja menerapkan gaya hidup sehat, termasuk melakukan olahraga fisik secara teratur dan berat . Hasil dalam penelitian ini, terdapat 39 orang . ,5%) yang menjalankan aktivitas fisik intensif serta mengalami gangguan menstruasi. Terdapat 19 orang . ,3%) yang menjalankan aktivitas fisik berat tetapi tidak mengalami gangguan menstruasi. Terdapat 22 orang . %) yang melakukan aktivitas fisik sedang tetapi mengalami gangguan menstruasi. Kemudian, terdapat 30 orang . ,3%) yang menjalankan aktivitas fisik sedang serta tidak mengalami gangguan mesntruasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswi yang menjalankan aktivitas fisik berat lebih banyak yang memiliki gangguan menstruasi, sedangkan siswi yang menjalankan aktivitas fisik sedang lebih banyak yang tidak mengalami gangguan menstruasi. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan fast food, status gizi, dan aktivitas fisik dengan gangguan menstruasi. Siswi diharapkan untuk tetap memperhatikan pola makan serta membatasi mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti fast food, mempertahankan status gizi normal, dan menjaga aktivitas fisik dengan mengatur waktu istirahat sehingga mengurangi terjadinya gangguan menstruasi. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada responden yaitu siswi SMAN 90 Jakarta dan seluruh enumerator yang telah berpartisipasi dan membantu penelitian ini. KONFLIK KEPENTINGAN Dalam penelitian ini tidak ada konflik kepentingan. REFERENSI