Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 57-67 Available at http://jurnal. id/jpterpadu Jurnal Perikanan Terpadu P-ISSN: 2599-154X E-ISSN: 2745-6587 Karakterisasi Kandungan Fitokimia Ektrak Etanol Lamun Thalassia hemprichii Menggunakan Metode Gas Chromatography Mass Specrometry (GC-MS) Characterisation of Phytochemical Content of Seagrass Ethanol Extract Using Gas Chromatography Mass Specrometry (GC-MS) Sri Wahyuni1. Uswatun Hasanah1. Ismail Sulaiman1. Munandar1. Muhammad Rizal1. Prodi Masgister Ilmu Perikanan. Jurusan Perikaan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar. Aceh. Indonesia. Prodi Perikanan. Jurusan Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar. Aceh. Indonesia. Prodi Ilmu Kelautan. Jurusan Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar. Aceh. Indonesia. *Korespondensi: uswatunhasanah@utu. Article Information Submitted Revised Accepted Published 02/09/2024 25/10/2024 01/11/2024 01/11/2024 Keywords : Bioactive. GC-MS. Phytochemical. Secondary metabolites. Thalassia Abstract Research on the bioactive potential of marine biological resources is increasingly growing, especially in marine plants such as seagrasses that produce secondary metabolites. This study aims to characterize the phytochemical content of the ethanol extract of Thalassia hemprichii seagrass from Lhok Timon beach. Aceh Jaya, using the Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) The main issue addressed is the lack of quantitative data on the phytochemical composition of this seagrass, particularly secondary metabolites. Extraction was conducted using the maceration method with 96% ethanol, followed by GC-MS analysis to identify bioactive compounds. The analysis results revealed 38 compounds, with D-Fructose, diethyl mercaptal, pentaacetate as the dominant one, displaying potential biological activities such as antimicrobial, antioxidant, anti-inflammatory, and antifungal properties. Other significant compounds include fatty acids and phenols that support antioxidant activity. The discussion emphasizes the potential development of these compounds for pharmaceutical and industrial applications, given their bioactive properties. In conclusion. hemprichii seagrass contains promising phytochemicals for further development as bioactive agents in the health sector. Wahyuni. Hasanah. Sulaiman. Munandar. M & Rizal. Karakterisasi kandungan fitokimia ektrak etanol lamun Thalassia hemprichii menggunakan metode Gas Chromatography Mass Specrometry (GC-MS). Jurnal Perikanan Terpadu 5. : 57-67. Page . Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 23-37 PENDAHULUAN Indonesia dikenal dengan sebagai negara kepulauan, memiliki lebih dari 17. 150 pulau yang tersebar termasuk pulau-pulau besar dan kecil, dengan garis pantai yang membentang sepanjang 000 km menjadikannya salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Faktor geografis ini juga memengaruhi keanekaragaman hayati negara ini, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia (Baransano et al. Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi laut yang besar adalah Aceh. Dengan pantai yang membentang sekitar 2. 666,28 kilometer persegi dan wilayah laut yang termasuk dalam Wilayah Laut Kewenangan (WLK) seluas sekitar 71. 688,77 kilometer persegi. Aceh menjadi salah satu pusat keanekaragaman hayati laut di Indonesia (Illahi et al. sepanjang pantai Aceh, terdapat tiga ekosistem utama yang saling terkait, yaitu ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan ekosistem terumbu karang. Ekosistem ini tidak hanya penting bagi kehidupan biota laut, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan produk metabolit skunder yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri seperti farmasi, nutrasi, dan kosmetik (Maulida et al. Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiosperma. yang memiliki rhizome, daun dan akar sejati yang dapat hidup terendam di dalam air laut (Dinata et al. Hamparan lamun sebagai ekosistem utama pada suatu kawasan pesisir disebut sebagai padang lamun . eagrass bed. Indonesia memiliki sekitar 13 jenis lamun dari total sekitar 60 spesies yang dikenal di seluruh dunia. Thalassia hemprichii merupakan salah satu jenis lamun yang tumbuh di perairan tropik dengan penyebaran yang luas. Lamun memegang peran penting dalam ekosistem laut di sepanjang garis pantai, berfungsi sebagai produsen utama, tempat perlindungan, serta menyediakan sumber makanan bagi berbagai spesies ikan, penyu, dan hewan invertebrata. Selain itu, lamun juga menghasilkan metabolit primer dan sekunder yang memiliki potensi sebagai antibakteri, antioksidan, dan antifouling (Suleman et al. Penelitian dan pengujian terhadap senyawa pada lamun telah banyak dilakukan dan difokuskan pada potensi bioaktif terutama dalam bidang obat-obatan (Subhashini et al. ekstrak lamun yang berada dikawasan Asia memiliki potensi seperti antibiotik, antihelmintik, batuk, antipiretik, antitumor, antidiare, penyembuhan luka, pengobatan batu empedu dan gondok. Senyawa metabolit sekunder dan potensi dari jenis lamun yang ditemukan menghasilkan tiga jenis senyawa bioaktif dan memiliki tiga potensi senyawa yang terkandung didalam lamun diantaranya steroid, flavanoid dan alkaloid (Umamaheshwari et al. Sedangkan potensi atau manfaat dalam kandungan metabolit tersebut, yaitu sebagai antibakteri, antioksidan, antidiabetes, antikanker dan antifouling (Maarisit et al. Dhuha et al. Kannan et al. Kusuma et al. Paryono et al. Hasan et al. Kurniasari et al. Nurafni & Nur, 2. Page | 58 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 23-37 Analisis fitokimia merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengetahui komponen bioaktif yang terkandung didalam tanaman dengan mengamati perubahan warna setelah pemberian larutan uji. Analisis fitokimia yang dilakukan meliputi uji steroid/triterpenoid, flavonoid, saponin, alkaloid, tannin dan fenolik (Paputungan et al. Analisis fitokimia bertujuan untuk mengidentifikasi sifat komponen bioaktif dalam ekstrak kasar yang dapat memiliki efek toksik atau manfaat farmakologis lainnya. Kandungan fitokimia dari lamun Thalassia hemprichii dari beberapa literatur hanya menyebutkan data secara kualitatif. Informasi seberapa besar kandungan fitokimia khususnya metabolit sekunder pada lamun Thalassia hemprichii belum diketahui secara rinci. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui kandungan fitokimia khususnya metabolit sekunder ekstrak lamun Thalassia hemprichii yang diperoleh di pantai Lhok Timon. Kecamatan Setia Bakti. Kabupaten Aceh Jaya dengan menggunakan metode Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS). METODOLOGI PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Univeritas Teuku Umar. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Juli 2024. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lamun Thalassia hemprichii yang didapatkan di pantai Lhok Timon. Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya. Bahan untuk proses ekstraksi menggunakan etanol 96 %. Alat-alat yang digunakan meliputi blender, botol reagen, timbangan analitik, spatula, gelas beker, timbangan digital, pipet tetes, gelas ukur, corong, labu erlenmeyer, kertas saring, rotary evaporator dan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS). Metode Penelitian Langkah awal dalam penelitian ini yaitu pembuatan simplisia dari lamun Thalassia hemprichii yang terdiri dari pengumpulan sampel, pencucian, pengeringan dan penggilingan. Simplisia yang sudah dibuat dilakukan ekstraksi dengan alat rotary evaporator kemudian ekstrak yang diperoleh dilakukan analisis kandungan fitokimia dengan menggunakan GC-MS. Prosedur kerja Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap ektraksi dan tahap karakterisasi lamun Thalassia hemprichii. Penyiapan simplisia Proses pembuatan simplisia meliputi tahapan pengumpulan simplisia, sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan, sortasi kering, pengemasan, dan penyimpanan (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2. Page | 59 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 23-37 Lamun dikumpulkan secara manual di pantai Lhok Timon Aceh Jaya, sampel diambil ketika air laut sedang surut Sampel yang telah diambil disimpan dalam coolbox yang berisi es batu untuk menjaga kesegaran selama menuju ke laboratorium Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan pengotor atau bahan asing lainnya dari tumbuhan sebelum proses pencucian, yaitu dengan membuang bagian-bagian yang tidak diperlukan sehingga didapatkan daun yang layak digunakan Pencucian dilakukan untuk menghilangkan kotoran, lumut, lumpur dan pasir yang menempel pada sampel. Pencucian menggunakan air tawar Pengeringan sampel dilakukan dengan cara dikering angikan ditempat yang terlindung dari sinar matahari langsung. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan senyawa Ekstraksi Sebangak 150 gram simplisia kering dilakukan penggilingan dengan menggunakan blender, sampel yang telah dihancurkan, diekstraksi dengan menggunakan etanol 96% sebanyak 1000 mL. kemudian sampel dimaserasi selama 48 jam dan diaduk setiap harinya. Ekstrak disaring menggunakan kertas saring whatman. Filtrat yang diperoleh diuapkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak berbentuk pasta. Analisis fitokimia dengan GC-MS Kandungan fitokimia ekstrak lamun Thalassia hemprichii dianalisis dengan GC-MS menggunakan mesin GC-MS ISQ 7610 Small Turbo Thermo Scientific. Sampel diinjeksikan kedalam kolom TG-WAXMS berukuran 30 x 0,25 mm dengan ketebalan kolom 0,25 mm. Helium digunakan sebagai gas pembawa dengan laju alir 1,2 mL/menit dengan volume injeksi 1,0 AAL. Injector dioperasaikan pada suhu 250oC dan suhu kolom oven diprogram 50 sampai dengan 250oC dengan kenaikan suhu 5oC/menit. Total waktu berjalan selama 60 Temperature sumber ion MS diatur pada suhu 230oC dengan mass range 30-600 (Melati. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis GC-MS GC-MS adalah teknik analisis yang memisahkan dan mengidentifikasi senyawa berdasarkan waktu retensi dan massa molekul. Gas kromatografi mampu mendeteksi senyawa dalam konsentrasi sangat rendah, sehingga dapat mengidentifikasi metabolit sekunder pada tanaman yang ditampilkan dalam bentuk kromatogram (Al-Rubaye et al. Hasil analsis GC-MS ekstrak etanol lamun Thalassia hemprichii ditunjukkan pada gambar 1 dibawah ini Page | 60 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 23-37 Figure 1. Chromatogram of ethanol extract of seagrass Thalassia hemprichii Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan 38 senyawa yang teridentifikasi dalam ekstrak etanol lamun Thalassia hemprichii. Berdasarkan kromatogram yang ditunjukkan (Gambar . terdapat puncak yang paling dominan yaitu senyawa D-Fructose, diethyl mercaptal, pentaacetate dengan persentase area yaitu 4. 15% yang merupakan senyawa turunan gula monosakarida yang termasuk kedalam rare sugar (Ueki et al. Adapun puncak serapan tersebut diperoleh dengan waktu retensi berturut-turut yaitu 21. 006, 21. 951 dan 22. Senyawa mayor lain yang berhasil teridentifikasi adalah golongan asam lemak yaitu Hexadecanoic acid, 1-. -1,2- ethanediyl ester dengan persen area 2. 54%, 10,13-Octadecadiynoic acid, methyl ester dengan persen area 0,97%. Dodecanoic acid, 2,3-bis. propyl ester. Tridecanoic acid, 13-formyl-ethyl ester dengan persen area 51% dengan persen area 0. 05% dan Hexacyclinic acid, 2TMS dengan persen area 1. 71% seperti yang disajikan dalam tabel 1 berikut ini Table 1. Secondary metabolite compounds contained in the ethanol extract of Thalassia hemprichii Peak % Area Compound name Dodecanoic acid, 2,3-bis. propyl ester Hexacyclinic acid, 2TMS Galactonic phenylhydrazide Ethane, 2-chloro-1,1-dimethoxyBenzoic acid, 4-. ,3-dioxolan-2-y. -, methyl ester Silane, triethoxymethylBenzeneethanamine, 2-fluoro-y,3,4-trihydroxy-N-isopropylSilane, triethylfluoro3-Hydroxybenzaldehyde, tert-butyldimethylsilyl ether Silane, methyldimethoxyethoxyCycloheptasiloxane, tetradecamethyl5-Isopropylidene-6-methyldeca-3,6,9-trien-2-one a-Guaiene Alloaromadendrene Selina-3,7. -diene Heptasiloxane, 1,1,3,3,5,5,7,7,9,9,11,11,13,13-tetradecamethyl2,6,10,10-Tetramethylbicyclo. undeca-2,6-diene Patchoulene 11-Isopropylidenetricyclo. ]undec-3-en-10-one Hexasiloxane, 1,1,3,3,5,5,7,7,9,9,11,11-dodecamethylPage | 61 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 23-37 Peak % Area Compound name 10,13-Octadecadiynoic acid, methyl ester Norgestrel, trimethylsilyl ether 1,7-di-iso-propylnaphthalene Phenol, 4-. -methyl-1-phenylethy. Patchouli alcohol 1-Heptatriacotanol 1,7-di-iso-propylnaphthalene Tridecanoic acid, 13-formyl-, ethyl ester Cyperanic acid . S,2'S)-2,2'-Bis. ,4,7,10,13-pentaoxacyclopentadecan. D-Fructose, diethyl mercaptal, pentaacetate Octaethylene glycol monododecyl ether . S,2'S)-2,2'-Bis. ,4,7,10,13-pentaoxacyclopentadecan. Octaethylene glycol monododecyl ether D-Fructose, diethyl mercaptal, pentaacetate Hexadecanoic acid, 1-. -1,2-ethanediyl ester D-Fructose, diethyl mercaptal, pentaacetate Heptaethylene glycol monododecyl ether Senyawa lain yang ditemukan yaitu senyawa golongan terpenoid dengan nama senyawa 5Isopropylidene-6-methyldeca-3,6,9-trien-2-one persen area 0,98% dan waktu retensi 8. 313, a-Guaiene persen area 1,19% dan waktu retensi 9. Alloaromadendrene persen area 0,56 % dan waktu 201, 2,6,10,10-Tetramethylbicyclo. undeca-2,6-diene persen area 1. 81% dan waktu 058, dan senyawa Patchouli alcohol persen area 17,34% dan waktu retensi 15. Senyawa fenol yang teridentifikasi adalah senyawa Galactonic phenylhydrazide persen area 2, 14% pada waktu retensi 2. Benzeneethanamine,2-fluoro-y,3,4-trihydroxy-N-isopropyl- dengan persen area 1,53% pada waktu retensi 3. 262, 3-Hydroxybenzaldehyde, tert-butyldimethylsilyl ether persent area sebesar 2,11% pada waktu retensi 6. 61 dan senyawa Phenol, 4-. -methyl-1-phenylethy. - persen area 0,47% dengan waktu retensi 15. Senyawa steroid yang teridentifikasi adalah Heptaethylene glycol monododecyl ether persen area 1,61 pada waktu retensi 22. 686, kemudian beberapa senyawa lemak, asam benzoatn senyawa silikon seperti yang terlihat pada tabel 2 dibawah Table 2. Biological activity of ethanol extract compounds of seagrass Thalassia hemprichii Compound name Phytochemical Biological groups and Dodecanoic acid, 2,3bis. propyl ester Asam lemak jenuh Antimikroba (Pradhan & Dubey. Hexacyclinic acid, 2TMS Asam lemak Antifungi (Hyfs et al. Galactonic phenylhydrazide fenol dan turunan Antifungi (Zhu et al. Ethane, 2-chloro-1,1-dimethoxy- Senyawa halogen Antimikroba(Kazimyrovy & Rebro, 2. Benzoic acid, 4-. ,3-dioxolan-2-y. -, methyl ester Asam benzoat Antimikroba (Kakkar & Narasimhan, 2. Silane, triethoxymethyl- Silikon dan antimikroba(Surahmaida et al. Page | 62 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 23-37 Compound name Phytochemical Biological groups and Benzeneethanamine, 2-fluoro-y,3,4trihydroxy-N-isopropyl- Amino dan senyawa fenolik Antimikroba, antiinflamasi Silane, triethylfluoro- Silikon dan Antimikroba(Surahmaida et al. 3-Hydroxybenzaldehyde, tertbutyldimethylsilyl ether Senyawa fenolik Antiinflasmsi (Therm. Silane, methyldimethoxyethoxy- Silikon dan Antimikroba (Surahmaida et al. Cycloheptasiloxane, tetradecamethyl- Silikon Antibakteri, antifouling, immunomodulatory, antifungi, antitumor (Varshini et al. 5-Isopropylidene-6-methyldeca-3,6,9trien-2-one Senyawa terpenoid Antiinflamasi, antimikroba(Jiang et al. a-Guaiene Senyawa terpenoid Antimikroba (Widyasanti et al. , antifungi (Maulani et al. Alloaromadendrene Senyawa terpenoid Antioksidan (Singh & Maurya. Selina-3,7. -diene Senyawa terpenoid Antioksidan (Ascari et al. Heptasiloxane, 1,1,3,3,5,5,7,7,9,9,11,11,13,13tetradecamethyl- Silikon Antiinflamasi, antioksidan (Owolabi et al. 2,6,10,10Tetramethylbicyclo. undeca-2,6diene Senyawa terpenoid Antiinflamasi (Hayano & Shirahama, 1. Patchoulene Senyawa terpenoid Antiinflamasi (Yang et al. 11Isopropylidenetricyclo. ]undec -3-en-10-one Senyawa terpenoid Antioksidan, antimikroba, antiinflamasi (Wu et al. Hexasiloxane, 1,1,3,3,5,5,7,7,9,9,11,11dodecamethyl- Silikon Antibakteri, antioksidan, antimikroba (Rasyid et al. (K. Momin & S. Thomas, 10,13-Octadecadiynoic acid, methyl ester Asam lemak Anti-inflammatory, anti-arthritic, hepatoprotective, antihistamine activity (Chinnadurai et al. Norgestrel, trimethylsilyl ether 1,7-di-iso-propylnaphthalene Phenol, 4-. -methyl-1-phenylethy. - Senyawa fenolik Antiinflamasi (Jameel M. AlKhayri et al. Patchouli alcohol Senyawa terpenoid Antiinflamasi, antioksidan Page | 63 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 23-37 Compound name Phytochemical Biological groups and (Swamy & Sinniah, 2. 1-Heptatriacotanol Senyawa lipid Antimimikroba (Kumaradevan et 1,7-di-iso-propylnaphthalene Antioksidan (Meng et al. Tridecanoic acid, 13-formyl-, ethyl ester Asam lemak Anthelmintik, anti-inflamasi, antimikroba, anti-kanker (Ramalakshmi et al. Cyperanic acid Asam fenolik . S,2'S)-2,2'-Bis. ,4,7,10,13pentaoxacyclopentadecan. Silikon dan Belum ditemukan D-Fructose, diethyl mercaptal. Monosakarida Antibakteri antiinflamasi (Mohammed et al. Octaethylene glycol monododecyl ether . S,2'S)-2,2'-Bis. ,4,7,10,13pentaoxacyclopentadecan. Octaethylene glycol monododecyl ether D-Fructose, diethyl mercaptal. Monosakarida Hexadecanoic acid, 1-. 1,2-ethanediyl ester Asam lemak D-Fructose, diethyl mercaptal. Monosakarida Heptaethylene glycol monododecyl ether Steroid Antioksidan (Vennila et al. Anastesi local. Pengobatan varises esofagus dan gastrik (Vennila et al. KESIMPULAN Ekstrak etanol dari lamun Thalassia hemprichii yang dianalisis menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) berhasil mengidentifikasi 38 senyawa. Beberapa senyawa yang ditemukan memiliki potensi aktivitas biologis, termasuk sebagai antimikroba, antioksidan, antiinflamasi, dan antifungi. Senyawa yang paling dominan adalah D-Fructose, diethyl mercaptal. Selain itu, penelitian ini menunjukkan potensi metabolit sekunder dari lamun Thalassia hemprichii untuk dikembangkan dalam berbagai aplikasi farmasi dan industri. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Magister Ilmu Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar atas dukungan fasilitas laboratorium dalam pelaksanaan penelitian ini. Apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat di sekitar Pantai Lhok Timon. Kecamatan Setia Bakti. Kabupaten Aceh Jaya, yang telah memberikan Page | 64 Jurnal Perikanan Terpadu 5. , 23-37 izin dan kemudahan dalam proses pengambilan sampel. Penulis menghargai bantuan teknis dari tim laboratorium terpadu Universitas Teuku Umar yang telah membantu dalam proses ekstraksi dan analisis sampel menggunakan metode GC-MS. Penelitian ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan berbagai pihak tersebut. DAFTAR PUSTAKA