ANALISIS NILAI SEWA RUKO STIE CENDEKIA KARYA UTAMA SEMARANG (STUDI KASUS DI KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG) Sigit Agus Dwi Prasetyo. Samto STIE Cendekia Karya Utama ABSTRACT The purpose of this study was to determine the rental value of the shop houses of the Cendekia Karya Utama Semarang School of Economics, which are located on Jalan Tegalsari Raya No. Candi Subdistrict. Candisari District. Semarang City. This study uses a market approach. The type of data used is qualitative secondary data. The comparative data used is a similar shophouse which has the same characteristics as the shop for the Cendekia Karya Utama College of Economics. The results showed that the market value for renting a shop shop at the Cendekia Karya Utama Semarang School of Economics using a market approach was Rp. 139,438,889 . pelled out: one hundred thirty-nine million four hundred thirty-eight thousand eight hundred and eighty-nine rupia. with a rounding result of Rp. 139,450,000 pelled out: one hundred and thirty-nine million four hundred and fifty thousand rupia. for one year. Basically, a rental value is guided by the principles related to the market. So, the basis for determining the rental value of the shop houses from the College of Economics Cendekia Karya Utama Semarang is the existence of factors that influence in determining and determining the rental value of the object of assessment. Factors that influence the rental price of property which then results in the market value of land and the market value of the building for the object of research. Factors that affect this value are: land area, building area, title . wnership certificat. , location, road width in front of the object, parking area, building age. Keywords: Rental Value. Property. Shophouse. Market Approach Pendahuluan Ruko kini tidak hanya difungsikan untuk berjualan. Sector profesi seperti klinik gigi, arsitek, akuntan hingga coworking juga mulai memanfaatkan ruko. Ruko atau rumah toko adalah suatu proyek konstruksi yang pada umumnya bertingkat antara dua lantai hingga lima lantai, dimana lantai-lantai bagian bawahnya digunakan sebagai tempat usaha ataupun kantor, sementara bagian atasnya dimanfaatkan sebagai tempat tinggal. Ruko biasanya berpenampilan yang sederhana dan sering dibangun bersama ruko-ruko lainnya yang mempunyai desain yang sama atau mirip sebagai suatu kompleks. Widodo . dalam Nathalia Yunita Sugiharto . menyebutkan bahwa bangunan ruko merupakan gabungan dari fungsi hunian dan fungsi komersil yang ada di Indonesia sejak era kolonial. Bangunan ruko di Indonesia sangat berkaitan erat dengan masyarakat Cina. Hal ini bermula dari kegiatan utama masyarakat Cina di Indonesia yaitu berdagang yang terbentur dengan keterbatasan lahan sehingga terbentuklah bangunan ruko untuk mengakomodasi kegiatan berdagang serta berhuni. Di Indonesia saat ini, bangunan tipe ruko cukup menjamur dan sering ditemukan bergabung dengan fungsi perumahan maupun fungsi Namun seiring perkembangannya, ruko tak hanya dijadikan sebagai fungsi hunian dan fungsi komersil saja, bahkan sekarang tak sedikit perkantoran seperti Bank (Kantor Cabang Pembant. Perusahaan Leasing, bahkan beberapa Perguruan Tinggi di Kota Semarang masih menggunakan ruko sebagai property pendukung operasionalnya. Secara umum kegiatan penilaian yang dilakukan perusahaan jasa penilai meliputi kegiatan penilaian tanah dan bangunan, tanah kosong, ruko, pertokoan, apartemen, perhotelan, pertambangan, gudang, dan lain-lain. Penilaian property dilakukan untuk memperoleh nilai dalam berbagai keperluan seperti penentuan nilai pasar, penjualan, pembelian, penyewaan, penentuan jaminan pinjaman dan asuransi. Secara garis besar ada tiga pendekatan penilaian yang sering digunakan dalam menilai property yaitu pendekatan pasar, pendekatan pendapatan dan pendekatan biaya. Untuk menentukan nilai sewa ruko Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama Semarang sebagai objek penelitian, ialah dengan menggunakan pendekatan pasar. Sudah ada beberapa penelitian yang telah melakukan penilaian terhadap nilai property berupa rumah tinggal, ruko, dan apartemen. Namun dalam penelitian ini, ada perbedaan dengan penelitian sebelumnya khususnya variabel yang digunakan sebagai elemen pembanding. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nur Alam Syah. Layyinaturrobaniyah. Mokhamad Anwar . , untuk penilaian sewa property menggunakan variabel lokasi, luas bangunan, umur bangunan, luas parkir, dan lebar jalan. Selain itu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pasar. Selanjutnya penelitian yang dilakukan Utama . , untuk penilaian sewa property menggunakan variabel lokasi, aksesibilitas, luas, dan Selain itu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pasar dan pendekatan Sedangkan dalam penelitian ini, menggunakan variabel luas bangunan, lebar jalan depan objek, hak . , umur bangunan, lokasi, dan luas parkir sebagai elemen pembanding dengan pendekatan pasar. Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini mengambil judul AuAnalisis Nilai Sewa Ruko STIE Cendekia Karya Utama Semarang (Studi Kasus Di Kecamatan Candisari. Kota Semaran. Ay Rumusan masalah Mengapa nilai sewa ruko penting bagi penyewa? Bagaimana cara menentukan nilai sewa ruko STIE Cendekia Karya Utama Semarang? Faktor Ae faktor apa yang menjadi dasar penetapan suatu nilai sewa ruko? Landasan teori Aset Tetap Asset dapat diartikan sebagai sumber daya ekonomi yang dimiliki atau dikuasai oleh perseorangan/entitas atau pemerintah dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan dapat diperoleh serta dapat diukur dengan satuan uang. Asset tetap merupakan aktiva yang berwujud . angible asset. Berbeda dengan asset tidak berwujud . ntangible asset. , yang dimana tidak memiliki wujud fisik dan dihasilkan sebagai akibat dari sebuah kontrak hukum, ekonomi, maupun kontrak sosial. Aktiva berwujud, dimana aktiva tersebut memiliki fisik yang akan digunakan sebagai sarana usaha, seperti tanah. Tanah adalah harta yang digunakan untuk tujuan usaha atau perbaikan tanah yaitu unsur Ae unsur seperti pemetaan tanah, pengaspalan, dan pemekaran yang meningkatkan kegunaan dari aktiva, setelah itu gedung yaitu bangunan yang akan digunakan untuk menempatkan operasi perusahaan, terakhir peralatan yaitu aktiva yang dipergunakan dalam proses produksi atau penyediaan jasa. Aktiva tidak berwujud adalah aktiva yang tidak termasuk di dalam aktiva keuangan yang tidak memiliki bentuk fisik. Banyak aktiva tak berwujud diperoleh dari hak kontraktual atau pemerintah. Adapun aktiva tidak berwujud yang lain antara lain merek dagang, waralaba, pemesanan yang belum terpenuhi . rder backlo. dan good will yaitu suatu hubungan Ae hubungan usaha, reputasi, system berjalan. Definisi Ae definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa asset tetap adalah suatu harta atau sumber daya yang berwujud maupun tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan, digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan (Dina Mustika,2. Nilai Sewa Putu Yovina Sari Parthady dan M. Soeratno . dalam Putri Andini . mendefinisikan bahwa nilai adalah alat yang menunjukkan alasan dasar bahwa cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara social dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan, nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik atau diinginkan. Dalam pandangan para filsafat terkemuka di dunia, nilai sering dihubungkan dengan masalah kebaikan. Sesuatu hal dikatakan bernilai apabila sesuatu hal tersebut berguna, berharga, dan bermanfaat, sedangkan sewa merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumen karena telah menyewakan tanahnya kepada pihak lain, misalnya Makna dari nilai sewa adalah suatu alat balas jasa yang dalam kegiatan sewa menyewa, dimana dalam kegiatan sewa menyewa membutuhkan suatu nilai untuk mengetahui harga dari apa yang disewakan, contohnya yaitu penyewaan ruko, rumah, kendaraan, dan lainlain. Nilai sewa sendiri merupakan acuan pokok untuk melihat seberapa baiknya proses dalam sewa-menyewa, karena untuk mengetahui apakah sewa menyewa tersebut memiliki prosedur yang baik yaitu dengan melihat nilai sewa dari kegiatan sewa menyewa tersebut. Penilaian (Apprasia. Penilaian adalah sebuah perkiraan dari nilai, opini seseorang, berdasarkan pada keahliannya, pelatihan, data dan tujuannya (Betts & Elly, 2. Menurut Fisher et al . , penilaian adalah proses untuk memperkirakan nilai dari sebuah bidang, dengan ciri-ciri tertentu, seperti poin pada waktu tertentu pada property real estate. Penilaian meliputi deskripsi atas property yang dinilai, opini penilai tentang kondisi property bertujuan untuk mendapatkan nilai finansial property berdasarkan data pasar pada tahun yang relative baru (Ventolo & Williams, 1. dalam (Njo Anastasia,2. Sedangkan (Budi Harjanto. penilaian adalah gabungan antara ilmu pengetahuan dan seni . cience and ar. dalam mengestimasikan nilai dari sebuah kepentingan yang terdapat dalam suatu property bagi tujuan tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan serta dengan mempertimbangkan segala karakteristik yang ada pada poperti tersebut dan kondisi pasar yang terjadi. (Hartono,2. dalam (M. Mariada Rijasa, dkk:2. dengan kata lain, penilaian adalah suatu taksiran dan pendapat atas nilai suatu harta atau kekayaan oleh seorang penilai yang didasari interpretasi dari faktor-faktor dan keyakinan pada waktu atau tanggal tertentu. Ruko Ruko menurut Ahliwan. Rafie, dan Nurul Wardhani . anpa tahu. pengertian ruko adalah salah satu jenis bangunan yang berasal dari kata rumah dan toko. Rumah yang berarti tempat berpenghuni dan toko berarti ruang untuk kegiatan usaha, jadi ruko dapat dikatakan sebagai sebuah bangunan yang menggabungkan fungsi hunian dan usaha dalam satu Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, ruko . umah tok. adalah sebutan bagi bangunan Ae bangunan yang memiliki ciri khas bertingkat antara dua hingga lima lantai. Lantai ruko bagian bawah digunakan sebagai tempat berusaha ataupun semacam kantor sementara lantai atas dimanfaatkan sebagai tempat tinggal. Ruko biasanya berpenampilan yang sederhana dan sering dibangun bersama ruko - ruko lainnya yang mempunyai desain yang sama atau mirip sebagai suatu kompleks. Sejarah ruko di Indonesia dimulai dengan datangnya bangsa Tionghoa yang berusaha sebagai pedagang, terutama yang berasal dari Provinsi Fujian. Tiongkok. Ruko-ruko Tionghoa dibangun di kawasan perkotaan untuk menjalankan usaha dagang sekaligus sebagai tempat tinggal. Dengan demikian pemilik ruko bisa mengawasi langsung barang dagangan dan mengurangi biaya transportasi karena tidak perlu pindah rumah. Ruko dibangun berderet, tepat di pinggir jalan. Deretan ruko bisa terkonsentrasi dalam satu kawasan yang membentuk blok, ataupun mengikuti ruas jalan. Karena berderet dan terapit ruko lain, jenis bangunan ini hanya tampak pada bagian depan. Ruko di Indonesia umumnya mirip dengan ruko penduduk Tionghoa di Malaka dan Georgetown. Devin Defriza Haris dan M. Dolok Lubis . dalam Putri Andini . menerangkan bahwa ruko adalah salah satu jenis bangunan, berasal dari kata rumah dan toko. Rumah yang berarti tempat berhuni dan toko yang berarti ruang untuk kegiatan usaha, jadi ruko dapat dikatakan sebagai sebuah bangunan yang menggabungkan fungsi hunian dan kerja dalam satu tempat. Dengan titik tolak yang sederhana ini, menyebabkan ruko dalam perkembangannya menjadi sangat pesat. Disamping praktis dan murah, fungsi ruko mampu menampung kegiatan dalam skala ekonomi kecil. Ruko atau rumah toko adalah suatu proyek konstruksi yang pada umunya bertingkat antara dua lantai hingga lima lantai, dimana lantai-lantai bagian bawahnya digunakan sebagai tempat usaha ataupun kantor sementara, bagian atasnya dimanfaatkan sebagai tempat Perkembangan pembangunan ruko di Indonesia terjadi sangat pesat, dengan desain yang berbeda-beda, hal ini dikarenakan luas tanah dan lokasi tanah. Kegiatan dalam pembangunan ruko ini juga harus memilih tempat yang strategis untuk mudah dijangkau, dan para pelaku usahapun harus pintar dan cekatan dalam memilih letak posisi ruko yang akan ditempati sebagai tempat mereka membuka usaha. Tempat yang strategis tersebut tidak dapat diperoleh pelaku usaha secara cuma-cuma. Pelaku usaha tersebut harus memiliki tempat tersebut dengan membeli atau dengan menyewanya. Properti Dina Mustika . , property adalah penguasaan dan pemilikan tanah dan bangunan . eal propert. memiliki peranan yang besar terhadap harta kekayaan yang ada di dunia ini dan penilaiannya merupakan atas dasar bagi kelangsungan pasar property dan finansial secara Appraisal Institute . menyatakan Real property includes the interest, benefits, and rights inherent in the ownership of physical real estate. Penilaian atas tanah dengan asumsi tanah tersebut kosong, atau tanah dengan bangunan, berikut sarana perlengkapan yang terdapat diatasnya merupakan konsep ekonomi. Oleh karena itu, baik tanah kosong maupun tanah yang sudah dibangun dalam keadaan demikian disebut sebagai real estate. Analisis Pasar Dina Mustika . menyatakan penilai menggunakan analisis pasar untuk menentukan ada tidaknya dukungan pasar yang memadai bagi properti yang sudah ada berdasarkan penggunaan tertentu yang diusulkan pada tempat tertentu pada waktu yang akan datang. Apabila kondisi pasar tidak menunjukkan permintaan yang mencukupi terhadap pengembangan yang diusulkan, maka analisis pasar dapat mengidentifikasikan suatu waktu di mana permintaan terhadap proyek itu diperkirakan akan muncul. Jadi analisis pasar menginformasikan kepada penilai tentang usulan kapan pengembangan dapat dilakukan dan jumlah permintaan yang diantisipasi pada periode tertentu. Kerangka Konseptual Tabel. Kerangka konseptual Identifikasi Properti Real Estate Data Yang Diperlukan Data Khusus . ata-data yang dengan property Data fisik Data lokasional Data biaya IDENTIFIKASI PERMASALAHAN Tanggal Tujuan Penilaian Jenis Nilai Penilaian 26 Agustus Ae 20 Untuk Nilai Sewa . ental valu. November 2020 menentukan nilai SURVEI PENDAHULUAN Sumber Data Personel dan Perencanaan Kerja Waktu Pelaksanaan Data Sekunder. Diperoleh dari : Instansional : Non Pemerintah : Estat agen, broker Perusahaan Penilai Non Instansional : Iklan Media Masa Penelitian Bulan Oktober sampai November 2020 Survey dilakukan secara Terhadap property subjek . roperty yang dinila. maupun PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA Data Khusus : Data yang lebih spesifik adalah berkaitan dengan property subjek dan property pembanding. Data khusus ini meliputi semua karakteristik khusus yang terdapat pada objek. Data Properti Subjek Data Properti Pembanding (Properti pembanding adalah property yang mempunyai kegunaan sama/serupa, berlokasi pada kawasan yang sama, dan telah diketahui Data pembanding dapat berupa fisik tanah dan bangunan, data sewa untuk berbagai jenis property . omersial, residensial, industrial, lain-lai. Data lain-lain pembanding adalah tingkat hunian . ccupancy rat. untuk gedung perkantoran, pertokoan, perhotelan, dan data lain yang relevan dalam proses pengestimasian nilai property subjek. Sewa Tapak . Letak . udut, tengah, tusuk sate, dan Bangunan : Luas bangunan PENERAPAN METODE PENILAIAN Market Data Approach (Pendekatan Data Pasa. Pendekatan penilaian yang dilakukan dengan cara membandingkan antara property yang dinilai . ubject propert. dengan property-properti pembanding . omparable propertie. yang telah diketahui karakteristik dan nilainya. Selanjutnya analisis yang dilakukan dengan mengukur tingkat kesamaan dan perbedaannya untuk menentukan berapa penyesuaian . yang akan diberikan untuk menentukan nilai property subjek. Dengan elemen perbandingan ialah : kondisi pasar, lokasi, karakteristik fisik. REKONSILIASI NILAI Suatu analisis terhadap berbagai kesimpulan nilai untuk mendapatkan suatu kesimpulan nilai akhir. KESIMPULAN Metodologi Penelitian Jenis penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil observasi / pengamatan di lapangan serta melakukan wawancara dengan penilai yang memiliki pengalaman empiris di lapangan dan agen property. Metode yang digunakan ialah pendekatan pasar. Variabel elemen pembanding yang digunakan untuk menentukan nilai sewa properti ruko objek penilaian ialah luas tanah, luas bangunan, hak . , lebar jalan depan objek, umur bangunan, lokasi, dan luas parkir dari 3 data ruko pembanding ruko sejenis yang memiliki karakteristik mirip dengan ruko STIE Cendekia Karya Utama Semarang di Kecamatan Candisari. Kota Semarang. Hasil dan Pembahasan Analisis Data Penelitian dilakukan pada ruko STIE Cendekia Karya Utama Semarang yang terletak di Jalan Tegalsari Raya No. Kelurahan Candi. Kecamatan Candisari. Kota Semarang. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama merupakan salah satu Perguruan Tinggi swasta di Indonesia yang berbentuk Sekolah Tinggi dan data pembanding yang dipilih 3 . unit ruko di daerah Candisari Kota Semarang yang memiliki karakteristik paling mirip dengan ruko Sekolah Tinggi Imu Ekonomi Cendekia Karya Utama. Tabel. Klasifikasi Ruko STIE Cendekia Karya Utama Uraian Klasifikasi Ruko STIE Cendekia Karya Utama Tahun dibangun Umur bangunan 6 tahun Luas tanah 315 m2 Luas bangunan 180 m2 Lebar jalan depan ruko Luas parkir . ) 45 m2 Tabel. Data pembanding ruko untuk penilaian dengan metode pasar Uraian Nilai Sewa Alamat Lokasi Tahun dibangun Luas Tanah Luas Bangunan Lebar Jalan Umur Bangunan Luas Tempat Parkir Data Pembanding I Rp. Kaliwiru. Dr. Wahidin. Candisari. Kota Semarang Strategis 112 m2 216 m2 8 Tahun 24 m2 Data Pembanding II Rp. Tentara Pelajar. Jomblang. Candisari. Kota Semarang Data Pembanding i Rp. Jalan Dr. Wahidin. Candisari. Kota Semarang Strategis 99 m2 99 m2 10 Tahun 30 m2 Strategis 105 m2 216 m2 7 Tahun 30 m2 Berdasarkan informasi data pembanding yang diperoleh, ketiga data pembanding berada dalam satu wilayah dengan objek penilaian yaitu di Kecamatan Candisari, bentuk fisik bangunan data pembanding sama dengan objek penilaian yaitu bangunan tiga lantai dengan struktur beton dan fungsi bangunan data pembanding dengan objek penilaian juga sama yaitu difungsikan untuk perkantoran. Sehingga dalam melakukan penyesuaian untuk setiap elemen pembanding dilakukan rekonsiliasi. Pada tahap ini, melakukan rekonsiliasi dari ketiga nilai data pembanding yang telah disesuaikan untuk menentukan indikasi nilai tunggal . ingle value indicatio. dapat dilihat pada tabel berikut ini : Elemen Perbandingan Harga Sewa Properti Subjek Belum Data Pembanding I Data Pembanding II Data Pembanding i Jenis Properti Ruko Ruko Ruko Ruko Tahun dibangun Luas bangunan . Hak Lebar jalan depan objek . Indikasi Harga Transaksi Transactional Adjustment Hak Indikasi harga setelah penyesuaian Property Adjustment Umur bangunan . Luas bangunan . Lebar jalan depan objek . Total Adjustment Indikasi Nilai Properti Pembahasan 180 m2 216 m2 99 m2 216 m2 SHM SHM SHM SHM 0,00% 0,00% 0,00% 6,7% 13,3% 3,3% -2,5% 2,5% -2,5% 2,5% -2,5% 2,5% Hal pertama yang dilakukan dalam menghitung indikasi harga transaksi dari masingmasing data pembanding 1, 2, dan 3. Indikasi harga transaksi dihitung berdasarkan rumus : % - 5% ) x Harga Sewa dari Data Pembanding Maka dari perhitungan tabel diatas, masing-masing data pembanding dapat diperoleh hasil untuk indikasi harga transaksi sebagai berikut : Data pembanding 1 : % - 5%) x Rp. 000 = Rp. Data pembanding 2 : % - 5%) x Rp. 000 = Rp. Data pembanding 3 : % - 5%) x Rp. 000 = Rp. Setelah itu dilakukan penyesuaian terhadap transactional adjustment. Pada transactional adjustment terdapat porsentase dalam hak . ertifikat kepemilika. yang harus dilakukan penyesuaian pada data pembanding, apabila hak . ertifikat kepemilika. dari property tersebut merupakan SHM (Sertifikat Hak Mili. maka porsentasenya sebesar 0,00%. Kemudian untuk indikasi harga setelah penyesuaian dalam total adjustment, diperoleh dari hasil indikasi harga transaksi dikalikan dengan 0,00% yang ditambah dengan angka 1. Dimana masing-masing data pembanding dihitung dengan rumus : Indikasi harga transaksi x ( 1 0,00%) Maka diperoleh hasil sebagai berikut : Data pembanding 1 : Rp. 000 x . 0,00%) = Rp. Data pembanding 2 : Rp. 000 x . 0,00%) = Rp. Data pembanding 3 : Rp. 000 x . 0,00%) = Rp. Kemudian baru dilakukan penghitungan untuk penyesuaian property . roperty Dimana dalam property adjustment terdapat poin Ae poin dari data pembanding yang akan dihitung untuk menentukan prosentase total adjustment, poin-poin tersebut Umur bangunan . Luas bangunan Lebar jalan di depan objek Untuk menentukan persentase masing-masing umur bangunan pada data pembanding ialah dihitung dengan mengurangi tahun dibangun dari property subjek dengan data pembanding 1 dan dibagi dengan umur bangunan . , selanjutnya mengurangi tahun dibangun data pembanding 1 dengan data pembanding 2 dan dibagi dengan umur bangunan . , dan yang terakhir dengan mengurangi tahun dibangun data pembanding 2 dengan data pembanding 3 dan dibagi dengan umur bangunan . , diperoleh perhitungan sebagai berikut : Data pembanding 1 : . 4 Ae 2. / 30 = 6,7% Data pembanding 2 : . 2 Ae 2. / 30 = 13,3% Data pembanding 3 : . 0 Ae 2. / 30 = 3,3% Untuk menentukan penyesuaian luas bangunan . dilakukan persentase masing-masing luas bangunan . pada data pembanding. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari penilai yang memiliki pengalaman empiris di lapangan, menyatakan bahwa rata Ae rata perbedaan harga pada lebar ruas jalan dan luas bangunan besarnya penyesuaian berkisar antara 2,5% sampai dengan 5%. Sehingga diperoleh penyesuaian sebagai berikut : Data pembanding 1 : -2,5% Data pembanding 2 : 2,5% Data pembanding 3 : -2,5% Untuk menentukan penyesuaian lebar jalan depan objek . dilakukan persentase masingmasing lebar jalan depan objek . pada data pembanding. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari penilai yang memiliki pengalaman empiris di lapangan, menyatakan bahwa rata Ae rata perbedaan harga pada lebar ruas jalan dan luas bangunan besarnya penyesuaian berkisar antara 2,5% sampai dengan 5%. Sehingga diperoleh penyesuaian sebagai berikut : Data pembanding 1 : 2,5% Data pembanding 2 : -2,5% Data pembanding 3 : 2,5% Hasil akhir sebelum dilakukan penentuan nilai pasar objek penilaian ialah menentukan indikasi nilai property yang diperoleh dari rumus : Indikasi Harga Setelah Penyesuaian x . Total Adjusment (%)) Maka masing-masing data pembanding diperoleh sebagai berikut : Data pembanding1 : Rp. 000 x . 7%)) = Rp. Data pembanding 2 : Rp. 000 x . 13%)) = Rp. Data pembanding 3 : Rp. 000 x . 3%)) = Rp. Untuk menentukan nilai pasar objek penilaian dari 3 data pembanding, masing-masing data pembanding dilakukan pembobotan yang dihitung dengan rumus : Indikasi Nilai Property x Bobot prosentase Bobot prosentase diperoleh berdasarkan rumus Tabel. Pembobotan Persentase Data Pembanding Data 1 Rp152. 000 33% Rp 50. Data 2 Rp 69. 333 33% Rp 23. Data 3 Rp 196. 333 33% Rp 65. Nilai Pasar Objek Penilaian Rp 139. Dari hasil pembobotan tabel diatas, maka dapat diambil kesimpulan akhir bahwa nilai pasar objek penilaian sebesar Rp. 889 dibulatkan menjadi Rp. Maka nilai sewa ruko Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama Semarang per tahun diperoleh sebesar Rp. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis bahwa nilai objek property yaitu ruko Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama Semarang yang berlokasi di Jalan Tegalsari Raya No. Kelurahan Candi. Kecamatan Candisari. Kota Semarang dengan menggunakan pendekatan pasar diperoleh nilai sewa ruko sebesar Rp. erbilang : seratus tiga puluh sembilan juta empat ratus tiga puluh delapan ribu delapan ratus delapan puluh sembilan rupia. dengan hasil pembulatan sebesar Rp. erbilang : seratus tiga puluh sembilan juta empat ratus lima puluh ribu rupia. per tahun. Pada dasarnya suatu nilai sewa berpedoman pada prinsip-prinsip yang berkaitan di pasaran. Maka, yang menjadi dasar penetapan nilai sewa ruko dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama Semarang ialah adanya faktor-faktor yang mempengaruhi dalam menentukan dan penetapan nilai sewa dari objek penilaian. Factor Ae factor yang mempengaruhi harga sewa property yang kemudian menghasilkan nilai pasar tanah dan nilai pasar bangunan untuk objek penelitian. Factor Ae factor yang mempengaruhi nilai tersebut yaitu : Luas tanah . Luas bangunan Hak . ertifikat kepemilika. Lokasi Lebar jalan di depan objek Luas parkir . Umur Bangunan Saran Dari analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat diberikan saran sebagai berikut : Peneliti selanjutnya dapat menganalisis nilai sewa ruko atau property rumah tinggal dengan menggunakan pendekatan pasar berbasis fair value accounting, dapat menganalisis nilai sewa ruko atau rumah tinggal dengan menggunakan perbandingan pasar, dapat menganalisis faktor Ae faktor yang mempengaruhi nilai sewa ruko atau rumah tinggal. DAFTAR PUSTAKA