8 Jurnal AbdiMU : Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 No. 2 | November 2025 : hal 222-231 DOI: 10. https://jurnal. id/index. php/abdimu e-ISSN: 2797-3468 Pelatihan dan Pengelolaan Website Desa Narawita Menuju Smart Village Ayang Winda1. Eva Meidi Kulsum2. Dede Widya3. Putra Aufanviga4 1,2,4Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas MaAosoem. Indonesia 3Sistem Informasi. Universitas MaAosoem. Indonesia Ayangwinda27@gmail. Received : OctAo 2025 Revised : NovAo 2025 Accepted : NovAo 2025 Published : NovAo 2025 ABSTRACT The objective of this Community Service Program is to enhance the Human Resources (HR) capacity of Village Officials in Bandung Regency in website management as a fundamental step towards implementing the Smart Village concept. The activity was motivated by a significant digital gap where village websites were often neglected, not up-to-date, and thus hindered the principle of transparency. This PkM activity was conducted from July 07, 2025, to August 18, 2025, in Narawita Village. Cicalengka District. Bandung Regency, involving representatives of Village Officials, including the Village Secretary and the village IT team. The method employed was Participatory Action Research, commencing with a Needs Analysis (FGD and Pre-Tes. , followed by the creation of a new website using Visual Studio Code, and cyclical Testing (Uji Cob. with consultation from village stakeholders. The core phase involved Intensive Training for transferring skills in basic web maintenance, digital content literacy, and promotional strategies. The results demonstrate a dual success: first, the creation of a stable and functional website . ttps://sisteminformasi-desa-narawita-blzu. app/) equipped with transparency and promotional modules. second, a significant increase in the competency of Village Officials in managing content independently, supported by continuous knowledge transfer. This success was consolidated by the development of a Website Management SOP, ensuring the project's sustainability and transforming local human resources. Overall, this Community Service successfully laid the foundation for Smart Governance and Smart Economy, asserting that intervention in HR capacity is the main key to realizing the Smart Village vision in Bandung Regency. Keywords : Information System. Smart Village. Village Website. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini didorong oleh adanya kesenjangan digital di mana website desa seringkali terabaikan, kurang up to date, dan kurang transparans. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada 07 Juli 2025 hingga 18 Agustus 2025 di Desa Narawita Kecamatan Cicalengka. Kabupaten Bandung melibatkan perwakilan Aparatur Desa, termasuk Sekretaris Desa dan tim IT desa. Metode yang digunakan adalah Action Research Partisipatif, diawali dengan Analisis Kebutuhan (FGD dan Pra-Tes. , dilanjutkan dengan Pembuatan Website baru menggunakan Visual Studio Code, dan Uji Coba siklus dengan konsultasi perangkat desa. Tahap inti adalah Pelatihan Intensif untuk transfer keterampilan web maintenance dasar, literasi konten digital, dan strategi promosi. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan ganda: pertama, diciptakannya website yang stabil dan fungsional . ttps://sistem-informasi-desa-narawita-blzu. dilengkapi modul transparansi dan promosi. kedua, peningkatan signifikan pada kompetensi Aparatur Desa dalam mengelola konten secara mandiri, didukung oleh transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Keberhasilan ini dikukuhkan dengan penyusunan SOP Pengelolaan Website, menjamin keberlanjutan proyek dan mentransformasi SDM lokal. Secara keseluruhan. Pengabdian ini berhasil meletakkan Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 fondasi Smart Governance dan Smart Economy, menegaskan bahwa intervensi pada kapasitas SDM adalah kunci utama dalam mewujudkan visi Smart Village di Kabupaten Bandung. Kata Kunci : Desa Pintar. Sistem Informasi. Website Desa. PENDAHULUAN Pemerintahan desa di Indonesia memegang peranan vital sebagai entitas terdepan dalam pelayanan publik dan katalisator pembangunan ekonomi lokal. Tuntutan akan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efisien sejalan dengan visi program Good Governance semakin diperkuat oleh laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK bukan lagi sekadar alat pendukung, tetapi telah menjadi fondasi bagi inisiatif besar pemerintah, termasuk program Desa Cerdas (Smart Villag. yang bertujuan mengoptimalkan potensi desa melalui teknologi digital . Konsep Smart Village bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui optimalisasi teknologi informasi, menjadikannya fondasi bagi pembangunan desa yang inklusif dan berdaya saing . Dalam konteks ini, website desa adalah instrumen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai media pelayanan publik berbasis digital tetapi juga sebagai sarana penting untuk mendistribusikan informasi anggaran secara akuntabel . dan mempromosikan potensi lokal ke pasar yang lebih luas. Melalui website, desa dapat memperkuat komunikasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan . Namun, observasi di wilayah Kabupaten Bandung menunjukkan adanya kesenjangan digital yang signifikan. Meskipun infrastruktur dasar TIK mulai tersedia, banyak Aparatur Desa yang masih menghadapi kendala serius dalam pengelolaan website. Keterbatasan kemampuan teknis, minimnya pemahaman tentang penulisan konten digital yang menarik, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya update informasi rutin menyebabkan website desa yang telah ada sering kali terabaikan atau informasinya tidak up to . Situasi ini secara langsung menghambat tercapainya prinsip transparansi yang diharapkan. Tantangan terbesar dalam mewujudkan Smart Village bukan lagi pada penyediaan perangkat keras, melainkan pada aspek sumber daya manusia (SDM). Keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada kapasitas Aparatur Desa sebagai pengelola informasi utama. Tanpa adanya keterampilan yang memadai dalam memelihara dan memperkaya konten website, platform digital tersebut hanya akan menjadi formalitas tanpa fungsi optimal. Padahal, penggunaan website desa yang efektif dapat secara langsung meningkatkan akuntabilitas desa, mempercepat pelayanan administrasi, dan menjadi etalase utama potensi pariwisata serta produk UMKM. Oleh karena itu, tujuan krusial dari kegiatan ini adalah memberdayakan Aparatur Desa dengan pengetahuan dan praktik terbaik, menjadikan mereka motor penggerak transformasi digital di tingkat lokal . Sebagai respons strategis terhadap tantangan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini telah diintervensi dengan berfokus pada Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Pelatihan Intensif Pemanfaatan dan Pengelolaan Website Desa di Kabupaten Bandung. Intervensi ini dirancang untuk mengatasi akar masalah melalui transfer pengetahuan praktis dan holistik, memberdayakan Aparatur Desa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola website secara mandiri dan berkelanjutan . Dengan pelatihan ini, diharapkan fungsi website dapat dioptimalkan secara penuh, memastikan ketersediaan informasi yang transparan dan up-to-date, serta memfungsikannya sebagai platform promosi yang efektif. Kontribusi nyata PkM ini adalah membangun fondasi SDM digital yang kuat, sehingga Desa-Desa di Kabupaten Bandung kini mampu memanfaatkan teknologi sebagai katalisator untuk mewujudkan visi Smart Village dan meningkatkan kualitas pelayanan serta daya saing di era digital. METODE Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan Action Research Partisipatif, dimana tim pelaksana bekerja sama secara aktif dan siklus dengan Aparatur Desa di Kabupaten Bandung. Pendekatan ini memastikan solusi yang diterapkan relevan dengan kebutuhan lapangan dan berkelanjutan . Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada 07 Juli 2025 hingga 18 Agustus di Desa Narawita Kecamatan Cicalengka. Kabupaten Bandung. Peserta yang berpartisipasi dalam pelatihan intensif ini adalah Sekretaris Desa, tim IT desa dan beberapa staff desa Narawita yang merupakan perwakilan dari Aparatur Desa dan staf yang ditugaskan mengelola website desa. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu : Tahap Analisis Kebutuhan dan Pemetaan Awal. bertujuan untuk memetakan kondisi eksisting website desa dan mengidentifikasi kebutuhan spesifik Aparatur Desa . Focus Group Discussion (FGD) dan Pra-Test: Melakukan pertemuan awal dengan perwakilan Aparatur Desa untuk menggali informasi mengenai: . Tingkat penguasaan teknis website saat ini, . Tantangan utama dalam update konten, dan . Jenis potensi lokal (UMKM, pariwisat. yang belum terpublikasi secara maksimal. Analisis Situs Eksisting: Melakukan audit fungsionalitas dan keamanan website desa yang telah ada, mengidentifikasi fitur yang perlu dioptimalkan untuk mendukung transparansi dan promosi. Tahap Pengembangan Modul dan Restrukturisasi Konten. berdasarkan hasil analisis, tim PkM menyusun modul dan melakukan penyesuaian teknis. Penyusunan Modul Pelatihan: Merumuskan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan, mencakup: . Manajemen Teknis (CMS dashboard dan security dasa. , . Literasi Konten Digital . eknik penulisan berita yang web-friendly dan etika publikas. , dan . Optimalisasi Fitur . enggunaan modul galeri, form pengaduan, dan katalog UMKM). Tahap Implementasi Pelatihan Intensif (Capacity Buildin. proses pembuatan website dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Visual Studio Code. Domain https://sistem-informasi-desa-narawita224 Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Berikut langkah-lagkah yang dilakukan dalam proses pembuatan website menggunakan wordpres: Perancangan desain website yang akan di buat. Membuat folder data yang akan di buat di antaranya JS (Java Scrip. CSS (Cascading Style Sheet. , & Asset . erisi Gambar. Elment dan Tool yang akan di gunaka. Memasukan komponen penunjang kedalam folder yang sudah di buat, seperti Gambar, elment dan tools pengkodean. Lakukan pembuatan script pengkodean pada Visual Studiocode. Di mulai Pembuatan CSS, kemudian Index,HTML dan di Akhiri dengan JS, kemudian apabila telah selesai membuat script website dengan menggukan Aplikasi Visual Studio Code lanjutkan menghosting website dengan membuka halaman website ercel agar website dapat di akses. Uji coba. setelah halaman website telah dibuat secara keseluruhan, maka tahap selanjutnya yang dilakukan yaitu uji coba. Pada tahap ini terjadi proses konsultasi kepada perangkat desa dan masyarakat terkait . Apabila terdapat konten yang memeerlukan revisi, maka tahap selanjutnya yang dilakukan yaitu kembali ke Visual Studio Code. Namun apabila seluruh konten telah tepat maka dapat lanjut ke tahap berikutnya. Pelatihan. diberikan kepada perangkat desa yang akan mengelola isi konten yang terdapat pada website. Hal ini dilakukan agar informasi yang terdapat pada website dapat terus diperbarui. Tahap pelatihan meliputi cara menambahkan Gambar, mengelola isi halaman. Memperbaharui Lokasi terbaru dan pemahaman mengenai cara mengakses Website. Tahap Evaluasi. Dampak, dan Keberlanjutan. bertujuan mengukur keberhasilan dan menjamin proyek dapat diteruskan oleh Desa. Post-Test dan Umpan Balik bertujuan mengukur peningkatan pengetahuan Aparatur Desa dan mengumpulkan umpan balik mengenai efektivitas pelatihan. Setelah itu dilakukan Penyusunan SOP Pengelolaan untuk menyediakan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan website yang sederhana dan terstruktur sebagai panduan resmi desa untuk memastikan keberlanjutan proyek pasca-PkM. Setelah itu, melakukan evaluasi awal terhadap output website sebagai indikator awal menuju Smart Village . HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan Awal Tahap awal pelaksanaan melalui Observasi dan Focus Group Discussion mengungkap bahwa tantangan utama Desa Narawita dalam mewujudkan Smart Village adalah pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola. Website desa yang telah ada sebelumnya cenderung terabaikan, dengan frekuensi update informasi yang sangat rendah, sehingga menghambat prinsip transparansi dan Penguasaan teknis dasar CMS oleh Aparatur Desa masih minim, dan yang lebih penting, pemahaman strategis tentang penggunaan website sebagai alat promosi potensi lokal belum optimal. Analisis ini menjadi dasar bagi Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 tim PkM untuk memfokuskan intervensi pada pembangunan website baru yang stabil dan pelatihan capacity building yang praktis. Tahapan Pelaksanaan Proses pembangunan website disempurnakan melalui tahapan Uji Coba yang bersifat siklus dan interaktif. Uji coba melibatkan konsultasi langsung kepada perangkat desa dan masyarakat terkait. Setiap fitur yang dibangun seperti modul untuk transparansi Anggaran Desa dan modul katalog UMKM dievaluasi Adanya proses looping revisi kembali ke Visual Studio Code menunjukkan bahwa website final telah divalidasi pengguna, menjamin fitur dan konten yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan praktis Aparatur Desa dan memenuhi kriteria kemudahan akses. Website baru ini kini berfungsi sebagai infrastruktur digital yang stabil untuk transfer informasi dan promosi. Gambar 1. Pelatihan Pengelolaan Website Profil Desa Kegiatan Pengabdian ini berhasil meletakkan fondasi kuat bagi Desa Narawita menuju Smart Village dengan intervensi langsung pada aspek SDM. Pertama, peningkatan keterampilan Aparatur Desa dalam mengunggah dokumen penting dan mengelola website secara rutin memastikan bahwa website kini siap berfungsi sebagai instrumen transparansi yang andal. Hal ini secara langsung mendukung pilar Smart Governance dengan memudahkan masyarakat mengakses informasi kebijakan dan anggaran desa. Kedua. Keberhasilan transfer pengetahuan dikukuhkan melalui Penyusunan SOP Pengelolaan Website. SOP yang sederhana dan terstruktur memastikan bahwa knowledge yang diperoleh selama pelatihan terlembagakan. Hal ini menjamin keberlanjutan proyek pasca Pengabdian, di mana manajemen website tidak lagi bergantung pada inisiator program. Ketiga, realisasi potensi Smart Economy, dengan website yang stabil dan pengelola yang kompeten dalam membuat konten visual dan naratif. Desa Narawita kini memiliki saluran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas untuk potensi lokalnya. Hal ini merupakan langkah fundamental dalam mengintegrasikan desa ke dalam ekonomi digital, sesuai dengan visi Smart Village. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Secara keseluruhan. PkM ini berhasil mengubah tantangan SDM menjadi peluang, memberdayakan Aparatur Desa Narawita dengan kompetensi digital yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan publik, transparansi, dan daya saing di Kabupaten Bandung. Tampilan Website Desa Website Desa Narawita dapat diakses pada domain https://sisteminformasi-desa-narawita-blzu. Halaman website yang dibuat sudah responsif sehingga mampu menyesuaikan tampilan secara otomatis sesuai dengan ukuran device yang digunakan. Website ini memiliki lima menu utama diantaranya beranda. Peta Desa. Wisata. Fasilistas. Produk UMKM. Rute. Tentang Desa . Berikut penjelasan menu secara detail yang terdapat pada website. Gambar 2. Halama Beranda Halaman beranda akan menjadi halaman utama yang akan diakses oleh Halaman ini memuat informasi general dari Peta Desa,Wisata. Fasilistas. Produk UMKM. Rute. Tentang Desa yang terdapat pada Desa Narawita. Selain itu pada halaman beranda terdapat tombol yang akan mengarahkan user menuju halaman yang memuat informasi Peta Desa. Wisata. Fasilistas. Produk UMKM. Rute, tentang Desa lebih rinci. Gambar 3. Halaman Peta Desa Halaman Peta desa memuat Lokasi dari Desa Narawita beserta Peta desa. Selain itu juga terdapat visi dan misi yang dimiliki oleh Desa Narawita. Pada menu profil desa terdapat dua submenu yaitu pelayanan desa dan informasi desa. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Gambar 4. Halaman Pelayanan Desa Halaman profil desa memuat deskripsi dari Desa Narawita beserta foto balai desa. Selain itu juga terdapat visi dan misi yang dimiliki oleh Desa Narawita. Pada menu profil desa terdapat dua submenu yaitu pelayanan desa dan informasi Gambar 5. Halaman Informasi Desa Sub menu informasi desa akan mengarahkan user menuju halaman informasi desa. Pada halaman ini terdapat informasi terbara yang akan disampaikan kepada masyarakat. Salah satu contoh informasi yang telah terunggah saat ini yaitu daftar anggota linmas. Gambar 6. Halaman Wisata Halaman wisata memuat daftar wisata yang terdapat di Desa Narawita. Selain itu juga terdapat peta wisata yang akan mempermudah wisatawan untuk mengetahui letak destnasi wisata yang ada. Pada setiap kolom wisata yang Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 ditampilkan terdapat tombol yang akan mengarahkan user menuju halaman yang memuat informasi secara rinci dari suatu destinasi wisata. Informasi yang ditampilkan diantaranya deskripsi wisata, jam buka, harga tiket, lokasi, akun media sosial dan foto destinasi wisata. Gambar 7. Halaman UMKM Halaman UMKM memuat informasi daftar UMKM yang terdapat di setiap dusun Desa Narawita. Pada setiap kolom UMKM terdapat tombol yang akan mengarahkan user menuju halaman yang memuat informasi secara rinci terhadap UMKM yang dipilih. Informasi yang ditampilkan diantaranya deskripsi UMKM, harga produk, lokasi, kontak pemilik usaha dan foto produk. Gambar 8. Halaman Berita Halaman berita memuat informasi kegiatan terbaru yang dilakukan Desa Narawita. Halaman ini dibuat dengan tujuan untuk mendokumentasikan keiatankegiatan yang telah dilangsungkan oleh desa. Pada setiap kolom berita yang ditampilkan terdapat tombol yang akan mengarahkan user menuju halaman yang memuat informasi suatu berita secara rinci. Informasi yang ditampilkan diantaranya judul, foto, isi, penilis dan tanggal publish berita. PENUTUP Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Narawita. Kabupaten Bandung, berhasil mencapai tujuannya dalam mengatasi kesenjangan Sumber Daya Manusia Aparatur Desa terhadap pengelolaan aset Melalui metode Action Research Partisipatif, tim pelaksana berhasil Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 membangun website desa yang baru dan stabil serta melaksanakan pelatihan intensif yang secara signifikan meningkatkan penguasaan teknis dan literasi konten digital Aparatur Desa. Peningkatan kapasitas ini merupakan kontribusi nyata terhadap aspek Smart Governance, karena Aparatur Desa kini mampu mengelola konten transparansi . eperti publikasi anggara. secara mandiri dan rutin, sekaligus memanfaatkan website sebagai alat promosi efektif untuk potensi lokal, mendukung pilar Smart Economy. Keberhasilan proyek dikukuhkan dengan penyusunan SOP Pengelolaan Website, yang menjamin keberlanjutan pemanfaatan website pasca Pengabdian dan menginstitusikan pengetahuan yang telah ditransfer. Prospek pengembangan hasil pengabdian ini sangat terbuka, terutama pada fase integrasi sistem dan pemanfaatan data. Desa Narawita selanjutnya dapat mempertimbangkan studi lanjut untuk mengintegrasikan website yang telah dibangun dengan sistem pelayanan publik back-office desa . -administras. agar pelayanan masyarakat menjadi lebih efisien. Selain itu, pengembangan dapat difokuskan pada pemanfaatan data pengunjung . isitor analytic. website untuk menyusun strategi promosi pariwisata dan UMKM yang lebih terarah dan berbasis data, mengubah Desa Narawita dari sekadar Smart Village yang informatif menjadi Smart Village yang mampu mengambil keputusan strategis berdasarkan data digital. DAFTAR PUSTAKA