Tersedia di https://jurnal. id/index. php/JPMK/ Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Volume 7 No 1, 2025, 31-38 EDUKASI SUAMI SEBAGAI DUKUNGAN KB PASCA SALIN DI KELURAHAN SRONDOL SEMARANG HUSBAND EDUCATION AS POST-NATAL FAMILY PLANNING SUPPORT IN SRONDOL VILLAGE. SEMARANG Siti Nurjanah1. Endah Sulistyowati2. Ayu Stefani Yuliana Putri3. Ayu Andika Vemidian4 1,2,3,4 Prodi Studi Pendidikan Profesi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang Email: sitinurjanah@unimus. ABSTRAK Pemerintah mencanangkan sebuah program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, yaitu program Keluarga Berencana (KB). Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia serta tingginya angka kematian ibu dan kebutuhan kesehatan reproduksi, program KB digunakan sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dengan program ini, laju pertumbuhan penduduk pada periode 2010-2035 diprediksi akan mengalami penurunan menjadi 0,62% (Bappenas 2. Pelayanan KB pasca persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat/obat kontrasepsi segera setelah persalinan dikerjakan dalam 10 menit setelah keluarnya plasenta sampai jangka waktu 42 hari setelah melahirkan yang tujuannya mengatur jarak kelahiran, jarak kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, salah satu jenis metode pasca persalinan adalah IUD Post Placenta yang keuntungannya dapat meningkatkan capaian peserta KB baru MKJP, menurunkan angka Unmet need, meningkatkan contraceptive prevalence Rate (Kemenkes RI, 2. Tujuan Memberikan edukasi tentang KB pasca persalinan di Kelurahan Srondol Kota Semarang. Metode yang digunakan dengan action research dan Pemberian edukasi, terhadap suami sebagai dukungan KB pasca Salin di kelurahan Srondol Kota Semarang. Hasil kegiatan ini adalah Masyarakat dapat mengetahui pentingnya dukungan suami atau keluarga untuk mewujudkan keberhasilan program KB, sehingga dapat ikut serta mensukseskan program pemerintahan dan meminimalisi kejadian kehamilan yang tidak diinginkan. Kesimpulan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan suami sebagai dukungan KB pasca Salin di kelurahan Srondol Kota Semarang. Kata kunci : Dukungan. Suami. KB Pasca Salin ABSTRACT The government launched a program to reduce the rate of population growth, namely the Family Planning (KB) program. In line with the increasing population of Indonesia and the high maternal mortality rate and reproductive health needs, family planning programs are used as a way to reduce population growth and improve maternal and child health. With this program, the population growth rate in the 2010-2035 period is predicted to decrease to 0. 62% (Bappenas, 2. Postpartum family planning services are an effort to prevent pregnancy by using contraceptive devices/drugs immediately after delivery within 10 minutes after expulsion of the placenta up to a period of 42 days after delivery with the aim of regulating birth spacing, pregnancy spacing and avoiding unwanted pregnancies, one type of method postpartum is the Post Placental IUD whose benefits can increase the attainment of new MKJP family planning participants, reduce the number of unmet needs, increase the contraceptive prevalence rate ( Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2. The Purpose Providing education about postpartum family planning in Srondol Village. Semarang City. The method used is action research and providing education to husbands as post-saline family planning support in the Srondol sub-district. Semarang City. The result of this activity is that the community can understand the importance of husband or family support in realizing the success of family planning programs, so that they can Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 32 Volume 7 No 1, 2025 participate in making government programs a success and minimize the incidence of unwanted pregnancies. The conclusion this activity can increase husbands' knowledge as post-saline family planning support in the Srondol sub-district. Semarang City. Keywords: Support. Husband's. Postpartum Family Planning PENDAHULUAN Pemerintah mencanangkan sebuah program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, yaitu program Keluarga Berencana (KB). Sejalan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia serta tingginya angka kematian ibu dan kebutuhan kesehatan reproduksi, program KB digunakan sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dengan program ini, laju pertumbuhan penduduk pada periode 2010-2035 diprediksi akan mengalami penurunan menjadi 0,62% (Bappenas. Langkah-langkah strategis ke depan untuk mempercepat pencapaian target pelayanan KB pasca persalinan dengan kabupaten/kota memasukkan pelayanan KB pasca persalinan dalam rencana pembangunan jangka menengah-panjang daerah jangka pencatatan, dan harmonisasi pencatatan, dan penyelarasan data antara BKKBN dan Kementerian Kesehatan, memberdayakan tim pendamping keluarga untuk mencari dan memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu nifas (Kemenkes RI. , 2. Pelayanan KB pasca persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan alat/obat kontrasepsi segera setelah persalinan dikerjakan dalam 10 menit setelah keluarnya plasenta sampai jangka waktu 42 hari setelah melahirkan yang tujuannya mengatur jarak kelahiran, jarak kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, salah satu jenis metode pasca persalinan adalah IUD Post Placenta yang keuntungannya dapat capaian peserta KB baru MKJP. Unmet meningkatkan contraceptive prevalence Rate (Kemenkes RI, 2. Pentingnya melibatkan laki-laki dalam program kesehatan reproduksi, ibu dan anak semakin diakui secara global. Keterlibatan laki-laki dalam pelayanan KB berhubungan dengan motilitas ibu dan Untuk meningkatkan kesehatan ibu, penguatan partisipasi laki-laki dalam keluarga berencana merupakan upaya kesehatan masyarakat global yang memerlukan inisiatif. Sebagian besar layanan kesehatan ibu dan anak di seluruh dunia tidak melakukan hal yang sama secara aktif melibatkan calon ayah. Hanya sedikit penelitian yang telah dilakukan mengenai tantangan, manfaat dan peluang untuk melibatkan ayah. Begitu juga konseling antenatal kepada pasangan suami-istri tentang keluarga berencana, tidak ada yang berfokus pada KB pasca persalinan (Mustika Sari, 2. Cakupan dan proporsi peserta KB pasca persalinan menurut jenis di Indonesia tahun 2021 adalah sebesar 40,4% atau 591 akseptor, padahal sasaran ibu bersalin sebanyak 5. orang (Kemenkes RI, 2. Di Jawa Tengah Cakupan data perserta KB pasca persalinan pada tahun 2022 yaitu sebesar 51,4% atau sebanyak 250. 197 peserta. Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 33 Volume 7 No 1, 2025 Data persalinan yang ada yaitu sebanyak 694 persalinan, sehingga peserta KB pasca salin tersebut masih belum sesuai target (Dinkes Jateng, 2. Untuk kota Semarang tahun 2022, cakupan KB Pasca Salin meningkat 8% dari data tahun 2021 (Dinkes Kota Semarang, 2. Pada Kelurahan Srondol Wetan diperoleh data untuk KB pasca persalinan dari bulan Januari-November 2023 yaitu sebanyak 22 persalinan diperoleh sebanyak 39 data Jika dibandingkan dengan jumlah persalinan yang ada, seharusnya jumlah KB pasca persalinan sama dengan jumlah persalinan yang ada. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah Kelurahan Srondol Kota Semarang pada 10 orang suami di bulan Agustus 2024 menunjukan bahwa 8 suami mengatakan belum paham tentang KB Pasca Salin 2 Suami tidak berperan dalam pemilihan KB Pasca Salin. Melihat hal memberikan penyuluhan tentang Edukasi Suami sebagai Dukungan KB Pasca Salin di Kelurahan Srondol Semarang. Pemahaman teori yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Pemahaman Partisipatif Kondisi Wilayah, yaitu salah satu teori perencanaan partisipatif yang bertujuan untuk menggali permasalahan yang ada di masyarakat dan cara mengatasinya dengan menggunakan pemberdayaan masyarakat yang acuannya data dan informasi yang ada. Kemudian data dan informasi tersebut digunakan sebagai bahan perencanaan Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi tentang KB pasca salin sehingga pengetahuan dan pemahaman suami meningkat. Dengan peningkatan pengetahuan dan pemahaman suami tentang KB pasca salin maka dapat meningkatkan dukungan suami terhadap Istri dalam ber-KB. METODE Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan langkah-langkah action research yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan situasi sosial dalam hal ini adalah dukungan suami terhadap KB pasca salin (Altrichter et al. , 2. Metode ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu : Perencanaan atau planning Tindakan atau implementation Observasi atau observation Evaluasi atau evaluation Mitra atau sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Kelurahan Srondol Kota Semarang sejumlah 30 orang suami dengan Usia Kesehatan Reproduksi antara 25-35 Tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Planning Kegiatan Pengabdian masyarakat ini diawali dengan planning yaitu merencanakan adanya pengabdian masyarakat Kelurahan Srondol Kota Semarang sejumlah 30 orang suami dengan Usia Kesehatan Reproduksi antara 25-35 Tahun. Melalui perijinan yang telah disetujui oleh pihak kelurahan Srondol dan RW, maka pengabdian diberikan tempat di area kelurahan srondol kota Semarang. Tahap implementation Pada dilaksanakan dengan memberikan Edukasi terhadap suami sebagai Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 34 Volume 7 No 1, 2025 dukungan KB pasca Salin di kelurahan Srondol Kota Semarang. Edukasi ini dipandu oleh tim dosen sebagai Pengabdian terhadap masyarakat dan mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang sebagai anggota tim edukasi. Pada tahap implementasi ini, 30 orang suami dengan Kesehatan Reproduksi antara 25-35 Tahun mengikuti kegiatannya dengan tertib, serius dan sangat Permasalahan yang ada di lingkungan Kelurahan Srondol Wetan Kota Semarang yaitu kurangnya dukungan suami terhadap keberhasilan KB pasca persalinan, sehingga penting adanya pemberian edukasi pada suami dalam mendukung istri menggunakan KB pasca salin di wilayah Srondol wetan Semarang. Menurut salah satu kegiatan ini merupakan pengetahuan dan pengalaman baru bagi masyarakat di Kelurahan Srondol Kota Semarang. Metode tanya jawab digunakan pada saat dilangsungkannya pendidikan kesehatan maupun pada akhir pendidikan kesehatan mengetahui seberapa paham peserta terkait materi pendidikan kesehatan Pelaksanaan penyuluhan Edukasi Suami sebagai Dukungan KB Pasca Salin di Kelurahan Srondol Semarang dengan Konseling Informasi dan Edukasi (KIE) secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Tahap observation Pada tahap observation ini dilakukan yaitu kegiatan penyuluhan tentang Edukasi Suami sebagai Dukungan Pasca Salin. Penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2024 di Di Kelurahan Srondol Semarang diawali Dukungan Suami Terhadap Keberhasilan KB Pasca Salin. Setelah pelaksanaan pretest pada peserta pengabdian kemudian dilakukan Materi pada penyuluhan tentang Edukasi Suami sebagai Dukungan KB Pasca Salin di Kelurahan Srondol Semarang disampaikan oleh tim dosen kebidanan universitas muhammadiyah semarang yaitu Pengertian KB Pasca Salin. Jenis-jenis KB Hormonal dan Non Hormonal, pentingnya dukungan pada keberhasilan KB pasca salin. Penyuluhan ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Hal ini dibuktikan pada sesi diskusi, beberapa pertanyaan dari peserta baik pertanyaan secara teknis maupun non teknis disampaikan dimanfaatkan untuk mencari solusi Dukungan Suami Terhadap Keberhasilan KB Pasca Salin. Kegiatan Penyuluhan diakhiri dengan post test dan pemberian hadiah pada peserta terbaik. Berikut ini adalah hasil pretest dan posttest Edukasi Suami sebagai Dukungan KB Pasca Salin di Kelurahan Srondol Semarang: Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 35 Volume 7 No 1, 2025 Tabel 1. Hasil pree test dan post test Edukasi KB pasca bersalin dikelurahan Srondol Kota Semarang NAMA TEGUH WAHYUNI HARJITO SOEKIDJAH DARWIS KASTALANI SUKINO BAGIO SURYANTO HERI SETIAWAN SUDEWINARTI JOKO AMIN ADIN YUDHISTIRA DJAMIN JULHAM HARIANTO RIGATA AHMAD TOIB PAIJO HENGKI NUROHIM ROZAN SYUBI ROCHMAD KUSNADI KARNADI HUSAIN MUZAIDI JUMADI NILAI PRETEST POSTTEST Sumber : data primer,2024 Hasil Edukasi Suami Dukungan KB Pasca Salin di Kelurahan Srondol Semarang sebagian besar peserta mempunyai peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang baik. Dibuktikan hasil pretest dan postest penyuluhan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan minimal 50 point dan maksimal 100 point. Peserta yang terdiri dari 30 orang suami dengan Usia Kesehatan Reproduksi antara 25-35 Tahun dalam mengikuti kegiatan. SELISIH KETERANGAN Tertinggi 1 Tertinggi 2 Tertinggi 3 mulai dari awal pemberian materi pendidikan kesehatan sampai akhir penyuluhan menunjukkan keaktifannya dan antusias memperoleh transfer ilmu. Upaya peningkatan Edukasi Suami sebagai Dukungan KB Pasca Salin di Kelurahan Srondol Semarang ini dapat dilakukan dengan baik dan benar apabila peserta mempunyai tingkat pengetahuan yang baik tentang pencegahan dan memahami dukungan yang diberikan pada Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 36 Volume 7 No 1, 2025 Upaya ini yang disebut dengan partisipasi suami dalam keluarga. Masalah permasalahan inklusif bagi laki-laki dan Untuk kesehatan ibu, memperkuat partisipasi lakilaki dalam keluarga perencanaan adalah inisiatif kesehatan masyarakat yang penting (Wondim et al. , 2. Pengetahuan kedalaman pemahaman terhadap konsepkonsep baru. Pentingnya melibatkan lakilaki dalam program kesehatan reproduksi, ibu dan anak semakin diakui secara global. Keterlibatan laki-laki dalam pelayanan KB berhubungan dengan motilitas ibu dan Untuk meningkatkan kesehatan ibu, penguatan partisipasi laki-laki dalam keluarga berencana merupakan upaya kesehatan masyarakat global yang memerlukan inisiatif. Penyuluhan ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran Suami sebagai dukungan terhadap KB Pasca Salin. Sehingga upaya meningkatnya dukungan suami baik dapat tecapai. Tahap Evaluation Tahap terakhir adalah Evaluation penyuluhan tentang Edukasi Suami sebagai Dukungan KB Pasca Salin dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan suami Di Kelurahan Srondol Semarang. Hal ini dibuktikan nilai Pretest dan posttest ada kkenaikan yang Minimal kenaikan nilai adalah 20 point dan maksimal kenaikan nilai adalah 60 point. Artinya pemberian edukasi pada masyarakat terjadi peningkatan dan materi edukasi dapat diterima oleh peserta pengabdian. Dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi yang diberikan peserta dalam kegiatan ini memberikan arti bahwa masyarakat ini sangat baik. SIMPULAN Kegiatan Pengabdian dengan tema Dukungan Suami Terhadap Keberhasilan Kb Pasca Salin di Kelurahan Srondol Semarang menghasilkan : Peningkatan pemahaman suami terhadap KB Pasca Salin Di Kelurahan Srondol Semarang. Peningkatan dukungan suami terhadap pemakaian KB Pasca Salin Di Kelurahan Srondol Semarang. DAFTAR PUSTAKA