Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Available online at: https://jiped. org/index. php/JSPG ISSN (Onlin. 2599-0756 Hubungan Perilaku Bullying terhadap Interaksi Sosial Siswa SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Galuh Ajeng Nurazizah1*. Ria Fajrin Rizqy Ana2 ajengnurazizahgaluh@gmail. com1*, riafajrin88@yahoo. Progam Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Bhinneka PGRI Abstract : The purpose of this research is to determine the relationship between the influence of bullying behavior on students' social interactions at SD Negeri 1 Gondang. Gondang District. Tulungagung Regency. Academic Year 2023/2024. The research method uses quantitative research methods with a correlation type. The total sample was 30 class IV and VA students at SD Negeri 1 Gondang. This research tool uses a questionnaire about bullying behavior and social interactions. The reliability value of the bullying behavior questionnaire with a reliability value of 0. 749 is in the very high category, while the social interaction questionnaire with a value of 0. 851 is in the very high category. The normality test using Shapiro-Wilk shows that the normality value of the bullying behavior questionnaire results is 0. 976, while social interaction is 0. 959, so the data is said to be normally distributed. Based on the categorization description of the two variables, bullying behavior and social interactions are in the medium category with a percentage value of The hypothesis test was analyzed using product moment correlation, which explains that the correlation between bullying behavior and students' social interactions was 0. 533 with a significance value of 0. The value is 599, which means it is quite strong, with a positive relationship direction so that the lower the bullying behavior, the higher the social Keywords : Social Interaction. Bullying Behavior. Elementary School. Abstrak : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa di SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2023/ 2024. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis Jumlah sampel sebanyak 30 siswa kelas IV dan VA SD Negeri 1 Gondang. Instrumen penelitian ini menggunakan angket perilaku bullying dan interaksi sosial. Nilai reliabilitas dari angket perilaku bullying dengan nilai reliabilitas 0. 749 berada dalam kategori sangat tinggi sedangkan angket interaksi sosial dengan nilai 0. 851 berada dalam kategori sangat tinggi. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa hasil angket perilaku bullying nilai normalitas sebesar 0. 976 sedangkan interaksi sosial 959 sehingga data dikatakan berdistribusi normal. Berdasarkan gambaran kategorisasi dari kedua variabel menjelaskan perilaku bullying dan interaksi sosial berada dalam kategori sedang dengan nilai presentase 77%. Uji hipotesis dianalisis menggunakan korelasi product moment menjelaskan bahwa korelasi perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa sebesar 0. dengan nilai signifikansi 0. Besar nilai tersebut berada pada 0. yang artinya cukup kuat, dengan arah hubungan positif sehingga semakin rendah perilaku bullying maka semakin tinggi interaksi sosialnya. Copyright A 2024 Author This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana Kata Kunci : Interaksi Sosial. Perilaku Bullying. Sekolah Dasar. PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu proses sadar yang bertujuan untuk membimbing perilaku siswa menjadi lebih baik yang di dalamnya terdapat transmisi antara ilmu dan pengetahuan. Lembaga pendidikan memegang peranan penting dalam pembentukan kepribadian dan perilaku moral anak (Arifudin, 2. Pendidikan sendiri mempunyai tujuan utama yaitu sebagai media pengembangan potensi dan proses membesarkan anak menjadi manusia sempurna (Cinda Hendriana & Jacobus, 2. Kepribadian dan perilaku moral anak sebagian besar dibentuk oleh lembaga pendidikannya (Arifudin, 2. Oleh karena itu, mulai dari sekolah dasar, pendidikan yang solid sangat penting untuk membantu anak mengembangkan kualitas karakter Menurut (Indriani, 2. , anak usia sekolah berbeda dengan anak usia dini, yaitu suka bermain, aktif, bekerja dalam kelompok, dan mengerjakan berbagai tugas langsung. Menurut Shyamsiah Seftyani et al. , . , interaksi sosial adalah suatu tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang masing-masing mempunyai tujuan dan (Anam, 2. , kontak sosial terdiri dari ciri-ciri sebagai berikut: Pelakunya banyak, keterlibatan sosial mempunyai fungsi dan komponen temporal, dan interaksi sosial menjalin komunikasi antara pelaku dan korban. Perilaku yang terjadi dalam lingkungan sosial, seperti perasaan, pemikiran, dan tindakan seseorang terhadap teman sekelas, orang tua, saudara kandung, dan guru, disebut sebagai interaksi sosial (Arif Khoiruddin, 2. Saat melakukan interaksi sosial ini, sebaiknya orang tua mendorongnya sejak awal, karena akan membentuk kepribadian anak menuju masa dewasa. Perilaku sosial memerlukan keterampilan interaksi sosial yang baik. Anak-anak usia dini secara alami sangat ingin tahu dan meniru semua hal menarik yang mereka lihat dalam kehidupan orang lain di sekitar mereka. Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap bagaimana anak mengembangkan karakter Perilaku bullying di sekolah bukan sebuah fenomena baru. Permasalahan tersebut belum menerima banyak perhatian namun tidak diberi bobot yang cukup. Sebenarnya, bullying adalah tindakan kekerasan. Menurut Kadek Maepin et al. , . , menyatakan bahwa perilaku bullying merupakan ancaman verbal dan fisik yang dilakukan oleh lawan main anak. Menurut (Syarqawi, 2. , korban dan pelaku bullying mempunyai karakteristik khas. Karakteristik korban bullying adalah mereka yang penampilan perilakunya berbeda, secara fisik memiliki ukuran tubuh lebih kecil, lebih tinggi atau lebih berat badannya dibandingkan kebanyakan anak seusiannya, berasal dai latar belakang keyakinan atau budaya yang berbeda dari remaja di https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana lingkungannya, memiliki bakat istimewa, keterbatasan kemampuan tertentu dan sebagainya. Bullying adalah tindakan sengaja menyakiti seseorang dengan maksud untuk melakukannya. Dilakukan berulang kali untuk membahagiakan masyarakat, tindakan tersebut dilakukan langsung oleh orang atau organisasi yang lebih berkuasa dan lalai (Susilawati, 2. Dengan demikian, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dianggap sebagai suatu struktur yang teratur dengan tujuan tertentu. Fungsi organisasi berubah seiring dengan perubahan strukturnya (Wahab, 2. Perilaku bullying merupakan salah satu elemen yang menghalangi anak mengembangkan hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini berdasarkan kondisi lapangan yakni banyaknya kasus perilaku bullying di lingkungan sekolah terutama sekolah dasar. Hal tersebut juga terlihat dilokasi tempat peneliti saat melaksanakan kegiatan PLP di SD Negeri 1 Gondang yaitu ketika peneliti mengajar kelas VA untuk menggantikan guru kelas dalam mata pelajaran matematika. Berdasarkan hasil observasi peneliti melihat ada beberapa siswa yang terlihat mencemooh dan menyudutkan salah satu teman sekelasnya karena bertanya dan menjawab pertanyaan dari peneliti dan kejadian tersebut beberapa kali terjadi ketika peneliti mengajar dikelas tersebut. Selain itu, peneliti juga melihat beberapa kasus di kelas IV, peneliti memperhatikan ada siswa yang sangat aktif, sering menganggu temannya ketika pembelajaran, jarang mengerjakan pekerjaan rumah (PR), kurang aktif dalam mengerjakan tugas dikelas dan tidak pernah fokus ke Bapak/ Ibu yang mengajar di Siswa tersebut menjadi bahan olok-olokan siswa lain ketika tidak mengerjakan tugas di Alasan siswa tersebut tidak mengerjakan tugas di kelas adalah dengan alasan malas. Hal tersebut menimbulkan perilaku bullying verbal dan psikologis seperti mencemooh, mengejek, mengintimindasi dan lain-lain. Berdasarkan pembahasan di atas mengenai perilaku bullying dan interaksi sosial pada anak khususnya di lingkungan sekolah, maka proses interaksi sosial yang baik merupakan langkah awal dalam membangun interaksi sosial dengan teman sebaya. Namun proses ini juga selalu mempunyai hambatan, sering kali terjadi perbedaan antara orang satu dengan orang lainnya menyebutkan diantara mereka sebagai contoh mencemooh teman yang memiliki kekurangan dari mereka yang dapat menimbulkan perilaku bullying. METODE PENELITIAN Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif jenis korelasional. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 1 April 2024 di SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Sampel pada penelitian ini adalah 30 siswa kelas IV dan VA SD Negeri 1 https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa kelas IV dan V dan berusia 1012 tahun. Teknik pengumpulan data adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah uji asumsi . ji normalitas dan uji linearita. , uji instrumen . ji validitas dan uji reliabilita. dan uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Kategori Variabel Perilaku Bullying didapatkan data sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Analisis Data Perilaku Bullying Mean Cronbach's McDonald's O Tabel dan gambar di atas menunjukkan perilaku bullying dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa, diperoleh Mean sebesar 5. Standar Deviasi sebesar 0. CrobanchAos a 704, dan McDonald's O sebesar 0. Analisis data ini dijadikan dalam menentukan standar kategorisasi skor yang akan dibagi dalam 3 kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Dapat dilihat melalui tabel dibawah ini: Tabel 2. Kategorisasi Perilaku Bullying Tingkat Kategorisasi Rumus Kategorisasi Skor Kategorisasi Tinggi X < M-1SD X < 81 Sedang X < M 1SD X < 99 Rendah X > M 1SD X > 99 Catatan : X yaitu total yang dimiliki responden. M yaitu mean. SD yaitu standar deviasi Perhitungan ini diuji coba melalui data Excell. Keterangan : Mean : 90 M-1SD : 81 M 1SD : 99 Kategorisasi variabel perilaku bullying di atas kepada siswa SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, rata-rata pada kategori perilaku bullying Hal ini dilihat dari mean sebesar 90. Hasil dari 30 siswa terdapat 4 siswa . %) dalam kategori perilaku bullying tinggi, 23 siswa . %) dalam kategori perilaku bullying sedang, dan 3 . %) dalam kategori perilaku bullying tinggi. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana Berikut ini diagram kategori variabel perilaku bullying. Perilaku Bullying Kategori Perilaku Bullying Tinggi Sedang Rendah Kategori Perilaku Bullying Gambar 1. Diagram Kategori Perilaku Bullying Berdasarkan Kategori Variabel Interaksi Sosial didapatkan data sebagai berikut. Tabel 3. Analisis Data Empirik Interaksi Sosial Mean Cronbach's McDonald's O Tabel di atas menjelaskan interaksi sosial dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Hasil nilai Mean sebesar 3. Standar Deviasi sebesar 0. Cronbach's sebesar 0. 800 dan McDonald's O sebesar 0. Analisis data ini dijadikan standar dalam menentukan kategorisasi skor yang akan dibagi 3 kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Penjelasan dilihat dari tabel di bawah ini. Tabel 4. Kategorisasi Interaksi Sosial Tingkat Kategorisasi Rumus Kategorisasi Skor Kategorisasi Tinggi X < M-1SD X < 86 Sedang X < M 1SD X < 106 Rendah X > M 1SD X > 106 Catatan : X yaitu total yang dimiliki responden. M yaitu mean. SD yaitu standar deviasi Perhitungan ini diuji coba melalui data Excell. Keterangan : Mean : 96 : 10 M Ae 1SD : 86 M 1SD : 106 Berdasarkan kategori variabel interaksi sosial di atas siswa SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, rata-rata pada kategori interaksi sosial sedang. Hal ini terlihat nilai mean sebesar 96. Hasil dari 30 siswa diperoleh data 4 siswa . %) dalam https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana kategori interaksi sosial tinggi, 23 siswa . %) dalam kategori interaksi sosial sedang, dan 3 siswa . %) dalam kategori interaksi sosial rendah. Interaksi Sosial Kategori Interaksi Sosial Tinggi Sedang Rendah Kategori Interaksi Sosial Gambar 2. Diagram Kategori Interaksi Sosial Uji normalitas menggunakan teknik Shapiro-Wilk berbantuan Jamovi 2. menggunakan syarat normalitas apabila nilai sig. > 0,05 sehingga dapat dikatakan data berdistribusi normal sementara itu apabila nilai sig. < 0,05 maka data dikatakan tidak berdistribusi normal (Sugiyono, 2. Dibawah ini adalah uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk : Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Statistic Berdasarkan tabel di atas menunjukkan hasil nilai Shapiro-Wilk W sebesar > 0,05 terhadap kedua variabel pada penelitian tersebut sehingga data perilaku bullying dan interaksi sosial dapat dikatakan berdistribusi normal. Gambar 3. Hasil Uji Normalitas Grafik Histogram Grafik histogram di atas dinyatakan berdistribusi normal ketika distribusi data berbentuk lonceng . ell shape. dan grafik tidak cenderung ke kiri maupun kanan. Hasil di atas https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana berbentuk sebuah lonceng dan tidak cenderung ke kiri maupun kekanan kanan dapat diartikan bahwa grafik di atas berdistribusi normal. Gambar 4. Grafik P-P Plot Langkah mengetahui uji normalitas grafik P-Plot dengan dapat dilihat melalui arah penyebaran item pada garis diagonal yang terdapat digrafik. Grafik P-Plot dikatakan tidak normal apabila asumsi normalitas item menebar jauh dan tidak mengarah ke garis diagonal. Hasil di atas menunjukkan data menebar disekitar garis diagonal tersebut. Jadi, grafik P-P Plot di atas berdistribusi normal atau memenuhi syarat asumsi normalitas. Uji linearitas menggunakan uji linearitas regression dengan berbantuan Jamovi 2. untuk mengetahui tingkat linearitas dari nilai signifikasi. Jika nilai sig. deviation of linearity > 0,05 dapat dikatakan ada hubungan linear yang signifikansi antar kedua variabel, tetapi jika nilai sig. deviation of linearity < 0,05 dapat dikatakan kedua variabel tidak mempunyai hubungan yang linear. Tabel 6. Uji Linearitas Regression Overall Model Test Model Model Coefficients - INTERAKSI SOSIAL Predictor Estimate Intercept Perilaku Bullying Stand Estimate Tabel di atas menjelaskan nilai sig. variabel perilaku bullying terhadap interaksi sosial 002 yang berarti tidak memiliki hubungan linear yang siginifikan karena p O 0,05. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana Gambar 5. Hasil Grafik Q-Q Plot Gambar di atas menjelaskan bahwa grafik Q-Q data menebar disekitar garis diagonal Maka dapat disimpulkan grafik Q-Q Plot memiliki hubungan linear yang signifikan dan memenuhi syarat uji linearitas. Tujuan uji hipotesis adalah mengukur hubungan variabel perilaku bullying terhadap interaksi sosial dengan menggunakan statistic Parametrik dengan pendekatan korelasional Pearson atau korelasi Product Moment. Korelasi Product Moment dipergunakan untuk menguji kerapatan hubungan yang linier antara kedua variabel yang berdistribusi data normal. Korelasi Product Moment digunakan dalam proses pengujian (H. yaitu Ada hubungan perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2023/2024. Tabel 7. Uji Hipotesis Korelasi Product Moment Perilaku Bullying Perilaku Bullying Interaksi Sosial Pearson's r p-value Ai Pearson's r 533 ** Ai Ai Ai Ai p-value Interaksi Sosial Note. * p < . 05, ** p < . 01, *** p < . Jadi dapat disimpulkan kedua variabel memiliki nilai signifikansi < 0,05, maka kedua variabel saling berkolerasi, sedangkan jika kedua variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05 maka kedua variabel tidak berkolerasi. Tabel di atas menjelaskan bahwa p value 0. 002 < 0. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana menjelaskan ada hubungan perilaku bullying terhadap interaksi sosial. Hasil uji korelasi product moment menyebutkan korelasi perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa sebesar Nilai tersebut dalam rentang 0. 599 yang artinya cukup kuat, dengan arah hubungan positif sehingga semakin rendah perilaku bullying maka semakin tinggi kemampuan interaksi sosialnya. Maka dapat disimpulkan bahwa (H. yang menyebutkan Tidak ada hubungan perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa SD Negeri 1 Gondang kecamatan Gondang kabupaten Tulungagung tahun Pelajaran 2023/2024 ditolak. Sedangkan (H. yang menyebutkan Ada hubungan perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa SD Negeri 1 Gondang kecamatan Gondang kabupaten Tulungagung tahun Pelajaran 2023/2024 diterima. Analisis Deskriptif Perilaku Bullying pada Siswa. Tingkat kemampuan perilaku bullying siswa SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2023/2024 menyebutkan bahwa sebanyak 4 siswa . %) dalam kategori perilaku bullying tinggi, 23 siswa . %) dalam kategori perilaku bullying sedang, dan 3 siswa . %) dalam kategori perilaku bullying tinggi. Dapat dilihat sebagian besar siswa yang melakukan perilaku bullying dengan presentase besar pada kategori sedang yaitu . %). Perilaku bullying pada siswa SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2023/2024 tergolong sedang dapat dibuktikan bahwa siswa masih melakukan perilaku bullying fisik, verbal dan psikologis. Siswa yang sering melakukan perilaku bullying sedang ini cenderung mempunyai sifat egois, mudah marah, agresif dan tidak mempunyai rasa Dari hasil diatas menjelaskan sebagian besar siswa mempunyai perilaku bullying dalam kategori sedang dapat dilihat dari presentase terbanyak dengan kategori sedang sebesar 77%, maka siswa dalam penelitian ini mempunyai perilaku bullying yang sedang. Analisis Deskriptif Interaksi Sosial pada Siswa. Tingkat kemampuan interaksi sosial siswa di SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2023/2024 pada penelitian ini memiliki nilai rata-rata kategori AusedangAy. Sebanyak 30 siswa diperoleh 4 siswa . %) dalam kategori interaksi sosial tinggi, 23 siswa . %) dalam kategori interaksi sosial sedang, dan 3 siswa . %) dalam kategori interaksi sosial rendah. Data di atas menjelaskan sebagian besar siswa SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2023/2024 mempunyai interaksi sosial dalam kategori sedang dilihat presentase kategori sedang sebesar 77%, yang artinya siswa dalam penelitian ini mempunyai interaksi sosial yang sedang. Hubungan Perilaku Bullying terhadap Interaksi Sosial Siswa SD Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2023/ 2024. Hasil penelitian di https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana atas telah menjelaskan ada hubungan perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa SD Negeri 1 Gondang kecamatan Gondang kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2023/2024. Hal ini dibuktikan melalui data signifikansi sebesar 0. 002 yang memiliki hubungan atau korelasi sebesar 0. 588 yang menjelaskan bahwa semakin rendah perilaku bullying maka semakin tinggi interaksi sosialnya, sebaliknya semakin tinggi perilaku bullying maka semakin rendah interaksi sosialnya. SIMPULAN Tingkat perilaku bullying siswa SD Negeri 1 Gondang kecamatan Gondang kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2023/2024 presentase rata-rata dalam kategori sedang dengan presentase 77%. Hal ini menjelaskan bahwa siswa yang melakukan perilaku bullying antara lain: merendahkan, menyakiti, menghina, mengejek, mencemooh, mempermalukan yang tidak disadari sebagian siswa dan dikenal sebagai bullying verbal. Tingkat interaksi sosial siswa SD Negeri 1 Gondang kecamatan Gondang kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2023/2024 presentase rata-rata dalam kategori sedanng dengan presentase 77%. bahwa sebagian siswa berinteraksi sosial secara dinamis. Interaksi sosial tersebut berupa adanya hubungan, adanya individu, adanya tujuan dan adanya hubungan dengan fungsi kelompok. Hipotesis penelitian ini menjelaskan bahwa ada hubungan perilaku bullying terhadap interaksi sosial siswa SD Negeri 1 Gondang kecamatan Gondang kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2023/2024 menuju ke arah positif yang menjelaskan semakin tinggi perilaku bullying semakin rendah interaksi sosialnya. DAFTAR RUJUKAN Anam. Pengaruh Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter terhadap Perilaku Sosial Anak. https://repository. id/id/eprint/341/ Arif Khoiruddin. Perkembangan Anak di Tinjau dari Kemampuan Sosial Emosional. https://ejournal. uit-lirboyo. id/index. php/tribakti/article/view/624 Arifudin. Peran Guru dalam Upaya Pengembangan Bakat dan Minat Peserta Didik. Jurnal Al-Amar (JAA) (Vol. Issue https://ojs- org/index. php/JAA/article/view/95 Cinda Hendriana. , & Jacobus. Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Melalui Keteladanan dan Pembiasaan. 25Ae29. https://dx. org/10. 26737/jpdi. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024 Jurnal Simki Postgraduate. Volume 3 Issue 1, 2024. Pages 36-46 Galuh Ajeng Nurazizah. Ria Fajrin Rizqy Ana Indriani. Kompetensi Pedagogik Guru dalam Mengelola Pembelajaran IPA SD dan MI. In Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar Fenomena (Vol. Issue . http://dx. org/10. 21093/fj. Kadek Maepin. Ketut Suarni. , & Mudjijono. Penerapan Konseling Analisis Transaksional dengan Teknik Role Playing untuk Meminimalisasi Perilaku Bullying Siswa. https://doi. org/10. 23887/jibk. Shyamsiah Seftyani. Widyaningsih. , & Ulfa. Hubungan Perilaku Bullying Sikap Interaksi Sosial Siswa. https://jurnal. id/index. php/semnara2020/article/view/500 Susilawati. , & Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan. Mk. Faktor Resiko Terjadinya Bullying di Kalangan Remaja di Kelas X IPS SMA Negeri 15 Medan. https://ecampus. poltekkes-medan. id/xmlui/handle/123456789/2044 Syarqawi. Keefektifan Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Teknik Role Playing Mengurangi Perilaku Bulliying. 837Ae844. https://jurnaledukasia. org/index. php/edukasia/article/view/358 Wahab. Kajian Life Skill untuk Mengantarkan Peserta Didik Menjadi Negara yang Sukses. TaAodib: Jurnal Pendidikan Islam, 17. , https://doi. org/10. 19109/td. https://jiped. org/index. php/JSPG/ Vol 3 Issue 1 Tahun 2024