Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2393-2401 Pengaruh Marketing Mix 7P Terhadap Kepuasan Konsumen Buah Lokal (Studi Kasus di Istana Buah Sultan Agung Semaran. The Influence of Marketing Mix 7P on Local Fruit Consumer Satisfaction (Case Study at the Istana Buah Sultan Agung. Semarang Cit. Junius Imanuel Tarigan*. Joko Mariyono. Migie Handayani Program Studi Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto No. Tembalang. Kec. Tembalang. Kota Semarang. Jawa Tengah *Email: juniusimanueltarigan@gmail. (Diterima 04-03-2025. Disetujui 01-07-2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk . , harga . , tempat . , promosi . , orang . , proses . , dan bukti fisik . hysical evidenc. terhadap kepuasan konsumen . onsumer satisfactio. buah lokal di Istana Buah Sultan Agung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . dengan pertimbangan bahwa Istana Buah Sultan Agung merupakan salah satu toko buah terbesar di Kota Semarang. Sumber data dalam penelitian ini merupakan data primer yang berasal dari sampel yaitu para pengunjung Istana Buah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan menyebar kuesioner kepada 160 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel . product tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, . price tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, . place berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, . promotion tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, . people berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, . process tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, . physical evidance tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, . variabel place dan people secara parsial berpengaruh terhadap consumer satisfaction di Istana Buah Sultan Agung Kota Semarang. Kata kunci: buah lokal, istana buah Sultan Agung, kepuasan konsumen, marketing mix 7 ABSTRACT This research aimed to determine the influence of product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence on local fruit consumer satisfaction at Istana Buah Sultan Agung. The method used in this research was quantitative with case studies. The choice of research location was carried out purposively with the consideration that Istana Buah Sultan Agung was one of the largest fruit shops in the city of Semarang. The data source in this research was primary data originating from the sample, namely visitors to the Istana Buah. Data collection was carried out using interview techniques by distributing questionnaires to 160 The data analysis used in this research was multiple linear regression analysis. The results of this research showed that the variables . product had no significant effect on consumer satisfaction, . price had no significant effect on consumer satisfaction, . place had a significant effect on consumer satisfaction, . promotion had no significant effect on consumer satisfaction, . people had a significant effect on consumer satisfaction, . process had no significant effect on consumer satisfaction, . physical evidence had no significant effect on consumer satisfaction, . place and people variables partially influenced customer satisfaction at Istana Buah Sultan Agung. Semarang City. Keywords: Istana Buah Sultan Agung Semarang, local fruit, consumer satisfaction, 7 marketing mix PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris, dimana 40% nya adalah pertanian mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah bertani. Mayoritas penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian. negara agraris seperti Indonesia, pertanian kontribusi penting terhadap perekonomian serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat (Ayun et al, 2. Indonesia sebagai negara agraris memiliki banyak jenis buah-buahan yang diproduksi. Pada tahun 2021 Indonesia tercatat Pengaruh Marketing Mix 7P Terhadap Kepuasan Konsumen Buah Lokal Junius Imanuel Tarigan. Joko Mariyono. Migie Handayani memproduksi sebanyak 23. 508 ton buah (Badan Pusat Statistik, 2. Namun, di sisi lain, masyarakat kita justru lebih banyak mengonsumsi buah impor dibandingkan buah lokal yang Impor buah kita terus meningkat setiap tahunnya, padahal Indonesia dikenal sebagai surga buah-buahan tropis (Zurriyati et al, 2. Selain itu tren konsumsi buah di Indonesia yang menunjukkan peningkatan namun tingkat konsumsinya masih jauh dari anjuran FAO. Konsumsi masyarakat Indonesia terhadap buah justru masih kurang dari yang dianjurkan FAO yaitu sekitar 73 kg per kapita per tahun. Oleh karena itu kekayaan sumber daya hayati yang melimpah di Indonesia ini perlu didayagunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya buah-buahan. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan produksi dan perdagangan buah nasional (Nabati, 2. Istana Buah Sultan Agung sebagai salah satu toko buah terbesar di Kota Semarang turut berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi buah. Dalam memasarkan produk buah-buahan, terkhususnya buah lokal. Istana Buah Sultan Agung perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik konsumen dan meningkatkan penjualannya. Mendapatkan dan mempertahankan pelanggan adalah kunci keberhasilan jangka panjang dalam kegiatan pemasaran. Bauran pemasaran . arketing mi. memainkan peran penting dalam strategi pemasaran perusahaan karena membantu perusahaan dalam merumuskan kombinasi yang tepat dari elemen-elemen pemasaran untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan (Hanggraito et al, 2. Marketing mix merupakan konsep alat pemasaran untuk dapat mengembangkan strategi dengan terkendali untuk dapat menarik konsumen yang sudah menjadi sasaran pasar (Sutrisno, 2. Untuk membuat sebuah usaha dapat meningkatkan penjualan dan bersaing dengan yang lainnya, perlu ada strategi bauran pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh marketing mix 7P terhadap kepuasan konsumen buah lokal di Istana Buah Sultan Agung Semarang. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2024 di Istana Buah Sultan Agung. Kota Semarang. Jawa Tengah. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Untuk mengumpulkan data kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitiannya. Variabel dalam penelitian ini yaitu terdiri dari variabel independen product, price, place, promotion, people, process, physical evidence dan consumer satisfaction sebagai variabel dependen. Untuk menentukan jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Roscoe. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan kuesioner dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Adapun persamaan regresi yang digunakan yaitu sebagai berikut : ycU = yca yca1ycu1 yca2ycu2 yca3ycu3 yca4ycu4 yca5ycu5 yca6ycu6 yca7ycu7 yce Keterangan : : Kepuasan konsumen . : Konstanta/intercept : Variabel produk . : Variabel harga . : Variabel tempat . : Variabel promosi . : Variabel orang . : Variabel proses . : Variabel bukti fisik . yca1-yca7 : Koefisien regresi marketing mix . : Error Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2393-2401 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perusahaan Istana Buah Sultan Agung merupakan toko buah berkualitas yang berada di Kota Semarang dan merupakan cabang kedua dari Istana Buah Pandanaran yang berdiri sejak tahun 1997. Istana Buah Sultan Agung diresmikan berdiri pada bulan Juni 2023 yang berlokasi di jalan Sultan Agung No. Kaliwiru. Kec. Candisari. Kota Semarang. Jawa Tengah. Peta lokasi Istana Buah Sultan Agung dapat dilihat pada Lampiran 3. Toko tersebut memiliki lokasi yang strategis dimana berdekatan dengan pintu tol Jatingaleh yang memberikan peluang untuk memperluas segmentasi konsumen dari luar Kota Semarang. Salah satu keunggulan dari toko ini adalah tersedianya berbagai jenis buah baik lokal maupun impor yang jarang ditemui di Indonesia. Pada pelayanannya toko ini menyediakan kemudahan bagi konsumen seperti layanan kupas buah dan layanan antar sampai ke rumah. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini mencakup seluruh konsumen yang pernah berkunjung dan membeli produk buah lokal yang ada di Istana Buah Sultan Agung Semarang. Total jumlah responden dalam penelitian ini terdiri dari 160 orang. Karakteristik responden yang diamati meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan jumlah penghasilan. Karakteristik responden Istana Buah Sultan Agung dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Karakteristik Responden Keterangan Jumlah . Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin : Perempuan Laki-laki Jumlah Responden Berdasarkan Usia (Tahu. Jumlah Responden Berdasarkan Pekerjaan : Pegawai Swasta Pelajar/Mahasiswa PNS Wiraswasta Jumlah Responden Berdasarkan Penghasilan : O Rp 500. Rp 500. 001 - Rp Rp 2. Rp 2. 001 - Rp 4. Rp 4. 001 - Rp 6. Ou Rp 6. Sumber: Data Primer Penelitian Diolah . Persentase (%) 59,37 40,63 21,25 21,87 21,87 19,37 15,64 28,12 18,75 21,25 31,88 3,75 15,62 40,62 36,88 3,13 Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa responden dalam penelitian ini berdasarkan jenis kelamin mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 95 orang . ,37%). Hal ini dikarenakan perempuan lebih memiliki peran besar sebagai pengambil keputusan dalam berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga. Perempuan lebih mengerti kebutuhan rumah tangga yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan anggota keluarga (Timoer & Trenggana, 2. Berdasarkan kelompok usia responden mayoritas terbagi atas responden usia 26-30 tahun dan 3136 tahun sebanyak masing-masing 21. Konsumen dengan usia 26-36 tahun memiliki aktivitas konsumsi buah lokal yang tinggi di Istana Buah Sultan Agung. Hal ini disebabkan kecenderungan responden yang mana semakin berumur memiliki kecenderungan lebih menyukai berbelanja serta memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya pada usia tersebut Pengaruh Marketing Mix 7P Terhadap Kepuasan Konsumen Buah Lokal Junius Imanuel Tarigan. Joko Mariyono. Migie Handayani (Timoer & Trenggana, 2. Fenomena ini menunjukkan karakteristik dari Istana Buah Pandanaran bahwa sebagian besar konsumennya adalah kelompok usia menengah. Berdasarkan jenis pekerjaan responden mayoritas bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 51 orang . 87%). Berdasarkan penghasilan responden memiliki jumlah penghasilan mayoritas sebesar Rp 001-Rp 4. 62%). Rp 4. 001-Rp 6. ,88%). Rp 500. 001-Rp Rp 000 . ,62%). O Rp 500. ,75%), dan Ou Rp 6. ,13%). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa tingkat pendapatan responden dalam penelitian ini berasal dari berbagai kalangan, baik dari kalangan yang berpendapatan rendah maupun tinggi (Timoer & Trenggana. Maka dapat disimpulkan bahwa buah-buahan banyak diminati oleh perempuan usia menengah karena mayoritas kelompok usia menengah kebanyakan sudah bekerja, memiliki pendapatan, serta sudah berkeluarga sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi buah, baik itu untuk konsumsi pribadi ataupun keluarga maka mereka akan membeli buah-buahan. Uji Instrumen Penelitian Uji instrumen penelitian digunakan untuk menguji alat ukur yang digunakan apakah valid dan Uji instrumen penelitian terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas. Instrumen penelitian yang valid dan reliabel diharapkan memberi hasil penelitian yang valid dan reliabel (Nasution. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk menguji ketepatan atau kesahihan kuesioner sebagai instrumen yang digunakan dalam penelitian. Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat item pernyataan pada kuesioner yang harus diganti atau dibuang karena dianggap tidak relevan. Pengujian validitas menggunakan nilai dari correlated item total torrelation. Berdasarkan Tabel 2 hasil uji validitas pada variabel marketing mix 7P yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence dinyatakan valid. Hasil uji ini valid karena nilai r hitung > nilai r Nilai r tabel diperoleh dari degree of freedom . berdasarkan jumlah responden (N) sebanyak 160 orang dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dan nilai r hitung diperoleh dari hasil analisis SPSS pearson correlation. Delapan item pernyataan pada kuesioner dinyatakan signifikan dan valid. Hasil uji signifikansi dan validitas terhadap indikator variabel untuk mengukur variabel consumer satisfaction seluruhnya dinyatakan signifikan dan valid sehingga seluruh data dapat diproses lanjut (Lisarini & Septiani, 2. Variabel Product (X. Price (X. Place (X. Promotion (X. People (X. Process (X. Physical evidence (X. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Nilai r hitung Nilai r tabel 0,895 0,1484 0,932 0,1484 0,954 0,1484 0,918 0,1484 0,924 0,1484 0,915 0,1484 0,918 0,1484 Sumber: Data Primer Diolah . Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan uji yang digunakan untuk mengukur konsistensi dari responden dalam menjawab butir pertanyaan serta ketepatan alat ukur dalam menjawab butir pernyataan. Pernyataan dapat dikatakan reliabel ketika nilai cronbachAoh alpha Ou 0. 6 (Purnomo, 2. Uji reliabilitas merupakan uji untuk mengetahui tingkat akurasi atau ketepatan suatu alat ukur untuk tetap stabil. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang sama (Sugiyono, 2. Berikut adalah hasil uji reliabilitas dari variabel product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence terhadap consumer satisfaction buah lokal di Istana Buah Sultan Agung. Berdasarkan Tabel 3 Dapat diketahui bahwa masing-masing variabel penelitian memiliki nilai cronbach alpha > 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini telah reliabel dan setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten dan relatif memperoleh jawaban yang sama secara Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2393-2401 Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbacAoh alpha Product (X. 0,933 Price (X. 0,934 Place( X. 0,935 Promotion (X. 0,932 People (X. 0,932 Process (X. Physical evidence (X. 0,927 Sumber: Data Primer Diolah . Hasil Uji Asumsi Klasik Untuk memastikan bahwa model regresi yang telah dikembangkan dapat diandalkan, maka dilakukan pengujian asumsi klasik. Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah data yang digunakan memenuhi asumsi-asumsi yang diperlukan dalam analisis regresi. Dalam penelitian ini uji asumsi klasik yang digunakan yaitu uji multikolinearitas dan uji heterokedastisitas. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah terjadi kolerasi yang kuat antara variabel-variabel marketing mix 7P yang diteliti. Untuk mendeteksi terjadinya multikonearitas pada regresi linier dapat diperiksa dengan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) pada masingmasing variabel independen. Apabila variabel independen mempunya nilai VIF kurang dari (< . maka tidak terjadi multikolinearitas. Berdasarkan Tabel 4. dapat diketahui bahwa nilai tolerance product sebesar 0,212 > 0,10 dan nilai VIF product 4,727 < 10,00 sehingga tidak terjadi Nilai tolerance price sebesar 0,189 > 0,10 dan nilai VIF price 5,285 < 10,00 sehingga tidak terjadi multikolinieritas. Nilai tolerance place sebesar 0,160 > 0,10 dan nilai VIF place 6,236 < 10,00 sehingga tidak terjadi multikolinieritas. Nilai tolerance promotion sebesar 0,213 > 0,10 dan nilai VIF promotion 4,616 < 10,00 sehingga tidak terjadi multikolinieritas. Nilai tolerance people sebesar 0,199 > 0,10 dan nilai VIF people 5,021 < 10,00 sehingga tidak terjadi Nilai tolerance process sebesar 0,206 > 0,10 dan nilai VIF process 4,863 < 10,00 sehingga tidak terjadi multikolinieritas. Nilai tolerance physical evidence sebesar 0,193 > 0,10 dan nilai VIF physical evidence 5,189 < 10,00 sehingga tidak terjadi multikolinieritas. Hal ini selaras dengan pendapat (Anugerah et al. , 2. yang menyatakan bahwa data yang terbebas dari multikolinieritas jika nilai tolerance < 0,1 atau nilai VIF > 10. Berikut hasil uji multikolinieritas pada penelitian pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Constanta Tolerance VIF Product (X. Price (X. Place (X. Promotion (X. People (X. Process (X. Physical Evidence X7 Sumber: Data Primer Penelitian Diolah . Hasil Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji glesjer dengan tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi dalam penelitian ini terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Apabila nilai koefisien korelasi dari masingmasing variabel independen memiliki nilai signifikan di bawah 5% (<0,. maka terdapat gejala heteroskedasitas, dan jika nilai signifikan di atas 5% (>0,. maka tidak terdapat gejala Hasil uji heterokedastisitas tersaji pada tabel 5. Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa nilai signifikan dari hasil uji glesjer untuk variabel product (X. sebesar 0,226, variabel price (X. sebesar 0,436, place (X. sebesar 0,314, variabel promotion (X. sebesar 0,386, people (X. sebesar 0,680, variabel process (X. sebesar 142, dan variabel physical evidence (X. sebesar 0,426. Karena tingkat signifikansi > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak terjadi heterokedastisitas atau dapat disebut Pengaruh Marketing Mix 7P Terhadap Kepuasan Konsumen Buah Lokal Junius Imanuel Tarigan. Joko Mariyono. Migie Handayani Tabel 5. Hasil Uji Heterokedastisitas Sig. (Constan. Sumber: Data Primer Penelitian Diolah . Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Berikut adalah hasil regresi linear berganda yang disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien B Constant 1,971 2,563 Product (X. 0,047 0,649 Price (X. 0,031 0,415 Place (X. 0,231 2,977 Promotion (X. 0,109 1,618 People (X. 0,262 3,415 Process (X. 0,123 1,568 Physical Evidence X7 0,106 1,295 Koefisien Determinasi (RA) 0,787 Uji F 92,066 Signifikansi F 0,00 Sumber: Data Primer Penelitian Diolah . Sig. 0,011 0,517 0,679 0,003 0,108 0,001 0,119 0,197 Berdasarkan Tabel 6 maka diperoleh model persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 1,971 0,047 X1 0,031 X2 0,231 X3 0,109 X4 0,262 X5 0,123 X6 0,106 X7 e Nilai adjusted R Square pada penelitian ini adalah 0,787 yang berarti kemampuan kemampuan variabel independen product (X. , price (X. , place (X. , promotion (X. , people (X. , process (X. , physical evidence (X. mampu menjelaskan variabel dependen yaitu consumer satisfaction (Y) sebesar 78,7% dan sisanya sebesar 21,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Pada tabel hasil output yang diperoleh nilai F hitung 92,066 dengan nilai signifikansi 0,000 artinya H0 ditolak, variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variabel marketing mix 7P secara bersama-sama . terhadap consumer satisfaction (Y). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian (Putri et al, 2. yang menyatakan bahwa product, price, place, promotion, people, process, physical evindence secara bersama-sama berpengaruh terhadap consumer satisfaction. Hasil Uji Parsial (Uji . Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda yang terdapat pada Tabel 6 maka diperoleh hasil uji parsial . sebagai berikut. Product tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer satisfaction. Berdasarkan penilaian responden melalui data yang diperoleh variabel product tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi lebih besar dari nilai . ,517 > 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Hal ini berbeda dengan pernyataan dari Virginia et al . yang menyatakan bahwa variabel product berpengaruh signifikan terhadap consumer satisfaction. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa faktor product yaitu variasi, kemasan, serta ukuran buah lokal yang masih kurang dalam memenuhi kepuasan dari konsumen. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2393-2401 Price tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer satisfaction. Berdasarkan penilaian responden melalui data yang diperoleh variabel product tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi lebih besar dari nilai . ,679 > 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dhita et al . yang menyatakan bahwa variabel price tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer Hal ini dikarenakan terdapat faktor price yaitu harga yang ditawarkan dirasa masih kurang sesuai dengan nilai yang didapatkan dari produk buah lokal dalam memenuhi kepuasan dari Place menjadi menjadi faktor penentu kepuasan konsumen karena tempatnya lebih strategis dan dapat lebih mudah menjangkau konsumen dalam mendistribusikan produk kebutuhan mereka. Kegiatan distribusi mememperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan Place menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dengan tingkat signifikansi kecil dari sebesar . ,003 < 0,. sehingga H0 ditolak. Hal ini dikarenakan letaknya yang cukup strategis dimana Istana Buah Sultan Agung berada dekat dengan jalan raya di Kota Semarang hal ini sesuai dengan pendapat Virginia et al . yang menyatakan bahwa kemudahan akses dengan tempatnya yang berada di tengah kota, yang dapat dijangkau banyak konsumen dari berbagai tempat maka konsumen akan lebih cenderung untuk mengunjungi pasar yang tidak jauh dari tempat tinggal atau tempat kerja mereka selain itu faktor yang dinilai baik dapat dilihat melalui fasilitas tempat yang disediakan, akses tempat yang mudah dijangkau dan visibilitas toko. Promotion tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer satisfaction. Berdasarkan penilaian responden melalui data yang diperoleh variabel product tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi lebih besar dari nilai . ,108 > 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dhita et al . yang menyatakan bahwa variabel promotion tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer satisfaction. Hal ini dikarenakan terdapat faktor promotion yaitu faktor aksebilitas untuk menjangkau informasi promo yang masih kurang dan jenis promosi yang ditawarkan dinilai belum terlalu menyesuaikan dengan kebutuhan yang dicari oleh konsumen. People menjadi faktor berpengaruh lainnya terhadap kepuasan konsumen buah lokal di Istana Buah Sultan Agung dengan nilai signifikansi lebih kecil dari . ,001< 0,. sehingga H0 ditolak hal ini dikarenakan karyawan di Istana Buah Sultan Agung berdasarkan hasil penelitian pada responden faktor ini cenderung menciptakan pengalaman dan hubungan yang baik dengan konsumen. Hal ini berbeda dengan pernyataan dari Dhita et al . yang menyatakan bahwa faktor people tidak berpengaruh positif dan signifikan terhdap consumer satisfaction. Process tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer satisfaction. Berdasarkan penilaian responden melalui data yang diperoleh variabel process tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi lebih besar dari nilai . ,119 > 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dhita et al . yang menyatakan bahwa variabel process tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer Hal ini dikarenakan terdapat beberapa faktor process yaitu pengetahuan dan keterampilan dalam melayani konsumen dirasa dirasa masih kurang memuaskan bagi sebagian Physical evidence tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer satisfaction. Berdasarkan penilaian responden melalui data yang diperoleh variabel physical evidence tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai signifikansi lebih besar dari nilai . ,197 > 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dhita et al . yang menyatakan bahwa variabel physical evidence tidak berpengaruh secara signifikan terhadap consumer satisfaction. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa faktor physical evidence yaitu faktor suasana dan presentasi buah yang disajikan masih kurang memuaskan bagi sebagian KESIMPULAN Variabel place . asilitas, tata letak, dan keterjangkaua. dan people . ualitas karyawa. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen sangat mempertimbangkan faktor tempat dan kualitas karyawan. Variabel place dan people secara Pengaruh Marketing Mix 7P Terhadap Kepuasan Konsumen Buah Lokal Junius Imanuel Tarigan. Joko Mariyono. Migie Handayani masing-masing . berpengaruh terhadap consumer satisfaction. Terdapat hasil yang belum memenuhi harapan konsumen sehingga perlu dilakukan perbaikan. Beberapa atribut variabel yang perlu dittingkat kinerjanya adalah faktor place dan people. Untuk faktor place dapat ditingkatkan dengan mengevaluasi dan meningkatkan fasilitas seperti tata letak, kerapian dan kebersihan, serta fasilitas pendukung seperti toilet, rest area dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Untuk faktor people yaitu dengan meningkatkan pelatihan serta standar pelayanan pada karyawan dan melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja karyawan untuk memastikan standar pelayanan Selain itu perusahaan dapat mendorong karyawan untuk memberikan ide-ide baru tentang cara meningkatkan pelayanan konsumen atau memperkenalkan produk baru untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Bagi penelitian selanjutnya saran yang dapat diberikan adalah melakukan penelitian pembanding dengan alat pengukuran lain seperti menambah variabel lain yang berpengaruh serta menambah faktor demografi yang digunakan. Penerapan sistem marketing mix 7P Istana Buah Sultan Agung agar lebih diperhatikan secara serius pada setiap aspek serta dilakukan evaluasi rutin bila dibutuhkan untuk hasil yang maksimal demi meningkatkan kepuasan DAFTAR PUSTAKA