Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PELATIHAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PERAN KOLABORATIF ORANGTUA DAN GURU PAUD DALAM MENDAMPINGI ANAK Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Universitas Jambi rizkisurya@unja. ABSTRACT Digital literacy has become one of the essential skills to strengthen in the 21st century. Limited digital literacy among parents or caregivers often results in insufficient supervision and guidance for children when using digital devices. This situation places children at greater risk of exposure to harmful online content, which may hinder their overall growth and This community engagement program was designed to provide training on digital literacy for parents, teachers, and school principals, enabling them to collaborate more effectively in guiding childrenAos digital activities. A total of 30 participants took part in this program. These three participant groups were intentionally selected to foster stronger collaboration and synergy between home and school environments, ensuring children receive appropriate support. The program was carried out in four stages: identifying partner characteristics and needs, developing implementation methods, conducting training activities, and evaluating the programAos outcomes. The results indicate a significant increase in participantsAo knowledge of childrenAos digital literacy, including safe and educational content selection, guidelines for responsible gadget use, and practical skills in using parental control applications to monitor and support childrenAos digital Keywords: digital literacy, collaboration, guidance Pelatihan Literasi Digital untuk Meningkatkan Peran Kolaboratif Orangtua dan Guru PAUD dalam Mendampingi Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 ABSTRAK Literasi digital merupakan salah satu pengetahuan yang perlu ditingkatkan pada era 21. Rendahnya literasi digital orangtua atau pengasuh berimbas pada kurangnya pengawasan dan pendampingan pada anak khususnya saat menggunakan Hal ini membuat anak beresiko terpapar konten negatif yang berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai literasi digital pada orangtua, guru dan kepala sekolah agar dapat berkolaborasi dalam melakukan pendampingan pada anak. Peserta dalam pengabdian ini berjumlah 30 orang. Pemilihan 3 karakteristik peserta bertujan untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi baik di rumah maupun di sekolah sehingga anak mendapatkan pendampingan yang tepat. Pelaksanaan pengabdian terdiri dari empat . tahapan yang dimulai dari identifikasi karakteristik dan kebutuhan mitra, penyusunan metode pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta terkait literasi digital anak, panduan penggunaan gadget bagi anak, memilih konten aman dan edukatif, serta adanya peningkatan keterampilan dalam menggunakan aplikasi parental kontrol untuk mendampingi aktivitas digital anak. Kata Kunci: literasi digital, kolaborasi, pendampingan Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENDAHULUAN Penggunaan teknologi digital telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan. Gadget seperti smartphone dan tablet telah menjadi bagian dari keseharian anak bahkan sejak usia dini. Media ini telah mengambil alih waktu bermain anak dengan berbagai konten, video, game, dan sosial media (Radesky & Christakis, 2. Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menyebut bahwa 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler, sementara 35,57 persen lainnya sudah mengakses internet. Terdapat 5,88 persen anak di bawah usia 1 tahun yang sudah menggunakan telepon genggam/gawai dan pada 2024. Kemudian, terdapat 37,02 persen anak usia 1-4 tahun dan 58,25 persen anak usia 5-6 tahun yang menggunakan telepon Sedangkan 33,80 persen anak usia 1-4 tahun dan 51,19 persen yang berusia 5-6 tahun tercatat telah mengakses internet (Badan Pusat Statistik, 2. Sementara durasi screen time rata-rata anak prasekolah mencapai lebih >2 jam per hari menggunakan media digital (Zhao et al. Hal ini melebihi rekomendasi screen time Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yaitu maksimal 2 jam perhari untuk anak dibawah usia 6 Fenomena ini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan tetapi juga terjadi di wiliayah pedesaan. Penggunaan media digital pada anak usia dini dapat berpengaruh positif dan negatif, tergantung dari konteks penggunaannya. Jika digunakan dengan pengawasan orangtua dan guru, dapat mendorong motivasi belajar individual anak dan pengembangan berbagai keterampilan melalui aplikasi edukatif (Amanda et al. , 2. (Livingstone et al. , 2. Selain itu, media digital juga dapat meningkatkan kreativitas anak-anak mengekspresikan diri melalui seni, musik, dan cerita digital (Jamerson, 2. Banyak Pelatihan Literasi Digital untuk Meningkatkan Peran Kolaboratif Orangtua dan Guru PAUD dalam Mendampingi Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 penelitian yang menunjukkan bahwa media digital dapat menjadi sumber pengetahuan yang dapat mendorong dan mengembangkan berbagai kemampuan dan keterampilan anak jika digunakan dengan tepat dan di bawah bimbingan orang dewasa. Namun, permasalahan terjadi jika penggunaan media tidak terkontrol dan berlebihan pada usia dini yang berpotensi memiliki efek yang negatif dan berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak (Halapa & Djuranovic, 2. seperti masalah rentang perhatian, regulasi diri, dan perkembangan kognitif (Radesky & Christakis, 2. (Canaslan & Sungur, 2. (Pedrotti et al. , 2. Penyebab masalah ini sering dikaitkan dengan durasi penggunaan perangkat digital secara berlebihan (Christakis et al. , 2. Pengabdian literasi digital umumnya dilakukan di daerah perkotaan dimana akses dan jumlah pengguna perangkat digital lebih banyak. Seperti pengabdian yang dilakukan oleh Harianja et al. , . dengan judul peningkatan keterampilan guru paud melalui pemanfaatan wordwall pada literasi digital sebagai upaya pengoptimalan proses pembelajaran pada pendidikan anak usia dini di Kota Jambi. Selanjutnya pengabdian yang dilakukan oleh Yulianti et al. , . tentang edukasi literasi digital melalui media online dalam pencegahan kekerasan seksual pada Sanggar Mindulahin yang juga dilakukan di Kota Jambi. Adapun pengabdian tema literasi digital yang telah dilakukan di pedesaan di Propinsi Jambi oleh Sobri et al. , . yang menyasar guru agama dengan pelatihan berbasis literasi digital kependidikan di Mts Al-Ihsaniyah Sarang Burung Muaro Jambi. Berdasarkan beberapa pengabdian ini, belum ada pengabdian atau penyuluhan mengenai literasi digital dengan sasaran guru dan orangtua anak usia dini khususnya di masyarakat pedesaan yang juga telah menggunakan produk digital. Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 KB Isnin Madina merupakan salah satu sekolah di Desa Lolo Kecil. Kabupaten Kerinci memiliki karakteristik sosial ekonomi masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan pedagang di pasar. Mayoritas orangtua tidak memiliki pengasuh membuat pemberian gadget menjadi solusi praktis untuk menenangkan anak. Selain itu anak-anak hanya diawasi oleh nenek atau keluarga lain tanpa pengawasan yang ketat. Sebagian besar anak usia 3-6 tahun telah mengkonsumsi media digital seperti YouTube. TikTok. Instagram, dan game digital secara mandiri tanpa pendampingan. Berdasarkan observasi dan wawancara awal dengan orangtua didapatkan bahwa anak-anak yang telah menggunakan gadget secara bebas menunjukkan perilaku adiksi yang disertai dengan gangguan perilaku seperti tantrum, kurang fokus serta gangguan tidur. Hal ini karena rendahnya pengetahuan dasar orangtua dan pengasuh terkait dengan literasi digital yang aman untuk anak. Sementara itu belum ada bentuk kolaborasi guru dan orangtua dalam pendampingan penggunaan media digital pada Pelatihan ini terkait literasi digital secara terpadu bagi guru dan orangtua terkait pemanfaatan, konten/aplikasi edukatif, batasan dan resiko penggunaan media digital bagi anak serta melakukan sesi diskusi dan simulasi kolaborasi guru dan orang tua dalam pelatihan serta menyusun panduan bersama pola asuh digital yang konsisten. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini secara eksplisit bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua serta guru PAUD dalam literasi digital, yang diukur melalui peningkatan skor pre-test dan post-test dengan target kenaikan minimal 20 poin dan pencapaian nilai akhir lebih Ou 75 oleh 80% Pelatihan Literasi Digital untuk Meningkatkan Peran Kolaboratif Orangtua dan Guru PAUD dalam Mendampingi Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PELAKSANAAN DAN METODE Pelaksanaan Lokasi pengabdian bertempat di KB Isnin Madinah Desa Lolo Kecil. Kecamatan Bukit Kerman. Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi. Pengabdia berlansung pada tanggal 15 September 2025 dengan 30 peserta yaitu guru PAUD dan Orangtua atau wali murid. Dalam rangka ingin mencapai tujuan yang diharapkan dalam pelatihan ini, dilakukan beberapa tahapan yaitu Tahap I, tim berkoordinasi dengan mitra untuk mengidentifikasi kebutuhan, karakteristik peserta serta infrastruktur yang menunjang kegiatan pengabdian. Kemudian merumuskan materi yang akan disampaikan serta menyusun instrumen pretest dan posttest. Tahap II, tim dan mitra menyusun mekanisme pelaksanaan kegiatan PkM dilapangan bagi guru dan orangtua di KB Isnin Madinah Desa Lolo Kecil. Mekanisme tersebut mulai dari penentuan jadwal pelaksanaan, jumlah peserta kegiatan, tempat kegiatan, dan kebutuhan teknis yang perlu disiapkan. Tahap i merupakan tahap pelaksanaan kegiatan pelatihan literasi Tahap ini memiliki beberapa alur yang dimulai dengan penyebaran angket pre test pada setiap peserta sebelum penyampaian Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh ketua dan anggota tim pengabdian. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan sharing session penggunaan media dan aplikasi edukatif dan cara menangani resiko bahaya media digital bagi anak. Kegiatan diakhiri dengan penyebaran angket postest. Hasil tersebut dijadikan sebagai bahan evaluasi oleh tim. Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Tahap IV yaitu pelaksanaan evaluasi oleh tim pkm untuk mengukur dampak dari kegiatan dengan mengaanalisis hasil pre-test dan post-test. Selain itu tim juga melakukan Survei kepuasan dan refleksi kegiatan dari Adapun mekanismen siklus prosedur pelaksanaan PkM dapat diuraikan pada gambar berikut: Gambar 1: Tahapan pelaksanaan pengabdian Metode Untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan guru, tim membagikan angket pretest dan posttest. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini dirancang agar dapat menangkap perubahan peserta secara apa adanya. Pemahaman dengan pertanyaan berbentuk pilihan ganda berjumlah 20 butir dimana setiap jawaban benar diberi skor 5. Instrumen telah divalidasi oleh 2 dosen ahli dibidang literasi digital pendidikan anak usia dini. Setelah itu skor setiap peserta dikelompokkan ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi, jumlah peserta pada masing-masing kategori Pelatihan Literasi Digital untuk Meningkatkan Peran Kolaboratif Orangtua dan Guru PAUD dalam Mendampingi Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 dihitung dalam bentuk persentase. Rentang kategori disajikan pada tabel Tabel 1. Kategori skor angket Rentang Persentase Kategori 0 Ae 35 Rendah 40 Ae 70 Sedang 75 Ae 100 Tinggi HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap I Temuan awal ini mengonfirmasi bahwa rendahnya literasi digital orang tua/pengasuh menjadi faktor utama minimnya pengaturan screen time dan pemilihan konten yang aman. Tahap I diawali identifikasi permasalahan mitra melalui wawancara dan observasi lapangan. Wawancara dilakukan untuk menggali permasalahan dan kebutuhan mitra. Observasi dilakukan untuk melihat sarana dan prasana yang akan menunjang kegiatan Tim melakukan wawancara dengan pengelola Kelompok bermain, guru dan orangtua/wali murid. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa rata-rata screentime anak usia di bawah 5 tahun lebih dari 6 jam perhari. Anak-anak tidak awasi saat menggunakan gawai karena kesibukan orangtua yang bekerja di ladang dan lebih sering menitipkan anak pada nenek. Walaupun anak dibawa ke ladang tetap lebih sering diberikan gawai dengan alasan agar anak tenang. Karena kurangnya pengawasan anak-anak dengan mudah mengakses konten yang tidak sesuai dengan usianya. Jumlah screentime yang terlalu lama dan paparan konten Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 yang tidak sesuai berakibat pada perilaku anak saat di sekolah. Hasil wawancara dengan guru mengungkapkan sebagian besar anak mengalami gangguan fokus dimana anak sulit berkonsentrasi saat belajar di sekolah dan mudah terdistraksi oleh hal lain. Selain itu anak juga mengalami gangguan psikososial dan cenderung meniru apa yang telah ditonton di gawainya. Identifikasi awal menunjukkan bahwa orangtua atau pengasuh tidak memiliki pengetahuan mengenai aturan dalam penggunaan gawai untuk anak usia di bawah 5 tahun. Setelah mengidentifikasi permasalahan tim merumuskan materi pelatihan yang akan sampaikan. Adapun materi pelatiha literasi digital meliputi trend pennggunaan gadget pada anak, pemahaman tentang literasi digital, panduan penggunaan gadget, memilih konten aman dan edukatif, serta praktik parental kontrol. Selanjutnya tim menyusun instrumen pretest dan post test. Tahap II Pada tahap ini tim berkoordinasi dengan mitra terkait mekanisme pelaksanaan kegiatan pengabdian. Pengabdian dijadwalkan pada hari senin tanggal 15 September 2025 yang bertempat di aula KB Isnin Madinah Desa Lolo Kecil. Peserta berjumlah 30 orang yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan orangtua atau wali murid. Selanjutnya tim menyiapkan kebutuhan teknis yaitu proyektor dan layar, laptop, koneksi internet, dan sound system. Agar pengabdian berjalan dengan lancar dan tepat sasaran tim dan mitra melakukan sosialisasi dengan menyebarkan undangan digital pada peserta kegiatan serta memberi gambaran awal mengenai tujuan dan manfaat pelatihan. Pelatihan Literasi Digital untuk Meningkatkan Peran Kolaboratif Orangtua dan Guru PAUD dalam Mendampingi Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Tahap i Tahap i adalah tahapan pelaksanaan pengabdian. Pumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang sesuai dengan target yang telah disepakati dengan mitra. Sebelum melakukan pemaparan materi, tim menyebarkan angket prestest yang berisi pertanyaan mengenai literasi digital. Pretest bertujuan untuk melihat pemahaman awal peserta mengenai materi yang akan dipresentasikan. Selanjutnya pemaparan materi oleh tim pengabdian. Materi disampaikan secara interaktif yang menekankan pada pelibatan keaktifan peserta. Setelah sesi materi dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini tim juga membuka sharing session dengan orangtua dan guru. Hal ini dilakukan untuk mendengarkan keluhan dan permaslahan yang dihadapi oleh peserta khususnya yang berkaitan dengan penggunaan gadget, konten aman bagi anak, dan aplikasi parental kontrol. Sesi diakhiri dengan penyebaran angket post test yang bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah diberikan materi. Pelaksanaan pengadian berlansung dengan lancar tanpa ada kendala teknis. Peserta juga antusias mengikuti materi yang ditandai dengan aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. Gambar 2. Sesi Penyampaian Materi Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Gambar 3. Sesi Diskusi dan Sharing Session Tahap IV Adapun kegiatan pada tahap ini yaitu mengukur dampak dari pengabdian yang telah dilaksanakan. Tim melakukan analisis data hasil prestest dan post test yang telah dibagikan. Hasil prestest dan post dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini. Tabel 2. Hasil Pretest dan Post Test Kegiatan Kategori Rendah Sedang Tinggi Pelatihan Literasi Digital untuk Meningkatkan Peran Kolaboratif Orangtua dan Guru PAUD dalam Mendampingi Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Pretest Post test Gambar 4. Diagram pemhaman literasi digital Pemahaman Literasi Digital Rendah Sedang Pretest Tinggi PostTest Berdasarkan tabel 1 dan diagram di atas didapatkan bawah pemehaman literasi digital peserta pengabdian sebelum diberikan materi . adalah sebesar 20% kategori rendah, 52. 5% kategori sedang dan 5% kategori tinggi. Sedangkan hasil setelah diberikan paparan materi didapatkan 0% kategori rendah, 13% kategori sedang, dan 87% kategori Hasil ini membuktikan bahwa pelaksanaan pengebdian memberi Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 dampak terhadap peningkatan pemahaman guru, kepala sekolah dan orangtua/wali murid tentang literasi digital. Penilaian mengenai kepuasan peserta diperoleh melalui wawancara singkat yang dilakukan setelah kegiatan pelatihan berakhir. Dari percakapan tersebut, para guru dan orangtua pada umumnya menyampaikan bahwa materi yang diberikan terasa relevan dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Beberapa peserta menuturkan bahwa penjelasan mengenai literasi digital dan fitur pengamanan perangkat membantu mereka langkah-langkah mendampingi anak. Cara penyampaian narasumber dianggap cukup jelas dan memberi ruang bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan atau berbagi pengalaman pribadi. Pembahasan Hasil pengabdian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Hal ini berarti kegiatan pelatihan memberikan dampak bagi orangtua, guru dan kepala sekolah dalam memahami literasi digital. Kegiatan yang sama dilakukan oleh Hana Pebriana et al . dimana pemberian pelatihan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan praktis Selain itu, pelatihan juga dilakukan oleh Tyas Untari et al . program ini berhasil menumbuhkan komunikasi yang lebih terbuka antara keluarga dan sekolah terkait isu digital. Meskipun ada tantangan seperti ketersediaan waktu orang tua, program ini menunjukkan potensi besar dalam membentuk perilaku digital yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Pelatihan ini mendorong terbangunnya kolaborasi awal antara guru dan orang tua dalam menyepakati pendampingan digital anak, sehingga konsep Pelatihan Literasi Digital untuk Meningkatkan Peran Kolaboratif Orangtua dan Guru PAUD dalam Mendampingi Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 keluarga digital cerdas tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan individu, tetapi sebagai praktik bersama yang dibangun melalui kerja sama rumah dan Literasi digital bukan hanya pengetahuan yang harus dimiliki oleh guru, orangtua, dan kepala sekolah saja. Masyarakat perlu diberikan edukasi literasi digital untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan internet melalui edukasi berupa pelatihan tentang tantangan menjadi masyarakat digital (Dewi, 2. Dengan kemampuan literasi digital, masyarakat dapat lebih cakap menggunakan media digital dan lebih bertanggung jawab. Dalam mendidik anak di era digital ini, orang tua harus menyadari bahwa kemajuan teknologi tidak dapat ditinggalkan (Fransori et al. , 2. Hasil penelitian Ain et al, . menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital orang tua anak usia dini AuRendahAy yaitu dengan persentase 31%. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana orangtua melakukan pendampingan digital pada anak. Keputusan perangkat dan media digital tidak boleh sepenuhnya diserahkan pada anak. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh antara pemahaman literasi digital orang tua terhadap pengambilan keputusan memberikan gawai kepada anak usia dini (Wardani et al. , 2. Oleh karena itu, peran orangtua dan pola komunikasi internal keluarga merupakan faktor-faktor krusial sebagai penentu perlindungan anak dari paparan media digital (Fatmawati & Sholikin, 2. Orang tua perlu lebih aktif terlibat dalam pemantauan dan aktivitas anak-anak mereka di dunia digital (Ahmad et al. , 2. Sebagai masyarakat yang hidup di era digital, orang tua dapat menjadikan internet sebagai pusat informasi tetapi perlu dibarengi dengan pengetahuan dan kemampuan dalam memfilter informasi yang dibutuhkan dalam mendampingi anak. Pendampingan dapat dilakukan dengan Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 mengawasi pada saat anak mengakses konten digital, memberikan batasan kepada anak aplikasi-aplikasi apa saja yang diberbolehkan untuk diakses dan membatasi durasi anak dapat mengakses teknologi digital tersebut (Iys Nur, 2. Adanya peran orang tua akan meminimalisir dampakdampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan mengakses konten digital. Selain itu, melalui pendampingan bijak dari orang tua, diharapkan anakanak dapat memanfaatkan teknologi secara tepat dan bijaksana untuk meningkatkan kemampuan dan kecerdasan (Wicaksono et al. , 2. Pemahaman literasi digital para orang tua bukan hanya untuk meminimalisir dampak negatif saja, namun juga diharapkan dapat membantu para orang tua dalam membuat media digital sebagai sarana belajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak (Lindriany et al. Orang tua harus belajar cara menggunakan perangkat teknologi dengan baik, smartphone yang dimiliki oleh orang tua tidak hanya sekedar untuk kegiatan pribadi nya saja, namun untuk aktivitas kegiatan bermain yang edukatif lainnya. Pelatihan ini mendorong terbangunnya komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan orang tua. Melalui diskusi dan praktik bersama, peserta mulai saling berbagi informasi mengenai kebiasaan anak dalam menggunakan gawai di rumah dan di sekolah. Setelah kegiatan, guru lebih aktif menyampaikan aturan penggunaan gawai kepada orang tua, sementara orang tua menunjukkan keterbukaan untuk berdiskusi dan menyelaraskan Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan berperan sebagai pemicu awal terbentuknya komunikasi yang lebih kolaboratif antara kedua Pelatihan Literasi Digital untuk Meningkatkan Peran Kolaboratif Orangtua dan Guru PAUD dalam Mendampingi Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema pelatihan literasi digital untuk meningkatkan peran kolaboratif orangtua dan guru paud dalam mendampingi anak yang bertempat di Kelompok Bermain Isnin madinah Desa Lolo Kecil. Kecamatan Bukit Kerman kabupaten Kerinci Propinsi Jambi mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang literasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai pennggunaan gadget pada anak, pemahaman tentang literasi digital, panduan penggunaan gadget, memilih konten aman dan edukatif, serta keterampilan praktik parental kontrol secara digital. Adanya peningkatan kesadaran tentang pentingnya pengawasan dan keamanan anak dalam dunia digital diharapkan dapat memberikan kesempatan pada anak untuk berkembang sesuai dengan tahapannya tanpa terpapar bahaya konten digital. Adapun rekomendasi kongkrit yang diberikan yaitu penyusunan panduan pola asuh digital bersama yang praktis bagi orang tua dan guru, berisi aturan durasi penggunaan gawai, daftar konten aman, serta contoh pendampingan sederhana saat anak mengakses media. Satuan PAUD dapat memperkuatnya dengan memberikan rekomendasi kanal edukatif dan sesi edukasi singkat bagi orang tua. Langkah kolaboratif ini diharapkan membantu keluarga menciptakan penggunaan media yang lebih terarah sehingga anak tetap aman dan terlindungi dari konten negatif. Kegiatan ini turut mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih baik antara guru dan orang tua, terutama dalam menyamakan cara mendampingi anak menggunakan media digital, baik di rumah maupun di lingkungan PAUD. Rizki Surya Amanda. Uswatul Hasni. Asih Nur Ismiatun. Akhmad Fikri Rosyadi. Nyimas Muazzomi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 DAFTAR PUSTAKA