Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. MODEL BISNIS CV. COREN LOMBOK DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) Oleh Putri Ayu Pupuh* . D Utami Pidada2. Muh. IIham H. 1,2,3 Program Usaha Perjalanan Wisata. Politeknik Pariwisata Lombok. Indonesia Email: 1putriayupupu@gmail. com, 2dayu. utami@ppl. id, 3ilham@ppl. Abstract The Business Model Canvas is one of the managerial tools used to analyze a business model within the company which can also be used to evaluate the business model if there are changes that occur both internally and externally. This research was conducted to find out the business model currently being run by the CV. Coren Lombok company using primary data types with observation, documentation, and interview methods. This research is adescriptive qualitative research with an analysis method of 9 building blocks of the Canvas Business Model. The result is that CV. Coren Lombok has implemented its business model with the guidelines of the 9-block Business Model Canvas even though it does not yet have a physical form of the managerial tool. Keywords: Business Model Canvas. Business Model, 9 Building Blocks PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran dalam memberikan kontribusi devisa bagi Indonesia, dan menjadi sektor pembangunan yang saat ini sedang diberikan perhatian khusus oleh karena Tentunya pengembangan pariwisata di Indonesia ini utamanya adalah untuk mendatangkan dan meningkatkan devisa negara. Di samping itu juga, pengembangan kepariwisataan saat ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi yang dimiliki, dilihat dari keindahan alam dan kebudayaan Indonesia (Yakup, 2. Pulau Lombok, sebagai satu-satunya dari dua pulau utama di Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki daya tarik pariwisata yang tak kalah menarik dengan pulau tetangganya. Bali. Potensi wisata yang dimiliki menarik minat banyak perusahaan perjalanan yang berlomba-lomba untuk memanfaatkannya dengan menawarkan paket wisata kepada wisatawan domestik maupun internasional. Menurut data dari ASITA pada tahun 2019 terdapat 142 travel agent di Nusa Tenggara Barat (NTB) berusaha bertahan di tengah persaingan tersebut. Agen perjalanan merupakan salah satu jenis usaha yang membantu sektor pariwisata, khususnya Pulau Lombok. Dengan munculnya tempat wisata baru dan tingginya minat wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata, ada potensi pasar yang sangat besar. Sebagai penyedia jasa perjalanan, travel agent bertanggung jawab untuk memberikan referensi wisata yang menarik dan lengkap dengan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh Sebaliknya, menimbulkan persaingan industri yang sangat Oleh karena itu, perusahaan memerlukan pendekatan yang tepat untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang paling besar jika mereka ingin tetap bertahan di masa depan (Pranandari et al. , 2. Dalam menghadapi persaingan antar bisnis, diperlukan solusi untuk menangani masalah tersebut, seperti yang dijelaskan oleh Muchtar . Solusi tersebut melibatkan setiap perusahaan memiliki kesempatan yang sama dalam merencanakan dan berinovasi dalam perencanaan bisnisnya, dengan tujuan a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a meningkatkan keunggulan kompetitif dalam persaingan dengan pesaing. Perencanaan bisnis, sebagai dokumen yang menguraikan tentang perusahaan, posisi pasar, dan metode tercapainya tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan (Muchtar. Tentunya, dalam merancang sebuah bisnis dengan baik, beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan: . Meningkatkan peluang . Membantu . Mendukung perkembangan bisnis. Berfungsi sebagai patokan atau acuan . Membantu mengenali tantangan dalam sebuah . Memfasilitasi manajemen bisnis. (Frinces, 2. Menurut Pramudiana . , sebuah bisnis yang berhasil merupakan bisnis yang memiliki rencana bisnis, terdokumentasi dan terstruktur dengan baik, yang juga dapat berperan sebagai alat komunikasi yang mudah dipahami oleh siapa pun. Oleh karena itu, perencanaan bisnis dapat menyesuaikan diri (Sanawiri & Iqbal, 2. Business Model Canvas (BMC) memiliki sembilan elemen dasar yang dapat digunakan untuk menjelaskan model bisnis ini. Elemenelemen ini meliputi customer segment . egmentasi pelangga. , value propositions . roposisi nila. , channel . aluran distribus. , customer relationships . ubungan pelangga. , revenue streams . umber pendapata. , key resources . umber daya kunc. , key activities . ktivitas kunc. , key partnership . emitraan utam. , dan cost structure . truktur biay. BMC ini sendiri sangat membantu start-up dan perusahaan lama untuk mengembangkan bisnis mereka (Nur Fauziyah, 2. Dari hasil kajian yang telah diuraikan sebelumnya, penelitian ini difokuskan pada model bisnis di CV. Coren Lombok dengan tujuan untuk mengetahui model bisnis yang sedang diterapkan oleh CV. Coren Lombok dalam bentuk Business Model Canvas (BMC). METODE PENELITIAN Metode pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan menjelaskan secara detail tentang subjek yang sedang diteliti dan dikumpulkan berupa gambar, kalimat, tabel dan bukan Penelitian kualitatif deskriptif adalah pendekatan yang digunakan para peneliti untuk mengumpulkan teori pada waktu tertentu (Rafendi et al. , 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini antara lain : Observasi,mengamati peristiwa atau kondisi yang sedang berlangsung secara langsung Wawancara, melakukan wawancara ke beberapa subjek penelitian yaitu pemangku kebijakan CV. Coren Lombok Studi Pustaka, melakukan tinjauan literatur dengan mempelajari dan mengetahui beberapa referensi yang diperoleh dari skripsi penelitian terdahulu dan penelusuran data online. Dokumentasi, dengan mengumpulkan berupa tulisan, ilustrasi, gambar, foto, tabel, karya seni, dan bentuk lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum CV. Coren Lombok Gambar 1. Lokasi Kantor CV. Coren Lombok (Google Maps 2. a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. CV. Coren Lombok adalah salah satu Analisis SWOT perusahaan yang bergerak di bidang tour and (Strength,Weakness,Opportunity,Threa. CV. Coren Lombok Setelah mengetahui 9 elemen bisnis CV. Coren Lombok pada Business Model akomodasi dan referensi wisata di Pulau Canvas, maka langkah selajutkanya adalah Lombok. Bali. NTT. Dengan perkembangan melakukan analisis SWOT berdasarkan kunjungan wisata Pulau Lombok yang terus informasi pada 9 elemen Business Model meningkat. Cv. Coren Lombok dapat Canvas. Analisis SWOT ini berusaha membantu memenuhi kebutuhan akomodasi wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau peluang dan ancaman pada bisnis CV. Coren Lombok. CV. Coren menawarkan harga yang Lombok adapun analisis SWOT tersebut yaitu: bervariasi dan terjangkau untuk setiap paket liburan untuk segmen menengah. Selain itu. Coren menawarkan layanan Corporate Outing (MICE), termasuk penginapan, transportasi, dokumentasi, dll. Dimana CV. Coren Lombok sendiri resmi terbentuk sejak awal tahun 2003 dimulai dari hotel dan tour guide. Awal tahub CV. Coren Lombok pelayanan paket tour Lombok domestik dan manca negara. Business Model Canvas CV. Coren Lombok Business Model Canvas merupakan management tools yang akan menjelaskan sebuah model bisnis yang sedang dijalankan atau direncanakan, yang akan berfungsi sebagai alat perencanaan atau evaluasi sebuah model bisnis atau pengembangannya. (Osterwalder, 2. Setelah melakukan pengambilan data yakni dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Telah ditemukan sebuah data Kekuatan (Strengt. yang kemudian diolah menjadi sebuah A Berpengalaman memiliki pengetahuan informasi yang akan dituangkan dalam 9 blok mendalam tentang destinasi, rencana Business Model Canvas sebagai berikut. perjalanan, dan hubungan dengan pemasok layanan. A Kemampuan memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, menciptakan pengalaman yang unik bagi setiap pelanggan. A emiliki akses ke penawaran dan diskon eksklusif dari maskapai penerbangan, hotel, dan penyedia layanan lainnya. A Menyediakan solusi perencanaan Gambar 2. Sembilan Kolom Business Model perjalanan lengkap, mulai dari tiket. Canvas (Peneliti 2. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a aktivitas, yang menghemat waktu dan usaha pelanggan. Kelemahan (Weaknes. A Mengelola inventaris tiket, hotel, dan tur yang selalu berubah memerlukan sistem manajemen yang canggih dan A Beberapa agen perjalanan mungkin tertinggal dalam adopsi teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan. A Mengelola inventaris tiket, hotel, dan tur yang selalu berubah memerlukan sistem manajemen yang canggih dan Peluang (Opportunit. A Peningkatan perjalanan untuk memperluas pasar A Mengembangkan layanan khusus untuk segmen pasar tertentu seperti ecotourism, luxury travel, atau adventure A Menjalin kerjasama dengan influencer perjalanan, perusahaan teknologi, dan operator tur lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Ancaman (Threa. A Kemunculan platform pemesanan online yang menawarkan layanan mandiri dapat mengurangi pangsa pasar agen perjalanan tradisional. A Perubahan tren dan preferensi pelanggan, seperti peningkatan minat pada perjalanan mandiri atau destinasi permintaan untuk layanan agen perjalanan tradisional. A Ketidakpastian ekonomi global dapat mempengaruhi anggaran perjalanan dan keputusan pelanggan. Setelah mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam bisnis CV. Coren Lombok, maka dapat dianalisis strategi apa yang mesti dilakukan di dalam Matriks SWOT. Matriks SWOT ini digunakan untuk melihat bagaimana peluang dan ancaman bisnis disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan bisnis sehingga menghasilkan strategi untuk mengingkatkan kesuksesan bisnis. Adapun Matriks SWOT dari CV. Coren Lombok adalah. Strategi SO (Stratregi-Opportunit. A Agen perjalanan dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman mereka untuk menawarkan layanan yang lebih khusus dan menarik bagi segmen pasar tertentu seperti eco-tourism, adventure travel, atau luxury travel. A Dengan mengadopsi teknologi terbaru seperti aplikasi mobile. AI, dan big meningkatkan layanan pelanggan, efisiensi operasional, dan menarik lebih banyak pelanggan. A Mengembangkan kemitraan dengan influencer perjalanan, perusahaan teknologi, dan operator tur lokal untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penawaran layanan. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunitie. A Mengatasi kelemahan dalam inovasi teknologi dengan mengadopsi sistem baru dan alat pengalaman pelanggan. A Mengembangkan program pelatihan untuk staf guna meningkatkan kualitas layanan pelanggan dan menangani kebutuhan pelanggan dengan lebih A Menawarkan produk tambahan seperti asuransi perjalanan dan layanan concierge untuk menambah nilai dan meningkatkan pendapatan. Strategi S-T (Strengths-Threat. A Menggunakan jaringan luas dan akses ke penawaran eksklusif untuk bersaing a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. dengan platform online dan menarik Segmen Pelanggan (Customer pelanggan yang mencari nilai lebih. Segment. Costumer Segment A Meningkatkan layanan pelanggan yang personal dan disesuaikan untuk sekelompok orang atau organisasi mempertahankan loyalitas pelanggan yang menjadi target konsumen dan menarik pelanggan baru, terutama yang sudah direncakan oleh dalam situasi ekonomi yang tidak Menurut data yang diperoleh dari berbagai sumber A Memberikan informasi terkini dan didapatkan hasil bahwa CV. Coren akurat tentang regulasi perjalanan dan Lombok mengambil segmentasi kesehatan global untuk membangun pasar baik secara nasional maupun kepercayaan pelanggan dan membantu internasional, dari semua kalangan mereka merencanakan perjalanan atau latar belakang profesi serta dengan aman. tidak terbatas pada kalangan usia Strategi W-T (Weaknesses-Threat. A Memperkuat hubungan langsung Proposisi Nilai (Value Preposition. mengurangi ketergantungan pada Value Proposition merupakan utama atau sesuatu yang meningkatkan kontrol kualitas. menjadi kelebihan dari CV. Coren A Meningkatkan reputasi melalui Lombok untuk para konsumen ulasan positif dan pengalaman pelanggan yang luar biasa, serta CV. Coren Lombok menangani ulasan negatif dengan memiliki nilai utama yaitu memperlakukan semua mempertahankan dan menarik dengan pendekatan kekeluargaan, sehingga dari awal kedatangan A Mengimplementasikan manajemen inventaris yang lebih baik untuk mengelola stok tiket, hotel, dan tur dengan efisien, bepergian bersama keluarga, hal ini lah yang menjadi kekuatan utama kesalahan dan ketidakpuasan CV. Coren Lombok Strategi Perbaikan Business Model Canvas (BMC) Saluran Distribusi (Channel. Berdasarkan analisis SWOT dan 9 elemen Channels adalah bagaimana Business Model Canvas, maka dapat di cara CV. Coren Lombok untuk berikan strategi alternatif terhadap bisnis CV. Coren Lombok untuk perbaikan dan konsumennya atau bisa disebut peningkatan keuntungan usaha. Strategi ini untuk memperbaiki 9 elemen Business Model perencan bisnisnya. CV. Coren Canvas CV. Coren Lombok agar usaha ini Lombok menggunakan berbagai memiliki sebuah inovasi bisnis. untuk menggapai para konsumennya diantaranya adalah a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a mengikuti berbagai jenis event pameran baik skala nasional maupun internasional yang sering diadakan oleh berbagai negara di Asia khususnya Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura, selain itu CV. Coren Lombok juga perkembangan teknologi informasi yang berbentuk media sosial yang memiliki daya viral yang kuat sehingga, optimalisasi semua jenis media sosial juga menjadi cara CV. Coren Lombok mendapatkan pelanggan baik nasional atau internasional. Hubungan Pelanggan (Customer Relationshi. Customer Relationship adalah hubungan yang dibangun oleh perusahaan untuk mendekatkan diri kepada para konsumennya, di CV. Coren Lombok hubungan tersebut direalisasikan dalam bentuk pemberian diskon atau penawaran khusus untuk para tamu CV. Coren Lombok sebagai bentuk pelayanan after sales sekaligus untuk mengikat agar hubungan antara CV. Coren Lombok dan para tamunya bisa berkelanjutan, media adalah pemanfaatan grup-grup WhatsApp. Sumber Pendapatan (Revenue Stream. Revenue Streams adalah cara perusahaan untuk mendapatkan keuntungan di model bisnisnya. CV. Coren Lombok mendapatkan keuntungan atau laba utama dari penjualan produk paket wisata, disisi lain melalui penjualan tiket atau ticketing, event organizer, kemudian pengadaan barang dan Sumber Daya Kunci (Key Resource. Key Resources atau sumber daya utama yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah model bisnis agar bisa berjalan sebagaimana mestinya, di CV. Coren Lombok sumber daya utama ini adalah sumber daya manusia yang operasional seperti gedung dan alat transportasi, serta modal kerja untuk menjalankan dan membiayai seluruh kegiatan yang ada di CV. Coren Lombok. Aktivitas Kunci (Key Activitie. Key Activities adalah aktifitas kunci yang menjadi tulang punggung model bisnis yang menjalankan segala jenis operasi didalamnya. CV. Coren Lombok bisnisnya melakukan kegiatan inspeksi tempat-tempat wisata untuk nantinya akan disusun sebuah produk berupa paket-paket wisata, setelah menyusun paket wisata maka aktifitas kunci penawaran paket yang akan ditawarkan kepada para tamu yang CV. Coren Lombok dengan diskon menjualnya melalui semua media sosial yang dimiliki. Mitra Kunci (Key Partnershi. Key Partnership menjawab pertanyaan dengan siapa CV. Coren Lombok bekerjasama untuk memaksimalkan model bisnis yang dimilikinya. CV. Coren Lombok a Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6489 (Ceta. ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a. kerjasama penting yaitu dengan & Travel, diperoleh hasil sebagai pemerintah daerah setempat, para Analisis internal menunjukkan akomodasi atau hotel, restaurant bahwa kekuatan . utama atau penyedia jasa boga lainnya, yang dimiliki CV. Coren Lombok toko-toko souvenir, dan destinasi terletak pada value propositions, sedangkan kelemahan . Struktur Biaya (Cost Structure. utama yang dimiliki CV. Coren Cost Structure adalah tentang Lombok terletak pada key sumber sumber pengeluaran yang memang harus dikeluarkan demi Analisis eksternal menunjukkan berlangsungnya bisnis model yang bahwa peluang . CV. Coren utama yang dimiliki CV. Coren Lombok dalam hal ini demi Lombok adalah meningkatkan menjalankan model bisnisnya pemasaran dengan menambah Sedangkan ancaman operasional kerja sehari-hari, . utama bagi CV. Coren pembayaran beban gaji karyawan. Lombok berasal dari pesaing yang biaya promosi dan pemasaran, dan perawatan aset-aset. mempengaruhi revenue streams. Perusahaan CV. Coren Lombok pun Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah perencanaan bisnis yang berbentuk dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan. Business Model Canvas, selain itu sebagai berikut: jejak-jejak Potensi industri pariwisata di Pulau dokumentasi pembuatan model bisnis Lombok memiliki prospek yang sangat berbentuk Business Model Canvas di baik dan memiliki potensi yang sangat arsip perusahaan. besar, namun CV. Coren Lombok Saran sebagai pelaku bisnis masih memiliki Berdasarkan kesimpulan diatas berikut berbagai hambatan pada aspek adalah beberapa saran yang diharapakan bisa Sehingga dilakukan menjadi acuan untuk perbaikan kedepannya, saran yang diajukan adalah sebagai berikut: pendekatan Business Model Canvas. Diharapkan perusahaan CV. Coren yang terdiri dari 9 blok utama. Lombok segera membuat atau Analisis internal pada BMC dilakukan mencetak hardcopy dari model pada 5 blok, yaitu: key resources, key bisnisnya dalam bentuk Business activities, value propositions, cost Model Canvas, agar bisa dijadikan structure, dan revenue streams. sebagai patokan pembaruan bisnis. Sedangkan analisis eksternal pada Menciptakan terobosanBMC dilakukan pada 4 blok, yaitu: key terobosan inovatif dari segi hal partnerships, customer segments, pelayanan dan pemilihan produkchannels, dan customer relationship. produk paket wisata. Analisis SWOT pada Business Model Ucapan Terimakasih Canvas milik CV. Coren Lombok Tour Penulis mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Pariwisata Lombok sarana a. ISSN 2798-6489 (Ceta. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi ISSN 2798-6535 (Onlin. Vol. 3 No. 6 Mei 2024 a Informatika serta ucapan terimakasih CV. Coren Lombok yang menjadi studi kasus dari penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA