Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 PENGARUH PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri Surya Damayanti1. Titi Pujiarti2. Ija Srirahmawati3 1,2,3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Yapis Dompu. Indonesia e-mail: pnovia353@gmail. com1, 88titipujiarti@gmail. com2, ijasrirahmawati94@gmail. (Naskah Masuk : 29 Desember 2023, diterima untuk diterbitkan : 31 Desember 2. Abstrak: : Pembelajaran terpadu model Webbed yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Menggunakan metode preeksperimen dengan desain one-grup pre-test-posttest. Subyek penelitian ini yakni siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga yang berjumlah 19 orang, terdiri dari 10 laki-laki dan 9 Instrumen yang digunakan yaitu lembar tes dan lembar observasi. Tes kemampuan berpikir kritis dilakukan dengan dua tahap: pretest dan posttest. Dari penelitian diperoleh nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada pretest adalah 72 dan posttest Analisis data menggunakan SPSS 26 for windows dengan uji Paired Sample t-test pada . , diperoleh nilai sig 0,018 < . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Selanjutnya diperoleh nilai Ngain sebesar 0. ategori sedan. Hal ini berarti terdapat pengaruh penggunaan pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Kata Kunci: Pembelajaran Terpadu. Model Webbed. Berpikir Kritis Abstract: Webbed model of integrated learning that can be used to achieve learning objectives. This research aims to determine the effect of the Webbed model of integrated learning on elementary school students' critical thinking abilities. Using a pre-experimental method with a one-group pre-test-posttest design. The subjects of this research were 19 class IV students at SDN Inpres Sambitangga, consisting of 10 boys and 9 girls. The instruments used are test sheets and observation sheets. The critical thinking ability test is carried out in two stages: pretest and From the research, the average score for students' critical thinking skills in the pretest was 72 and the posttest was 88. Data analysis used SPSS 26 for Windows with the Paired Sample t-test at . , obtained a sig value of 0. 018 < . The research results showed that there was a significant difference between the pretest and posttest. Furthermore, an N-gain value of 561 . edium categor. was obtained. This means that there is an influence of using the Webbed integrated learning model on students' critical thinking abilities before and after treatment Keywords: Integrated Learning. Webbed Model. Critical Thinking PENDAHULUAN Perkembangan dunia yang pesat dengan terus melakukan perbaikan menuntut beberapa keterampilan dari kurikulum yang ada untuk menjawab tenaga kerjanya untuk memenuhi tantangan tersebut. Ini mengarah pada kebutuhan abad ke - 21. Pemerintah sendiri telah mengambil langkah proses pembelajaran yang disebut pembelajaran abad ke - 21. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 Kreativitas dan inovasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan metakognisi adalah lima keterampilan yang dibutuhkan siswa di abad ke- 21 (Lukum, 2019. Rusydi & Kosim, 2. Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang harus dikuasai oleh siswa agar dapat menghadapi berbagai permasalahan personal maupun sosial dalam kehidupannya (Wanelly & Fitria, 2019. Yulianti et al. , 2. Berpikir kritis adalah suatu kegiatan dengan cara berpikir tentang ide-ide dan gagasangagasan yang berkaitan dengan suatu konsep atau masalah tertentu (Samura, 2. Berpikir kritis juga dapat dipahami sebagai kegiatan menganalisis ide dan gagasan ke arah yang lebih konkrit, membedakan secara tajam, memilih, mengidentifikasi, mengkaji, dan mengembangkannya ke arah yang lebih utuh (Aiman et al. , 2. Kemampuan berpikir kritis adalah dasar yang sangat berguna bagi peserta didik untuk menganalisis masalah, memecahkan berbagai persoalan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat (Farisi et al. , 2017. Handayani et al. , 2. Kemampuan berpikir kritis dapat dibentuk oleh guru dengan memberikan pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan diperlukannya strategi belajar efektif (Yudi Cahyo Winoto, 2. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran disebabkan penggunaan model pembelajaran yang kurang inovatif dan tidak berpusat pada siswa (Yudi Cahyo Winoto, 2. Model pembelajaran konvensional dapat menjadikan siswa pasif sehingga mengakibatkan menurunnya kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di kelas IV SDN Inpres Sambitangga, ditemukan beberapa permasalahan diantaranya guru kurang menggunakan model pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat dan antusias siswa dalam belajar sehingga menyebabkan siswa menjadi kurang aktif. Guru juga kurang berusaha dalam mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik. Hal ini menyebabkan kemampuan siswa kurang berkembang sehingga siswa kurang mampu berpikir kritis dalam memecahkan masalah kontekstual. Dampak yang lainnya tersebut juga menyebabkan siswa tampak kurang aktif dalam proses pembelajaran, siswa kurang mampu dalam menemukan permasalahan serta cara menyelesaikan permasalahan tersebut, siswa kurang terlihat melakukan diskusi dan interaksi sosial di dalam kelompok, siswa hanya menerima materi pembelajaran yang disampaikan guru tanpa berani mengeluarkan ide-idenya dalam proses pembelajaran, serta proses pembelajaran yang berpusat kepada siswa . tudent centere. kurang terlihat. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pembelajaran terpadu model Webbed. Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA). Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan otentik konsep serta prinsip secara holistik dan bermakna (Depdiknas, 1. Melalui pembelajaran terpadu peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesankesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar lebih Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema . , sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran terpadu tipe webbed dengan menggunakan tipe webbed tentunya guru lebih mudah dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Model webbed merupakan model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema sebagai dasar pembelajaran (Syafrilianto. Model pembelajaran ini memadukan multidisiplin ilmu atau berbagai mata pelajaran yang diikat oleh satu tema (Fogarty, 1. Tema dapat ditetapkan oleh guru dengan siswa atau sesama guru. Setelah tema disepakati maka dilanjutkan dengan pemilihan sub-sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan mata pelajaran yang lain. Untuk itu, tema utama harus mempunyai cakupan materi yang luas dan memberi bekal bagi siswa untuk belajar lebih Langkah-langkah dalam pembelajaran terpadu tipe webbed secara umum dapat dilakukan sebagai berikut: . Guru memilih tema utama dan tema lain dari beberapa standar kompetensi lintas mata pelajaran/bidang Studi. Guru menyiapkan tema-tema yang telah terpilih, misalnya tema matematika, kesenian, bahasa dan IPS yang sesuai dengan tema utama yang telah ditetapkan. Guru menjelaskan tematema yang terkait sehingga materinya lebih . Guru memilih konsep atau informasi yang bisa mendorong belajar siswa dengan pertimbangan lain yang memang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran terpadu. Penetapan kegiatan/ kontrak belajar (Syafrilianto, 2. (Trianto, 2. menjelaskan bahwa webbed memiliki beberapa kelebihan yaitu dengan menyeleksi tema sesuai dengan minat akan memotivasi anak untuk belajar, mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman, memudahkan perencanaan, pendekatan tematik dapat memotivasi siswa, dan memberikan kemudahan bagi anak didik dalam melihat kegiatankegiatan serta isu-isu berbeda yang terkait. Berdasarkan penelitian yang dilakukan (Efendi, 2. tentang efektivitas model pembelajaran terpadu tipe Webbed untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu model Webbed dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS siswa sekolah dasar. Sejalan dengan itu (Wali et al. , 2. juga melakukan penelitian terkait dengan pembelajaran terpadu tipe Webbed untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitiannya menunjukkan implementasi pembelajaran terpadu tipe Webbed dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selanjutnya, penelitian dari (Armadi & Astuti, 2. tentang pembelajaran terpadu tipe Webbed berbasis budaya lokal untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV sekolah Hasilnya menunjukkan peningkatan terhadap hasil belajar siswaBerdasarkan latar belakang tersebut maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Pembelajaran Terpadu Model Webbed terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV di SDN Inpres Sambitangga?. Dengan tujuan yakni untuk mengetahui pengaruh pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV di SDN Inpres Sambitangga. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di SDN Inpres Sambitangga yang beralamat di Kecamatan Madapngga. Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 metode pre-eksprimen dengan desain one-grup pretest-posttest (Trisliatanto & A. , 2. Metode pre-eksperimen disini maksudnya adalah masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya dependen. Sedangkan desain OneGroup-Pretest-Posttest yaitu membandingkan hasil pretest dan posttest (Sugiyono, 2. Metode ini dipergunakan agar dapat memperoleh data mengenai kemampuan berpikir kritis siswa SD sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan. Perlakuan dalam penelitian ini menggunakan pembelajaran terpadu model Webbed. Sebelum diberikan perlakuan terlebih dahulu diberikan pretest, kemudian diberi perlakuan dengan pembelajaran terpadu model Webbed, dan diakhir pembelajaran diberikan posttest. Desain penelitian one group pretest posttest dapat dilihat pada Tabel I. Tabel 1. One Group Pretest Posttest Design (Sugiyono, 2. Pretest Treatment Postest Keterangan: : Tes awal . sebelum diberikan perlakuan : Perlakuan dengan menggunakan pembelajaran terpadu model Webbed : Tes akhir . setelah diberikan perlakuan Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga dengan jumlah siswa 19 orang, yang terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan. Dalam penelitian menggunakan variabel bebas pembelajaran terpadu model Webbed pada kelas IV SDN Inpres Sambitangga. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni tes dan observasi. Instrumen yang digunakan yaitu tes soal kemampuan berpikir dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran terpadu model Webbed. Tes soal berpikir kritis diberikan sebelum dan sesudah penelitian, sedangkan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran terpadu model Webbed diberikan setelah pelaksanaan poses pembelajaran terpadu model Webbed, siswa mengamati berdasarkan aktivitas guru sejauh mana tahapan pembelajaran terpadu model Webbed yang direncanakan dilaksanakan pada saat proses pembelajaran. Tes yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes objektif, tes yang digunakan dalam bentuk pilihan ganda dengan pertanyaan yang mempunyai empat alternatif jawaban. Instrumen tes ini memiliki penilaian skala apabila jawaban benar maka bernilai 1, dan apabila jawaban salah bernilai 0. Pada lembar observasi digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran terpadu model Webbed di dalam kegiatan belajar mengajar berupa check list terdiri 2 pilihan, yaitu 1 = ya dan 0 = tidak. Teknis Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik parametrik yang terdiri dari uji asumsi klasik . ji normalita. dan uji hipotesis . HASIL DAN PEMBAHASAN Kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat diukur berdasarkan indikator berpikir kritis, yaitu : . memberikan penjelasan sederhana . lementary clarificatio. , . membangun keterampilan dasar . asic suppor. , . membuat inferensi . , . membuat penjelasan lebih lanjut . dvanced clarificatio. , . mengatur strategi dan taktik . trategies and tactic. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 (Komalasari, 2. Berdasarkan hasil penelitian persentase setiap indikator kemampuan berpikir kritis dapat dilihat pada diagram berikut: Gambar 2. Diagram Hasil Pretest Dari diagram di atas terlihat persentase ketercapaian setiap indikator kemampuan berpikir kritis siswa yaitu pada indikator 1 diperoleh skor 63%, indikator 2 diperoleh skor 80%, indikator 3 diperoleh skor 72%, indikator 4 diperoleh skor 85% dan indikator 5 diperoleh skor Posttest Gambar 3. Diagram Hasil Posttest Gambar 3 menunjukkan bahwa persentase pencapaian setiap indikator kemampuan berpikir kritis posttest lebih tinggi dari pretest. Hal itu terlihat pada indikator 1 diperoleh persentase 81, indikator 2 diperoleh skor 88%, indikator 3 diperoleh skor 85%, indikator 4 diperoleh skor 95% dan indikator 5 diperoleh skor 90%. Hasil kemampuan berpikir kritis siswa di dapat dari data hasil pretest dan posttest. Hasil pretest dan posttest diperoleh melalui tes tertulis dengan bentuk soal pilihan ganda. Soal tersebut diujikan kepada peserta didik kemudian hasilnya dianalisis. Pretest diberikan kepada peserta didik sebelum memulai pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam menjawab soal-soal mengenai materi yang akan dipelajari. Setelah diadakan pretest, peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model Webbed. Setelah selesai diberi perlakuan, selanjutnya peserta didik diberikan soal posttest. Dari hasil pretest dan posttest didapatkan skor terendah (Xmi. , skor tertinggi (Xma. , skor ratarata Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 (Xrata-rat. dan standar deviasi . , dapat terlihat pada tabel berikut: Tabel 2. Deskripsi Skor Pretest dan Posttest Deskripsi Pretest Posttest Skor Terendah Skor Tertinggi Rata-Rata Standar Deviasi 13,572 8,201 Jumlah Siswa Berdasarkan tabel di atas dapat terlihat pada data hasil pretest diperoleh skor terendah 40, skor tertinggi 90 dan rata-rata yaitu 72. Sedangkan pada data hasil posttest diperoleh skor terendah 70, skor tertinggi 100 dan rata-rata diperoleh skor 88. Hal tesebut menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran terpadu model Webbed dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Perbedaan hasil pretest dan posttest kemampuan berpikir kritis siswa dapat disajikan pada diagram berikut: Kemampuan Berpikir Kritis Gambar 4. Nilai Pretest dan Posttest Diagram di atas menunjukkan bahwa nilai postest kemampuan berpikir kritis siswa lebih tinggi daripada nilai pretest. Dengan begitu dapat diartikan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan setelah digunakannya pembelajaran terpadu model Webbed dalam proses pembelajaran. Untuk mengetahui seberapa meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa, maka dilakukan pengujian N-Gain dengan hasil sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji N-Gain Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 Dari hasil uji tersebut, diketahui bahwa skor N-Gain peserta didik sebesar 0,561 yang termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian pembelajaran terpadu model Webbed berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Setelah itu untuk mengetahui signifikansi pengaruh pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan uji paired sample t-test tetapi sebelumnya dilakukan uji normalitas data. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Sig. Pretest 19 0,077 Posttest 19 0,275 Uji normalitas yang dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk. Dari uji tersebut diperoleh sig untuk pretest sebesar 0,077 dan sig untuk posttest sebesar 0,275 yang mana hasilnya lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua data berdistribusi normal. Karena data sudah berdistribusi maka dapat dilanjutkan dengan uji paired sample ttest. Hasilnya yakni sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Paired Sample T-Test Standar Sig. Deviasi -taile. Pretest - Posttest 11,496 0,000 Berdasarkan perhitungan di atas didapatkan skor probabilitas sebesar 0,000, artinya lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir siswa sebelum dengan setelah diberi perlakuan pembelajaran terpadu model Webbed dalam proses pembelajaran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat signifikan pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada pretest adalah 72 sedangkan rata-rata nilai posttest adalah 88. Diperoleh nilai sig 0,018 < . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Selanjutnya diperoleh nilai N-gain sebesar 0. ategori sedan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dengan posttest. Dengan demikian terdapat pengaruh signifikan pembelajaran terpadu model Webbed terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Inpres Sambitangga. Kemampuan berpikir kritis merupakan modal awal yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam memecahkan berbagai permasalahan dalam kehidupannya terutama dalam proses pembelajaran. Peran guru sangat dibutuhkan dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan pemecahan masalah siswa. Salah satu model pembelajaran yang tepat adalah pembelajaran terpadu model Webbed. Model Webbe. ini akan mempersiapkan siswa untuk dapat berpikir kritis dan analitis. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 DAFTAR PUSTAKA