Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 901-908 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5269 Penerapan Nilai-nilai Islam dalam Berwirausaha pada Masyarakat di Ris One Bakery Desa Bandar Setia Tembung Muhammad Tohri1, Nurhanifah2 Prodi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara tohri0104192051@uinsu.ac.id, nurhanifah@uinsu.ac.id ABSTRACT This research uses a phenomenological approach. The researcher uses a phenomenological approach in conducting this research. In simple terms, phenomenology is part of a qualitative methodology, with the title Application of Islamic Values in Entrepreneurship in the Community at Ris One Bakery, Bandar Setia Tembung Village. The company is run with reference to Islamic values where apart from gaining world profits, this company also does not exclude provisions for the afterlife. For example, when it comes to prayer time, all employees are required to join in congregational prayers, both midday prayers and Asr prayers, which are performed after all work is finished or before home time and if there is overtime, the prayers are performed alternately. Facilities and guidance are provided to improve employees' ability to read the Al-Qur'an by bringing in TPQ teachers which are conducted twice a week during break times. Employees are also facilitated in taking part in event programs held by the center, namely MESM (Mayangkara Spiritual Emotional Management) and there are also studies carried out in the Mayangkara employee chat group, employees who reply to these studies will later be recorded and given points and rewards. Keyword: Islamic Values, Entrepreneurship ABSTRAK Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dalam melakukan penelitian ini. Secara sederhana, fenomenologi merupakan bagian dari metodologi kualitatif, dengan judul Penerapan Nilai-nilai Islam dalam Berwirausaha pada Masyarakat di Ris One Bakery Desa Bandar Setia Tembung. Perusahaan dijalankan mengacu pada nilai-nilai Islam dimana selain untuk mendapatkan profit dunia namun di perusahaan ini juga tidak mengesampingkan untuk bekal akhirat. Sebagai contohnya yaitu jika memasuki waktu salat seluruh karyawan diwajibkan untuk ikut salat berjamaah baik salat dzuhur maupun salat ashar yang dilakukan setelah semua pekerjaan selesai atau menjelang waktu pulang dan jika ada jam lembur maka salat dilakukan secara bergantian. Disediakan fasilitas dan bimbingan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para karyawan dengan mendatangkan guru TPQ yang dilakukan dua kali dalam seminggu pada saat jam istirahat. Karyawan juga fasilitasi untuk mengikuti program acara yang diadakan oleh pusat yaitu MESM (Manajemen Emosional Spiritual Mayangkara) dan juga adanya kajian-kajian yang dilakukan di dalam grup chatting karyawan Manangkara, karyawan yang membalas kajian tersebut nantinya akan dicatat dan diberi poin dan reward. Kata kunci: Nilai-niai Islam, Berwirausaha 901 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 901-908 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5269 PENDAHULUAN Dalam melangsungkan hidupnya, manusia sangat erat hubungannya dengan kebutuhan ekonomi. Berbagai kegiatan ekonomi dilakukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi. Konsumsi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup yaitu sandang, pangan dan papan. Jika dipandang secara khusus, maka sering kali konsumsi hanya terbatas pada pola makan dan minum. Namun, apabila cakupan konsumsi diperluas akan ditemukan konsep bahwa konsumsi merupakan segala aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan kepuasan atas penggunaan suatu produk. Karena pada dasarnya kebutuhan manusia itu tidak ada habisnya, apabila ingin terus tercukupi. Salah satu komponen penting untuk keberhasilan dalam berwirausaha atau berbisnis adalah memperhitungkan waktu untuk berbisnis, para pebisnis menganggap waktu untuk berbisnis sebagai ongkos bisnis yang harus dibayarkan kepada yang menjalankan sebuah bisnis. Karena dianggap sebagai ongkos bisnis, maka para pebisnis menganggap hal tersebut sebagai suatu keuntungan bisnis. Sikap pemberani, berpikiran maju, dan siap menanggung risiko yang ada di hadapannya akan membawa pengusaha dapat mengembangkan usahanya terus sepanjang waktu. Sikap berani menanggung risiko yang dimiliki wirausaha akan sangat berguna di awal saat usaha baru di mulai. Karena setiap usaha yang akan dilakukan haruslah melewati perhitungan yang matang dan terkadang perhitungan tersebut bisa saja meleset dan berubah menjadi rugi (Sholahuddin ,2007). Wirausahawan adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang, mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukkan cara berpikir lamban dan malas. Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi-kombinasi baru (Buchari,2013), yang merupakan gabungan dari lima hal yaitu: 1. Pengenalan barang dan jasa baru 2. Metode produksi baru 3. Sumber bahan mentah baru 4. Pasar-pasar baru Dengan melihat dan mengingat masyarakat Desa Bandar Setia, pada umunya bermata pencarian di sektor informal seperti: petani dan pedagang. Kondisi semacam ini di latar belakangi oleh tingkat pendidikan yang belum maksimal dan kurangnya pemahaman tentang berwirausaha. Jumlah pengangguran di Desa Bandar Setia juga cukup tinggi. Masyarakat beranggapan bahwa dalam melakukan suatu usaha membutuhkan modal yang cukup banyak dan adanya rasa takut gagal dan takut rugi, hal ini membuat masyarakat tidak mempunyai keberanian dalam memulai suatu usaha. Penerapan nilai-nilai Islam dalam berdagang diharapkan dapat menciptakan tumbuhnya jiwa-jiwa wirausaha yang berbudi pekerti dan merupakan salah satu faktor pendorong kemakmuran serta kemajuan ekonomi di suatu bangsa. Karena bangsa yang makmur pasti memiliki jiwa-jiwa yang hebat yaitu jiwa-jiwa yang 902 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 901-908 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5269 menjunjung tinggi nilai-nilai agama di dalamnya. Indonesia merupakan negara Islam terbesar didunia oleh karena itu besarnya harapan kita sebagai warga negara akan kemajuan ekonomi suatu bangsa yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam di dalamnya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana sistem yang di buat oleh Ris One Bakery untuk menerapkan nilainilai Islam pada karyawannya? 2. Bagaimana penerapan nilai-nilai Islam pada Ris One Bakery? 3. Bagaimana dampak penerapan nilai-nilai Islam pada perkembangan Ris One Bakery? Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk memiliki tujuan tertentu. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui sistem yang digunakan oleh Ris One Bakery yang mengandung nilai-nilai Islam. 2. Untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Islam pada Ris One Bakery. 3. Untuk mengetahui dampak nilai-nilai Islami pada perkembangan dalam Berwirausaha Ris One Bakery. TINJAUAN LITERATUR Pengertian Nilai-nilai Islam Dalam rangka menjalankan fungsi dan mencapai tujuan hidupnya, manusia telah dianugerahi Allah SWT. dengan berbagai bekal, seperti: naluri (instinct), pancaindra, akal, dan lingkungan hidup untuk dikelola dan dimanfaatkan (Kaelany,2000). Dengan akalnya manusia telah merumuskan beraneka ilmu pengetahuan, teori, kemudian alat dan keahlian yang semuanya menjamin kelangsungan hidup manusia dari generasi ke generasi. Islam memandang ada dua jenis nilai dalam laku perbuatan manusia, yaitu nilai Agama dan kebudayaan (Sidi Gazalba,1987). Agama Islam adalah risalah (pesanpesan) yang diturunkan Allah SWT. kepada para Nabi dan Rasul sebagai petunjuk dan pedoman yang mengandung hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan dalam menyelenggarakan tata cara kehidupan manusia, yaitu mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Kewirausahaan Wirausaha dari segi etimologi adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Kewirausahaan yang sering dikenal dengan sebutan entrepreneurship berasal dari Bahasa Perancis yang diterjemahkan secara harfiah adalah perantara, diartikan 903 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 901-908 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5269 sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karsa serta karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal (Andi, 2007). Dengan demikian wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha atau kegiatan. Perspektif Islam Tentang Kewirausahaan Islam adalah agama yang sangat mementingkan kerja atau amal Islam tidak menghendaki bahkan membenci orang yang bermalas-malasan. Sesuai dengan fitrahnya, setiap manusia memerlukan harta untuk mencukupi segala kehidupannya. Karenanya manusia akan selalu berusaha memperoleh harta kekayaan itu. Salah satunya melalui bekerja, sedangkan salah satu dari ragam bekerja adalah berwirausaha. Bekerja dan berusaha, termasuk berwirausaha boleh dikatakan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh. Dalam pandangan Islam, bekerja merupakan suatu tugas mulia yang akan membawa diri seseorang pada posisi terhormat, bernilai, baik di mata Allah Swt. maupun di mata kaumnya. Oleh sebab itulah, Islam menegaskan bahwa bekerja merupakan sebuah kewajiban yang setingkat dengan ibadah. Islam mewajibkan setiap muslim, khususnya yang memiliki tanggungan untuk bekerja. Bekerja merupakan salah satu sebab pokok yang memungkinkan manusia memiliki harta kekayaan. Untuk memungkinkan manusia berusaha mencari nafkah, Allah swt. melapangkan bumi serta menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mencari rezeki. Sebagai agama yang menekankan dengan kuat sekali tentang pentingnya keberdayaan umat, maka Islam memandang bahwa berusaha atau berwirausaha merupakan bagian integral dari ajaran Islam. Prinsip Kewirausahaan Prinsip-prinsip kewirausahaan yang paling penting adalah berani atau keluar dari rasa takut akan gagal. Makna berani disini adalah tindakan di mana kita harus bisa mengambil sikap atas peluang-peluang yang muncul dalam hidup ini terutama peluang untuk mendirikan usaha. Seorang wirausaha tidak mengenal tingkat pendidikan tapi mengenal pada tingkat seseorang berani mengambil risiko. Walaupun pendidikan itu penting tapi perannya disini justru adalah pada tingkatan keberanian akan usaha yang akan dibuat. Di samping itu, untuk menjadi wirausahawan juga dituntut untuk berpikir optimis atas peluang atas peluang dan segala usaha yang dilakukan, karena dengan begitu semangat dan kemauan yang keras juga ketekunan akan menciptakan usaha yang maju dan terus berkembang. Selain itu, kita harus berpikir agar menciptakan suatu ide dan strategi usaha yang akan dilakukan untuk usaha tersebut. Prinsip-prinsip entrepreneurship menurut Dhidiek D. Machyudin, yaitu: a. Harus optimis b. Calculated risktaker (mengambil risiko dengan penuh perhitungan) 904 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 901-908 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5269 c. Perssitent (pantang menyerah) d. Ethical standart (berdasar standar etika) METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dalam melakukan penelitian ini. Secara sederhana, fenomenologi merupakan bagian dari metodologi kualitatif, yang mengandung nilai sejarah dalam perkembangannya. Bagaimana dalam bukunya Agus Salim, pendekatan fenomenologi mempunyai karakteristik, yakni berkecenderungan untuk menentang hal-hal yang diterima tanpa melalui penelaahan atau pengamatan terlebih dahulu, menentang naturalisme, terdapat kesadaran tentang kebenaran, memegang teguh prinsip bahwa periset fokus menemukan masalah, mengetahui peranan deskripsi secara universal untuk menjelaskan hubungan sebab akibat, cenderung mempersoalkan kebenaran dan ketidakbenaran (transcendental phenomenological epoche) (Agus,2006). Menurut Sugiyono sebagaimana dalam bukunya Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan mengenai studi tentang penerapan nilai-nilai Islam dalam berwirausaha di Ris One Bakery yang berlokasi di Jalan Pembinaan Desa Bandar Setia. Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan pada tujuan penelitian Yang akan dicapai, maka dimulai dengan menelaah seluruh data yang sudah tersedia dari Berbagai sumber yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi dengan mengadakan reduksi data, yaitu data-data yang diperoleh di lapangan dirangkum dengan memilih hal-hal yang pokok serta disusun lebih sistematis sehingga mudah dikendalikan. Dalam hal ini penulis Menggunakan analisa data kualitatif, dimana data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif dengan cara berpikir induktif yaitu penelitian dimulai dari fakta-fakta yang bersifat empiris dengan cara mempelajari suatu proses, suatu penemuan yang terjadi, mencatat, menganalisis, menafsirkan, melaporkan serta menarik kesimpulan dari proses tersebut. Untuk menyajikan data agar mudah dipahami, maka langkah- langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles and Huberman yaitu: 1. pengumpulan data (data collection), 2. reduksi data (data reduction), 3.penyajian data (data display), 4. penarikan kesimpulan atau verifikasi (Miles,1992). Teknik Pengumpulan Data Dalam Penerapan pengumpulan data, peneliti menggunakan Field Research (Penelitian Lapangan). Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Observasi (pengamatan), Interview (wawancara), serta Dokumentasi. 905 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 901-908 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5269 1. Observasi Metode observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena- fenomena sosial, dan gejala- gejala alam dengan jalan pengamatan dan pencatatan (Kartini,1990). 2. Wawancara Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan yang akan ditujukan ke narasumber (Sugiyono,2006). 3. Study Dokumentasi Dokumentasi yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data tertulis berupa dokumen-dokumen yang dimiliki Ris One Bakery. Dokumen-dokumen tersebut yaitu di antaranya: 1. Visi & misi; 2. Struktur organisasi; 3. Tata tertib dan peraturan yang berlaku; 4. Data tenaga karyawan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil observasi yang terdapat di Jl. Pembinaan Desa Bandar Setia, menyerap tenaga kerja. Baik dalam bidang barang maupun jasa. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang barang yaitu Ris One Bakery. Perusahaan dijalankan mengacu pada nilai-nilai Islam dimana selain untuk mendapatkan profit dunia namun di perusahaan ini juga tidak mengesampingkan untuk bekal akhirat. Sebagai contohnya yaitu jika memasuki waktu sholat seluruh karyawan diwajibkan untuk ikut salat berjamaah baik salat dzuhur maupun salat ashar yang dilakukan setelah semua pekerjaan selesai atau menjelang waktu pulang dan jika ada jam lembur maka salat dilakukan secara bergantian. Disediakan fasilitas dan bimbingan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para karyawan dengan mendatangkan guru TPQ yang dilakukan dua kali dalam seminggu pada saat jam istirahat. Karyawan juga fasilitasi untuk mengikuti program acara yang diadakan oleh pusat yaitu MESM (Menejemen Emosional Spiritual Mayangkara) dan juga adanya kajian-kajian yang dilakukan di dalam grup chatting karyawan Mayangkara, karyawan yang membalas kajian tersebut nantinya akan dicatat dan diberi poin dan reward. Dengan melihat dan mengingat masyarakat Desa Bandar Setia, pada umunya bermata pencarian di sektor informal seperti: petani dan pedagang. Kondisi semacam ini di latar belakangi oleh tingkat pendidikan yang belum maksimal dan kurangnya pemahaman tentang berwirausaha. Jumlah pengangguran di Desa Bandar Setia juga cukup tinggi. Masyarakat beranggapan bahwa dalam melakukan suatu usaha membutuhkan modal yang cukup banyak dan adanya rasa takut gagal dan takut rugi, hal ini membuat masyarakat tidak mempunyai keberanian dalam memulai suatu usaha. 906 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 901-908 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5269 Data hasil penelitian diperoleh dari observasi penulis yang dilaksanakan pada hari minggu, 25 September 2022. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa jika memasuki waktu saalat seluruh karyawan diwajibkan untuk ikut salat berjamaah baik salat dzuhur maupun salat ashar yang dilakukan setelah semua pekerjaan selesai atau menjelang waktu pulang dan jika ada jam lembur maka salat dilakukan secara bergantian dan disediakan fasilitas dan bimbingan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para karyawan dengan mendatangkan guru TPQ yang dilakukan dua kali dalam seminggu pada saat jam istirahat. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa Penerapan Nilai-nilai Islam dalam Berwirausaha pada Masyarakat di Ris One Bakery Desa Bandar Setia Tembung memberikan dampak positif yang sangat besar bagi karyawan dan masyarakat sekitarnya. KESIMPULAN Setelah diadakan analisa terhadap data-data yang diperolah dari lokasi penelitian, maka diambil kesimpulan sebagai berikut: Pimpinan Ris One Bakery Desa Bandar Setia Tembung berperan penting untuk penanaman nilai-nilai Islam dalam berwirausaha. Hal ini di buktikan dengan memasuki waktu salat seluruh karyawan diwajibkan untuk ikut salat berjamaah baik salat dzuhur maupun salat ashar yang dilakukan setelah semua pekerjaan selesai atau menjelang waktu pulang dan jika ada jam lembur maka salat dilakukan secara bergantian dan disediakan fasilitas dan bimbingan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para karyawan. DAFTAR PUSTAKA Alma, Buchari. (2013). Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta. Anshari. (1993). Wawasan Islam Pokok-pokok Pikiran tentang Islam dan Ummatnya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Djakfar, Muhammad. (2010). Teologi Ekonomi: Membumikan Titah Langit di Ranah Bisnis. Malang: UIN-Maliki Press. Gazalba, Sidi. (1987). Asas Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang. H.B. Sutopo. (2002). Pengantar Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press. Kaelany HD. (2000). Islam dan Aspek-aspek Kemasyarakatan. Jakarta: Bumi Aksara, Kartono, Kartini. (1990). Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: Mandar Maju. M. (2010). Kewirausahaan. Makassar: Alauddin press. Miles dan Huberman. (1992). Analysis Data Kualitatif. terj.Tjetjep Rohidi. Jakarta: UI Press. 907 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 901-908 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.5269 Musfialdy dan M. Soim. (2010). Peranan Nilai-nilai..., Muslimin Kara, Pengantar Kewirausahaan. Makassar: Alauddin Press. Salim dkk, (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Cita Pustaka. Salim, Agus. (2006). Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana Sholahuddin. (2007). Asas-asas Ekonomi Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo. Suarda, Andi. (2014). Kewirausahaan dalam Islam., Makassar: Alauddin University Press. Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Remaja Rosdakarya. 908 | Volume 6 Nomor 2 2024