Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 ISSN: 2460-4437. E-ISSN 2549-3329 (Onlin. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. APPLICATION OF FINGER PAINTING ACTIVITIES IN DRAWING THEMES TO STIMULATE DEVELOPMENT ( Ponorogo Early Education Center ) Vica Retno Rosalinda1. Nurtina Irsad Rusdiani2 Prorgam Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo Email: vichaRosalinda073@gmail. com1,tinairsadrusdiani@gmail. com@gmail. ABSTRAK Teknik melukis jari atau lukisan jari tidak memerlukan penggunaan alat tertentu. Hal ini juga memungkinkan anak-anak untuk secara melatih keterampilan motorik halusnya melalui melukis dengan jari-jarinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh manfaat teknik finger painting yang digunakan di Pocenter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifMetode penelitian kualitatif yang mengacu pada teori post-positivis digunakan untuk menyelidiki kondisi eksperimen yang realistis. Peneliti bertindak sebagai pemandu, mengumpulkan data melalui purposive dan snowball sampling, teknik trianggulasi . , analisis induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian lebih menunjukkan proses generalisasi dibandingkan penelitian aslinya. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran finger painting di POCENTER sangat menghibur dan patut untuk dikenalkan kepada anak-anak. Latihan finger painting merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan anak. Stimulus yang diberikan berperan sebagai katalisator yang memungkinkan siswa mencapai tujuan Kata kunci : Finger painting. perkembangan seni. anak usia dini ABSRACK Finger painting or finger painting techniques do not require the use of specific tools. This also allows children to practice their fine motor skills through painting with their fingers. This research aims to find out more about the benefits of the finger painting technique used at Pocenter. The method used in this research is qualitative. Qualitative research methods that refer to post-positivist theory are used to investigate realistic experimental conditions. The researcher acts as a guide, collecting data through purposive and snowball sampling, triangulation . techniques, and inductive or qualitative analysis, and the research results show a more generalization process than the original The results of this research are that learning finger painting at POCENTER is very entertaining and should be introduced to children. Finger painting practice is one of the techniques used to accelerate children's growth. The stimulus provided acts as a catalyst that allows students to achieve learning goals. Keyword: Finger painting. early childhood. art development A Corresponding author : Email Address: vichaRosalinda073@gmail. Received 24 October 2023. Accepted 22 November 2023. Published 09 December 2023 DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 189 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 PENDAHULUAN Anak yang tergolong dini adalah anak yang berusia antara 0 hingga 6 tahun dan disebut juga sebagai masa Aumasa keemasanAy atau Aumasa keemasanAy. Seorang anak mempunyai ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan orang dewasa yang lebih tua dan pada akhirnya akan tumbuh menjadi manusia seutuhnya. Seorang anak mempunyai beragam potensi yang harus dikembangkan, padahal pada sebagian besar kasus, ia mempunyai pola berjalan yang serupa. Namun karena seorang anak mempunyai kepribadian yang khas, kecepatan pola berjalan kaki akan berbeda-beda antara satu anka dengan anak lainnya. Pendidikan bagi anak-anak Asia bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan mereka secara holistik, sehingga mempersiapkan mereka untuk menjadi orang dewasa yang kreatif. Masa usia dini dikenal juga dengan masa AukeemasanAy, pada masa ini anak-anak diajarkan tentang kuantitas dan tujuan sel-sel otak. Oleh karena itu. Aumasa kemasanAy sangat penting bagi perkembangan intelektual, emosional, dan sosial anak pada masa Aumasa mendatangAy, karena mendorong dan mendukung pendidikan setiap anak 1. Selain itu, imajinasi anak melalui kegiatan finger painting meningkat begitu Dengan demikian, mereka mendapat kesempatan untuk mengidentifikasi dirinya. Seorang anak merasakan kegembiraan dalam melukis dengan jari karena menggambar dengan jari secara perlahan dan sengaja tanpa menggunakan media lain. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa penggunaan bahan alami untuk lukisan jari dapat meningkatkan kreativitas anak dan menunjang kebutuhannya dalam mengembangkan keterampilan motoriknya, khususnya koordinasi tangan dan mata. Anak akan belajar bagaimana membuat gambar dengan jari dan tangensialnya menjadi lebih lentur sehingga dapat menghasilkan sebuah karya. Selain itu, proyek tersebut juga akan melibatkan koordinasi badan dan objek. Lukisan Jari mempunyai kemampuan merangsang kreativitas dengan cepat, koordinasi antar tangan, serta kemampuan motorik anak. Sebab didalam jiwa anak terdapat jiwa seni. Segala sesuatu yang ada di sekitar anak dapat dijadikan bahan anak untuk berekspresi secara kreatif. Namun selama ini anak-anak selalu menggambar atau melukis dengan pensil, spidol, atau cat papan tulis. Akan tetapi dalam masa pendidikan anak,terdapat banyak tekanan untuk menggunakan krayon dan tanda peringatan sehingga pelajaran terkadang menjadi tidak jelas. Harus ada cara bagi seorang anak untuk mengekspresikan dirinya secara lebih utuh caranya adalah dengan menggunakan lukisan jari atau finger painting sebagai media pembelajarannya 2. Seni merupakan salah satu aspek fundamental perkembangan masa kanak-kanak yang patut mendapat penekanan dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian Seni juga akan mengubah aspek lain, seperti kemampuan kognitif yang mengajarkan pemikiran kritis pada anak kecil. Seorang bayi dini menikmati banyak jenis peringatan dan tanda. Di dalam diri anak ada jiwa seni dan terampil sangat erat kaitanya dengan kreativitas anak ikatanya kuat sehingga tercipta suatu sistem itu selalu berinteraksi dengan lingkungan. Sehingga 1 Husnuzziadatul Khairi. AuKarakteristik Perkembangan Anak Usia Dini Dari 0-6 Tahun,Ay Jurnal Warna 2, no. : 15Ae28, ejournal. id ? index. php ? warna ? article ? download. 2 Aris Priyanto. AuPengembangan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain,Ay Journal. Uny. Ac. Id, no. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 190 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 Kedua faktor tersebut berpotensi bermanfaat dan konstruktif. 3Kreativitas diartikan sebagai potensi individu individu dalam kehidupan sehari-hari untuk menghubungkan beberapa aspek kehidupannya yang bersifat unik, seperti keterampilan atau cara baru dalam melakukan sesuatu yang sudah ada untuk menjadi yang lebih baru, untuk Menjadi sesuatu yang baru, mencari solusi pemecahan masalah, atau untuk mengenali dan memunculkan ide baru yang belum terpikir sebelumnya. ( Maulana, 2. 4 Kreativitas ditandi dengan ide atau gambaran di benak anak. Setiap anak memiliki kreativitas dengan caranya masing-masing yang unik. Untuk mengembangkan anak yang kreatif, salah satu caranya adalah melalui rangsangan pemberian, yaitu serangkaian fasilatas yang diberikan ke anak mengembangakan potensi yang ada didalam diri anak berikan dorongan pada anak untuk berkreasi dan tidak perlu dipaksa. Dari sini dapat meningkatkan dan memperkuat kemajuan seni melukis jari. Salim menyatakan bahwa melukis menggunakan Jari adalah salah satu teknik tunggal atau mewarnai dalam kegiatan finger painting. Salim menyatakan bahwa melukis menggunakan jari adalah salah satu teknik melukis atau mewarnai dengan menggunakan jari jemari untuk membuat cetakan pada kertas yang dapat dibuat melalui lukisan tersebut menggunakan jari jemari anak. Menurut Solehudin, finger painting merupakan penerapan kuas jari dan teknik melukis yang menggunakan tepung kanji dan kertas atau karton yang dipadukan dengan jari jemari atau telapak tangan. Finger painting merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan jari, cat pada media melukisnya. Menurut Ahli, finger painting merupakan salah satu teknik silent painting yang memungkinkan anak melatih motorik halusnya tanpa menggunakan alat apapun. Hal ini memungkinkan mereka untuk secara bertahap meningkatkan koordinasi tangan-mata mereka. 5: . , finger painting yaitu teknik menggambar menggunakan kuas dan pengadonan warna/bubur warna untuk menggambar secara perlahan dan hati-hati pada batas gambar. Sebaliknya, batasan gambar di sini mengacu pada seluruh jenis cat, termasuk kuas, telapak tangan, dan Sebaliknya. Hildebrand menyatakanMenurut Moeslichatoen . , penggunaan kuas dan kanji dalam menggambar merupakan salah satu metode untuk menumbuhkan kreativitas dan permainan kotor. Dari penjelasan di atas kita dapat memahami dan memahami bahwa finger painting adalah salah satu teknik untuk menyalurkan imajinasi seseorang saat bermain game kotor 5. Dari kesumpulan diatas finger painting adalah kegiatan yang membuat kreativitas anak bertambah dengan cara membuta gambar denga tepung kanji. Gazali Solahudin yang diterjemahkan oleh Selia Dwi Kurnia berpendapat bahwa dalam kegiatan ini, pembelajaran finger painting merupakan teknik yang menyenangkan yang melibatkan menggambara karakter diatas karton menggunakan cat. Hal ini dibuktikan dengan pembelajaran finger painting anak mengambar diatas karton merasa senang dan tidak mudah bosen. Menurut Witarsono, tujuan dari finger painting yaitu untuk meningkatkan kemampuan motorik 3 Wa Ode et al. AuKesenian Khabanti : Meningkatkan Perkembangan Seni Anak Usia DiniAy 4, no. https://doi. org/10. 37985/murhum. 4 Rukiyah Rukiyah. Taruni Suningsih, and Syafdaningsih Syafdaningsih. AuPengembangan Bahan Ajar Kreativitas Seni Rupa Anak Usia Dini,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. : 3714Ae26, https://doi. org/10. 31004/obsesi. 5 Tiara Prima Ramdini and Farida Mayar. AuPeranan Kegiatan Finger Painting Terhadap Perkembangan Seni Rupa Dan Kreativitas Anak Usia Dini,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 3, no. : 1411Ae18. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 191 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 khususnya pada anak anak, meningkatkan keterampilan motorik halus, dan meningkatkan kekuatan tangan. Berdasarkan beberapa argumen, lukisan jari atau finger painting merupakan salah satu bentuk seni lukis yang melibatkan penghilangan cat atau bahan lain seperti kanji, cat, atau pewarna pada suatu lukisan atau gambar. Bentuk seni lain yang dapat diciptakan dengan menggunakan kuas, toples, atau telapak tangan sebagai alat bantu melukis diam yang dapat meningkatkan kreativitas, motorik, dan ekspresi wajah pada anak yang lebih besar, terutama yang sudah lebih besar dan menjadi teladan bagi orang dewasa yang lebih Perlunya perkembangan seni untuk anak adalah seni perkembangan pada anak usia dini memang penting, namun penting juga mempertimbangkan aspek perkembangan Seni yang ada pada orang lanjut usia berbeda dengan seni pada orang yang lebih muda kemunduran mutu seni yang satu akan mempengaruhi mutu seni yang lain. Selain itu seiring terjadi penurunan kognitif pada anak yang masih dalam masa perkembangan, kemampuanya dalam mengekspresikan diri juga tidak akan berkembang. Begitu dengan kemampuan perkembangan fisik anak,khususnya perkembangan kemampuan fisik motorik halus, yang masih berkembang pada anak. Meski demikian, kapasitas ekspresi kreatif anak masih terus berkembang dan berbeda dengan orang dewasa. Oleh sebab itu seorang anak harus diberikan stimulus dengan jelas dan konsisten agar selama proses pembelajarannya berjalan dengan lancer dan masimal. Pemanfaatan finger painting sebagai sarana pengembangan kreativitas bermanfaat untuk kegiatan yang dapat meningkatkan perhatian dan rasa ingin tahu anak. Finger Painting Kreativitas dan kemampuan anak dalam mengekspresikan diri secara kreatif mengarah pada terciptanya produk atau hasil karya yang lebih artistik. Dari latihan ini, peneliti ingin mengetahui lebih jauh bagaimana lukisan jari dapat digunakan sebagai alat pengajaran sehingga anak-anak dapat mengembangkan imajinasi dan idenya melalui penggunaan alat tersebut. Di zaman modern ini sangat penting untuk memberikan rangsangan atau stimulus yang tepat kepada anak agar dapat memaksimalkan potensi perkembangannya. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbu. Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Tumbuh Kembang Anak (STTPA), ada enam aspek tumbuh kembang anak yang harus dioptimalkan bagi anak Aspek perkembangan tersebut meliputi aspek moral dan agama, fisik dan mental, kognitif, linguistik, sosial emosional, dan seni. Salah satu tren penting yang juga patut diterapkan di era Dini adalah seni. Para peneliti berkeinginan untuk meningkatkan tumbuh kembang anak yang lebih besar melalui media edukasi agar anak dapat menerima rangsangan untuk memaksimalkan Hal terpenting tentang dari seni adalah mereka harus diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri. Oleh karena itu, mereka dapat menjadi alat untuk mengekspresikan keinginan, ketakutan, dan pemikirannya melalui berbagai aktivitas seni, yang pada akhirnya akan menimbulkan kesenangan dan kepuasan. Seni mempunyai kemampuan untuk memberikan kesempatan yang luas kepada anak untuk mengembangkan potensi kreatifnya dalam lingkungan yang sehat . dan berbahagia karena tidak 6 Ramdini and Mayar. 7 Farida Mayar et al. AuAnalisis Pembelajaran Seni Melalui Finger Painting Pada Anak Usia Dini,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. : 2795Ae2801, https://doi. org/10. 31004/obsesi. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 192 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 mempunyai kelainan apapun, tidak mengacu pada baik atau buruk, tetapi selalu terjadi dalam suatu lingkungan. pengaturan yang harmonis. Situasi seperti ini memberikan anak kemampuan untuk mengungkapkan ide dan perasaannya dengan lebih berempati, mengenali kemampuan diri sendiri, dan mampu berempati terhadap orang lain terhadap apa yang diucapkannya. Seorang anak mungkin kreatif dengan materi apa pun, dan mereka juga bisa jeli, yang membantu mereka mengembangkan kemampuannya sendiri. Di POCENTER melakukan pembelajaran melukis menggunakan jari jemari atau finger painting yaitu membuat gambar matahari menggunakan jari jemari untuk meningkatkan kreativits seni anak,Anak mengeksplorasi membuat sesuatu dengan keinginan anak-anak. Tahapan kegaiatan finger painting sebagai berikut : guru akan menyediakan alat dan bahan untuk membuat lukisan jari seperti garis putus-putus, bunga, yang akan digunakan pada hari itu guru menjelaskan kepada anak tentang alat dan bahan yang akan digunakan untuk latihan melukis jari,guru membuat kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 anak dan setiap anggota diberikan alat dan perlengkapan oleh guru, guru membuat peraturan dengan anak agar proses finger panting berjalan dengan lancer, guru menstimulasi anak dengan mengajukan pertanyaan mengenai finger painting yang belum pernah dilihat anak sebelumnya sehingga anak mempunyai ide atau gambar untuk digambar, guru memberikan waktu kepada anak untuk berlatih finger painting dengan menggunakan perlengkapan yang telah disediakan oleh guru kegiatan tersebut berupa membiarkan anak bermain dengan mainan sesuai minatnya dan kemudian mengamati apa yang menjadi minat anak Selama kegiatan berlangsung guru dan pengamat mengamati hasil karya anak untuk mengetahui apakah anak dapat menciptakan atau menirukan guru mendorong anak untuk mengikuti ide dan aspirasinya sendiri dan guru mengajukan pertanyaan kepada anak tentang hasil karyanya, guru memberikan bimbingan dan penguatan kepada anak dengan memberikan pujian kepada anak atau memberikan reward berupa bintang, yang terakhir adalah penilaian kegiatan finger painting. Melalui metode mengunakan jari jemari sebagai alat atau medianya dalam membuat lukisan menggunakan jari atau finger painting sehingga anak lebih bebas dalam membuat sesuatu atau menuangkan imajinasinya. Di POCENTER menggunakan lukisan jari atau finger painting untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Karena lukisan jari adalah permainan yang tidak menimbulkan kebosanan atau stres, anak-anak dapat belajar sambil bermain sehingga membuat mereka lebih ceria. Anak mudah dan merasa bosan dan kurang dalam proses pembelajaran peningkatan perkembangan seni dengan cara yang hanya menggunakan METODE PENELITIAN Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Satu hal yang jelas berkaitan dengan penelitian kualitatif 8, bahwa metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan melalui observasi. Pendekatan post-positivis digunakan untuk penelitian empiris pada kondisi eksperimen yang terdefinisi dengan baik. Peneliti bertindak sebagai peneliti kualitatif, dan penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive dan snowball sampling, teknik pengumpulan data trianggulasi . , analisis data induktif atau kualitatif, dan temuan penelitian menunjukkan kecenderungan ke arah generalisasi. Alasan penelitian menggunakan deskriptif ini, dikarenakan peneliti 8 Muhammad Rijal Fadli. AuMemahami Desain Metode Penelitian Kualitatif,Ay Humanika 21, no. : 33Ae54, https://doi. org/10. 21831/hum. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 193 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 mengambarkan secara apa adanya tentang penarapan kegiatan finger painting dalam tema menggambar untuk mestimulasi perkembangan seni AUD di Pocenter. Lokasi penelitian ini di Pocenter (Ponorogo early education cente. kompleks SDN 2 Ronowijayan. Jl. Letdjen Suprapto No 22. Ronowijayan. Siman. Ponorogo Jawa Timur. Dua teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan Alat pengumpulan data yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi anak. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Di POCENTER menerapkan pembelajaran menggunakan finger painting, menurut ahli merupakan metode menggambar yang paling tenang tanpa menggunakn alat. Artinya, seorang anak dapat berlatih melukis dan menggambar dengan tenang sambil melatih motorik halusnya. Melalui pembelajaran finger painting dapat menstimulasi perkembangan seni pada diri anak dan juga dapat menstimulasi perkembangan motorik halus yaitu menggambar dan dapat melatih gerakan tangan dan mata dengan menggunakan jari serta ide dan kreativitas. Dengan demikian perkembangan motorik halus anak akan berkembang sesuai dengan perkembangan anak. Tahapan finger painting sebagai berikut : guru akan menyediakan alat dan bahan untuk membuat lukisan jari seperti garis putus-putus, bunga, yang akan digunakan pada hari itu guru menjelaskan kepada anak tentang alat dan bahan yang akan digunakan untuk latihan melukis jari,guru membuat kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 anak dan setiap anggota diberikan alat dan perlengkapan oleh guru, guru membuat peraturan dengan anak agar proses finger panting berjalan dengan lancer, guru menstimulasi anak dengan mengajukan pertanyaan mengenai finger painting yang belum pernah dilihat anak sebelumnya sehingga anak mempunyai ide atau gambar untuk digambar, guru memberikan waktu kepada anak untuk berlatih finger painting dengan menggunakan perlengkapan yang telah disediakan oleh guru kegiatan tersebut berupa membiarkan anak bermain dengan mainan sesuai minatnya dan kemudian mengamati apa yang menjadi minat anak Selama kegiatan berlangsung guru dan pengamat mengamati hasil karya anak untuk mengetahui apakah anak dapat menciptakan atau menirukan guru mendorong anak untuk mengikuti ide dan aspirasinya sendiri dan guru mengajukan pertanyaan kepada anak tentang hasil karyanya, guru memberikan bimbingan dan penguatan kepada anak dengan memberikan pujian kepada anak atau memberikan reward berupa bintang, yang terakhir adalah penilaian kegiatan finger painting. Dalam penelitian ini jika kegiatan belajar mengajar telah selesai, guru dan peneliti melakukan penilaian proses dan hasil belajar yang diproleh oleh anak pada hari itu. Penilaian dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan belajar mengajar pada hari tersebut sudah mencapai tujuan ataukah belum. Dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan finger painting dapat mengembangkan ekspresi melalui media lukis dengan gerakan tangan, mengembangkan fantasi, melatih otot-otot jari tangan, koordinasi tangan dan mata, melatih kecakapan, mengkombinasikan warna, memupuk perasaan terhadap gerakan tangan dan memupuk keindahan. Manfaat finger painting yaitu sebagai kegiatan yang dapat melatih motorik halus anak yang melibatkan otot-otot tangan atau jari, koordinasi tangan dan mata. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 194 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 memupuk perasaan terhadap gerakan tangan, serta dapat mengembangkan ekspresi melalui media lukis dengan gerakan tangan. Kegiatan finger painting yang di lakukan di Pocenter yaitu membuat gambar matahari akan menguraikan dan mengklarifikasi peringatan tersebut. Anak akan merasa bahagia sebagaimana hasil lukis yang ada diimajinasinya dapat tercipta dalam bentuk karya dengan simbolisasi berbagai macam warna dan bentuk di kertas gambar. Seorang anak merasa cukup senang ketika melihat tindakan yang telah dilakukannya di depan papan gambar. Belajar melalui bermain dapat meningkatkan kreativitas dan imajinasi. Dunia permainan adalah dunia anak-anak, karena ketika seorang anak tenggelam dalam dunianya sendiri, ia dapat mengambil keputusan dan mempunyai gambaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Hal ini membuat anak menjadi lebih kreatif dalam memilih tema, ilustrasi, atau kutipan. Seni rupa adalah proses menciptakan berbagai jenis hasil seni yang dapat diamati, didiskusikan, dan dipahami melalui penggunaan berbagai media. Seni rupa dibagi menjadi dua kategori: murni seni dan terapan seni. Berdasarkan diagram,setiap seni yang berhubungan dengan keindahan. Dan seni rupa dapat dilakukan melalui kegiatan finger Sugiyanto menyatakan bahwa Lukisan jari yang sering disebut dengan menggambar dengan kuas merupakan salah satu teknik membuat sketsa tanpa memerlukan alat apa pun. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan jari jemari tangan diatas bidang gambar untuk mengeluarkan adonan warna . ubur warn. Jari yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi seluruh tangan, telapak tangan, dan pergelangan Di Pocenter menerapkan pembelajaran finger painting untuk melatih perkembangan seni agar dapat mengetahui perkembangan seni anak. Di Pocenter melakukan pembelajaran finger painting yaitu menggambar matahari jari jemari dan telapak tangan. Bahan dan alat finger painting Bahan dan alat yang dibutuhkan untuk melakukan finger painting tercantum di bawah ini. Bahan Finger Painting Bahan yangdi butuhkan untuk melakukan kegiatan finger painting tercantum dibawah ini. Yang pertama memerlukan cat untuk finger painting . Yang kedua tepung sagu atau . Yang ketiga pewarna yang terang dan tajam . Yang keempat sabun cair 9 Juandra Prisma Mahendra and Fitriani Rahayu. AuMeningkatkan Kreativitas Anak Melaui Kegiatan Finger Painting Pada Anak Kelompok B Paud Nurul Anshory Betumping Tahun Pelajaran 2020/2021,Ay JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala 7, no. : 272Ae75, https://doi. org/10. 58258/jupe. 10 Pitria Gusliati. AuBentuk Kegiatan Pembelajaran Seni Rupa Di Taman Kanak-Kanak Mutiara Ananda Padang,Ay Jurnal Pelita PAUD 4, no. : 81Ae88, https://doi. org/10. 33222/pelitapaud. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 195 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 . Yang kelima minyak sayur 11 Cara membuat adonan cat finger painting. Sebelum menambahkan 1 sendok teh sabun cair, minyak sayur dan pewarna secukupnya, campurkan cat dari tepung sagu. Aduk didalam panci lalu ratakan dan dimasak dengan api kecil lalu diaduk hingga merata. Cat dari serpihan serpihan sabun hingga menyerupai adonan busa kue. Tambahkan sedikit cat sebagai pewarna. Jika tidak memungkinkan untuk membuat cat, guru dapat menggunakan cat warna finger painting. Cat untuk kegiatan finger painting harus aman bagi anak karena cat tersebut akan langsung bersentuhan dengan jari jari anak. Oleh karena itu guru harus teliti dan selektif jika memilih cat. Guru biasanya membuat cat sendiri dengan menggunakan tepung sagu yang dimasak dan diberi pewarna makanan. Peralatan yang digunakan finger painting. Pewarna untuk melukis dengan tangan . Kertas manila atau kertas khusus untuk menggambar dengan tangan . Kain lap . Mangkuk-mangkuk kecil sebagai tempat cat 12 Tujuan dan manfaat finger painting Melatih keterampilan tangan, kreatvitas, kelentukan, kerapian, dan keindahan adalah tujuan dari penggunaan finger painting atau jari. AuMelukis dengan jari dapat membantu anak belajar melukis tubuhnya. Ay Kemampuan mengendalikan proses penuaan tubuh begitu penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Koordinasi antar berbagai bagian tubuh diperlukan untuk manakin, minum, berlari, mengendarai sepeda, dan menyetir mobil. Manfaat kegiatan finger painting yaitu dapat mengembangkan ekspresi melalui media lukis dengan gerakan tangan, mengembangkan fantasi, imajinasi, dan kreasi, melatih otot-otot tangan/jari, mengoordinasikan otot dan mata, melatih kecakapan mengombinasikan warna, memupuk perasaan terhadap gerakan tangan dan memupuk keindahanAy13. Montolalu . 9: . Anak bisa lebih bebas melukis dan menggambar menggunakan kedua telapak tangan dan kakinya melalui finger painting, seperti 11 Lala Puji Ziadini Insani et al. AuPengembangan Metode Finger Painting Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak,Ay Journal of Classroom Action Research 5, no. : 48Ae55, https://doi. org/10. 29303/jcar. 12 Ida Ayu Wulan Ari Purnami and Nice Maylani Asril. AuFinger Painting Dengan Olahan Kanji Untuk Meningkatkan Kemampuan Melukis Anak Usia Dini,Ay Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha 9, no. : 431, https://doi. org/10. 23887/paud. 13 Saraswati Octaviani. Anita Chandra, and Ratna Wahyu Pusari. AuAnalisis Perkembangan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun,Ay 2017, 41Ae47. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 196 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 Prasetyono . 7: . Ini adalah cara yang sangat baik untuk mengajari anak koordinasi matras dan tangan serta juga sangat menghibur. Ay14. Kelebihan dan kekurangan finger painting Setiap tindakan yang diambil untuk memajukan kegiatan pendidikan mengandung risiko dan ketidakpastian. Selanjutnya bisa juga diterapkan pada lukisan jari atau lukisan dengan kuas. Menurut Sumanto . 5: . , khususnya lukisan jari, ada beberapa kesulitan dan keterbatasan. Kelebihan Finger Painting Latihan ini memiliki manfaat yaitu membantu mengembangkan indera peraba pada tangan sehingga tangan dapat dikontrol dan konsep koordinasi tangan-mata Sebaliknya, kegiatan ini menjelaskan konsep kehati-hatian dan memperkuat rasa urgensi. Kekurangan Finger Painting Pada contoh hasil finger painting. Ada juga kekurangannya, yaitu bermain Artinya, bermain kotor seringkali membuat anak menjadi jijik dan geli karena sarana dijadikan media. Berdasarkan bukti-bukti yang dipaparkan, peneliti menyimpulkan bahwa melukis dengan jari merupakan kegiatan yang berisiko dan tidak sempurna. Namun kekurangan dan kelebihan tersebut dapat menjadi pedoman untuk melakukan penilaian yang positif dan meminimalisir kekurangan dalam pembelajaran finger painting. Anak yang aktif mengeksplorasi berbagai bentuk yang dapat timbul melalui gerak tubuh menyatakan bahwa ketika anak melakukan aktivitas sensorik maka kemampuan kognitifnya akan terpengaruh 16. Menurut Widia17, kemampuan dasar gerak dalam seni rupa tampak jelas ketika anak melakukan aktivitas meliputi: Mewarnai gambar dengan krayon, spidol atau cat, dan mengontrol warna agar menutup bidang gambar secara merata dan rapi. Bermain dan berkreasi bersama cat untuk membuat lukisan jari yang dihiasi dengan tangan jari-jari dan ditopang oleh otot-otot tubuh. Anak yang aktif cepat mengeksplorasi berbagai kemungkinan bentuk yang bisa muncul melalui Bentuklah berbagai bentuk benda lunak dengan menggunakan bahan-bahan seperti plastik, tepung, atau tanah liat. Menggunting, atau merobek, dan memecahkan warna kertas saat berkreasi membuat gambar mosaik. Dengan proses yang dilalui anak saat membuat lukisan jari, maka anak dapat menciptakan karya seni lukisan jari yang spontan dan 14 Rista Sundari and Fatimatuz Zahro. AuPeningkatan Kreativitas Melalui Pelatihan Finger Painting Bagi Guru PAUD,Ay Journal of Early Childhood and Character Education 1, no. : 73Ae90, https://doi. org/10. 21580/joecce. 15 Octaviani. Chandra, and Pusari. AuAnalisis Perkembangan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun. Ay 16 Nunung Nurjanah. Catharina Suryaningsih, and Borneo Dwi Asmara Putra. AuPengaruh Finger Painting Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah,Ay Jurnal Keperawatan BSI V, no. : 65Ae73. 17 Siti Sahar. AuMENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA DENGAN METODE EKSPERIMEN DI KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT FLAMBOYAN RW. II,Ay no. July . : 1Ae23. DOI. http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 197 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 9 Issue 2 . Pages 189-199 KESIMPULAN Pada kesimpulan ini pembelajaran finger painting di POCENTER sangat menyenangkan untuk dikenalkan untuk anak. Latihan finger painting adalah salah satu bentuk yang digunakan untuk meningkatkan dan percepatan pertumbuhan anak. Stimulus stimulus yang diberikan berperan sebagai katalisator yang memungkinkan anak mencapai tujuan pembelajaran. Teknik melukis dengan jari ini mempunyai kelebihan yaitu memungkinkan pelukis merasakan cat pada kuasnya, sehingga dapat mengontrol pergerakan kuasnya dan mengembangkan konsep kuas untuk membuat huruf. Sebaliknya, kegiatan ini menjelaskan konsep kehati-hatian dan memperkuat rasa urgensi. Finger painting merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan kreatif pada anak usia dini agar dapat berkreasi dalam menciptakan karya seninya sendiri. Ini adalah cara yang sangat mudah dan menghibur untuk mengajari anakanak cara membuat sesuatu. DAFTAR PUSTAKA