Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL. KECERDASAN INTELEKTUAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA SMP NEGERI 1 SEWON BANTUL Oleh: Sri Ayomi* Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Abstrak Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta yang berjumlah 215 siswa. Sedangkan sampel penelitian ini sebanyak 78 responden, diambil dengan metode random samplingpada siswa kelas VII. Sedangkan Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta. Penggunaan analisis regresi berganda dikarenakan dalam penelitian ini beberapa variabel bebas . ecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan spiritua. dan satu variabel terikat . restasi belajar mata pelajaran PK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas yang berpengaruh secara positif Sedangkankecerdasan emosional tidak menunjukkan pengaruh terhadap prestasi belajar. Hal ini disebabkan karena tingkat signifikansi uji t di atas 0,05. Kata kunci: Kecerdasan Emosional. Kecerdasan Intelektual. Kecerdasan Sipritual. Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Siswa SMP Negeri 1 Sewon Bantul Pendahuluan Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab (Pasal 3 Undang43 Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasiona. Salah satu faktor yang dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran di setiap sekolah adalah sikap dan mental dari siswa itu sendiri, terutama dalam mengembangkan kepribadiannya yang semakin dituntut untuk memiliki kemampuan dalam pemahaman ilmu Pendidikan Kewarganegaraan, sehingga hal tersebut dapat dijadikan nilai tambah kehidupan bermasyarakat dan berwarganegara. Kebanyakan program pendidikan hanya berpusat pada kecerdasan akal (IQ) saja yaitu berorientasi untuk menghasilkan nilai akademik, padahal yang diperlukan sebenarnya adalah bagaimana mengembangkan kecerdasan hati seperti pengenalan diri, pengendalian diri dan motivasi. Banyak contoh di sekitar kita membuktikan bahwa orang yang memiliki kecerdasan intelektual saja tetapi tidak memiliki kecerdasan emosional, belum tentu sukses di dunia pekerjaan tetapi terpuruk di tengah persaingan. Sebaliknya banyak orang yang hanya berpendidikan formal lebih rendah ternyata banyak yang lebih berhasil karena diimbangi dengan kecerdasan emosional yang baik dan tinggi. Kecerdasan emosional mampu melatih kemampuan untuk mengelola perasaannya, kemampuan untuk memotivasi dirinya, kesanggupan untuk tegar dalam menghadapi frustasi, kesanggupan mengendalikan dorongan dan menunda kepuasan sesaat, mengatur suasana hati yang reaktif, serta mampu berempati dan bekerja sama dengan orang lain. Kecerdasan ini yang mendukung seorang siswa dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) itu saja belum cukup untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan dalam kehidupannya. Spiritualitas siswa yang cerdas akan mampu membantu siswa dalam pemecahan permasalahan-permasalahan dalam pendidikan di sekolah. Pembelajaran yang hanya berpusat pada kecerdasan intelektual tanpa menyeimbangkan sisi spiritual akan menghasilkan generasi yang mudah putus asa, depresi, suka tawuran bahkan menggunakan obatobat terlarang, sehingga banyak siswa yang kurang menyadari tugasnya sebagai seorang siswa akan mengakibatkan kurangnya motivasi untuk belajar dan sulit untuk berkonsentrasi, sehingga siswa akan sulit untuk memahami suatu mata pelajaran. Siswa yang hanya mengejar prestasi berupa nilai dan mengabaikan nilai spiritual, akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang bagus, mereka cenderung untuk bersikap tidak jujur seperti mencontek pada saat ujian. Kecerdasan spiritual mampu mendorong siswa untuk mencapai keberhasilan dalam belajarnya Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 karena kecerdasan spiritual merupakan dasar untuk mendorong berfungsinya secara efektif kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). Deskripsi Teori Mata Pelajaran PKn PKn bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik. PKn adalah nama mata pelajaran yang ada dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan dimana didalamnya mencakup aspek pengetahuan kewarganegaraan, aspek keterampilan kewarganegaraan, dan watak atau karakter kewarganegaraan, serta dapat digunakan untuk membentuk peserta didik menjadi warga Negara yang baik. Prestasi Belajar PKn Beberapa ahli sepakat bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan. Dimana hasil yang dimaksud adalah hasil yang memiliki ukuran atau nilai. Dibawah ini merupakan pendapat para ahli dalam memahami kata prestasi yaitu: WJS Poerdarminta dalam Djamarah . 4: . berpendapat, bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai . ilakukan, dikerjakan, dan lain sebagainy. MasAoud Khasan Abu Qodar dalam Djamarah . 4: . , prestasi adalah apa yang telah diciptakan, hasil pekerjaan, hasil menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan Sedangkan Pendidikan Kewarganegaraan (PK. adalah nama mata pelajaran yang ada dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan dimana didalamnya mencakup aspek pengetahuan kewarganegaraan, serta dapat digunakan untuk membentuk peserta didik menjadi warga Negara yang baik. Kecerdasan Emosional Pengertian Kecerdasan Emosional kecerdasan emosional adalah kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain dalam mengelola emosi yang baik. Komponen Kecerdasan Emosional Goleman . 5: . membagi kecerdasan emosional menjadi lima bagian yaitu . Pengenalan Diri (Self Awarenes. Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Pengenalan diri adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui perasaan dalam dirinya dan digunakan untuk membuat keputusan bagi diri sendiri, memiliki tolok ukur yang realistis atas kemampuan diri dan memiliki kepercayaan diri yang kuat. Kesadaran emosi . mosional awarenes. , yaitu mengenali emosinya sendiri dan efeknya. Penilaian diri secara teliti . ccurate self awarenes. , yaitu mengetahui kekuatan dan batasbatas diri sendiri. Percaya diri . elf confidenc. , yaitu keyakinan tentang harga diri dan kemampuan sendiri. Pengendalian Diri (Self Regulatio. Pengendalian diri adalah kemampuan menangani emosi diri sehingga berdampak positif pada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati, sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran, dan mampu segera pulih dari tekanan emosi. Motivasi (Motivatio. Motivasi membangkitkan semangat dan tenaga untuk mencapai keadaan yang lebih baik, serta mampu mengambil inisiatif dan bertindak secara efektif. Empati (Emphat. Empati adalah kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Mampu memahami perspektif orang lain dan menimbulkan hubungan saling percaya, serta mampu menyelaraskan diri dengan berbagai tipe individu. Kesadaran politis . olitical awarenes. , yaitu mampu membaca arus-arus emisi sebuah kelompok dan hubungannya dengan . Keterampilan Sosial (Social Skill. Keterampilan sosial adalah kemampuan menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain, bisa mempengaruhi, memimpin, bermusyawarah, menyelesaikan perselisihan dan bekerjasama dalam tim. Kecerdasan Intelektual Pengertian Kecerdasan Intelektual Intelektual merupakan kecerdasan intelegensia yang diuji dari hasil tes kemampuan dalam menyelesaikan suatu problem yang biasanya diaplikasikan dalam angka-angka dan Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 sejenisnya yang biasa dilakukan dalam dunia pendidikan dan dari hasil tes itu akan diberi nilai, maka nilai itulah dijadikan ukuran kemampuan intelektual seseorang (Napitulu, 2009: . Komponen Kecerdasan Intelektual Dalam penelitian ini kecerdasan intelektual siswa diukur dengan beberapa indikator sebagai berikut (Stenberg, 1. dalam buku Dwijayanti . 9 : . Kemampuan memecahkan masalah, yaitu mampu menunjukkan pengetahuan mengenai masalah yang dihadapi, mengambil keputusan tepat, menyelesaikan masalah secara optimal, menunjukkan pikiran jernih. Intelegensi verbal, yaitu kosa kata baik, membaca dengan penuh pemahaman, ingin tahu secara intelektual, menunjukkan keingintahuan. Intelegensi praktis, yaitu tahu situasi, tahu cara mencapai tujuan, sadar terhadap dunia sekeliling, menunjukkan minat terhadap dunia luar. Kecerdasan Spiritual Pengertian Kecerdasan Spiritual kecerdasan spiritual adalah kemampuan manusia dalam memaknai arti dari kehidupan yang dijalani serta memahami nilai yang terkandung dari setiap perbuatan yang Hasil Penelitian Uji Kualitas Data Uji validitas adalah tingkat kemampuan suatu alat ukur untuk mengungkap sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran. Uji validitas dimaksudkan untuk mengukur kualitas kuesioner yang digunakan sebagai instrument penelitian, sehingga dapat dikatakan instrumen tersebut sudah valid. Dalam penelitian ini diuji validitas untuk mengetahui apakah kuesioner yang dibagikan kepada responden memenuhi syarat valid. Tabel berikut menyajikan hasil uji validitas. Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Item Pernyataan PearsonsAos Correlations Rtabel Keterangan 0,425 0,298 -0,053 0,550 0,387 0,434 0,597 0,602 0,477 0,457 0,460 0,512 0,360 0,592 0,552 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid PearsonsAos Correlations Rtabel Keterangan 0,650 0,551 0,713 0,658 0,539 0,504 0,528 0,349 0,569 0,693 0,714 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kecerdasan Emosional Butir 1 Butir 2 Butir 3 Butir 4 Butir 5 Butir 6 Butir 7 Butir 8 Butir 9 Butir 10 Butir 11 Butir 12 Butir 13 Butir 14 Butir 15 em Pernyataan Kecerdasan SpiriIttual Butir 1 Butir 2 Butir 3 Butir 4 Butir 5 Butir 6 Butir 7 Butir 8 Butir 10 Butir 11 Butir 12 Sumber : Data Diolah Dari hasil perhitungan pearson correlation di atas, terdapat item pertanyaan yang tidak valid yaitu butir pertanyaan nomor 3 untuk variabel kecerdasan emosional sehingga item tersebut tidak digunakan untuk analisis selanjutnya sedangkan item pernyataan tersisa mempunyai rhitung > rtabel, yang artinya seluruh item pernyataan dan pertanyaan pada variabel penelitian dinyatakan valid, sehingga item pernyataan tersebut dapat dinyatakan layak sebagai instrumen untuk mengukur data penelitian. Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah pengujian untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat diandalkan. Dalam penelitian ini diuji reliabilitas untuk mengetahui apakah kuesioner yang dibagikan kepada responden memenuhi syarat reliabel. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan cooficient cronbach alpha dengan batas toleransi 0,6 untuk data yang dapat dianggap reliable. Hasil analisis uji reliabilitas adalah sebagai berikut : Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Cronbach Alpha Keterangan Kecerdasan Emosional 0,750 Reliabel Kecerdasan Spiritual 0,831 Reliabel Sumber : data diolah Dari hasil uji reliabilitas diperoleh seluruh variabel penelitian ini dapat dinyatakan sangat reliabel karena koefisien alpha lebih besar dari 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir pernyataan dan pertanyaan dapat digunakan sebagai instrumen untuk penelitian selanjutnya. Analisis Deskriptif Statistik Karakteristik Responden Karakteristik responden yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi kelas, usia, jenis kelamin, nilai tes IQ, nilai UAS PKn, nilai akhlak mulia dan kepribadian. Karakteristik responden tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Kelas Valid Kelas VII A VII C VII D Total Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber : data primer Karakteristik responden berdasarkan kelas adalah sebagai berikut: KarakteristikResponden Penelitian Berdasarkan Kelas Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berasal dari kelas VIIC sebanyak 27 responden atau sebesar 34,6% sedangkan responden yang berasal dari kelas VII A dan VII D masing-masing sebesar 26 dan 25 responden atau 33,3 % dan 32,1%. Usia Karakteristik responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut : KarakteristikResponden Penelitian Berdasarkan Usia Usia Frequency Valid 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun 15 Tahun Total Percent Cumulative Percent Valid Percent Sumber : data primer Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berusia 13 tahun sebanyak 50 responden atau sebesar 64,1% sedangkan responden yang berusia 12 tahun sebesar 19 responden atau 24,4%. Responden yang berumur 14 dan 15 tahun masing-masing berjumlah 8 dan 1 responden atau 10,3% dan 1,3%. Jenis Kelamin Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut : Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frequency Valid Laki-Laki Perempuan Total Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber : Data primer Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 42 responden atau sebesar 53,8% sedangkan responden laki-laki sebesar 36 responden atau 46,2%. Nilai tes IQ Karakteristik responden berdasarkan tes IQ adalah sebagai berikut : Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Nilai Tes IQ Nilai Jumlah >130 Sumber : Data primer SMP N 1 Sewon Kriteria Rendah / Keterbelakangan mental IQ Rendah . alam kategori norma. IQ normal atau rata-rata IQ Tinggi dalam kategori normal IQ Superior IQ sangat superior Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mempunyai nilai IQ normal atau rata-rata yaitu antara 91-110 sebanyak 63 siswa sedangkan responden yang mempunyai nilai IQ tinggi kategori normal yaitu antara 111-120 sebanyak 15 siswa. Nilai UAS Karakteristik responden berdasarkan nilai UAS PKN adalah sebagai berikut : Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Nilai UAS Pkn Nilai O 20 Sumber : Data primer SMP N 1 Sewon Jumlah Kriteria Gagal Kurang Cukup Baik Sangat Baik Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mempunyai nilai UAS sebesar 61-80 sebanyak 54 siswa sedangkan responden yang mempunyai nilai 41-60 sebanyak 18 siswa dan yang terakhir responden yang mempunyai nilai 81-100 sebesar 54 siswa. Nilai Akhlak Mulia Karakteristik responden berdasarkan nilai Akhlak Mulia adalah sebagai berikut : Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Nilai Akhlak Mulia Nilai Ou 86 76 O Skor Ou86 65 O Skor Ou76 O 65 Sumber : Data primer SMP N 1 Sewon Jumlah Kriteria Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mempunyai nilai akhlak mulai sebesar 76 sampai 86 sebanyak 73 siswa sedangkan responden yang mempunyai nilai lebih besar 86 sebesar 5 responden. Nilai Kepribadian Karakteristik responden berdasarkan nilai kepribadian adalah sebagai berikut : Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Kepribadian Nilai Ou 90 76 O Sko rOu90 65 O Skor Ou76 O 65 Sumber : Data primer SMP N 1 Sewon Jumlah Kriteria Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mempunyai nilai akhlak mulai sebesar 76 sampai 90 sebanyak 73 siswa sedangkan responden yang mempunyai nilai lebih besar 86 sebesar 5 responden. Kecerdasan Emosional Hasil analisis deskriptif jawaban responden untuk variabel kecerdasan emosional adalah sebagai berikut : Deskriptif Statistik Kecerdasan Emosional Kecerdasan Emosional Frequency Valid Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Total Percent Cumulative Percent Valid Percent Dari hasil analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden setuju dengan kecerdasan emosional yang mereka miliki yaitu sebesar 70 responden menjawab setuju atau 89,7%. Kecerdasan Spiritual Hasil analisis deskriptif jawaban responden untuk variabel kecerdasan spiritual adalah sebagai berikut : Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Deskriptif Statistik Kecerdasan Spiritual Kecerdasan Spiritual Valid Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Total Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber : Data Diolah. Dari hasil analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden setuju dengan kecerdasan spiritual yang mereka miliki yaitu sebesar 52 responden menjawab setuju atau 66,7%. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil analisis mengenai koefisien model regresi adalah seperti yang tercantum dalam tabel berikut ini : Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error Kecerdasan Emosional (X. Kecerdasan Intelektual (X. Kecerdasan Spiritual (X. (Constan. Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Prestasi Belajar (Y) Berdasarkan tabel diatas, maka model regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut : Y = -67,273 Ae 1,364X1 1,337X2 1,383X3 e Dari hasil persamaan regresi linier dapat diartikan sebagai berikut : Konstanta () sebesar -67,273 memberi pengertian jika kecerdasanemosional (X. , kecerdasan intelektual (X. dan kecerdasan spiritual konstan (X. atau sama dengan nol . , maka besarnya tingkat prestasi belajar (Y) sebesar -67,273 satuan. Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Untuk variabel kecerdasan emosional (X. , diperoleh nilai koefisien sebesar -1,364 yang berarti bahwa apabila pada kecerdasan emosional (X. meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar (Y) akan menurun sebesar 1,364 satuan dengan asumsi bahwa variabel independen lain dalam kondisi konstan. Untuk variabel kecerdasan intelektual (X. , diperoleh nilai koefisien sebesar 1,337yang dapat diartikan bahwa apabila pada variabel kecerdasan intelektual (X. meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar (Y) akan meningkat sebesar 1,337 satuan dengan asumsi bahwa variabel independen lain dalam kondisi konstan. Untuk variabel kecerdasan spiritual (X. , diperoleh nilai koefisien sebesar 1,383 yang berarti bahwa apabila pada kecerdasan spiritual meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar (Y) akan meningkat sebesar 1,383 satuan dengan asumsi bahwa variabel independen lain dalam kondisi konstan. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini pengujian normalitas dilakukan uji statistik kolmogorov-smirnov. Hasil uji normalitas dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Sumber : Data Output SPSS Dari hasil uji kolmogorov-smirnov di atas, dihasilkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,579. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi ini terdistribusi Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 normal karena nilai Asymp. Sig. -taile. di atas 0,05 dan model regresi tersebut layak digunakan untuk analisis selanjutnya Multikolinieritas Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinieritas pada model regresi berganda yang dihasilkan dapat dilakukan dengan menghitung nilai Variance Inflation Factor ( VIF ) dan nilai tolerance dari masing-masing variabel bebas dalam model regresi. Tidak adanya masalah multikolinieritas dalam model regresi apabila nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,1. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Kecerdasan Emosional (X. Kecerdasan Intelektual (X. Kecerdasan Spiritual (X. Dependent Variable: Prestasi Belajar (Y) Sumber : Data SPSS diolah Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa pada bagian collinierity statistic, nilai VIF pada seluruh variabel independen lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance di atas 0. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa seluruh variabel independen pada penelitian ini tidak ada gejala Heteroskedastisitas Penyimpangan asumsi model klasik yang lain adalah adanya heteroskedastisitas, artinya varians variabel dalam model tidak sama . Pengujian heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan grafik scatterplots, jika grafik terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tersebar di atas maupun dibawah angka 0 sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastistas pada model regresi. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Scatterplot Dependent Variable: Prestasi Belajar (Y) Regression Studentized Residual Regression Standardized Predicted Value Sumber : Data SPSS diolah Hasil Uji Heteroskedastisitas Dari hasil analisis uji heteroskedastisitas di atas, pada grafik scatterplotterlihat titik-titik menyebar secara acak dan tersebar di atas maupun dibawah angka 0 sumbu Y. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model regresi dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji statistik t. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada: Hasil Pengujian Hipotesis Coefficientsa Model (Constan. Kecerdasan Emosional (X. Kecerdasan Intelektual (X. Kecerdasan Spiritual (X. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Prestasi Belajar (Y) Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Sumber : Data Diolah Adapun hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pengujian Hipotesis Pertama Pengujian terhadap hipotesis ini dilakukan melalui pengujian signifikansi koefisien regresi dari variabel kecerdasan emosional. Hipotesis pertama penelitian ini adalah kecerdasan emosional berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil analisis besarnya koefisien regresi yaitu -1,364 dan nilai A = 0,119. Pada tingkat signifikansi = 5%, maka koefisien regresi tersebut tidak signifikan karena A = 0,119 > 0,05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas maka dapat disimpulkan bahwa, kecerdasan emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa sehingga hipotesis pertama penelitian ini tidak Pengujian Hipotesis Kedua Pengujian terhadap hipotesis kedua dilakukan melalui pengujian signifikansi koefisien regresi dari variabel kecerdasan intelektual. Hipotesis kedua penelitian ini adalah kecerdasan intelektual berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil analisis besarnya koefisien regresi yaitu 1,337 dan nilai A = 0,000. Pada tingkat signifikansi = 5%. koefisien regresi tersebut signifikan karena A = 0,0000< 0,05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas maka dapat disimpulkan bahwa, kecerdasan intelektual berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa sehingga hipotesis kedua penelitian ini diterima. Pengujian Hipotesis Ketiga Pengujian terhadap hipotesis ini dilakukan melalui pengujian signifikansi koefisien regresi dari variabel kecerdasan spiritual. Hipotesis ketiga penelitian ini adalah kecerdasan spiritual berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil analisis besarnya koefisien regresi yaitu 1,383 dan nilai A = 0,047. Pada tingkat signifikansi = 5%. koefisien regresi tersebut signifikan karena A = 0,047 < 0,05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas maka dapat disimpulkan bahwa, kecerdasan spiritual berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa sehingga hipotesis ketiga penelitian ini diterima. Pengujian Hipotesis Keempat Pengujian hipotesis keempat dalam penelitian ini menggunakan uji F. Hasil uji F dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Hasil Pengujian Hipotesis ANOVAb Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Predictors: (Constan. Kecerdasan Spiritual (X. Kecerdasan Intelektual (X. Kecerdasan Emosional (X. Dependent Variable: Prestasi Belajar (Y) Sumber : Data Diolah Berdasarkan hasil uji F di atas, dihasilkan nilai Fhitung dan nilai signifikansi 0,000. Pada taraf signifikansi 5%, nilai Fhitung tersebut signifikan karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosioanl, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan spiritual secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar sehingga hipotesis keempat penelitian ini diterima. Pembahasan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Sewon yang berjumlah 215 siswa. Sedangkan sampel penelitian ini sebanyak 78 responden, diambil dengan metode random sampling pada siswa kelas VII. Karakteristik responden yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi kelas, usia, jenis kelamin, nilai tes IQ, nilai UAS PKn, nilai akhlak mulia dan kepribadian. Karakteristik responden berdasarkan kelas, mayoritas berasal dari kelas VIIC sebanyak 27 responden atau sebesar 34,6% sedangkan responden yang berasal dari kelas VII A dan VII D masing-masing sebesar 26 dan 25 responden atau 33,3 % dan 32,1%. Karakteristik responden berdasarkan usia, mayoritas responden berusia 13 tahun sebanyak 50 responden atau sebesar 64,1% sedangkan responden yang berusia 12 tahun sebesar 19 responden atau 24,4%. Responden yang berumur 14 dan 15 tahun masing-masing berjumlah 8 dan 1 responden atau 10,3% dan 1,3%. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 42 responden atau sebesar 53,8% sedangkan responden laki-laki sebesar 36 responden atau 46,2%. Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar siswa SMP Negeri 1 Sewon Bantul Yogyakarta. Penggunaan analisis regresi berganda dikarenakan dalam penelitian ini beberapa variabel bebas . ecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, dan kecerdasan spiritua. dan satu variabel terikat . restasi belajar mata pelajaran PK. Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Dari hasil analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional (EQ) tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada besarnya koefisien regresi yaitu -4,093 dan nilai A = 0,119. Pada tingkat signifikansi = 5%. maka koefisien regresi tersebut tidak signifikan karena A = 0,119 > 0,05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas maka dapat disimpulkan bahwa, kecerdasan emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada besarnya koefisien regresi yaitu 2,011 dan nilai A = 0,000. Pada tingkat signifikansi = 5%. maka koefisien regresi tersebut signifikan karena A = 0,0000< 0,05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas maka dapat disimpulkan bahwa, kecerdasan intelektual berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa interaksi kecerdasan spiritual (SQ) berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada besarnya koefisien regresi yaitu 4,149 dan nilai A = 0,047. Pada tingkat signifikansi = 5%. maka koefisien regresi tersebut signifikan karena A = 0,047 < 0,05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas maka dapat disimpulkan bahwa, kecerdasan spiritual berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Hasil analisis uji F di atas, dihasilkan nilai Fhitung dan nilai signifikansi 0,000. Pada taraf signifikansi 5%, nilai Fhitung tersebut signifikan karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosioanl (EQ), kecerdasan intelektual (IQ). Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 Juli 2015 dan kecerdasan spiritual (SQ) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Daftar Pustaka