Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Edukasi Canva dan Pendampingan Ibu Balita Menjaga Kesehatan Gigi Anak Di Posyandu Baumata Ratih Variani1*. Emma Krisyudhanti2. Shri Ayu Purnami3 1,2,3 Poltekkes Kemenkes Kupang. Kupang Email: varianiratih@gmail. Abstrak Program Merawat Senyum Masa Depan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. Kesadaran, kemampuan, dna keterampilan ibu balita dalam menjaga Kesehatan gigi anak di Posyandu Beringin I Desa Baumata. Pengabdian ini dilakukan sebagai respon terhadap rendahnya pengetahuan dan kesadaran Masyarakat mengenai Kesehatan gigi anak, kurangnya media penyuluhan inovatif, belum pernah adanya pelatihan atau pendampingan khusus, serta perlunya pembiasaan menjaga Kesehatan gigi sejak dini. Metode pengabdian menggunakan video interaktif Canva untuk edukasi dan pendampingan praktek secara langsung dengan metode PARR kepada 32 ibu balita. Evaluasi dilakukan dengan kuisioner pengetahuan dan lembar cheklist ketrampilan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu balita dari kriteria sedang pada sebanyak 22 orang . ,8%) sebelum edukasi menjadi kriteria baik sebanyak 26 orang . ,2%) setelah edukasi. Pendampingan praktik juga berhasil meningkatkan keterampilan ibu balita, ditandai dengan sebagian besar peserta mampu mengulang dan mempraktikkan cara menjaga kesehatan gigi anak dengan benar, disertai koreksi serta arahan individual oleh tim pengabmas. Program ini membuktikan bahwa kombinasi media edukasi inovatif dan pendampingan praktis dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita dalam menjaga kesehatan gigi anak. Rekomendasi kegiatan ini adalah agar program serupa dapat dilanjutkan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya sehingga tercipta generasi sehat yang meningkatkan kualitas hidup keluarga di masa depan. Keywords: Anak balita. Edukasi canva. Kesehatan gigi. Pendampingan praktis PENDAHULUAN Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan. Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya makanan dan minuman tetapi fungsi mulut lebih dari itu dan tidak banyak orang menyadari besarnya peranan mulut bagi kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Oleh karena itu kesehatan gigi dan mulut sangat berperan dalam menunjang kesehatan seseorang (Ratih & Yudita , 2. Berdasarkan hasil survei awal di Desa Baumata Pusat, terungkap bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah. Hal ini terbukti dari 100% warga tidak pernah melakukan kontrol rutin, serta kunjungan ke fasilitas kesehatan hanya dilakukan saat mengalami keluhan. Padahal, kesehatan gigi dan mulut memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup, tumbuh kembang anak, serta kesejahteraan secara umum. Orang tua, masih memiliki anggapan keliru bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena akan digantikan oleh gigi permanen. Pandangan ini mengakibatkan pengabaian terhadap kesehatan gigi anak usia dini, yang justru dapat menyebabkan kerusakan gigi berat, pencabutan dini, gangguan tumbuh kembang, hingga menurunnya kepercayaan diri anak di masa depan. Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Padahal masalah gigi dan mulut pada anak dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, dan akan membutuhkan perawatan yang lebih kompleks (Tirtonegoro, 2. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit . ,3%). Gigi berlubang atau karies tidak memandang usia, jenis kelamin, dan status sosial maupun status ekonomi (Kemenkes, 2. Menjaga kesehatan gigi anak khususnya pada anak usia dini yaitu balita sangat penting. Merawat kesehatan gigi anak sejak dini merupakan cara terbaik untuk menjaga mulut dan gigi buah hati tetap sehat. Dari usia bayi sampai umur 5 tahun . , perlu mengajarkan pentingnya perawatan gigi agar tidak terjadi kerusakan maupun penyakit mulut saat dewasa (Hendrawan , 2. Maka dari itu, perlu adanya pencegahan terhadap resiko kerusakan pada gigi anak-anak kita agar kita tetap dapat menjaga kesehatan gigi dan mulutnya serta memberikan hasil yang terbaik bagi anak-anak kita demi masa depan mereka. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi mereka terlebih untuk masa depan mereka karena sebuah senyuman sangat berharga. Saat mereka dewasa karena pada umumnya, kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi adalah salah satu penunjang rasa kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi adalah salah satu penunjang rasa (Fitriani. Hikmawati, & Sodikin, 2. Hasil survey awal juga menunjukkan tingkat pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan gigi anak balita di Posyandu desa Baumata Pusat termasuk dalam kriteria buruk. Anak-anak sejak dini perlu didik untuk dapat memelihara kesehatan giginya karena pada usia ini anak sedang menjalani proses tumbuh kembang, dan masih sangat tergantung kepada orang tuanya khususnya seorang ibu . Oleh karena itu, diperlukan program edukasi dan praktek manjaga kesehatan gigi anak balita oleh ibunya agar ibu lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut (Harumi, 2. Ibu sebagai figur utama dalam keluarga memiliki peran strategis sebagai motivator, edukator, dan fasilitator dalam menjaga kesehatan gigi anak. Namun, di Posyandu Baumata Pusat, belum ada program edukatif maupun pendampingan langsung kepada ibu balita. Ini menunjukkan adanya celah besar dalam pendekatan edukasi preventif yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk intervensi dini (Mislaini. Hoktaviandri , & Muliati, 2. Program pendidikan kesehatan gigi diberikan kepada masyarakat agar termotivasi untuk memperbaiki cara pemeliharaan kesehatan gigi. Memberikan latihan khusus mengenai cara menjaga kesehatan gigi anak akan menghasilkan perubahan yang bermakna pada status kesehatan gigi dan mulut anak. Pendidikan kesehatan gigi dapat dilakukan dengan memberikan motivasi, informasi, instruksi, demonstrasi, serta tindakan profilaksis oral (Fajriyah. Munawaroh, & Rizkiyana, 2. Belum banyaknya media inovatif yang digunakan Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 untuk penyuluhan kesehatan gigi oleh tenaga kesehatan gigi, sehingga perlu media yang inovatif dan menarik audiens, masih banyak yang menggunakan poster. Meskipun penggunaan media poster sebagai alat penyuluhan positif, efektivitasnya perlu dievaluasi dengan cermat. Pertanyaannya adalah apakah poster tersebut dapat menjangkau target audiens secara efektif, apakah isi poster cukup informatif dan menarik, serta apakah ada metode penyuluhan lain yang lebih interaktif dan efektif dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan gigi kepada masyarakat (Khafid. Putriwijaya*. Prakosa, & Salsabila, 2. Saat ini media pembelajaran berupa video pembelajaran yang sedang trend adalah menggunakan aplikasi canva. Canva merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam perancangan media pembelajaran berupa video, yang desain cukup mudah dengan banyak pilihan variasi desain, sehingga sasaran tidak mudah bosan dalam mengikuti proses pendidikan Kesehatan (Yulianaa. Baijurib. Suparto. Seitunid, & Syukriae , 2. Dan di Posyandu Desa Baumata belum pernah dilakukan adanya praktek pendampingan ibu balita dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak balita. Pendampingan pemeliharaan kesehatan gigi oleh orang tua khususnya ibu terhadap anak usia dini, secara ontologi adalah pelaksanaan pendampingan, tujuan pendampingan dan dasar- dasar pemikiran mengapa pendampingan atau promosi kesehatan gigi pada anak perlu Berdasarkan kajian aksiologis menyangkut tentang nilai- nilai yang diberikan kepada anak, bahwa gigi yang sehat akan mendukung tubuh dan jiwa yang sehat serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pendampingan praktis akan membantu ibu lebih mudah memahami sehingga ke depannya bisa mempraktekkan kepada anak balitanya (Lestari & Mujiyati , 2. METODE KEGIATAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan dengan metode Participatory Action Research and Reflection (PARR). Metode ini terdiri dari empat tahapan berulang: Identifikasi masalah bersama Ie Perencanaan bersama Ie Aksi/Implementasi Ie Refleksi. Sasaran adalah ibu balita yang datang mengikuti kegiatan Posyandu yang dilaksanakan oleh petugas Kesehatan Puskesmas Baumata dan para kader. Bahan dan alat yang digunakan adalah modul pndampingan praktis dan video edukasi berbasis canva tentang materi menjaga kesehatan gigi anak balita, disamping untuk megukur pengetahuan dan ketrampilan menggunakan kuisioner dan lembar observasi cheklist. Kegiatan dilakukan dengan tim pengabmas dosen dan Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat dapat dijabarkan sebagai berikut menggunakan metode PARR dengan tahapan meliputi: Identifikasi masalah bersama. Perencanaan bersama. Aksi/Implementasi. Refleksi. Identifikasi Masalah Tim pengabmas bersama kader posyandu dan petugas Puskesmass Baumata melakukan wawancara singkat untuk memetakan kondisi awal: Rendahnya Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat tentang Kesehatan Media penyuluhan kesehatan yang digunakan oleh tenaga kesehatan gigi masih kurang inovatif dan belum dilakukan evaluasi. Belum pernah dilakukannya pelatihan/ pendampingan ibu balita dalam menjaga kesehatan gigi balita Anak balita perlu dilakukan pendampingan oleh ibu dalam menjaga kesehatan gigi anak Perencanaan Tahapan perencanaan melakukan persiapan sebagai berikut: Survey Mitra, menyusun perijinan Mitra, menyiapkan video pembelajaran berbasis canva hasil penelitian, menyusun kuisioner pre test dan post test, menyusun dan menyiapkan materi video edukasi dan modul pendampingan, melakukan rapat persiapan dengan tim, dan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan pengabdian. Aksi/Implementasi Implementasi dilaksakan di Aula Puskesmas Baumata dimana kegiatan Posyandu Sasaran adalah ibu balita sebanyak 32 orang yang hadir. Tim pengabmas terdiri dari 3 dosen dan 3 mahasiswa yang membantu kegiatan ini. Kegiatannya sebagai berikut: Pengisian Kuisioner Kegiatan diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan oleh ketua tim pengabmas kemudian dilanjutkan dengan pengisian kuisioner sebelum dilakukan sosialisasi dan edukasi dengan menggunakan video edukasi yang dilaksanakan oleh tim pengabmas. Gambar 1. Pengisian kuisioner sebelum edukasi Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Sosialisasi pendampingan praktek menjaga kesehatan gigi dan edukasi tentang menjaga kesehatan gigi anak balita dengan menggunakan video edukasi. Gambar 2. Sosialisasi pendampingan praktek menjaga Kesehatan gigi anak balita dan penggunaan video edukasi dalam menyampaikan materi Kegiatan sosialisasi dan edukasi menggunakan video edukasi dengan materi menjaga kesehatan gigi anak balita, membuat ibu menjadi Pengisian kuisioner sesudah edukasi Setelah edukasi dan sosialiasi pendampingan praktek menjaga kesehatan gigi anak balita menggunakan video edukasi membuat ibu lebih memahami dan antusias dibuktikan dengan adanya beberapa pertanyaan terkait materi tersebut. Gambar 3. Pengisian kuisioner sesudah edukasi Pendampingan praktek menjaga kesehatan gigi anak balita Setelah pengisian kuisioner kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan praktek menjaga kesehatan gigi anak balita, ibu balita yang datang diberikan modul agar lebih mudah memahami dlam pelaksanaan praktek. Pada modul tersebut diberikan cara-cara menjaga kesehatan gigi anak balita sesuai kategori usia balita. Sasaran memahami apa yang sudah dijelaskan pada modul. Dan setelah ibu balita melakukan praktek menjaga kesehatan gigi anak balita tim pengabmas menilai ibu sudah bisa melakukan praktek tersebut. Gambar 4. Pendampingan praktek menjaga Kesehatan gigi anak balita Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Hasil kegiatan Pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan video edukasi mengalami Hasil bisa terlihat pada tabel 1. Tabel 1. Pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan video edukasi. Pengetahuan Baik Sedang Buruk Total Sebelum Sesudah Pada tabel 1 dapat dilihat bahwa pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi didapatkan peningkatan dimana sebelum edukasi, pengetahuan paling banyak kriteria sedang sebanyak 22 orang . ,8%) dan sesudah edukasi pengetahuan paling banyak kriteria baik sebanyak 26 orang . ,2%). Hasil pendampingan praktek menjaga kesehatan gigi anak balita yang benar Selama pendampingan praktik menjaga kesehatan gigi anak: Ibu balita mempraktikkan cara menyikat gigi anak dengan teknik yang benar. Tim pengabmas memberikan koreksi dan arahan secara individual. Refleksi Setelah kegiatan, dilakukan sesi diskusi/refleksi: ibu balita menyampaikan pengalaman setelah mempraktikkan teknik, kendala yang dihadapi, serta saran untuk Tim preAepost pendampingan, dan masukan ibu balita untuk perbaikan kegiatan selanjutnya. Menjaga kesehatan gigi seharusnya dimulai sejak masa balita. Ibu balita memiliki peran penting dalam penjagaan kesehatan gigi balita yang akan mempengaruhi kesehatan anak pada masa selanjutnya (Adiningrat & Farani , 2. Pemeliharaan kesehatan gigi anak dibawah lima tahun masih tergantung pada orang tua, terutama kepada ibunya karena pada umumnya anak balita lebih dekat kepada ibunya. Pengetahuan merupakan faktor yang sangat penting dalam terbentuknya tindakan seseorang. Peningkatan pengetahuan akan mendukung seseorang untuk menggunakan materi yang telah dipelajari atau diketahui untuk diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari (Sholekhah, 2. Pendidikan kesehatan dengan media video ditayangkan dan ditangkap dengan melibatkan berbagai alat indera, seperti penglihatan dan Semakin banyak indera yang digunakan, maka masuknya informasi akan lebih Seseorang akan mengingat 20% dari apa yang didengar, mengingat 50% dari apa yang dilihat dan 80% dari apa yang didengar, dilihat dan dilakukan langsung. Dapat ditarik Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 kesimpulan bahwa pendidikan kesehatan dengan media video lebih mampu mencapai tujuan pembelajaran karena mampu menstimulasi indera pendengaran dan penglihatan serta lebih menarik perhatian (Jumiyati & Simbolon, 2. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan pengabdian masyarakat juga melakukan pendampingan praktek menjaga kesehatan gigi anak balita oleh ibunya. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu ini penting untuk mencegah terjadinya karies gigi dini (Early Childhood Carie. yang sering dialami anak balita dan dapat mengganggu proses makan, bicara, dan perkembangan anak. Dengan gigi yang sehat, anak balita memiliki asupan gizi yang lebih baik sehingga juga mendukung pencegahan stunting dan mendukung tumbuh kembang optimal (Farid, 2. Melalui kegiatan AuMerawat Senyum Masa DepanAy ini diharapkan: Ibu balita di Posyandu Beringin I Desa Baumata dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam menjaga kesehatan gigi anak sehingga mampu menerapkan praktik tersebut secara mandiri di rumah. Anak balita memiliki kondisi gigi dan mulut yang lebih sehat, terhindar dari karies gigi dini, dan mendapat asupan gizi yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang serta pencegahan stunting. Terbangun kesadaran kolektif masyarakat dan kader posyandu tentang pentingnya kesehatan gigi sejak dini sebagai bagian integral dari kesehatan anak secara menyeluruh. Kegiatan edukasi dengan video dan pendampingan praktik ini dapat menjadi model inovatif yang mudah direplikasi di posyandu-posyandu lain sehingga manfaatnya semakin Terjalin kemitraan berkelanjutan antara tenaga kesehatan, kader posyandu, dan institusi pendidikan dalam program promotif-preventif kesehatan gigi anak. Dengan terwujudnya harapan tersebut, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi tetapi menjadi pemicu perubahan perilaku positif dan berkelanjutan dalam menjaga kesehatan gigi anak balita di Desa Baumata KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat di Posyandu Beringin I desa Baumata dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu balita dalam menjaga kesehatan gigi anak mereka. Melalui media video edukasi canva dan pendampingan praktis, para ibu tidak hanya memahami pentingnya perawatan gigi balita, tetapi juga mampu mempratikkannya dengan benar. Hasil ini menunjukkan bahwa metode interaktif yang dipadukan dengan Vol. No. 3 September 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 pendampingan langsung mampu membentuk perilaku positif ibu dalam menjaga kesehatan gigi anak anak secara berkelanjutan UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan bermanfaat, tidak lepas karena dukungan Pimpinan Poltekkes Kemenkes Kupang dan Pihak Puskesmas Baumata dan Posyandu Beringin I desa Baumata yang sudah memberikan kesempatan dan dukungan sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Tidak lupa kepada tim pengabmas dosen dan mahasiswa yang juga turut membantu sehingga tujuan kegiatan ini dapat tercapai. Juga ucapan terimakasih kepada ibu-ibu balita di Posyandu tersebut yang sudah berpartisipasi dan antusias yang sangat luar biasa. DAFTAR PUSTAKA