Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 PERANCANGAN DAN EVALUASI PROTOKOL KEAMANAN UNTUK IJAZAH DENGAN INTEGRASI DIGITAL WATERMARKING BERBASIS AES-128 DAN ANALISIS FORENSIK STATIS Muhamad Firmansyah1. Rizky Rahman Judie Putra2. Eddy Prasetyo Nugroho3 Universitas Pendidikan Indonesia123 Jalan Dr. Setiabudi No. Bandung. Jawa Barat, 40154 E-mail: firmann19@upi. edu1, rizky_rjp@upi. edu2, eddypn@upi. ABSTRAK Dokumen ijazah pendidikan tinggi merupakan dokumen resmi yang sangat penting dan sering menjadi sasaran pemalsuan atau penyalahgunaan. Dalam era digital, tantangan terhadap keaslian dan integritas dokumen digital semakin kompleks, sehingga diperlukan mekanisme keamanan yang kuat untuk menghindari pemalsuan dan penyalahgunaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi protokol keamanan dokumen digital ijazah dengan mengintegrasikan teknik digital watermarking dan metode analisis statis digital forensik yang dibantu dengan kriptografi dan steganografi. Kriptografi yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma AES-128 dengan mode CBC, yang berfungsi untuk mengenkripsi dan mendekripsi informasi watermark sebelum disisipkan ke dalam dokumen. Selanjutnya watermark berisi informasi autentikasi yang terenkripsi akan disisipkan ke dalam dokumen digital ijazah, yang nantinya akan dipakai sebagai identifikasi dokumen digital ijazah. Kemudian melakukan analisis forensik statis untuk mendeteksi dan mengidentifikasi potensi modifikasi atau manipulasi digital. Evaluasi dilakukan terhadap tingkat keberhasilan deteksi manipulasi, keakuratan identifikasi keaslian dokumen, serta ketahanan watermark terhadap berbagai serangan digital, dengan menguji terhadap tiga aspek utama yaitu robustness, imperceptibility, dan capacity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan ini mampu meningkatkan perlindungan dokumen ijazah, dengan menggunakan empat skenario: . dokumen ijazah asli, . dokumen ijazah hasil manipulasi, . dokumen ijazah hasil scan ulang, dan . dokumen ijazah asli yang diduplikasi. Protokol ini diharapkan dapat menjadi solusi keamanan dokumen yang andal dalam sistem administrasi pendidikan digital. Kata kunci: Protokol Keamanan. Ijazah Digital. Digital Watermarking. Analisis Statis. Digital Forensik. ABSTRACT Higher education diplomas are critical official documents that are often subject to forgery and misuse. the digital era, ensuring the authenticity and integrity of such documents presents increasing challenges, requiring robust security mechanisms. This paper proposes a security protocol for digital diploma documents by integrating digital watermarking and static digital forensic analysis, supported by cryptography and steganography. The watermark contains encrypted authentication information using the AES-128 algorithm in CBC mode, which is embedded into the digital document and serves as its A static forensic analysis is then applied to detect and identify potential modifications or The proposed method is evaluated based on its manipulation detection success rate, authenticity verification accuracy, and watermark resilience, tested through three primary metrics: robustness, imperceptibility, and capacity. The protocol is validated through four scenarios: . original diploma document, . manipulated document, . re-scanned document, and . duplicated original Experimental results demonstrate that the integration of watermarking and forensic techniques enhances document protection, offering a reliable solution for securing digital diploma documents within academic administrative systems. Keywords : Security Protocol. Security Information. Diploma Document. Digital Watermarking. Static Analysis. Digital Forensics. 68 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi saat ini telah mengalami pertumbuhan yang cepat dan peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam aktivitas sehari-hari manusia. Dalam hal tersebut, transaksi data juga telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Transaksi data merujuk pada pertukaran, penyimpanan, dan pengolahan informasi melalui berbagai saluran elektronik . Hal tersebut berlaku juga terhadap dokumen, yang dulunya terkait erat dengan bentuk fisik, kini sering kali diwakili dalam bentuk digital, memudahkan akses dan distribusi global . Dengan perkembangan teknologi saat ini, penerbitan dokumen ijazah sering menggunakan dokumen yang sudah di scan berbentuk digital dengan format Portable Document Format (PDF), format PDF dipilih karena bersifat universal, mudah diakses, dan mampu mempertahankan tata letak dokumen seperti Namun. PDF juga dapat dengan mudah disalin, disimpan, dan didistribusikan kembali . Dampak yang bisa terjadi dalam hal ini adalah Pemalsuan dokumen melibatkan tindakan ilegal seperti disalahgunakan untuk tujuan yang merugikan, seperti penipuan identitas atau penipuan lainnya untuk memperoleh keuntungan yang tidak Di sisi lain, pemalsuan dokumen ijazah digital semakin canggih, mengancam integritas dan validitas informasi yang terdapat dalam dokumen tersebut . Dari ancaman tersebut, perlu adanya upaya untuk memverifikasi dokumen yang efisien dan dapat diandalkan yang berguna untuk menentukan apakah dokumen yang sedang dipertimbangkan sudah dimanipulasi atau tidak. Hal ini dibutuhkan karena dokumen resmi biasanya memiliki karakteristik dan sifat yang resmi yang dapat diidentifikasi . Dalam hal ini, upaya yang dimaksud adalah dengan membuat protokol keamanan. Untuk membangun protokol keamanan, diperlukan beberapa metode atau algoritma yang Pada penelitian ini, protokol keamanan dokumen yang dibuat akan P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 menggunakan algoritma digital watermarking dan metode analisis statis. Digital mengatasi masalah kerahasiaan (Confidentialit. dan autentikasi (Authenticatio. pada aspek kemananan informasi, di mana pada saat proses watermark akan diberikan enkripsi menggunakan Algoritma AES-128 dengan metode CBC, lalu diberikan sebuah kunci yang tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak terdaftar . Selain itu, metode watermarking juga memuat informasi identitas pemilik, seperti nama individu atau instansi terkait, sehingga apabila terjadi manipulasi atau pemalsuan data pada dokumen, watermark dapat menjadi bukti keaslian informasi. Dengan demikian, digital watermarking dapat berfungsi sebagai penjamin keaslian dan kepemilikan dokumen digital . Metode Analisis Statis akan digunakan untuk penguatan aspek pada integritas data. Integritas data menjadi sangat krusial, terutama ketika penyimpanan yang rentan terhadap perubahan yang tidak sah, yang berpotensi mengubah isi dokumen tanpa terdeteksi . Analisis stasis memungkinkan pemeriksaan terhadap struktur internal dokumen secara menyeluruh dengan cara menganalisis representasi biner atau sintaks dari file tersebut. Mengidentifikasi alat atau toolkit yang digunakan untuk membuat file PDF atau mencari asal usul PDF berdasarkan mengidentifikasi pola struktur internal file yang dianggap sudah dimanipulasi . Dari berbagai penelitian mengenai digital watermark . , . , . dan metode analisis statis . , . Menunjukkan bahwa kedua metode ini bisa diintegrasikan mendapatkan tingkat keamanan data yang lebih Selanjutnya, penelitian-penelitian sebelumnya berfokus pada aplikasi di domain citra sederhana atau media citra pada umumnya, yang belum mengeksplorasi secara spesifik penggunaan watermark kriptografis pada dokumen digital formal seperti ijazah pendidikan tinggi. Selain itu, penelitian terdahulu cenderung menerapkan watermark statis sederhana tanpa mengombinasikannya keamanannya melalui algoritma simetris seperti AESAc128. 69 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Dalam konteks pengujian penelitian sebelumnya belum ada yang melakukan evaluasi ketahanan watermark pada real world scenario seperti: manipulasi dokumen, re-scan, atau duplikasi. Studi yang ada jarang menguji sekaligus tiga aspek utama dalam keamanan yaitu: robustness, imperceptibility, dan capacity. METODE PENELITIAN Arsitektur Sistem P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 dokumen yang diberikan, kemudian setelah diekstraksi maka akan melakukan proses dekripsi dengan menggunakan kunci rahasia yang identik pada saat digunakan dalam enkripsi watermark. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mendeteksi adanya watermark pada dokumen ijazah. Selanjutnya, dokumen tersebut juga melalui proses analisis statis yang memeriksa anomali pada metadata dan struktur internal file PDF. Hasil dari kedua analisis ekstraksi watermark dan analisis statis akan digunakan untuk menghasilkan keputusan final mengenai otentisitas dokumen, apakah asli atau telah dimodifikasi. 2 Digital Watermarking Gambar 2. 1 Arsitektur Sistem Sistem keamanan dokumen ijazah digital ini mengimplementasikan dua tahapan utama yaitu proses pembuatan dokumen ijazah dan proses verifikasi dokumen ijazah. Pada tahap pembuatan dokumen ijazah, lembaga pendidikan sebagai pihak yang berwenang untuk memulai proses dengan pembuatan dokumen ijazah dalam bentuk fisik . Dokumen didigitalisasi melalui proses pemindaian . dokumen dengan format digital dengan file format PDF. Sebelum melakukan proses penyisipan watermarking. Lembaga pendidikan akan menetapkan sebuah kunci rahasia . ecret ke. yang akan digunakan untuk enkripsi dan digunakan untuk tahap verifikasi di kemudian Selanjutnya, data watermark digital disisipkan ke dalam dokumen digital menggunakan kunci tersebut. Setelah proses ini selesai, dokumen ijazah digital yang telah diberi watermark siap untuk didistribusikan kepada pemegang hak. Pada tahap verifikasi, keaslian dokumen diuji melalui pendekatan yang mengintegrasikan ekstraksi watermark pada dokumen digital dan analisis statis. Proses ini dimulai ketika sebuah dokumen ijazah yang ingin diverifikasi diberikan kembali ke lembaga pendidikan untuk Langkah yang pertama yaitu melakukan proses ekstraksi watermark dari Digital Watermarking merupakan metode untuk menyisipkan suatu informasi pada suatu data digital dengan tujuan untuk perlindungan kepemilikan dari data tersebut . Metode ini merupakan suatu bentuk dari Steganography (Ilmu yang mempelajari teknik-teknik untuk menyembunyikan keberadaan pesan sekunder di tengah-tengah keberadaan pesan utam. Oleh karena itu, metode ini sulit dilihat oleh indera manusia tanpa alat bantuan seperti komputer, dan sejenisnya. Proses Embedding Gambar 2. 2 Proses Embedding Digital Watermarking Pada sistem ini data watermark akan dienkripsi dan didekripsi dengan kunci publik yang dibuat sebelumnya menggunakan algoritma AES-128 mode CBC . , hal ini bertujuan untuk melindungi informasi didalam watermark. Kemudian pada tahap embedding nantinya akan dilakukan penyisipan kedalam metadata PDF dan juga pada content stream pada PDF. Content stream merupakan nilai yang terdapat pada sebuah file yang memiliki format PDF, nilai tersebut dapat mempresentasikan semua objek yang terdapat pada sebuah file PDF . Nilai content stream dalam gambar 2. 3 dimuat dari awalan baris stream hingga endstream. 70 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Analisis Metadata Gambar 2. 3 Struktur Content Stream pada PDF Proses ini akan menganalisis metadata yang terdapat pada PDF menggunakan aplikasi bantuan Exiftool. Analisis ini berfokus pada pencarian ketidakwajaran atau keanehan yang sering terdapat pada dokumen yang telah Metode ini bekerja seperti investigasi digital, mengungkap "sidik jari" yang ditinggalkan oleh setiap perangkat lunak yang berinteraksi dengan dokumen tersebut . Proses Extracting Analisis Struktur PDF Selain analisis metadata, tahap verifikasi dalam metode analisis statis adalah pemeriksaan dan analisis terhadap struktur internal dokumen PDF itu sendiri. Pendekatan ini bekerja dengan membuat "sidik jari struktural" . tructural signatur. untuk setiap dokumen . Gambar 2. 4 Proses Extracting Digital Watermarking Pada tahap extracting lakukan proses dengan kebalikan dari embedding, tahap pertama yaitu dengan melakukan Extracting pada kedua tempat yang disisipkan sebelumnya, yaitu pada metadata PDF dan content stream pada PDF. Selanjutnya nilai watermark yang didapatkan pada kedua penyisipan tersebut nantinya akan melalui proses dekripsi dengan algorima dan kunci publik yang sama pada proses embedding. Hasil tersebut nantinya akan dibandingkan untuk bukti validasi bahwa dokumen tersebut asli dan bukan merupakan dokumen modifikasi. Analisis Statis Analisis Statis adalah proses dimana data akan diperiksa tanpa menjalankan programnya secara langsung, dengan tujuan untuk mendapatkan data struktur dari sumber program tersebut. Contohnya seperti menganalisis isi dari sebuah hard disk, metadata sebuah file, dan data data yang bersifat diam . Dalam penelitian ini, metode analisis statis akan digunakan terhadap dokumen ijazah yang memiliki format PDF, hal ini dilakukan pada proses pemeriksaan file tanpa membuka atau menjalankan isinya secara aktif. Analisis yang akan dilakukan adalah dengan menganalisis dan mengidentifikasi karakteristik struktur file PDF, metadata tersembunyi, atau perangkat lunak . yang digunakan untuk menghasilkan dokumen tersebut. Gambar 2. 5 Structural Signature pada PDF Metode ini didasarkan pada fakta bahwa setiap memodifikasi file PDF akan menyusun objekobjek internalnya . eperti halaman, gambar, dan fon. dengan caranya sendiri . Metode Pengujian Dalam memvalidasi efektifitas dari seluruh protokol keamanan yang akan dikembangkan, sebuah pengujian yang sistematis akan Pengujian ini dirancang untuk mengevaluasi sistem dari setiap komponen protokol yaitu, digital watermarking dan analisis statis dalam menghadapi berbagai skenario penggunaan yang akan dilakukan. Evaluasi akan dilakukan menggunakan empat skenario mempresentasikan kasus penggunaan pada dunia nyata. Dokumen Asli: Dokumen Ijazah yang telah diberi watermark sesuai protokol keamanan yang digunakan. Dokumen ini digunakan sebagai thershold atau acuan untuk memastikan sistem dapat mengenali dokumen yang resmi dibuat. Dokumen Modifikasi: Dokumen ijazah asli yang konten visualnya akan dirubah 71 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 menggunakan aplikasi editor sepert Adobe Acrobat . Skenario dibuat dengan tujuan untuk menguji kemampuan protokol dalam mengidentifikasi manipulasi dokumen ijazah. Dokumen Hasil Scan Ulang: Dokumen Asli yang dicetak ulang menjadi sebuah media fisik kemudian dibuat kembali menggunakan scanner menjadi sebuah file PDF Skenario mensimulasikan upaya pemalsuan dengan mencoba menscan ulang Dokumen Asli yang Diduplikasi: Salinan file langsung dari dokumen ijazah asli yang telah ter watermark. Skenario ini akan membuktikan apakah nilai duplikasi termasuk kedalam dokumen yang asli atau tidak dalam protokol keamanan ini. Selanjutnya dalam keempat skenario tersebut, kinerja digital watermarking juga akan dievaluasi menggunakan tiga parameter kunci seperti yang disebutkan pada penelitan . A A A Robustness: Robustness berarti parameter mengenai ketahanan, dalam konteks ini pengujian dilakukan dengan mencoba mengekstrak watermark dari setiap skenario Keberhasilan deteksi dinilai dari hasil ekstraksi secara utuh pada dokumen yang dimodifikasi atau discan ulang. Imperceptibility: Parameter menggunakan perbandingan visual antara dokumen sebelum dan sesudah penyisipan watermark untuk memastikan perubahan konten visual yang terlihat langsung oleh mata manusia. Capacity: Paramater yang menganalisis penambahan ukuran file setelah proses Pengujian ini dilakukan pada 10 sampel dokumen untuk menghitung ratarata persentase penambahan ukuran, guna memastikan protokol tetap efisien. Metode analisis statis juga diterapkan pada keempat skenario untuk menganalisis pada metadata dan struktur internal PDF, yang kemudian hasilnya akan dibandingkan untuk memberikan putusan akhir mengenai keaslian dan integritas setiap dokumen ijazah digital. HASIL DAN PEMBAHASAN P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Bagian ini memuat pembahasan mengenai hasil dari digital watermarking dan analisis statis yang dilakukan pada dokumen ijazah pendidikan tinggi. Kinerja Protokol pada Digital Watermarking Penelitian ini akan mengevaluasi tiga parameter pada kinerja digital watermarking. Robustness Untuk menguji Robustness diperlukan empat skenario dokumen dengan bantuan media PDF editor dan juga alat scanner untuk menganalisis apakah watermark yang disisipkan tahan terhadap sebuah perubahan pada file. Hasil tersebut dijelaskan pada tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Hasil Ekstraksi pada Dokumen Ijazah Dokumen Ijazah PDF Ijazah Metadata Content Stream Keterangan Berhasil Berhasil Ijazah Berhasil Gagal Ijazah Scan ulang Gagal Gagal Ijazah Asli Berhasil Berhasil Dokumen asli, utuh, maka Dokumen hasil watermak pada metadata dan pada berbeda, maka tidak valid Dokumen asli dengan scan yang berbeda, tidak valid Dokumen asli, utuh, maka Pengujian robustness menunjukkan adanya sifat fragile yang dibuat dari proses watermarking. Pada skenario dokumen asli dan duplikasi, watermark berhasil diekstraksi dari kedua 72 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 tempat penyisipan. Namun, pada skenario dokumen modifikasi, ekstraksi dari content stream gagal total karena modifikasi dengan PDF editor akan merusak struktur objek dengan aturannya masing-masing. Pada skenario scan ulang, ekstraksi gagal total dari kedua lokasi. Pada akhirnya watermark akan rusak jika dilakukan proses modifikasi atau hasil scan Imperceptibility Hasil pengujian pada parameter Imperceptibility menunjukkan bahwa penyisipan watermark pada metadata dan content stream sama sekali tidak memengaruhi kualitas visual dokumen. Karena kedua penyisipan tersebut berada pada lapisan non-visual dari struktur file PDF. Penyisipan pada metadata hanya menambahkan yang tidak ditampilkan pada halaman PDF. Sementara itu, pada penyisipan terhadap content stream, watermak akan dibuat sebagai objek baru yang tidak dapat dirender . on-rendering objec. , yang berarti objek tersebut ada dalam struktur file tetapi tidak memiliki instruksi untuk digambar atau ditampilkan secara visual. Secara kasat mata, tidak ada perbedaan yang signifikan antara dokumen asli dan dokumen ter-watermark, membuktikan bahwa watermark bersifat tersembunyi dan tidak mengganggu. Hasil ini bisa dilihat pada gambar 3. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 ukuran dokumen setelah dilakukan penyisipan dan (W) menunjukan selisih ukuran antara keduanya dalam bentuk persen. Selisih ukuran W dapat dihasilkan melalui persamaan berikut. Tabel 2. Perubahan Kapasitas pada Dokumen Ijazah Terwatermak. Sample F (KB) 570,41 581,72 582,77 575,52 590,96 578,21 580,16 583,13 585,14 588,69 (KB) 0,16 0,16 0,16 0,16 0,17 0,16 0,16 0,16 0,16 0,16 FAo (KB) 571,57 582,86 583,92 576,64 592,09 579,34 584,26 586,24 589,83 Dalam tabel 2 rata-rata perubahan kapasitas 195% ini menunjukkan bahwa penyisipan watermark pada dokumen ijazah digital berhasil dilakukan dan memiliki perubahan yang minim, artinya ukuran file tidak begitu jauh dengan file yang aslinya. Deteksi Manipulasi Melalui Analisis Statis Analisis statis memberikan verifikasi tambahan yang terpisah dari proses digital watermarking. Hasilnya dapat menunjukkan kemampuan untuk mendeteksi jejak yang ditinggalkan melalui empat skenario dokumen. 1 Analisis pada Metadata Gambar 3. 1 Perbedaan visual pada dokumen Capacity Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar informasi yang dapat disisipkan kedalam dokumen ijazah digital. Sebanyak 10 sample dokumen ijazah berbeda akan dilakukan untuk pengujian penyisipan Hasil tersebut disajikan dalam tabel 2 dengan informasi seperti (DW) atau data watermark, (F) atau ukuran asli dokumen, (FA) Proses pengambilan nilai metadata akan menggunakan aplikasi exiftool, yang nantinya akan mengidentifikasi metadata apa saja yang muncul pada dokumen ijazah tersebut. Sebelum menjelaskan hasil analisis, peneliti akan menidentifikasi metadata apa saja yang akan muncul pada dokumen ijazah yang dibuat, hasil itu meliputi Jenis dokumen, nama lengkap. NIM, tempat tanggal lahir. NIK, dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menetapkan profil metadata standar atau baseline untuk dokumen Profil ini kemudian akan digunakan sebagai acuan pembanding untuk mendeteksi setiap perubahan pada dokumen yang akan diverifikasi. 73 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Hasil dari empat skenario dokumen yang dijelaskan sebelumnya akan menampilkan P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Gambar 3. 4 Hasil Ektraksi Metadata Dokumen Ijazah Hasil Scan Ulang Gambar 3. 2 Hasil Ektraksi Metadata Dokumen Ijazah Asli Gambar 3. 5 Hasil Ektraksi Metadata Dokumen Ijazah Asli yang Diduplikasi Gambar 3. 3 Hasil Ektraksi Metadata Dokumen Ijazah Modifikasi Dokumen yang dimodifikasi meninggalkan jejak yang jelas berupa adanya metadata tambahan seperti XMP Toolkit, yang tidak ada pada dokumen asli. Ini adalah bukti forensik yang kuat bahwa dokumen tersebut telah dibuka dan disimpan ulang oleh aplikasi editor. Selanjutnya, dokumen hasil scan ulang kehilangan hampir semua metadata asli yang ada, termasuk nilai /Watermark yang sudah disisipkan nilai sebelumnya. Kehilangan informasi ini adalah indikator kuat bahwa dokumen tersebut bukan lagi dokumen ijazah digital yang asli. 2 Analisis pada Struktur PDF Pada proses analisis ini, penelitian akan menggunakan bantuan library dari python yaitu pypdf untuk mengumpulkan bukti struktur dari suatu dokumen ijazah digital. Langkah yang akan dilakukan menggunakan fungsi regex 74 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 untuk mencari nilai objek apa saja yang terdapat dalam dokumen ijazah digital yang sudah Hasil dari pemrograman tersebut akan ditampilkan pada tabel 3. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Ketika dokumen ijazah asli yang telah diberi watermark diunggah ke sistem, proses verifikasi akan berjalan sebagai berikut: Ekstraksi Watermark: Sistem berhasil mengekstrak dan mendekripsi watermark dari metadata dan content stream. Pesan rahasia yang muncul pada kedua penyisipan sesuai dengan data asli Analisis Statis: Sistem Analisis metadata menunjukkan produsen dokumen adalah Epson Scan 2 dan tidak ditemukan jejak Analisis menemukan objek /WatermarkedObject yang menjadi bukti bahwa adanya watermark yang sudah disisipkan pada dokumen tersebut. Tabel 3. Struktur Objek pada Empat Skenario Dokumen Dokumen Ijazah Asli Dokumen Ijazah Modifikasi Dokumen Ijazah Scan Ulang Dokumen Ijazah Asli Diduplikasi ['Pages', 'Catalog', 'Page', 'XObject', 'Watermarke dObject'] ['ObjStm', 'ObjStm', 'Catalog', 'Metadata', 'ResourceEve nt', 'XObject', 'XObject', 'Font', 'FontDescript 'Font', 'XRef'] ['Page', 'XObject', 'Catalog', 'Pages', 'Pages', 'Metadata'] 'Pages', 'Catalog', 'Page', 'XObject', 'Watermarke dObject'] Hasil analisis ini mengindikasikan bahwa struktur pada dokumen ijazah dan hasil duplikasinya memiliki urutan yang sama, memiliki objek bernama WatermarkObject, yang berarti nilai watermark pada proses embedding sudah disisipi dalam dokumen Pada dokumen modifikasi maupun hasil scan ulang, memiliki struktur yang berbeda, dan hasilnya objek WatermarkObject tidak terdapat dalam urutan struktur dokumen. Maka dari hasil tersebut sistem akan menyatakan bahwa dokumen yang diunggah valid karena dapat menghasilkan pesan rahasia yang sesuai setelah dilakukannya enkripsi, untuk analisis statis, dokumen menunjukan produsen yang sesuai dan struktur yang memiliki objek /WatermarkedObject. Verifikasi pada Protokol Keamanan Dilakukan sebuah simulasi untuk memverifikasi apakah dokumen yang diberikan asli atau tidak. Simulasi ini menggunakan halaman verifikasi sederhana yang telah dibuat menggunakan library streamlit pada python . , di mana pengguna dapat mengunggah dokumen PDF untuk dianalisis secara otomatis. Halaman ini nantinya akan memberikan hasil akhir berdasarkan dua proses utama yaitu, ekstraksi digital watermark dan analisis statis. Gambar 3. 6 Hasil Verifikasi Dokumen Ijazah Asli Gambar 3. 7 Hasil Verifikasi Dokumen Ijazah Modifikasi Ketika dokumen ijazah yang sudah dimodifikasi diunggah ke sistem, proses verifikasi akan berjalan sebagai berikut: Ekstraksi Watermark: Sistem hanya berhasil mengekstrak dan mendekripsi watermark dari salah satu cara penyisipan. Karena disisipkan pada dua cara yaitu pada metadata dan content stream, pesan rahasia yang muncul memiliki nilai yang berbeda karena ada salah satu caranya tidak mengeluarkan pesan rahasia. Analisis Statis: Sistem Analisis metadata menunjukkan produsen dokumen adalah Epson Scan 2 dan tidak ditemukan jejak Namun analisis struktur tidak menemukan objek /WatermarkedObject. 75 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Dan hasil analisis struktur ini juga menjelaskan bahwa banyaknya objek pada dokumen tersebut sangat jauh beda dengan dokumen asli. Maka dari hasil tersebut sistem akan menyatakan bahwa dokumen yang diunggah tidak valid atau mencurigakan hal ini berdasarkan hasil dari berbagai faktor seperti ekstraksi watermark yang hanya sebagian dan juga struktur dokumen yang sudah berubah. Gambar 3. 8 Hasil Verifikasi Dokumen Ijazah Hasil Scan Ketika dokumen ijazah hasil scan ulang diunggah ke sistem, proses verifikasi akan berjalan sebagai berikut: Ekstraksi Watermark: Sistem tidak dapat mengekstrak dan mendekripsi watermark dari metadata dan content Analisis Statis: Sistem Analisis metadata menunjukkan produsen dokumen adalah tidak sesuai dengan dokumen. Pada analisis struktur juga tidak menemukan objek /WatermarkedObject. Maka dari hasil tersebut sistem akan menyatakan bahwa dokumen yang diunggah tidak valid dari berbagai faktor seperti ekstraksi watermark yang tidak ada hasilnya dan juga struktur dokumen yang sudah berubah. Gambar 3. 9 Hasil Verifikasi Dokumen Ijazah Asli yang Diduplikasi Ketika dokumen ijazah asli yang diduplikasi diunggah ke sistem, proses verifikasi akan berjalan sebagai berikut: P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Ekstraksi Watermark: Sistem berhasil mengekstrak dan mendekripsi watermark dari metadata dan content stream. Pesan rahasia yang muncul pada kedua penyisipan sesuai dengan data asli Analisis Statis: Sistem Analisis metadata menunjukkan produsen dokumen adalah Epson Scan 2 dan tidak ditemukan jejak Analisis menemukan objek /WatermarkedObject yang menjadi bukti bahwa adanya watermark yang sudah disisipkan pada dokumen tersebut. Maka dari hasil tersebut sistem akan menyatakan bahwa dokumen yang diunggah valid karena dapat menghasilkan pesan rahasia yang sesuai setelah dilakukannya enkripsi, untuk analisis statis, dokumen menunjukan produsen yang sesuai dan struktur yang memiliki objek /WatermarkedObject. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, proses digital watermark berhasil melalui tahap imperceptibility dan juga capacity dengan perubahan sekitar 0. 195% pada hasil dokumen ijazah yang sudah terwatermark. Lalu pada hasil keseluruhan dapat memenuhi kriteria pada sebuah keamanan informasi, hasil tersebut akan (Confidentialit. karena nilai watermark akan disispkan kedalam content stream dan metadata dari dokumen ijazah digital, selanjutnya nilai watermark yang terdapat pada dokumen akan berbentuk cipherteks karena sudah dilakukan proses enkripsi menggunakan algoritma AES. Dengan begitu hanya orang yang mempunyai kunci saja yang bisa mendekripsinya. Lalu pada aspek integritas data (Integrit. karena setiap perubahan atau modifikasi terhadap dokumen akan mengakibatkan watermark tidak dapat Hal membuktikan bahwa protokol keamanan dapat mendeteksi jika dokumen telah mengalami perubahan, baik dari struktur internal maupun metadata-nya. Pada (Authenticatio. berhasil dilakukan karena dengan adanya watermark yang berhasil diekstrak dari dokumen menjadi bukti bahwa dokumen tersebut berasal dari sumber resmi dan Dengan 76 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 memenuhi kriteria dalam keamanan informasi. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Sreerama Murty. Veeraiah, and A. Srinivas Rao. AuDigital Signature and Watermark Methods For Image Authentication Cryptography Analysis,Ay Signal Image Process, vol. 2, pp. 170Ae179. Jun. 2011, doi: 5121/sipij. LeBeau. Aupdfsearch: Search Tools for PDF Files,Ay J Open Source Softw, vol. 27, 2018, doi: 10. 21105/joss. Donaldson and G. Dinolt. AuSOURCE FINGERPRINTING IN ADOBE PDF FILES,Ay 2013. Hsu and J. Wu. AuHidden digital images,Ay Ie Transactions on Image Processing, vol. 8, no. 1, 1999, doi: 10. 1109/83. Suheryadi. AuPENERAPAN DIGITAL WATERMARK SEBAGAI VALIDASI KEABSAHAN GAMBAR DIGITAL DENGAN SKEMA BLIND WATERMARK,Ay JTT (Jurnal Teknologi Terapa. , vol. 3, no. 2, 2017, doi: 31884/jtt. Pambudi. Garno, and Purwantoro. AuDETEKSI KEASLIAN UANG KERTAS BERDASARKAN WATERMARK DENGAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL,Ay Jurnal Informatika Polinema, vol. 6, no. 4, 2020, doi: 10. 33795/jip. Apriliani. Hijjayanti, and S. Suhairoh. AuAnalisis Keaslian Citra Dengan Menggunakan Exif Metadata,Ay CESS (Journal Computer Engineering. System and Scienc. , vol. 1, p. Jan. 2020, doi: 24114/cess. Eka Purnama. Rozikin, and A. Ali Ridha. AuANALISIS FORENSIC CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN TEKNIK ERROR LEVEL ANALYSIS DAN METADATA BERDASARKAN METODE NIST,Ay JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatik. , vol. 2, pp. 1100Ae1107. Aug. 2023, doi: 36040/jati. Saran Berdasarkan hasil implementasi dan evaluasi sistem, beberapa saran untuk pengembangan selanjutnya antara lain. Protokol keamanan dapat dikembangkan dengan menambahkan Implementasi verifikasi dapat diperluas ke dalam bentuk layanan secara real-time agar lembaga pendidikan melakukan validasi dokumen ijazah digital secara langsung dan terintegrasi dalam sistem informasi akademik. DAFTAR PUSTAKA