1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR (KMB) DI KELAS IV SDN 67 KOTA TIMUR Megawati Ali*1. Arten Mobonggi2. Karmila Iskandar3 1,2,3 PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo *1megawatiali599@gmail. 2arten_m@iaingorontaloa. iskandar@iaingorontalo. Abstract The aim of this research is to determine the pedagogical competence of teachers and to determine the application of teacher pedagogical competence in the independent learning curriculum (KMB) in class IV at SDN 67 Kota Timur. The method used is a qualitative descriptive method, the qualitative descriptive method is a research method used to collect and describe data about and information about objects, phenomena and behavior being studied through interview, observation and documentation methods. Analysis of teachers' pedagogical competence in implementing the independent learning curriculum (KMB) in class IV at SDN 67 Kota Timur is quite good. This happens because human resources, especially class IV teachers at SDN 67 Kota Timur, have provided the best with teachers' pedagogical abilities in implementing the independent learning curriculum in the process learning. Even though there are still shortcomings in terms of inadequate facilities, this does not become an obstacle for teachers providing learning to students and teachers always provide interesting things in the learning process so that students focus and receive learning well. Keywords: Pedagogical Competence and Independent Learning Curriculum. Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kompetensi pedagogik guru dan mengetahui penerapan kompetensi pedagogik guru dalam kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, metode deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan dan menguraikan data tentang dan informasi tentang objek, fenomena, dan perilaku yang diteliti melalui metode wawancara, observasi, dan Analisis kompetensi pedagogik guru dalam penerapan kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur sudah cukup baik hal tersebut terjadi karena SDM khususnya guru kelas IV SDN 67 Kota Timur sudah memberikan yang terbaik dengan kemampuan pedagogik guru didalam penerapan kurikulum merdeka belajar dalam proses pembelajaran. Walaupun masih ada kekurangan dibagian fasilitasnya yang belum memadai, akan tetapi itu tidak menjadi penghalang bagi gurunya memberikan pembelajaran kepada peserta didik dan gurunya selalu memberikan hal-hal menarik dalam proses pembelajaran agar peserta didik fokus dan menerima pembelajran dengan baik. Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik dan Kurikulum Merdeka Belajar. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. PENDAHULUAN Satu bangsa akan maju jika disertai dengan adanya pendidikan. Generasi muda dapat mengembangkan potensi yang ada dari dalam diri mereka, serta mereka dapat berpola pikir secara kritis, berakhlak baik, dapat bertanggung jawab, serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara mendapat pendidikan yang baik. Sumber daya manusia terutama dalam etika, pengetahuan dan keterampilan didapatkan dari kita menempuh Pendidikan juga merupakan suatu wadah untuk membentuk jati diri manusia agar mengarah pada kehidupan yang lebih baik. Pemerintah sangat peduli terhadap pendidikan, maka dari itu pendidikan dituangkan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I ayat (I). Kompetensi diakui sebagai salah satu penentu keberhasilan seorang guru dalam Kemampuan guru merupakan perpaduan antara kemampuan pribadi, ilmu pengetahuan, teknologi sosial dan spritual, yang merupakan kemampuan dasar guru secara keseluruhan (Kahpi & Harahap, 2. Di antara beberapa kompetensi guru, yang dianggap dapat membantu mengurangi permasalahan tersebut adalah kemampuan mengajar atau kompetensi pedagogic (Hayaturraiyan & Harahap, 2. Perlu diketahui bahwa pemahaman kompetensi pedagogik penting bagi guru karena kompetensi tersebut berkaitan dengan pengembangan kurikulum, proses pembelajaran yang berlangsung di kelas, dan memahami karakteristik siswa di kelas. Setelah kompetensi pedagogik guru dipahami, diharapkan dapat dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanjut tentang kompetensi lain yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional(Hayaturraiyan & Harahap, 2. Berdasarkan UU Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 pasal 10 menyatakan bahwa kompetensi pedagogik adalah Aukemampuan mengelola pembelajaran peserta didikAy. Menurut Hilmy . menjelaskan kompetensi pedagogik merupakan Aukemampuan guru dalam merancang pembelajaran siswa yang mencakup, pelaksanaan pembelajaran, pemahaman terhadap siswa, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan beragam potensi yang dimilikinya. Ay Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. Salah satu aspek wajib yang dimiliki guru adalah kompetensi. Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 10 ayat . menyatakan bahwa terdapat empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru profesional, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial (Harahap, 2. Dari empat kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru sinkron dengan bidang keahliannya supaya menjadi guru yang profesional, dan meningkatkan penguasaan terhadap kompetensi tersebut agar kedepannya tidak akan ragu menghadapi peserta didik dan menggunakan segala permasalahannya. Karena guru yang berkompeten akan lebih mampu membentuk lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan serta akan lebih mampu mengolah kelasnya dengan baik, sehingga peserta didik dapat belajar dengan optimal (Siregar et al. , 2. Kurikulum menjadi salah satu unsur yang sangat penting dalam dunia pendidikan terutama pada saat pelaksanaan proses pembelajaran disemua jenjang pendidikan. Kurikulum sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agar dapat mencapai sesuai target yang telah diharapkan (Syarifuddin & Harahap, 2. Kurikulum diadakan sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi dan informasi. Jika diadakan perkembangan kurikulum maka diperlukannya masukan-masukan dari berbagai tokoh-tokoh yang ahli dibidang kurikulum. Dan kemudian dari kurikulumn inilah yang menjadi materi pembelajaran yang digunakan kepada peserta didik untuk mendapatkan ijazah (Harahap & Harahap, 2. Kurikulum terus mengalami perubahan dan penyempurnaan guna untuk menigkatkan kualitas pendidikan yang berada dalam suatu negara. Bentuk penyempurnaan dari kurikulum terbaru yang dikeluarkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi yaitu kurikulum merdeka yang diperuntukkan dari satuan pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan tingkat sekolah menengah atas dan sekolah menegah kejurusan. Jikalau pada tingkat pendidikan pada perguruan tinggi, penyempurnaanya dilakukan dengan mengembngkan kurikulum yang dikenal dengan kampus merdeka atau lebih tepatnya yaitu merdeka belajar kampus merdeka (MBKM), kurikulum ini diadakan sebagai bentuk perhatian Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. dan keseriusan kementrian pendidikan agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin maju. Menurut Sekarwati dan Fauziati di Indonesia kurikulum pendidikan sering kali mengalami perubahan dalam hal untuk diterapkan pada setiap satuan pendiidkan. Indonesia ada beberapa kurikulum yang pernah diterapkan yaitu diantaranya KTPS 2006. Kurikulum 2013, dan yang saat ini sedang dijadikan sebagai kurikulum dan sedang dijalankan juga yaitu kurikulum merdeka . erdeka belaja. Berdasarkan Restiana dkk, tujuan diterapkannya kurikulum dalam satuan pendidikan adalah sebagai acuan ataupun panduan Tetapi penerapan suatu kurikulum pasti banyak tantangannya, dikarenakan adanya perbedaan variasi pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik (Muhammadiyah & Selatan, 2. Merdeka belajar merupakan slogan Pendidikan yang saat ini sedang di terapkan oleh Mendikbud. Prinsip merdeka belajar diharapkan dapat mempercepat proses reformasi pendidikan yang ada di Indonesia yang selama ini dianggap perlahan layu. Seiring berjalannya waktu pendidikan pun semakin berkembang dan beberapa kali telah mengalami perubahan kurikulum. Merdeka belajar yang dicetuskan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia adalah jawaban terhadap keluhan dan masalah yang dihadapi oleh pendidik dalam proses pembelajaran. Dengan adanya merdeka belajar, beban dan tugas dari seorang guru lebih diminimalisir mulai dari pengadministrasian sampai pada kebebasan dari tekanan Selain itu, merdeka belajar juga membuka cakrawala guru terhadap permasalahan yang dihadapi. Mulai dari penerimaan siswa, proses pembelajaran, evaluasi sampai Ujian Nasional. Dengan begitu, guru menjadi wadah penyalur potensi untuk melahirkan bibit unggul harapan bangsa sehingga dibutuhkan suasana pembelajaran yang menarik dan inovatif agar peserta didik semangat dalam belajar. Merdeka belajar menjadi sebuah suatu terobosan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menjadikan proses pembelajaran di setiap sekolah menjadi lebih efektif dan efisien. Dampak positif merdeka belajar ditujukan kepada guru, peserta didik, dan bahkan wali murid. Pembelajaran merdeka belajar mengutamakan minat dan bakat peserta didik yang dapat menumpuk sikap kreatif dan menyenangkan pada peserta Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. Pengembangan kurikulum di Indonesia tidak terlepas dari sejarah perkembangan Pada zaman penjajahan Belanda hin gga Jepang sudah terdapat sekolah bagi warga pribumi dan tentunya sudah ada kurikulum yang digunakan. Akan tetapi tujuan pendidikan masa itu mendidik sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk membantu misi penjajahan. Sehingga perkembangan pendidikan sejak era penjajahan, era orde lama dan orde baru, era reformasi sampai pada era globalisasi saat ini terus berkembang, termasuk dalam hal perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Disamping itu pengembangan kurikulum juga harus berlandaskan pada fungsi-fungsi manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Dengan kata lain, kurikulum hendaknya dikembangkan melalui yang matang, sistematis, dan terpadu. Kurikulum yang sudah ditetapkan dalam lembaga pendidikan maka harus Karena pengembangan kurikulum merupakan proses dinamika sehingga dapat merespon terhadap tuntutan perubahan struktural pemerintahan, perkembangan ilmu dan teknologi maupun globalisasi. Kebijakan umum dalam perkembangan kurikulum harus sejalan dengan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional yang dituangkan dalam kebijakan peningkatan angka partisispasi mutu, relevansi, dan efesiensi pendidikan. Guru mewujudkan semua itu peran dan dukungan dari berbagai pihak sangat Adapun peran yang sangat dominan adalah peran kebijakan kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam mengembangkan Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) yang merupakan kunci utama keberhasilan pencapaian tujuan lembaga Suatu lembaga pendidikan sangat tergantung pada kebijakan kepala sekolah. Karena ia merupakan pemimpin di lembaganya, maka ia harus mampu membawa lembaganya kearah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, ia harus mampu melihat adanya perubahan serta mampu melihat masa depan dalam kehidupan global yang lebih baik. Kepala sekolah harus bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan semua urusan. Pengaturan dan pengelolaan sekolah secara formal kepada atasannya atau secara informal kepada masyarakat Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. yang telah menitipkan anak didiknya. Kepala sekolah sebagai seorang pendidik, administrator, pemimpin dan supervisor, diharapkan dengan sendirinya dapat mengelola lembaga pendidikan ke arah perkembangan yang lebih baik dan dapat menjanjikan masa Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan, pada 30 Agustus 2023 di SDN 67 Kota Timur terkhususnya di kelas IV. Peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas. Dari hasil wawancara bahwasanya kurikulum merdeka ini baru pertama kali diterapkan pada saat tahun ajaran baru dan baru diterapkan di kelas 1 dan IV. Dan peneliti dapatkan bahwasanya ada kesulitan dalam menerapkan kurikulum meredeka dan guru-guru yang ada di sekolah itu sudah mengikuti diklat tetang kurikulum meredeka pada tahun kemarin. Guru yang ada di sekolah itu masi kesulitan dalam menerapkan kurikulum meredeka terutama dalam menyediakan media yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik, menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi dan pengembangan pada peserta didik. Dari hasil yang telah dipaparkan, penulis memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian dalam menyikapi kompetensi pedagogik guru dalam penerapan kurikulukm merdeka belajar di SDN 67 Kota Timur. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan format deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Creswell menggambarkan jenis penelitian kualitatif sebagai suatu pendekatan yang mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral dengan cara meminta partisipan untuk menjawab pertanyaan yang umum dan luas. Hasil wawancara berupa kata atau teks kemudian dikumpulkan untuk disimpulkan. Penelitian kualitatif dengan format deskriptif merupakan deskripsi naratif dari suatu obyek, fenomena, atau setting sosial akan dituangkan dalam tulisan. Artinya, data dan fakta yang dikumpulkan akan diwujudkan dalam bentuk kata-kata atau gambar, bukan angka. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN 67 Kota Timur yang beralamatkan di Jl. Taman Sari. Kelurahan Moodu. Kec Kota Timur. Kota Gorontalo. Waktu pelaksanaan penelitian mulai dari bulan Agustus tahun 2023 sampai benar-benar tuntas dalam melakukan penelitian. Data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui observasi, peninjauan, dan pengumpulan data terhadap objek penelitian disebut data primer. Data primer merupakan Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. sumber data penelitian yang di peroleh secara langsung dari sumber pertama . idak melalui perantar. , baik individu maupun kelompok. Adapun dalam penelitian ini sumber data primer adalah data yang di dapatkan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara yang dilakukan dengan Kepala Sekolah. Guru Mapel dan Guru Perwalian di Kelas IV SDN 67 Kota Timur. Sumber data sekunder merupakan data yang tidak langsung diberikan kepada pengumpul data atau melalui media lain, seperti orang lain atau dokumen. Data sekunder merupakan data yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain. Data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah selanjutnya adalah menganalisis data untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif tentang temuan penelitian. Berdasarkan data yang dikumpulkan, peneliti telah memperoleh informasi berikut dari penelitian ini: Kompetensi Pedagogik Guru Di Kelas IV SDN 67 Kota Timur Kompetensi pedagogik sangatlah penting bagi seorang guru apa lagi dalam proses Guru yaang kompeten bertanggung jawab dalam proses pembelajaran, mengajar, dapat memahami karakteristik peserta didik dan guru memfasilitasi pemahaman peserta didik terhadap materi yang disajikan, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar yang efektif. Guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan menarik dengan menggunakan media dan metode atau menggunkan alat peraga yang dapat membuat proses pembelajaran menjadi efektif. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan media dan metode atau alat peraga secara efektif dalam pembelajaran, dan memungkinkan peserta didik untuk menangkap pelajaran secara optimal dan meningkatkan motivasi peserta didik dalam Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di kelas IV SDN 67 Kota Timur, peneliti dapat mengetahui bahwa kompetensi pedagogik guru sudah sangat baik diterapkan dalam proses pembelajaran akan tetapi masih kurangnya fasilitas yang ada di sekolah tapi itu masih bisa ditangani oleh guru. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) Di Kelas IV SDN 67 Kota Timur Berdasarkan penelitian sebelumnya, kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki guru berupa kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, pengetahuan guru terhadap kompetensi pedagogik apa saja yang perlu mereka miliki dan kembangkan menjadi penting, agar guru dapat melakukan penerapan kurikulum merdeka secara optimal dalam proses belajar mengajar. Di SDN 67 Kota Timur menjadi salah satu sekolah penggerak dan telah menerapkan kurikulum merdeka dalam satu tahun belakang ini. Melalui temuan peneliti, terlihat bahwa dalam proses pembelajaran guru sudah sangat baik dalam proses belajar mengajar dan peserta didik juga menunjukan antusias selama kegiatan pembelajaran di kelas. Mereka dengan penuh perhatian mendengarkan penjelasan guru, berpartisipasi aktif dalam menjawab pertanyaan, dan menyelesaikan tugas yang Selain itu guru menggunakan alat peraga sesuai materi yang diajarkan itu dapat membekali peserta didik untuk memperluas pengetahuan mereka. Berdasarkan pengamatan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi pedagogik guru di dalam penerapan kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur. Bahwasanya guru sudah memberikan kemampuan atau kompetensi pedagogiknya suadah sangat baik di dalam proses pembelajaran kurikulum merdeka belajar (KMB). Dan juga peserta didik sudah berpartisipasi dengan baik dalam proses pembelajaran. Temuan Setelah data hasil penelitian dipaparkan, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyampaikan hasil temuan yang diberkaitan dengan pokok pembahasan dalam penelitian ini, yakni analisis kompetensi pedagogik guru dalam penerapan kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur. Untuk memudahkan pengolahan data analisis penelitian ini, maka penuilis akan menjabarkan hasil-hasil temuan penelitian yang nantinya akan menjadi pedoman dasar dalam penelitian ini. Antara lain sebagain berikut: Kompetensi Pedagogik Guru Di Kelas IV SDN 67 Kota Timur Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. Kompetensi pedagogik guru di kelas IV SDN 67 Kota Timur secara umum berjalan dengan baik walaupun berkendala di fasilitas yang ada di sekolah. Tapi itu masi bisa di atasi oleh gurunya. Jadi proses pembelajaranpun berjalan dengan baik. Jadi temuan hasil penelitian kompetensi pedagogik guru adalah: Kemampuan memahami peserta didik dalam karakteristik, kepribadian dan dapat mengenali perbedaan potensi yang dimiliki peserta didik. Kemampuan menyusun rencana pembelajaran dalam bahan-bahan pembelajaran dan menggunakan media dan sumber pengajaran yang menari perhatian peserta didik. Kemampuan melaksanakan proses belajar mengajar guru membuka pelajaran, menyajikan materi, menggunakan media dan metode, menggunakan alat peraga, menggunakan bahasa yang komunikatif, memotivasi peserta didik, berinteraksi dengan peserta didik secara komunikatif, menyimpulkan pelajaran, melaksanakan penilaian, memberikan umpan balik dan menggunakan waktunya dengan baik dalam proses pembelajaran berlangsung. Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) Di Kelas IV SDN 67 Kota Timur Dalam rangka menyongsong program merdeka belajar, peningkatan mutu pendidikan terus diupayakan dengan adanya pengembangan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Ada beberapa kompetensi guru salah satunya kompetensi Jadi kompetensi pedagogik guru dalam penerapan kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur itu sudah sangat baik meskipun masi kurangnya fasilitas yang ada disekolah. Untuk meningkatkan kemampuan pedagogik guru dalam kurikulum merdeka belajar (KMB) guru menguasai teori dan prinsip kerja dalam pembelajaran dan mengembangkan kurikulum dengan melibatkan peserta didik secara aktif. Guru melakukan evaluasi kinerja pribadi secara menyeluruh dan mulai menguasai teknologi informasi yang dapat mempermudah dalam proses belajar mengajar dan membuat media yang menarik perhatian peserta didik agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis kompetensi pedagogik guru dalam Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Analisis Kompetensi Pedagogik. Mega Ali. , dkk. penerapan kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa: Kompetensi pedagogik guru di kelas IV SDN 67 Kota Timur sudah cukup baik hal tersebut terjadi karena SDM khususnya guru kelas IV SDN 67 Kota Timur sudah memberikan yang terbaik dengan kemampuan pedagogik guru dalam proses pembelajara. Walaupun masih ada kekurangan dibagian fasilitasnya yang belum memadai, akan tetapi itu tidak menjadi penghalang bagi gurunya memberikan pembelajaran kepada peserta didik dan gurunya selalu memberikan hal-hal menarik dalam proses pembelajaran agar peserta didik fokus dan menerima pembelajran dengan baik. Kompetensi pedagogik guru dalam penerapan kurikulum merdeka belajar (KMB) di kelas IV SDN 67 Kota Timur sudah cukup baik dalam proses pembelajaran. Guru selalu memberikan yang terbaik dalam mengajar, penguasaan materinya, penguasaan kelas, memberikan penilaian, dapat mengetahui karakteristik peserta didk, memberikan metode dan media yang dapat menarik perhatian peserta didik walaupun masih ada. Kekurangan fasilitas disekolah tapi itu, tidak mengurangi semangat gurunya dalam memberikan pembelajaran yang baik dan menarik. Dan respond dari peserta didiknya sangat baik mereka menerima pembelajaran dengan baik. Hal tersebut terungkap berdasarkan data wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneliti secara tekun dan teliti. REFERENSI