Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 187 - 194 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. MATRIK Jurnal Manajemen dan Teknik Industri-Produksi Journal homepage: http://w. id/index. php/matriks Analisis Perencanaan Kapasitas Produksi Menggunakan Metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) Pada Pembuatan Produk Tensioner Assy Sepeda Motor (Studi Kasus: PT XYZ Karawang. Jawa Bara. Dwi Indra Prasetya1*. Dwi Irwati2. Abdul Yazid Rozi3 Prodi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang No. Cibatu. Cikarang Selatan. Bekasi. Indonesia Email : indra. prasetya@pelitabangsa. *Correspoding Author INFO ARTIKEL doi: 10. 350587/Matrik Jejak Artikel : Upload artikel 29 Januari 2026 Revisi oleh reviewer 12 Maret 2026 Publish 31 Maret 2026 Kata Kunci : kapasitas produksi. Master Production Schedule (MPS), overcapacity. Rough-Cut Capacity Planning (RCCP). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana kapasitas produksi tensioner assy di PT XYZ Karawang Jawa Barat, sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen sesuai jadwal. Pengambilan data selama periode Juli 2023 hingga Juni 2024, berfokus pada dampak fluktuasi permintaan, kecukupan kapasitas terhadap Master Production Schedule (MPS), dan keterbatasan sumber daya utama. Sebelum perbaikan, terjadi pemborosan berupa keterlambatan pengiriman sebesar 10% yang disebabkan oleh adanya: . fluktuasi permintaan. ketidaksesuaian antara kapasitas produksi tersedia dan kebutuhan MPS. keterbatasan sumber daya utama . owntime mesin, bottleneck pada stasiun pengelasan, dan variasi hari kerj. Perbaikan menggunakan metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) efektif berhasil mengurangi pemborosan dengan cara: . penggunakan teknik peramalan yang lebih akurat . eighted moving averag. optimalisasi kapasitas produksi dengan penambahan shift kerja. pengurangan downtime mesin dengan pemeliharaan terjadwal. optimalisasi tenaga kerja melalui pelatihan dan dan . penerapan strategi hari kerja yang lebih fleksibel. ABSTRACT This study aims to develop a production capacity plan for tensioner assy at PT XYZ Karawang. West Java, so that it can meet consumer demand on Data collection during the period July 2023 to June 2024, focused on the impact of demand fluctuations, capacity adequacy against the Master Production Schedule (MPS), and limitations of primary resources. Before the improvement, there was waste in the form of 10% delay in delivery caused by: . demand fluctuations. mismatch between available production capacity and MPS requirements. limitations of primary resources . achine downtime, bottlenecks at welding stations, and variations in working day. Improvements using the Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) method effectively reduced waste by: . using more accurate forecasting techniques . eighted moving . optimizing production capacity by adding work shifts. reducing machine downtime with scheduled maintenance. optimizing the workforce through training and redistribution. implementing a more flexible working day strategy. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Prasetya et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 187 - 194 Fluktuasi permintaan yang tinggi. Permintaan tensioner assy bervariasi signifikan selama periode Juli 2023 Ae Juni 2024, dengan titik terendah 285. 310 unit (April 2. dan titik tertinggi 448. 320 unit (November 2. Kesenjangan kapasitas produksi. Kapasitas tersedia efektif dan variasi hari kerja per bulan, tidak selalu memenuhi kebutuhan Master Production Schedule (MPS). Keterbatasan sumber daya utama. Proses assembly dibatasi oleh jumlah mesin . , tenaga kerja . operator per shif. , dan waktu operasional . ervariasi setiap bula. , yang tidak cukup fleksibel untuk menangani lonjakan permintaan. Disamping itu terjadi penurunan efisiensi mesin akibat downtime yang tidak terduga, seperti kerusakan dan perbaikan. Keterbatasan ini penyeimbangan beban kerja . ine balancin. untuk mengatasi bottleneck pada stasiun kerja tertentu. Kurangnya perencanaan kapasitas prediktif. Perencanaan kapasitas produksi saat ini lebih mengandalkan data historis tanpa analisis prediktif, sehingga tidak mampu mengantisipasi fluktuasi permintaan. Penggunaan metode terpilih Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) didasarkan atas beberapa pertimbangan sebagai berikut . Sumber data primer. Data penelitian yang tersedia hanya berupa data MPS, waktu baku, kapasitas kasar mesin/tenaga kerja. Tidak produksi secara detail. Sebatas simulasi kasar . terhadap kapasitas utama berdasarkan MPS. Secara horizon waktu, bersifat jangka menengah . ntuk strategi 1 Ae 18 bulan Sumber data sekunder. Berdasarkan penelitian terdahulu, metode ini terbukti efektif mampu mengendalikan Pendahuluan Industri kendaraan roda dua di Indonesia telah menjadi salah satu sektor unggulan, didorong oleh tingginya permintaan domestik dan ekspor. Komponen tensioner assy, yang berfungsi mengatur ketegangan sistem belt pada mesin kendaraan roda dua, merupakan elemen kritis untuk menjaga efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan. Dalam rantai pasok otomotif, tensioner assy harus diproduksi dengan kepresisian tinggi untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh produsen Namun, fluktuasi permintaan yang signifikan dari konsumen sering kali menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kapasitas, mengganggu jadwal pengiriman, dan paling fatal bisa menyebabkan turunnya kepercayaan pelanggan. Hal ini menunjukkan perlunya strategi perencanaan kapasitas yang lebih responsif untuk mendukung keberlanjutan Studi lokal menunjukkan bahwa 55% pemasok otomotif di Indonesia menghadapi masalah serupa akibat perencanaan kapasitas yang kurang responsif. PT XYZ Karawang (Jawa Bara. sebagai salah satu pemasok utama tensioner assy untuk produsen sepeda motor Honda dan Yamaha, menghadapi tantangan fluktuasi permintaan yang signifikan selama periode Juli 2023 Ae Juni 2024 yang memerlukan penyesuaian kapasitas produksi seperti ditunjukkan gambar di bawah Gambar 1. Permintaan tensioner assy, periode Juli 2023 Ae Juni 2024 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2024 Berdasarkan observasi di lapangan, identifikasi masalah utama pemborosan . sebagai Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 187 - 194 undercapacity, meskipun dalam perencanaan awal. p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. Permintaan tensioner assy. Data permintaan bulanan tensioner assy diperoleh dari laporan penjualan. Data ini digunakan untuk mengevaluasi fluktuasi Master Production Schedule (MPS). Metode Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus menggunakan metode survei yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan data-data yang dibutuhkan guna menghitung kapasitas produksi agar memenuhi jumlah permintaan secara optimal dan tepat waktu . Penelitian ini dilaksanakan di industri manufaktur spare part otomotif PT XYZ Karawang (Jawa Bara. Penelitian ini melibatkan dua jenis data yaitu data kualitatif . asil wawancara dan rapat mingguan/bulana. dan data kuantitatif . asil pengamatan langsung meliputi data-data proses produksi, waktu proses produksi pada setiap mesin, dan biayabiaya mengenai kebijakan perusahaa. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tabel 1. Permintaan Tensioner Assy Periode Juli 2023 Ae Juni 2024 Bulan Permintaan . Juli 2023 350,522 Agustus 2023 366,765 September 2023 370,075 Oktober 2023 415,168 November 2023 423,480 Februari 2024 331,730 Maret 2024 390,020 April 2024 369,828 Mei 2024 387,138 Juni 2024 285,310 Juli 2024 413,511 Agustus 2024 354,524 Sumber: Data Primer Perusahaan, 2024 Master Production Schedule (MPS). Data MPS diperoleh dari dokumen perencanaan produksi perusahaan, yang mencerminkan target produksi bulanan untuk tensioner. Data ini digunakan untuk analisis kecukupan kapasitas menggunakan metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP). Tabel 2. MPS Periode Juli 2023 Ae Juni 2024 Bulan Gambar 2. Aliran penelitian. Sumber: Hasil Pengolahan Data 2024 Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Penelitian 1 Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk mendukung analisis kapasitas produksi tensioner assy di PT XYZ Karawang pada periode Juli 2023 Ae Juni 2024. Berikut rincian data yang dikumpulkan: MPS Juli 2023 308,740 Agustus 2023 352,300 September 2023 355,700 Oktober 2023 400,719 November 2023 448,320 Februari 2024 314,980 Maret 2024 397,340 April 2024 370,145 Mei 2024 377,888 Juni 2024 320,330 Juli 2024 388,289 Agustus 2024 366,785 Sumber: Data Primer Perusahaan, 2024 Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Prasetya et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 187 - 194 Hari kerja bulanan. Jumlah hari kerja per bulan diperoleh dari jadwal operasional Perusahaan, yang mempertimbangkan hari libur nasional, cuti bersama, dan jadwal produksi. Data ini penting untuk menghitung kapasitas produksi tersedia. 95%, setelah mempertimbangkan downtime dan faktor operasional lainnya . isalnya, kelelahan operato. Keterlambatan produktivitas operator. Wawancara dengan manajer produksi mengungkapkan keterlambatan pengiriman rata-rata 10% pada periode puncak (OktoberAeNovember 2. 2 Pengolahan dan Analisis Data Berikut adalah langkah-langkah pengolahan Perhitungan kapasitas tersedia. Kapasitas tersedia dihitung berdasarkan jumlah mesin, hari kerja, jam kerja per hari, efisiensi, dan output per jam. Dengan 8 mesin, 8 jam per hari, efisiensi 95%, dan output 300 unit per jam, maka kapasitas tersedia per bulan dihitung sebagai berikut: Tabel 3. Jumlah Hari Kerja Periode Juli 2023 Ae Juni 2024 Hari Kerja Bulan . Juli 2023 Agustus 2023 September 2023 Oktober 2023 November 2023 Februari 2024 Maret 2024 April 2024 Mei 2024 Juni 2024 Sumber: Data Primer Perusahaan, 2024 {. aycycoycoycaEa ycAyceycycnycu ycu . aycaycycn yayceycycyca ycu yaycayco ycyyceyc yaycaycyc. ] ycu yayceycnycycnyceycuycycn ycu ycCycycycyycyc ycyyceyc yaycayc. Waktu siklus dan distribusi tenaga kerja. Observasi langsung dilakukan pada lini assembly tensioner untuk mengukur waktu siklus di setiap stasiun kerja. Lini produksi terdiri dari empat stasiun utama: perakitan awal, pengelasan, pengecatan, dan inspeksi Contoh perhitungan: A Juli 2023 . hari kerj. = {. ycu0,95ycu. } = 364. A Desember 2023 . hari kerj. = {. ycu0,95ycu. } = 291. Tabel 4. Waktu Siklus Stasiun Kerja. Waktu Siklus Stasiun Kerja . enit per uni. Perakitan Awal Pengelasan Inspeksi Pengemasan Penyimpanan Sumber: Data Primer Perusahaan, 2024 Berdasarkan contoh perhitungan di atas, maka dibuatlah data kapasitas tersedia per bulan sesuai tabel di bawah ini. Tabel 5. Kapasitas Tersedia Periode Juli 2023 Ae Juni 2024 Downtime mesin. Data downtime mesin dikumpulkan dari laporan pemeliharaan. Rata-rata downtime adalah 5 jam per bulan per mesin, dengan 8 mesin aktif di lini produksi. Total downtime adalah 40 jam per bulan . mesin y 5 ja. Efisiensi dan kapasitas mesin. Dokumen spesifikasi mesin menunjukkan output rata-rata 300 unit per jam per mesin pada kondisi ideal . fisiensi 100%). Namun, wawancara dengan supervisor produksi mengungkapkan efisiensi aktual adalah Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 187 - 194 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. Perbandingan permintaan dan Master Production Schedule (MPS). Digunakan kesenjangan awal antara permintaan aktual dan target produksi. Contoh: A November 2023, permintaan 423. MPS 448. 320 unit . umlah MPS 840 uni. A April 2024, permintaan 285. 310 unit. MPS 320. 330 unit, . umlah MPS lebih 020 uni. Perhitungan efisiensi produksi. Dihitung berdasarkan rasio output aktual terhadap output ideal. Output ideal dihitung dari kapasitas maksimum tanpa downtime . fisiensi 100%). Contoh: = {. x1,00x. } = 384. Output aktual dengan efisiensi 95% adalah 800 unit, sehingga efisiensi lini Analisis. Permintaan tertinggi di periode November 2023, jumlah permintaan 423. 480 unit, 22 hari, membutuhkan: Waktu pengerjaan. = 423. 480x0,0033 = 1. 397,484 jam Kapasitas tersedia. = {. ]x0,95x. = 401. 280 unit Terdapat undercapacity. = . 397,5 Ae 1. x300 = 17. 965 unit = . x100% = 4,24% 4% Menggunakan contoh di atas, diperoleh data analisis sesuai tabel di bawah ini. Tabel 6. Analisis Saat Permintaan Tertinggi dan Terendah Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 Perhitungan keterlambatan akumulasi. ycNycuycycayco ycoyceycoycycycaycuyciycaycu = ( ycNycuycycayco ycyyceycycoycnycuycycaycaycu ) ycu100% produksi = 384. 000 ycu 100% = 95% = . ycu100% = 9,63% 10% Identifikasi bottleneck. Berdasarkan pengelasan diidentifikasi sebagai bottleneck dengan waktu siklus 3 menit per unit, dibandingkan stasiun lain . ,5Ae2 menit per Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan unit dan keterlambatan produksi, yang akan dianalisis lebih lanjut menggunakan Theory of Constraints (TOC). Dampak operasional. Dampak undercapacity dan overcapacity pada operasional sesuai tabel di bawah ini. Tabel 7. Dampak Operasional Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 2 Pembahasan 1 Dampak Fluktuasi Permintaan terhadap Keseimbangan Kapasitas Produksi 2 Kecukupan Kapasitas Produksi Master Production Schedule (MPS) Untuk mengetahui sejauh mana kapasitas produksi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan MPS maka digunakan metode Rough-Cut Capacity Planning (RCCP) yang menganalisis periode Juli 2023 - Juni 2024 sesuai tabel di bawah ini. Data permintaan tensioner menunjukkan fluktuasi signifikan, dengan nilai terendah pada April 2024 dan tertinggi pada November 2023. Kapasitas tersedia bervariasi setiap bulan berdasarkan jumlah hari kerja, dengan rentang 840 unit (Desember 2. unit (Agustus. Oktober. November 2. Kebutuhan kapasitas dihitung berdasarkan permintaan bulanan dengan waktu produksi 0,0033 jam per unit atau 300 unit per jam. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Prasetya et all /Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 187 - 194 Tabel 8. Analisis Kecukupan Kapasitas Terhadap MPS mengalami keterlambatan, sesuai keterangan di bawah ini. Penambahan shift kerja. Tambahan 4 jam per hari pada bulan (November Desember 2023. Januari Ae Juni 2. dapat mengatasi kekurangan kapasitas. Pada November 2023, kapasitas {. ]x0,95x. = 601. 920 unit dan menghasilkan overcapacity 153. unit terhadap MPS . 920 Ae 448. Muncul biaya tambahan (Rp 50 juta per Penyesuaian Master Production Schedule (MPS). Menyesuaikan MPS agar lebih selaras dengan permintaan aktual dapat mengurangi undercapacity. Strategi ini dapat meningkatkan efisiensi, sumber daya, meskipun memerlukan investasi awal. Line balancing dan pelatihan. Redistribusi tenaga kerja dan pelatihan operator . 472 unit per bula. mengurangi bottleneck dan meningkatkan produktivitas, dengan biaya pelatihan Rp 20 Perawatan terjadwal. Mengurangi downtime menjadi 3 jam per mesin meningkatkan kapasitas, misalnya pada Desember 2023 menjadi 298. 368 unit, mengurangi undercapacity menjadi 16. Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 Kesimpulan: Kapasitas tersedia tidak cukup untuk memenuhi MPS pada sebagian besar bulan (November 2023AeJuni 2. , kecuali pada JuliAeOktober 2023. Variasi ketidaksesuaian, terutama pada bulan dengan hari kerja rendah. RCCP menunjukkan bahwa kapasitas produksi tidak sepenuhnya sesuai dengan MPS pada periode puncak dan bulan dengan hari kerja terbatas. 3 Keterbatasan Sumber Daya Utama Memengaruhi Efisiensi Produksi Keterbatasan sumber daya utama . esin, tenaga kerja, waktu operasiona. yang memengaruhi efisiensi produksi tensioner assy ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Tabel 9. Keterbatasan Sumber Daya Utama Berpengaruh Terhadap Efisiensi Produksi Kesimpulan dan Saran Fluktuasi permintaan dan keseimbangan Fluktuasi permintaan . 310Ae423. menyebabkan undercapacity 17. unit pada November 2023 . ,2% dari permintaa. dan overcapacity 27. 803 unit pada April 2024 . ,0% dari kapasita. Variasi Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2024 4 Usulan Perbaikan Diberikan untuk peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi agar pengiriman tidak Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 187 - 194 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. undercapacity pada Desember 2023 . ,573 unit 11,0% dari permintaa. Kecukupan kapasitas terhadap Master Production Schedule (MPS). Kapasitas tersedia tidak cukup untuk MPS pada November 2023AeJuni 2024, dengan undercapacity terbesar pada November 2023 . 040 unit 10,5% dari MPS). MPS yang tidak selaras dengan permintaan . November 2. memperburuk ketidaksesuaian. Keterbatasan sumber daya utama. Downtime mesin, jumlah mesin terbatas, distribusi tenaga kerja, kurangnya pelatihan, dan variasi hari kerja menyebabkan efisiensi turun dan keterlambatan pengiriman. Mengurangi efisiensi menjadi 96%, tetapi hari kerja rendah tetap menjadi tantangan. Daftar Pustaka