AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Vol. 13, No. 1, Desember 2024 ISSN: 2354-8576 (Print), ISSN:0000-0000 (0nline) http://doi.- PENGUATAN KARAKTER SISWA MELALUI METODE TILAWATI DI MI PSM SUGIHWARAS NGANJUK 1,2, Moh. Taufiq Akbar1*, Ali Imron2 Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Indonesia 1 *akbaropick4@gmail.com Abstract Character education plays a very important role in building human civilization. Therefore, character cultivation must be carried out in children from an early age. Through the habitual program of reading the Al Qurán using the Tilawati method at MI PSM 1 Sugihwaras Ngepeh Loceret, character values have been developed in order to form individuals with noble morals. The focus of this research is: (l) Character values developed through the Tilawati Method (2) The process of instilling character education through the Tilawati method, and (3) the success of cultivating character education through the Tilawati method. This research uses a qualitative approach, case study type. Data collection techniques use observation methods, in-depth interviews and documentation. The results of research at MI PSM 1 Sugihwaras: 1) the strengthening of students' character, namely democracy, hard work, istiqamah, discipline, religion and love of cleanliness, 2) the holding of student graduations in the Al Qurán reading program using the Tilawati method which is held at the end of each year and 3) ) there are results of students who can read the Qur'an fluently, memorize short surahs and recite prayers. Keywords: Character Strengthening, Tilawati Method PENDAHULUAN Kemajuan teknologi yang pesat telah membawa perubahan pada pola perilaku manusia. Di samping banyak dampak positif juga tidak sedikit dampak negatif. Anak menjadi pribadi yang malas dan anti-sosial, atau dapat dikatakan bahwa dampak negatif dari kemajuan teknologi adalah semakin menurunnya pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana yang bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai moral, akhlak sehingga terwujud dalam implementasi sikap dan perilaku yang baik. Implementasi pendidikan karakter melibatkan aspek teori pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Pendidikan karakter merupakan usaha disengaja untuk membantu peserta didik dapat memahami, memperhatikan dan mengamalkan nilai-nilai etika (Lickona, 2022). Krisis pendidikan karakter yang melanda siswa saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Meningkatnya angka kekerasan anak dan remaja, bullying, banyaknya kasus pergaulan bebas, pornografi, pemerkosaan, penyalahgunaan narkoba adalah masalah-masalah sosial yang sampai saat ini belum teratasi dengan tuntas. Vol. 13 No. 1 | 10 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Paparan di atas menunjukkan bahwa pendidikan karakter sangat berperan dalam membangun peradaban manusia. Oleh karena itu pendidikan karakter pada anak harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan keluarga, maupun di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Pemerintah telah menetapkan delapan belas nilai yang berasal dari agama, budaya, dan falsafah negara untuk mendukung pendidikan karakter, yaitu: 1)religius, (2)jujur, (3)tolerasi, (4)disiplin, (5)kerja keras, (6)kreatif, (7)mandiri, (8)demokratis, (9)rasa ingin tahu, (10)semangat kebangsaan, (11)cinta tanah air, (12)menghargai prestasi, (13)bersahabat/komunikatif, (14)cinta damai, (15)gemar membaca, (16)peduli lingkungan, (17)peduli sosial, dan(18)tanggung jawab (Syarbini, 2012). Salah satu bentuk pembiasaan yang dikembangkan di Madarasah Ibtidaiyyah Pesantren Sabilil Muttaqien ( MI PSM ) 1 Sugihwaras Ngepeh Loceret adalah membaca Al Qur’an dengan metode tilawati. Tilawati adalah salah satu metode belajar membaca AlQur’an dengan strategi pembelajaran yang menggunakan pendekatan seimbang antara “pembiasaan” melalui sistem klasikal dan “kebenaran membaca” melalui sistem individual dengan teknik “baca simak”, Dengan strategi tersebut diharapkan dapat mengurangi bahkan mengatasi permasalahan dalam pembelajaran membaca Al-Qur‟an (Hasan, 2010). Dengan pola pembelajaran tersebut, di samping mempercepat proses penguasaan cara membaca Al Qur’an dengan benar juga dapat membentuk karakter demokratis, bekerja keras, istiqamah, disiplin, religius dan cinta kebersihan pada diri siswa. Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka penulis terdorong mengadakan penelitian tentang “Penguatan karakter siswa melalui metode Tilawati” di Madrasah Ibtidaiyyah Pesantren Sabilil Muttaqien ( MI PSM ) 1 Sugihwaras, Ngepeh, Loceret Nganjuk. METODE Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui permasalahan pada Penguatan Karakter Siswa Melalui Metode Tilawati. Kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang menggunakan data deskripsi komprehensif dan menjelaskannya secara deskriptif dalam bentuk penjelasan. Analisis data deskriptif kualitatif jenis ini sering digunakan untuk menganalisis peristiwa, fenomena, atau situasi sosial (Sugiyono, 2014). Pemilihan modus komunikasi, baik tertulis maupun lisan, dan identifikasi informan dan perilaku yang akan diamati merupakan pertimbangan penting bagi peneliti untuk mencapai pemahaman yang komprehensif dan menyeluruh tentang pokok bahasan yang diselidiki. Vol. 13 No. 1 | 11 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Penelitian ini dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk mengamati subjek yang diteliti. Penelitian deskriptif kualitatif ini digunakan untuk menemukan, menganalisis dan mengamati fenomena atau peristiwa sosial. Dalam hal ini tujuan penelitian ini adalah menganalisis penggunaan atau penerapan kurikulum mandiri. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, hasilnya dijelaskan dalam bentuk deskripsi atau cerita dalam bentuk teks dan paragraph (Hardani, 2022). Metode-metode tersebut memiliki beberapa karakteristik, seperti menyajikan perspektif subjek yang diselidiki, menawarkan penggambaran fenomena yang dipelajari secara komprehensif dan relevan, dan memberikan evaluasi atau konteks yang berkontribusi pada interpretasi fenomena dalam konteks yang dipelajari (Moleong, 2021). HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti memperoleh data dari hasil observasi, wawancara dan telaah dokumen bahwasanya terdapat 6 nilai karakter yang dikembangkan MI PSM Sugihwaras Loceret yaitu nilai demokratis, bekerja keras, istiqamah, disiplin, religius dan cinta kebersihan. Beberapa karakter yang ditunjukkan oleh siswa dalam pembelajaran Al Qur’an melalui metode tilawati adalah tertib dan tenang, kesungguhan dalam membaca Al Qur’an, menghafal surah-surah pendek dan bacaan shalat, konsisten dengan kaidah bacaan yang benar, tepat waktu dalam kegiatan pembelajaran Al Qur’an, semangat dalam menjalankan ibadah, dan dapat menjaga kebersihan. Proses penanaman nilai karakter melalui program Tilawati dilakukan melalui pendekatan dan langkah-langkah yang terencana dengan baik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan klasikal dengan media alat peraga dan pendekatan individual dengan teknik baca simak secara seimbang. Adapun langkah-langkah kegiatan terdiri dari a) perencanaan pembelajaran Al Qur’an dengan metode tilawati yang terdiri dari: merumuskan dasar dan tujuan, menentukan alokasi waktu, dan menyusun perangkat pembelajaran, b) pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari kegiatan awal, inti dan penutup, dan c) Evaluasi yang terdiri dari pre-test, harian dan kenaikan jilid. Adapun keberhasilan penanaman karakter di MI PSM 1 Sugihwaras Ngepeh Loceret didasarkan pada indikator , yaitu: 1) Mengacu pada nilai-nilai yang dikembangkan apakah sudah dimiliki oleh peserta didik yaitu demokratis, kerja keras, istiqamah, disiplin, religius dan cinta kebersihan, 2) Adanya wisuda siswa dalam program tahfidz yang diselenggarakan setiap akhir 1. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam metode Tilawati. Vol. 13 No. 1 | 12 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Beberapa karakter yang dikembangkan melalui metode Tilawati di MI PSM Sugihwaras terdiri dari demokratis, kerja keras, istiqamah, disiplin, religius dan cinta kebersihan. Karakter demokratis adalah suatu cara berpikir atau berperilaku yang terarah untuk mewujudkan pribadi yang baik dan mampu menghargai perbedaan serta mampu menjalankan setiap kewajiban-kewajibanya (Saputri dan Setyowati, 2022). Upaya penumbuhan karakter demokratis dalam metode tilawati tampak dari pendekatan yang digunakan, yaitu klasikal dan individual. Dalam pendekatan ini siswa secara bergiliran satu persatu membaca Al Qur’an tanpa membedakan kemampuan dan status sosial. Karakter yang kedua adalah kerja keras. Kerja keras memiliki makna perilaku yang menunjukkan adanya kesungguhan dalam berupaya untuk mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya (Syarbini, 2012). Karakter kerja keras ini dapat dilihat dari kesungguhan para peserta didik dalam kegiatan belajar membaca Al Qurán, dan mengerjakan semua tugas yang diberikan yaitu menghafal surah-surah pendek atau juz ‘amma dan bacaan shalat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an surah Al Insyirah ayat 7 ْ‫صب‬ َ ‫فَإِذَا فَ َر ْغتَ فَٱن‬ Artinya: “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)” Karakter yang ketiga adalah istiqamah. Istiqamah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman, sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan. Seseorang yang istiqamah laksana batu karang di tengah lautan yang tidak bergeser sedikitpun walau dipukul oleh gelombang yang bergulung-gulung (Tim, 2023). Dalam Al Qur’an kata istiqamah dapat diartikan konsisten terhadap janji yang telah disepakati. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT surat Hud ayat 112 ‫صير‬ ِ ‫َاب َم َعكَ َوَل ت َْطغ َْوا ۚ ِإنَّهُ ِب َما ت َ ْع َملُونَ َب‬ َ ‫فَا ْست َ ِق ْم َك َما أُمِ ْرتَ َو َم ْن ت‬ Artinya: Maka beristiqomahlah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Karakter yang keempat adalah disiplin. Curvin & Mindler sebagaimana dikutip oleh Wuri Wuryandani, dkk, (2014) mengemukakan bahwa ada tiga dimensi disiplin, yaitu (1) disiplin untuk mencegah masalah; (2) disiplin untuk memecahkan masalah agar tidak semakin buruk; dan (3) disiplin untuk mengatasi siswa yang berperilaku di luar kontrol. Dalam Islam diajarkan untuk menerapkan nilai-nilai kedisiplinan dalam semua Vol. 13 No. 1 | 13 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam aspek kehidupan, sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Qur'an surat al- Ashr ayat 13 yang berbunyi: ‫صب ِْر‬ ِ ٰ‫ص ِلح‬ ْ ‫َو ْال َع‬ َّ ‫ص ْوا ِبال‬ ِ ْ ‫ ا َِّن‬.‫ص ِۙ ِر‬ ّٰ ‫عمِ لُوا ال‬ َ ‫ ا ََِّل الَّ ِذيْنَ ٰا َمنُ ْوا َو‬.‫سانَ لَ ِف ْي ُخس ِْۙر‬ َ ‫اَل ْن‬ َ ‫ق ەِۙ َوت ََوا‬ َ ‫ت َوت ََوا‬ ِ ‫ص ْوا ِب ْال َح‬ Artinya "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati menetapi kesabaran. Melalui program pembiasaan membaca Al Qurán dengan metode tilawati, anakanak dilatih untuk mentaati peraturan yang ada dalam pembelajaran, seperti datang tepat waktu, menyetor hafalan sesuai waktu yang ditetapkan. Karakter yang kelima adalah religius. Religius memiliki arti nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan. Agar menunjukkan bahwa pikiran, perilaku, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan atau ajaran agamanya (Mustari, 2014). Melalui program pembiasaan membaca Al Qurán dengan metode Tilawati, siswa juga diharuskan menghafal surah-surah pendek (Juz Amma) dan bacaan-bacaan shalat. Dari sinilah akan tumbuh kepribadian siswa yang lebih taat pada ajaran agama nya. Karakter yang keemam adalah cinta kebersihan. Islam merupakan agama yang suci dan memerintahkan manusia untuk selalu menjaga kebersihan sebagaimana terdapat dalam penggalan ayat 222 surat Al Baqarah َ َ ‫ّٰللا يُحِ بُّ الت َّ َّوا ِبيْنَ َويُحِ بُّ ْال ُمت‬ َ‫ط ِه ِريْن‬ َ ّٰ ‫ا َِّن‬ Artinya: Sungguh Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri. Upaya penguatan karakter cinta kebersihan pada diri siswa tampak dari adanya para siswa yang harus berwudlu sebelum memulai pembelajaran Al Qurán. Demikian juga ketika hendak melaksanakan shalat dhuha maupun shalat jamaah dhuhur. 2. Proses penanaman nilai karakter melalui metode Tilawati. Proses penanaman nilai karakter dalam metode Tilawati dilakukan melalui pendekatan dan langkah-langkah kegiatan yang terencana dengan baik. Pendekatan yang digunakan dalam metode Tilawati di MI PSM Sugihwaras Loceret adalah pendekatan individual dan klasikal secara seimbang. Menurut Ali Muaffa dkk (2014), tilawati adalah metode belajar membaca Al-Qur’an yang menggunakan strategi pembelajaran dengan pendekatan yang seimbang antara “pembiasaan” melalui sistem klasikal dan “kebenaran membaca” melalui sistem individual dengan teknik “baca simak”, dan diharapkan dapat mengurangi bahkan mengatasi permasalahan dalam pembelajaran membaca Al-Qur‟an. Vol. 13 No. 1 | 14 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam Dalam suatu proses pembelajaran, seorang guru dapat melaksanakan metode pembelajaran yang bersifat klasikal, individual, atau kombinasi keduanya. Pembelajaran klasikal dijelaskan Octavernanda (2015), sebagai pengajaran yang diberikan kepada satu kelas murid secara bersama-sama. Menurut Nasution (2000), pembelajaran individual merupakan suatu bentuk kritik terhadap pelaksanaan pembelajaran klasikal yang dinilai tidak efektif di dalam suatu proses belajar-mengajar di kelas yang besar. Pendekatan klasikal dan individual yang digunakan secara bersamaan dalam pembelajaran Al Qurán dengan metode Tilawati di MI PSM Sugihwaras Loceret berjalan dengan baik dan dapat digunakan dalam rangka penguatan karakter siswa. Adapun langkah-langkah pembelajaran dalam metode tilawati terdiri dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyebutkan bahwa fungsi manajemen (pengorganisasian), actuating meliputi planning (pelaksanaan/ (pengorganisasian), penggerakan), dan organizing controlling (pengawasan). Perencanaan yang dilakukan MI PSM Sugihwaras adalah menetapkan tujuan kegiatan yaitu membentuk rasa cinta anak-anak pada Al Qur’an. Selanjutnya menetapkan alokasi dan penyusunan perangkat pembelajaran untuk memudahkan guru dalam mengatur kelas. Setelah melakukan perencaanaan, selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup. Hal ini sesuai dengan pendapat Abdul Majid (2009), Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran meliputi: Kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran juga harus memperhatikan pengelolaan kelas. Untuk menumbuhkan iklim belajar yang kondusif, metode tilawati menggunakan irama rost dalam membaca Al Qur’an. Dengan irama rost ini menjadikan pembelajaran Al Qur’an lebih menyenangkan dan tidak membosankan. 3. Keberhasilan penanaman karakter melalui metode Tilawati Keberhasilan penanaman karakter dengan metode Tilawati dalam pembelajaran Al Qur’an memuat dua jenis indikator yaitu indikator madrasah dan indikator kelas. Indikator madrasah merupakan acuan yang digunakan oleh kepala sekolah, guru, dan personalia sekolah lainnya dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan karakter bangsa. Indikator kelas merupakan gambaran perilaku siswa terkait dengan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas Tilawati. Secara garis besar keberhasilan yang telah dicapai sesuai dengan indikator madrasah maupun kelas sudah bagus. Hal ini tampak dari adanya penguatan karakter Vol. 13 No. 1 | 15 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam peserta didik yaitu demokratis, kerja keras, istiqamah, disiplin, religius dan cinta kebersihan. Juga dari terselenggaranya wisuda siswa wisuda siswa dalam program membaca Al Qurán dengan metode Tilawati yang diselenggarakan setiap akhir tahun. PENUTUP Kesimpulan dalam artikel ini adalah, karakter memiliki peranan yang besar dalam membangun peradaban manusia. Oleh karena itu pendidikan karakter pada anak harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan keluarga, maupun di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Beberapa karakter yang dikembangkan di MI PSM 1 Sugihwaras melalui program membaca Al Qur’an dengan metode tilawati adalah demokratis, kerja keras, istiqamah, disiplin, religius dan cinta kebersihan. Dalam proses penanaman karakter dengan metode tilawati menggunakan pendekatan klasikal dan individual secara seimbang. Dalam pembelajaran dengan pendekatan klasikal, guru menggunakan lembar peraga dengan menggunakan teknik 1,2, dan atau 3. Kegiatan membaca dengan Teknik ini dapat menumbuhkan karakter disiplin, demokratis, toleran, dan cinta damai. Sedangkan pendekatan individual yang digunakan adalah teknik baca Simak. Salah satu siswa membaca dan yang lain menyimak secara bergiliran, sehingga semua siswa dapat terlibat dalam pembelajaran dan tidak ada waktu luang untuk melakukan kegiatan yang lain. Pembagian waktu setiap siswa secara adil akan membentuk karakter demokratis yaitu sikap atau cara berpikir yang mencerminkan persamaan hak dan kewajiban secara adil dan merata antar individu. Dari pendekatan klasikal dan individual ini akan menguatkan karakter demokratis, kerja keras, istiqamah, religius, disiplin dan cinta kebersihan. Adapun saran untuk perbaikan dalam kegiatan pembelajaran Al Qurán dengan metode Tilawati di MI PSM 1 Sugihwaras Loceret diantaranya: 1)Kepala Madrasah hendaknya lebih aktif dalam memantau kegiatan, apabila terdapat kekurangan dapat segera diperbaiki, 2) Guru terus mengasah kemampuannya dalam mengelola kelas, lebih kreatif dan inovatif dalam metode pembelajaran Al Qurán agar siswa tidak bosan atau jenuh, 3) Mengingat pentingnya membaca al-Qur'an dengan tartil, siswa hendaknya lebih rajin dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran Qur'an dengan metode tilawati. Vol. 13 No. 1 | 16 AL-FATIH: Jurnal Studi Islam DAFTAR PUSTAKA Hasan, Abdurrahim, dkk, “Strategi Pembelajaran Al-Qur’an Metode Tilawati,” Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, (Bandung: Ramaja Rosdakarya, 2009) Muaffa, Ali dkk, “Strategi Pembelajaran Al-Qur’an Metode Tilawati”, Surabaya: Pesantren Al Qur’an Nurul Falah, 2018. Mustari, Muhammad, Nilai Karakter Refleksi Untuk Pendidikan, Jakarta: PT Rja Grafindo Persada, 2014 Octavernanda, Putu Wisnu, Pengaruh Model Pembelajaran Klasikal dengan Model Pembelajaran IndividuTerhadap Hasil Belajar Lay Up Bola Basket Pada Siswa Kelas X 9 SMA YP Unila Bandar Lampung Tahun Ajaran 2011/2012, Skripsi. Bandar Lampung: Universitas Lampung, 2013 S. Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara,2000 Syarbini, Amirulloh, Buku Pintar Pendidikan Karakter, Jakarta: as@-prima pustaka, 2012. Thomas Lickona, Character Matters (Persoalan Karakter): Bagaimana Membantu Anak Mengembangkan Penilaian yang Baik, Integritas, dan Kebajikan Penting Lainnya ( Bumi Aksara, 2022). Tim Muhammadiyah, “ Istiqamah; Anjuran dan Hikmah”. Diakses tanggal 19 Juni 2023. https://muhammadiyah.or.id/author/redaksi/ Wuri Wuryandani, dkk, Pendidikan Karakter Disiplin Di Sekolah Dasar, Cakrawala Pendidikan, Juni 2014, Th. XXXIII, No. 2 Vol. 13 No. 1 | 17