Dampak Bantuan Program Corporate Social Responsibility (CSR) . (Azha. DAMPAK BANTUAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)PERTANIAN PT AGRICONTERHADAP PENDAPATAN/KESEJAHTERAAN PETANI JAGUNG DI BOGOR. JAWA BARAT The Impacts of Agriculture Corporate Social Responsibility (CSR) Program in PT Agricon on Revenue / Welfare of Corn Farmers in Bogor. West Java Azhar* SekolahTinggiPenyuluhanPertanian Bogor *Korespondensipenulis. E-mail: azhar. feb1960@gmail. Diterima: Nopember 2016 Disetujui terbit: April 2017 ABSTRACT This study is to known how the effect of the implementation of companyAos CSR program to poverty reduction in rural areas, namely the income of farmers who received Corn Silage CSR Program of PT Agricon. The research location is the working area of PT Agricon in Bogor District. West Java Province at Ciseeng Subdistrict on Bungur Village and Bantar Kambing Village. This researh is an explanatory and correlational study with survey sampling method. The results showed : . The concept of PT Agricon CSR program is the empowerment of farmers in the corn cultivation and processing it as animal feed material silage . A positive correlation at the error rate of 1% which illustrates that . PT Agricon CSR Program to Corporate Image of 0. Corporate Image to Community Participation equal to 0,563. Community Participation to Empowerment Process of 0. Empowerment Process to Increase farmer's welfare by 0,695. Keywords:CSR, farmer, welfare ABSTRAK Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bentuk implementasi program CSR perusahaan terhadap penurunan tingkat kemiskinan di pedesaan yaitu pendapatan petani yang mendapatkan program CSR Jagung Silase dari PT Agricon. Lokasi penelitian adalah Wilayah kerja PT Agricon di Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Ciseeng Desa Bungur dan Desa Bantar Kambing. Dari kedua Desa diketahui bahwa jumlah kelompok tani yang mendapatkan program CSR dari PT Agricon adalah dua kelompok dengan jumlah anggota keseluruhan 50 anggota. Penelitian ini bersifat explanatory study dan korelasional dengan metode pengambilan sampel survei/sensus. Hasil penelitian menunjukkan: . Konsep program CSR PT Agricon adalah pemberdayaan petani dalam berusahatani tanaman jagung dan mengolahnya sebagai bahan pakan ternak silase. Terdapat korelasi positif pada tingkat kesalahan sebesar 1% yang menggambarkan bahwa . Variabel Program CSR PT Agricon terhadapCitra Perusahaan sebesar 0,561. Variabel Citra Perusahaan terhadap Partisipasi Masyarakat sebesar 0,563. Variabel Partisipasi Masyarakat terhadap Proses Pemberdayaan sebesar 0,737. Proses Pemberdayaan terhadap Peningkatan kesejahteran petanisebesar 0,695. Kata kunci: CSR, petani, kesejahteraan Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. No. Mei 2017 PENDAHULUAN Dalam pelaksanaan kegiatan usaha seringkali perusahaan memiliki dampak stakeholdersseperti kesenjangan sosial dan kerusakan lingkungan. Pihak perusahaan dalam menanggapi dampak membuat sebuah komitmen yang telah disepakati bersama yang dikenal dengan Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility . elanjutnya akan ditulis dengan CSR). Merujuk pada pendapat Sukada et al. CSR didefinisikan sebagai dijalankan entitas bisnis untuk mencapai berdasar keseimbangan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan . riple bottom line. dengan meminimumkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif di setiap pilar. Penerapan CSR juga dapat berfungsi sebagai jembatan perusahaan dan lingkungannya. Menurut Mapisangka . di antara ribuan belum semua perusahaan benar-benar CSR kegiatan perusahaannya. Mapisangka . juga menjelaskan bahwa dalam masyarakat di sekitar perusahaan pada dasarnya merupakan pihak yang perlu mendapatkan apresiasi yang dapat diwujudkan dalam bentuk peningkatan kesejahteraan hidup mereka melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat oleh pihak CSR perusahaan. Menurut Saidi et al. sumbangan sosial perusahaan memiliki dua dimensi yaitu karitas . dan filantropi, dimana karitas adalah bantuan yang sifatnya sesaat, sedangkan filantropi adalah sumbangan yang ditujukan untuk kegiatan investasi sosial atau kegiatan kemandirian masyarakat. Keberhasilan suatu program CSR yang dijalankan suatu perusahaan tidak hanya dapat memberikan dampak yang positif bagi perusahaan saja, tetapi juga pada komunitas lokal setempat yang dapat dicirikan dengan penurunan tingkat kemiskinan pada masyarakat. Kemiskinan telah menjadi sebuah permasalahan yang banyak terjadi di Indonesia. Menurut data BPS, pada bulan Maret 2015, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,59 juta orang atau sebesar 11,22 persen, bertambah sebesar 0,86 juta orang dibandingkan dengan kondisi September 2014 yang sebelumnya sebesar 27,73 10,96 Berdasarkan hal tersebut, pertanyaan yang akan dibahas pada penulisan pengaruh bentuk implementasi program CSR perusahaan terhadap penurunan tingkat kemiskinan di pedesaan. Tujuan Penelitian ini adalah: Mengetahui konsep program CSR yang telah dilaksanakan PT Agricon. Mengetahui dampak program CSR PT Agriconterhadap pendapatandan penurunan tingkat kemiskinan petani jagung di Kabupaten Bogor. Manfaat yang diharapkan dari Penelitian ini adalah: Hasil penelitian dapat menjadi rujukan untuk mengimplementasi CSR serupa perusahaan-perusahaan lain yang ingin merencanakan program CSR. Hasil penelitian dapat menjadi rujukan untuk para pengambil kebijakan dalam membuat kebijakan baru mengenai CSR. METODE PENELITIAN MetodePengambilan Data Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei 2016 hingga Desember 2016. Lokasi penelitian adalahWilayah kerja PT Agricon di Kabupaten Bogor yaitu di Kecamatan Ciseeng Desa Bungur dan Desa Bantar Kambing. Penelitian explanatory study dan korelasional. Pengujian dengan cara menganalisis hubungan pengaruh antarvariabel di dalam model, melalui pengujian statistik terhadap hipotesisberdasarkan hasil penelitian di Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang terkait dalam kegiatan CSR perusahaan PT Agricon di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Berdasarkan informasi PT Agricon, kegiatan CSR pada tahun 2015untuk mengusahakan komoditi jagung terdapat di 1 kecamatan, pada 2 desa binaan Kedua desa tersebut yaitu Desa Bungur dan Desa Bantar Kambing Kecamatan Ciseeng. Dari kedua Desa diketahui bahwa jumlah kelompok tani yang mendapatkan program CSR dari PT Agricon adalah dua kelompok dengan jumlah anggota keseluruhan 50 anggota. Untuk itu maka, penelitian ini menggunakan metode survei/sensus datanya dengan keseluruhan anggota menjadi sampel penelitian. Variabelpenelitianyaitusebagaiber Program CSR Perusahaan (X. Citra Perusahaan Mata Masyarakat (X. Partisipasi Masyarakat Pemberdayaan CSR Perusahaan (X. Proses Pemberdayaan Masyarakat melalui CSR Perusahaan(X. Keberdayaan CSR (Peningkatan Pendapata. (Y) Pengumpulan data awal berupa data sekunder dilakukan untuk memberi masukan mengenai konstruk-konstruk dalam penelitian ini. Setelah itu pendahuluan sebagai pre-test, guna mendapatkan kuesioner yang valid dan representatif bagi tahap penelitian Kuesioner awal disebarkan kepada responden yang mempunyai responden dalam sampel penelitian. Skala digunakan berupa data ordinal, yaitu data yang berjenjang atau berbentuk peringkat (Sugiyono, 2. Pada penelitian ini angka yang dipakai antara 1-4, semakin tinggi angka maka semakin tinggi nilainya. Kategori nilai dalam penelitian ini sebagai berikut: Nilai 4, nilai kategori sangat perlu/sangat setuju/sangat terampil. Nilai perlu/setuju/terampil. Nilai 2, nilai kategori kurang perlu/kurang setuju/kurang terampil. Nilai 1, nilai kategori tidak perlu/tidak setuju/tidak terampil. Kuesioner penelitian diuji validitas Validitas instrumen penelitian mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dan variabel yang diteliti secara tepat (Singarimbun dan Effendi, 1. Pengujian menggunakan aplikasi SPSS versi Dalam SPSS, validitas kusisioner diketahui melalui tingkat signifikasi Tingkat signifikansi yang digunakan adalah pada 0,05. Uji reliablitas mengarah pada keajegan suatu alat ukur, dimana tingkat reliabilitas memperhatikan sejauh mana alat ukur dapat diandalkan dan dipercaya (Singarimbun dan Effendi, 1. Uji menggunakan SPSS versi 20. tandarized item alph. dan nilai alpha ini harus lebih besar dari realiabilitas yang diijinkan dihubungkan dengan jumlah butir pertanyaan yang ada pada kuesioner. Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan melihat koefisien Alpa Cronbach, dan jika > 0,7 maka instrumen penelitian dikatakan Hal ini merujuk pada pernyataan Eisingerich dan Rubera . bahwa nilai tingkat keandalan CronbachAos Alpha minimum adalah 0,70. MetodeAnalisis Data Teknik Analisis jalur dapat menentukan apakah hubungan antara variabel-variabel itu terjadi secara langsung atau melalui variabel antara dan juga dapat membandingkan besar kecilnya pengaruh, baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Langkahlangkah untuk menghitung koefisien jalur adalah sebagai berikut: Membuat diagram jalur Pengaruh langsung antara variabelvariabel dari gambar diagram jalur (Solimun, 2. Untuk mencari pengaruh tidak langsung antara variabel dicari dengan mengalikan koefisien path (). Pengujian Hipotesis Gujarati . menjelaskan bahwa untuk melakukan pengujian regresi linier berganda terstandarisasi yang memiliki pengaruh langsung, maka digunakan, uji t . ndividual tes. Uji t digunakan untuk menguji tingkat pengaruh secara parsial variabel eksogen terhadap variabel endogen. Tingkat kesalahan yang dapat ditolelir pada penelitian ini adalah 0,05 atau Jika P value <,maka H0 ditolak atau H1 diterima. Berarti secara parsial variabel eksogen berpengaruh nyata terhadap variabel endogen pada tingkat kesalahan 0,05 atau 5%. Untuk membantu mempercepat dan mengurangi resiko kesalahan software perhitungan statistik yaitu SPSS Dengan software ini, peneliti mengharapkan resiko kesalahan dapat diminimalisir sehingga hasil perhitungan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Dari kerangka berpikir diatas, dapat dikemukakan hipotesis kerja sebagai berikut: Hipotesis Program CSR Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan melalui CSR Perusahaan (X. Hipotesis 2. Citra Perusahaan di Mata Masyarakat (X. berpengaruh Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan melalui CSR Perusahaan (X. Hipotesis 3. Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan melalui CSR Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Proses Pemberdayaan Masyarakat melalui CSR Perusahaan (X. Hipotesis 4. Proses Pemberdayaan Masyarakat melalui CSR Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Keberdayaan CSR (Peningkatan Pendapata. (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Anggota Kelompok Program CSR PT Agricon Peserta Profil anggota kelompok yang menjadi peserta Program CSR PT Agricon dapat dijelaskan berdasarkan hal-hal sebagai berikut Usia Usia rata-rata peserta adalah 42,16 tahun sehingga dapat dikatakan sebagian besar peserta ada pada usia produktif. Keragaan peserta berdasarkan usia dapat dilihat pada gambar berikut. Responden Berdasarkan Usia <31 >50 Gambar 1. Responden Berdasarkan Usia Dari Gambar 1 diketahui bahwa 30 orang peserta masih berusia dibawah 51 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa petani/peternak pada kelompok tani peserta program CSR PT Agricon masih berusia muda. Berdasarkan kriteria dari Badan Pusat Statistik seluruh petani peserta CSR PT Agricon dapat dikatakan pada usia Hanya 20 orang saja yang usianya telah melewati 50 tahun. Usia yang lebih muda dapat menjadi motivasi untuk menimba pengalaman meningkatkan kesejahteraannya. Hal ini sesuai pendapat Soekartawi . bahwa makin muda petani untuk ingin tahu apa yang belum pernah mereka ketahui, sehingga mereka berusaha untuk lebih cepat melakukan adopsi inovasi walaupun mereka masih belum berpengalaman dalam soal adopsi inovasi tersebut. Usia yang lebih tua umumnya menjadikan kegiatan CSR ini untuk peluang menambah penghasilan tidak hanya dari usaha utamanya tetapi dari usaha lainnya. Tingkat Pendidikan Berdasarkan data hasil survei diketahui sebagian besar tingkat pendidikan peserta rata rata adalah lulusan SLTA yaitu sebanyak 20 Keragaan tingkat pendidikan peserta dapat dilihat sebagai berikut. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan SLTP SLTA S1/PT Gambar 2. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Peserta CSR Agricon dikatakan sebagai tenaga kerja yang berkualitas karena sebagian besar memiliki tingkat pendidikan yang Hal diungkapkan oleh Sony Sumarsono . bahwa pada umumnya jenis dan tingkat pendidikan dianggap dapat mewakili kualitas tenaga kerja. Saridewi dan Siregar . juga mengubah pola pikir, daya penalaran yang lebih baik, sehingga semakin pendidikan akan semakin rasional. Dengan demikian pemilihan peserta CSR oleh PT Agricon sangatlah tepat karena tingkat pendidikan yang penyerapan program CSR yang dilaksanakan oleh PT Agricon. Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa peserta didominasi oleh pria Peserta perempuan yang ikut dalam Program CSR PT Agricon adalah sejumlah 8 Adanya peserta perempuan dalam kegiatan CSR PT Agricon menunjukkan bahwa PT Agricon juga kesetaraan gender dalam pertanian. Keberhasilan peserta wanita dalam program CSR PT Agricon diharapkan dapat menjadi pemacu bagi para wanita tani lainnya untuk mengikuti langkah mereka. Pekerjaan Utama Pekerjaan utama sebagian besar peserta program CSR PT Agricon adalah Petani sejumlah 33 orang. Pekerjaan berikutnya yaitu sebagai Peternak Diketahui juga bahwa ada 6 peserta yang memiliki pekerjaan utama sebagai Buruh. Buruh dalam hal ini adalah orang yang bekerja kepada lahan/ternak. Keragaan responden berdasarkan pekerjaan utama dapat dilihat pada gambar Responden Berdasarkan Pekerjaan Utama TAN NAK Gambar 3. Responden Berdasarkan Pekerjaan Utama Tingkat Pendapatan Dari survei lapangan diketahui bahwa masih cukup banyak responden yang memiliki pendapatan rendah (< Rp 000,-) yaitu sejumlah 19 orang. Responden pendapatan tinggi (> Rp 3. 000,-) yaitu hanya sejumlah dua orang. Keragaan responden dapat dilihat sebagai Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan < Rp 1500000 Rp 1500001 - Rp 2000000 Rp 2000001 - Rp 3000000 Gambar 4. Responden berdasarkan tingkat pendapatan Luasan dan Kepemilikan Lahan Garapan Dari hasil crosstabulation data luasan dan kepemilikan lahan garapan responden yang memiliki menggarap lahan seluas 0,3 ha. Ada pula satu orang responden yang memiliki dan menggarap lahan seluas 1,5 ha. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan kepemilikan lahan yang cukup besar. Keragaan responden berdasarkan luasan dan status kepemilikan lahan garapan dapat dilihat pada gambar 5 dan Tabel 1. Tabulasi silang antara Luas Lahan dan Status Kepemilikan lahan HanyaMenggarap LuasLahan . ,30 ,40 ,50 ,60 ,70 ,80 1,00 1,20 1,50 Total Sumber: Olahan data primer Status Lahan Sewa Total MilikSendiri Luasan lahan dan status kepemilikan lahan terkait erat dengan tingkat pendapatan petani. Lahan yang sempit tentu saja membuat hasil yang diperoleh tidak memadai sehingga pendapatan yang mereka peroleh juga rendah (Abustam dalam Haris Prabowo, 2. Hal ini menjelaskan mengapa sebagian besar peserta CSR PT Agricon masih memiliki pendapatan yang rendah setelah pelaksanaan program CSR PT Agricon. Responden Berdasarkan Luasan Lahan Garapan <0,5 Ha 0,5-0,75 Ha 0,76-1 Ha >1 Ha Gambar 5. Responden Berdasarkan Luasan Lahan Garapan Responden Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan Milik Sendiri Sewa Hanya Penggarap Gambar 6. Responden Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan Konsep Program CSR PT Agricon Salah satu bentuk dari program CSR yang dilaksanakan PT Agricon adalah Jagung Silase. Program ini dibentuk sebagai upaya pemberdayaan petani jagung dan juga peternak di wilayah sekitar perusahaan. Bentuk dari program ini adalah pemberdayaan petani dan peternak dalam menyediakan pakan hijauan bagi ternak yang berbahan dasar jagung silase. Morrison . menjelaskan bahwa silase adalah pakan ternak awetan yang umumnyadibuat dari hijauan, limbah pertanian, limbah rumah potong/limbahindustri,ikondengan menggunakan proses fermentasi asam Banyak literatur yang menjelaskan bahwa silase yaitu pakan ternak yang masih tinggi kadar air dan merupakan tau bahan-bahan lain melalui proses fermentasi dalam kondisi an-aerob baik penambahan bahan pengawet. Dengan demikian, jagung silase dapat diartikan sebagai pakan ternak silase yang berbahan dasar tanaman jagung. Program CSR yang dilaksanakan Agricon Petani diharapkan mampu dan mau membudidayakan tanaman jagung untuk menjadi bahan silase. Untuk itu kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh PT Agricon adalah dengan memberikan bimbingan dan pelatihan budidaya jagung silase hingga teknik pembuatan silase tersebut. Sebagai usaha untuk memotivasi petani agar mau membudidayakan tanaman jagung bahan silase. PT Agricon menyediakan benih tetapi juga pupuk dan pestisida. Selain itu. PT Agricon juga memberikan jaminan akan membeli baik tanaman jagung hasil budidaya tersebut maupun produk olahnnya yang telah menjadi silase. Konsep memandirikan petani dari pengetahuan dan keterampilan kepada petani sehingga memiliki kemampuan dan kemauan untuk berusaha. Hal ini kegiatan-kegiatan Dengan pengetahuan dan keterampilan tersebut. PT Agricon mengharapkan petani dapat melakukannya secara mandiri setelah program CSR PT Agricon berakhir. Selain Petani dalam berusaha. PT Agricon juga mempunyai tujuan lain dalam program CSR ini yaitu untuk mendukung upaya pemerintah RI dalam upaya penyediaan pakan ternakorganik dan bernutrisi Penyediaan pakan ternak tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi ternak di Indonesia sehingga program pemerintah dalam usaha swasembada daging dapat terwujud. hasil seperti pada Tabel 2. Tabel 2 menunjukkan bahwa Program CSR memiliki pengaruh nyata positif terhadap Citra Perusahaan sebesar 0,615 pada tingkat kesalahan se-besar 1%. Hasil ini menunjukkan bahwa program CSR yang selama ini telah dilaksanakan oleh PT Agricon meningkatkan citra PT Agricon Dengan meningkatnya citra perusahaan di mata masyarakat terhadap PT Agricon dan produk-produk yang dihasilkannya juga Peningkatan memberikan dampak positif terhadap penjualan produk PT Agricon. Program CSR PT Agricon juga memiliki pengaruh nyata positif terhadap partisipasi masyarakat dalam kegiatan CSR Agricon perencanaan hingga evaluasi kegiatan. Pengaruh nyata ini terlihat dari nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,561 pada tingkat kesalahan sebesar 1%. Hal ini menjawab Hipotesis 1 yaitu bahwa Program CSR Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Partisipasi Masyarakat Pemberdayaan melalui CSR Perusahaan (X. Dengan semakin baik Program CSR yang dilaksanakan oleh PT Agricon maka akan semakin tinggi pula tingkat partisipasi maysarakat/peserta dalam kegiatan pemberdayaan pada CSR Hasil Perhitungan Korelasi Daripengolahandata menggunakan SPSS ver. 20 diperoleh Tabel 2. Korelasi dua sisi antara Program CSR. Citra Perusahaan. Partisipasi Masyarakat. Proses Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Program CSR Citra Perusahaan Pearson Correlation Sig. -taile. Sum of Squares and Cross-products Covariance Pearson Correlation Sig. -taile. Sum of Squares and Cross-products Covariance Correlations Program Citra CSR Perusahaan ,615** ,000 Partisipasi Proses Masyarakat Pemberdayaan ,561** ,464** ,000 ,001 Peningkatan Kesejahteraan ,504** ,000 20,862 17,088 9,180 7,828 9,325 ,426 ,615** ,000 ,349 ,187 ,563** ,000 ,160 ,595** ,000 ,190 ,616** ,000 17,088 37,050 12,267 13,373 15,190 ,349 ,756 ,250 ,273 ,310 Pearson Correlation ,561** Sig. -taile. ,000 PartisipasiMasy Sum of Squares and 9,180 Cross-products Covariance ,187 Pearson Correlation ,464** Sig. -taile. ,001 Proses Sum of Squares and 7,828 Pemberdayaan Cross-products Covariance ,160 Pearson Correlation ,504** Sig. -taile. ,000 PeningkatanKe Sum of Squares and 9,325 Cross-products Covariance ,190 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. ,563** ,000 ,737** ,000 ,638** ,000 12,267 12,814 9,742 9,253 ,250 ,595** ,000 ,262 ,737** ,000 ,199 ,189 ,695** ,000 13,373 9,742 13,630 10,398 ,273 ,616** ,000 ,199 ,638** ,000 ,278 ,695** ,000 ,212 15,190 9,253 10,398 16,401 ,310 ,189 ,212 ,335 Sumber: Hasil olah data primer Citra Perusahaan Partisipasi masyarakat sebesar 0,563 dengan tingkat kesalahan sebesar 1%. Hal ini menjawab Hipotesis 2 yaituCitra Perusahaan di Mata Masyarakat (X. berpengaruhpositifterhadapPartisipasiMa syarakatdalamPemberdayaanmelalui CSR Perusahaan (X. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Citra PT Agricon yang baik di mata masyarakat maka masyarakat untuk berpartisipasi dalam dilaksanakan oleh PT Agricon melalui program CSR-nya. Tabel 6 menunjukkan bahwa Partisipasi Masyarakat Proses Pemberdayaan sebesar 0,737 dengan tingkat kesalahan sebesar 1%. Nilai ini merupakan nilai korelasi yang paling tinggi diantara korelasi antar variabel Data ini dapat diartikan bahwa dalam program CSR yang dilaksanakan PT Agricon dapat dipastikan akan Dengan Hipotesis PartisipasiMasyarakatdalamPemberdaya CSR Perusahaan (X. Proses PemberdayaanMasyarakatmelalui CSR Perusahaan (X. telah terjawab. Data Proses Pemberdayaan memiliki pengaruh nyata Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat . eberdayaan penilaian hasil pemberdayaa. sebesar 0,695 pada tingkat kesalahan sebesar Hal ini dapat diartikan bahwa proses dilaksanakan oleh PT Agricon melalui program CSR telah meningkatkan Keberdayaan penilaian hasil. Dengan demikian Hipotesis 4 yaitu Proses Pemberdayaan Masyarakat melalui CSR Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Keberdayaan penilaian hasil CSR (Peningkatan Pendapata. (Y). Pengaruh langsung antar variabel Dari analisis regresi yang dilakukan pada data diperoleh hasil sebagai berikut. Antara Program CSR (X. dan Citra Perusahaan (X. terhadap Partisipasi Masyarakat (X. Tabel 3. Hasil analisis regresi antara Program CSR (X. dan Citra Perusahaan (X. terhadap Partisipasi Masyarakat (X. dengan SPSS Ver. Model (Constan. Program CSR Citra Perusahaan Unstandardized Coefficients Std. Error 1,364 ,224 ,271 ,113 ,206 ,085 Standardized Coefficients Beta Sig. 6,101 ,000 ,346 2,400 ,020 ,350 2,428 ,019 Dependent Variable: Partisipasi Masyarakat Koefisien Jalur I, dari hasil olah data SPSS dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari kedua Variabel yaitu X1 = 0,020 dan X2= 0,019 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa regresi ini, yakni variabel X1 dan X2 berpengaruh nyata terhadap X3. Besarnya nilai dari perhitungan SPSS untuk X1 sebesar 0,346 dan X2 sebesar 0,350. Besarnya nilai R2dari perhitungan SPSSadalah sebesar 0,392. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi atau sumbangan pengaruh X1 dan X2 terhadap X3 adalah sebesar 39,2%, sementara sisanya sebesar 60,8% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Nilai e1 untuk X3 adalah sebesar Oo. Oe 0,. = 0,7797 Antara Program CSR (X. Citra Perusahaan (X. , dan Partisipasi Masyarakat (X. terhadap Proses Pemberdayaan (X. Tabel 4. Hasil analisis regresi Antara Program CSR (X. Citra Perusahaan (X. , dan Partisipasi Masyarakat (X. terhadap Proses Pemberdayaan (X. dengan SPSS Ver. Model 1 (Constan. Program CSR Citra Perusahaan PartisipasiMasyarakat Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta ,715 ,255 2,799 -,041 ,102 -,051 -,405 ,173 ,077 ,286 2,259 ,624 ,124 ,605 5,012 Sig. ,007 ,687 ,029 ,000 Dependent Variable: Proses Pemberdayaan Koefisien Jalur II, dari data SPSS diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari Variabel X1 = 0,687. X2 = 0,029 dan X3 = 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa regresi ini, yakni variabel X1 tidak memiliki pengaruh Partisipasi Masyarakat. Sendangkan. X2dan X3 memiliki pengaruh langsung dengan X4. Besarnya nilai dari perhitungan SPSS untuk X1 sebesar -0,051. X2 sebesar 0,286, danX3 sebesar 0,605. Besarnya nilai R2 dari perhitungan SPSSadalah sebesar 0,592. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi atau sumbangan pengaruh X1 dan X2 terhadap X3 adalah sebesar 39,2%, sementara sisanya sebesar 60,8% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Nilai e2 untuk X4 adalah sebesar Oo. Oe 0,. = 0,6387 Antara Program CSR (X. Citra Perusahaan (X. Partisipasi Masyarakat (X. , dan Proses Pemberdayaan (X. terhadap Peningkatan Kesejahteraan (Y) Koefisien Jalur i, dari data SPSS signifikansi dari Variabel X1 = 0,545. X2 = 0,093. X3 = 0,277 dan X4 = 0,015. Hasil ini menunjukkan bahwa regresi ini, yakni variabel X1. X2 dan X3 tidak memiliki pengaruh langsung terhadap Partisipasi Masyarakat. Sendangkan X4 memiliki pengaruh langsung dengan Y. Besarnya nilai dari perhitungan SPSS untuk X1 sebesar 0,080. X2 sebesar 0,238. X3sebesar 0,172, dan X4 sebesar 0,390. Besarnya nilai R2 dari perhitungan SPSS adalah sebesar 0,568. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi atau sumbangan pengaruh X1. X2. X3 dan X4 terhadap Yadalah sebesar 39,2%, sementara sisanya sebesar 60,8% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Nilai e3 untuk Y Oo. Oe 0,. = 0,6573 Tabel 5. Hasil analisis regresi Antara Program CSR (X. Citra Perusahaan (X. Partisipasi Masyarakat (X. , dan Proses Pemberdayaan (X. terhadap Peningkatan Kesejahteraan (Y) dengan SPSS Ver. Model (Constan. Program CSR Citra Perusahaan PartisipasiMasyarakat Proses Pemberdayaan Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta ,383 ,315 ,071 ,117 ,080 ,158 ,092 ,238 ,194 ,177 ,172 ,428 ,168 ,390 Sig. 1,214 ,609 1,715 1,100 2,540 ,231 ,545 ,093 ,277 ,015 Dependent Variable: Peningkatan Kesejahteraan Ketiga jalur koefisien diatas, dapat digambarkan sebagai berikut. 0,172 0,080 0,346** 0,561 0,350* -0,051 0,605** 0,268* 0,390* 0,238 e1=0,7797 e2=0,6387 e3=0,6573 Gambar 6. Analisa Jalur Program CSR (X. Citra Perusahaan (X. Partisipasi Masyarakat (X. , dan Proses Pemberdayaan (X. terhadap Peningkatan Kesejahteraan (Y) Dari hasil analisa diatas, dapat diketahui bahwa Program CSR (X. dan Citra Perusahaan (X. maupun Partisipasi Masyarakat (X. tidak memberikan pengaruh secara langsung terhadap Peningkatan Pendapatan (Y) Peserta. Proses pemberdayaan (X. dalam Program CSR yang dilaksanakan oleh PT Agricon dapat dikatakan sebagai penentu keberhasilan Program CSR Meskipun demikian masih terdapat hal-hal diluar penelitian yang Program CSR PT Agricon dalam Pendapatan Petani sebesar 65,73%. dilakukan oleh PT Agricon dalam melaksanakan Program CSR-nya. Keberhasilan Proses Pemberdayaan tersebut juga dipengaruhi secara Program CSR PT Agricon. SIMPULAN DAN SARAN SARAN SIMPULAN Simpulan disampaikan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Konsep program CSR PT Agricon adalah pemberdayaan petani untuk berusahatani tanaman jagung dan mengolahnya sebagai bahan pakan Program usahatani maupun peternakan Program CSR yang dilaksanakan PT Agricon berdasarkan pembahasan Keberdayaan (Peningkatan Pendapata. (Y). Pengaruh tersebut didapatkan melalui keberhasilan Konsep CSR digunakan oleh PT Agricon dalam memberikan bantuan cuma-cuma ketergantungan petani. Akan lebih diberikan juga disertakan persyaratan menghilangkan rasa ketergantungan Penelitian ini masih terbatas pada peningkatan kesejahteraan petani dalam arti sempit . eningkatan program CSR tersebut. DAFTAR PUSTAKA