Davar: Jurnal Teologi ISSN 2722-905X . , 2722-9041 . Vol. No. : 113Ae124 http://e-journalsangkakala. id/index. php/DJT Usaha Pencegahan Perceraian Dalam Gereja Zakharia Suparyadi STT Sangkakala Jakarta Email: Zakhariasuparyadi @yahoo. Abstract This study aims to determine, test and prove the congregation's understanding of divorce prevention efforts in the church. In this study the authors used a quantitative method. The results of the data analysis show that. First: "The tendency of divorce prevention efforts (Y) is in the very effective category because it produces a lower and upper bound between 140. 5052 to 143. Second: The tendency of indicators for planting the values of love and marriage vows (X. is very effective and results in a lower and upper bound between 44. 5236 to 45. Third: The educational background and length of time in the congregation significantly helped in efforts to prevent divorce (Y) in the Indonesian Sangkakala Christian Church, the Bethlehem Church. Keywords: Prevention. Divorce. Church Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menguji dan membuktikan mengenai pemahaman jemaat tentang usaha pencegahan perceraian dalam gereja. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil analisis data menunjukan bahwa. Pertama: AyKecenderungan usaha pencegahan perceraian (Y) adalah pada kategori sangat efektif karena dihasilkan lower and upper bound antara 140,5052 sampai 143,5408. Kedua: Kecenderungan indikator penanaman nilai-nilai kasih dan ikat janji pernikahan (X. adalah sangat efektif dan dihasilkan lower and upper bound antara 44,5236 sampai 45,6423. Ketiga: Latar belakang pendidkikan dan lamanya berjemaat secara signifikan membantu dalam usaha pencegahan perceraian (Y) di Gereja Kristen Sangkakala Indonesia Jemaat Betlehem. Kata Kunci: Pencegahan. Perceraian. Gereja Pendahuluan Pernikahan adalah impian banyak orang yang dilukiskan sebagai puncak dari penantian akhir kemesraan berpacaran. Namun disisi lain yang tak terlihat menanti sejuta persoalan yang siap menelan kebahagiaan, sebuah AukengerianAy yang tak terbayangkan di pesta pernikahan. Di hampir semua negara maju rasio angka perbandingan antara jumlah perceraian dan jumlah pernikahan makin meningkat beberapa puluh tahun belakangan Di Amerika Serikat keadaan bahkan telah berkembang sedemikian rupa sehingga dari rata-rata dua pernikahan satu diantaranya berakhir dengan perceraian. 1 Ketidaktahuan Derek Prince. Pernikahan ikatan yang Kudus (Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil Immanuel, 1. , 85. tentang tujuan berumah tangga akan berakibat fatal dan tidak sedikit pasangan suami isteri yang hubungannya kandas di tengah jalan/bercerai. Perceraian merupakan keputusan yang tidak diinginkan terjadi oleh siapapun, karena akibatnya bukan hanya dirasakan oleh pasangan suami istri yang bercerai, tapi juga terhadap anak-anak mereka . agi yang telah mempunyai ana. Ada enam tahap yang dialami seseorang dalam perceraian, meskipun orang-orang yang bercerai tidak mengalami tahap-tahap itu dengan urutan yang sama atau dengan tingkat intensitas yang sama:2 Pertama: perceraian emosional . ni dimulai ketika salah seorang dari pasangan itu atau dua-duanya menyembunyikan emosi dalam hubungan merek. Kedua: perceraian secara hukum . alah seorang dari pasangan itu atau dua-duanya mungkin menyewa seorang pengacara dan merencanakan perceraiannya serta mengisi bermacammacam formuli. Ketiga: perceraian ekonomi . eberapa pasangan bisa setuju dengan pembagian harta dan tanggung jawab keuanga. Keempat: koparental . rang tua bercerai satu dengan yang lain, tetapi tidak bercerai dengan anak-anak merek. Kelima: perceraian masyarakat . irinya adalah kesepian, hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan status Kenam: perceraian psikis . enjadi otonom, mempunyai kekuasaan untuk menentukan arah tindakannya sendiri terlepas dari pengaruh, kehadiran, dan bahkan mungkin pikiran-pikiran suami atau istrinya yang dahul. Pada tahun 2010 terjadi 285. 184 perceraian di seluruh Indonesia yang terjadi pada semua lapisan masyarakat termasuk orang Kristen di dalamnya. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Badilag Mahkamah Agung Wahyu Widiana Kepada Republika Selasa 24 Januari Penyebab pisahnya pasangan jika diurutkan paling banyak akibat oleh faktor: ketidak harmonisan sebanyak 91. 841 perkara . ,92 %), tidak ada tanggung jawab 407 perkara . ,82 %), masalah ekonomi sebanyak 67. 891 perkara . ,80 %) dan perselingkuhan sebanyak 10. 444 perkara . ,62 %). 3 Ada sebanyak 91. 841 perkara yang diakibatkan karena ketidakharmonisan. Prince mengatakan bahwa di beberapa Negara maju perbandingan antara jumlah perkawinan dan jumlah perceraian makin meningkat bahkan telah berkembang sedemikian rupa sehingga rata-rata dua pernikahan satu diantaranya berakhir dengan perceraian. 4 Ada sebanyak 78. 407 perkara perceraian yang diakibatkan karena tidak ada tanggung jawab. Dalam praktik tanggung jawab utama seorang suami adalah untuk melindungi istrinya. Tanggung jawab berikutnya ia harus menyediakan kebutuhan istrinya. Ada sebanyak 67. 891 perkara perceraian yang diakibatkan karena ekonomi dan keuangan. Keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan dapat mempengaruhi keadaan baik secara positif ataupun negatif. Penanaman nilai-nilai pengaturan uang dengan bijak harus Norman Wright. Konseling Krisis (Jakarta: Yayasan Gandum Mas, 2. , 179. Republika. CO. ID. Data perceraian di Indonesia. Didownload pada 24 Januari 2012. Derek Prince. Pernikahan ikatan yang Kudus (Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil Immanuel, 1. , 87. ditanamkan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap permasalahan yang dapat mengguncangkan keluarga. 5 Uang itu sendiri adalah moralitas. Moralitas uang di tentukan oleh sifat orang yang memakainya, uang bisa menjadi berkat atau kutuk, tergantung pada penggunaanya manusia menentukan arti uang. 6 Perselingkuhan ada 444 perkara perceraian yang diakibatkan karena perselingkuhan. Hal yang sering terjadi dan mendasar dalam perselingkuhan adalah adanya ketidakpuasan suami isteri dalam hubungan seksual. Ada juga pemicu yang lain misalnya lingkungan, bentuk pergaulan dan gaya hidup, financial yang cukup, sistem kerja yang secara tidak langsung dapat menciptakan kesempatan terjadinya masalah sehingga ada kemudahan untuk melakukan perselingkuhan. Bagi orang Kristen Alkitab adalah firman Allah yang memiliki otoritas serta menjadi pedoman kehidupan. 7 Demikian pula Alkitab menjadi pedoman paling tepat dalam pernikahan. Alkitab adalah buku petunjuk manual bagi pernikahan Kristen yang didalamnya berisi kebenaran-kebenaran Allah yang berfungsi untuk membangun pernikahan sesuai dengan kehendak Allah. 8 Keluarga adalah lembaga, institusi pertama yang dibuat Allah dan awal mulanya, keluarga adalah inti dari ciptaan Allah karena. Sejak dunia di ciptakan, keluarga merupakan rancangan Allah bagi pria dan wanita. Keluarga merupakan satu tempat dimana mereka berasal, mengenal kasih, dikuatkan dan mengalami keintiman. Keluarga merupakan sebuah tempat dimana anak-anak mereka akan menerima nama identitas, semuanya sebagai ungkapan hati Allah untuk keluargaNya sendir. Menurut Kusnadi AuKeluarga yang berkenan dihadapan Allah adalah keluarga yang seluruh anggotanya memiliki persekutuan, kasih dan tujuan yang sama. Ay10 Persekutuan yang dimaksud adalah memiliki persekutuan yang hidup dan dinamis dengan Tuhan dan dengan anggota keluarga yang lain. Dale Mathis dan Susan Mathis memberikan definisi tentang pernikahan sebagai janji Ilahi yang dibuat dihadapan Allah, komitmen satu dengan yang lain, ikrar untuk hidup bersama, saling melayani, dan tetap setia satu dengan yang lain. 11 Tuhan menyatukan dua manusia dalam sebuah perkawinan Dia melakukannya agar mereka bisa Phil Pringle. Keys to Financial Excelence (Zondervan: Whitake House, 2. , 97. Edwin Louis Cole. Communication SEX & Money (Zondervan. Witake House, 2. , 75. I Putu Ayub Darmawan and Enggar Objantoro. AuSignifikansi Ineransi Alkitab Bagi Pendidikan Kristen,Ay Sola Scriptura: Jurnal Teologi 1, no. : 36Ae52. K Katarina and I Putu Ayub Darmawan. AuImplikasi Alkitab Dalam Formasi Rohani Pada Era Reformasi Gereja,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3, no. : 81Ae93, accessed January 23, 2020, http://storsina. id/jurnal/index. php/epigraphe/article/view/85. Jhonatan Trisna. Pernikahan Kristen suatu Usaha dalam Kristus, (Jakarta: ITKI, 2. , 46. Jane Hansen & Marie Power. Rancangan Allah untuk keintiman (Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil Immanuel, 2. , 20. Djohan Kusnadi. Pernikahan Yang Menuju Keharmonisan Optimal (Jakarta: Panca Jaya, 2. Dale Mathis. &Susan Mathis. Menuju pernikahan yang sehat dan Solid (Yogyakarta: Andi, 2. , 30. saling melengkapi satu sama lain. Itulah sebabnya mengapa perkawinan bisa berhasil karena pasangan itu menyatukan karunia-karunia yang ada pada pribadi masing-masing. Ketika membangun keluarga dengan prinsip-prinsip Tuhan maka kesuksesan telah Dari unit terkecil ini terbentuklah masyarakat yang berkembang menjadi satu bangsa dan mendunia. 12 Sejak awal penciptaan, ketika Allah menciptakan bumi dan segala isinya Allah menciptakan manusia sebagai unit terkecil dan kemudian membentuk satu keluarga. Beberapa prinsip pernikahan menurut Prince: . Allah memprakarsai pernikahan pada permulaan sejarah umat manusia. Manusia sendiri tidak turut merencanakannya. Yang memutuskan manusia menikah adalah Allah bukan manusia sendiri. Allah mengetahui persis macam pendamping yang diperlukan oleh seorang pria. Allah yang menyiapkan wanita bagi pria. Allah juga yang membawa wanita kepada pria sang pria tidak repot-repot mencari jodohnya. Allah yang menetapkan bagaimana seharusnya mereka hidup bersama-sama. Yesus menjujung tinggi rencana mula-mula Allah bagi pernikahan dan tetap menerapkannya bagi semua orang yang ingin menjadi muridnya dan rencana yang semula itu masih berlaku sampai sekarang. Mengacu dari Ibrani 13:4, bahwa setiap pasangan harus penuh hormat terhadap perkawinan dan tidak boleh mencemarkan tempat tidur. Alkitab Hidup Berkelimpahan memberikan ulasan AuHubungan senggama hanya diizinkan bagi mereka yang sudah menikah dan disetujui serta diberkati Allah. Melalui pernikahan suami dan istri menjadi satu daging menurut kehendak Allah. Kesenangan jasmaniah dan emosional yang dihasilkan dalam pernikahan yang setia telah ditetapkan oleh Allah dan di hormati-Nya. Tindakan seksual yang tidak bermoral dan ketidak sucian bukan saja berupa perbuatan senggama dan persetubuhan yang terlarang tetapi juga meliputi setiap perbuatan pemuasan seksual dengan orang lain yang bukan pasangan nikahnya. Keputusan yang benar tentang seksualitas hari ini dapat memberkati masa depan secara luar biasa, namun keputusan yang salah tentang penggunaan dan tujuan seks pada masa kini dapat merusak masa depan. Metode Populasi dalam penelitian ini adalah setiap jemaat yang beribadah di ibadah Gereja Kristen Sangkakala Indonesia jemaat Betlehem. Cara pengambilan sampel penelitian dengan cara mengacak dan ditetapkan anggota sampel sebanyak 217 orang sedangkan untuk uji coba instrument penelitian ditetapkan sebanyak 30 jemaat yang juga diambil secara acak. Penelitian ini menggunakan sample random sampling, yaitu sebuah sample yang dipilih secara acak melalui undian. 14 Instrumen yang dipergunakan untuk Markus Suyadi. Pernak-pernik pernikahan (Yogyakarta: Andi, 2. , 37. Anne Krabil Hersberger. Seksualitas Pemberian Allah (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 35. Sugiono. Statistika Untuk Penelitian (Bandung: CV AlfaBeta, 2. , 69. mengumpulkan data tentang AuPengaruh tanggungjawab suami istri terhadap pencegahan perceraian dalam gerejaAy menggunakan kuesioner model Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial15. Skala Likert memiliki lima alternative jawaban, yaitu: Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Ragu-Ragu (R). Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Cara pemberian nilai yang digunakan antara kelompok yang mendukung . : 5 untuk sangat setuju, 4 untuk setuju, 3 untuk ragu-ragu, 2 untuk tidak setuju dan 1 untuk sangat tidak setuju. Sedangkan pada kelompok pernyataan tidak mendukung . : 1 untuk sangat setuju, 2 untuk setuju, 3 untuk ragu-ragu, 4 untuk tidak setuju dan 5 untuk sangat tidak setuju. 16 Data penelitian di analisis dengan analisis dasar, analisis korelasi, regresi. Partial Correlation Coeficient. Classification and Regression Tree (CART). Uji koefisien dan model regresi dilakukan masing masing dengan uji t dan uji f pada taraf signifikansi 0,05. Pengolahan data menggunakan modul program statistic dengan Hasil Penelitian Berdasarkan analisa deskriptif di peroleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Deskripsi Data Variabel Usaha Pencegahan Perceraian Dalam Gereja (Y) Sebagai Endogenous Variable dan Masing-masing Indikator X1 sampai dengan X4 sebagai Exogenous Variables. Statistics Cegah-Y Valid Mis sing Mean Median Mode Std. Deviation Range Minim um Maximum Berdasarkan data sampel sebanyak 217, dihasilkan skor empiris antara 91 sampai mean sebesar 142,0230. median 143,0000. modus 155 dan standar deviasi sebesar 11,34372. Sasmoko. Metode Penelitian Pengukuran dan Analisis Data (Jakarta: ITKI, 2. , 92. Sasmoko. Metode Penelitian Pengukuran dan Analisis Data (Jakarta: ITKI, 2. , 94. Tabel 2. Indikator Penanaman Nilai-Nilai Kasih dan Ikat Janji Pernikahan (X. Statistics Ind Baru X1 Valid Mis sing Mean Median Mode Std. Deviation Range Minim um Maximum Berdasarkan data sampel sebanyak 217, dihasilkan skor empiris antara 32 sampai mean sebesar 45,0829. modus 50 dan standar deviasi sebesar 4,18026. Tabel 3. Indikator Penanaman Nilai-Nilai Peran dan Fungsi Masing-Masing Dalam Keluarga (X. Statistics Ind Baru X2 Valid Mis sing Mean Median Mode Std. Deviation Range Minim um Maximum Berdasarkan data sampel sebanyak 217, dihasilkan skor empiris antara 20 sampai mean sebesar 27,7880. modus 30 dan standar deviasi sebesar 2,30162. Tabel 4. Indikator Penanaman Nilai-Nilai Kesatuan Dalam Keluarga Secara Utuh (X. Statistics Ind Baru X3 Valid Mis sing Mean Median Mode Std. Deviation Range Minim um Maximum Berdasarkan data sampel sebanyak 217, dihasilkan skor empiris antara 20 sampai mean sebesar 32,1843. median 33,0000. modus 35 dan standar deviasi sebesar 2,72729. Tabel 5. Indikator Penanaman Nilai-Nilai Penerimaan Satu Dengan Yang Lainnya Serta Tanggung Jawab (X. Statistics Ind Baru X4 Valid Mis sing Mean Median Mode Std. Deviation Range Minim um Maximum Berdasarkan data sampel sebanyak 217, dihasilkan skor empiris antara 19 sampai mean sebesar 36,9677. median 37,0000. modus 40 dan standar deviasi sebesar 3,10076. Hasil penelitian tentang usaha pencegahan percerain dalam gereja di Gereja Kristen Sangkakala Indonesia Jemaat Betlehem dapat dilihat sebagai berikut. Dalam membuktikan kecenderungan usaha pencegahan perceraian (Y), peneliti dalam hal ini menerapkan 4 . kategori usaha pencegahan perceraian, yaitu: . Sangat efektif, . Efektif, . Kurang efektif dan . Tidak efektif. Analisis data dilakukan dengan confidence interval pada taraf siginifikan 5% dan dihasilkan lower and upper bound antara 140,5052 sampai 143,5408. Berdasarkan analisis di atas, membuktikan bahwa aspek yang dominan dalam usaha pencegahan perceraian (Y) adalah indikator penanaman nilai-nilai kasih dan ikat janji pernikahan (X. secara signifikan pada <0,05. Secara grafis, paragdima hasil penelitian tersebut dapat digambarkan seperti berikut ini. Penanaman nilai-nilai kesatuan dalam keluarga secara utuh (X. Penanaman nilainilai kasih dan ikat janji pernikahan (X. Usaha perceraian (Y) Gambar 1. Paradigma Hasil Penelitian Aspek Dominan Berdasarkan analisis di atas, membuktikan bahwa aspek yang dominan dalam usaha pencegahan perceraian (Y) adalah pendidkikan dan lamanya berjemaat secara signifikan pada <0,05. Hasil keseluruhan penelitian dapat di gambarkan dalam grafik sebagai berikut: Penanaman nilai-nilai kasih dan ikat janji pernikahan Penanaman nilai-nilai peran dan fungsi masing-masing dalam keluarga Usaha Penanaman nilai-nilai kesatuan dalam keluarga secara utuh Penanaman nilai-nilai penerimaan satu dengan yang lainnya serta tanggung jawab Jenis kelamin Usia Pelayanan Pendidikan Lamanya berjemaat Gambar 2. Hasil Keseluruhan Penelitian Pembahasan Beberapa langkah yang dilakukan oleh Gereja Kristen Sangkakala Indonesia Jemaat Betlehem untuk mencegah perceraian di atas adalah: Pertama: penanaman nilai-nilai membangun keluarga yang harmonis. Keharmonisan dalam keluarga akan tercipta ketika setiap anggota keluarga yang menjadi bagian di dalamnya dapat berperan dengan baik sesuai dengan perannya masing-masing. Seorang suami dapat menjadi suami yang baik dengan menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga dan mencari nafkah. Seorang istri yang baik dapat menjalankan perannya sebagai istri yang penuh kasih sayang dan bijaksana. Begitu pula halnya dengan seorang anak terhadap orang tuanya. Kebahagiaan dapat dicapai, bila masing-masing anggota keluarga sama-sama berusaha untuk saling mengasihi, karena sebagai orang kristen perlu untuk tahu arti AubahagiaAy yang sebenarnya agar tidak salah paham. 17 Bahagia tidak ditentukan oleh apa yang mereka miliki, tetapi ditentukan oleh sikap terhadap apa yang telah mereka miliki. Karena itu diperlukan perjuangan untuk membangun keharmonisan dalam keluarga. Sebuah keluarga memerlukan beberapa pendukung, agar dapat tiba pada tujuannya, yaitu Aukeluarga bahagiaAy pendukung-pendukung itu adalah sahabat-sahabat keluarga. 18 Jadi pendukung-pendukung sahabat keluarga ada dua yang senantiasa mendampingi keluarga bahagia sebagai teman setiap saat yaitu: Firman Tuhan, dan Gereja. 19 Menurut Elizabeth Achtemeier. Pernikahan Kristiani harus mempunyai komitmen yaitu:20 komitmen secara total, komitmen untuk menerima, komitmen secara ekslusif, komitmen terus-menerus dan komitmen bertumbuh bersama. Selain komitmen di atas ada pula kejujuran dan keterbekaan, kesucian dan kekudusan serta pengampunan. Kedua: penanaman nilai-nilai tanggung jawab dari masing-masing pasangan. Manusia yang menikah mempresentasikan pribadi yang jauh lebih dalam, bahwa pria mempresentasikan Kristus, dan wanita menjadi jemaat. Pernikahan Kristen selain bersifat horizontal . uami adalah kepala istri, dan istri harus tunduk kepada suami, sama seperti jemaat taat dan tunduk kepada Kristu. Gereja harus memberikan pemahaman akan tugas dan fungsi dari setiap pasangan agar dapat bertanggung jawab. Paulus menyatakan bahwa suami adalah kepala istri. 21 Sayangnya, terlalu banyak suami yang hanya membaca permulaan ayat itu dan lupa membaca kelanjutannya. AuA. sama seperti Kristus adalah kepala jemaatAy. Ketiga: penanaman Nilai-Nilai Ekonomi Dan Keuangan. Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan dapat mempengaruhi keadaan baik secara positif maupun negatif. Penanaman nilai-nilai pengaturan uang dengan bijak harus ditanamkan sebagai bentuk antisipasi atau usaha pencegahan terhadap permasalahan yang dapat mengguncangkan keluarga. Ada 3 . prinsip penting dalam mengatur keuangan, yaitu22: Pertama: setia mengatur keuangan (Lukas 16:10-. Jika kita bisa mengatur uang maka uang menjadi perkara kecil (Hamba yang bai. yang melayani kita. Tetapi bila kita diatur oleh uang maka uang menjadi berhala (Tuan yang jaha. yang memperbudak kita. Kita harus mengutamakan hal yang Prioritas. Hal yang prioritas adalah kebutuhan pokok. Belajar Andreas Christanday. Membangun Keluarga Yang Tak Terguncangkan (Yogyakarta: Gloria Graffa, 2. , 66. Ibid, 289. Ibid, 290-304. Ibid, 45. Norman Wright. Komunikasi Kunci Pernikahan Bahagia (Yogyakarta: Yayasan Gloria, 1. , 39. Eddy Leo. Perjanjian Berkat (Jakarta: Metanoia, 2. , 78. membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kedua: setia menerima. Allah adalah sumber berkat yang sejati. Tuhan mengajarkan tiga cara menerima berkat: menerima berkat lewat doa (Matius 6:. AuBerikanlah kami. Ay berdoa karena mengandalkan Tuhan, menerima berkat lewat kerajinan (II Tesalonika 3:10-. Tuhan memberkati kita lewat pekerjaan. Pekerjaan adalah tanggung jawab hidup seperti Adam menerima berkat lewat kreativitas. Karena Allah memberikan hikmat & Prinsip Alkitab untuk berkreatif. Ketiga: setia memberi. Maleakhi 3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Keempat: penanaman nilai-nilai kesetiaan pada pasangan. Dalam ikatan pernikahan manusia belajar menahan emosi bekerja sama dengan pribadi yang berbeda belajar menghargai perasaan dan pikiran istrinya sepanjang umurnya. Pernikahan adalah sarana edukasi yang terbaik yang memaksa manusia tumbuh makin menjadi serupa dengan gambar Kristus dan menjadi demontrasi kemenangan Kristus atas dosa-dosa. Manusia adalah mahkluk sosial sehingga keutuhan dirinya ditentukan dalam hubungan interpersonal dengan sesamanya. Pernikahan adalah puncak dari hubungan tersebut karena melalui pernikahan manusia mengenal dan mengalami apa artinya love23. Jadi jelas bahwa tujuan utama pernikahan manusia adalah untuk memenuhi tuntutan naturnya sebagai mahkluk yang kreatif dan sebagai mahkluk sosial yang membutuhkan sesamanya. Implikasi Praktis Untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam usaha pencegahan perceraian dalam gereja: Pertama, meningkatkan pemahaman jemaat untuk mengantisipasi perceraian sejak dini seperti mengajarkan dan mengarahkan jemaat memahami betapa pentingnya keutuhan hidup rumah tangga, dengan menanamkan nilai kasih dan ikat janji, fungsi masing masing anggota keluarga, nilai kesatuan dalam keluarga,dan penerimaan satu dengan yang lain serta tanggung jawab anggota suami dan istri. Kedua, meningkatkan pemahaman dan kesadaran jemaat untuk pencegahan perceraian dalam gereja yaitu berkenaan dengan indikator yang paling dominan yaitu AuPerkawinan adalah sebuah ikat janji antara seorang lalki-laki dan perempuan yang dinyatakan di hadapan Tuhan. Ketiga, meningkatkan kuwalitas pelayanan terhadap pasangan pasangan suami Istri dengan mengadakan acara acara yang berkenaan dengan hubungan suami istri atau bagi pasangan yang belum menikah perlu di adakan acara acara, bagaimana mempersiapkan para lajang untuk memasuki tahap hidup berumah tangga seperti halnya mengadakan Gethering Youth yang content pembicaraan yang di angkat adalah sekitar LSD ( Love. Datting dan Se. Untuk pasangan suami istri Ibid, 78 di adakan seminar seminar tentang Pasutri, untuk memupuk hubungan yang lebih baik bagi pasangan suami dan istri. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis bahwa: . Kecenderungan usaha pencegahan perceraian (Y) adalah pada kategori sangat efektif secara signifikan pada <0,05. Dihasilkan lower and upper bound antara 140,5052 sampai 143,5408. Jadi hipotesis . Kecenderungan penanaman nilai-nilai kasih dan ikat janji pernikahan (X. adalah pada kategori sangat efektif secara signifikan pada <0,05. Dihasilkan lower and upper bound antara 44,5236 sampai 45,6423. Kecenderungan penanaman nilai-nilai peran dan fungsi masing-masing dalam keluarga (X. adalah pada kategori sangat efektif secara signifikan pada <0,05. Dihasilkan lower and upper bound antara 27,4801 sampai 28,0960. Kecenderungan penanaman nilai-nilai kesatuan dalam keluarga secara utuh (X. adalah pada kategori sangat efektif secara signifikan pada <0,05. Dihasilkan lower and upper bound antara 31,8194 sampai 32,5492. kecenderungan penanaman nilai-nilai penerimaan satu dengan yang lainnya serta tanggung jawab (X. adalah pada kategori sangat efektif secara signifikan pada <0,05. Dihasilkan lower and upper bound antara 36,5529 sampai 37,3826. Rujukan