E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 103-109 JURNAL AKAL: ABDIMAS DAN KEARIFAN LOKAL https://w. e-journal. id/index. php/kearifan PENYULUHAN DAN PELATIHAN MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI SDN WIJAYA KUSUMA 02 PAGI JAKARTA BARAT Counseling and Training on Maintaining Dental and Oral Health at SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi. West Jakarta Pretty Trisfilha1. Ciptadhi Trioka Binartha2. Rosalina Tjandrawinata3. Dewi Priandini4. James Handojo5 1Departemen Biologi Oral. Sub departemen Patologi Mulut dan Maksilofasial. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti 2Departemen Biologi Oral. Sub departemen Mikrobiologi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti 3Departemen Bahan Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti 4Departemen Penyakit Mulut. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti 5Departemen Prostodosia. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti *Penulis Korespondensi: pretty@trisakti. Abstrak Sejarah Artikel a Diterima Agustus 2024 a Revisi Januari 2025 a Disetujui Februari 2025 a Terbit Online Maret 2025 Kata Kunci: a Edukasi a Kesehatan gigi dan a Menyikat gigi a Siswa Sekolah Dasar Gigi berlubang atau yang dikenal dengan karies masih menjadi salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah. Hal ini juga dijumpai pada siswa SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi Jakarta Barat. Masalah ini dapat disebabkan oleh kurangnya edukasi dan informasi mengenai cara merawat kesehatan gigi dan mulut dengan baik dan benar. Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan edukasi kesehatan gigi-mulut kepada guru dan siswa SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi mengenai cara merawat Kesehatan gigi dan mulut dengan baik dan benar. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah melalui pemberian cerita dengan menggunakan media audiovisual, simulasi dan praktek menyikat gigi yang benar, serta pembagian perlengkapan menyikat gigi dan media KIE menyikat gigi. Melalui metode tersebut diharapkan dapat menjadi faktor predisposisi bagi siswa/i SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi untuk mempraktekan perilaku menyikat gigi dengan benar dan Berdasarkan hasil pre dan post test diketahui terdapat peningkatan pengetahuan siswa SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi mengenai cara merawat kesehatan gigi dan mulut pasca penyuluhan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode cerita dengan menggunakan media audiovisual dan simulasi mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Kesehatan gigi dan mulut. Sitasi artikel ini: Trisfilha. et al. , 2025. Penyuluhan dan Pelatihan Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi Jakarta Barat. Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. : 103-109. Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Abstracts Keywords: a x a x a x a x a x (Avenir Roman, italic, 9pt, single, justif. Cavities, also known as caries, remain one of the main problems in dental and oral health among school-aged children. This issue is also observed in the students of SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi. West Jakarta. This problem can be attributed to a lack of education and information on proper dental and oral care. Therefore, it is necessary to conduct dental and oral health education activities for teachers and students at SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi, aimed at increasing their knowledge about proper dental and oral care. The methods used in this education include storytelling with audiovisual media, simulation, and practice of proper tooth brushing techniques, as well as distribution of tooth brushing supplies and educational media on tooth brushing. It is hoped that these methods will serve as a predispositional factor for the students of SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi to practice proper and regular tooth brushing. Based on the results of pre- and post-tests, there was an increase in the students' knowledge about dental and oral care after the education session. It can be concluded that dental and oral health education using storytelling with audiovisual media and simulation effectively improves students' knowledge about dental and oral health. Penyuluhan dan Pelatihan Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi Jakarta Barat Trisfilha. Binartha. Tjandrawinata. Priandini. Handojo. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 103-107 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak secara keseluruhan. Masalah seperti gigi berlubang tetap menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada anak di seluruh dunia. Masalah-masalah ini sering berlanjut hingga dewasa dan berdampak negatif pada produktivitas, ekonomi, dan kualitas hidup. Penyebab utama masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak berkaitan erat dengan kebiasaan menyikat gigi. Menyikat gigi bertujuan untuk membersihkan sisa makanan di permukaan gigi dan seharusnya dilakukan setelah makan dan sebelum tidur (Dinanto, 2. Hal ini merupakan tindakan penting dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, yang membutuhkan kemampuan motorik dan idealnya dilatih pada usia sekolah dasar. Peran orang tua dan guru sangat penting untuk menjelaskan, memberi contoh, membimbing, dan mendorong anak agar memiliki kebiasaan yang baik dalam memelihara Kesehatan gigi dan mulut. Namun, anak-anak sering enggan menyikat gigi dan kurang memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk menyikat gigi dengan benar dan teratur (Azhari, dkk. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Norfai dan Rahman menunjukkan bahwa menyikat gigi dengan benar dapat mencegah karies gigi pada anak. Edukasi kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu upaya penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk cara menyikat gigi yang baik dan benar (Puspoitaningtyas, 2. Edukasi ini perlu diberikan sejak dini, terutama pada usia sekolah. Anak usia sekolah . -12 tahu. berada dalam periode yang mudah menerima dan mengadopsi perilaku menjadi kebiasaan, termasuk kebiasaan menyikat gigi dengan benar dan teratur (Azhari, dkk. , 2. Selain itu, rentang usia ini adalah masa transisi dari gigi susu ke gigi permanen. Anak-anak pada rentang usia ini belum mampu mencapai kebersihan gigi yang optimal saat menyikat gigi, meskipun mereka telah memiliki kemampuan motorik kasar dan halus (Pratiwi, 2. Kegiatan Penyuluhan kepada Masyarakat (PKM) yang bersifat edukatif mengenai perbaikan kesehatan gigi dan mulut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi yang baik dan benar kepada siswa SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi Grogol. Diharapkan edukasi PKM ini dapat menghasilkan perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah penyuluhan melalui media audiovisual dan simulasi. Metode ini adalah alternatif yang tepat untuk anak usia sekolah (Norfal, 2. Simulasi memungkinkan anak menyerap informasi dengan lebih mudah melalui demonstrasi sederhana namun menarik tanpa Penyuluhan dan Pelatihan Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi Jakarta Barat Trisfilha. Binartha. Tjandrawinata. Priandini. Handojo. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 103-107 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. mengurangi isi materi. Anak akan lebih tertarik memperhatikan materi pembelajaran ketika edukator langsung mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar. Kombinasi metode simulasi dan bercerita melalui media audiovisual dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran pada anak (Sari, dkk. Penggunaan kedua metode ini memudahkan anak memahami dan mempercepat penyerapan informasi karena anak tidak hanya mendengarkan dan membayangkan, tetapi juga melihat langsung apa yang diajarkan. (Kantohe 2016. Pagayang, 2. Menurut Teori L. Green, perubahan perilaku individu sangat dipengaruhi oleh faktor . Misalnya, ketersediaan perlengkapan menyikat gigi memungkinkan anak untuk mau dan mampu menyikat gigi. Selain itu, ketersediaan media KIE bagi orang tua dapat membantu mereka mengingat dan mengajarkan cara menyikat gigi yang benar kepada anak di rumah (Budiman, dkk, 2. Oleh karena itu, tim PKM juga menyediakan perlengkapan menyikat gigi . asta dan sikat gig. serta media KIE menyikat gigi untuk mendukung mitra dalam menerapkan perilaku menyikat gigi dengan benar dan METODE PELAKSANAAN Kegiatan penyuluhan dan pelatihan menjaga kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan di SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi, kelurahan Grogol Petamburan. Kecamatan Wijaya Kusuma. Jakarta Barat (Gambar . pada hari Selasa, 5 Maret 2024 oleh tim PkM dari FKG Universitas Trisakti. Sasaran kegiatan PkM ini adalah siswa SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi kelas 1-3 yang berjumlah 96 siswa. Metode Pelaksanaan PkM ini adalah penyuluhan melalui media audiovisual serta simulasi dan pelatihan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Materi meliputi penyuluhan tentang jenis gigi beserta fungsinya, definisi karies dan penyebabnya, frekuensi kunjungan ke dokter gigi, cara mencegah karies, frekuensi menyikat gigi, dan konsumsi makanan yang bergizi. Kemudian, dilakukan pelatihan mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pengujian berupa pre-test sebelum kegiatan dimulai dan post-test setelah kegiatan selesai. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan PkM. Pre-test dan posttest diberikan dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal. Indikator keberhasilan PkM ini adalah melalui peningkatan rata-rata skor post-test peserta PkM setelah pemberian materi penyuluhan dibandingkan dengan rata-rata skor pre-test. Penyuluhan dan Pelatihan Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi Jakarta Barat Trisfilha. Binartha. Tjandrawinata. Priandini. Handojo. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 103-107 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 1. Foto Pelaksanaan Kegiatan PkM : Penyuluhan materi (A). Pelatihan cara menyikat gigi (B) HASIL KEGIATAN Berdasarkan hasil pre-test yang dilaksanakan pada awal kegiatan, rata-rata skor yang diperoleh peserta adalah 45,81. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum mengikuti kegiatan PkM, pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai cara merawat kesehatan gigi dan mulut dinilai masih belum memadai. Hasil post-test menunjukkan peningkatan dengan rata-rata skor mencapai 57,15. Peningkatan skor ini mencerminkan keberhasilan kegiatan PkM dalam memberikan pemahaman yang lebih baik dan keterampilan yang lebih aplikatif kepada peserta. Dari hasil perbandingan pre-test dan posttest, terlihat bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor sebesar 11,34 %. Hal ini menegaskan bahwa kegiatan PkM yang dilaksanakan telah berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang kesehatan gigi dan mulut. Tabel 1. Nilai Pre dan Post Test PkM Nilai Pre-test Rata-rata Min-Max Post-test KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian pre-test dan post-test, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Peningkatan skor yang signifikan menunjukkan bahwa materi dan metode yang digunakan dalam kegiatan ini berhasil diterima dan dipahami dengan baik oleh peserta. Kami berharap hasil yang dicapai dapat Penyuluhan dan Pelatihan Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Wijaya Kusuma 02 Pagi Jakarta Barat Trisfilha. Binartha. Tjandrawinata. Priandini. Handojo. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 103-107 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan dapat menjadi dasar untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA