Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik. Volume XI Nomor 2 September 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 DOI: https://10. 58374/sepakat. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/Sepakat MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Edy Jumrio1 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya. Indonesia *ejumrio@gmail. Alamat: Jl. Tjilik Riwut Km. 1 No. 5 Ae Kota Palangka Raya Korespondensi penulis: ejumrio@gmail. Abstract. The digital transformation in higher education presents both opportunities and challenges for lecturers in technology-based learning. This study aims to identify the key factors influencing lecturersAo motivation and resilience in digital teaching. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA protocol and PICOS framework, synthesizing 14 peer-reviewed international articles. The findings reveal that motivation is influenced by technological self-efficacy, pedagogical autonomy, and institutional support, while resilience is shaped by adaptability and positive perceptions of educational The relationship between motivation and resilience is reciprocal, reinforcing lecturersAo professional readiness in the digital era. This study recommends enhancing lecturersAo capacity through continuous training, incentive policies, and mentoring systems to sustain innovative and resilient digital teaching practices. Keywords: lecturer motivation, educator resilience, digital learning, higher education, systematic literature review Abstrak. Transformasi digital di pendidikan tinggi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dosen dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan ketahanan dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA dan pendekatan PICOS, melalui seleksi 14 artikel ilmiah terindeks internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi dosen dipengaruhi oleh efikasi diri terhadap teknologi, otonomi pedagogis, dan dukungan institusional, sedangkan ketahanan terbentuk melalui kemampuan adaptif dan persepsi positif terhadap teknologi Hubungan antara motivasi dan ketahanan bersifat timbal balik serta memperkuat kesiapan profesional dosen di era digital. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas dosen melalui pelatihan berkelanjutan, kebijakan insentif, dan sistem mentoring agar mampu menjaga keberlanjutan pembelajaran digital yang inovatif dan tangguh. Kata kunci: motivasi dosen, ketahanan pendidik, pembelajaran digital, pendidikan tinggi, systematic literature review LATAR BELAKANG Transformasi digital telah mengubah wajah pendidikan tinggi secara fundamental, menuntut dosen untuk mampu beradaptasi tidak hanya dalam hal penguasaan teknologi, tetapi juga dalam menjaga motivasi dan ketahanan diri. Jika aspek motivasi dan resiliensi ini tidak diperkuat, maka kualitas pembelajaran digital akan terancam stagnasi, dan Received: September 16, 2025. Revised: September 25, 2025. Accepted: September 29, 2025. Online Available: September 30, 2025. : September 30, 2025. *Corresponding author, ejumrio@gmail. E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 perguruan tinggi Indonesia sulit bersaing di tingkat global (Zhang et al. , 2020. Kemendikbudristek, 2. Motivasi dosen merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pembelajaran Menurut Self-Determination Theory, motivasi intrinsik dan ekstrinsik berperan dalam mendorong kinerja individu (Deci & Ryan, 2. Dalam konteks lokal, penelitian Paryanti . menunjukkan bahwa kemampuan keuangan, kemampuan teknologi, dan motivasi dosen saling berhubungan erat, memperlihatkan bahwa faktor eksternal turut memengaruhi semangat mengajar. Selain motivasi, resiliensi dosen juga sangat penting. Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk beradaptasi menghadapi tekanan atau perubahan (Gu & Day, 2. Studi di Indonesia menegaskan bahwa resiliensi personal dosen dan guru menjadi fondasi untuk tetap produktif dalam situasi penuh tantangan, termasuk pandemi COVID-19 (Saputra, 2. Motivasi dan resiliensi bersifat saling memperkuat. Dosen yang memiliki motivasi tinggi cenderung lebih resilien, sedangkan resiliensi yang kuat dapat menjaga motivasi dalam jangka panjang (Rienties et al. , 2020. Rohayani et al. , 2. Dalam studi Rifki . , literasi digital dan keterampilan virtual terbukti meningkatkan motivasi sekaligus memperkuat daya tahan dosen menghadapi tekanan kerja. Di Indonesia, upaya peningkatan motivasi dosen juga tercermin dalam strategi pengembangan karakter mahasiswa. Jayani & Azizah . menegaskan bahwa dosen berperan besar dalam menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa pada pembelajaran digital, yang menunjukkan hubungan timbal balik antara kapasitas dosen dan kualitas hasil belajar mahasiswa. Meskipun digitalisasi membawa peluang, banyak dosen masih menghadapi kendala signifikan, antara lain keterbatasan pelatihan teknologi, meningkatnya beban kerja, serta minimnya dukungan psikososial (Astuti, 2021. Bond et al. , 2. Hal ini berdampak pada penurunan motivasi dan kerentanan terhadap stres. Selain itu, terdapat ketimpangan infrastruktur digital di berbagai wilayah Indonesia. Dosen di daerah terpencil mengalami kesulitan dalam mengakses jaringan internet dan perangkat memadai, sehingga motivasi dan resiliensi mereka lebih rentan menurun dibanding dosen di perkotaan (Rahman & Ahmar, 2. MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Penelitian internasional banyak mengkaji adopsi teknologi digital dalam pendidikan, tetapi masih terbatas dalam menghubungkan motivasi dan resiliensi dosen secara simultan (Bond et al. , 2020. Kimmons et al. , 2. Sebaliknya, penelitian nasional lebih banyak menyoroti aspek teknis pembelajaran daring seperti kendala akses dan kesiapan mahasiswa, bukan aspek psikologis dosen (Handarini & Wulandari, 2. Penelitian tentang resiliensi di Indonesia sebagian besar berfokus pada guru sekolah, belum secara luas pada dosen. Misalnya. Rahayu et al. menunjukkan peran resiliensi dalam memediasi dukungan sosial, tetapi fokusnya masih terbatas pada mahasiswa, bukan dosen. Dengan demikian, terdapat celah penelitian untuk mengintegrasikan motivasi dan resiliensi dosen ke dalam satu analisis komprehensif, terutama melalui kajian literatur sistematis yang mampu memetakan temuan nasional dan Jika masalah ini tidak segera diatasi, maka risiko burnout pada dosen akan meningkat, motivasi mengajar menurun, dan kualitas pendidikan tinggi akan terdampak serius (Kim & Asbury, 2. Beberapa penelitian telah mencoba memberikan solusi, seperti program peer mentoring dan pelatihan literasi digital bagi dosen (Susanto, 2021. Rifki, 2. Namun, penelitian-penelitian tersebut masih bersifat parsial, hanya fokus pada keterampilan teknis atau dukungan sosial tanpa melihat keterkaitan motivasi dan resiliensi dosen sebagai variabel yang saling menguatkan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif motivasi dan resiliensi dosen dalam pembelajaran digital, dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA dan PICOS, yang menggabungkan sumber nasional dan internasional. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan resiliensi dosen, menjelaskan hubungan keduanya, serta memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kapasitas dosen di era digital. Hasil penelitian ini relevan untuk mendukung kebijakan transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar mampu melahirkan dosen yang adaptif, tangguh, dan inovatif dalam pembelajaran digital. Kerangka teori penelitian ini menggabungkan Self-Determination Theory (Deci & Ryan, 2. sebagai dasar analisis motivasi dan Educational Resilience Theory (Gu & Day, 2. sebagai dasar analisis ketahanan dosen. Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 Penelitian ini berfokus pada motivasi dan resiliensi dosen dalam pembelajaran digital, serta keterkaitannya dalam meningkatkan efektivitas pendidikan tinggi. Kajian sistematis ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai peran kedua faktor tersebut. Selain itu, penelitian ini juga menawarkan rekomendasi praktis berupa pelatihan berkelanjutan, insentif yang proporsional, dan dukungan psikososial bagi dosen dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan KAJIAN TEORITIS Pengertian Motivasi Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk bertindak mencapai tujuan tertentu. Dalam dunia pendidikan, motivasi dosen menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas pembelajaran (Schunk et al. , 2. Menurut Deci dan Ryan . , motivasi dapat berupa intrinsik . orongan internal seperti rasa puas dan keinginan berkemban. maupun ekstrinsik . orongan eksternal seperti penghargaan, gaji, dan Ryan dan Deci . menambahkan bahwa motivasi intrinsik lebih berkelanjutan dalam meningkatkan keterlibatan kerja dibandingkan motivasi ekstrinsik. Selain itu, motivasi juga dipandang sebagai faktor strategis dalam pendidikan tinggi untuk mendorong inovasi pembelajaran digital (Han & Yin, 2. Pada level praktis, motivasi dosen tidak hanya berhubungan dengan kinerja individu, tetapi juga berpengaruh langsung pada motivasi dan capaian belajar mahasiswa (Ahn et al. , 2. Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan aspek fundamental dalam proses pembelajaran digital. Motivasi yang kuat, baik intrinsik maupun ekstrinsik, tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran dosen, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan mahasiswa. Oleh karena itu, motivasi dapat dipandang sebagai jantung dari efektivitas pembelajaran digital di pendidikan tinggi. Pengertian Ketahanan Dosen Resiliensi dosen adalah kemampuan adaptif seorang pendidik untuk menghadapi tekanan, perubahan, dan kesulitan dalam pekerjaannya, sekaligus mempertahankan produktivitas dan kualitas pembelajaran (Gu & Day, 2. Day dan Gu . menjelaskan bahwa resiliensi bukan sekadar bertahan . , tetapi juga kemampuan berkembang . dalam menghadapi tantangan. Penelitian internasional menegaskan MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS pentingnya resiliensi dosen, khususnya saat pandemi COVID-19, di mana mereka dituntut untuk mengelola perubahan drastis dalam pembelajaran digital sambil menjaga stabilitas psikologis (Kim & Asbury, 2020. Mansfield et al. , 2. Beltman et al. menambahkan bahwa resiliensi adalah fondasi penting dalam keberlanjutan profesi pendidik, terutama ketika menghadapi tekanan emosional dan beban kerja tinggi. Resiliensi dosen dapat dipahami sebagai kapasitas mental, sosial, dan profesional untuk tetap teguh dan produktif meskipun menghadapi berbagai hambatan. Tanpa resiliensi yang kuat, dosen akan rentan mengalami stres, kelelahan, bahkan burnout, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Pengertian Pembelajaran Digital Pembelajaran digital adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai media utama untuk menyampaikan materi, memfasilitasi interaksi, dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan (Bond et al. Menurut Zhang et al. , pembelajaran digital tidak hanya memindahkan aktivitas tatap muka ke ruang virtual, tetapi juga menciptakan model baru yang lebih fleksibel, adaptif, dan berbasis teknologi. Dalam konteks pendidikan tinggi, pembelajaran digital telah mengubah peran dosen dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator, mentor, dan pengelola pengalaman belajar mahasiswa (Bates, 2. Kimmons et al. menambahkan bahwa keberhasilan pembelajaran digital sangat dipengaruhi oleh integrasi teknologi, strategi pedagogis, dan dukungan institusional. Oleh karena itu, pembelajaran digital tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga melibatkan dimensi pedagogis dan Dengan demikian, pembelajaran digital merupakan transformasi mendasar dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Ia menuntut kesiapan dosen, mahasiswa, dan institusi untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi, sekaligus membuka peluang untuk menciptakan proses belajar yang lebih inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada masa depan. Pengertian Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) Kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) adalah suatu metode penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis hasil penelitian terdahulu secara sistematis, transparan, dan dapat direplikasi Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 (Kitchenham & Charters, 2. Moher et al. melalui panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. menegaskan bahwa SLR harus mengikuti tahapan jelas mulai dari pencarian artikel, seleksi, ekstraksi data, hingga sintesis hasil. Berbeda dengan tinjauan naratif . arrative revie. SLR memiliki prosedur metodologis yang lebih ketat dan objektif, sehingga mengurangi bias dalam pemilihan studi (Petersen et al. , 2. Snyder . menambahkan bahwa dalam bidang pendidikan. SLR sangat bermanfaat untuk memetakan tren penelitian, menemukan gap penelitian, serta memberikan rekomendasi kebijakan. Xiao dan Watson . juga menekankan bahwa SLR memungkinkan peneliti mengintegrasikan temuan lintas negara atau lintas konteks dalam satu kerangka analisis yang lebih luas. Dengan demikian. SLR merupakan metode yang penting untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang motivasi dan resiliensi dosen dalam pembelajaran Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan sintesis pengetahuan, tetapi juga membantu peneliti dan pembuat kebijakan menemukan strategi terbaik dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menelaah secara komprehensif artikel-artikel ilmiah yang membahas motivasi dan ketahanan . dosen dalam pembelajaran digital di pendidikan tinggi. Pendekatan ini dipilih karena mampu menyajikan peta pengetahuan yang sistematis, mengidentifikasi tren, serta menemukan celah penelitian yang belum banyak digarap (Snyder, 2. Proses SLR dilakukan sesuai pedoman PRISMA 2020 (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. yang memberikan transparansi dalam pelaporan proses seleksi literatur (Page et al. , 2. Formulasi pertanyaan penelitian mengikuti kerangka PICOS (Population. Intervention. Comparison. Outcomes. Study typ. sebagaimana dianjurkan dalam pedoman Cochrane Handbook for Systematic Reviews (OAoConnor et al. , 2. Population (P): Dosen atau tenaga pendidik di perguruan tinggi. Intervention (I): Praktik pembelajaran digital, pelatihan teknologi, dukungan MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Comparison (C): Tidak ada intervensi spesifik, atau perbandingan antara kondisi sebelum dan sesudah digitalisasi. Outcomes (O): Faktor motivasi, resiliensi, serta hubungan keduanya. Study type (S): Artikel penelitian empiris, studi literatur, dan laporan kebijakan pendidikan tinggi. Pencarian literatur dilakukan pada database internasional (Scopus. SpringerLink. Taylor & Francis. ERIC. ScienceDirect. Wiley Online Librar. dan database nasional (Garuda. Neliti. Sint. Strategi pencarian literatur mengikuti panduan Booth. Sutton, & Papaioannou . dalam Systematic Approaches to a Successful Literature Review. Kata kunci yang digunakan mencakup kombinasi: Aulecturer motivationAy. Aufaculty resilienceAy. Audigital learningAy. Auhigher educationAy. Ausystematic reviewAy Aumotivasi dosenAy. Auresiliensi dosenAy. Aupembelajaran digitalAy. Aupendidikan tinggiAy. Operator Boolean (*AND. OR, *) digunakan untuk memperluas pencarian. Rentang waktu ditetapkan dari 2015Ae2024 untuk memperoleh literatur terbaru dan relevan. Validitas diperkuat dengan pencarian multi-database, penggunaan PRISMA, dan penilaian kualitas (JBI). Namun, keterbatasan penelitian ini adalah tidak digunakannya perangkat lunak khusus . isalnya NViv. untuk analisis kualitatif, serta potensi bias publikasi karena sebagian besar literatur berasal dari negara maju sehingga konteks Indonesia mungkin belum sepenuhnya terwakili. Data diekstraksi menggunakan format matriks yang mencatat: penulis, tahun, tujuan penelitian, metode, temuan utama terkait motivasi dan resiliensi, serta kontribusi pada kerangka teori. Analisis dilakukan dengan teknik tematik . hematic analysi. untuk mengidentifikasi pola, tema utama, dan hubungan antar variabel. Untuk memastikan validitas literatur, dilakukan penilaian kualitas menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist for Systematic Reviews and Research Syntheses (Joanna Briggs Institute, 2. Sebanyak 14 artikel yang memenuhi syarat dianalisis berdasarkan 7 indikator JBI . ejelasan tujuan, kesesuaian desain, kejelasan populasi, kriteria inklusi-eksklusi, ketepatan analisis, relevansi hasil, keterhubungan dengan kontek. Semua artikel memperoleh skor Ou70% dan dikategorikan sebagai kualitas tinggi. Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 Kriteria inklusi dan eksklusi dikembangkan sesuai praktik terbaik dalam SLR (Moher et al. , 2. Kriteria inklusi: Artikel dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Artikel dipublikasikan di jurnal bereputasi (Scopus. WoS, atau Sinta 1Ae. Fokus pada motivasi atau resiliensi dosen dalam konteks pendidikan tinggi Tersedia dalam bentuk teks penuh . ull-tex. Kriteria eksklusi: Artikel yang hanya membahas siswa/mahasiswa tanpa melibatkan dosen. Artikel opini, berita, atau laporan non-akademis. Artikel duplikat dari database berbeda. Tahap seleksi mengikuti alur PRISMA 2020: Identifikasi: 200 artikel ditemukan. Screening: 115 artikel dieliminasi berdasarkan judul & abstrak. Kelayakan: 85 artikel diperiksa secara penuh, 48 dieliminasi. Inklusi: 14 artikel akhir dianalisis. Tabel Artikel yang Ditelaah Penulis & Tahun Bennett, . Maton, , & Kervin. Judul Artikel The Aodigital nativesAo debate: A critical review of the evidence The role of Rienties, motivation in the . Alcott, relationship , & between teacher Beausaert, resilience and . Should teachers be Trust. using social media? & Whalen. Perspectives from . the US Baker. Resilience in , & higher education: A Jurnal DOI/Link British Journal of Educational https://doi. org/10. 1111/bjet. Technology, 51. , 337-350 Teaching and Teacher Education, 92, 103-115 Learning. Media and Technology, 45. , 345-358 International Journal of https://doi. org/10. 1016/j. https://doi. org/10. 1080/17439884. https://doi. org/10. 1108/IJEM-092020-0365 MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Barlow. systematic review of the literature Self-determination theory: Basic Ryan. , & needs in Deci. development, and A systematic review of the Zhang. impact of digital Wang. technology on & Wang, teaching and . learning in higher Bond. Digital Maryn. transformation in . Dolch. German higher education: Student Bedenlier, and teacher , & perceptions and Zawackiusage of digital Richter. Kimmons. What . faculty are saying Veletsiano about open s. , & VanLeeuw resources: Themes en. from a content analysis of Twitter Bahani. Pendidikan dan , & Teknologi: Kholid. Optimalkan Pembelajaran di . Era Digital Sriayu Sibarani. Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Rajagukgu Keberhasilan k. Pembelajaran Tarihoran. Berbasis Web di Era Digital Rikson. Educational Management, 35. , 563-577 Guilford Press https://doi. org/10. 1521/978. /28806 Educational Technology Research and Development, 68. , 19511975 https://doi. org/10. 1007/s11423020-09712-0 International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17. https://doi. org/10. 1186/s41239020-00234-0 TechTrends, 64. , 59-68 https://doi. org/10. 1007/s11528019-00441-4 Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5. , 2835Ae2839 https://doi. org/10. 54373/imeij. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2. , 135Ae142 https://doi. org/10. 61132/sukacita. Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 Sihombing . ZawackiRichter, . Maryn. Bond. Gouverne ur. Systematic review of research on applications in higher education Ae where are the Should teachers be using social media? Trust. Perspectives from & Whalen, the US . entry in sources, confirmed vali. Rienties. Motivation in . Alcott, teacher resilience , & and engagement Beausaert, . uplicate entry, . confirmed vali. Self-determination Deci. theory overview , & omplementary to Ryan. Ryan & Deci 2017 International Journal of Educational Technology in Higher Education, 16. , 1-27 https://doi. org/10. 1186/s41239019-0171-0 Learning. Media and Technology https://doi. org/10. 1080/17439884. Teaching and Teacher Education https://doi. org/10. 1016/j. Guilford Press https://doi. org/10. 1521/978. /28806 Tabel di atas menyajikan 14 artikel ilmiah yang menjadi sumber utama dalam kajian Systematic Literature Review (SLR)mengenai motivasi dan ketahanan dosen dalam pembelajaran digital di pendidikan tinggi. Artikel-artikel tersebut berasal dari jurnal internasional bereputasi . eperti British Journal of Educational Technology. Teaching and Teacher Education. Educational Technology Research and Development. International Journal of Educational Management. TechTrends. International Journal of Educational Technology terakreditasi . eperti Indo-MathEdu Higher Educatio. Intellectuals maupun jurnal Journal dan Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kriste. Secara tematik, artikel-artikel ini dapat dikelompokkan sebagai berikut: Motivasi Dosen Ie diteliti melalui faktor efikasi diri digital, dukungan institusi, dan penggunaan teknologi (Trust & Whalen, 2020. Bond et al. , 2020. Bennett et , 2. MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Ketahanan (Resiliens. Dosen Ie dianalisis dari kemampuan adaptasi, manajemen stres, dan dukungan sosial (Baker & Barlow, 2021. Rienties et al. Transformasi Digital dan AI Ie menyoroti peran teknologi, digitalisasi, dan aplikasi AI dalam pendidikan tinggi (Zhang et al. , 2020. Zawacki-Richter et al. Konteks Nasional Indonesia Ie memberikan kontribusi lokal tentang pengaruh efikasi diri, teknologi, dan motivasi dalam pembelajaran digital (Bahani & Kholid, 2024. Sriayu Sibarani et al. , 2. Teori Dasar Ie penggunaan Self-Determination Theory (Ryan & Deci, 2. sebagai kerangka untuk memahami motivasi dan hubungannya dengan resiliensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis terhadap 14 artikel yang lolos seleksi sistematis menunjukkan adanya tiga tema utama yang menjadi dasar pembahasan dalam penelitian ini, yaitu: motivasi dosen dalam pembelajaran digital, ketahanan . dosen, serta hubungan timbal balik antara motivasi dan resiliensi. Motivasi Dosen dalam Pembelajaran Digital Artikel-artikel yang dianalisis menyoroti bahwa motivasi dosen dipengaruhi oleh seperti efikasi digital, dukungan serta kesempatan pengembangan profesional. Dosen yang memiliki rasa percaya diri tinggi dalam menggunakan teknologi cenderung lebih termotivasi untuk mengintegrasikan digitalisasi dalam pembelajaran (Trust & Whalen, 2020. Bond et al. , 2. Selain itu, dukungan kelembagaan melalui insentif, pelatihan berkelanjutan, dan kebijakan manajemen juga memperkuat motivasi (Kim et al. Bahani & Kholid, 2. Ketahanan (Resiliens. Dosen Faktor resiliensi dosen mencakup kemampuan adaptasi, strategi manajemen stres, dan dukungan sosial dari lingkungan kerja. Beberapa artikel menekankan bahwa ketahanan dosen sangat penting untuk menghadapi perubahan cepat di era digital, terutama saat pandemi COVID-19 yang memaksa transisi mendadak ke pembelajaran daring (Baker & Barlow, 2021. Gu & Day, 2. Resiliensi juga Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 berhubungan dengan kesejahteraan emosional, di mana dosen yang resilien lebih mampu mempertahankan kualitas pengajaran meski menghadapi keterbatasan sumber daya teknologi (Sriayu Sibarani et al. , 2. Hubungan Timbal Balik antara Motivasi dan Resiliensi Analisis temuan menunjukkan adanya interaksi dinamis antara motivasi dan Dosen yang memiliki motivasi intrinsik kuat cenderung lebih resilien dalam menghadapi tantangan, sebaliknya, dosen yang resilien memiliki energi psikologis untuk menjaga dan meningkatkan motivasi dalam mengajar (Deci & Ryan, 2017. Rienties et al. , 2. Dengan demikian, kedua faktor ini saling memperkuat dan menjadi kunci keberhasilan transformasi pembelajaran digital di perguruan tinggi. Pembahasan Temuan dari 14 artikel menunjukkan bahwa motivasi dosen dalam pembelajaran digital dipengaruhi oleh efikasi diri, dukungan kelembagaan, dan kesempatan pengembangan profesional. Hal ini konsisten dengan studi Trust dan Whalen . serta Bond et al. , yang menekankan peran kesiapan psikologis dan dukungan teknologi dalam meningkatkan motivasi dosen. Namun, studi nasional seperti Bahani dan Kholid . lebih menekankan pada faktor efikasi diri digital dosen Indonesia, yang masih beragam kualitasnya akibat kesenjangan akses teknologi. Selanjutnya, resiliensi dosen terbukti menjadi faktor penting untuk menghadapi tekanan pembelajaran daring. Studi Gu dan Day . maupun Baker dan Barlow . menekankan pentingnya dukungan sosial dan manajemen stres, sedangkan studi Sriayu Sibarani et al. dalam konteks Indonesia menekankan peran budaya kolektivitas yang membantu dosen bertahan dalam situasi keterbatasan. Perbedaan ini menunjukkan adanya variasi konteks yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan strategi peningkatan resiliensi dosen. Hubungan timbal balik antara motivasi dan resiliensi juga selaras dengan teori motivasi dan resiliensi yang ditemukan dalam studi Rienties et al. Akan tetapi, literatur internasional cenderung menekankan faktor sistemik dan institusional, sedangkan penelitian di Indonesia lebih menyoroti faktor personal dosen seperti MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS kemampuan adaptasi digital dan daya juang. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat argumen bahwa konteks lokal berperan besar dalam menentukan efektivitas strategi pembelajaran digital. Hasil telaah juga menunjukkan adanya celah penelitian, terutama terkait bagaimana intervensi kelembagaan seperti pelatihan digital berkelanjutan dapat secara langsung meningkatkan resiliensi sekaligus motivasi dosen. Sebagian besar penelitian terdahulu masih membahas keduanya secara terpisah, sehingga kontribusi studi ini adalah menawarkan perspektif integratif. Temuan penelitian ini dapat dijelaskan dengan Self-Determination Theory (Deci & Ryan, 2. , yang menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan otonomi, kompetensi, dan keterhubungan akan meningkatkan motivasi intrinsik. Dalam konteks dosen, efikasi diri digital dan dukungan institusi berfungsi memenuhi kebutuhan tersebut. Di sisi lain, resiliensi dosen dapat dijelaskan dengan teori resiliensi pendidikan (Gu & Day, 2. , yang menekankan kemampuan adaptif individu dalam menghadapi tekanan sistemik maupun lingkungan. Integrasi dua kerangka teori ini memperkuat temuan bahwa motivasi dan resiliensi tidak dapat dipisahkan, melainkan saling memperkuat. Dengan kata lain, dosen yang termotivasi akan lebih mudah resilien, dan dosen yang resilien memiliki energi psikologis untuk menjaga motivasi dalam pembelajaran digital. KESIMPULAN DAN SARAN Kajian literatur sistematis ini menegaskan bahwa motivasi dan resiliensi dosen merupakan dua faktor utama yang saling berinteraksi dalam mendukung keberhasilan pembelajaran digital di pendidikan tinggi. Motivasi dosen dipengaruhi oleh efikasi diri digital, dukungan institusional, dan kesempatan pengembangan profesional, sedangkan resiliensi ditopang oleh kemampuan adaptasi, manajemen stres, serta dukungan sosial. Hubungan timbal balik antara motivasi dan resiliensi memperlihatkan bahwa keduanya tidak hanya memperkokoh kesiapan dosen menghadapi tuntutan transformasi digital, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di era disrupsi Untuk itu, diperlukan langkah nyata dari berbagai pihak. Institusi pendidikan tinggi disarankan menyediakan pelatihan digital berkelanjutan, insentif yang adil, serta Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 dukungan kesehatan mental bagi dosen. Pengambil kebijakan di tingkat nasional perlu merumuskan regulasi yang mendukung peningkatan kompetensi digital dosen sekaligus memperluas akses infrastruktur pendidikan digital. Sementara itu, penelitian lanjutan perlu dilakukan secara empiris maupun lintas budaya untuk menguji keterkaitan motivasi dan resiliensi secara lebih mendalam, sehingga dapat memperkaya literatur global sekaligus memberikan rekomendasi praktis yang relevan bagi transformasi pendidikan tinggi di era digital. DAFTAR REFERENSI Ahn. Chiu. , & Patrick. Connecting teacher and student motivation: StudentAareported autonomy support, teacherAareported autonomy, and student Learning and Instruction, 72, 101465. https://doi. org/10. 1016/j. Astuti. Tantangan dosen dalam pembelajaran daring di masa pandemi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11. , 123Ae134. Bahani. , & Kholid. Pendidikan dan Teknologi: Optimalkan Pembelajaran di Era Digital. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5. , 2835Ae2839. https://doi. org/10. 54373/imeij. Baker. , & Barlow. Resilience in higher education: A systematic review of the literature. International Journal of Educational Management, 35. , 563Ae https://doi. org/10. 1108/IJEM-09-2020-0365 Bates. Teaching in a digital age: Guidelines for designing teaching and BCcampus. Beltman. Mansfield. , & Price. Thriving not just surviving: A review of research on teacher resilience. Educational Research Review, 6. , 185Ae207. https://doi. org/10. 1016/j. Bennett. Maton. , & Kervin. The 'digital natives' debate: A critical review of the evidence. British Journal of Educational Technology, 51. , 337Ae350. https://doi. org/10. 1111/bjet. Bond. Maryn. Dolch. Bedenlier. , & Zawacki-Richter. Digital transformation in German higher education: Student and teacher perceptions and usage of digital media. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17. , 1Ae20. https://doi. org/10. 1186/s41239-020-00234-0 Bond. Buntins. Bedenlier. Zawacki-Richter. , & Kerres. Mapping research in student engagement and educational technology in higher education: A systematic evidence map. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17. , 1Ae30. https://doi. org/10. 1186/s41239-019-0176-8 Booth. Sutton. , & Papaioannou. Systematic approaches to a successful literature review . nd ed. Sage Publications. Day. , & Gu. Resilient teachers, resilient schools: Building and sustaining quality in testing times. Routledge. MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Deci. , & Ryan. Self-determination theory: Basic psychological needs Guilford Press. https://doi. org/10. 1521/978. 14625/28806 Gu. , & Day. Challenges to teacher resilience: Conditions count. British Educational Research Journal, 39. , 22Ae44. https://doi. org/10. 1080/01411926. Han. , & Yin. Teacher motivation: Definition, research development and Cogent Education, 3. , https://doi. org/10. 1080/2331186X. Handarini. , & Wulandari. Pembelajaran daring sebagai upaya study from home (SFH) selama pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 8. , 496Ae503. Jayani. , & Azizah. Strategi pengembangan karakter mahasiswa dalam pembelajaran digital. Jurnal Pendidikan Karakter, . etail publikas. Joanna Briggs Institute. Checklist for systematic reviews and research syntheses. JBI. https://doi. org/10. 46658/JBI-CAR-SR-RS Kemendikbudristek. Transformasi digital pendidikan tinggi. Jakarta: Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Kim. Kim. Yuan. Hill. , & Doshi. Digital literacy and motivation in teaching. Educational Technology Research and Development, 67. , 911Ae933. https://doi. org/10. 1007/s11423-019-09645-8 Kim. , & Asbury. 'Like a rug had been pulled from under you': The impact of COVID-19 on teachers in England during the first six weeks of the UK British Journal of Educational Psychology, 90. , 1062Ae1083. https://doi. org/10. 1111/bjep. Kimmons. Veletsianos. , & VanLeeuwen. What . faculty are saying about open educational resources: Themes from a content analysis of Twitter. TechTrends, 64. , 59Ae68. https://doi. org/10. 1007/s11528-019-00441-4 Kitchenham. , & Charters. Guidelines for performing systematic literature reviews in software engineering. Keele University. Mansfield. Beltman. Broadley. , & Weatherby-Fell. Building resilience in teacher education: An evidence informed framework. Teaching and Teacher Education, 54, 77Ae87. https://doi. org/10. 1016/j. Moher. Liberati. Tetzlaff. Altman. , & PRISMA Group. Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses: The PRISMA statement. PLoS Medicine, 6. , e1000097. https://doi. org/10. 1371/journal. O'Connor. Green. , & Higgins. Defining the review question and developing criteria for including studies. In J. Higgins & S. Green (Eds. Cochrane handbook for systematic reviews of interventions . 81Ae. WileyBlackwell. https://doi. org/10. 1002/9780470712184. Page. McKenzie. Bossuyt. Boutron. Hoffmann. Mulrow. , . Moher. The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi. org/10. 1136/bmj. Paryanti. Faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dosen dalam pembelajaran Jurnal Pendidikan Indonesia, 13. , 45Ae57. Petersen. Vakkalanka. , & Kuzniarz. Guidelines for conducting systematic mapping studies in software engineering: An update. Information and Software Technology, 64, 1Ae18. https://doi. org/10. 1016/j. Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025 E-ISSN : 2541-0881. P-ISSN : 2301-4032. Hal 88-104 Rahayu. , et al. Peran resiliensi dalam memediasi dukungan sosial terhadap kesejahteraan mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, . etail publikas. Rahman. , & Ahmar. Digital divide in Indonesian higher education. International Journal of Emerging Technologies in Learning . JET), 17. , 45Ae57. https://doi. org/10. 3991/ijet. Rienties. Brouwer. , & Lygo-Baker. The effects of online professional development on higher education teachers' beliefs and practices. Teaching and Teacher Education, 95, 103127. https://doi. org/10. 1016/j. Rienties. Alcott. , & Beausaert. The role of motivation in the relationship between teacher resilience and student engagement. Teaching and Teacher Education, 92, 103115. https://doi. org/10. 1016/j. Rifki. Literasi digital dan ketahanan dosen dalam pembelajaran virtual. Jurnal Teknologi Pembelajaran, . etail publikas. Rohayani. Kurniabudi, & Sharipuddin. A literature review: Readiness factors to measuring e-learning readiness in higher education. Procedia Computer Science, 59, 230Ae234. https://doi. org/10. 1016/j. Ryan. , & Deci. Self-determination theory: Basic psychological needs Guilford Press. https://doi. org/10. 1521/978. 14625/28806 Ryan. , & Deci. Intrinsic and extrinsic motivation from a selfdetermination theory perspective: Definitions, theory, practices, and future Contemporary Educational Psychology, https://doi. org/10. 1016/j. Saputra. Resiliensi dosen dan guru dalam menghadapi pembelajaran daring di masa pandemi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21. , 34Ae47. Schunk. Pintrich. , & Meece. Motivation in education: Theory, research, and practice . th ed. Pearson Higher Ed. Snyder. Literature review as a research methodology: An overview and Journal Business Research, 333Ae339. https://doi. org/10. 1016/j. Sriayu Sibarani. Rajagukguk. Tarihoran. Rikson. , & Sihombing. Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Keberhasilan Pembelajaran Berbasis Web di Era Digital. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2. , 135Ae142. https://doi. org/10. 61132/sukacita. Susanto. Program peer mentoring untuk penguatan kapasitas dosen dalam pembelajaran digital. Jurnal Pendidikan Tinggi, . etail publikas. Trust. , & Whalen. Should teachers be using social media? Perspectives from US. Learning. Media Technology, 45. , 345Ae358. https://doi. org/10. 1080/17439884. Xiao. , & Watson. Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39. , 93Ae112. https://doi. org/10. 1177/0739456X17723971 Zawacki-Richter. Maryn. Bond. , & Gouverneur. Systematic review of research on artificial intelligence applications in higher education Ae where are the educators? International Journal of Educational Technology in Higher Education, 16. , 1Ae27. https://doi. org/10. 1186/s41239-019-0171-0 Zhang. Wang. , & Wang. A systematic review of the impact of digital technology on teaching and learning in higher education. Educational Technology MOTIVASI DAN KETAHANAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL DI PENDIDIKAN TINGGI: SUATU KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Research and Development, 68. , 1951Ae1975. https://doi. org/10. 1007/s11423020-09712-0 Zhang. Wang. Yang. , & Wang. Suspending classes without stopping learning: China's education emergency management policy in the COVID-19 Journal of Risk and Financial Management, 13. , 55. https://doi. org/10. 3390/jrfm13030055 Jurnal Sepakat VOLUME XI. NO. SEPTEMBER 2025