E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. FAKTOR LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Muhamad Nurul Fikri, 2Jhuan Kevin, 3Calvin Johan Mofu Tania Andiana Damayanti, 5Kuswanti, 6Abdullah Muksin 1 2 3 4 5 . Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Persada Indonesia YAI. Jakarta. E-mail: 1 elfikar814@gmail. com, 2j. kjuankevin@gmail. calvinmofu2305@gmail. com, 4Tania. 2213290009@upi-yai. id, 5wantiimm@upiyai. id, 6abdullah. muksin@upi-yai. ABSTRAK Lingkungan kerja yang kondusif memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pegawai, terutama dalam sektor pemerintahan seperti Kementerian Perhubungan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, baik fisik maupun non-fisik, terhadap produktivitas pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung serta wawancara dengan pegawai di Divisi Pembinaan Pengusahaan Tarif Angkutan Udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik yang baik, seperti fasilitas memadai, pencahayaan optimal, dan suhu ruangan yang nyaman, berkontribusi terhadap efisiensi kerja pegawai. Terdapat beberapa aspek perlu perbaikan. Selain itu, faktor non-fisik, seperti komunikasi yang efektif, hubungan antarpegawai yang harmonis, serta budaya kerja yang positif, juga berperan dalam meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai. Kata kunci: lingkungan kerja, kinerja pegawai, faktor fisik, faktor non-fisik. Kementerian Perhubungan. ABSTRACT A conducive work environment plays an important role in improving employee performance, especially in the government sector such as the Ministry of Transportation. Directorate General of Air Transportation. This study aims to analyze the influence of the work environment, both physical and non-physical, on employee productivity. The research method used is a qualitative approach through direct observation and interviews with employees in the Air Transportation Tariff Business Development Division. The results of the study indicate that a good physical work environment, such as adequate facilities, optimal lighting, and comfortable room temperature, contribute to employee work efficiency. There are several aspects that need improvement. In addition, non-physical factors, such as effective communication, harmonious employee relations, and a positive work culture, also play a role in improving employee motivation and performance. Keywords: work environment, employee performance, physical factors, nonphysical factors. Ministry of Transportation. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 PENDAHULUAN Lingkungan kerja yang nyaman dan efektif memiliki peran krusial dalam kelancaran operasional setiap unit di Kementerian Perhubungan, khususnya pada Divisi Pembinaan Pengusahaan Tarif Angkutan Udara. Divisi ini bertanggung mengawasi kebijakan tarif angkutan udara guna memastikan keadilan dan kepastian bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan dan Dengan dinamika industri penerbangan yang terus berkembang, diperlukan lingkungan kerja yang responsif dan kolaboratif agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang Pesatnya pertumbuhan sektor Indonesia meningkatkan kebutuhan akan regulasi tarif yang transparan dan berkeadilan. Oleh karena itu. Divisi Pembinaan Pengusahaan Tarif Angkutan Udara dituntut untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien. Untuk kementerian perlu menciptakan suasana komunikasi terbuka, serta pengembangan kompetensi pegawai. Lingkungan kerja yang sehat tidak hanya berdampak positif berkontribusi terhadap kepuasan pegawai dan kualitas kebijakan yang dihasilkan. Kinerja dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja, baik secara langsung maupun tidak Menurut Dessler . dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia, lingkungan kerja mencakup aspek fisik, sosial, dan psikologis yang memengaruhi performa dan kepuasan Lilyana et al. juga menyatakan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja, sementara penelitian oleh Damayanti & Wahyuni . menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang nyaman dan DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. kondusif dapat meningkatkan kinerja Dengan menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan mendukung LANDASAN TEORI Lingkungan Kerja Lingkungan kerja telah dijelaskan oleh berbagai ahli dengan perspektif yang Menurut Prasetyo . , lingkungan kerja mencakup segala fasilitas, peralatan, serta kondisi tempat seseorang bekerja, termasuk metode dan prosedur pelaksanaan tugas secara individu maupun Lingkungan ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai dalam menjalankan operasional Yusda et al. menekankan bahwa lingkungan kerja memiliki peran utama dalam membantu pekerja menyelesaikan tugas dengan efisien dan efektif. Dengan kata lain, lingkungan kerja merupakan faktor esensial dalam aktivitas pegawai. Penciptaan kondisi kerja yang optimal dapat memberikan motivasi dan berdampak positif terhadap produktivitas mereka. Irwan mengemukakan bahwa lingkungan kerja merupakan tempat di mana pegawai melaksanakan tugas mereka setiap hari. Lingkungan kerja yang mendukung dapat meningkatkan motivasi kerja. Lingkungan yang nyaman juga berpengaruh pada suasana hati pekerja, sehingga mereka lebih betah dan menikmati pekerjaannya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas kerja dan prestasi. Sementara itu, menurut penelitian Firjatullah et al. , lingkungan kerja mencakup berbagai aspek, baik fisik maupun psikologis, yang secara langsung atau tidak langsung berkontribusi terhadap produktivitas dan kinerja pegawai. Berdasarkan berbagai pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja mencakup semua aspek di sekitar pekerja Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. yang dapat memengaruhi kondisi mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung, meliputi unsur fisik dan nonfisik. Lingkungan Kerja Fisik Dan Non Fisik Dari pandangan (Adolph, 2. lingkungan kerja secara keseluruhan terbagi menjadi 2 macam yaitu lingkungan kerja fisik serta non fisik. Sedangkan dari hasil penelitian (Saefullah & Basrowi, 2. mengungkapkan bahwa berbagai jenis lingkungan kerja itu dibagai menjadi 2 yaitu: Lingkungan kerja fisik ialah semua keadaan yang terdapat pada area kita bekerja yang bisa menjadi pengaruh untuk pekerja dengan langsung ataupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu: Area kerja yang berkaitan langsung dengan pekerja contohnya meja, pusat kerja, kursi, serta yang lainnya. Area perantara ataupun area umum, sering dikatakan sebagai lingkungan kerja yang menjadi pengaruh keadaan manusia pergerakan udara, bau tidak enak serta yang lainnya. Lingkungan kerja non fisik mencakup seluruh situasi yang berhubungan dengan dinamika keterkaitan dalam pekerjaan, meliputi interaksi dengan pimpinan, dengan rekan, dan Aspek non fisik ini sangat krusial dan tidak dapat diabaikan dalam konteks organisasi. Perusahaan perlu mengembangkan lingkungan yang mampu mendorong kerja sama efektif di antara seluruh jajaran, tanpa memandang tingkat atau status Lingkungan kerja yang ideal adalah suasana yang mengedepankan semangat kekeluargaan, membangun menjunjung tinggi pengendalian diri dari setiap individu di perusahaan. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan kerja Dalam (Putra et al. , 2. penyebab adanya stress para pekerja dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik yang akan menjadi pengaruh capaian kerja Selain itu menurut Sedarmayanti, 2011 (Astuti & Mulyadin, 2. mengungkapkan bahwa lingkungan kerja dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Adapun faktor yang menjadi pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik sebagai berikut: Lingkungan Kerja Fisik . Suhu. Untuk memaksimalkan produktivitas, sangatlah penting menciptakan lingkungan kerja dengan suhu yang diatur dengan benar yang mana sesuai dengan rentang nyaman yang bisa diterima oleh setiap orang. Kebisingan. Temuan penelitian berbagai suara yang bersifat konstan dan bisa diprediksi tidak berdampak buruk terhadap produktivitas kerja. Sebaliknya, berbagai suara yang tidak terduga justru berdampak negatif konsentrasi para pekerja. Penerangan. Lingkungan kerja yang kurang pencahayaan dapat menyebabkan kelelahan dan Penyediaan pencahayaan yang memadai dan berkualitas akan sangat mendukung produktivitas dan kenyamanan para pekerja . Mutu udara. Menghirup udara konsekuensi kesehatan yang Dalam lingkungan kerja, polusi udara dapat gangguan kesehatan pegawai. E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 meliputi sakit kepala, mata perih, kelelahan, serta depresi, yang secara langsung memengaruhi kesejahteraan dan produktivitas Lingkungan kerja non fisik . Faktor lingkungan sosial. Latar belakang keluarga, seperti status keluarga, total anggota keluarga, serta tingkatan kesejahteraannya, merupakan aspek lingkungan pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Faktor status sosial. Semakin tinggi posisi struktural setiap orang, maka semakin besar pula pengambilan putusan. Faktor hubungan kerja dalam Perusahaan. Dalam konteks perusahaan, terdapat dua jenis hubungan kerja yang mencakup interaksi antar rekan kerja dan dengan pimpinan mereka. Sistem informasi hubungan kerja dalam sebuah perusahaan dapat melalui komunikasi yang baik antar anggota. Komunikasi yang lancar memungkinkan para pegawai untuk berinteraksi menghindari kesalah pahaman yang berpotensi menimbulkan (Santoso & Rijanti. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya sesuai dengan tanggung jawabnya. Menurut (Sutedjo & Mangkunegara, 2. , kinerja pegawai adalah "hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang Kinerja sangat dipengaruhi oleh kemampuan, motivasi, dan lingkungan kerja pegawai. Sedangkan menurut (Husna & Prasetya, merupakan hasil yang diproduksi dari fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan pada pekerjaan tertentu selama periode tertentu, yang memperlihatkan kualitas dan kuantitas dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasrkan ketentuan atau kesepakatan yang telah di tetapkan Kinerja dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan aspek yang dinilai. Berikut adalah beberapa jenis kinerja pegawai Berdasarkan Jenis Pekerjaan. Kinerja Individu yaitu kinerja yang diukur kontribusi seorang pegawai secara Kinerja Tim yaitu kinerja yang dihasilkan dari kerja sama dalam sebuah tim atau kelompok. Kinerja Organisasi yaitu kinerja secara keseluruhan yang mencerminkan mencapai tujuan. Berdasarkan Aspek yang Dinilai. Kinerja Kuantitatif diukur dengan jumlah atau volume kerja yang dihasilkan, seperti jumlah produk yang dibuat atau jumlah pelanggan yang dilayani. Kinerja Kualitatif kreativitas, dan keakuratan hasil Kinerja Efisiensi seberapa baik pegawai menggunakan sumber daya . aktu, tenaga, biay. untuk menyelesaikan pekerjaan. Kinerja Efektivitas seberapa jauh hasil pekerjaan sesuai dengan tujuan atau target yang telah ditentukan. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Berdasarkan Perilaku dalam Bekerja. Kinerja In-Role (Tugas Poko. yaitu kinerja yang berhubungan langsung dengan deskripsi pekerjaan dan tanggung jawab utama pegawai. Kinerja Extra-Role (Perilaku Organisasi Sukarel. yaitu Kinerja yang tidak diwajibkan dalam membantu rekan kerja, berinisiatif, dan memiliki etos kerja tinggi. Berdasarkan Waktu dan Konsistensi Kinerja. Kinerja Jangka Pendek yaitu hasil kerja yang dicapai dalam waktu singkat, seperti proyek bulanan atau Kinerja Jangka Panjang yaitu hasil kerja yang memerlukan waktu lama dan menunjukkan Kinerja Konsisten adalah pegawai performa secara stabil dalam jangka waktu lama. Kinerja Fluktuatif yaitu kinerja yang naik turun tergantung pada kondisi atau faktor eksternal. Berdasarkan Tingkat Kompetensi. Kinerja Pemula (Entry-Leve. yaitu pegawai baru yang masih dalam tahap belajar dan adaptasi. Kinerja Profesional yaitu pegawai dengan pengalaman yang sudah mampu bekerja secara mandiri dan produktif. Kinerja Ahli (Expert-Leve. yaitu pegawai yang memiliki keahlian tinggi, inovatif, dan mampu menjadi pemimpin atau mentor bagi orang Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Menurut (Adolph, 2. , terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kinerja pegawai yaitu: Kemampuan, kemampuan individu dalam melakukan pekerjaan, baik yang berkaitan dengan pengetahuan maupun keterampilan. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 Motivasi, dorongan internal dan semangat kerja seseorang. Lingkungan Kerja, suasana kerja yang mendukung kenyamanan dan efisiensi pegawai. Kepuasan Kerja, tingkat kepuasan individu terhadap pekerjaannya. Kepemimpinan, peran pemimpin dalam memberikan arahan dan motivasi kepada pegawai. METODE PENELITIAN Penelitian berikut merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengambilan data berdasar observasi langsung pada saat penulis melakukan Dengan pengamatan dan wawancara pada beberapa pegawai instansi sebagai data Sedangkan data sekunder berasal dari data yang Pustaka dari instansi dan literatur perpustakaan dan internet. Penelitian dilakukan pada Kementerian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Udara di Jakarta. PEMBAHASAN Lingkungan kerja yang efektif serta kondusif sangatlah penting bagi kelancaran operasional setiap unit di Kementerian Perhubungan, oleh karena itu, berdasarkan hasil pengamatan, observasi ini bertujuan untuk meninjau kondisi lingkungan kerja, baik fisik maupun non fisik di Kementrian Perhubungsn Udara, agar dapat memahami faktor-faktor yang mendukung atau menghambat produktivitas pegawai serta kenyamanan bekerja. Lingkungan kerja yang optimal berperan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kesejahteraan pegawai. Lingkungan kerja fisik merupakan faktor yang secara langsung dapat produktivitas Pegawai di Kementerian Perhubungan. Dari hasil pengamatan, ada E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 beberapa aspek lingkungan kerja fisik yang diamati di Kementrian Perhubungan Udara yaitu: Fasilitas . Ruangan dengan peralatan modern seperti komputer, printer, dan perangkat . Tersedia ruang istirahat, pantry, dan toilet yang bersih, meskipun beberapa fasilitas memerlukan perbaikan kecil, seperti ac yang kurang optimal di beberapa area. Tata Ruang, tata Ruang kantor cukup efisien dengan pemisahan area kerja sesuai divisi. Namun ada beberapa penambahan meja kerja Kebersihan, kebersihan dijaga dengan baik oleh petugas kebersihan yang bekerja setiap hari Pencahayaan, sebagian besar ruang kerja telah memenuhi standar yang baik, sehingga memberikan kenyamanan bagi pegawai dalam menjalankan Suhu Ruangan, pengaturan suhu ruangan cukup baik, namun terdapat keluhan terkait suhu yang terlalu dingin di beberapa unit kerja Lingkungan kerja fisik di Kementerian Perhubungan Udara sudah memenuhi standar kenyamanan dan Namun, ada ruang untuk perbaikan pada fasilitas pendingin udara dan pengaturan tata ruang agar lebih efisien untuk mendukung kenyamanan setiap pegawai. Selain faktor fisik, lingkungan kerja non-fisik juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan kinerja Faktor-faktor yang diamati dalam pengamatan ini hubungan antar pegawai, pola komunikasi, sistem kepemimpinan, serta budaya kerja di Kementerian Perhubungan. Hasil pengamatan menunjukan bahwa interaksi antara pegawai berlangsung dalam suasana yang cukup harmonis dan profesional. DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Sebagian besar pegawai menyatakan bahwa hubungan kerja yang baik dapat meningkatkan semangat dan produktivitas dalam menyelesaikan tugas-tugas yang Namun, masih ditemukan berkomunikasi antara atasan dan bawahan, terutama terkait penyampaian informasi yang terkadang kurang jelas atau kurang Hasil dari pengamatan tersebut di atas adalah lingkungan kerja fisik dan nonfisik di Kementerian Perhubungan Udara sudah mendukung produktivitas pegawai, namun masih terdapat beberapa aspek yang harus dilakukan perbaikan. Adanya fasilitas fisik yang memadai serta budaya kerja yang baik menjadi nilai tambah bagi perusahaan serta meningkatkan kinerja pegawai, seperti yang di jelaskan dalam penelitian (Jodie Firjatullah et al. , 2. lingkungan kerja mencakup berbagai aspek lingkungan, baik fisik maupun psikologis, yang dengan langsung ataupun tidak langsung memengaruhi kinerja dan produktivitas para pegawai. KESIMPULAN Seusai penulis pengambilan data penltian selama tiga bulan dalam unit kerja Pembinaan Pengusahaan Tarif angkutan udara (PPTAU) Kementrian Perhubungan. Penulis memberikan kesimpulan bahwa lingkungan kerja yang baik secara fisik maupun non-fisik, sangat berperan penting dalam meningkatkan kinerja pegawai. Lingkungan kerja yang nyaman, aman, dan produktivitas dan motivasi, sedangkan lingkungan yang kurang baik dapat efektivitas pegawai. DAFTAR PUSTAKA