Pengaruh Perceived Ease of Use. Perceived Usefulness dan Perceived Risk terhadap pembayaran Cashless pada UMKM di Kota Manado Diony Jasinta Mangambe Corresponding author: dionymangambe064@studet. Sam Ratulangi University - Indonesia Winston Pontoh Sam Ratulangi University - Indonesia Christian Datu Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords perceived ease of use perceived usefulness perceived risk JEL Classification O33 G53 Received 26 July 2025 Revised 9 August 2025 Accepted 14 August 2025 Published 15 August 2025 ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has transformed global payment systems, including in Indonesia, with the increasing adoption of cashless payments that offer greater efficiency, security, and accessibility compared to conventional However, the adoption rate of this technology among Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. remains varied. This study aims to examine the influence of perceived ease of use, perceived usefulness, and perceived risk on cashless payment usage among MSMEs in Manado City. quantitative approach was employed with a population comprising MSME actors who use cashless payments. A total of 95 respondents were selected through purposive sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the JAMOVI software. The results reveal that perceived ease of use has a positive and significant effect on cashless payments, perceived usefulness has a positive but insignificant effect, and perceived risk has a negative and insignificant effect. These findings indicate that ease of use is the primary driver of cashless payment adoption among MSMEs, while perceived usefulness and perceived risk do not significantly influence adoption. This study contributes to the development of the Technology Acceptance Model (TAM) literature in the MSME context and provides practical implications for digital payment service providers to enhance cashless payment adoption. A2025 Diony Jasinta Mangambe. Winston Pontoh. Christian Datu This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran global. Salah satu inovasi yang semakin populer adalah pembayaran non-tunai . ashless paymen. yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi (Auliya et al. , 2. Berbagai instrumen seperti e-wallet, kartu kredit, dan mobile banking memungkinkan masyarakat melakukan transaksi kapan pun dan di mana pun tanpa membawa uang tunai, sekaligus mengurangi risiko kehilangan uang fisik maupun peredaran uang palsu. Fenomena ini juga terjadi di Indonesia, termasuk pada pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi salah satu sektor strategis perekonomian nasional. Namun, meskipun tren penggunaan cashless payment meningkat, penerimaan dan penggunaan teknologi ini pada pelaku UMKM tidak selalu seragam. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang berbeda terkait faktor-faktor yang mempengaruhi Misalnya. Setiawan dan Solihin, . menemukan bahwa perceived ease of use, perceived usefulness, dan perceived risk berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan pembayaran non-tunai. Sebaliknya. Katarina dan Hendro . melaporkan bahwa perceived risk tidak berpengaruh signifikan, meskipun perceived ease of use dan perceived usefulness berpengaruh positif dan Perbedaan temuan ini menunjukkan adanya inkonsistensi hasil penelitian . esearch ga. yang penting untuk diteliti kembali, terutama dalam konteks UMKM di Kota Manado yang memiliki karakteristik sosial dan ekonomi berbeda dari wilayah lain. Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada konsumen umum atau sektor pendidikan (Darista & Mujilan, 2021. Fazriansyah et al. , 2. , sedangkan kajian pada UMKM masih Padahal, pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pembayaran non-tunai di kalangan UMKM sangat penting, mengingat kelompok ini memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional dan lapangan kerja, namun juga menghadapi tantangan dalam adaptasi teknologi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived ease of use, perceived usefulness, dan perceived risk terhadap penggunaan pembayaran cashless pada pelaku UMKM di Kota Manado. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengayaan literatur Technology Acceptance Model (TAM) pada konteks UMKM, serta kontribusi praktis bagi penyedia layanan pembayaran digital dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan adopsi sistem pembayaran non-tunai secara lebih efektif. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tinjauan Technology Acceptance Model Technology Acceptance Model (TAM) adalah teori yang dikembangkan oleh Davis et al. untuk menjelaskan bagaimana pengguna menerima dan menggunakan teknologi. TAM berfokus pada dua variabel utama yaitu perceived ease of use dan perceived usefulness, yang keduanya mempengaruhi sikap pengguna dan niat untuk menggunakan teknologi tersebut. Teori ini sering digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi sistem informasi. Perceived ease of use Perceived Ease of Use (PEOU) adalah salah satu konsep kunci dalam Teori Technology Acceptance Model (TAM) yang merujuk pada sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu sistem atau teknologi tidak memerlukan usaha yang besar. Menurut Monica dan Japarianto, . perceived ease of use ditentukan oleh sejauh mana konsumen meyakini bahwa kemudahan dalam menggunakan suatu sistem dapat meningkatkan minat mereka untuk menggunakan dan mempelajari fitur-fitur yang ada dalam sistem tersebut. Perceived usefulness Perceived usefulness merupakan persepsi konsumen pada suatu sistem dapat mempercepat proses, meningkatkan efektifitas dan produktifitas serta bermanfaat bagi individu. Menurut Vinatan . menjelaskan bahwa persepsi kegunaan, atau pandangan terhadap penggunaan suatu teknologi, merujuk pada sejauh mana individu meyakini bahwa penggunaan sistem teknologi tertentu dapat meningkatkan kinerja mereka dalam pekerjaan. Persepsi ini berkaitan dengan manfaat yang dirasakan oleh pengguna saat menggunakan sistem teknologi, dimana perceived usefulness dalam adopsi teknologi dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas serta mempercepat proses pekerjaan sehingga dapat memengaruhi minat seseorang untuk menggunakan sistem tersebut. Perceived risk Perceived risk merupakan konsep yang merujuk kepada persepsi dari individu terhadap kemungkinan adanya kerugian atau bahaya yang terjadi akibat dari suatu keputusan atau tindakan yang Menurut Surayaningsih . dan Vo dan Nguyen, . , risiko berhubungan dengan ketidakpastian yang terjadi karena kurang atau tidak tersedianya informasi yang cukup tentang apa yang akan terjadi, ketidakpastian yang menimbulkan kerugian disebut risiko. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pembayaran cashless Menurut Auliya et al. pembayaran cashless . on tuna. merupakan transaksi dengan menggunakan pembayaran secara Hal ini dapat diartikan bahwa pembayaran tidak lagi menggunakan uang fisik, melainkan uang elektronik yang lebih memudahkan masyarakat untuk melakukan pembayaran dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun individu berada. Semakin kesini kesadaran dari para jajaran pemerintah serta masyarakat mengenai potensi beragam kecurangan dan kejahatan yang terdapat pada sistem pembayaran yang ada di Indonesia, contohnya pencurian, uang palsu yang beredar, perampokan dan lain Pengembangan hipotesis Perceived ease of use dan pembayaran cashless Beberapa hasil membuktikan bahwa persepsi kemudahan memiliki pengaruh terhadap minat penggunaan terhadap sebuah teknologi yang ditawarkan. Kemudahan dalam suatu sistem dapat meningkatkan minat penggunaan dalam melakukan transaksi keuangan dengan menggunakan aplikasi OVO sebagai alat pembayaran cashless. Menurut penelitian yang dilakukan Darista dan Mujilan . menunjukan hasil bahwa variabel persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap penggunaan e-money. H1: perceived ease of use positif dan signifikan terhadap pembayaran Perceived usefulness dan pembayaran cashless Perceived usefulness, atau persepsi kegunaan, dapat diartikan sebagai sejauh mana seseorang merasa bahwa penggunaan teknologi informasi memberikan manfaat bagi mereka. Selain itu, kinerja dan produktivitas pengguna teknologi informasi dapat meningkat karena pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fazriansyah et al. menunjukan bahwa perceived usefulness atau persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk menggunakan aplikasi pembayaran digital, semakin besar manfaat yang dirasakan dari aplikasi tersebut, semakin tinggi pula niat pengguna untuk memanfaatkannya. Serupa dengan penelitian terdahulu lainnya yang dilakukan oleh Juan dan Indrawati . menjelaskan bahwa perceived usefulness berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen dalam penggunaan pembayaran Berdasarkan bukti-bukti empiris maka hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut. H2: perceived usefulness positif dan signifikan terhadap pembayaran Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Perceived risk dan pembayaran cashless Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Napitupulu dan Ikhwan . menunjukan bahwa persepsi risiko berpengaruh positif terhadap pembayaran e-wallet. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi dan Sofwan . menyatakan bahwa perceived risk tidak perpengaruh terhadap pembayaran cashless melalui shopeepay. Berdasarkan bukti-bukti empiris maka hipotesis dari penelitian ini maka ditarik hipotesis. H3: perceived risk positif dan signifikan terhadap pembayaran Metode Sampel yang diambil dalam penelitian ini berdasarkan populasi yang telah ditetapkan yaitu UMKM di Kota Manado yang ditetapkan dengan menggunakan non probability sampling dijadikan sebagai metode penarikan sampel karena sampel tidak diambil secara random tetapi melalui pertanyaan sortiran terlebih dahulu, dan teknik sampling yang dipakai adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus sampel Roscoe. perhitungannya dapat berdasarkan jumlah variabel dikali paling sedikit 20 hingga 25. Sehingga ukuran sampel yang layak untuk penelitian ini berada dikisaran 80 hingga 100 sampel. Dengan demikian, untuk jumlah sampel dalam penelitian ini paling sedikit 80 dan paling banyak 100. Analisis data menggunakan regresi linier berganda, yang terdiri atas analisis statistik deskriptif, uji kualitas data, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Variabel dependen adalah pembayaran cashless sedangkan variabel independen adalah perceived ease of use, perceived usefulness dan perceived risk. Hasil dan Hasil Tabel 1 menyajikan statistik deskriptif untuk variabel perceived ease of use, perceived usefulness dan perceived risk. Secara rata-rata, hasil analisis menunjukkan bahwa variabel perceived ease of use dan perceived usefulness memiliki kecenderungan positif sedangkan perceived risk menunjukan kecenderungan negatif terhadap pembayaran cashless. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 1. Statistik deskriptif variabel X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. Missing Mean Median Sum Minimum Maximum X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 2 menyajikan hasil statistik deskriptif responden yang menujukan hasil dimana pendidikan terakhir reponden rata-rata ditingkat SMA, pada usia responden tertinggi diantara 18-30 tahun dan jenis kelamin responden didominasi perempuan. Tabel 2. Statistik deskriptif responden Descriptives Pendidikan Terakhir Usia Jenis Kelamin SMA Perguruan tinggi Lainnya >50 Perempuan Laki-laki Persentase 61,1% 33,7% 5,2% 82,1% 11,6% 7,3% 77,9% 22,1% Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 3 menyajikan hasil uji validitas. Uji validitas dilakukan dengan cara membandingkan r hitung dengan r table. Dalam penelitian ini, r hitung diperoleh darit output analisis JAMOVI. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95, maka besar df yaitu 95-2 = 93 dengan signifikansi 0,05 didapat rtabel = 0,201. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 3. Uji validitas Variabel Perceived Ease Of Use Perceived Usefulness Perceived Risk Pembayaran Cashless Indikator Rhitung Rtabel Keterangan X1. Valid X1. Valid X1. Valid X1. Valid X1. Valid X2. Valid X2. Valid X2. Valid X2. Valid X2. Valid X3. Valid X3. Valid X3. Valid X3. Valid X3. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 4 menunjukan hasil uji reliabilitas, uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan dipercaya serta tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Variabel dinyatakan reliabel apabila variabel menghasilkan nilai Cronbach Alpha> 0,60. Tabel 4. Uji reliabilitas Cronbach's Alpha Standar Keterangan Perceived Ease Of Use Reliabel Perceived Usefulness Reliabel Perceived Risk Reliabel Pembayaran Cashless Reliabel Variabel Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 5 menyajikan hasil uji asumsi klasik dari model regresi. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa Kolmogorov-Smirnov memiliki nilai statistik dengan signifikansi di atas 5%. Hasil kedua uji tersebut mengindikasikan bahwa residual error dari model regresi adalah berdistribusi normal. Pada uji heteroskedastisitas, nilai statistik dari uji Breusch-Pagan. Goldfeld-Quandt dan Harrison-McCabe menunjukkan nilai statistik Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. dengan signifikansi di atas 5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa varians dari residual error pada kedua uji tersebut tidak mengalami masalah heteroskedastisitas. Selanjutnya, nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari perceived ease of use, perceived usefulness dan perceived risk memiliki nilai di bawah 6. Hasil ini menunjukkan bahwa antar variabel independen tidak mengalami gejala multikolinearitas. Tabel 5 uji asumsi klasik Normality tests Heteroskedasticity tests Collinearity Statistics Statistic Sig. Kolmogorov-Smirnov Breusch-Pagan Goldfeld-Quandt Harrison-McCabe Perceived Ease Of Use Perceived Usefulness Perceived Risk VIF Tolerance Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 6 menyajikan hasil analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk menguji pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa: Perceived ease of use memiliki koefisien positif dan signifikan pada 5%. Perceived usefulness memiliki koefisien positif namun tidak signifikan pada 5%. Perceived risk memiliki koefisien negatif namun tidak signifikan pada 5%. Tabel 6. Uji regresi berganda Model Coefficients Ae pembayaran cashless Predictor Estimate Intercept Sumber: Data olahan, 2025 Pembahasan Perceived ease of use dan pembayaran cashless Variabel perceived ease of use terbukti berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap pembayara cashless, artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil analisis regresi, nilai koefisien regresi variabel perceived ease of use sebesar 0,214 dengan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. parameter positif. Ini menjelaskan bahwa setiap ada kenaikan satu poin variabel perceived ease of use, maka variabel pembayaran cashless akan mengalami peningkatan sebesar 0,214. Hasil penelitian ini mendukung teori Technology Acceptance Model yang menjadi dasar variabel perceived ease of use yang mengatakan bahwa jika suatu layanan mudah digunakan dan tidak memerlukan usaha apapun maka seseorang akan memiliki niat untuk menggunakan layanan Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Katarina dan Hendro . dimana perceived ease of use berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan cashless, begitu juga dengan hasil penelitian dari Muliadi dan Japarianto . Sabaah et al. , 2. Lukito dan Khairunnisa . Setiawan . dan Rahman et al. menunjukan perceived ease of use memiliki potensi yang besar dalam menghasilkan kemudahan terhadap pembayaran dompet digital. Perceived usefulness dan pembayaran cashless Variabel perceived usefulness berpengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik terhadap pembayaran cashless, artinya H0 diterima dan H2 ditolak. Berdasarkan hasil uji t dimana variabel perceived usefulness memiliki nilai p (Sig. ) untuk perceived usefulness adalah 0,096 > 0,05. Ini menunjukkan bahwa perceived usefulness juga memiliki pengaruh tidak signifikan secara statistik terhadap variabel dependen dengan nilai koefisien regresi 0. 191, ini berarti perceived usefulness memiliki hubungan positif dengan variabel dependen yaitu pembayaran cashless. Ini menjadi temuan menarik karena bertentangan dengan asumsi Technology Acceptance Model bahwa persepsi manfaat memiliki dampak langsung terhadap niat menggunakan teknologi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yg dilakukan oleh Adiwardana et al. dan Tyas dan Darma . yang menunjukan bahwa perceived usefulness berpengaruh positif dan tidak signifikan. Perceived risk dan pembayaran cashless Variabel perceived risk berpengaruh negatif namun tidak signifikan secara statistik terhadap pembayaran cashless, artinya H0 diterima dan H3 ditolak. Berdasarkan pada hasil uji t menunjukan variabel perceived risk nilai p (Sig. ) untuk perceived risk adalah 0,175<0,05. Ini menunjukkan bahwa X3 memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel dependen dan dengan nilai t-nya negatif -1,37, ini berarti perceived risk memiliki hubungan independ atau berbanding terbalik dengan variabel dependen. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prihayudha dan Soepatini, . , dan Simangunsong et al. menunjukan hasil negatif dan tidak signifikan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived ease of use, perceived usefulness, dan perceived risk terhadap penggunaan pembayaran cashless pada UMKM di Kota Manado. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda terhadap 95 responden, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Perceived ease of use berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembayaran cashless. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan, semakin besar kemungkinan pelaku UMKM menggunakan sistem pembayaran non-tunai. Perceived usefulness berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pembayaran cashless. Artinya, meskipun manfaat yang dirasakan dapat meningkatkan kecenderungan penggunaan, faktor ini belum menjadi pendorong utama di kalangan UMKM. Perceived risk berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pembayaran cashless, yang mengindikasikan bahwa persepsi risiko belum menjadi hambatan berarti bagi pelaku UMKM dalam mengadopsi sistem ini. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa kemudahan penggunaan merupakan faktor kunci dalam mendorong adopsi pembayaran cashless, sedangkan manfaat yang dirasakan dan risiko yang dipersepsikan belum menjadi faktor penentu signifikan. Implikasi secara praktis, penyedia layanan pembayaran digital perlu memfokuskan strategi pada peningkatan fitur yang mudah diakses, antarmuka yang sederhana, dan edukasi penggunaan untuk memperluas adopsi. Saran penelitian selanjutnya adalah memperluas cakupan wilayah penelitian, menambah variabel seperti kepercayaan . dan literasi keuangan digital, serta menggunakan metode campuran . ixed method. untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku adopsi pembayaran cashless. Daftar Adiwardana. Suparman. Riyanto. Darmawan. , & Khairunisa. Pengaruh pembayaran sistem cashless terhadap minat pembelian mahasiswa sekolah vokasi IPB University. Jurnal Nomosleca. https://jurnal. id/index. php/n/article/view/14942 Auliya. Rahman. , & Purwanto. Fenomena perilaku konsumsi menggunakan sistem pembayaran cashless (Studi kasus masyarakat di kabupaten Kenda. Sosio E-Kons, 14. , 88-98. https://doi. org/10. 30998/sosioekons. Darista. , & Mujilan. Pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, persepsi kepercayaan dan persepsi risiko terhadap minat penggunaan aplikasi OVO sebagai alat pembayaran e-money. Jurnal Riset Manajemen Dan Akuntansi. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. https://jurnal. id/index. php/jrma/article/view/661 Davis. Bagozzi. , & Warshaw. User acceptance of computer technology: A comparison of two theoretical models. Management Science, 35. , 982-1003. https://doi. org/10. 1287/mnsc. Fazriansyah. Sari. , & Mawardi. Apakah persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan berpengaruh terhadap niat untuk menggunakan dan penggunaan aktual pada aplikasi pembayaran digital?. Jurnal Manajemen, 14. , 271283. https://doi. org/http://dx. org/10. 30872/jmmn. Juan. , & Indrawati. Pengaruh kepercayaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan brand image terhadap kepuasan QRIS. Konsumen Konsumsi: Jurnal Manajemen, 2. https://doi. org/10. 32524/kkjm. Katarina. , & Hendro. Pengaruh perceived ease of use, penggunaan cashless. Jurnal Paradigma Akutansi, 3. , 238-247. https://journal. id/index. php/jpa/article/view/11508 Lukito. , & Khairunnisa. Pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi keamanan terhadap cashless society. Jurnal Informasi Akuntansi (JIA), 1. https://journal. id/index. php/jia/article/view/588 Monica. , & Japarianto. Analisa pengaruh perceived ease of use dan melalui perceived enjoyment terhadap behavior Jurnal Manajemen Pemasaran, 16. , 9Ae15. https://doi. org/10. 9744/pemasaran. Muliadi. , & Japarianto. Analisa pengaruh perceived ease of use terhadap behavior intention melalui perceived usefulness sebagai media intervening pada digital payment Ovo. Jurnal Manajemen Pemasaran, 15. , 20Ae27. https://doi. org/10. 9744/pemasaran. Napitupulu N. , & Ikhwan. Pengaruh persepsi risiko dan persepsi kemudahan terhadap minat menggunakan pembayaran dengan quick response code indonesian standar . dengan dimediasi kepercayaan: Studi kasus pada mahasiswa universitas Gunadarma. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 9. , https://jurnal. id/index. php/syntaxliterate/article/view/17103 Pratiwi. , & Sofwan. The influence of perceived Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. usefulness, perceived ease of use, perceived risk and trust on Shopeepay. Jurnal Rekognisi Akuntansi , 6. , https://journal. id/jra/article/view/jra. Prihayudha. , & Soepatini. Pengaruh perceived ease of use, usefulness dan perceived risk terhadap intention to use (Studi empiris penggunaan aplikasi Ovo pada konsumen di Surakart. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3. , 7573Ae7587. https://jinnovative. org/index. php/Innovative/article/view/5652 Rahman. Warokka. , & Priyati. Minat penggunaan cashless payment sistem dompet digital pada mahasiswa di Papua Barat. Scientific Journal of Reflection: Economic. Accounting. Management and Business, 7. , 852-867. https://doi. org/10. 37481/sjr. Sabaah. Welsa. , & Ningrum. Pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use terhadap intention to use dengan attitude sebagai variabel intervening (Studi Kasus EWallet di Yogyakart. OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi Ilmu Ekonomi, 9. , https://journal. id/index. php/oikos/article/view/128 Setiawan. Pengaruh perceived ease of use dan perceived service credibility terhadap intention of use mobile payment di Jakarta. Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan, 6. , 312Ae https://doi. org/10. 24912/jmbk. Setiawan. , dan Solihin. Pengaruh persepsi kemudahan, kegunaandan kepercayaan terhadap minat menggunakan Gopay (Studi kasus di Karawan. Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis Dan Sosial (EMBISS), 4. , 30-41. https://doi. org/10. 59889/embiss. Simangunsong. Rizal. , & Harahap. Pengaruh perceived value, perceived risk, dan kualitas informasi akuntansi terhadap kepuasan pengguna digital payment pada umkm di Kota Medan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9. , 7874Ae https://jptam. org/index. php/jptam/article/view/25788 Surayaningsih. Trust vs perceived risk. Dream Litera Buana Tyas. , & Darma. Pengaruh Perceived Usefulness. Perceived Ease of Use. Perceived Enjoyment, dan Actual Usage Terhadap Penerimaan Teknologi Informasi: Studi Empiris Pada Karyawan Bagian Akuntansi dan Keuangan Baitul Maal Wa Tamwil Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 1. , 25Ae35. https://doi. org/10. 18196/rab. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Vinatan. Pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, dan pengaruh sosial terhadap minat menggunakan media sosial pada mahasiswa fakultas bisnis dan akuntansi di Universitas Katolik Musi Charitas. Konsumen & Konsumsi : Jurnal Manajemen, 2. https://doi. org/10. 32524/kkjm. Vo. , & Nguyen. Factors influencing customer perceived quality and purchase intention toward private labels in the vietnam market: The moderating effects of store image. International Journal of Marketing Studies, 7. , 51Ae63. http://dx. org/10. 30998/jabe.