MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KUALITAS MUTU AIR TERHADAP KARIES GIGI ADA SISWA SMP YPPK ST. BERNARDUS TIMIKA-PAPUA Seplina. Verry Asfirizalb, dewi Arsih Sulistianic. Putra Portuna Kambayad. Listiyawatie Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia Laboratorium Parasitologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Email : b. seplin@yahoo. Abstrak Kesehatan gigi dan mulut seringkali menjadi kepentingan yang kesekian bagi sebagian orang. Padahal, seperti yang kita ketahui bahwa gigi dan mulut itu merupakan pintu awal masuknya bakteri ke dalam mulut. Yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada bagian mulut itu sendiri dan organ tubuh lainnya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi masalah kesehatan pada gigi dan mulut adalah air. Pada kualitas air yang berkeruh dan berkapur memiliki kandungan pH yang berbeda yaitu pada kualitas air yang berkeruh memiliki kandungan pH <7 yang artinya air tersebut memiliki sifat yang asam dan apabila dikonsumsi dapat meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang. Lalu pada kualitas air yang berkapur memiliki kandungan pH >8,5 yang artinya air tersebut memiliki sifat basa dan apabila dikonsumsi dapat menyebabkan terjadinya karang gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMP YPPK Santo Bernardus tentang kualitas mutu air terhadap kesehatan gigi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan Purposive Sampling. Lokasi penelitian ini di Kota Timika Provinsi Papua. penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022. Sampel pada penelitian yaitu siswa SMP YPPK Santo Bernardus Timika-Papua yang berjumlah 90 orang dan metode sampling yang digunakan yaitu Purposive sampling. Kemudian dilakukan Pretest terlebih dahulu lalu penayangan video edukasi tentang cara menjaga kesehatan gigi dan setelah itu dilakukan Posttest oleh responden. Analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Analisis Bivariat. Kesimpulan tingkat pengetahuan tentang karies gigi pada siswa SMP YPPK ST. BERNARDUS Timika-Papua adalah baik. Kata kunci: Air Berkeruh. Air Berkapur. Air Bersih. Karies Gigi. Tingkat Pengetahuan Abstract Dental and oral health is often the umpteenth importance for some people. In fact, as we know that the teeth and mouth are the initial entry point for bacteria into the mouth. Which can cause health problems in the mouth itself and other organs. One of the factors that can affect health problems in the teeth and mouth is water. The quality of cloudy and chalky water has a different pH content, namely cloudy water quality has a pH <7, which means that the water has acidic properties and if consumed can increase the risk of cavities. Then the quality of the water which is calcareous has a pH content of > 8. 5, which means that the water has alkaline properties and if consumed can cause tartar. This study aims to determine the level of knowledge of YPPK Santo Bernardus Middle School students about the quality of water quality on dental health. This research is an observational study with a purposive sampling design. The location of this research is in Timika City. Papua Province. this research was conducted in November 2022. The sample in the study was YPPK Santo Bernardus Timika-Papua Middle School students, a total of 90 people and the sampling method used was purposive sampling. Then a pretest was carried out first, then an educational video was shown on how to maintain healthy teeth and after that a posttest was carried out by the respondents. Data analysis using Univariate Analysis and Bivariate Analysis. The conclusion of the level of knowledge about dental caries in SMP YPPK ST. BERNARDUS Timika-Papua is good Keywords : Cloudy Water. Calcareous Water. Clean Water. Dental Caries. Knowledge Level MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 PENDAHULUAN Dikatakan Masalah karies ini masih banyak Undang-undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 ayat 3 terjadi baik pada anak-anak maupun orang Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar . Papua memenuhi persyaratan kualitas maupun 40,9% kuantitas, dimana persyaratan kualitas ini masyarakat di Papua mengalami masalah tertuang di dalam Peraturan Menteri Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Kesehatan (Permenke. No. 416 tahun Dasar (Riskesda. 57,6% Pengawasan Syarat-syarat Kualitas Air6. Beberapa Indonesia bermasalah gigi dan mulut2. parameter kimiawi diduga berpengaruh Karies gigi ini merupakan salah satu terhadap kesehatan gigi, antara lain unsur gangguan kesehatan gigi dan mulut3. fluorida, kalium, kalsium, dan keasaman Karies gigi adalah suatu penyakit pada . H)7. jaringan keras gigi yang ditandai oleh Di kota Timika ini memiliki berbagai macam kualitas air, ada yang memiliki berbagai sumber air keruh, berkapur, dan karbohidrat yang dapat diragikan. Yang mengandung bahan padat dan mencemari dimineralisasi jaringan keras dan diikuti lingkungan sehingga dapat menyababkan kerusakan zat organiknya, sehingga dapat gangguan pada kesehatan8 Air berkapur ini terjadi invasi bakteri lebih jauh ke bagian air jika air tersebut dimasak, akan dalam gigi, yaitu lapisan dentin serta dapat menimbulkan kerak yang berwarna putih mencapai pulpa4. Karies ini dapat terjadi pada dinding dalam panci, dan rasanya bila ada faktor penyebab yang saling sedikit pahit9. Air bersih didefinisikan berhubungan dan mendukung, yaitu host sebagai air yang memenuhi persyaratan . aliva dan gig. , mikroorganisme, substrat kesehatan, baik itu untuk minum, mandi, dan waktu Kondisi gigi yang karies apabila cuci dan lain sebagainya10. tidak segera ditangani akan berdampak Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) bagi kesehatan rongga mulut maupun adalah upaya kesehatan masyarakat yang seluruh tubuh5 . Air meningkatkan kesehatan gigi dan mulut MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 berupa upaya kuratif dengan sasaran penggunaan media audio visual yaitu siswa sekolah menengah 11 . dengan menggunakan video pembelajaran Berdasarkan penelitian Diva Farahiyah Ikenasya tahun 2017 menyatakan bahwa memahami suatu peristiwa-peristiwa yang sekolah dengan UKGS memiliki tingkat mereka lihatAy14 . pengetahuan tentang karies gigi dalam Usia 12-15 tahun merupakan usia kritis kategori tinggi dan status karies gigi siswa dalam pemiliharaan dan meningkatkan yang baik, sedangkan sekolah tanpa UKGS gaya hidup. Kesadaran membersihkan gigi dan mulut sangat kurang karena perilaku kategori sedang dan status karies gigi anak itu sendiri. Kebersihan mulut yang siswa sedang. Hal tersebut menunjukan tidak baik mungkin disebabkan karena bahwa sekolah yang memiliki UKGS akan sebagian besar anak belum memahami lebih peduli terhadap status kesehatan gigi waktu dan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut siswa12. Di kota Timika memiliki dan mulut dengan benar15 . Dan juga 59 sekolah jenjang SMP dan Sekolah SMP berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar YPPK St. Bernardus adalah salah satu (RISKESDAS) sekolah favorite di Timika. akan tetapi sekolah ini belum memiliki UKGS dan mempunyai masalah kesehatan gigi dan masih ada siswa yang menggunakan air berkapur, air keruh sebagai kebutuhan Berdasarkan sehari-hari. Tingkat pengetahuan adalah merupakan domain yang sangat penting penelitian bagaimana tingkat pengetahuan dalam membentuk tindakan seseorang tentang kualitas mutu air terhadap karies . vert behavio. Cara meningkatkan gigi pada siswa SMP YPPK ST. BERNARDUS pengetahuan salah satunya yang paling Timika-Papua. efektif adalah melalui video edukasi. Metode video edukasi ini dipilih karena Dengan menggunakan media video materi yang disampaikan menjadi lebih menarik dan mudah dimengerti. Juga berdasarkan dari penelitian sebelumnya oleh Eka Agustriana 2014 Audapat diketahui bahwa 55,6. Sehingga METODE PENELITIAN Metode dalam penelitian ini adalah metode Observasional dengan kriteria inklusi . Siswa kelas VII. Vi, dan IX SMP YPPK St. Bernardus Timika . siswa yang berumur 12-15 tahun dan . siswa yang MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 Teknik Kemudian peneliti menentukan sampel dengan melihat kriteria inklusi. Setelah adalah Purposive sampling, dengan Jumlah sampel penelitian didapatkan, penelitian responden yaitu 90 orang yang termasuk dalam kriteria inklusi. Variabel yang diteliti yaitu tingkat pengetahuan tentang kualitas mutu air. Tingkat pengetahuan adalah diadakannya penelitian tersebut terhadap seluruh informasi yang diketahui oleh siswa SMP YPPK St. Bernardus. Sebelumnya siswa SMP tentang mutu kualitas air Peneliti memberikan pertanyaan dalam terhadap karies gigi. Mutu kualitas air adalah pemakaian air Peneliti Pretest berkeruh, berkapur, maupun bersih yang selanjutnya di isi. Setelah itu dilakukan digunakan sebagai air minum dan/atau penayangan video edukasi dengan durasi menyikat gigi dan/atau memasak yang sekitar 6 menit. Dan selanjutnya dilakukan Posttest. Pretest Posttest. Pretest dan Posttest terdiri dari Setelah dilakukan penelitian dan data 10 pertanyaan dengan pilihan jawaban Benar memiliki skor 1, pilihan jawaban Normalitas menggunakan uji Kolmograv Salah memiliki skor 0. Smirnov, jika p>0,05 hasilnya berdistribusi Penelitian diawali dengan pembuatan normal digunakan uji statistic Paired T- surat izin penelitian dan pembuatan Test. sedangkan data yang yang tidak Ethical clearance yang diterbitkan oleh berdistribusi normal dilakukan pengujian Fakultas non parametric dengan uji Wilcoxon. Kedokteran Universitas Mulawarman No. 145/KPEK-FK/IX/2022. Sebelum dilakukan penelitian, melakukan mengetahui kondisi umum lingkungan yang akan dijadikan lokasi untuk penelitan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 merupakan hasil penelitian mengenai karakteristik responden berupa jenis kelamin, usia dan kelas, dengan Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik responden Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-laki MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 Perempuan Total Usia . Total Kelas VII Vi Total Tabel 1 diperoleh hasil distribusi tahun berjumlah 27 orang . %), dan usia karakteristik sampel dengan jumlah 90 tertua adalah 15 tahun berjumlah 4 orang orang . %). Berdasarkan jenis kelamin, . 4%). Berdasarkan kelas diperoleh data. jumlah sampel perempuan sebanyak 42 jumlah kelas yang terbanyak mengikuti orang . 7%) dan jumlah sampel laki-laki penelitian ini adalah kelas Vi sebanyak 31 yaitu 48 orang . 3%). Berdasarkan usia orang . 4%) dan jumlah kelas tersedikit adalah kelas VII yaitu 29 orang . 2%). mengikuti penelitian ini yaitu usia 12 Tabel 2. Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan tentang kualitas mutu air responden Kategori Pretest Posttest Cukup 2,2% Baik 97,8% Total Tabel 2 dapat diketahui bahwa tingkat dengan kualitas yang cukup. dan sekitar pengetahuan tentang kualitas mutu air 88 responden . ,8%) dengan kategori sebelum dilakukan penayangan video Setelah dilakukan penayangan video, edukasi yaitu sebanyak 2 responden terdapat 90 responden . %) memiliki . ,2%) yang memiliki tingkat pengetahuan kategori tingkat pengetahuan yang baik. Tabel 3. Perbandingan tingkat pengetahuan tentang kualitas mutu air responden Sebelum dan Setelah Penayangan Video Edukasi Mean Minimum Maksimum PRETEST POSTTEST 9,87 MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 Standar deviasi Median Modus Tabel 3 dapat diketahui rata-rata penayangan video edukasi, skor rata-rata tingkat pengetahuan kualitas mutu air tingkat pengetahuan kualitas mutu air pada responden meningkat menjadi 9,87 penayangan video edukasi adalah 9,79 0,429. Skor dengan skor minimum 6, skor maksimum 10, dan standar deviasi 0,662. Setelah sementara skor paling tinggi adalah 10. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Kolmograv Smirnov jika dianalisis data keseluruhan siswa Statistic Sig. Pretest Posttest Dari hasil uji normalitas Kolmograv dilakukan uji statistik non parametric Smirnov. Wilcoxon berdistribusi tidak normal dengan nilai atau membedakan tingkat pengetahuan 000 . <0,. tentang kualitas mutu air sebelum dan sesudah dilakukan penayangan video 0,000 <0,. Sehingga Tabel 5. Hasil Uji Wilcoxon jika dianalisis data keseluruhan siswa Standar Variabel Mean Min Max Deviasi Pretest Posttest Berdasarkan tabel 5 menunjukan 9,79 p value b a h w a sebelum dilakukan penayangan penayangan video terjadi peningkatan rata-tingkat skor rata-rata menjadi 9. Dan pada pengetahuan tentang kualitas mutu air hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p= MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 240 dimana nilai ini lebih besar dari tingkat pengetahuan tentang kualitas 0,05 sehingga disimpulkan bahwa tidak mutu air terhadap karies pada siswa SMP YPPK St. Bernardus Timika-Papua. setelah diberikan video edukasi terhadap Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Kolmograv Smirnov jika dianalis data berdasarkan per kelas Data kelas 7 Statistic Sig. Pretest Posttest Tabel 7 Hasil Uji Normalitas Kolmograv Smirnov jika dianalis data berdasarkan per kelas data kelas 8 Statistic Sig. Pretest Posttest Tabel 8 Hasil Uji Normalitas Kolmograv Smirnov jika dianalis data berdasarkan per kelas data kelas 9 Statistic Sig Pretest Posttest Berdasarkan . <0,. Sehingga dilakukan uji non Kolmograv Smirnov Wilcoxon diketahui data pretest berdistribusi tidak tingkat pengetahuan tentang kualitas normal dengan nilai signifikansi 0. mutu air sebelum dan setelah dilakukan . <0,. , dan data posttest juga tidak penayangan video edukasi secara per 0,000 Tabel 9. Hasil Uji Wilcoxon data kelas 7 Nilai Pretest-Nilai Posttest Berdasarkan Sig. Negative Ranks Jumlah (N) Positive Ranks Ties Total ke nilai Posttest. Dan sebanyak 6 siswa bahwa pada data kelas 7 ada 1 siswa memiliki penurunan pada nilai Posttest memiliki peningkatan pada nilai Pretest ke nilai Pretest. Serta sebanyak 23 siswa MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 memiliki nilai yang seimbang pada nilai setelah diberikan video edukasi terhadap Pretest dan nilai Posttest. Dan pada hasil tingkat pengetahuan tentang kualitas uji Wilcoxon menunjukkan nilai p= 0. mutu air terhadap karies pada siswa dimana nilai ini lebih besar dari 0,05 kelas 7 SMP YPPK St. Bernardus Timika- Papua. Tabel 10. Hasil Uji Normalitas Kolmograv Smirnov data kelas 8 Statistic Sig. Tabel 11. Hasil Uji Normalitas Kolmograv Smirnov data kelas 9 Statistic Pretest Posttest Sig Pretest Posttest Berdasarkan . <0,. Sehingga dilakukan uji statistik Kolmograv Smirnov Wilcoxon diketahui data pretest berdistribusi tidak tingkat pengetahuan tentang kualitas normal dengan nilai signifikansi 0. mutu air sebelum dan setelah dilakukan . <0,. , dan data posttest juga tidak penayangan video edukasi secara per 0,000 Tabel 12. Hasil Uji Wilcoxon data kelas 7 Nilai Pretest-Nilai Posttest Berdasarkan Sig. Negative Ranks Jumlah (N) Positive Ranks Ties Total pada nilai Posttest ke nilai Pretest. Serta menunjukkan bahwa pada data kelas 7 sebanyak 23 siswa memiliki nilai yang ada 1 siswa memiliki peningkatan pada seimbang pada nilai Pretest dan nilai nilai Pretest ke nilai Posttest. Dan Posttest. Dan pada hasil uji Wilcoxon sebanyak 6 siswa memiliki penurunan menunjukkan nilai p= 0. 586 dimana nilai MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 ini lebih besar dari 0,05 pengetahuan tentang kualitas mutu air terhadap karies pada siswa kelas 7 SMP YPPK St. Bernardus Timika-Papua. diberikan video edukasi terhadap tingkat Tabel 13. Hasil Uji Wilcoxon data kelas 8 Nilai Pretest-Nilai Posttest Berdasarkan Sig. Negative Ranks Jumlah (N) Positive Ranks Ties Total uji Wilcoxon menunjukkan nilai p= 0. bahwa pada data kelas 8 ada 3 siswa yang dimana nilai ini lebih besar dari 0,05 memiliki peningkatan pada nilai Pretest ke nilai Posttest. Dan sebanyak 2 siswa memiliki penurunan pada nilai Posttest ke setelah diberikan video edukasi terhadap nilai Pretest. Serta sebanyak 25 siswa tingkat pengetahuan tentang kualitas memiliki nilai yang seimbang pada nilai mutu air terhadap karies pada siswa kelas Pretest dan nilai Posttest. Dan pada hasil 8 SMP YPPK St. Bernardus Timika-Papua. Tabel 14. Hasil Uji Wilcoxon data kelas 9 Jumlah (N) Nilai Pretest-Nilai Posttest Berdasarkan Negative Ranks Positive Ranks Ties Total nilai Posttest. Dan pada hasil uji Wilcoxon bahwa pada data kelas 9 sebanyak 4 menunjukkan nilai p= 0. 063 dimana nilai siswa yang memiliki peningkatan pada ini lebih besar dari 0,05 nilai Pretest ke nilai Posttest. Dan tidak Sig. penurunan pada nilai Posttest ke nilai diberikan video edukasi terhadap tingkat Pretest. Serta sebanyak 26 siswa memiliki pengetahuan tentang kualitas mutu air nilai yang seimbang pada nilai Pretest dan terhadap karies pada siswa kelas 9 SMP MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 YPPK St. Bernardus Timika-Papua. Berdasarkan hasil penelitian pada lingkungan dari dalam yakni melalui nilai Pretest kelas 7,8,9 yang memiliki teman sebaya yang ramai dapat membuat jumlah siswa terbanyak pada peningkatan konsentrasi siswa menjadi berkurang nilai Pretest ke Posttest serta yang memiliki nilai terbaik adalah kelas 9. Hal menjadi tidak focus. tersebut dikarenakan kemungkinan dapat disebabkan oleh semakin tinggi Selain itu juga kondisi Jasmani dari siswa tersebut semakin luas pengetahuannya. Hal ini di dimana pada saat siswa kelas 7,8,9 dukung oleh penelitian yang dilakukan mengikuti kegiatan penelitian ini yaitu oleh Purwati, 2013 dalam Iga dan I saat jam istirahat yang dimana siswa Nyoman, tersebut seharusnya dapat menambah Autingkat pengetahuan yang dipengaruhi asupan gizi mereka terlebih dahulu oleh pendidikan, untuk tingkat pendidikan sebelum lanjut ke pelajaran selanjutnya. Hal ini juga di dukung oleh penelitian dari pengetahuannya juga lebih baik17. Selain Oktavianingtyas, 2013 yang menyatakan itu juga menurut penelitian Mantasiah, bahwa AuKondisi fisik yang kurang sehat 2016 dalam Hardianti dan Asri 2017 dan tidak normal dapat menghambat menyatakan bahwa AuMelalui media video, proses belajar sehingga prestasi belajar tidak maksimal19 . Aspek membantu memperjelas materi,Ay18 SIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Serta ada juga beberapa hal yang nahwa Tingkat pengetahuan tentang menyebabkan penurunan pada nilai dari karies gigi pada siswa SMP YPPK St. Posttest Bernardus Timika-Papua adalah baik. Dan kemungkinan disebabkan karena kurang Tingkat pengetahuan tentang pengaruh fokusnya siswa tersebut dalam membaca sumber air terhadap terjadinya karies gigi dan memahami pertanyaan. Juga di pada siswa SMP YPPK St-Bernardus dukung oleh penelitian yang dilakukan Timika-Papua adalah baik. Pretest. Hal oleh Santika, 2017 menyatakan bahwa MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. 4, . ISSN : 2828-5883 UCAPAN TERIMA KASIH kedua orang tua dan kepada bapak Drs. Peneliti mengucapkan banyak terima Saur Simbolon selaku kepala sekolah SMP YPPK St. Bernardus Timika-Papua kepada berbagai pihak yaitu kepada Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman, kepada dosen sehingga penelitian dapat dilaksanakan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA