Jurnal Cyber Tech Vol. No. 3 September 2020 P-ISSN :1978-6603 E-ISSN :2615-8803 Sistem Pendukung Keputusan Dalam Penyaluran Dana BLT (Bantuan Langsung Tuna. Pada Masyarakat Kurang Mampu Akibat Dampak Covid-19 Menggunakan Metode Promethee (Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation Neliman Lase*. Asyahri Hadi Nasyuha**. Dudi Rahmadiansyah*** Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma *** Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Receivedx xxth, 2021 Revised x xxth, 2021 Accepted x xxth, 2021 Keyword: Sistem Pendukung Keputusan Promethee BLT (Bantuang Langsung Tuna. Covid-19. Nias Utara ABSTRACT Wabah Covid-19 memukul banyak sektor usaha, menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja, dan menurunkan penyerapan tenaga kerja. Jika kondisi ini tidak diantisipasi dengan baik, diperkirakan bisa terjadi ketidakstabilan sosial. Dalam mengatasi keresahan yang terjadi di masyarakat yang telah di PHK dari berbagai pekerjaan, maka pemerintah memberikan bantuan untuk memberikan keringanan kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Akibat banyaknya kriteria yang harus diperiksa mengakibatkan sering terjadi kesalahan dalam penentuan masayakat yang layak menerima bantuan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah aplikasi sebuah sistem pendukung keputusan yang mampu menentukan kelayakan penerima dana BLT. Dimana setiap data yang diperoleh akan dihitung menggunakan salah satu metode SPK yang mampu dalam menentukan kelayakan penerima data BLT yaitu metode Promethee. Hasil dari penelitian adalah sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan yang mengadopsi metode Promethee yang mampu menjawab permasalahan yang ada pada Desa Lasara kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara terkait menentukan kelayakan penerima dana BLT akibat dampak Covid19. Copyright A 2019 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. First Author Nama: Neliman Lase Kantor : STMIK Triguna Dharma Program Studi : Sistem Informasi E-Mail : nelimanlase7@gmail. Pendahuluan Pada awal tahun 2020. Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi dari Badan Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) pada tanggal 31 Desember 2019 yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan. Provinsi Hubei. China. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar China. Pada tanggal 11 Maret 2020. WHO sudah menetapkan Covid-19 sebagai pandemic . Wabah Covid-19 menyebabkan banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan, dan menurunkan penyerapan tenaga kerja. Jika kondisi ini tidak diantisipasi dengan baik, diperkirakan dapat terjadi ketidakstabilan sosial. Dalam jangka panjang, kesenjangan antar kelompok pendapatan akan melebar dan berdampak pada terjadinya kemiskinan antar Dalam mengatasi keresahan yang terjadi di masyarakat yang telah di PHK dari berbagai Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 pekerjaan, maka pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan yaitu berupa bantuan untuk memberikan keringanan kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Dalam menentukan siapa yang layak menerima bantuan tersebut, banyak kriteria yang harus diuji. Akibat banyaknya kriteria yang harus diperiksa mengakibatkan sering terjadi kesalahan dalam penentuan masyarakat yang layak menerima bantuan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan dalam menentukan kelayakan penerima dana bantuan langsung tunai. Sistem Pendukung Keputusan merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasi data. Sistem ini digunakan untuk pengambilan keputusan dalam situasi yang semiterstruktur dan tidak terstruktur. Pada dasarnya sistem pendukung keputusan dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif . Salah satu metode sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan dalam menentukan penerima dana bantuan langsung tunai pada masyarakat kurang mampu akibat dampak Covid-19 adalah metode Promethee. Promethee (Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluatio. merupakan suatu metode yang menggunakan tipe preferensi dalam perhitungannya. Tipe preferensi berguna untuk menyesuaikan kebutuhan pengambil keputusan terhadap setiap kriteria yang telah ditentukan. Promethee adalah suatu metode penentuan alternatif terbaik dalam analisis multikriteria . Metode Promethee mempunyai kelebihan dalam proses pemeringkatan alternatif menggunakan fungsi preferensi dan bobot yang berbeda-beda. Hasil dari metode ini berupa perangkingan alternatif uang didadsarkan pada kriteria-kriteria yang telah dipilih . Kajian Pustakan 1 Sistem Pendukung Keputusan Definisi awal sistem pendukung keputusan adalah sebuah sistem untuk membantu seorang manajer dalam pengambilan keputusan dengan situasi semiterstruktur. Sistem pendukung keputusan dimaksudkan untuk menjadi alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kapabilitas pembuat keputusan, namun tidak untuk menggantikan penilaian pembuat Sistem pendukung keputusan ditujukan untuk keputusan-keputusan yang memerlukan penilaian atau keputusan-keputusan yang sama sekali tidak dapat didukung oleh algoritma . Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan aplikasi interaktif berbasis komputer yang mengkombinasikan data dan model matematis untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam menangani suatu masalah . 2 Bantuan Langsung Tunai (BLT) Salah satu program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan atau memajukan kesejahteraan umum adalah dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). BLT mulai terlaksana melalui Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2005, tentang Aupelaksanaan Bantuan Langsung Tunai kepada rumah tangga miskinAy dan Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 3 Tahun 2008, tentang Au pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai untuk rumah tangga sasaranAy. Tujuan yang diharapkan melalui kebijakan program ini adalah dapat menjawab persoalan kemiskinan di Indonesia, sebagai akibat dari segenap perubahan yang telah terjadi, baik secara nasional maupun global . 3 Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) Metode Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (Promethe. merupakan suatu metode penentuan urutan ataupun prioritas dalam suatu analisis multikriteria yang memberikan cara sederhana dan fleksibel kepada pengguna untuk menganalisis masalah Metode Promethee mempunyai kelebihan dalam proses pemeringkatan alternatif menggunakan fungsi preferensi dan bobot yang berbeda-beda . Berikut adalah algoritma atau langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan dengan metode Promethee . Input nilai alternatif terhadap kriteria & baca bobot kriteria Hitung selisih nilai antar peserta terhadap kriteria tertentu ditunjukkan pada persamaan berikut: 0 jika O 0 H. = { } . 1 jika > 0 Persamaan . menjelaskan bahwa H. adalah fungsi selisih kriteria antar alternatif. Dan d adalah selisih nilai kriteria. Indeks preferensi multikriteria Indeks preferensi multikriteria ditentukan berdasarkan rata-rata bobot dari fungsi preferensi Pi Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 di tunjukan pada persamaan berikut: , . = niPi. , . : OAa, b OO A . Persamaan . , . adalah indeks preferensi multikriteria alternatif a lebih baik dari alternatif b. ni adalah bobot . merupakan ukuran relative dari kepentingan kriteria fi. Pi. , . adalah preferensi alternatif a terhadap alternatif b, . , . merupakan intensitas preferensi pembuat keputusan yang menyatakan bahwa alternatif a lebih baik dari alternatif b dengan pertimbangan secara simultan dari keseluruh kriteria. Menghitung Leaving flow, ditunjukkan pada persamaan berikut: = . , . nOe1 Leaving flow adalah jumlah dari yang memiliki arah mendekat dari node a dan hal ini merupakan karakter pengukuran outrangking. Untuk setiap nilai node a dalam grafik nilai out rangking ditentukan berdasarkan entering flow. Menghitug Entering Flow ditunjukkan pada persamaan berikut: Ae. = . , . nOe1 Entering Flow adalah jumlah dari yang memiliki arah menjauh dari node a dan hal ini merupakan pengukuran out rangking. Menghitung Net Flow ditunjukkan pada persamaan berikut: = . Oe Ae. Semakin besar nilai Entring flow dan semakin kecil Leaving flow maka alternative tersebut memiliki kemungkinan dipilih yang semakin besar. Perangkingan dalam Promethee I dilakukann secara parsial, yaitu didasarkan pada nilai Entring flow dan Leaving flow. Sedangkan Promethee II termasuk perangkingan kompleks karena didasarkan pada nilai Net flow masing-masing alternatif yaitu alternatif dengan nilai Net flow lebih tinggi menempati satu rangking yang lebih baik. Metode Penelitian Metode penelitian adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi atau data yang dapat diperoleh dari seorang ahli sebagai gambaran rancangan penelitian yang akan Dalam metode ini biasanya ada perancangan percobaan berdasarkan data primer dan data sekunder yang telah didapatkan. Didalam melakukan penelitian terdapat beberapa cara yaitu sebagai berikut : Data Collecting TeknikData Collecting adalah proses pengumpulan data yang berguna untuk memastikan informasi yang didapat. Teknik pengumpulan data terdiri dari 2 jenis yaitu : Observasi Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan tinjauan langsung ke tempat studi kasus dimana akan dilakukan penelitian yaitu di Desa Lasara Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara. Wawancara Teknik wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan dari pihak-pihak yang memiliki wewenang dan berinteraksi langsung dengan Kepala Desa Lasara Fonaziduhu Lase. Studi Literatur Dalam studi literatur, penelitian ini banyak menggunakan jurnal internasional, nasional, lokal, maupun buku sebagai sumber referensi. Dari komposisi yang ada jumlah literatur yang digunakan sebanyak 25 dengan rincian: SPK . Promethee . BLT . Covid-19 . UML . , basis data . , crystal report . , flowchart . , visual studio . dan algoritma waterfall . Diharapkan dengan literatur tersebut dapat membantu didalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Algoritma Sistem Berikut algoritma sistem penyelesaian Data Mining untuk menganalisa pola penjualan obat pada pada Rumah Sakit Mitra Medika Amplas: Deskripsi kriteria dan data alternatif Hitung selisih nilai antar peserta terhadap kriteria Hitung Indeks preferensi multikriteria Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 Menghitung Leaving flow Menghitug Entering Flow Menghitung Net Flow Flowchart metode yang dirancang kelayakan penerima dana BLT dengan metode Promethee pada Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara yaitu sebagai berikut: Gambar 1 Flowchart Metode Promethe 1 Deskripsi Kriteria Dan Data Alternatif Kriteria penilaian dalam menentukan kelayakan penerima dana BLT yang ada pada Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara terdiri dari 11 kriteria yang sudah ditentukan bobot/ nilai yang diambil dari setiap nilai yaitu sebagai berikut: Tabel 1 Kriteria Kode Kriteria Kriteria K01 Luas Lantai K02 Jenis Lantai K03 Jenis Dinding K04 Fasilitas Rumah K05 Sumber Air Minum K06 Bahan Bakar K07 Konsumsi K08 Jumlah Pakaian Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 Kode Kriteria K09 K10 K11 Kriteria Kemampuan Berobat Sumber Penghasilan Harta Dibawah ini merupakan range nilai untuk keermpat . kriteria penilaian calon penerima BLT desa. Tabel 2 Range Nilai Kriteria Luas Lantai Range Nilai Nilai O5M2 > 5M2 - 10 M2 >10 M2 - 20 M2 >20 M2 Tabel 3 Range Nilai Kriteria Jenis Lantai Parameter Nilai Bambu Kayu Semen Keramik Tabel 4 Range Nilai Kriteria Jenis Dinding Parameter Nilai Bambu Kayu Semen Keramik Tabel 5 Range Nilai Kriteria Fasilitas Rumah Parameter Range Nilai Tidak Ada Aliran Listrik. Kamar Mandi Umum Tidak Baik Listrik. Kamar Mandi Cukup Listrik. Kulkas. AC. Kamar Mandi Baik Listrik. Kulkas. AC. Kamar Mandi Sangat Baik Tabel 6 Range Nilai Kriteria Sumber Air Minum Parameter Range Nilai Nilai Sungai Tidak Layak Sumur/Air Hujan Cukup Air Gunung Layak Air PAM Sangat layak Tabel 7 Range Nilai Kriteria Bahan Bakar Parameter Nilai Kayu Bakar Minyak Tanah Gas Listrik Tabel 8 Range Nilai Kriteria Konsumsi Range Nilai Nilai Makan 1X Sehari Tidak Baik Makan sehari Cukup Makan 2X Sehari Baik Makan 3X Sehari Sangat Baik Tabel 9 Range Nilai Kriteria Jumlah Pakaian Parameter Nilai Journal homepage: http:ojs. Nilai Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 Sedikit Cukup Banyak Sangat Banyak Tabel 10 Range Nilai Kriteria Kemampuan Berobat Parameter Nilai Tidak Mampu Cukup Mampu Mampu Sangat Mampu Tabel 11 Range Nilai Kriteria Sumber Penghasilan Parameter Nilai Tidak Baik Cukup Baik Sangat Baik Tabel 12 Range Nilai Kriteria Harta Parameter <10. >Rp 10. 000 - Rp 50. >Rp 100. 000 - Rp 200. >Rp 200. Nilai Berikut adalah data-data calon penerima dana BLT yang akan dinilai berdasarkan kriteria yang ditentukan pada Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara: Tabel 13 Data Alternatif Nama Lengkap Adisa Gea Haogoargo Lase Adilia Hia Yunisia Gulo Nuruhati Halawa Nurdelima Ge`e Niartati Giawa Heseli Gea Harta Wati Zebua 10 Elora Halawa 11 Anotona Nazara 12 Sabaati Buaya 13 Nelfan Faomasi Zagoto 14 Indrayani Gowasa 15 Ifan Samaeri Zalukhu Berikut merupakan rating kecocokan nilai alternatif terhadap kriteria yang diberikan kepada calon penerima dana BLT pada Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara: Tabel 14 Rating Kecocokan Nilai Alternatif Penilaian Kode K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 K08 K09 K10 K11 A01 A02 A03 A04 A05 A06 A07 Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech Kode A08 A09 A10 A11 A12 A13 A14 A15 K01 ISSN: 1978-6603 K02 K03 K04 K05 Penilaian K06 K07 K08 K09 K10 K11 2 Hitung Selisih Nilai Antar Peserta Terhadap Kriteria 0 jika O 0 H. = { } . 1 jika > 0 Persamaan . menjelaskan bahwa H. adalah fungsi selisih kriteria antar alternatif. Dan d adalah selisih nilai kriteria. Selisih sata alternatif A01 dan A02 K01 = A01-A02 = 4 Ae 3 = 1, karena > 0 maka H. = 1 K02 = A01-A02 = 2 Ae 1 = 1, karena > 0 maka H. = 1 K03 = A01-A02 = 3 Ae 2 = 1, karena > 0 maka H. = 1 K04 = A01-A02 = 2 Ae 1 = 1, karena > 0 maka H. = 1 K05 = A01-A02 = 3 Ae 2 = 1, karena > 0 maka H. = 1 K06 = A01-A02 = 2 Ae 1 = 1, karena > 0 maka H. = 1 K07 = A01-A02 = 4 Ae 4 = 0, karena O 0 maka H. = 0 K08 = A01-A02 = 3 Ae 3 = 0, karena O 0 maka H. = 0 K09 = A01-A02 = 3 Ae 2 = 1, karena > 0 maka H. = 1 K10 = A01-A02 = 3 Ae 2 = 1, karena > 0 maka H. = 1 K11 = A01-A02 = 3 Ae 3 = 0, karena > 0 maka H. = 0 Selisih data alternatif A02 dan A01 K01 = A02-A01 = 3 Ae 4 = -1, karena O 0 maka H. = 0 K02 = A02-A01 = 1 Ae 2 = -1, karena O 0 maka H. = 0 K03 = A02-A01 = 2 Ae 3 = -1, karena O 0 maka H. = 0 K04 = A02-A01 = 1 Ae 2 = -1, karena O 0 maka H. = 0 K05 = A02-A01 = 2 Ae 3 = -1, karena O 0 maka H. = 0 K06 = A02-A01 = 1 Ae 2 = -1, karena O 0 maka H. = 0 K07 = A02-A01 = 4 Ae 4 = 0, karena O 0 maka H. = 0 K08 = A02-A01 = 3 Ae 3 = 0, karena O 0 maka H. = 0 K09 = A02-A01 = 2 Ae 3 = -1, karena O 0 maka H. = 0 K10 = A02-A01 = 2 Ae 3 = -1, karena O 0 maka H. = 0 K11 = A02-A01 = 3 Ae 3 = 0, karena O 0 maka H. = 0 Hal yang sama dilakukan terhadap nilai alternatif yang lain untuk mendapatkan selisih antar Berikut hasil rekap preferensi kriteria usual yang diperloleh untuk semua kriteria: Tabel 15 Preferensi Kriteria Usual K2 K3 K4 K7 K8 K9 K10 K11 A01 A02 A03 A04 A05 A06 A07 A08 A01 A09 A10 A11 A12 A13 A14 A15 Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech A15 A02 A03 A04 A05 A06 A07 A08 A09 A10 A11 A12 A13 A14 A15 ISSN: 1978-6603 K10 K11 3 Hitung Indeks Preferensi Multi Kriteria Indeks preferensi multi kriteria ditentukan berdasarkan rata-rata bobot dari fungsi preferensi Pi di tunjukan pada persamaan berikut: , . = niPi. , . : OAa, b OO A . 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 (A01. = 0,727 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 (A01. = 0,273 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (A01. 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 (A01. = 0,364 Berikut hasil rekap indeks preferensi multi kriteria yang diperloleh untuk semua kriteria: Tabel 16 Indeks Preferensi Multi Kriteria Indeks Preferensi Multi Kriteria A01 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A02 1 1 1 1 1 0 0 1 1 . / 11 0,727 A03 0 0 0 1 0 0 0 1 0 . / 11 0,273 A04 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A05 0 0 0 0 0 1 0 1 1 . / 11 0,364 A06 1 1 1 0 0 0 1 0 1 . / 11 0,455 A07 0 0 0 1 0 1 0 1 0 . / 11 0,364 A08 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A01 A09 0 0 0 1 0 0 0 0 0 . / 11 0,182 A10 0 0 0 0 0 1 0 1 1 . / 11 0,273 A11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A12 0 0 0 1 0 1 0 1 1 . / 11 0,364 A13 0 1 0 0 0 0 0 1 0 . / 11 0,273 A14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 0,091 A15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 . / 11 A02 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A03 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A04 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A05 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A15 A06 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A07 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A08 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A09 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 A10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 A11 A12 A13 A14 A15 Indeks Preferensi Multi Kriteria 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . / 11 4 Menghitung Leaving Flow Leaving flow adalah jumlah dari yang memiliki arah mendekat dari node a dan hal ini merupakan karakter pengukuran out rangking. Untuk setiap nilai node a dalam grafik nilai out rangking ditentukan berdasarkan entering flow. = n Oe 1 . , . (A. 0,727 0,273 0 0,364 0,455 0,364 0 0,182 0,273 Oe . 0 0,364 0,273 0,091 . = 0,436 (A. = . 0 0,182 0 0,182 0,091 0,091 0 0,091 0,091 0 . Oe . 0,091 0,182 0 0,. = 0,173 (A. = . ,818 0,818 0,909 0 1 0,636 0,909 0 0,818 0,818 . Oe . 0 0,727 0,818 0 . = 0,927 (A. = . 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 . = 0 . Oe . 5 Menghitug Entering Flow Entring Flow adalah jumlah dari yang memiliki arah menjauh dari node a dan hal ini merupakan pengukuran out rangking. Ae. = n Oe 1 . , . Ae(A. = . 0 0,091 0,818 0 0,273 0 0,818 0,091 0,091 . Oe . 0,818 0,182 0,091 0,818 . = 0,409 Ae(A. = . ,727 0 0,455 0,909 0,455 0,364 0,455 0,909 0,636 . Oe . 0,545 0,909 0,636 0,455 0,818 . = 0,827 Ae(A. = . ,091 0 0 0,091 0 0,091 0 0,091 0,091 0,091 . Oe . 0,091 0,091 0 0 . = 0,073 Ae(A. = . 0,727 0,818 1 0,818 0,818 1 1 1 1 1 1 . Oe . 0,818 1 . = 1,300 6 Menghitung Net Flow Menghitung net flow diperoleh dengan mengurangkan nilai leaving flow dengan nilai entering flow. = . Oe Ae. (A. = 0,436 Oe 0,409 = 0,027 (A. = 0,173 Oe 0,827 = -0,655 (A. = 0,927 Oe 0,073 = 0,855 (A. = 0 Oe 1,3 = -1,3 Berdasarkan langkah perhitungan di atas, maka diperoleh nilai net flow sebagai nilai akhir dimana, jika nilai net flow lebih besar atau sama dengan 0,5, maka alternatif atau calon penerima dana BLT tersebut dinyatakan layak menerima bantuan. Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech Kode A01 A02 A03 A04 A05 A06 A07 A08 A09 A10 A11 A12 A13 A14 A15 ISSN: 1978-6603 Tabel 17 Keputusan Nama Net Flow Adisa Gea 0,027 Haogoargo Lase -0,655 Adilia Hia -0,255 Yunisia Gulo 0,955 Nuruhati Halawa -0,455 Nurdelima Ge`e -0,209 Niartati Giawa -0,336 Heseli Gea 0,955 Harta Wati Zebua -0,036 Elora Halawa -0,155 Anotona Nazara 0,955 Sabaati Buaya -0,064 Nelfan Faomasi Zagoto -0,282 Indrayani Gowasa 0,855 Ifan Samaeri Zalukhu -1,300 Keputusan Tidak Layak Tidak Layak Tidak Layak Layak Tidak Layak Tidak Layak Tidak Layak Layak Tidak Layak Tidak Layak Layak Tidak Layak Tidak Layak Layak Tidak Layak Tampilan Form Login Form Login merupakan form yang digunakan sebagai media untuk membatasi hak akses. Cara menjalankannya adalah dengan mengisi username dan password yang benar kemudian klik tombol login untuk masuk kedalam sistem, klik tombol batal untuk mengosongkan field. Gambar 2 Form Login Form Utama Form utama berisi menu yang digunakan untuk memanggil setiap form yang terkait dengan aplikasi yang dibangun. Cara menjalankannya dengan memilih salah satu menu untuk memanggil form lain. Gambar 3 Rancangan Form Utama Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 Form Kriteria Form kriteria berisi data kriteria penilaian dalam menentukan penerima dana BLT. Cara menjalankannya dengan mengisi data kriteria dan menekan tombol simpan untuk menyimpan data ke database, jika ingin mengedit data maka pilih data dengan ara double klik pada datagridview kemudian isi perubahan data dan tekan tombol edit untuk menyimpan perubahan data, jika ingin menghapus data maka pilih data kemudian tekan tombol hapus. Tekan tombol batal untuk mengosongkan semua field. Gambar 4 Rancangan Form Kriteria Form Range Nilai Form range nilai berisi data range nilai. Cara menjalankannya dengan mengisi data range nilai dan menekan tombol simpan untuk menyimpan data ke database, jika ingin mengedit data maka pilih data dengan ara double klik pada datagridview kemudian isi perubahan data dan tekan tombol edit untuk menyimpan perubahan data, jika ingin menghapus data maka pilih data kemudian tekan tombol hapus. Tekan tombol batal untuk mengosongkan semua field. Gambar 5 Rancangan Form Range Nilai Form Nilai Alternatif Form nilai alternatif berisi data nilai alternatif. Cara menjalankannya dengan mengisi nilai alternatif dan menekan tombol simpan untuk menyimpan data ke database, jika ingin mengedit data maka pilih data dengan cara double klik pada datagridview kemudian isi perubahan data dan tekan tombol edit untuk menyimpan perubahan data, jika ingin menghapus data maka pilih data kemudian tekan tombol hapus. Tekan tombol batal untuk mengosongkan semua field. Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 Gambar 6 Rancangan Form Nilai Alternatif Form Proses Form proses berisi perhitungan nilai net flow untuk setiap data calon penerima. Cara menjalankannya dengan menekan tombol AoprosesAo kemudian sistem akan menampilkan hasil perhitungan dan tekan tombol simpan untuk menyimpan nilai net flow. Gambar 7 Rancangan Form Proses Laporan Form Laporan adalah form yang berisi tentang hasil akhir kelayakan calon penerima dana BLT. Journal homepage: http:ojs. Jurnal Cyber Tech ISSN: 1978-6603 Gambar 8 Laporan UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses pembuatan jurnal ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kiranya bisa memberi manfaat bagi pembacanya dan dapat meningkatkan kualitas jurnal selanjutnya. REFERENSI