JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1149-1156 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PERAN DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 05 SALIDO KECIL Yulia Rahman1. Rejeki2 . Indonesia 1,2 Universitas Rokania Email: yr778389@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 10 September 2025 Final Revised: 15 September 2025 Accepted: 19 September 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Peran Orang Tua Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar ABSTRACT Student motivation in elementary school is crucial because it lays the foundation for success in subsequent levels of education. Children who lack sufficient motivation often face challenges in the learning process, such as lack of active participation in class and a decline in their academic performance. Strong motivation is crucial to help children stay focused and enthusiastic in pursuing their educational goals. This study aims to determine the rolr of parents in increasing student learning motivation. Based on theory, parents have an important rolr in shaping student learning motivasion through emotional suppor, supervision and motivation in the form of attention, guidance, learning facilities at home, and involvementin school activities. This study uses a qualitative The results show that the role of parents in increasing student learning motivation in elementary school includes learning support at home, supervision of schoolwork, and motivation to srchieve academic archievement. This study concludes that the role of parents is very important in increasing student learning motivation in elementary school and helping them achieve academic success. Therefore, parents should be given adequate information and support to be able to play and active role playand active role in increasing their childrenAos learning motivation. ABSTRAK Motivasi belajar siswa di sekolah dasar sangat penting karena menjadi landasan bagi keberhasilan pendidikan di jenjang berikutnya. Anak-anak yang tidak memiliki motivasi yang cukup sering kali menghadapi tantangan dalam proses belajar, seperti kurangnya partisipasi aktif di kelas dan penurunan hasil akademik mereka. Motivasi yang kuat sangat penting untuk membantu anak-anak tetap fokus dan bersemangat dalam mengejar tujuan pendidikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, berdasarkan teori, orang tua memiliki peran penting dalam membentuk motivasi belajar siswa melalui dukungan emosional, pengawasan dan motivasi baik dalam bentuk perhatian, bimbingan, fasilitas belajar dirumah, maupun keterlibatan dalam kegiatan sekolah. Penelitian ini melakukan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah dasar meliputi dukungan belajar dirumah, pengawasan tugas sekolah, dan motivasi untuk mencapai prestasi akademis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah dasar dan membantu mereka mencapai kesuksesan akademis. Oleh karena itu, orang tua perlu diberikan informasi dan dukungan yang memadai untuk dapat berperan aktif dalam meningkatkan motivasi belajar anak-anak mereka. Kata kunci: Peran Orang Tua. Motivasi Belajar. Siswa Sekolah Dasar Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 05 Salido Kecil PENDAHULUAN Penddikan dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan akademis siswa,salah satu faktor yang menjadi kesuksesan siswa dalam belajar adalah dukungan orang tua dan motivasi belajar, dukungan orang tua tidak hanya terbatas pada aspek akademis tetapi juga mencakup dukungan emosional dan sosial yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, orang tua yang terlibat aktif dalam dalam pendidikan anak mereka cenderung memiliki dampak positif pada motivasi dan prestasi akademis mereka, keluarga sebagai lembaga pendidik utama yang berada diluar sekolah yang memberikan contoh utama dan mendasar di dalam pembentukan sikap, karakter, dan kebiasaan (Rifan Binar Nusantara,2024 ) Pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. era globalisasi ini, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab orang tua di rumah. Terlebih lagi pada jenjang Sekolah Dasar, masa di mana anakanak sedang berada dalam tahap perkembangan karakter dan minat belajar. Motivasi belajar anak di usia sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya, terutama keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama. Salah satu sekolah yang menarik untuk ditinjau dalam konteks ini adalah SD Negeri 05 Salido Kecil, yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan. Sumatera Barat. Motivasi belajar siswa di sekolah dasar sangat penting karena menjadi landasan bagi keberhasilan pendidikan di jenjang berikutnya. Anakanak yang tidak memiliki motivasi yang cukup sering kali menghadapi tantangan dalam proses belajar, seperti kurangnya partisipasi aktif di kelas dan penurunan hasil akademik Motivasi yang kuat sangat penting untuk membantu anak-anak tetap fokus dan bersemangat dalam mengejar tujuan pendidikan mereka. Berdasarkan pengamatan awal di SD Negeri 05 Salido Kecil, ditemukan beberapa gejala menurunnya motivasi belajar siswa, seperti rendahnya partisipasi dalam pembelajaran, banyaknya tugas yang tidak diselesaikan, serta ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas. Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi pihak sekolah dan juga orang tua siswa. Permasalahan utama yang dihadapi oleh siswa di SD Negeri 05 Salido Kecil bukan hanya terletak pada metode pembelajaran atau fasilitas pendidikan, melainkan juga pada kurangnya dukungan dari orang tua dalam proses belajar anak. Banyak orang tua yang masih memandang bahwa pendidikan sepenuhnya adalah tanggung jawab guru dan Akibatnya, mereka cenderung kurang terlibat dalam aktivitas belajar anak di rumah, seperti membantu mengerjakan tugas sekolah, memberikan semangat belajar, atau sekadar mengajak anak berdiskusi tentang pelajaran yang mereka pelajari. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga juga turut mempengaruhi keterlibatan orang tua. Sebagian besar orang tua di lingkungan SD Negeri 05 Salido Kecil bekerja sebagai nelayan atau buruh harian, sehingga memiliki keterbatasan waktu dan tenaga untuk mendampingi anak-anak mereka Selain itu, tingkat pendidikan orang tua yang relatif rendah juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mereka merasa tidak mampu untuk membimbing anak secara Namun, penting untuk disadari bahwa dukungan orang tua tidak selalu harus bersifat akademis. Memberikan perhatian, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta menanamkan nilai-nilai pentingnya pendidikan sudah merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti. Peran dukungan orang tua menjadi sangat penting dalam membangun motivasi belajar anak. Dukungan tersebut dapat berupa dukungan emosional . emberi pujian dan semanga. , dukungan instrumental . enyediakan perlengkapan belaja. , maupun dukungan informasional . emberikan arahan dan nasiha. Sayangnya, kesadaran ini belum sepenuhnya dimiliki oleh semua orang tua, khususnya di lingkungan pedesaan atau daerah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 05 Salido Kecil pesisir seperti Salido Kecil. Permasalahan rendahnya motivasi belajar siswa jika dibiarkan terus-menerus akan berdampak buruk terhadap pencapaian akademik dan masa depan Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan program pembinaan orang tua secara berkala, memberikan penyuluhan tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, serta menjalin komunikasi yang intensif antara guru dan wali murid. Penelitian mengenai peran dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa ini menjadi penting untuk dilakukan agar dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai sejauh mana keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di SD Negeri 05 Salido Kecil. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi acuan dalam merancang programprogram yang dapat meningkatkan peran aktif orang tua dalam pendidikan, serta mendorong semangat belajar siswa secara berkelanjutan. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini akan mengkaji lebih lanjut bagaimana bentuk dukungan orang tua terhadap siswa di SD 05 Salido Kecil, faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka, serta dampaknya terhadap motivasi belajar anak. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya peran orang tua dalam pendidikan dasar dan merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui keterlibatan keluarga. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami secara mendalam peran dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri 05 Salido Kecil. Sumber data dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari sumbernya melalui wawancara mendalam dengan 10 orang tua siswa, serta observasi dan dokumentasi di lingkungan sekolah. Wawancara mendalam digunakan untuk memahami secara langsung pengalaman dan persepsi orang tua tentang peran mereka dalam mendukung motivasi belajar anak-anak mereka. Data sekunder diperoleh dari studi literatur yang relevan dengan topik penelitian, termasuk artikel, buku, dan laporan penelitian sebelumnya tentang peran dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa. Studi literatur ini digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang konsep dan teori yang terkait dengan penelitian. Dengan demikian, penelitian ini dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang peran dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri 05 Salido Kecil. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Reduksi data dilakukan untuk memilih dan memfokuskan data yang relevan dengan topik penelitian. Penyajian data dilakukan untuk menyusun data secara sistematis dan mudah dipahami. Verifikasi data dilakukan untuk memastikan keabsahan temuan Keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memastikan temuan yang valid dan dapat dipercaya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini diharapkan dapat memahami secara mendalam peran dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri 05 Salido Kecil. HASIL DAN PEMBAHASAN Orang Tua Sebagai Motivator Berdasarkan hasil . awancara dengan orang tua HF). AuSaya selalu berpesan kepada anak saya bahwa pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Saya ingin anak saya tidak seperti saya yang hanya menjadi nelayan. Saya berharap anak saya bisa memiliki pekerjaan yang lebih Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 05 Salido Kecil baik dan tidak terlalu berat seperti saya di lautAy. Sedangkan hasil . awancara dengan orang tua N). AuSaya membantu anak saya dengan cara memberikan dukungan emosional dan meminta anak saya untuk rajin belajar. Saya juga meminta anak saya untuk memanfaatkan waktu luang mereka untuk belajar dan tidak bermain terlalu lama. Saya tidak bisa membantu anak saya dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah karena saya sibuk dengan pekerjaan di ladang, tetapi saya selalu meminta anak saya untuk bertanya kepada guru atau kakak kelas jika mereka tidak mengertiAy. Memberi Motivasi Memberi motivasi kepada anak melibatkan menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberikan dorongan yang positif untuk mendorong mereka mencapai potensi maksimal mereka. Ini dapat dilakukan dengan memberikan pujian yang tulus atas usaha dan pencapaian mereka, menetapkan tujuan yang jelas dan terjangkau, serta menunjukkan ketertarikan dan dukungan terhadap minat dan kegiatan mereka. Dengan cara ini, anak merasa dihargai, didorong, dan termotivasi untuk belajar dan berkembang secara Berdasarkan hasil . awancara dengan orang tua CS) AuSaya biasanya memotivasi anak saya dengan memberikan pujian ketika mereka berhasil dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan Saya percaya bahwa pujian dapat meningkatkan kepercayaan diri anak saya dan membuat mereka merasa dihargai. Selain itu, saya juga memotivasi mereka apabila menemui kesulitan dalam belajar dengan memberikan dukungan emosional dan membantu mereka menemukan solusi. Saya ingin anak saya tahu bahwa saya selalu ada di samping mereka dan percaya pada kemampuan mereka untuk mengatasi kesulitan. Dengan cara ini, saya berharap anak saya dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki semangat belajar yang tinggiAy. Sedangkan hasil . awancara dengan orang tua S) Ausaya percaya bahwa dengan menunjukkankepada anak saya tentang ketertarikannya dalam sebuah mata pelajaran juga penting. Misalnya, jika mereka menunjukkan minat dalam mata pelajaran ipa, maka saya mencari cara untuk mengaitkan pelajaran dengan kegiatan yang menyenangkan, seperti eksperimen sederhana di rumah. Dengan cara ini, saya harap anak saya merasa lebih termotivasi dan percaya diri dalam belajar. Ay Memberi Pujian Dan Penghargaan Berdasarkan hasil . awancara dengan orana tua MJ) AuSetiap kali anak saya mendapatkan nilai yang bagus di sekolah, saya selalu berusaha memberikan apresiasi secara langsung sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas usahanya. Biasanya, saya mengucapkan pujian seperti, "Wah, bagus sekali nilainya! Kamu memang pintar dan rajin belajar," sambil tersenyum dan memberikan acungan jempol sebagai simbol bahwa saya bangga kepadanya. Saya juga sering menambahkan kalimat motivasi seperti, "Terus pertahankan ya. Nak. Ibu/Bapak yakin kamu bisa lebih hebat lagi. " Bagi saya, pujian sederhana namun tulus seperti ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri anak. pun terlihat semakin semangat belajar dan tidak ragu untuk bercerita tentang pengalaman belajarnya di sekolah, baik ketika berhasil maupun saat mengalami kesulitan. Selain pujian verbal dan gestur positif seperti acungan jempol, terkadang saya juga memberikan bentuk penghargaan kecil lainnya, seperti membiarkannya memilih makanan favorit atau mengajaknya melakukan aktivitas yang ia sukai sebagai bentuk perayaan atas pencapaian yang diraihnya. Saya percaya bahwa dengan memberikan dukungan secara konsisten, anak akan merasa bahwa usahanya dihargai dan mendapat perhatian dari orang tua. Hal ini tidak hanya memperkuat hubungan emosional antara saya dan anak, tetapi juga mendorongnya untuk terus berusaha keras dalam belajar. Saya berusaha menciptakan lingkungan yang positif di rumah, di mana setiap keberhasilan kecil maupun besar diberi apresiasi, agar ia tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, gigih, dan mencintai proses belajarAy Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 05 Salido Kecil Sedangkan hasil . awancara dengan orang tua LH) AuSetiap kali anak saya berhasil meraih juara 1 di kelasnya, saya selalu memberikan apresiasi yang istimewa sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan usahanya. Salah satu cara yang sudah menjadi tradisi di keluarga kami adalah mengajaknya pergi jalan-jalan ke tempat wisata yang ia sukai. Biasanya, kami berdiskusi terlebih dahulu untuk menentukan destinasi yang ingin ia kunjungi, mulai dari taman hiburan, pantai, hingga tempat-tempat edukatif yang tetap menyenangkan. Dengan memberikan penghargaan seperti ini, saya melihat ada perubahan positif dalam dirinya ia menjadi lebih semangat belajar, tidak hanya di sekolah, tetapi juga saat belajar di rumah. Ia tahu bahwa setiap usaha yang ia lakukan akan mendapatkan apresiasi, dan hal itu memotivasi dirinya untuk terus berprestasi. Selain itu, momen jalan-jalan ini juga menjadi waktu berkualitas kami sebagai keluarga, yang mempererat hubungan dan menciptakan kenangan indah bersamaAoAo. Orang Tua Sebagai Fasilitator Orang tua sebagai fasilitator berarti mereka berperan sebagai pendukung dan pemberi bantuan bagi anak-anaknya dalam proses belajar dan perkembangan mereka. Mereka membantu menyediakan sumber daya, lingkungan yang kondusif, dan dukungan emosional untuk memfasilitasi pertumbuhan dan kesuksesan anak. Selain itu orang tua harus mengawasi setiap kegiatan belajar anak di rumah sehingga dapat mengetahui perkembangan belajar anak, orang tua juga berperan untuk mengatur waktu belajar anak dengan membantu menyusun jadwal. Berdasarkan hasil . awancara dengan orang tua MA) Ausaya selalu berusaha menyediakan semua peralatan belajar yang dibutuhkan oleh anak saya agar ia dapat belajar dengan nyaman dan Mulai dari buku-buku pelajaran yang sesuai dengan kurikulum sekolah, alat tulis seperti pensil, pulpen, penghapus, hingga perlengkapan tambahan seperti papan tulis kecil, kalkulator, dan bahan pembelajaran lainnya. Saya juga memastikan bahwa ruang belajar di rumah mendukung, dengan meja dan kursi yang nyaman serta pencahayaan yang baik. Selain itu, saya sering mengecek apakah ada keperluan belajar lainnya yang mungkin terlewatkan, seperti buku referensi atau alat bantu belajar yang dapat mempermudah pemahamannya. Semua hal ini saya lakukan supaya anak saya tidak merasa kesulitan dalam proses belajarnya dan bisa lebih berkonsentrasi pada tugas-tugas yang diberikanAy. Sedangkan hasil . awancara dengan orang tua ED) AoAo Saya menyediakan ruangan belajar yang tenang dan nyaman untuk anak saya, dilengkapi dengan fasilitas yang dibutuhkan seperti meja belajar, kursi yang nyaman, dan pencahayaan yang cukup. Saya juga memastikan bahwa ruangan tersebut bebas dari gangguan seperti televisi, handphone, atau suara bising dari luar. Dengan demikian, anak saya dapat fokus dalam belajar tanpa adanya gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi mereka. Saya ingin menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga anak saya dapat belajar dengan efektif dan efisien. Orang Tua Sebagai Pendidik Sebagai pendidik, orang tua berperan penting dalam membentuk dasar pengetahuan dan nilai-nilai anak sejak dini. Dalam peran ini, orang tua berfungsi sebagai teladan dengan menunjukkan perilaku dan sikap yang baik, serta memberikan bimbingan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Dengan demikian, orang tua membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memahami dunia di sekitarnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua AN). AuSaya membuat jadwal pembelajaran yang rutin untuk anak saya yang mencakup waktu belajar, bermain, dan aktivitas lainnya. Dengan adanya jadwal ini, anak saya dapat memahami pentingnya disiplin waktu dan memiliki struktur yang jelas dalam menjalani hari-hari mereka. Saya juga memastikan bahwa jadwal tersebut seimbang antara Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 05 Salido Kecil waktu belajar dan bermain, sehingga anak saya tidak merasa kelelahan atau bosan. Dengan demikian, anak saya dapat menjadi lebih disiplin dan bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, serta memiliki waktu yang cukup untuk belajar dan bermain dengan gembira. Diketahui bahwa seluruh orang tua selalu meluangkan waktu untuk membantu anak dalam belajar di rumah. Baik untuk mempelajari bahan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya, maupun mendampingi dalam pengerjaan tugas. Sedangkan hasil . awancara dengan orang tua DS). AuSaya biasanya mengatur waktu istirahat yang cukup di antara sesi belajar anak saya, karena saya tahu bahwa anak-anak memerlukan waktu untuk melepas lelah dan mengembalikan energi mereka. Selama waktu istirahat ini, saya suka melakukan aktivitas santai bersama anak saya, seperti bermain game, menonton film bersama, atau bahkan hanya berbicara tentang hal-hal yang mereka sukai. Dengan melakukan aktivitas santai bersama, saya berharap anak saya tidak merasa terbebani dengan jadwal belajar yang padat dan dapat merasa lebih rileks dan nyaman. Selain itu, waktu istirahat yang berkualitas juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan motivasi anak saya saat kembali belajarAy Selain itu, terdapat pula beberapa orang tua yang berinovasi dengan mendampingi belajar sambil memberikan cerita agar anak merasa nyaman dan tidak tertekan. Selain belajar menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga membantu anak memahami materi dengan lebih baik dan mengembangkan minat belajar yang positif. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil dari penelitian dan analisis data diatas menyatakan bahwa dukungan orang tua dan keluarga disekitarnya sangat dibutuhkan oleh anak untuk memotivasinya dalam belajar. Orang tua merupakan sosok didalam keluarga yang memiliki peranan yang penting dalam suatu perkembangan anaknya. Dukungan Orang tua merupakan salah satu bentuk dari dukungan sosial, dukungan sosial merupakan suatu hubungan yang mempunyai makna yang penting misalnya berupa memberikan bantuan dan dukungan yang bermakna seperti Suasana yang menyenangkan dalam sebuah keluarga dan juga dapat mempengaruhi motivasi belajar anak karena anak dapat belajar dengan tenang sehingga pada akhirnya anak akan berhasil dalam proses belajar mengajarnya. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa orang tua merupakan tokoh kunci yang sangat berperan dalam memberikan contoh, bimbingan, dan kasih sayang dalam proses pertumbuhan anakanak. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi orang tua memberikan kasih sayang, perhatian, dan empati kepada anaknya agar anak merasa dicintai dan dihargai Dukungan orang tua merupakan dasar motivasi bagi seorang anak untuk mulai belajar dalam aspek emosional, intrumental, dan dukungan informasional. Dukungan emosional memberikan rasa nyaman, pengertian, dan kepercayaan diri dalam interaksi sosial, sehingga seseorang merasa lebih dihargai dan didengar. Seperti Penelitian yang telah dilakukan, tentang orang tua yang memantau kemajuan anak setiap hari, hal ini memberikan gambaran bahwa memberikan dukungan dan dorongan sebagai sumber motivasi anak merupakan perkembangan hubungan sosial anak nantinya Penciptaan suasana di dalam rumah juga memberikan dampak positif bagi anak, sebab mempengaruhi cara belajar anak, sehingga pembelajaran akan terkesan lebih santai tanpa ada tekanan atau keterpaksaan dari salah satu pihak. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk kehidupan anaknya, bahkan bisa disebut bahwa orangtua sebuah kata kunci yang memiliki peran dalam pembentukan karakter, dan rasa kasih sayang supaya anak memiliki sifat teladan. Salah satu aspek penting yaitu memberikan penghargaan atau dukungan kepada anak dapat mendorong motivasi mereka dengan memberikan pengakuan positif atas ide, perasaan, dan usaha mereka, sehingga Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peran Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 05 Salido Kecil mereka merasa didorong dan dipercayai akan membantu meningkatkan semangat dan kepercayaan diri anak. Berdasarkan pendapat di atas, sudah jelas bahwa orang tua yang memberikan reward berupa hadiah, dan pujian dapat membuat anak lebih antusias dan termotivasi untuk belajar. Hibah merupakan bantuan langsung yang berbentuk bantuan, termasuk bantuan langsung sesuai dengan kebutuhan anak, misalnya sebagai dukungan finansial atau dukungan non finansial barang. Pera n orang tua merupaka n pera n yang sangat penting untu k ana k menuju masa dewasanya. Pera n orang tua secara umu m merupaka n sentra l dasar dala m perkembanga n ana k, dibandingka n denga n pera n dari lembaga pendidika n da n masyarakat, dikarenaka n pera n orang tua yaitu pengalama n pertama masa ksiswa-kana k, menjami n kehidupa n emosiona l ana k, menanamka n dasar pendidika n mora l, memberika n dasar pendidika n sosia l peletaka n dasar-dasar keagamaa m, orang tua sebagai pendidi k di ruma h. Pera n orangtua menempati posisi pertama dala m lingkunga n keluarga, dala m lingkunga n sekola h, kemudia n dala m lingkunga n masyarakat. KESIMPULAN Keterlibatan orang tua dalam pendidikan dirasa sangat penting. Keterlibatan Orang Tua atau Keluarga adalah proses yang memungkinkan orang tua dan semua anggota keluarga menggunakan keterampilan mereka untuk diri mereka sendiri, anak- anak mereka, dan program anak. Orang tua maupun anggota keluarga dewasa lainnya menggunakan waktu, pengetahuan, uang maupun benda lainnya untuk mendukung pendidikan anak baik dalam dukungan kegiatan yang dilakukan untuk anak, pemilihan makanan ataupun cara memperlakukan anak. Peran orang tua sangat penting dalam pendidikan anak, karena dukungan mereka dapat membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara biologis, psikologis, maupun sosial. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dalam membangun motivasi berprestasi, yang merupakan dorongan penting bagi anak untuk meraih kesuksesan, terutama dalam bidang akademik. Dengan memberikan teladan yang baik, motivasi yang positif, serta menjalin hubungan yang terbuka dan harmonis, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan belajar dan pembentukan karakter anak. REFERENSI