e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. ANALISIS KESULITAN SISWA BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PADA BILANGAN CACAH KELAS i SD NEGERI NO. 067249 MEDAN Ronald Mahmud. S1. Ilham Nazaruddin2. Ery Novita Sari3. Ibnu Hajar4 1,2,4 STKIP Amal Bakti. Medan 3 SD IT DOD Medan email: ronaldregen710@gmail. com1, ilhamnazaruddin08@gmail. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah yang menyebabkan siswa kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan mengalami kesulitan ketika mempelajari kurikulum operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana siswa kelas i SD Negeri No. 067249 Medan mengalami kesulitan memahami kurikulum operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain penelitian kualitatif untuk membahas topik-topik ini. Dokumentasi, wawancara, dan observasi adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Peneliti menggunakan teknik analitik deskriptif kuantitatif untuk memeriksa data. Menurut temuan penelitian, sebagian siswa kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan mengalami tantangan belajar. Kata kunci: Analisis . Pembelajaran Matematika . Bilangan Cacah ABSTRACT The purpose of this study is to identify the issues that cause third-grade students at SD Negeri No. 067249 Medan to struggle when studying the curriculum on addition and subtraction operations on whole numbers. This study aims to provide answers to questions about how grade i students at SD Negeri No. 067249 Medan struggle to understand the curriculum on addition and subtraction operations on whole numbers. This study uses a qualitative descriptive approach and a qualitative research design to address these topics. Documentation, interviews, and observation are the methods utilized to gather data. The researcher employed quantitative descriptive analytic techniques to examine the data. According to the study's findings, a percentage of third-grade pupils at SD Negeri No. 067249 Medan has learning challenges. Keywords: training. arithmetic operations. PENDAHULUAN Tujuan pendidikan nasional, menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, adalah menumbuhkan keterampilan dan membentuk budaya serta karakter bangsa yang bernilai sebagai bagian dari pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan sangat penting bagi pembangunan suatu negara dan dapat membantu peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik. Pendidikan sangat penting untuk meningkatkan dan menumbuhkan kualitas manusia dalam berbagai cara. Peningkatan dan perbaikan kualitas manusia dapat dilakukan dengan memberikan pembelajaran matematika di sekolah, yang dapat digunakan untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Permatasari . menyatakan bahwa matematika digunakan dalam berbagai bidang keilmuan, terutama dalam bidang kemajuan e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. teknologi modern. Menurut Mujis dan Reynolds . alam Kurniani Ningsih et al. , 2. , matematika juga penting dalam berbagai bidang keilmuan lainnya, termasuk statistika, teknik, dan fisika. Menurut Hariwijaya . alam Heryanto et al. , 2. , matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir manusia dan berperan penting dalam berbagai bidang. Dari sudut pandang para ahli berikut, jelaslah bahwa matematika memegang peranan penting dalam berbagai bidang. Salah satu sumber daya pendidikan yang memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia yang bermutu tinggi adalah matematika. Salah satu ilmu dasar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah matematika. Hal ini disebabkan karena matematika membentuk sikap siswa dan berfungsi sebagai sistem berpikir. Logika, yang menjadi landasan dan titik tolak penemuan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan eksistensi manusia, merupakan landasan matematika. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa matematika memegang peranan penting dalam mendorong tercapainya pembangunan nasional. Tahapan-tahapan hirarkisAiyaitu pendekatan pembelajaran yang tertata dan terencana berdasarkan pengetahuan dan praktik sebelumnyaAidiperlukan dalam proses pembelajaran Tindakan-tindakan ini menjadi dasar bagi siswa untuk memahami konten yang akan datang secara lebih lengkap (Sutrisno, 2. Terdapat berbagai variasi kemampuan intelektual di antara anak-anak. Hafalan, pemahaman, interpretasi, makna, manipulasi simbol, abstraksi, generalisasi, penalaran, pemecahan masalah, dan sebagainya merupakan komponen-komponen bakat ini. Selain itu, terdapat perbedaan dalam sikap dan minat siswa terhadap pembelajaran secara umum dan matematika secara khusus. Ada sejumlah masalah yang dapat menyebabkan kurangnya kemampuan matematika. Banyak siswa yang kurang bersemangat dan terkadang mencoba menghindari matematika karena mereka menganggapnya sebagai topik yang menantang dan membosankan. Ini adalah salah satu masalah utama dalam pengajaran matematika. Setiap sekolah mengalami kesulitan siswa dalam mempelajari matematika, yang muncul karena ketidakmampuan mereka untuk memahami mata pelajaran yang diajarkan (Abbdurahman, 2. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar adalah penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Materi yang disampaikan kepada siswa sekolah dasar kelas tiga merupakan pokok bahasan utama dalam pembelajaran ini. Berdasarkan kurikulum Sekolah Dasar kelas II, pembelajaran ini berfokus pada operasi penjumlahan dan pengurangan dengan penekanan khusus pada bilangan bulat. Intinya, tujuan pembelajaran fase A, atau pembelajaran matematika kelas bawah, sangat menekankan pada pengajaran cara menjumlahkan dan mengurangi bilangan bulat hingga 20 (Kemendikbutristek, 2. Meskipun materi ini disampaikan kepada siswa sekolah dasar kelas tiga dengan cara yang agak lugas, tidak mungkin mengabaikan kemungkinan bahwa mereka akan merasa kesulitan untuk memahaminya. Dengan mempertimbangkan temuan dari sebuah penelitian singkat. Jamaris mengutip (Andri et al. , 2. yang mengatakan. Sementara beberapa siswa sekolah dasar kesulitan dengan aritmatika, siswa lain memahaminya dengan cepat dan tanpa masalah. Siswa sering kali kesulitan memahami konsep matematika, yang membuat mereka sulit memecahkan masalah. Salah satu jenis kesulitan belajar adalah kesulitan memahami materi, yang terjadi ketika siswa tidak memahami pelajaran dengan baik (Julaeha, 2. Selain itu, pengembangan dan penyesuaian kurikulum yang berkelanjutan tidak diragukan lagi dapat memengaruhi tantangan belajar siswa. Tantangan belajar ini, yang terlihat pada anakanak muda dan berkaitan dengan kegiatan umum dan khusus, diyakini disebabkan oleh kerusakan neurologis, psikologis. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti ingin menulis skripsi dengan judul "Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Kelas i SD Negeri No. 067249 Medan " untuk membahas kendala yang dihadapi siswa dalam mempelajari materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Kendala matematika yang berkaitan dengan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat harus segera diatasi agar dapat mengurangi kesulitan pada materi berikutnya dan mencegah siswa merasa malu atau takut pada pelajaran Kesalahan yang mungkin terjadi di kemudian hari dapat dikurangi dengan mengetahui kendala belajar yang dihadapi siswa. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Pada tahun ajaran 2024Ae2025, siswa kelas i di SD Negeri No. 067249 Medan yang beralamat di jln. baut lk II desa tanah enam ratus kec Medan marelan, tanah enam ratus menjadi subjek penelitian ini. Pendekatan kualitatif menjadi landasan metodologis penelitian ini. Karena dilakukan dalam latar alamiah, metode penelitian kualitatif sering disebut sebagai metode penelitian naturalistik. Siswa kelas tiga di SD Negeri No. 067249 Medan menjadi subjek penelitian. berjumlah dua puluh empat siswa. Selain itu, guru kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan menjadi subjek Siswa kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan dipilih sebagai peserta penelitian untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai tantangan yang dihadapi siswa saat belajar matematika. Karena ia adalah instruktur matematika untuk kelas tiga, guru kelas tiga dipilih untuk sementara Peneliti menggunakan nama samaran untuk menjaga kerahasiaan identitas peserta dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan telah terlaksana pada tanggal 12 mei hingga 19 Juni 2025 bertempat di SD Negeri No. 067249 Medan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesulitan siswa belajar matematika pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah di kelas i SD Negeri No. 067249 Medan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 24 siswa kelas i dan satu orang guru kelas i 1 Kesulitan Siswa Memahami Konsep Nilai Tempat Berdasarkan hasil wawancara dengan 24 siswa kelas i SD Negeri No. 067249 Medan, sebagian besar siswaAisekitar 18 dari 24 siswa atau 75%Aimengalami kesulitan memahami konsep nilai tempat pada bilangan bulat. Mereka masih kesulitan membedakan antara puluhan, satuan, ratusan, dan seterusnya pada suatu bilangan. Kesalahan yang sering dilakukan siswa saat menulis atau menyebutkan bilangan bulat menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam memahami konsep nilai tempat. Misalnya, beberapa siswa menulis 423 atau 342, bukan 243 saat diminta menuliskannya karena mereka salah meletakkan angka di kolom puluhan dan Selain itu, siswa mengalami kesulitan saat diminta untuk mengerjakan dua bilangan cacah. Mereka sering kesulitan menentukan bilangan mana yang lebih besar atau lebih kecil karena mereka tidak dapat memahami tempat yang tepat untuk setiap bilangan. Siswa kesulitan melakukan operasi penjumlahan pada bilangan bulat jika mereka tidak memahami konsep nilai tempat, terutama jika menyangkut strategi penyimpanan. Sebanyak 16 dari 24 siswa, atau 66,67%, merasa kesulitan menggunakan pendekatan penyimpanan saat melakukan prosedur penjumlahan. Saat menyelesaikan penjumlahan, mereka sering kali lalai mencatat angka-angka di kolom nilai yang lebih tinggi, yang menyebabkan hasil yang salah. Salah satu alasan utama mengapa siswa kesulitan mempelajari operasi penjumlahan bilangan bulat adalah ketidakmampuan mereka memahami konsep nilai tempat. Siswa yang memiliki pemahaman yang baik tentang nilai tempat lebih siap untuk melakukan operasi penjumlahan secara akurat. Oleh karena itu, sebelum memberikan materi operasi penjumlahan yang lebih rumit, guru harus lebih fokus membantu siswa memahami konsep nilai tempat. 2 Kesulitan Siswa Memahami Operasi Pengurangan Bilangan Cacah Berdasarkan hasil wawancara, siswa kelas i SD Negeri No. 067249 Medan mengalami kesulitan serius tidak hanya pada operasi penjumlahan tetapi juga pada operasi pengurangan bilangan bulat. Mayoritas siswa sekitar 19 dari 24 siswa atau 79,17% mengalami kesulitan memahami konsep "meminjam" pada operasi pengurangan. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. Di antara ide-ide mendasar yang perlu dipahami siswa adalah gagasan "meminjam" dalam operasi Namun, banyak siswa kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan masih bingung bagaimana cara meminjam angka dari kolom yang nilainya lebih besar untuk melakukan pengurangan . Ketika siswa diberi soal seperti "234 - 158 =?" misalnya, mereka kesulitan memahami bahwa untuk mengurangi 8 dari 4, mereka harus mengurangi satu puluhan dari kolom puluhan, sehingga nilai 4 sama Siswa yang tidak memahami ide ini sering membuat kesalahan saat mencari tahu hasil pengurangan yang sebenarnya. Selain kesulitan memahami konsep "meminjam," hampir 20 dari 24 siswa, atau 83,33%, juga kesulitan melakukan proses pengurangan menggunakan strategi peminjaman secara keseluruhan. Mereka sering membuat kesalahan saat mengurangkan angka setelah meminjamnya dari kolom dengan nilai yang lebih tinggi, yang menyebabkan hasil pengurangan tidak akurat. Tantangan-tantangan ini menunjukkan betapa sedikitnya pemahaman siswa kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan tentang dasar-dasar operasi pengurangan bilangan bulat. Karena operasi ini akan digunakan di kelas matematika berikutnya, maka sangat penting bagi siswa untuk memahami konsep dan proses Oleh karena itu, para pendidik harus lebih fokus membantu siswa memahami gagasan "meminjam" dan proses pengurangan secara umum. Untuk membantu siswa lebih memahami konten ini, strategi dan teknik pengajaran yang lebih menarik dan interaktif harus digunakan. 3 Kesulitan Siswa dalam Memahami Soal Cerita Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan yaitu sekitar 17 dari 24 siswa atau sebesar 70,83% mengalami kesulitan memahami soal cerita terkait materi di samping mengalami kesulitan memahami konsep dan tata cara penjumlahan dan pengurangan bilangan Siswa harus mampu memahami masalah yang disajikan dalam bentuk narasi, mengidentifikasi informasi yang diketahui dan diminta, serta memilih operasi matematika yang tepat untuk menjawab soal cerita Meskipun demikian, sebagian besar siswa kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan kesulitan menyelesaikan langkah-langkah tersebut. Menurut wawancara, siswa sering kali kesulitan membedakan antara apa yang ditanyakan dalam soal cerita dan apa yang diketahui. Mereka kesulitan memahami makna narasi dan mengenali detail penting yang dapat diterapkan pada proses pemecahan masalah. Selain itu, anakanak kesulitan menentukan apakah akan menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan untuk menjawab soal cerita ini. Siswa sering membuat kesalahan saat memilih operasi yang tepat karena mereka tidak mampu memahami konteks soal yang diberikan. Tantangan tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas 3 SDN No. 067249 Medan masih perlu mengasah kemampuan dalam menyelesaikan soal matematika berbentuk soal cerita. Padahal, soal cerita merupakan salah satu jenis soal yang sering muncul dalam penilaian pembelajaran matematika baik di jenjang sekolah dasar maupun pendidikan tinggi. Akibatnya, para pendidik harus lebih fokus pada pengajaran cara memecahkan masalah matematika yang berbentuk soal naratif kepada siswa. Strategi pengajaran alternatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam memahami dan memecahkan soal cerita, seperti model pembelajaran berbasis masalah, dapat membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemecahan masalah siswa dalam matematika. 4 Pembahasan Untuk mengetahui alasan di balik kesulitan anak-anak dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, peneliti mewawancarai guru kelas 3 di SDN No. 067249 Medan dan siswa. Guru mengidentifikasi sejumlah alasan mengapa siswa mengalami kesulitan, seperti kemampuan matematika yang buruk, kurangnya latihan soal dan pengulangan materi, kurangnya pemahaman ide-ide mendasar, dan kurangnya variasi dalam strategi mengajar. Menurut guru, banyak murid masih kesulitan dengan dasar-dasar nilai tempat, serta konsep "meminjam" dan "menabung" dalam operasi penjumlahan dan pengurangan. Akibatnya, murid kesulitan menyelesaikan proses perhitungan (I. Azizah, 2. Selain itu, karena kebanyakan anak kesulitan dengan penjumlahan dan pengurangan dasar, mereka sering membuat kesalahan, terutama saat menggunakan strategi meminjam dan menabung. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. Para guru menyatakan bahwa masih terdapat kekurangan dalam hal tingkat kesulitan soal latihan dan pengulangan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Hal ini mengakibatkan kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah siswa menjadi kurang baik (Nurfauzi et al. , 2. Para guru juga mengakui bahwa saat ini hanya sedikit strategi pengajaran yang efektif yang digunakan, dan strategi tersebut sering kali berpusat pada guru dan tidak melibatkan siswa secara aktif. Akibatnya, siswa merasa kurang tertarik dalam mempelajari matematika, terutama dalam hal operasi penjumlahan dan pengurangan (Novi, 2. Selain itu, wawancara dengan guru menunjukkan bahwa siswa yang kesulitan dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat biasanya memiliki kemampuan intelektual yang lebih rendah dibandingkan teman sebayanya. Selain itu, orang tua mereka di rumah kurang memberikan dukungan dan arahan yang cukup (Putri & Safrizal, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dan guru, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan siswa kelas tiga SD Negeri No. 067249 Medan mengalami kesulitan dalam penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, antara lain kurangnya pemahaman konsep dasar, kemampuan berhitung yang kurang, kurangnya latihan soal dan pengulangan materi, kurangnya variasi strategi mengajar, serta kurangnya latar belakang akademis dan dukungan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian, siswa kelas 3 di SDN No. 067249 Medan mengalami kesulitan dalam praktik penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Di antara tantangan tersebut adalah fakta bahwa sebanyak 18 dari 24 anak, atau 75%, mengalami kesulitan memahami konsep nilai tempat dalam bilangan Mereka masih belum mengetahui cara membedakan antara puluhan, satuan, ratusan, dan seterusnya. Selain itu, siswa kesulitan menggunakan pendekatan penyimpanan untuk menyelesaikan proses Sekitar 16 dari 24 siswa, atau 66,67%, merasa kesulitan menggunakan pendekatan penyimpanan saat melakukan prosedur penjumlahan. Mereka sering mengabaikan penyimpanan angka di kolom yang nilainya lebih tinggi. Siswa juga mengalami kesulitan memahami gagasan "meminjam" dalam operasi pengurangan. Sebanyak 19 dari 24 siswa, atau 79,17%, kesulitan memahami gagasan "meminjam" dalam operasi Proses mengambil angka dari kolom dengan nilai yang lebih besar masih membingungkan Strategi peminjaman menghadirkan tantangan bagi 20 dari 24 siswa, atau 83,33%, yang merasa kesulitan menyelesaikan prosedur pengurangan. Setelah meminjam, mereka sering membuat kesalahan saat mengurangkan angka. Soal cerita yang melibatkan prosedur penjumlahan dan pengurangan sulit dipahami. Sekitar 17 dari 24 anak, atau 70,83%, kesulitan memahami soal naratif penjumlahan dan pengurangan. Mereka kesulitan membedakan antara apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan soal. Tantangan-tantangan ini bersumber dari kurangnya pemahaman terhadap ide-ide mendasar, kemampuan berhitung yang buruk, kurangnya soal latihan dan pengulangan materi, kurangnya variasi dalam strategi mengajar, dan kurangnya dukungan dari orang tua dan akademis. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, para pendidik harus berupaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap ide-ide mendasar, meningkatkan kesulitan soal latihan dan pengulangan materi, menggunakan berbagai strategi mengajar yang menarik yang melibatkan siswa secara aktif, dan memberikan siswa bimbingan dan umpan balik yang intensif, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang berprestasi rendah. KESIMPULAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa kelas 3 SDN No. 067249 Medan mengalami kesulitan dalam operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Sebanyak 75% siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep nilai tempat, 66,67% mengalami kesulitan dalam operasi penjumlahan dengan teknik simpan, 79,17% mengalami kesulitan dalam memahami konsep "meminjam" dalam operasi pengurangan, 83,33% mengalami kesulitan dalam operasi pengurangan dengan teknik pinjam, dan 70,83% mengalami kesulitan dalam memahami soal cerita yang melibatkan operasi penjumlahan dan pengurangan. Hal ini e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2025. Vol. 4 No. menunjukkan bahwa untuk membantu siswa mengatasi tantangan belajar matematika, diperlukan pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh dan teknik yang lebih efisien. Karena minimnya soal latihan dan pengulangan materi, minimnya variasi strategi mengajar, minimnya latar belakang akademis, serta minimnya dukungan orang tua, maka diketahui bahwa siswa kelas i SDN No. 067249 Medan masih kurang mampu dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan. Menurut penelitian ini, untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap, penelitian lebih lanjut dapat melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk orang tua, guru, dan pakar pendidikan. Hasilnya, temuan penelitian ini dapat membantu secara signifikan dalam menciptakan metode pengajaran yang inklusif dan lebih berhasil yang akan membantu siswa mengatasi tantangan belajar mereka. Ucapan Terima Kasih