20 E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. September 2024, pp. Potensi Wisata Alam Bumi Perkemahan Lamping Kidang Di Desa Cisantana Kabupaten Diah Khoirul Bariyah1,*. Siti Fadjarajani2. Cahya Darmawan3 Universitas Siliwangi. Jln. Siliwangi No. 24 Kahuripan. Kota Tasikmalaya 46115. Jawa Barat Universitas Siliwangi. Jln. Siliwangi No. 24 Kahuripan. Kota Tasikmalaya 46115. Jawa Barat Universitas Siliwangi. Jln. Siliwangi No. 24 Kahuripan. Kota Tasikmalaya 46115. Jawa Barat diahkhoirul47@gmail. 2 sitifadjrajani@unsil. 3 cahya@unsil. * corresponding author ARTICLE INFO ABSTRACT Article history Received Revised Accepted Kuningan Regency has interesting tourism potential to visit, one of which is the natural tourism of the Lamping Kidang Camping Grounds. This study aims to explore the potential of natural tourism in the Lamping Kidang Camping Grounds, which is located in Cisantana Village. Cigugur District. Kuningan Regency. West Java. Through a literature study approach, this study examines various factors that support the development of the area as a sustainable natural tourism The results of the study indicate that the Lamping Kidang Camping Grounds has various natural attractions, including beautiful mountain views, biodiversity, and adequate facilities, and the tourism of this Camping Grounds includes educational tours of dairy farms, where tourists can try to milk their own cows. Active participation of local communities in the management and provision of tourism services is an important key to the success of the development of this destination. addition, environmental education and nature conservation programs are expected to increase environmental awareness and support the curiosity of an area. To maximize the potential of natural tourism in the Lamping Kidang Camping Grounds, a sustainable development strategy is needed. This includes improving infrastructure, empowering local communities, environmental conservation, and effective promotion. Diversification of thematic tourism such as eco-tourism and agrotourism also offers great opportunities to attract various segments of Keywords Camping ground Potential Tourism PENDAHULUAN Pariwisata adalah suatu sistem yang melibatkan perjalanan diskresioner dan tinggal sementara di luar tempat tinggal yang biasa, untuk satu malam atau lebih, kecuali untuk perjalanan wisata yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mendapatkan imbalan di berbagai tempat sepanjang rute . Wisata alam merupakan salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 pada pasal 1 dijelaskan bahwa pariwisata adalah berbagai kegiatan dalam menyelenggarakan kegiatan pariwisata yang difasilitasi oleh berbagai unsur, baik masyarakat, pengusaha, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat. Saat ini, salah satu sektor yang memiliki peranan penting dan sebagai salah satu sektor unggulan adalah pariwisata. Pasalnya, pariwisata yang menjadi sektor prioritas memiliki multiplier effect di berbagai bidang. Efek atau manfaat tersebut antara lain dapat menambah devisa negara, mengurangi pengangguran karena dapat menciptakan lapangan kerja di sekitar kawasan wisata, menambah pendapatan masyarakat setempat sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pariwisata sebagai salah satu pilar dalam proses pembangunan, hal ini dikarenakan pariwisata sebagai salah satu kegiatan ekonomi memiliki faktor dominan dalam pembangunan ekonomi. Potensi pariwisata merupakan sesuatu yang dimiliki oleh suatu wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dan dimiliki oleh setiap tempat wisata. Potensi pariwisata merupakan segala sesuatu yang ada di daerah Diah Khoirul Bariyah,et al (Potensi Wisata Alam Bumi Perkemahan Lamping Kidang Di Desa Cisantana Kabupate. Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2022, pp. xx-xx E-ISSN 2686-2042 tujuan wisata dan menjadi daya tarik sehingga masyarakat mau datang dan mengunjungi tempat tersebut . Menurut Saragih . , wisata alam merupakan suatu bentuk kegiatan rekreasi yang memanfaatkan potensi sumber daya alam, baik yang masih alami maupun yang sudah diusahakan, sehingga wisatawan memperoleh kesegaran jasmani dan rohani, memperoleh ilmu dan pengalaman, serta menumbuhkan inspirasi dan kecintaan terhadap alam. Wisata alam adalah segala bentuk kegiatan rekreasi yang dilakukan di alam terbuka, baik itu pegunungan, pantai, hutan, danau, sungai, maupun padang rumput. Tujuan utama dari wisata alam adalah memberikan pengalaman yang menyegarkan, mendidik, dan menginspirasi dengan memanfaatkan keindahan serta kekayaan alam yang ada. Wisata alam seperti wisata satwa liar, ekowisata, dan wisata petualangan, bisa dikategorikan sebagai wisata minat khusus. Untuk jenis wisata ini, minat khusus wisatawan menjadi pendorong dalam pengambilan keputusan perjalanan dan motivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan tertentu. Dalam pengertian yang paling luas, wisata satwa liar mencakup fauna dan flora, tetapi paling sering merujuk pada wisata pertemuan dengan hewan, termasuk satwa liar yang dibiakkan di alam bebas maupun yang ditawan . Wisata Alam Wisata alam menghadirkan sejumlah tantangan yang harus diatasi untuk memastikan kelestarian dan keberlanjutan tempat-tempat wisata tersebut. Salah satu tantangan terbesar dalam wisata alam adalah memastikan bahwa kegiatan wisata tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada. Banyak tempat wisata alam yang menjadi korban dari over-tourism atau kunjungan berlebihan, yang dapat menyebabkan kerusakan fisik pada area tersebut, seperti erosi, degradasi tanah, dan kerusakan vegetasi. Selain itu, sampah dan polusi yang ditinggalkan oleh wisatawan juga menjadi masalah serius yang mengancam keindahan dan kesehatan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang cermat untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan pelestarian alam. Upaya konservasi seperti program penanaman pohon, pembersihan sampah, dan penyediaan fasilitas yang ramah lingkungan menjadi sangat penting. Selain aspek lingkungan, keberlanjutan ekonomi dan sosial juga menjadi tantangan dalam wisata Wisata alam sering kali berada di daerah terpencil atau pedesaan, yang ekonominya bergantung pada pariwisata. Ketika pariwisata mengalami penurunan, misalnya akibat bencana alam atau pandemi, ekonomi lokal bisa terpukul hebat. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan model bisnis pariwisata yang berkelanjutan dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi. Ini bisa melibatkan diversifikasi sumber pendapatan, seperti mengintegrasikan pertanian, kerajinan tangan lokal, dan kegiatan budaya ke dalam paket wisata. Pendidikan dan kesadaran pengunjung mengenai pentingnya menjaga lingkungan adalah tantangan penting lainnya. Banyak wisatawan yang tidak menyadari dampak negatif dari tindakan mereka, seperti membuang sampah sembarangan atau merusak habitat alam. Oleh karena itu, edukasi tentang prinsipprinsip ecotourism, termasuk "Leave No Trace" atau tidak meninggalkan jejak, sangat penting. Pemandu wisata dan pengelola tempat wisata perlu memberikan informasi yang jelas dan mendidik kepada pengunjung tentang cara-cara bertanggung jawab saat berwisata di alam. Tantangan lainnya adalah membangun dan memelihara infrastruktur yang memadai tanpa merusak Banyak tempat wisata alam terletak di lokasi yang sulit dijangkau, sehingga membutuhkan pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas lainnya. Namun, pembangunan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari dampak negatif terhadap ekosistem. Selain itu, infrastruktur yang ramah lingkungan, seperti fasilitas pembuangan sampah yang efisien, sumber air bersih, dan toilet yang sanitasi, juga sangat penting. Kebijakan dan regulasi yang efektif sangat diperlukan untuk mengelola wisata alam secara Pemerintah dan pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk mengembangkan aturan yang ketat mengenai batasan jumlah pengunjung, perlindungan area konservasi, dan praktik bisnis berkelanjutan. Penegakan regulasi ini juga penting untuk memastikan bahwa semua pihak mematuhi aturan dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Wisata alam menawarkan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus diatasi melalui upaya bersama dari pemerintah, pengelola wisata, dan wisatawan. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, kita dapat menikmati keindahan alam sambil memastikan bahwa tempat-tempat tersebut tetap lestari untuk generasi mendatang. Pendidikan, kesadaran, dan tanggung jawab adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini dan menciptakan pengalaman wisata alam yang positif dan berkelanjutan. Diah Khoirul Bariyah,et al (Potensi Wisata Alam Bumi Perkemahan Lamping Kidang Di Desa Cisantana Kabupate. E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. September 2024, pp. Bumi Perkemahan Lamping Kidang merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terletak di Desa Cisantana. Kecamatan Cigugur. Kabupaten Kuningan. Bumi perkemahan ini berdiri pada bulan Juni 2020 dengan tujuan sebagai wisata terpadu pengelolaan kohe . otoran hewa. agar tidak menjadi Wisata Bumi Perkemahan ini meliputi wisata edukasi peternakan sapi perah, di mana wisatawan dapat mencoba memerah susu sapinya sendiri. Selain itu, terdapat pula wisata pertanian sehingga wisatawan dapat memetik buah atau sayur secara langsung saat panen. Serta dapat mengelola limbah menjadi pupuk organik. Wisata edukasi merupakan kegiatan wisata di tempat tertentu yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk mencari ilmu dan pengalaman (Rodger, 1. Yang membedakannya dengan wisata lainnya adalah wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat memperkaya ilmu dan berbaur dengan masyarakat setempat . Destinasi wisata berbasis edukasi memberikan manfaat positif bagi masyarakat setempat. Pengembangan destinasi wisata tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian setempat. Selain itu, destinasi wisata berbasis edukasi juga dapat memperkuat identitas budaya masyarakat setempat. Akan tetapi, masih banyak destinasi wisata di Indonesia yang belum memanfaatkan potensi edukasinya secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kepedulian dan pengembangan destinasi wisata berbasis edukasi di Indonesia, terutama sebagai penunjang pariwisata berkelanjutan . Komponen 6A Pariwisata Dalam pengembangan pariwisata, hal yang harus diperhatikan adalah enam komponen pariwisata yaitu atraksi, amenitas, akomodasi, aktivitas, aksesibilitas, dan layanan pendukung . A). 6A merupakan komponen pengembangan pariwisata yang terdiri dari: . Atraksi merupakan semua unsur yang dapat menarik pengunjung untuk datang ke suatu daerah pariwisata. Atraksi merupakan aspek pertama yang membuat wisatawan tertarik untuk mengunjungi objek wisata tersebut. Amenitas merupakan semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan pengunjung di daerah tujuan wisata. Aksesibilitas merupakan unsur yang terkait dengan tersedianya berbagai sarana transportasi dan aspek keamanan yang memegang peranan penting dalam menjamin kelancaran perjalanan wisatawan. Akomodasi merupakan tempat menginap yang sering disebut hotel dengan berbagai fasilitasnya. Aktivitas terkait dengan kegiatan di destinasi yang memberikan suatu pengalaman bagi pengunjung. Layanan pendukung merupakan komponen yang merupakan bantuan yang diberikan oleh organisasi, pemerintah, pengelola destinasi, atau pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan pariwisata . Menurut (Qian et al. , 2. pariwisata berkelanjutan didefinisikan sebagai pembangunan pariwisata yang dapat memenuhi tuntutan wisatawan dan masyarakat tuan rumah sambil melestarikan dan meningkatkan peluang untuk pembangunan di masa depan. Sebagai respons dan refleksi terhadap kerusakan yang dibawa pariwisata massal terhadap lingkungan ekologis, pariwisata berkelanjutan telah menarik perhatian semua pemangku kepentingan pariwisata. Konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan merupakan konsep yang ideal di negara-negara berkembang. Konsep ini digunakan untuk menghadapi tantangan masa depan di era globalisasi dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Pembangunan pariwisata berkelanjutan harus didukung oleh kebijakan pembangunan pariwisata partisipatif yang melibatkan masyarakat. Kemudian, untuk memastikan implementasi dan keberhasilannya, semua pemangku kepentingan harus bersedia menjadi peserta dalam proses mewujudkan pariwisata berkelanjutan (Butler, 1. Dalam penelitian Desbiolles et al (Higgins-Desbiolles, 2. mendefinisikan pariwisata sebagai suatu bentuk pemeliharaan kelangsungan hidup suatu wilayah dalam jangka panjang. Pariwisata berkelanjutan digambarkan sebagai pembangunan pariwisata yang dikembangkan di suatu wilayah yang akan tetap berkelanjutan dalam jangka waktu yang tidak terbatas dan tidak menyebabkan penurunan fungsi lingkungan sekitar serta memberikan kemakmuran dari kegiatan pariwisata tersebut . Rekreasi dan pariwisata luar ruangan yang berkelanjutan mungkin menunjukkan perlunya pendekatan yang berbeda terhadap pemberian layanan, perubahan budaya di antara penyedia layanan dan pengelola ruang alam, dan pendekatan baru terhadap tata kelola inklusif dan pengelolaan bersama atas warisan alam dan budaya kita . Dampak pariwisata terhadap lingkungan dapat bersifat langsung . isalnya, penginjakan jalan setapak, perusakan tanaman, kebisingan, pengenalan pembangunan skala besar ke lanskap pegunungan, sinantropisasi hewan, pembuangan sampah sembarangan, menakut-nakuti hewan, dan lainny. dan tidak langsung, dengan meningkatkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya suatu fenomena . isalnya, peningkatan proses erosi, longsor, atau pengurangan reproduksi atau kelangsungan hidup berbagai spesies hewa. Penting agar tindakan yang diambil, terutama di ekosistem pegunungan yang sangat sensitif, difokuskan pada pedoman PBB yang menyatakan bahwa tindakan tersebut Diah Khoirul Bariyah,et al (Potensi Wisata Alam Bumi Perkemahan Lamping Kidang Di Desa Cisantana Kabupate. Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2022, pp. xx-xx E-ISSN 2686-2042 Aumemperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan masa mendatang, dengan memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan, dan masyarakat tuan rumahAy . Wisata edukasi merupakan kegiatan wisata di suatu tempat tertentu yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk mencari ilmu dan pengalaman (Rodger, 1. Yang membedakannya dengan wisata lainnya adalah wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat memperkaya ilmu pengetahuan dan berbaur dengan masyarakat setempat. Wisata edukasi atau wisata edukasi bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan kreativitas peserta dalam kegiatan wisata. Biasanya destinasi wisata edukasi adalah tempat-tempat yang memiliki nilai tambah sebagai kawasan wisata, seperti kawasan perkebunan, kebun binatang, tempat penangkaran hewan langka, pusat penelitian dan lain sebagainya . Smith . menjelaskan bahwa Edutourism atau wisata edukasi merupakan suatu kegiatan wisata yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk rekreasi atau liburan dan terdapat kegiatan edukasi atau pendidikan di dalamnya. Tujuan wisata edukasi tidak hanya untuk mendapatkan kepuasan dari rekreasi saja, tetapi juga dapat menambah kecerdasan, wawasan, pengetahuan, dan kreativitas bagi wisatawan. Wisatawan dengan tujuan edutourism biasanya mendapatkan pengalaman belajar secara langsung terkait lokasi yang dikunjungi . Bumi Perkemahan Lamping Kidang ini merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Kuningan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan rekreasi alam dan edukasi lingkungan yang menawarkan pengalaman wisata alam yang kaya akan keanekaragaman hayati dan keindahan alam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi wisata alam Bumi Perkemahan Lamping Kidang melalui studi pustaka yang komprehensif. Dengan mengkaji berbagai sumber dan referensi terkait, diharapkan dapat diketahui faktor pendukung dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka untuk mengkaji potensi wisata alam di Bumi Perkemahan Lamping Kidang. Kajian pustaka mengkaji kajian empiris dari jurnal, artikel, dan website terkait tentang pariwisata di Indonesia. Hasil kajian pustaka akan menggambarkan kesenjangan penelitian, sehingga memudahkan dalam menentukan posisi penelitian ini . Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengkaji berbagai sumber informasi yang relevan dan terpercaya, sehingga dapat menyusun gambaran yang komprehensif tentang topik yang Tahapan dalam penelitian ini meliputi: Pengumpulan Data Sekunder Data sekunder dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, artikel media, dan sumber lain yang memiliki kredibilitas tinggi. Pemilihan data dilakukan berdasarkan relevansi dengan topik penelitian, yaitu potensi wisata alam dan pembangunan berkelanjutan Analisis Data Teknik analisis data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami dan menggali secara mendalam potensi wisata alam di Bumi Perkemahan Lamping Kidang. Data yang terkumpul dari berbagai literatur akan diidentifikasi dan dikategorikan berdasarkan tema-tema utama yang muncul, seperti potensi alam, keanekaragaman hayati, infrastruktur, dan peran serta masyarakat setempat, dan melalui analisis kontekstual, data akan dikaji dengan mempertimbangkan situasi lingkungan dan sosial yang mempengaruhi kawasan Bumi Perkemahan Lamping Kidang. HASIL DAN PEMBAHASAN Kuningan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki banyak objek wisata yang patut dikunjungi. Kuningan memiliki luas wilayah 1. 178,58 km2 yang terletak pada koordinat 108A23' 108A47' Bujur Timur dan 6A47' - 7A12' Lintang Selatan, sedangkan ibu kotanya berada pada koordinat 6A45' - 7A50' Lintang Selatan dan 105A20' - 108A40' Bujur Timur. Secara geografis. Kuningan terletak di wilayah timur Jawa Barat yang memiliki batas sebelah utara dengan Kabupaten Cirebon, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Brebes (Jawa Tenga. , sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Cilacap (Jawa Tenga. serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Kuningan terdiri dari 32 Kecamatan, 15 Kecamatan dan 361 Desa. Kabupaten Kuningan Diah Khoirul Bariyah,et al (Potensi Wisata Alam Bumi Perkemahan Lamping Kidang Di Desa Cisantana Kabupate. E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. September 2024, pp. memiliki jumlah penduduk sebanyak 1. 764 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 669 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 593. 095 jiwa (Badan Pusat Statistik Kuningan Pada tahun 2023 Kabupaten Kuningan mendapat kunjungan wisatawan dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 3. 084 jiwa. Pariwisata di Kabupaten Kuningan sangat beragam sehingga Kabupaten Kuningan sering dijadikan sebagai destinasi wisata oleh wisatawan, terutama wisata alam yang menjadi unggulan. Wisata alam bumi perkemahan Lamping Kidang merupakan potensi wisata alam yang dapat dikembangkan, karena letaknya yang strategis yaitu di kaki Gunung Ciremai, bumi perkemahan Lamping Kidang ini menawarkan pemandangan alam yang sangat memukau dan suasana yang sejuk, pemandangan malam hari ketika berkemah di bumi perkemahan ini terlihat jelas lampu-lampu kota Kuningan dan pada pagi hari matahari terbit dan pemandangan Gunung Ciremai terlihat jelas. Selain itu fasilitasnya juga lengkap seperti tempat parkir, mushola, toilet, gazebo, kantin, dan disediakan juga perlengkapan berkemah seperti tenda, matras, dan sleeping bag untuk disewakan. Selain wisata alam. Bumi Perkemahan Lamping Kidang juga menawarkan wisata pertanian sehat dan wisata peternakan. Pengunjung dapat mencoba memerah susu sapi sendiri dan memetik buah atau sayur secara langsung saat panen. Bumi Perkemahan Lamping Kidang memiliki banyak spot swafoto yang instagrammable sehingga menarik minat generasi muda yang gemar berbagi foto di media sosial. Bumi Perkemahan Lamping Kidang juga berfokus pada pengelolaan sampah menjadi pupuk organik, yang menunjukkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Wisata Lamping Kidang dikelola oleh kelompok masyarakat terpadu Lamping Kidang. Akses menuju lokasi wisata cenderung berbatu, namun masih mudah dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4. Untuk tiket sementara masih berupa tiket masuk sebesar Rp. 000,- tiket tersebut sudah termasuk parkir, tiket masuk, helm atau penitipan barang . Bumi Perkemahan Lamping Kidang di Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar sebagai objek Berikut ini beberapa alasan mengapa tempat ini diminati wisatawan: Pemandangan Alam yang Memukau Lamping Kidang terletak di kaki Gunung Ciremai, sehingga wisatawan dapat menikmati indahnya pemandangan perbukitan dan hamparan pepohonan hijau. Pemandangan ini sangat memanjakan mata dan memberikan sensasi menenangkan. Bumi Perkemahan Lamping Kidang menawarkan berbagai pemandangan alam yang memukau dari berbagai sisi. Di sisi utara, pengunjung dapat menikmati keindahan perbukitan dan lembah Cilengkrang yang hijau dan asri. Sisi timur menawarkan pemandangan kota Kuningan hingga Laut Cirebon yang dapat terlihat jelas terutama saat cuaca cerah. Sisi barat menampilkan panorama megah Gunung Ciremai yang menjadi latar belakang sempurna untuk menikmati matahari terbenam dan terbit. Fasilitas Lengkap Untuk menunjang kenyamanan wisatawan. Lamping Kidang menyediakan berbagai fasilitas. Area parkirnya cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua maupun roda empat. Tersedia mushola untuk beribadah, toilet bersih, serta kantin yang menjual berbagai makanan dan minuman. Bumi perkemahan ini juga dilengkapi dengan gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat atau Untuk kebutuhan listrik, tersedia colokan listrik yang bisa digunakan pengunjung. Selain itu. Lamping Kidang Campsite juga menyediakan persewaan perlengkapan berkemah seperti tenda, matras, dan sleeping bag. Hal ini sangat memudahkan pengunjung yang tidak memiliki atau tidak membawa perlengkapan berkemah sendiri. Wisata Terpadu Selain wisata alam. Lamping Kidang juga menawarkan wisata pertanian sehat dan wisata Wisatawan bisa mencoba memerah susu sapi sendiri atau memetik buah dan sayur langsung saat panen. Selain itu, ada juga wisata pertanian sehat di mana pengunjung bisa memetik buah dan sayur langsung dari kebun saat panen. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif, terutama bagi anak-anak dan keluarga. Campsite ini memiliki banyak spot swafoto yang instagrammable, baik untuk melihat sunrise maupun sunset. Pemandangan lampu kota Kuningan City di malam hari juga sangat menarik. Celah Udara Sejuk Celah udara di area ini membuat suhu udara lebih sejuk dibandingkan dengan daerah perkotaan. Udara sejuk dan segar ini sangat cocok untuk rekreasi luar ruangan, berkemah, dan kegiatan alam Diah Khoirul Bariyah,et al (Potensi Wisata Alam Bumi Perkemahan Lamping Kidang Di Desa Cisantana Kabupate. Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. Maret 2022, pp. xx-xx E-ISSN 2686-2042 Suasana yang tenang dan damai juga memberikan pengalaman menyegarkan bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Aksesibilitas Meskipun akses menuju lokasi wisata bertekstur berbatu, namun masih mudah dilalui oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Kuningan, memudahkan wisatawan untuk berkunjung. Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Lamping Kidang juga berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah menjadi pupuk organik, yang menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan dan perusakan lingkungan yang baik. Dengan segala potensi tersebut. Bumi Perkemahan Lamping Kidang memiliki daya tarik yang besar untuk menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan segala kelebihan yang dimilikinya. Bumi Perkemahan Lamping Kidang memiliki potensi yang besar untuk lebih dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Pengembangan fasilitas tambahan, seperti jalur pendakian, area bermain anak, serta program edukasi lingkungan, dapat menambah daya tarik tempat ini. Selain itu, promosi yang lebih gencar serta kerja sama dengan agen perjalanan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak lepas dari peran aktif masyarakat setempat. Bumi Perkemahan Lamping Kidang, masyarakat dapat dilibatkan dalam penyediaan layanan pariwisata, seperti homestay, pemandu wisata, dan penjualan produk lokal. Pemberdayaan ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman wisata dengan interaksi budaya lokal yang autentik. Bumi Perkemahan Lamping Kidang memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan lingkungan. Program pelestarian alam dan pengelolaan sampah dapat dilaksanakan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pendidikan lingkungan ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi wisatawan, tetapi juga mendukung pelestarian alam dan peningkatan kesadaran lingkungan. Untuk memaksimalkan potensi wisata alam di Bumi Perkemahan Lamping Kidang, diperlukan strategi pembangunan berkelanjutan. Strategi ini meliputi peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat setempat, pelestarian lingkungan, dan promosi yang efektif. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat setempat sangat penting untuk mencapai tujuan ini. Penerapan teknologi ramah lingkungan dan praktik pengelolaan yang baik juga harus menjadi fokus utama dalam pengembangan kawasan ini. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Potensi wisata alam di Bumi Perkemahan Lamping Kidang menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki berbagai keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang unggul dan Letaknya yang strategis di kaki Gunung Ciremai, keindahan alam yang memukau, serta sarana dan prasarana yang memadai menjadi aset utama yang mendukung daya tarik kawasan ini. Partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menyediakan layanan wisata dan program pendidikan lingkungan menjadi kunci penting dalam pengembangan destinasi ini. Melibatkan masyarakat setempat tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka, tetapi juga memperkaya pengalaman wisata dengan interaksi budaya yang autentik. Pentingnya keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus dalam pengembangan Bumi Perkemahan Lamping Kidang. Saran Program pelestarian alam, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan energi terbarukan merupakan langkah-langkah yang perlu dilaksanakan untuk menjamin keberlanjutan destinasi ini. Dengan mengoptimalkan potensi yang ada dan menjawab tantangan yang dihadapi. Bumi Perkemahan Lamping Kidang memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata alam yang terkenal dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Diah Khoirul Bariyah,et al (Potensi Wisata Alam Bumi Perkemahan Lamping Kidang Di Desa Cisantana Kabupate. E-ISSN 2686-2042 Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata Vol . No. September 2024, pp. DAFTAR PUSTAKA