Jurnal Peduli Masyarakat Volume 5 Nomor 2. Juni 2023 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM EDUKASI UNTUK MENGOPTIMALKAN MONITORING RESIKO JATUH Dwi Retnaningsih1*. Eviwindha Suara2 Fakultas Keperawatan Bisnis dan Teknologi. Universitas Widya Husada Semarang. Jl. Subali Raya No. Krapyak. Kec. Semarang Barat. Kota Semarang. Jawa Tengah 50146. Indonesia RSUD Tugurejo Semarang. Jl. Walisongo KM 8,5 No. Tambakaji. Kec. Ngaliyan. Kota Semarang. Jawa Tengah 50185. Indonesia *dwiretnaningsih81@yahoo. ABSTRAK Pemantauan risiko jatuh yang kurang optimal meningkatkan risiko pasien jatuh dan pada akhirnya pasien bertanggung jawab untuk mendanai biaya perawatan rumah sakit. Risiko pasien jatuh dan harus dirawat kembali di rumah sakit tentu sangat merugikan pasien dan keluarganya serta pihak rumah sakit. Oleh karena itu perlunya edukasi optimalisasi monitoring resiko jatuh kepada perawat di RSUD Tugurejo. Pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2023. Lokasi pengabdian masyarakat di ruang Amarilis I RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah. Sasaran pengabdian masyarakat adalah seluruh perawat diruang Amarilis I sejumlah 12 orang. proses kegiatan pengabdian meliputi beberapa tahapan yaitu: . Persiapan . Pelaksanaan penyegaran materi. pemberian materi. post test dan . Evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan perawat dalam melakukan monitoring resiko jatuh pada pasien seperti pengertian, faktor resiko, asuhan keperawatan pasien jatuh, menilai pasien risiko jatuh, asesmen awal dan asesmen ulang. Peningkatan pengetahuan sebagai salah satu upaya optimalisasi pelaksanaan monitoring resiko jatuh. Kata kunci: edukasi. monitoring resiko jatuh. PKM EDUCATION TO OPTIMIZE MONITORING THE RISK OF FALLING ABSTRACT Less optimal fall risk monitoring increases the risk of a patient falling, and eventually the patient is responsible for funding hospital care costs. The risk of a patient falling and having to be treated again in the hospital is very detrimental to the patient, his family, and the hospital. Herefore, the need for education optimization and monitoring of risk falls to nurses in RSUD Tugurejo. Public service takes place from February to June 2023. Location of public service in Amarilis I RSUD Tugurejo Province of Central Java The goal of community service is for all nurses in Amarilis, a total of 12 people. The process of service activities includes several stages, namely: 1. Preparation Implementation of material refreshment. pre-test. material delivery. post-test. evaluation Public service activities go smoothly, and there is an increase in the level of knowledge of nurses in carrying out monitoring of the risk of falls in patients, such as understanding risk factors, patient care falls, patient risk assessment, initial assessment, and reassessment. Increased knowledge is one of the efforts to optimize the implementation of fall risk monitoring. Keywords: education. fall risk monitoring. PKM Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group PENDAHULUAN Pasien jatuh adalah kejadian dimana seseorang atau tanpa melihat orang lain, secara tidak sengaja jatuh ke tanah ke arah jatuh, dengan atau tanpa cedera. Risiko jatuh pada pasien rawan jatuh biasanya karena faktor lingkungan dan fisiologis yang dapat menyebabkan Risiko jatuh bisa bermacam-macam penyebabnya, antara lain salah menilai jarak antara tempat tidur dan lantai, merasa lemas atau pusing saat berdiri, mengubah posisi terlalu cepat, dan kehilangan keseimbangan saat mencoba bangun dari kursi. Hal ini sangat umum terjadi pada pasien yang lebih tua, alasan lainnya adalah ketidaktahuan terhadap lingkungan, mengonsumsi obat yang mengurangi kesadaran lingkungan, berada dalam kegelapan, kondisi mental yang melemah . isal kebingungan atau disorientas. , mobilitas terbatas . isal kesulitan berjalan, kelemahan fisik, penurunan mobilitas tungkai bawah, masalah keseimbangan, jatuh sebelumnya, obat-obatan . bat penenang dan obat penenang, penggunaan obat yang berlebiha. , kebutuhan khusus di toilet . emerlukan bantuan untuk buang air besar, inkontinensia, diare, ketidakmampuan untuk mengontrol, mendoron. buang air keci. dan usia. Hal ini tentunya merugikan pasien terutama secara fisik, sehingga tenaga medis harus memperhatikan kondisi pasien saat menilai risiko jatuh dengan alat yang tepat. Pelaksanaan program manajemen risiko pasien jatuh bertujuan untuk mencegah atau menangani pasien dengan risiko jatuh dan yang telah jatuh guna memprediksi cedera fisik pada pasien dan meningkatkan kualitas rumah sakit. Jatuh adalah salah satu komplikasi yang paling umum selama rawat inap dan lebih sering terjadi pada pasien dengan gangguan neurologis selama rehabilitasi (Schmidt et al. , 2. Rasa kantuk, kebutuhan akan alat bantu berjalan, hemiparesis, dan/atau disorientasi merupakan faktor penting yang meningkatkan risiko jatuh pada pasien neurologis selama rehabilitasi rawat inap. Mengantuk adalah suatu kondisi yang ditandai dengan sedikit atau sedang penurunan kewaspadaan dan kekuatan. Sebuah studi multisenter menemukan bahwa berada dalam keadaan kebingungan . idefinisikan sebagai agitasi, agitasi, atau kegelisaha. meningkatkan risiko jatuh korban stroke selama rawat inap. Dalam studi multisenter lainnya terhadap pasien selama rehabilitasi geriatrik, pasien yang terganggu . inilai oleh pengasuh pada hari masu. memiliki risiko jatuh yang lebih tinggi daripada pasien yang berorientasi (Schmidt et al. , 2. Untuk mencegah kejadian tak terduga (KTD), perlu dibangun budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Program Keselamatan Pasien adalah sistem yang memastikan bahwa rumah sakit membuat perawatan pasien atau layanan kesehatan lebih aman. Komponen yang disertakan adalah: Penilaian risiko, identifikasi dan manajemen risiko pasien, pelaporan dan analisis kejadian risiko jatuh, kemampuan untuk belajar dari dan memantau insiden, dan menerapkan solusi mitigasi risiko. Sistem ini mencegah cedera yang diakibatkan oleh kesalahan, baik karena berbagai faktor . ondisi pasie. , lingkungan maupun keakuratan penilaian operator terhadap dampak cedera pasien. Dalam pelaksanaan peningkatan mutu, seluruh unit rumah sakit harus mengupayakan indikator mutu berdasarkan IPSG (International Patient Safety Goa. , termasuk penentuan penilaian risiko musim gugur, yang juga diperlukan saat merawat pasien dengan aman di setiap ruangan. SOP (Standard Operating Procedure. adalah resiko jatuh. Upaya yang akan dilaksanakan meliputi pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Proses ini dapat dicapai dengan menyediakan pemantauan risiko jatuh. Pemantauan risiko jatuh yang kurang optimal meningkatkan risiko pasien jatuh dan pada akhirnya pasien Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group bertanggung jawab untuk membiayai biaya perawatan rumah sakit. Risiko pasien jatuh dan harus dirawat kembali di rumah sakit tentu sangat merugikan pasien dan keluarganya serta pihak rumah sakit. Kondisi ini tentu sangat merugikan pasien dan keluarga serta pihak rumah sakit. Tujuan akhir dari penelitian oleh (Maranesi et al. , 2. adalah untuk mengusulkan pendekatan baru dan rencana perawatan inovatif untuk rehabilitasi stroke, yang berfokus pada penggunaan perangkat robot untuk mencapai efek positif dari perawatan tersebut. Sebuah studi oleh (Ugur et al. , 2. memberikan bukti kemungkinan perubahan dalam perawatan pasien stroke selama masa pemulihan sehubungan dengan identifikasi faktor risiko jatuh setelah stroke, penentuan hubungan dengan lokasi lesi dan evaluasi. Dalam studi oleh (Schmidt et al. , 2. ada empat faktor penting dalam menilai risiko jatuh, yaitu disorientasi, gangguan motorik . emiparesis dan/atau kebutuhan alat bantu berjala. , inkontinensia urin, dan inkontinensia. - keadaan mengantuk dan karenanya harus diperhitungkan saat menilai risiko pendaratan. Dan penelitian (Chen et al. , 2. dapat digunakan untuk mengembangkan program latihan rehabilitasi khusus untuk meningkatkan stabilitas tubuh, mengurangi biaya energi dan meningkatkan efisiensi Rumah sakit Tugurejo berada pada jalur utama Semarang - Jakarta yang merupakan jalur utama pantai utara jawa antara Semarang Kendal, tepatnya pada Jalan Raya Walisongo Semarang. Melalui pendekatan mutu. RSUD Tugurejo selalu berusaha meningkatkan dan mengembangkan mutu pelayanan diseluruh jajaran Rumah Sakit (Hospital Quality Improvemen. Ruang amarilis I adalah ruang penyakit dalam, salah satu penyakit yang dilakukan perawatan pasien dengan gangguan sistem persarafan. Melalui wawancara dengan perawat pernah didapat pasien jatuh dan monitoring resiko jatuh telah dilakukan. Berdasarkan analisis situasi tersebut maka perlu adanya suatu upaya untuk memberikan solusi alternatif yang mampu meningkatkan pelaksanaan monitoring pasien jatuh yang dirawat di ruang amarilis I. Selain itu, diperlukan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan perawat terhadap monitoring resiko jatuh pada pasien. Adanya transfer knowledge terhadap perawat tentang monitoring resiko jatuh. Oleh karena itu perlunya edukasi optimalisasi monitoring resiko jatuh kepada perawat di RSUD Tugurejo. METODE Pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan Oktober 2022 sampai Juni 2023. Lokasi pengabdian masyarakat di ruang Amarilis I RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah. Sasaran pengabdian masyarakat adalah seluruh perawat diruang Amarilis I sejumlah 12 Proses kegiatan pengabdian meliputi beberapa tahapan yaitu. Tahap Persiapan: Penyusunan program kerja Penyusunan modul Survei lokasi Permohonan ijin kegiatan pengabdian masyarakat Pengurusan administrasi . urat menyura. Sosialisasi program Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Pelaksanaan kegiatan dan pelatihan Tahap Evaluasi HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi monitoring pasien jatuh telah dilakukan di ruang amarilis I RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah. Pelatihan diberikan kepada perawat berjumlah 12 perawat, antusias perawat sangat tinggi seperti terdapat pada gambar 1, 2 dan 3. Perawat mengetahui tentang definisi jatuh adalah suatu peristiwa dimana seseorang mengalami jatuh karena tidak disengaja atau tidak direncanakan dengan arah jatuh ke lantai yang mencederai atau tidak mencederai dirinya. Jatuh adalah suatu kejadian yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring atau terduduk di lantai atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka . e Jong et al. , 2. Perawat mengetahui faktor resiko jatuh yaitu. Faktor instrinsik. Faktor host . ubuh kit. Faktor lanjut usia . , dimana lansia umumnya mengalami penurunan pendengaran, penurunan visus atau penglihatan lainnya seperti katarak, penurunan mental, penurunan fungsi indra yang lain dan lambatnya pergerakan . e Jong et al. , 2. Faktor aktifitas, dimana laki-laki dengan mobilitas tinggi, postur yang tidak stabil, mempunyai risiko jatuh sebesar 4,5 kali dibandingkan dengan yang tidak aktif atau aktif tetapi dengan postur yang stabil. Faktor obat-obatan. Dan yang ke 2. Faktor esktrinsik, dimana faktor ekstrinsik merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh. Faktor ekstrinsik yang sering kali menjadi risiko jatuh adalah faktor lingkungan. Pada lingkungan yang belum dikenal memiliki risiko jatuh 22%, sedangkan pada lingkungan yang sudah dikenal seperti . umah, tempat kerj. , risiko jatuh lebih rendah. Pada lingkungan yang sudah dikenal seringkali risiko jatuh lebih banyak disebabkan faktor host . iri sendir. Gambar 1. Antusias perawat mendengarkan materi Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Gambar 2. Perawat berdiskusi dalam sesi pemberian materi Gambar 3. Perawat berdiskusi dalam sesi pemberian materi Hasil dari karakteristik responden, perawat dengan jenis kelamin laki laki 41,6% dan 58,4% berjenis kelamin perempuan. Usia terbanyak pada usia 20Ae30 tahun yaitu sebanyak 66,7% . Pengalaman kerja erat kaitannya dengan keahlian dan keterampilan pegawai dalam melaksanakan tugas yang dimilikinya. Pengalaman kerja tidak hanya dilihat dari suatu keterampilan, keahlian, serta kemampuan yang dimilikinya saja, tetapi pengalaman kerja dapat dilihat dari bagaimana tingkat pengalaman kerja seseorang yang telah bekerja. Semakin tinggi tingkat pengalaman yang dimiliki seorang pegawai akan semakin terampil dalam menjalankan pekerjaannya (Hidaya et al. , 2. dan pengetahuan juga meliputi kemampuan untuk mengetahui dan mengaplikasikan informasi pada tanggung jawab pekerjaan yang dilaksanakan (Hidaya et al. , 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Tabel 1. Karakteristik responden Data Demografi Jenis Kelamin Laki Ae Laki Perempuan Usia 20Ae30 Tahun 31Ae40 Tahun 41Ae50 Tahun Hasil tingkat pengetahuan, sebelum dilakukan edukasi monitoring resiko jatuh pasien, ratarata tingkat pengetahuan 83,3 % dan setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan menjadi 100% . Tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah lama kerja dan tingkat pendidikan (SoAoo et al. , 2. Tabel 2. Pengetahuan perawat pre dan post test Pertanyaan Pre test (%) Post test (%) Alasan pasien jatuh menjadi perhatian dalam keselamatan pasien Skore pasien jatuh Penanda pasien resiko jatuh Pengetahuan pengkajian pasien jatuh Asuhan keperawatan pasien jatuh Optimalisasi pelaksanaan monitoring resiko jatuh pada pasien oleh perawat sangat penting, dikarnakan pengetahuan merupakan salah satu domain yang penting dalam pembentukan perilaku seseorang. Semakin baik perawat mengetahui monitoring resiko jatuh, maka semakin baik pula perawat dalam melaksanakannya. Keluarga dan pengasuh pasien juga penting diberikan informasi untuk memonitor anggota keluarganya yang beresiko jatuh, seperti saat kondisi pusing, penggunaan alat bantu jalan seperti tongkat, serta kondisi lanjut usia seperti depresi, kelemahan, dan inkontinensia urin, gangguan keseimbangan berjalan, penggunaan alat bantu jalan dan riwayat jatuh sebelumnya merupakan faktor risiko terkuat untuk terjadinya jatuh (Anggarani & Djoar, 2020. Dokuzlar et al. , 2. Pelaksanaan monitoring resiko jatuh pada pasien yang baik untuk pasien rawat inap di rumah sakit mengurangi waktu rawat inap. Perawat sebagai tenaga kesehatan terbanyak di rumah sakit harus memahami bahwa semua pasien memiliki resiko jatuh (Siman & Brito, 2. , sehingga perawat harus melakukan upaya pencegahan jatuh. Menjaga keselamatan pasien sangat penting untuk perawat menggunakan Prosedur Operasi Standar (SPO) saat menerapkan alat penilaian risiko jatuh seperti MFS (Morse Fall Scal. Humty Dumty dan Edmoson. Selain itu, penting untuk menanamkan rasa "perhatian" dengan melihat pasien yang dirawat secara holistik. Implementasi budaya keselamatan pasien AucaringAy secara otomatis akan meningkatkan mutu pelayanan asuhan dan keselamatan pasien, berpengaruh terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan perawat dalam melakukan monitoring resiko jatuh pada pasien seperti pengertian, faktor resiko, asuhan keperawatan pasien jatuh, menilai pasien risiko jatuh, asesmen awal dan asesmen ulang. Peningkatan pengetahuan sebagai salah satu upaya optimalisasi pelaksanaan monitoring resiko jatuh. DAFTAR PUSTAKA