SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 19-26 Eskalasi Kognitif dengan BUSA GUNTING "Buku Saku Cegah Stunting" melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Ulfa Nur Rohmah1*. Ellynia Ellynia2. Rizqa Wahdini3. Andrianto Widjaja4 S1 Keperawatan1 STIKes RS Husada, ulfanrh@gmail. S1 Administrasi Kesehatan2 STIKes RS Husada 2, : aay_el@yahoo. Diploma Tiga Keperawatan3 STIKes RS Husada 3, rizqawahdini9@gmail. Manajemen4 Sekolah Tinggi Manajemen PPM, and_widjaja@yahoo. Info Artikel Diajukan : 15 Februari 2024 Diterima : 26 Februari 2024 Diterbitkan : 26 Februari 2024 Abstract Stunting is a threat to Indonesia that impacts various aspects of life. An approach to changing hygiene and sanitation behavior through community empowerment is needed to prevent stunting. The methods used for community service activities are divided into planning, implementation and evaluation using power points and pocket books. The results of community service activities showed cognitive improvement in participants through a pocket book on community-based total sanitation related to stunting prevention. It is hoped that there will be cognitive improvements in mothers to prevent stunting so that Indonesia's human resources are sustainable and superior. Keyword: Cognitive. Pocketbook. Stunting Abstrak Stunting menjadi ancaman bagi Indonesia yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan. pendekatan untuk mengubah perilaku kebersihan dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat diperlukan untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan kegiatan pengabdian masyarakat terbagi menjadi perencanaan, pelaksanan dan evaluasi dengan media power point dan buku saku. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adanya peningkatan kognitif pada peserta melalui buku saku tentang sanitasi total berbasis masyarakat terkait pencegahan stunting. Diharapkan terdapat peningkatan kognitif pada ibu untuk mencegah stunting sehingga sumber daya manusia Indonesia unggul yang berkelanjutan. Kata kunci: Kognitif. Buku Saku. Stunting E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 19-26 Pendahuluan Stunting atau pendek menjadi topik yang hangat akhir-akhir ini, menggeser issue tentang gizi buruk dan obesitas. Stunting menjadi bonus demografi yang berpotensi mengancam kerugian negara, berdampak menjadi negara tidak maju-maju dan anak dengan stunting tidak mampu bersaing di Indonesia. Stunting merupakan suatu kondisi tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin. Stunting tidak hanya masalah persoalan fisik saja, namun secara nasional, jika angka stunting terlalu tinggi akan berdampak menjadi ancaman bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul (Pateda et al. , 2. World Health Organization (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017, dengan angkanya mencapai 36,4%. Berdasarkan data yang dikemukakan oleh Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Indonesia mengalami depresi dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022 (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 juga menunjukkan penurunan prevalensi stunting di tingkat nasional sebesar 6,4% selama 5 tahun, yaitu dari 37,2% . menjadi 30,8% . Proporsi status gizi. pendek dansangat pendek pada seseorang, mencapai 29,9% atau lebih tinggi dibandingkan target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2019 sebesar 28% (Untung et al. , 2. Desa Karang Anyar. Jakarta Pusat merupakan desa dengan tingkat stunting yang cukup tinggi dengan prevalensi pengukuran status gizi tahun 2022 sebesar 4,78 persen. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus RW 12 Karang Anyar bahwa saat ini sedang digalakan screening stunting dengan massif dan desa menjadi disorot oleh pemerintah setempat karena angka kejadian stunting yang cukup tinggi serta belum adanya pihak darimanapun yang memberikan sosialisasi dan pendidkan kepada ibu terkait stunting dan manajemennya. Penanganan stunting salah satunya dengan pilar Sanitasi Total berbasis masyarakat. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Akses air bersih dan sanitasi yang buruk memicu munculnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare kronik dan stunting. Stunting tak hanya dipicu oleh asupan gizi yang kurang mencukupi. Sanitasi yang baik seperti stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, dan pengelolaan air untuk minum dan makan juga memegang peranan penting dalam pencegahan stunting (Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang, 2. Implementasi salah satu Pilar dari sanitasi berbasis masyarakat juga dapat menurunkan kejadian stunting pada balita 29-59 bulan yakni dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Anggraini & Andriani, 2. Sanitasi lingkungan yang buruk berdampak negatif bagi warga yang mendiami lingkungan tersebut, termasuk anak-anak. Hal ini dapat mengakibatkan mengalami Environmental Enteropathy (EE) yaitu penyebab primer terjadinya kejadian kurang gizi anak berupa kondisi subklinis usus Environmental Enteropathy dapat memunculkan kerusakan pada jonjot atau vili usus besar sehingga tidak dapat menyerap nutrisi secara maksimal. Selanjutnya, rentan terjadi diare kronis yang memiliki akibat menyebabkan kurangnya asupan gizi (Direktorat Kesehatan Lingkungan, 2. Pencegahan serta penanganan stunting salah satunya adalah dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak stunting agar tidak berlanjut pada anak Edukasi pencegahan stunting pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kepada masyarakat, kelompok, atau individu dengan harapan agar bisa memperoleh pengetahuan yang lebih baik sehingga dapat berpengaruh sikap dan perilaku. E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 19-26 Beberapa faktor yang mempengaruhi proses edukasi yaitu metode, materi atau pesannya, pemateri yang melakukannya, dan alat-alat bantu atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Edukasi pencegahan stunting tidak dapat lepas dari metode yang menarik salah satunya adalah metode brainstorming sehingga pesan-pesan yang disampaikan dapat lebih menarik dan dipahami, sehingga sasaran dapat mengadopsi prilaku yang positif (Sari et al. , 2. Pemberian informasi sebagai kegiatan edukasi melalui sanitasi total berbasis masyarakat untuk stunting dalam meningkatkan kognitif menjadi solusi yang diberikan oleh STIKes RS Husada dengan kegiatan penyuluhan ke daerah mitra. Metode Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan tahapan perencanaan yakni tim pengabdian masyarakat melakukan korrdinasi perizinan di tempat mitra. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Posyandu Mekar Sari RW 12 Karang Anyar pada tanggal 18 dan 22 September 2023. Kegiatan dilakukan pemberian edukasi konsep stunting dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Peserta pengabdian masyarakat berjumlah 19 orang ibu. Metode pelaksanaan pemberian edukasi kegiatan pengabdian kepada amsyarakat menggunakan power point dan LCD. Materi disajikan dalam bentuk power point yang berisi edukasi materi modul kemudian dituang menjadi modul atau buku saku. Buku saku diajukan HKI dan dipublish sebagai luaran kegiatan pengabdian masyarakat. Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan mengukur tingkat kognitif ibu sebelum dan setelah dilakukan pemberian edukasi. Kuesioner terdiri atau 10 pernyataan dengan pilihan benar dan salah. Teknik observasi juga dilakukan sebagai tambahan untuk mengevaluasi kognitif peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Analisis data yang dilakukan yakni analisis sederhana bentuk analisis deksriptif untuk melihat perbedaan sebelum dan setelah pemberian edukasi yang mengukur sebagai indikator keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim dari STIKes RS Husada dengan tema pencegahan stunting melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Posyandu Mekar Sari RW 12. Karang Anyar. Jakarta Pusat. Ibu dengan anak yang memiliki anak usia di bawah 5 tahun sangat antusias menjadi peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan tanggal 18 & 22 September 2023 yang berjumlah 19 orang Pemberian edukasi dengan tema tersebut tidak lepas dari koordinasi dari ketua Posyandu Mekar Sari dan Ketua RW 12 di Rusun Kartini Sawah Besar yang ditemukan adanya 5-6 anak tercatat mengalami stunting. Hal ini mendukung jika salah satu provinsi yang memiliki kategori akut terkait stunting yakni DKI Jakarta dengan angka prevalensi sekitar 16,8% sehingga masih dikategorikan cukup tinggi. Tidak hanya itu data BPS Provinsi DKI Jakarta tahun 2020 tercatat sebanyak 6047 balita yang menderita kekurangan gizi (BPS Provinsi DKI Jakarta, 2. Sebanyak 14% tahun 2022 Kota Jakarta Pusat prevalensi balita stunting yang dihitung dari tinggi badan menurut umur (Kementerian Kesehatan RI, 2. E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 19-26 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pemberian kuesioner yang berjumlah 10 soal dengan pernyataan benar dan salah untuk mengukur pemahaman edukasi yang akan diberikan oleh tim pengabdian masyarakat sebelum dan setelah pemberian materi. Setelahnya edukasi diawali dengan pemaparan terkait konsep awal terkait stunting. Diketahui pencegahan stunting lebih efektif dibandingkan pengobatan stunting (Munira, 2. Adanya pemberian edukasi terkait konsep stunting ibu yang memiliki balita dan ibu yang hamil memiliki pemahaman yang komprehensif tentang stunting, gejala, dampak dan pencegahan kejadian stunting (Mahrus et al. , 2. Jika pengetahun ibu terjadi stunting baik maka pengetahuan ibu juga baik (Ramdhani et al. , 2. Hal ini disebabkan pengetahuan seorang ibu memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita. Namun sebaiknya petugas kesehatan dan kader posyandu turut berfokus pada ibu karena pengetahuan Ibu terhadap stunting dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu karakteristik pekerjaan, pendidik dan dan variable sumber informasi yang didapatkan oleh Ibu (Rahmandiani et al. , 2. Hal ini juga mendasari tim pelaksana pengabdian masyarakat dari STIKes RS Husada mengemas edukasi tindakan lanjut tersebut dalam bentuk buku saku yang bisa dibaca ibu dalam memahami stunting. Topik edukasi selanjutnya adalah pencegahan stunting melalui sanitasi total berbasis masyarakat. Diketahui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 untuk upaya salah satu pencegahan stunting. STBM memiliki 5 pilar Pilar 1 : Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Pilar 2 : Cuci Tangan Pakai Sabun Pilar 3 : Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT) Pilar 4 : Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) Pilar 5 : Pengelolaan Air Limbah Domestik Rumah Tangga (PALDRT) E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 19-26 Gambar 1. Kegiatan pertama pengabdian masyarakat di Posyandu Mekar Sari RW 12 Karang Anyar Gambar 2. Kegiatan kedua pengabdian di Posyandu Mekar Sari RW 12 Karang Anyar Sebelumnya penerapan STBM ini banyak dampak yang dapat dirasakan manfaatnya sebelum akhirnya memiliki efek pada stunting. Program STBM memberikan dampak secara E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 19-26 fisik, lingkungan, sosial. Kesehatan, dan budaya bagi masyarakat sasaran. Program STBM menjadi salah satu metode untuk masyarakat sadar untuk memperbaiki akses sanitasi masyarakat sendiri tanpa ada subsidi atau bantuan dari pemerintah yang akhirnya memicu kesadaran masyarakat tentang dampak dari sanitasi yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat (Nugraha, 2. Intervensi STBM sangat bermanfaat dapat menurunkan kasus stunting, meningkatkan sanitasi kebersihan diri dan lingkungan serta perubahan perilaku untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (Rahmuniyati & Sahayati, 2. Sanitasi yang baik juga berdampak pada kejadian stunting bahkan bayi dengan minum air lebih sedikit cenderung akan berdampak pada stunting (Nizaruddin & Ilham, 2. Tabel 1. Rerata sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang Eskalasi Kognitif dengan BUSA GUNTING "Buku Saku Cegah Stunting " melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat . Sebelum Sesudah Delta Tabel 1. didapatkan nilai rerata sebelum sebesar 67,4 dan nilai rerata sesudah sebesar 81,6 pemberian edukasi kegiatan pengabdian masyarakat sehingga terdapat peningkatan nilai rerata 14,2. Hal ini mendukung bahwa pemberian edukasi terkait dengan STBM dapat meningkatkan kognitif ibu yang memiliki anak dibawah 5 tahun dalam tindakan preventif. Pengetahuan ibu sangat dibutuhkan dalam memberikan dan memutuskan bagaimana anakn dalam memenuhi gizi dalam kehidupannya. Hal ini terbukti pengetahuan baik sebagian besar memiliki balita dengan status gizi baik (Darmawan et al. , 2. E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 19-26 Gambar 3. Buku Saku Cegah Stunting Adanya hubungan pengetahuan ibu tentang 1000 hari pertama kehidupan dengan kejadian stunting. Pengetahuan ibu tentang gizi balita sangat penting bagi proses pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Kemajuan pertumbuhan perkembangan anak balita dari stimulasi dan pengasuhan anak yang tepat, dan mengatur pola asupan gizi seimbang untuk anak balitanya didapatkan dari peran besar seorang ibu. Pengetahuan orang tua tentang gizi membantu memperbaiki status gizi pada anak untuk mencapai kematangan pertumbuhan (Emelia et al. Semakin tinggi pengetahuan ibu tentang stunting dan kesehatan maka penilaian makanan semakin baik, sedangkan keluarga yang memiliki pengetahuan rendah akan cenderung anak mengonsumsi makan dengan tidak memenuhi kebutuhan gizi (AL et al. , 2. Tim pengabdian kepada masyarakat selanjutnya memiliki rencana tindak lanjut dengan pemberian buku saku melalui STBM yang disebut BUSA GUNTING AuBuku Sakut Cegah StuntingAy Melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang telah disusun dan diberikan kepada Posyandu Mekar Sari Rusun RW 12 sehingga bisa dimanfaatkan dalam penerapan pilar STBM. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sanitasi total berbasis masyarakat untuk stunting dalam meningkatkan kognitif menjadi solusi yang diberikan oleh STIKes RS Husada dengan kegiatan penyuluhan ke daerah mitra Posyandu Mekar Sari RW 12 Karang Anyar dapat meningkatkan kognitif peserta. Referensi