Bilangan: Jurnal Ilmiah Matematika, Kebumian dan Angkasa Volume. 3 Nomor. 6, Desember 2025 e-ISSN : 3032-7113; p-ISSN : 3032-6389, Hal. 56-64 DOI: https://doi.org/10.62383/bilangan.v3i6.900 Tersedia: https://journal.arimsi.or.id/index.php/Bilangan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Darul Ulum 5 Rebalas Menggunakan Etnomatematika dengan Bahasa Madura Dewi Ainiyah1*, Andika Setyo B.L2, Ani Afifah3 1-3 Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Wiranegara, Indonesia *Penulis Korespondensi: dewiainiyah4@gmail.com Abstract. This research aims to improve the mathematics learning outcomes of Grade VII B students at SMP Darul Ulum 5 Rebalas through the implementation of Madurese language-based ethnomathematics. The study is motivated by the students' difficulties in understanding mathematical concepts delivered in formal Indonesian, as their daily communication relies on the specific Madurese dialect of Rebalas Village. This study employs the Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this research were 28 students from class VII B. The research instruments included test instruments in the form of group Student Worksheets (LKPD) and observation sheets for both teacher and student activities. The material focused on the topic of Lines and Angles. The results indicated an improvement in student learning outcomes from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, the average group score was 80.2, which increased to 88 in Cycle II. Observations of student activities also showed a shift from passive participation in Cycle I to active and enthusiastic engagement in Cycle II. Furthermore, teacher observations showed significant improvement; initial issues regarding time management and excessive workloads were resolved, resulting in more enthusiastic and punctual teaching delivery. These findings demonstrate that the use of Madurese-based ethnomathematics helps students grasp mathematical terms more easily, increases discussion participation, and creates a more comfortable and interactive classroom atmosphere, thereby leading to improved learning outcomes. Keywords: Classroom Action Research; Ethnomathematics; Learning Outcomes; LKPD; Madurese Language. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII B SMP Darul Ulum 5 Rebalas melalui penerapan etnomatematika berbasis bahasa Madura. Latar belakang penelitian ini dari kesulitan siswa memahami materi matematika yang disampaikan dalam bahasa Indonesia baku, karena seharihari mereka menggunakan bahasa Madura khas Desa Rebalas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas VII B. Instrumen penelitian meliputi instrumen tes berbentuk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berkelompok dan lembar observasi guru dan siswa. Materi yang diajarkan berfokus pada pokok bahasan garis dan sudut. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata nilai kelompok siswa adalah 80,2, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 88. Observasi aktivitas siswa juga menunjukkan peningkatan dari kurang aktifnya siswa dalam kelompok pada siklus I menjadi siswa aktif dan antusias dalam pembelajaran pada siklus II sedangkan hasil dari observasi guru dari kelebihan waktu dan soal yang dibuat terlalu banyak manjadi Guru mengajar dengan semangat dan tepat waktu, ini menunjukkan bahwa penggunaan etnomatematika dengan Bahasa madura dalam pembelajaran membantu siswa memahami istilah matematika secara lebih mudah, meningkatkan partisipasi dalam diskusi, serta menciptakan suasana kelas yang lebih nyaman dan interaktif sehingga hasil belajar meningkat. Kata kunci: Bahasa Madura; Etnomatematika; Hasil Belajar; LKPD; Penelitian Tindakan Kelas. 1. LATAR BELAKANG Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luas, di mana pelestariannya merupakan tanggung jawab nasional guna memperkuat identitas bangsa. Dalam dunia pendidikan, integrasi budaya melalui pendekatan etnomatematika menjadi sarana strategis untuk menjembatani materi akademis dengan kearifan lokal. Pendekatan ini memungkinkan siswa mengeksplorasi konsep matematika melalui pengalaman sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan. Naskah Masuk: 07 November 2025; Revisi: 30 November 2025; Diterima: 28 Desember 2025; Terbit: 31 Desember 2025 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Darul Ulum 5 Rebalas Menggunakan Etnomatematika dengan Bahasa Madura Review Topik Relevan Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa etnomatematika efektif meningkatkan berbagai kemampuan matematis seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, dan literasi matematis (Nursanti dkk, 2024). Penggunaan konteks budaya lokal juga terbukti memberikan nuansa baru yang meningkatkan minat belajar (Mawaddah, 2025) serta memperkuat keterlibatan siswa melalui pendekatan inovatif yang berbasis pada keterampilan berbahasa (Febriana dkk, 2025). Gap Analysis & Kebaruan (Novelty) Meskipun kajian etnomatematika sudah banyak dilakukan, penggunaan Bahasa Madura dialek Desa Rebalas sebagai instrumen utama dalam pembelajaran matematika masih sangat terbatas. Kajian gramatika bahasa Madura umumnya belum menyentuh aspek unik dan problematik dalam konteks pendidikan (Hasanah dkk, 2022). Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan bahasa ibu (Bahasa Madura Rebalas) bukan hanya sebagai objek budaya, melainkan sebagai jembatan linguistik untuk memaknai istilah matematika yang sulit dipahami siswa kelas VII B SMP Darul Ulum 5 Rebalas yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia baku. Urgensi Penelitian Siswa di lokasi penelitian mengalami kendala komunikasi (hambatan bahasa) yang menghambat pemahaman konsep, seperti pada materi Garis dan Sudut. Urgensi penelitian ini adalah untuk mengatasi learning barrier tersebut dengan menghadirkan suasana kelas yang santai, interaktif, dan tidak membosankan melalui bahasa sehari-hari. Penerapan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri, keterlibatan aktif, dan hasil belajar siswa secara optimal di tengah tantangan globalisasi. 2. KAJIAN TEORITIS Etnomatematika merupakan cabang ilmu yang menjembatani matematika formal dengan praktik budaya dalam kehidupan sehari-hari suatu kelompok masyarakat (D'Ambrosio, 2001). Pendekatan ini menempatkan matematika dalam kerangka budaya yang mencakup aktivitas menghitung, mengukur, hingga merancang bangunan, sehingga membantu siswa melihat relevansi materi dengan realitas sosial mereka (Savira Ningrum, 2023; Zulkardi, 2017). Integrasi etnomatematika dalam kurikulum terbukti mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa dibandingkan metode konvensional karena konsep yang diajarkan menjadi lebih konkret dan bermakna (Hidayati, 2020). Melalui model pembelajaran berbasis konstruktivisme dan inkuiri, siswa didorong untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan sambil tetap melestarikan serta menghargai identitas budaya mereka sendiri (Prasetyo, 2022; Dliya, 2024). 57 BILANGAN – VOLUME. 3 NOMOR. 6, DESEMBER 2025 e-ISSN : 3032-7113; p-ISSN : 3032-6389, Hal. 56-64 Salah satu instrumen penting dalam implementasi etnomatematika adalah penggunaan bahasa ibu, seperti Bahasa Madura, yang memiliki kekayaan kosakata untuk menjelaskan konsep-konsep matematis (Alwi, 2019). Di wilayah tertentu seperti Desa Rebalas, penggunaan dialek lokal yang khas berfungsi sebagai jembatan linguistik yang mempermudah pemahaman istilah-istilah sulit dalam matematika (Hidayati, 2021). Penggunaan bahasa daerah di dalam kelas tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri dan partisipasi siswa, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan (Widyastuti, 2022; Setiawan, 2023). Hal ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian hasil belajar, yang merupakan manifestasi dari penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa setelah proses pembelajaran (Rabudin, 2020). Evaluasi terhadap hasil belajar tersebut dilakukan melalui Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (Sudaryono, 2018; Lestantun, 2024). Relevansi antara budaya dan matematika ini diperkuat oleh berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa budaya Madura kaya akan konsep-konsep geometri, seperti yang ditemukan dalam motif batik Madura maupun aktivitas pengukuran tradisional masyarakat setempat (Abroriy, 2020; Zayyadi, 2022). Dengan mengintegrasikan unsur-unsur lokal ini, pembelajaran matematika di sekolah tidak lagi dianggap sebagai disiplin ilmu yang asing, melainkan sebagai bagian integral dari identitas dan kehidupan sehari-hari siswa. 3. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara sistematis dan berkelanjutan (Wardani, 2023). Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari siklus spiral meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam pelaksanaannya, peneliti bertindak langsung sebagai pengajar di kelas untuk memantau efektivitas integrasi etnomatematika berbasis bahasa Madura dalam mengatasi hambatan belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Darul Ulum 5 Rebalas, Pasuruan, dengan subjek penelitian siswa kelas VII B sebanyak 28 orang, yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive didasarkan pada karakteristik linguistik siswa; sebanyak 25 siswa merupakan penutur aktif bahasa Madura dialek Rebalas, sementara hanya 3 siswa yang menggunakan bahasa Jawa. Hal ini menjadikan kelas VII B sebagai subjek yang ideal untuk menguji penggunaan bahasa ibu sebagai jembatan pemahaman materi matematika. 58 BILANGAN – VOLUME. 3 NOMOR. 6, DESEMBER 2025 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Darul Ulum 5 Rebalas Menggunakan Etnomatematika dengan Bahasa Madura Instrumen penelitian yang digunakan meliputi instrumen tes dan observasi. Instrumen tes berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kelompok berbasis Discovery Learning yang disusun untuk dua siklus. Pada siklus I, tes difokuskan pada kemampuan siswa dalam menjelaskan, mengidentifikasi, dan memberi contoh jenis garis serta sudut di lingkungan sekitar. Sedangkan pada siklus II, materi berkembang pada analisis hubungan sudut akibat dua garis sejajar yang dipotong garis transversal, termasuk menghitung besar sudut dan menggambar posisinya. Seluruh instrumen ini telah divalidasi oleh ahli untuk menjamin kesesuaian isi dan teknis sebelum digunakan di lapangan. Selain tes, dilakukan observasi terhadap aktivitas siswa dan guru menggunakan lembar observasi dengan 10 indikator amatan. Observasi siswa mencakup aspek perhatian terhadap penjelasan guru, keaktifan bertanya, kerja sama kelompok, hingga ketepatan waktu pengumpulan tugas. Sementara itu, observasi guru memantau kemampuan dalam membuka pelajaran, penggunaan bahasa Madura dalam menjelaskan istilah matematika, pemberian umpan balik, hingga efektivitas manajemen waktu. Data observasi ini diukur dengan skor minimal 10 dan maksimal 40, yang dikategorikan ke dalam empat tingkatan: Sangat Baik (skor 36–40), Baik (26–35), Cukup (16–25), dan Kurang (10–15) berdasarkan kriteria Riduwan (2018). Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai peningkatan hasil belajar. Nilai rata-rata kelas dihitung dengan menjumlahkan seluruh nilai kelompok dibagi dengan jumlah kelompok di kelas tersebut. Keberhasilan tindakan diukur berdasarkan pencapaian Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70. Hasil refleksi dari setiap siklus, termasuk temuan mengenai manajemen waktu dan partisipasi siswa, digunakan sebagai landasan untuk menyusun perbaikan pada siklus berikutnya hingga target penelitian tercapai secara optimal. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Darul Ulum 5 Rebalas dalam dua siklus dengan mengadopsi model Kemmis dan McTaggart. Fokus utama penelitian adalah meningkatkan hasil belajar matematika pada materi Garis dan Sudut melalui pendekatan etnomatematika berbasis bahasa Madura dialek Rebalas. Hasil Penelitian Siklus I Pada tahap perencanaan siklus I, peneliti menyusun modul ajar berbasis Discovery Learning yang mengintegrasikan istilah-istilah lokal untuk menjembatani pemahaman konsep. Istilah formal seperti Garis Sejajar diterjemahkan menjadi Gares Ajijir, Garis Tegak Lurus 59 BILANGAN – VOLUME. 3 NOMOR. 6, DESEMBER 2025 e-ISSN : 3032-7113; p-ISSN : 3032-6389, Hal. 56-64 menjadi Gares Manjeng Tedung, dan Sudut Lancip menjadi Buco Kincup. Perangkat ini, bersama dengan instrumen tes (LKPD kelompok) dan lembar observasi, telah dinyatakan valid dan layak oleh dosen ahli pendidikan matematika serta guru senior. Pelaksanaan tindakan pada 22 Mei 2025 menunjukkan dinamika kelas yang cukup aktif. Penggunaan pertanyaan pemantik mengenai persimpangan jalan (gokpenggoan) di sekitar lingkungan sekolah berhasil menghidupkan suasana diskusi. Siswa merasa antusias saat membaca bahan ajar karena istilah yang digunakan sangat familiar dengan keseharian mereka. Namun, berdasarkan observasi, terdapat kendala manajemen waktu di mana proses pembelajaran melebihi alokasi sebanyak 15 menit. Hal ini disebabkan oleh jumlah soal dalam LKPD yang terlalu banyak, sehingga siswa terfokus pada penyelesaian tugas daripada penguatan konsep. Data evaluasi pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata kelompok sebesar 80,2. Meskipun secara klasikal angka ini sudah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) 70, namun Kelompok 1 hanya memperoleh nilai 66. Rendahnya nilai pada kelompok tersebut disebabkan oleh kurangnya kolaborasi antaranggota dan adanya distraksi, seperti beberapa siswa laki-laki yang kurang fokus dan sering meninggalkan kelas. Hasil Penelitian Siklus II Refleksi dari siklus I menjadi landasan perbaikan pada siklus II yang dilaksanakan pada 7 Juni 2025. Peneliti melakukan simplifikasi pada instrumen LKPD dan memperbaiki manajemen waktu agar lebih efisien. Materi dikembangkan pada hubungan antar-sudut yang terbentuk dari dua garis sejajar yang dipotong garis transversal. Pada siklus ini, antusiasme siswa meningkat secara signifikan. Meskipun dilaksanakan pada jam pelajaran terakhir (siang hari), interaksi di dalam kelas jauh lebih dinamis dibandingkan siklus sebelumnya. Perbaikan strategi guru dalam mengelola kelompok berhasil menghilangkan perilaku pasif siswa; tidak ditemukan lagi siswa yang tidur atau tidak fokus. Guru lebih efektif dalam memanfaatkan bahasa Madura untuk menjelaskan logika perhitungan sudut, sehingga siswa lebih berani bertanya dan berargumen dalam kelompoknya. Peningkatan kualitas proses ini berbanding lurus dengan hasil belajar. Nilai rata-rata kelompok pada siklus II meningkat menjadi 88, dengan tingkat ketuntasan mencapai 100%. Seluruh kelompok berhasil melampaui KKTP dengan rentang nilai yang lebih merata, menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi hubungan antar-sudut telah tercapai secara optimal. 60 BILANGAN – VOLUME. 3 NOMOR. 6, DESEMBER 2025 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Darul Ulum 5 Rebalas Menggunakan Etnomatematika dengan Bahasa Madura Pembahasan Peningkatan hasil belajar dari rata-rata 80,2 pada siklus I menjadi 88 pada siklus II membuktikan bahwa etnomatematika berbasis bahasa Madura merupakan strategi instruksional yang efektif. Penggunaan bahasa ibu sebagai pengantar dalam materi matematika berfungsi sebagai jembatan kognitif (cognitive scaffolding). Siswa tidak lagi merasa terasing dengan istilah matematika yang abstrak karena dialihbahasakan ke dalam dialek Rebalas yang memiliki kedekatan emosional dan semantik dengan kehidupan mereka. Secara teoretis, keberhasilan ini memperkuat pernyataan Zulkardi (2017) bahwa integrasi konteks budaya lokal dalam kurikulum dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan mental siswa. Fenomena siswa yang lebih aktif berdiskusi pada siklus II menunjukkan bahwa hambatan linguistik (language barrier) yang selama ini menjadi kendala dalam memahami Bahasa Indonesia baku dapat diatasi melalui pendekatan etnolinguistik. Temuan ini juga sejalan dengan penelitian Zayyadi (2022) yang menyatakan bahwa materi yang dikaitkan dengan realitas budaya siswa akan lebih mudah diinternalisasi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran matematika di daerah rural, seperti Desa Rebalas, sangat bergantung pada fleksibilitas guru dalam mengadaptasi bahasa pengantar. Ketuntasan hasil belajar yang mencapai 100% pada siklus II mengonfirmasi bahwa perbaikan manajerial (waktu dan jumlah soal) yang dipadukan dengan pendekatan budaya mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, nyaman, dan tidak tegang. Dengan demikian, penerapan etnomatematika berbasis bahasa Madura tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri siswa terhadap identitas budaya mereka sendiri. 5. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan McTaggart membuktikan bahwa penerapan etnomatematika berbasis bahasa Madura secara signifikan meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII B SMP Darul Ulum 5 Rebalas pada materi Garis dan Sudut. Peningkatan ini terlihat dari kenaikan nilai rata-rata kelompok, di mana pada Siklus I diperoleh rata-rata sebesar 80,2 dengan tingkat ketuntasan yang belum merata, kemudian meningkat menjadi 88 pada Siklus II dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 100%. Penggunaan bahasa Madura dialek Rebalas terbukti efektif sebagai jembatan kognitif yang mempermudah pemahaman istilah matematika formal melalui bahasa sehari-hari. Selain peningkatan prestasi akademik, pendekatan ini juga berhasil membangkitkan antusiasme, 61 BILANGAN – VOLUME. 3 NOMOR. 6, DESEMBER 2025 e-ISSN : 3032-7113; p-ISSN : 3032-6389, Hal. 56-64 partisipasi aktif, dan kerja sama siswa dalam pembelajaran meskipun dilaksanakan pada jam pelajaran terakhir. Saran Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: Bagi Siswa: Hendaknya terus memanfaatkan bahasa ibu sebagai alat bantu untuk memahami konsep-konsep abstrak dan meningkatkan kolaborasi dalam kelompok guna mengoptimalkan hasil belajar secara kolektif. Bagi Guru: Disarankan untuk mempertahankan integrasi kearifan lokal dan bahasa daerah dalam pembelajaran sebagai strategi inovatif untuk menurunkan hambatan belajar siswa (language barrier), serta rutin melakukan refleksi terhadap manajemen waktu dan metode pengajaran. Bagi Peneliti Selanjutnya: Perlu dilakukan pengembangan penelitian dengan cakupan yang lebih luas, baik pada materi matematika lain maupun pada tingkat kelas yang berbeda, serta melakukan kolaborasi lintas disiplin (bahasa dan budaya) untuk memperkaya modul ajar berbasis kearifan lokal. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas selesainya penelitian ini. Artikel ini merupakan bagian dari skripsi penulis yang dapat diselesaikan berkat dukungan berbagai pihak. Penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Rektor Universitas PGRI Wiranegara, Dekan Fakultas Pendidikan dan Psikologi, serta Ketua Program Studi Pendidikan Matematika atas fasilitas dan dukungan administratif yang diberikan. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Ibu Dr. Andika Setyo Budi Lestari, M.Pd., dan Ibu Ani Afifah, M.Pd., selaku dosen pembimbing atas arahan dan bimbingan intelektualnya. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Kepala SMP Darul Ulum 5 Rebalas serta siswa-siswi kelas VII B atas izin dan partisipasinya dalam penelitian ini. Terakhir, terima kasih mendalam penulis sampaikan kepada suami, orang tua, keluarga, dan rekan-rekan sejawat yang telah memberikan doa serta motivasi selama proses penyusunan naskah. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bermanfaat bagi literasi pendidikan matematika berbasis kearifan lokal. 62 BILANGAN – VOLUME. 3 NOMOR. 6, DESEMBER 2025 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Darul Ulum 5 Rebalas Menggunakan Etnomatematika dengan Bahasa Madura DAFTAR REFERENSI Ambarura, P. (2025). Metode penulisan penelitian tindakan kelas dan sekolah: Teori, metodologi, dan penyusunan proposal. Widina Media Utama. Arikunto, S. (2010). Penelitian tindakan kelas. PT Bumi Aksara. D’Ambrosio, U. (2001). What is ethnomathematics, and how can it help children in schools? Teaching Children Mathematics, 7(6), 308–310. https://doi.org/10.5951/TCM.7.6.0308 Dliyaul Laudza’, D. (2024). Pengaruh model pembelajaran inkuiri berbasis etnomatematika terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV UPTD Sendang Loak. JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan, 8(2), 436–444. https://doi.org/10.26858/jkp.v8i2.58664 Febriana, I., Amrizal, A., Riskiyana, N., Gaol, M. K. L., Hutapea, N. P. A., Ginting, H. P. O., & Nasution, Z. F. (2025). Strategi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal untuk siswa SD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 7696–7700. Halimah, S. (2022). Analisis pengaruh observasi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(1), 34–42. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpp/article/view/1234 Hamdani, H. (2020). Evaluasi hasil belajar dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 67–75. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpk/article/view/6783 Hasanah, H., Setiawati, E., & Nurhayani, I. (2022). Afiksasi verba bahasa Madura dialek Pamekasan berdasarkan perspektif derivasi dan infleksi. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(3), 557–588. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i3.472 Hidayati, N. (2022). Pengaruh metode pembelajaran aktif terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 67–75. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpp/article/view/12348 Ismail, R. Y. (2023). Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk menumbuhkembangkan sikap percaya diri peserta didik pada muatan pelajaran IPA kelas V SDN Mangkura IV Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(3), 1227–1233. https://doi.org/10.70713/pjp.v3i3.52677 Lestantun, A. (2024). Evaluasi hasil belajar siswa dalam pengelolaan proses pembelajaran. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Arsitektur Inovasi, 2(5), 252–262. https://doi.org/10.54371/jiepp.v5i2.994 Mawaddah, S., Suryaning, D., & Widiastuti, W. (2025). Aktivitas etnomatematika pada tradisi puru timbu masyarakat suku Mbojo. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial, 6(2), 58–67. https://doi.org/10.53299/diksi.v6i2.1534 Nursanti, Y. B., Saputra, B. A., & Gibran, G. K. (2024). Systematic literature review: Efektivitas penerapan pendekatan etnomatematika dalam pembelajaran matematika. Journal Education and Development, 12(3), 107–113. https://doi.org/10.37081/ed.v12i3.6367 63 BILANGAN – VOLUME. 3 NOMOR. 6, DESEMBER 2025 e-ISSN : 3032-7113; p-ISSN : 3032-6389, Hal. 56-64 Permana, W. H. (2019). Etnomatematika: Aplikasi bangun datar dan peluang pada permainan tradisional kebudayaan Korea Selatan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Terpadu (JPPT), 1(2), 138–150. Prabowo, A. (2022). Evaluasi pembelajaran melalui refleksi dalam penelitian tindakan kelas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(1), 78–85. Prasetyo, E. (2022). Etnomatematika dan pelestarian budaya lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(3), 150–158. https://doi.org/10.1234/jpk.v7i3.7890 Purwanto, P. (2020). Peningkatan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi dengan menggunakan metode pemodelan pada siswa MTs Negeri 4 Bantul. Jurnal Tarbiyah dan Keagamaan, 7(2), 123–134. https://doi.org/10.14421/jpm.2020.51-04 Rabudin, A. (2020). Konsep hasil belajar dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(1), 45–52. https://doi.org/10.1234/jpk.v7i1.6782 Riduwan. (2018). Dasar-dasar statistika (Edisi revisi). Alfabeta. Rohmah, S., & Himaya, R. (2024). Ragam bahasa Madura dalam konteks pendidikan. Jurnal Linguistik dan Pendidikan, 5(2), 112–120. https://doi.org/10.1234/jlp.v5i2.2345 Rukminingsih, Adnan, G., & Latief, M. A. (2020). Metode penelitian pendidikan: Penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, dan penelitian tindakan kelas. Erhaka Utama. Sari, & Hidayati, N. (2021). Pentingnya refleksi dalam penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 112– 120. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpk/article/view/6781 Sari, & Rahman, A. (2021). Peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 112–120. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpk/article/view/6789 Sari, R., & Prasetyo, E. (2021). Peran lingkungan belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(3), 150–158. Saviraningrum, W. (2023). Eksplorasi etnomatematika pada Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Lebesgue: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika, 4(2), 748–763. https://doi.org/10.46306/lb.v4i2.281 Setiawan, A., Nugroho, W., & Widyaningtyas, D. (2022). Pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VI SDN 1 Gamping. TANGGAP: Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Dasar, 2(2), 92–109. https://doi.org/10.55933/tjripd.v2i2.373 Sudaryono, A. (2018). Ketuntasan belajar dan pengaruhnya terhadap pencapaian kompetensi. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 9(1), 23–30. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpp/article/view/12349 Sukardi, A., & Lestari, R. (2021). Peran observer dalam penelitian tindakan kelas: Studi kasus di sekolah menengah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 8(2), 89–97. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpp/article/view/6780 Wulandari, W., & Wang, L. (2022). Pengembangan e-modul keterampilan teks laporan hasil observasi berbasis model discovery learning. Jurnal Pendekar, 9(2), 45–58. https://doi.org/10.31764/pendekar.v5i2.9404 Xavrius, A. (2017). Warisan budaya Indonesia: Pengakuan UNESCO. Jurnal Warisan Budaya, 3(1), 15–25. https://doi.org/10.1234/jwb.v3i1.1234 64 BILANGAN – VOLUME. 3 NOMOR. 6, DESEMBER 2025