LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Juni 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || PENERAPAN PEMBELAJARAN TEKS DESKRIPSI BERBASIS KONSTRUKTIVISME PROGRAM (BAHTERA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SINOPSIS Yuvita Christianningrum 1. Sutardi 2. Ida Sukowati 3 *1-3 Universistas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 yuvitachristianningrum@yahoo. 2 sutardi@unisda. 3 idasukowati@unisda. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis sinopsis pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sungelebak, yang disebabkan oleh kurangnya penerapan metode pembelajaran yang efektif dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran teks deskripsi berbasis konstruktivisme melalui program Baca. Hafal, dan Terapkan (BAHTERA) serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan menulis sinopsis Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes kemampuan menulis, serta dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teks deskripsi berbasis konstruktivisme melalui program BAHTERA secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami isi teks deskripsi, mengidentifikasi gagasan utama, serta menyusun sinopsis dengan baik. Kata kunci: Pembelajaran Teks Deskripsi. Konstruktivisme. Program BAHTERA. Menulis Sinopsis. Sekolah Dasar. ABSTRACT This research is motivated by the low ability of fourth-grade elementary Sungelebak school students to write synopses, which is caused by the lack of offective and meaningful learning methods. The purpose of this study is to describe the implementation of descriptive text learning based on constructivism through the Read. Memorize, and Apply (BAHTERA) program and to analyze its effectiveness in improving studentsAo synopsis writing skills. This research employs a classroom Action Research method consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observations, interviews, writing skill tests, and documentation during the learning process. The results show that descriptive text learning based on constructivism through the BAHTERA program significantly improves studentsAo ability to comprehend descriptive texts, identify main ideas, and write well-structured synopses. Kata Kunci: Descriptive Text Learning. Constructivism. BAHTERA program. Synopsis Writing. Elementary School. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Keterampilan literasi menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran di sekolah Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan kemampuan memahami, menganalisis dan menyampaikan informasi secara Salah satu bentuk teks yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar adalah teks deskripsi. Teks ini tidak hanya melatih siswa untuk mengungkapkan pengamatan mereka secara rinci, tetapi juga menjadi dasar dalam pengembangan keterampilan menulis lainnya, seperti menulis sinopsis. Metode pembelajaran yang diterapkan masih didominasi oleh metode ceramah dan penugasan, dengan minimnya aktivitas kreatif yang melibatkan siswa secara aktif. Guru https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. cenderung berfokus pada pencapaian target kurikulum tanpa memberikan ruang yang cukup untuk eksplorasi atau diskusi mendalam. Penggunaan media pembelajaran yang digunakan terbatas pada buku teks dan LKS (Lembar Kerja Sisw. , tanpa adanya variasi yang mendukung pembelajaran literasi berbasis pengalaman atau pendekatan konstruktivisme. Teori linguistik dan bahasa Halliday . , penggunaan bahasa dalam teks deskripsi terkait dengan fungsi interpersonal . enciptakan hubungan dengan pembac. , tekstual . embentuk struktur tek. , dan ideational . engungkapkan ide atau informas. Teori GenreBased Approach (GBA), menekankan pengenalan struktur teks, praktik penulisan secara kolaboratif, hingga produksi teks deskripsi secara mandiri. Menurut Departemen Pendidikan Nasional . , teks deskripsi adalah teks yang berfungsi untuk menggambarkan sesuatu dengan jelas, agar pembaca atau pendengar dapat membayangkan objek atau peristiwa yang sedang dideskripsikan. Pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran berakar pada teori psikologi yang mengemukakan bahwa pengetahuan dibangun oleh individu melalui pengalaman dan interaksi sosial (Piaget, 1970. Vygotsky, 1. menekankan bahwa pembelajaran lebih efektif dan bermakna ketika siswa dapat berinteraksi dengan masalah atau konsep. Siswa dituntut terus aktif dalam menambah pengetahuannya, merangsang siswa mengembangkan pemikiran dan mampu membuat kerangka pengertian yang berbeda sesuai pemikiran yang berbeda pula. Pembelajaran teks deskripsi dengan pendekatan konstruktivisme mengutamakan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan mereka. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya diberikan informasi tentang cara menulis teks deskripsi, tetapi mereka diberi kesempatan untuk melakukan pengamatan langsung terhadap objek atau tempat yang akan mereka Program BAHTERA adalah strategi pembelajaran berbasis literasi yang diterapkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, memahami, dan menulis teks deskripsi. Tujuan penerapan yang dilakukan berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis, kemampuan mengingat dan mengerti makna, arti hingga mengucapkan ada perubahan perilaku dan pembentukan karakter yang baik. Kenyataannya konsep yang disajikan dan dilaksanakan berbasis konstruktivisme menjadi strategi efektif, memotivasi siswa aktif dan bernalar kritis. melalui program AoBahteraAy situasi nyata mengubah kata, ucapan dan perilaku yang memiliki arti dan makna yang baik. METODE Dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, penelitian ini mengikuti model Kemmis dan Mc Taggart, dengan tahapan sebagai berikut: Perencanaan: Guru merancang pembelajaran berbasis BAHTERA dan menyiapkan materi serta media. Pelaksanaan: Guru melaksanakan pembelajaran sesuai rencana, mengintegrasikan pendekatan konstruktivisme. Pengamatan: Aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran diamati untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif. Refleksi: Evaluasi hasil pembelajaran untuk menentukan langkah perbaikan pada siklus Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Hasil Refleksi Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Hasil Pembelajaran Gambar 1 Model PTK Lokasi penelitian di SD Negeri Sungelebak Lamongan pada Semester genap Tahun Ajaran 2024/2025, selama dua bulan, dengan dua siklus pembelajaran. Subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri Sungelebak yang berjumlah 20 siswa, subjek ini dipilih karena memiliki kemampuan literasi yang beragam, sehingga sesuai untuk menguji efektivitas pendekatan konstruktivisme melalui program BAHTERA. Instrumen penelitian yang dipersiapkan adalah sebagai berikut: Lembar observasi, untuk mencatat aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. Tes Tertulis, untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi. Angket, untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap program BAHTERA. Wawancara, untuk menggali pendapat guru dan siswa mengenai proses pembelajaran. Dokumentasi, foto dan video aktivitas pembelajaran sebagai data pendukung. Prosedur penelitian dilakukan dua tahap, di antaranya sebagai berikut: Siklus I Perencanaan: Guru merancang pembelajaran dengan program BAHTERA Pelaksanaan: Guru membimbing siswa membaca, menghafal dan menulis teks deskripsi Pengamatan: Mengamati respon siswa dan proses pembelajaran Refleksi: Menganalisis hasil untuk perbaikan pada siklus berikutnya Siklus II Perencanaan: Memperbaiki rencana pembelajaran berdasarkan refleksi siklus I Pelaksanaan: Melakukan pembelajaran dengan pendekatan yang telah diperbaiki Pengamatan: Mengamati peningkatan kemampuan siswa Refleksi: Meningkatkan keberhasilan pembelajaran HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran teks deskripsi berbasis konstruktivisme melalui program BAHTERA efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis sinopsis siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sungelebak. Program ini memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Hasil Gambar 1 Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa Setelah Metode BAHTERA Respon siswa terhadap program BAHTERA secara umum sangat positif. Sebagian besar siswa merasa bahwa program ini membantu mereka memahami struktur teks deskripsi dan menyusun sinopsis dengan lebih mudah. Hal ini didukung oleh hasil angket yang menunjukkan 87% siswa merasa terbantu dengan metode ini. Tabel 1 Hasil Respon Peserta Didik No. Uraian Siswa Siap menyimak dan mendengarkan penjelasan Guru. Siswa pembelajaran ini sebelumnya. Guru mengajar dengan tertib Guru Ruang kelas yang nyaman mendukung Guru menjelaskan tujuan pembelajaran teks deskripsi Siswa penjelasan dan perintah Guru. Materi yang disampaikan menarik. STS Skor Guru menggunakan media ajar untuk mempermudah proses pemahaman Guru memberikan respon positif disetiap Siswa bersemangat dalam pembelajaran Siswa aktif dan kreatif dalam memberikan umpan balik Guru memberikan pujian pada siswa Siswa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Guru. Guru mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan Guru kreatif dalam memberikan semangat ice breaking di sela waktu belajar Hasil Respon Peserta Didik Total Skor = 971 ycNycuycycayco ycyyceycuycnycoycaycnycaycuO ycIycoycuyc ycNycuycycayco = (Skor Jawaban Responde. Skor rata- rata = Total skor yang diperoleh Jumlah Responden x jumlah Pertanyaan Kriteria Tingkat Keberhasilan mencapai 2,56 dari 20 responden yang menjawab 13 pertanyaan, dan total skor yang diperoleh dari semua responden adalah 1000. Skor Rata-rata = X 13 = 1000/ 300 = 2, 56 Karena skor rata-rata berada dalam rentang 2,51 - 3, 25, maka program cukup berjalan baik dan cukup efektif. Tabel 2 Hasil Belajar Peserta Didik SKOR Nama 6 7 8 9 KET AIT 1 1 1 1 ANC 1 1 1 1 CAS 1 1 1 1 1 1 0 1 DSR 1 1 0 1 DRH 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 EPR 0 1 1 1 EKP 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 HDS 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 MZH 1 1 1 0 SFK 0 1 0 1 VOF 1 1 1 1 Perolehan hasil belajar dalam penghitungan persentase, dilihat dari Ketuntasan Klasikal Oc ycycnycycyca ycycaycuyci ycycycuycycayc ycayceycoycaycycayc Oc ycycnycycyca ycu 100% ycu 100% =100 % Pembahasan Pembahasan ini mencakup hubungan antara temuan penelitian dengan tujuan penelitian, teori yang mendasari, dan relevansi program BAHTERA terhadap pembelajaran teks deskripsi berbasis konsruktivisme dan tindak lanjut penerapan menulis sinopsis. Setelah peneliti melakukan penelitian dan pengumpulan data dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi maka selanjutnya peneliti akan melakukan analisis. Data yang diperoleh dan dipaparkan oleh peneliti akan di analisis oleh peneliti sesuai dengan hasil penelitian yang mengacu pada fokus penelitian. SIMPULAN Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya persentasi penerapan pendekatan konstruktivisme dengan rentan perolehan 81% hingga 100% yang termasuk pada klasifikasi sangat baik. Sedangkan pemahaman teks deskripsi dengan hasil perolehan 86% yang termasuk pada klasifikasi baik, menunjukkan capaian keberhasilan penerapan program BAHTERA mampu meningkatkan keterampilan menulis sinopsis kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sungelebak. Implikasi teoritik dalam penelitian ini menunjukkan bagaimana hasil penelitian memberikan kontribusi terhadap teori yang sudah ada, memperkuat konsep pembelajaran berbasis konstruktivisme, serta memperkaya kajian dalam bidang pendidikan bahasa, khususnya dalam pengajaran teks deskripsi dan kemampuan menulis sinopsis. Kontribusi penelitian yang mampu memberikan pengembangan teori pembelajaran bahasa, khususnya dalam penerapan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran teks deskriptif di Sekolah Dasar. DAFTAR PUSTAKA