Volume 7 Nomor 2 . Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research e-ISSN: 2774-227X Pengaruh Edukasi Berbasis Video Tentang Relaksasi Nafas dalam Terhadap Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester i Di Puskesmaas Depok II Chindy Dwi FatikasariA. Zesika Intan NaveliaA. Riska Ismawati HakimA Mahasiswa Kebidanan. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Dosen Kebidanan. STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Indonesia Corresponding author: Chindy Dwi Fatikasari Email: fatikasarichindydwi@gmail. ABSTRACT Anxiety is one of the causes of prolonged labor and fetal death. Globally, 3. 6% . and 4% . suffer from anxiety disorders and depression, respectively. The World Health Organization in 2020 reported that anxiety levels during pregnancy ranged from 8-10%, and increased to 12% approaching delivery (WHO, 2. The incidence of anxiety in pregnant women in Indonesia reached 373,000, of which 107,000 or 28. 7% were experiencing moderate anxiety in pregnant women approaching delivery. Based on a preliminary study, data were obtained from 57 pregnant women in their third trimester. The results of interviews with pregnant women in their third trimester showed that 9 out of 11 pregnant women experienced anxiety. To determine the effect of educational videos about deep breathing relaxation on anxiety in facing childbirth in pregnant women in their third trimester. This study used a quasi-experimental study with a one-group pretest and posttest. Sampling was carried out using purposive sampling with a sample size of 36 respondents. The instruments used were questionnaires and video media. Data analysis used normality test and Wilcoxon test. The average anxiety before . and the average anxiety after the intervention . The Wilcoxon test to see the effect before and after the intervention of providing educational videos about deep breathing relaxation with a p-value of 0. < 0. 05 which indicates Ha is accepted and H0 is rejected. Educational videos about deep breathing relaxation are considered effective in reducing anxiety facing childbirth in pregnant women in the third trimester at the Depok II Health Center. Keywords: Pregnant Women. Anxiety. Deep Breathing Relaxation. Educational Videos PENDAHULUAN World Health Organization tahun 2020 melaporkan bahwa tingkat kecemasan selama kehamilan berada pada kisaran 8Ae10%, dan meningkat menjadi 12% menjelang persalinan. negara berkembang, angka kematian ibu diperkirakan antara 100. 000 hingga lebih dari 1. per kelahiran, sedangkan di negara maju berada pada kisaran 7Ae15 per 100. 000 kelahiran hidup. Secara global, gangguan kecemasan dialami oleh sekitar 3,6% populasi dunia . juta jiw. dan depresi oleh sekitar 4,4% populasi dunia . juta jiw. , dengan prevalensi tertinggi terjadi pada Prevalensi terendah tercatat 2,6% pada pria di wilayah Pasifik Barat, sementara tertinggi 7,7% pada perempuan di Amerika. Di Indonesia, angka kejadian kecemasan pada ibu hamil mencapai 373. 000 kasus. Dari jumlah tersebut, 28,7% di antaranya dialami ibu hamil menjelang persalinan. Berdasarkan jenis kelamin, gangguan kecemasan lebih banyak dialami perempuan . ,1%) dibanding laki-laki . ,6%), sehingga dapat disimpulkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional dengan gejala depresi dan kecemasan sebesar 6% atau sekitar 37. 728 orang. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor sosial, psikologis, biologis, ekonomi, dan lingkungan. Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR Data Dinas Kesehatan Provinsi DIY tahun 2022 menunjukkan bahwa angka kematian ibu (AKI) di daerah ini termasuk salah satu yang terendah di Indonesia, yaitu 43 per 100. kelahiran hidup, jauh di bawah angka nasional sebesar 189 per 100. 000 kelahiran hidup. Namun, pada tahun 2023. Kabupaten Sleman mencatat AKI tertinggi di wilayah DIY, yaitu sebesar 58,39 per 100. 000 kelahiran hidup, sebelumnya yang mencapai 91,61 per 100. kelahiran hidup. Audit Maternal Perinatal tahun 2023 di Sleman menunjukkan bahwa dari tujuh kematian ibu, empat di antaranya tidak mengalami keterlambatan penanganan, sedangkan tiga lainnya terlambat mendapatkan penanganan di tempat Salah satu strategi Puskesmas Depok II untuk menurunkan angka kecemasan dan meningkatkan kesehatan ibu hamil adalah dengan mengadakan kelas ibu hamil satu kali setiap bulan, memberikan layanan konsultasi psikologi, serta melaksanakan kegiatan Posbinaan Darbin secara mobile setiap tiga bulan sekali. Edukasi juga diberikan melalui leaflet, poster, booklet, dan media digital seperti Instagram dan WhatsApp sebagai bagian dari program inovasi kesehatan. Kehamilan merupakan peristiwa penting yang disertai perubahan fisik dan psikologis yang Pada trimester i, perubahan ini dapat memicu kecemasan, terutama terkait proses persalinan dan keselamatan bayi. Kecemasan berkontribusi sekitar 5% terhadap kematian ibu di Indonesia. Secara fisiologis, meningkatnya hormon progesteron dan adrenalin pada trimester akhir menyebabkan perubahan suasana hati, mudah lelah, dan ketegangan otot. Kondisi ini meningkatkan risiko perdarahan antepartum, preeklampsia, gangguan irama jantung, dan bahkan kematian janin. Gejala kecemasan pada trimester i meliputi gelisah, pusing, jantung berdebar, tremor, dan kesulitan berkonsentrasi. Faktor pemicu kecemasan antara lain rasa takut terhadap nyeri tidaknormal, dan pengalaman buruk yang didengar dari orang lain. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat memicu kontraksi prematur, keguguran, depresi, dan peningkatan tekanan darah yang berisiko menyebabkan preeklampsia. Kementerian Kesehatan mengurangi kecemasan pada ibu hamil, salah satunya melalui pemberdayaan keluarga dan Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah memberikan edukasi dengan media video tentang teknik relaksasi pada kelas ibu hamil. Media edukasi menjadi sarana penting dalam pendidikan kesehatan karena dapat menyampaikan pesan secara jelas, menarik, dan mudah dipahami. Media audio-visual, seperti video, terbukti efektif karena memungkinkan sasaran melihat dan mendengar langsung informasi yang diberikan, sehingga lebih mudah diingat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam, meditasi, dan visualisasi positif, dapat mengurangi tingkat kecemasan pada berbagai kondisi medis. Teknik ini membantu individu mengendalikan respons stres, menurunkan ketegangan otot, dan meningkatkan rasa Meskipun demikian, penerapan teknik relaksasi pada ibu hamil menjelang persalinan masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui . Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Depok II pada Februari 2025 mencatat adanya 57 ibu hamil trimester i yang melakukan kunjungan ulang. Dari 11 ibu hamil yang diwawancarai, sembilan di antaranya mengaku merasa khawatir menghadapi persalinan, sedangkan dua lainnya merasa siap karena sudah memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya. Mayoritas ibu belum mengetahui teknik relaksasi dan menyatakan kecemasan mereka dipicu cerita komplikasi persalinan dari orang sekitar. Semua responden menyatakan kemungkinan akan melakukan jalan pagi menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL) sebagai persiapan persalinan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kecemasan pada ibu hamil trimester i masih cukup tinggi, terutama pada primigravida. Rendahnya pengetahuan tentang teknik relaksasi dan tingginya rasa takut terhadap komplikasi persalinan menjadi faktor utama penyebab kecemasan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik relaksasi dengan media video terhadap penurunan kecemasan pada ibu hamil trimester i dalam menghadapi persalinan. Sebuah studi pendahuluan terhadap 11 ibu hamil di trimester ketiga menunjukkan bahwa 9 ibu mengalami kecemasan sebelum persalinan. Hal ini memberikan latar belakang penting untuk mengkaji efektivitas media edukasi berbasis video, terutama yang melibatkan teknik relaksasi napas dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan video edukasi tentang reknik rekaksasi nafas dalam terhadap kecemasan persalinan pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Depok II METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuasieksperimental dengan pendekatan one-group pretestposttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2025 di Puskesmas Depok II. Sleman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester i . sia kehamilan 28Ae40 mingg. yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC) di Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR Puskesmas Depok II selama periode penelitian. tingkat kecemasan pada ibu nulipara ini sejalan dengan Besar sampel yang digunakan adalah 36 responden penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa yang memenuhi kriteria inklusi: pengalaman persalinan yang belum pernah dialami menjadi salah satu faktor risiko utama kecemasan Ibu hamil trimester i yang sehat secara fisik dan mental. Tidak mengalami komplikasi kehamilan seperti Hasil Pretest dan Posttest Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan preeklampsia atau perdarahan. Dapat berkomunikasi dengan baik, instrumen yang telah divalidasi menunjukkan bahwa Bersedia dengan rata-rata skor kecemasan sebelum diberikan intervensi menandatangani lembar persetujuan . adalah 29,11 yang mengindikasikan adanya Kriteria eksklusi meliputi: ibu hamil dengan tingkat kecemasan sedang hingga tinggi pada sebagian riwayat gangguan mental berat, mengalami besar responden. Setelah diberikan intervensi berupa kelelahan berlebihan, atau tidak dapat mengikuti video edukasi yang berisi panduan teknik relaksasi intervensi secara penuh. Teknik pengambilan pernapasan dalam, rata-rata skor kecemasan menurun sampel yang digunakan adalah purposive sampling, menjadi 22,47 pada pengukuran pasca intervensi yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria . Penurunan skor ini mencerminkan adanya tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. perbaikan kondisi emosional responden, di mana rasa Pengukuran dilakukan tegang, khawatir, dan gejala fisik kecemasan seperti menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale jantung berdebar dan napas cepat menjadi berkurang. (HARS) yang telah dimodifikasi sesuai konteks ibu Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Skala ini terdiri dari 14 item yang mengukur Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 . < gejala kecemasan fisik dan psikis, dengan skor total 0,. , yang berarti secara statistik terdapat perbedaan berkisar 0Ae56. Skor yang lebih tinggi menunjukkan signifikan antara skor kecemasan sebelum dan sesudah tingkat kecemasan yang lebih tinggi, selain itu intervensi. Dengan kata lain, pemberian edukasi dalam penelitian ini dilakukan edukasi video melalui media video terbukti memberikan pengaruh tentang teknik relaksasi napas dalam. Normalitas nyata dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu diuji menggunakan uji Shapiro-Wilk, dan analisis hamil trimester i yang menjadi responden penelitian data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon karena ini. distribusi data yang tidak normal. Penelitian ini Diskusi telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Temuan penelitian ini mendukung hasil Etik STIKES Guna Bangsa. Semua responden penelitian Kristianti dkk. dan Romauli dkk. diberikan penjelasan tentang tujuan, manfaat, dan . , yang menunjukkan bahwa penggunaan media prosedur penelitian, serta dijamin kerahasiaan audiovisual efektif dalam menurunkan tingkat identitas dan data. kecemasan menjelang persalinan. Media audiovisual, seperti video edukasi, memiliki keunggulan karena mampu menggabungkan elemen visual dan auditori HASIL DAN PEMBAHASAN secara bersamaan. Kombinasi ini memudahkan responden memahami materi, memvisualisasikan Karakteristik Responden Berdasarkan hasil analisis data, mayoritas teknik yang diajarkan, serta menirukan gerakan atau responden dalam penelitian ini berada pada rentang instruksi dengan lebih tepat dibandingkan metode yang hanya mengandalkan usia 20Ae35 tahun, yang termasuk kategori usia penyuluhan konvensional . Efektivitas intervensi ini juga reproduktif sehat. Rentang usia ini umumnya dikaitkan dengan kesiapan fisik dan mental yang lebih baik dalam menghadapi kehamilan dan . englihatan Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan menengah, seperti lulusan SMA pendengara. akan lebih mudah diingat dan dipahami. atau sederajat. Pendidikan menengah dapat Video edukasi yang digunakan dalam penelitian ini mempengaruhi cara ibu dalam menerima dan menampilkan demonstrasi teknik relaksasi pernapasan mengolah informasi terkait kesehatan kehamilan, dalam secara bertahap, dimulai dari penjelasan termasuk pemahaman terhadap teknik relaksasi manfaat, posisi tubuh yang benar, hingga panduan ritme pernapasan. Hal ini memberikan gambaran yang diberikan. Dari segi paritas, sebagian besar responden konkret bagi adalah ibu nulipara atau belum pernah melahirkan Kondisi ini dapat mempengaruhi Selain itu, teknik relaksasi pernapasan dalam tingkat kecemasan karena ibu yang baru pertama memiliki landasan fisiologis yang kuat dalam kali menghadapi persalinan biasanya belum Menurut Nurbaiti dkk. memiliki pengalaman langsung, sehingga rentan merasa khawatir terhadap kemungkinan nyeri, pernapasan dalam dapat mengaktifkan sistem saraf komplikasi, dan keselamatan bayi. Tingginya parasimpatis, menurunkan detak jantung, meredakan Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR No ketegangan otot, dan mengurangi produksi hormon Tabel 2. Karakteristik Kecemasan Responden stres seperti kortisol. Pada ibu hamil, kondisi ini (Posttes. Karakteris Kecemasan (Posttes. tidak hanya mengurangi rasa cemas, tetapi juga Ringan Sedang Berat Panik membantu mempersiapkan tubuh untuk persalinan Responden yang lebih lancar. Umur Khusus pada responden nulipara, video < 20 tahun 20-35 tahun edukasi ini dapat berperan sebagai sarana Jumlah Pekerjaan pemberdayaan psikologis. Dengan memahami proses relaksasi, mereka merasa memiliki kontrol Bekerja Tidak lebih terhadap respon tubuhnya, sehingga rasa Bekerja takut terhadap hal- hal yang tidak pasti selama Jumlah Pendidikan persalinan dapat berkurang. Meskipun demikian, faktor eksternal seperti SMA dukungan keluarga, pengalaman sebelumnya dalam SMP Jumlah mengikuti kelas ibu hamil, dan kondisi kesehatan Paritas secara umum juga dapat mempengaruhi besar Nulipara kecilnya penurunan kecemasan. Oleh karena itu. Primipara Multipara pemberian intervensi edukasi berbasis video Jumlah sebaiknya dipadukan dengan dukungan sosial dan Sumber: Data Primer, 2025 komunikasi efektif antara tenaga kesehatan dan ibu hamil untuk memperoleh hasil yang optimal. Berdasarkan crosstab posttest diketahui bahwa responden yang mengalami kecemasan ringan dengan Tabel 1. Karakteristik Kecemasan Responden nilai tertinggi pada kelompok umur 20-35 tahun (Pretes. sebanyak 19 orang, pada ibu yang bekerja sebanyak 13 Karakteris Kecemasan (Pretes. orang, lalu pada Tingkat Pendidikan perguruan tinggi Ringan Sedang Berat Panik sebanyak 9 orang dan ibu nulipara sebanyak 9 orang. Responden Umur < 20 tahun 20-35 tahun Jumlah Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Jumlah Pendidikan SMA SMP Jumlah Paritas Nulipara Primipara Multipara Jumlah Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel di atas diketahui bah karakteristik ibu hamil trimester i Puskesmas Depok II sebagian besar umur antara 20-35 tahun berjumlah 35 orang . ,2%), status ibu yang bekerja berjumlah 24 orang . ,7%), tingkat pendidikan terakhir tamat SMA berjumlah 15 orang . ,7%) dan paritas nulipara berjumlah 21 orang . ,3%). Berdasarkan mcrosstab diketahui bahwa responden yang mengalami kecemasan berat pada umur 20-35 tahun sebanyak 16 orang. Ibu yang bekerja 9sebanyak 9 orang. Tingkat Pendidikan SMA dan SMP masing-masing 6 orang dan pada ibu nulipara 8 orang. Tabel 3. Pengaruh Video Edukasi tentang Relaksasi Nafas Dalam terhadap Kecemasan Menghadapi Persalinan pada Ibu Hamil TM i di Puskesmas Depok II Varabel Pengukuran Mean Sebelum (Pr. Sesudah (Pos. 29,11 10,005 Tingkat Kecemasan 22,47 6,430 Beda Mean P-Value 3,575 -4,035 0,000 Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan tabel 3 diperoleh beda mean kelompok intervensi antara kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester i sebelum dan sesudah diberikan video edukasi relaksasi nafas dalam sebesar 6,64 dan p-value 0,000 < 0,05, yang artinya Ha diterima yaitu terdapat pengaruh video edukasi tentang relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Depok II. SIMPULAN Pada penelitian ini menggunakan edukasi berbasis video edukasi tentang teknik relaksasi napas dalam dan terbukti efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan saat persalinan pada ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Depok II. Intervensi ini dapat menjadi alternatif intervensi edukasi nonfarmakologis dalam perawatan antenatal. Kemudian dapat dikatakan Copyright@2025. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR bahwa Ha(Hipotesis alternatif ) diterima dan . Asmalinda. Novita. , & Setiawati. dinilai efektif dalam menurunkan kecemasan . Optimalisasi Kesehatan Ibu Hamil pada ibu hamil trimester i. mengunakan Video E-Learning Relaksasi Autogenic pada Kelas Ibu Hamil. Journal of Community Engagement in Health, 4. UCAPAN TERIMAKASIH