Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN KINEMASTER APLICATION PADA KURIKULUM MERDEKA UNTUK KELAS IV SD Estuhono1. Muhammad Subhan2. Sindi Sapitri3 Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Dharmas Indonesia e-mail: 1903011121@undhari. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dikelas IV SD khususnya pada mata pelajaran IPAS yang disebabkan oleh guru belum memiliki bahan ajar seperti video pembelajaran sehingga proses pembelajaran hanya berlangsung dengan menggunakan buku guru dan buku siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan media video pembelajan yang valid, praktis dan Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu Analyze (Analisi. Design (Perancanga. Development (Pengembanga. Implementation (Implementas. Evaluation (Evaluas. Hasil penelitian validasi oleh tiga validator mempunyai skor rata-rata 87 dengan kategori sangan valid. Hasil penelitian praktikalitas video pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik kelas IV SD mempunyai skor rata-rata 95,5 dengan kategori sangat praktis. Hasil efektifitas yang dilakukan oleh seluruh peserta didik kelas IV SD memperoleh persentase kelulusan 93,1 dengan kategori sangat efektif. Maka, kesimpulan dari penelitian ini adalah pengembangan video pebelajaran menggunakan Kinemaster Aplication mempunyai kriteria valid, praktis, dan efektif. Kata kunci: Video Pembelajaran. Pengembangan. Aplikasi Kinemaster ABSTRACT The background of this research is the low learning outcomes of students in class IV SD, especially in science subjects, which is caused by the teacher not having teaching materials such as learning videos so that the learning process only takes place using the teacher's book and student's book. The purpose of this research is to produce learning video media that is valid, practical and effective. This research is a development research using the ADDIE model. This research was conducted in several stages, namely Analyze. Design. Development. Implementation. Evaluation. The results of validation research by three validators have an average score of 87 with a very valid category. The results of research on the practicality of learning videos conducted by teachers and students in grade IV SD have an average score of 95. 5 in the very practical category. The effectiveness results carried out by all fourth grade elementary school students obtained a passing percentage of 93. 1 in the very effective category. So, the conclusion of this study is that the development of learning videos using the Kinemaster Application has valid, practical, and effective criteria. Keywords : Learning Video. Development. Kinemaster Application PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kegiatan yang sudah di rencakana dan bukan asal asalan, dengan pendidikan peserta didik dapat mengembagkan minat, bakat yang di milikinya, sehingga dapat memberikan sebuah hasil dalam proses belajar mengajar sesuai dengan yang di harapkan dan juga dapat memberikan pertolongan kepada seseorang agar dapat membuat seseorang tersebut lebih cerdas dan pintar . , serta menolong sesorang tersebut untuk membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik (Wastriami & Mudinillah, 2. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Ilmu hanya dapat di kembangkan dengan baik apabila di dasari dengan konsep yang matang dan kuat. Sebaliknya apabila konsep ilmu peserta didik tidak kuat dan tidak matang, tidak mungkin menerima perkembangan ilmu Salah satu sumber pendidik dalam membuat media pembelajaran sebagai panduan belajar dan peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, memecahkan masalah, aktif dan menemukan ide-ide yang baru (Estuhono et al. , n. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar yaitu alat pelajaran Media pembelajaran pada dasarnya merupakan https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 282 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. perangkat pembelajaran yang dapat membantu pendidik dalam menjelaskan berbagai materi Salah satu bentuk media yang saat ini banyak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran adalah media berbasis IT. Media yang memanfaatkan kecanggihan teknologi menawarkan banyak kelebihan, diantaranya meningkatkan dapat motivasi belajar, menarik perhatian peserta didik, memperjelas dan mempermudah konsep yang kompleks, serta menjadikan konsep abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Salah satu media yang dapat digunakan adalah video pembelajaran. Video merupakan salah satu media audio visual yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, melalui tayangan video peserta didik dapat terangsang baik dari segi visual melalui tampilan yang disajikan, maupun dari sisi audio melalui suara yang mengiringi. Melalui penggunaan media yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran maka tujuan Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk kualitas peserta pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan dan minat belajar peserta didik (Widiastuti & Putra, 2. Kinemaster merupakan aplikasi pengedit video yang mempunyai fitur yang sangat lengkap dan mudah digunakan. Kinemaster sangat mudah untuk digunakan yang mana bisa diakses melalui android, ios hal ini membuat kinemaster sangat fleksibel untuk Kelebihan lainya pada aplikasi kinemaster ini adalah banyaknya fitur yang bisa digunakan seperti merekam, transisi, teks, perekam suara memberi gambar, animasi, bahkan memberi efek suara seperti backsound (Darmono et al. , 2. Pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Ala. dalam kurikulum merdeka digabungkan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. dengan harapan dapat memicu anak untuk dapat mengelola lingkungan alam dan sosial dalam satu kesatuan (Sari & Faizin, 2. Pembelajaran IPAS di SD merupakan salah satu pembelajaran yang tergolong penting pada jenjang pendidikan sadar. Dijelaskan oleh (Mairina et al. , 2. Ilmu pengetahuan alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari mengenai gejala alam berupa fakta, konsep dan hukum yang telah teruji kebenarannya berdasarkan sebuah penelitian. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri 147/Vi Bogo Rejo, diketahui bahwa pembelajaran IPAS masih banyak yang kurang bisa memahami E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 materi, disaat peneliti melaksanakan PLP setiap materi IPAS beberapa peserta didik sulit dalam menerima materi tersebut apa lagi hanya dengan menjelaskan saja tanpa alat peraga atau media maupun benda konkret, ada beberapa peserta didik yang memang benar paham, ada juga sebagian yang belum memahami, pada saat peneliti melaksanakan PLP di SD Negeri 147/Vi Bogo Rejo khususnya pada kelas IV. Oleh karena itu peneliti melakukan pengembangan dengan cara memodifikasi media pembelajaran yang sebelumnya hanya berupa media cetak dalam bentuk gambar menjadi media video pembelajaran yang menarik. Media Video yang akan dikembangkan akan dibuat melalui sebuah aplikasi Kinemaster. Kinemaster ini merupakan aplikasi mobile yang secara khusus dirancang untuk membantu pengguna Android dan iOS untuk memodivikasi video dari video biasa menjadi video yang lebih menarik. Selain itu aplikasi ini juga memiliki kelebihan yaitu mudah digunakan, fitur yang menarik yang Pengembangan menciptakan media pembelajaran yang menarik dan dapat memudahkan peserta didik dalam belajar khususnya pada muatan pelajaran IPAS materi pengaruh gaya terhadap Pada media video pembelajaran ini nantinya akan di desain dengan menggunakan gambar-gambar yang menarik serta warnawarna cerah yang akan membuat peserta didik fokus kepada objek yang nantinya akan Diharapkan pembelajaran yang dikembangkan dapat membuat suasana belajar lebih menyenangkan dan peserta didik akan termotivasi dalam METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan R&D (Research and Developmen. dengan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Jenis data yang digunakan penulis yaitu data kuaitatif dan data kuantitatif. Pengembangan instrumen yang digunakan Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan analisis validitas, praktikalitas dan efektivitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian pada pengembangan ini, menyajikan data dan uji coba produk media video pembelajaran menggunakan Kinemaster Aplication pada kurikulum merdeka belajar https://ejournal. id/index. php/mp | 283 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. siswa kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo melalui beberapa tahap yaitu: A Hasil Tahap Analisis (Analyz. Analisis Kebutuhan yang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan peserta didik dalam proses pembelajaran pada pembelajaran IPAS kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo. Perlunya sebuah media yang dapat digunakan untuk memahami materi khususnya pada pembelajaran IPAS BAB 3 . opik A) pengaruh gaya. A Analisis Karakteristik Peserta didik Hasil analisis peserta didik di SDN 147/Vi Bogo Rejo kelas IV peserta didiknya berjumlah 31 orang yang terdiri dari 15 laiklaki dan 16 perempuan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan oleh peneliti, maka peneliti dapat menyimpulkan beberapa karakteristik peserta didik dalam belajar, yaitu peserta didik kurang memperhatikan guru saat mengajar Hal ini terlihat pada saat E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 pembelajaran dikelas bahwa peserta didik asyik mengobrol dengan temannya pada Hal ini dikarenakan tidak adanya media yang kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran hanya menggunakan buku tidak ada media lain. Analisis materi yang dipilih untuk pembelajaran ini adalah materi pengaruh gaya terhadap benda yang akan disajikan kembali oleh peneliti dalam bentuk produk atau pun media video, sangat diharapkan mampu membantu dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Maka dari itu dapat pembelajaran belum menggunakan media pembelajaran berupa video. Tahap Perancangan (Desig. Hasil tahap perancangan yang telah dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: Tabel 1. Kerangka Video Pembelajaran IPAS Pembuatan Cover Nama Judul video AuMata Pelajaran IPASAy Judul video AuBAB i Gaya Di Sekitar KitaAy Aplikasi AuKinemasterAy Sumber bahan : background dan Pembuatan materi pertama Judul pengertian gaya Pembuatan materi kedua Macam-macam https://ejournal. id/index. php/mp | 284 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Pembuatan materi ketiga Sifat gaya gesek Hasil Tahap Pengembangan (Developmen. Tahap pengembangan merupakan suatu tahapan lanjutan dari tahapan analisis dan tahapan perancangan, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Tujuan menghasilkan media video yang valid, praktis dan efektif. Tahap pengembangan merupakan suatu tahapan lanjutan dari tahapan analisis dan tahapan perancangan, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Tujuan menghasilkan media video yang valid, praktis dan efektif. Pada tahap ini media video pembelajaran akan divalidasi oleh 3 validator ahli, lembar validasi yang dianalisis pada bagian ini dalam lembar validasi media video yang didalamnya terdapat berbagai aspek yang dinilai yaitu kelayakan isi, kelayakan media dan Hasil uji coba ini akan dijadikan acuan Media video ini dikembangkan dikelas IV dengan jumlah 31 peserta didik di SDN 147/Vi Bogo Rejo. Berikut ini tahap validasi media video oleh 3 validator yang ahli untuk merevisi dan melakukan perbaikan terhadap media video yang dibuat oleh peneliti: Tabel 2. Data Validasi Media Video Pembelajaran No. Validator Ahmad Ilham Asmaryadi. Pd. Sonia Yulia Friska. Pd. Aprimadedi. Pd. Rata-rata Berdasrkan tabel 4. 2 dapat dilihat bahwa hasil validasi yang dilakukan oleh validator Bapak Ahmad Ilham Asmaryadi. dengan hasil 80% yang dikategorikan sangat valid, validator Ibu Sonia Yulia Friska. yang dikategorikan 75% yang dikategorikan valid, dan validator Bapak Aprimadedi. Pd dengan hasil 93,3% yang dikategorikan sangat valid, dengan demikian hasil penilaian validasi media video yang telah dirancang oleh peneliti mendapatkan rata-rata nilai 82,76% . angat vali. sehingga bisa memberikan kesempatan pada peneliti untuk melanjutkan pada tahapan praktikalitas yang akan dipraktikalitas oleh wali kelas serta peserta didik kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo. Hasil Tahap Implementasi (Implementatio. Setelah media video dinyatakan valid oleh validator . im ahl. Maka media video hasil uji coba ini akan dijadikan acuan untuk media video yang dikembangkan. Uji coba media video dilaksanakan di SDN 147/Vi Bogo Rejo dengan subjek penelitian kelas IV dengan jumlah sebanyak 31 peserta Keterangan Ahli Media Ahli Materi Ahli Bahasa Penilaian 85,7% 93,3% Kategori Sangat Valid Valid Sangat Valid Tahap implementasi ini dilakukan untuk mendapatkan praktikalitas dan keefektivan media video, praktikalitas yang akan dinilai oleh Wali kelas dan peserta didik kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo. Data uji coba praktikalias media video oleh pendidik dan peserta didik diperoleh dari angket respons pendidik dan peserta didik terhadap pembelajaran dengan menggunakan media video pada pembelajaran IPAS dikelas IV. Data praktikalitas yang diperoleh dilakukan secara tatap muka dengan memberi angket yang berisi instrumen penilaian yang bertujuan untuk mendapatkan dikembangkan dapat digunakan . atau tidak dapat digunakan . on prakti. Data praktikalitas yang diperoleh dari pengisian angket oleh peserta didik kelas IV yang berjumlah 31 orang dengan kemampuan yang berbeda-beda. Praktikalitas media video oleh pendidik dan peserta didik dapat dilihat pada tabel 3: https://ejournal. id/index. php/mp | 285 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Tabel 3. Data Praktikalitas Uji Coba Video Praktisi Penilaian Wali Kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo Peserta Didik Kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo 96,1% Rata-Rata 95,5% Kategori Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Berdasarkan hasil yang ada pada tabel 3. serta melihat hasil saja pada tahap diatas dapat disimpulkan bahwa hasil yang implementasi berlangsung, hasil analisis diperoleh dari angket praktikalitas media video digunakan sebagai bahan peninjau akhir oleh pendidik dan peserta didik memperoleh produk yang dikembangkan. Hal ini dilakukan hasil yaitu: Wali kelas IV dengan hasil 95% untuk menguji apakah video pembelajaran kategori sangat praktis, dan peserta didik kelas yang dikembangkan praktis dan efektif maka IV dengan hasil 96,5% kategori sangat praktis dapat dilakukan perbaikan sesuai saran dan dengan memiliki rata-rata 95,5% kategori Pada penelitian ini dilakukan uji sangat praktis. Hasil praktikalitas yang efektivitas terhadap 29 orang peserta didik diperoleh dari wali kelas dan peserta didik kelas IV, menunjukan bahwa media video yang keberhasilan media video pembelajaran IPAS peneliti buat telah mendapatkan kepraktisan di kelas IV yang telah digunakan peserta didik, dari wali kelas serta peserta didik SDN 147/Vi keefektifan produk yang dikembangkan dapat Bogo Rejo. dilihat pada hasil tes belajar peserta didik Uji efektivitas ini dilakukan melalui soal sebagai berikut: berbentuk objektif dengan julmlah 20 soal. Tabel 4. Data Hasil Efektivitas No. Kriteria Peserta Didik Persentase % Peserta Didik Yang Tuntas 27 Orang 93,1% Peserta Didik Yang Tidak Tuntas 2 Orang 6,9% Berdasarkan tabel 4. dapat dilihat bahwa hasil belajar peserta didik telah mencapai KKM 78 yaitu: ketuntasan hasil belajar peserta didik berjumah 27 orang dengan persentase 93,1% dikategorikan sangat efektif, sehingga video pembelajaran IPAS dapat diterapkan dalam proses pembelajaran Sekolah Dasar. Tahap Evaluasi (Evaluatio. Hasil tahap ini dilakukan dengan menganalisis data hasil penelitian yang diperoleh dari analisis kevalidan media video pembelajaran dalam pelajaran IPAS materi pengaruh gaya terhadap benda kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo dari validator . hli/paka. oleh dosen. Kemudian kepraktisan dilihat dari data angket respon pendidik kelas IV dan peserta didik kelas IV. Sedangkan analisis data efektivitas dilihat pada tes hasil belajar peserta didik dengan tujuan mengetahui keefektifan media video pembelajaran yang diterapkan di SDN 147/Vi Bogo Rejo. Pada penelitian ini ya ng perlu diperhatikan lagi adalah produk yang Jadi sebelum melakukan penelitian media video pembelajaran yang dikembangkan harus divalidasi oleh para validator untuk melihat apakah media pembelajaran sudah siap digunakan dari hasil validasi dari validator. Pembahasan Berdasarkan pengembangan media video, maka didapatkan media video pembelajaran dengan kategori sangat valid, sangat praktis dan sangat efektif. Validasi Video Pembelajaran Hasil dari validasi media video pembelajaran kelas IV ini diisi oleh tiga validator yaitu 3 dosen FKIP UNDHARI. Validator adalah yang memvalidasi media video yang terdiri dari tiga aspek yang dinilai, diantaranya adalah aspek isi, bahasa dan media, berdasarkan hasil dari ke 3 validator media video pembelajaran didapatkan dengan jumlah rata-rata 82,76% yaitu dikategorikan sangat valid. Berdasarkan hasil penilaian dari 3 validator media video pembelajaran IPAS mempunyai persentase penilaian sangat valid. Kemudian menghasilkan nilai yakni: hasil validasi kelayakan bahasa 93,3% dimana kelayakan bahasa mempunyai kategori sangat valid, hasil validasi materi mempunyai kategori valid dengan skor nilai 75%, sedangkan hasil validasi media mempunyai kategori sangat valid dengan skor nilai 80%. Rata-rata keseluruhan dari penilaian ketiga aspke tersebut mempunyai skor rata-rata 82,76% dengan kategori sangat valid. Media video https://ejournal. id/index. php/mp | 286 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. dinyatakan sangat valid selanjutnya oleh validator karena media video pembelajaran tersebut sudah sesuai dengan materi pembelajaran dan sudah layak untuk Praktikalitas Media Video Hasil dari praktikalitas media video kelas IV ini didapatkan dari hasil analisis penilaian angket respon pendidik dan peserta didik. Pendidik dan peserta didik diminta mengisis angket berdasarkan petunjuk pengisian. Berdasarkan hasil dari penilaian praktis oleh guru kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo mendapatkan hasil nilai 95% dikategorikan sangat praktis. Dan praktisi oleh peserta didik kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo mendapatkan hasil nilai 96,1% dikategorikan sangat praktis dengan memiliki nilai rata-rata 95,5% kategori Praktis KBBI didefenisikan dengan berdasarkan, mudah, dan senang memakainya dan praktisan diartikan perihal dapat disimpulkan bahwa praktikalitas dapat dikatakan praktis jika terdapat kesesuaian antara harapan dan Praktikalitas berkaitan dengan kemudahan dan kemajuan yang didapatkan peserta didik dengan menggunakan media video maupun produk lainnya. Dari analisis diatas maka dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran dapat memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran sesuai dengan harapan dan penilaian. Efektivitas Media Video Hasil dari efektifitas bahwa video pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo dengan jumlah 29 peserta didik. Apakah nilai yang diperoleh peserta didik telah mencapai KKM yang ditentukan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil nilai yang tuntas 93,1% yang mana terdiri dari 27 orang peserta didik yang tuntak KKM dan 2 orang peserta didik yang tidak tuntas KKM 6,9%, maka bahwa video pembelajaran ini dikategorikan efektif. Hal ini menunjukan bahwa media video dikatakan efektif untuk digunakan oleh peserta didik kelas IV SDN 147/Vi Bogo Rejo pada saat proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. KESIMPULAN Berdasarkan pengembangan serta tahap uji coba produk yang telah dilaksanakan oleh peneliti di SDN 147/Vi Bogo Rejo terhadap media video pembelajaran. Pengembangan media video dengan menggunakan model ADDIE diuji cobakan pada peserta didik kelas IV dengan jumlah 31 peserta didik di SDN 147/Vi Bogo Rejo. Validasi media video yang E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 dinilai validator yang berjumlah 3 orang, menunjukan bahwa media video memperoleh rata-rata persentase 82,76% dengan kategori sangat valid, sehingga dapat dikatakan media video ini layak untuk digunakan oleh peserta Praktikalitas media video yang dinilai dari angket respon pendidik dan peserta didik terhadap media video pembelajaran yang berjumlah 1 orang pendidik dan peserta didik kelas IV di SDN 147/Vi Bogo Rejo yaitu yang memproleh persentase 95,5% dengan kategori sangat praktis. Efektivitas media video pembelajaran yang dinilai dari hasil nilai ulangan yang diberikan kepada peserta didik berupa soal objektif yang berjumlah 20 soal memperoleh persentase 93,1% dengan kategori sangat efektif sehingga dapat dikatakan dengan efektif digunakannya media video pembelajaran ini mampu meningkatkan nilai hasil belajar peserta didik. DAFTAR PUSTAKA